• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anatomi Sistem Limbik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Anatomi Sistem Limbik"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

2.1. Sistem Sistem Limbik Limbik  2.1.1. Anato

2.1.1. Anatomi Sistem mi Sistem Limbik Limbik 

Kata limbik berasal dari bahasa Latin yang berarti batas atau pinggir. Kata limbik berasal dari bahasa Latin yang berarti batas atau pinggir. Istilah sistem limbik ini digunakan secara bebas untuk sekelompok struktur  Istilah sistem limbik ini digunakan secara bebas untuk sekelompok struktur  otak yang terletak di area perbatasan antara korteks serebri dan hipotalamus. otak yang terletak di area perbatasan antara korteks serebri dan hipotalamus. Sistem limbik ini bukan suatu sistem yang terpisah tetapi koleksi struktur  Sistem limbik ini bukan suatu sistem yang terpisah tetapi koleksi struktur  dar

dari i teltelencencephephalonalon, , diediencencephaphalonlon, , dan dan mesmesencencephephaloalon. n. SecSecara ara anaanatomtomi,i, struktur-stuktur sistem limbik ini meliputi hippocampus, amigdala, corpus struktur-stuktur sistem limbik ini meliputi hippocampus, amigdala, corpus ma

mammmmilillalariria, a, nunuklkleueus s ththalalamamicicus us ananteteririoror, , gygyrurus s sisingngululatata, a, gygyruruss  parahippocampal,

 parahippocampal, dan dan gyrus gyrus subcallolus. subcallolus. Alveus, Alveus, fimbria, fimbria, forniks, forniks, tractustractus mamiilothalamicus dan stria terminalis membentuk jaras-jaras penghubung mamiilothalamicus dan stria terminalis membentuk jaras-jaras penghubung sistem ini.

sistem ini.,,!! Keseluruhan dari struktur sistem limbik ini dikenal sebagaiKeseluruhan dari struktur sistem limbik ini dikenal sebagai

lobus limbik. Secara garis besar, lobus limbik ini terdiri dari tiga struktur  lobus limbik. Secara garis besar, lobus limbik ini terdiri dari tiga struktur  yaitu area kortikal, area subkortikal dan area diensefalon"

yaitu area kortikal, area subkortikal dan area diensefalon"##

Area kortikal yang terdiri dari korteks orbitofrontal yang merupakan Area kortikal yang terdiri dari korteks orbitofrontal yang merupakan sua

suatu tu daedaerah rah di di loblobus us frofrontantal l yanyang g terlterlibaibat t daldalam am proproses ses penpengamgambilbilanan ke

kepupututusasan, n, kokortrtekeks s pipiririfoformrmis is yyanang g memerurupapakakan n babagigian an dadari ri sisiststemem  penciuman,

 penciuman, korteks korteks enthorinal enthorinal yang yang berhubungan berhubungan dengan dengan memori,memori, hi

hipopokakampmpus us dadan n ststruruktktur ur yayang ng teterkarkait it atatau au didisebsebut ut sebsebagagai ai foformrmasasioio hippo

hippokampakampal l yang memainkan peranan dalam yang memainkan peranan dalam konkonsolidassolidasi i memomemori ri sertaserta for

forni$ ni$ yaiyaitu tu suasuatu tu strstruktuktur ur yayang ng menmenghughubunbungkagkan n hiphippokpokampampus us dendengangan  bagian

 bagian otak otak lain lain terutama terutama corpus corpus mammilaria mammilaria dan dan nuclei nuclei septal.septal.##  Area  Area

subkortikal yang terdiri dari nuclei septal yaitu sekelompok struktur yang subkortikal yang terdiri dari nuclei septal yaitu sekelompok struktur yang  berfungsi

 berfungsi untuk untuk area area penyenangan penyenangan %% pleasure  pleasure zonezone&, amigdala yang terletak &, amigdala yang terletak  di bagian lobus temporalus dan berhubungan dengan proses emosional serta di bagian lobus temporalus dan berhubungan dengan proses emosional serta nukleus accumbens yang terlibat dalam area kesenangan.

nukleus accumbens yang terlibat dalam area kesenangan.##

Area diensefalon yang terdiri dari hipotalamus yang merupakan pusat Area diensefalon yang terdiri dari hipotalamus yang merupakan pusat dar

(2)

formatio reticularis batang otak melalui serabut medial, terhubung dengan formatio reticularis batang otak melalui serabut medial, terhubung dengan hip

hippokpokampampus us melmelalualui i forforni$ ni$ dan dan terterhubhubung ung dendengan gan thathalamulamus s melmelalualuii fasi

fasiculculus us mammamilloillothathalamilamicuscus. . 'ip'ipotaotalamlamus us ini ini menmengatgatur ur proproses ses otootonomnom tu

tububuh. h. AArerea a didienensesefafalolon n jujuga ga teterdrdiriri i dadari ri cocorprpus us mamammmmililararia ia yyanangg merup

merupakan akan bagiabagian n hipohipotalamutalamus s yang menerima yang menerima sinysinyal al dari hippokampdari hippokampusus me

melalalului i fofornrni$ i$ dadan n memempmproroyyekeksisikakan n nynya a ke ke ththalalamamusus, , sesertrta a nunuclcleiei tha

thalamlamicuicus s antanterioerior r yanyang g menmenerimerima a inpinput ut dardari i corcorpus pus mammammilmilaria aria dandan terlibat dalam proses memori.

terlibat dalam proses memori.##

Gambar 1. Sistem Limbik  Gambar 1. Sistem Limbik 

2.1.2. Fisiologi Sistem Limbik  2.1.2. Fisiologi Sistem Limbik 

Sebagai hasil penelitian, saat ini diketahui bah(a sistem limbik terlibat Sebagai hasil penelitian, saat ini diketahui bah(a sistem limbik terlibat den

dengan gan berberbagbagai ai strstruktuktur ur lailain n di di luar luar perperbatbatasan asan untuntuk uk menmengengendaldalikaikann emo

emosi, si, perperilailaku, ku, motmotivaivasi si dan dan dordorongongan. an. SisSistem tem ini ini jugjuga a sansangat gat penpentintingg dal

dalam am penpengatgaturauran n memmemori ori baibaik k memmemori ori janjangka gka penpendek dek maumaupun pun janjangkagka  panjang.

 panjang. )agian )agian terpenting terpenting dari dari sistem sistem limbik limbik yang yang terkait terkait dengandengan  pengaturan memori ialah hippokampus dan

 pengaturan memori ialah hippokampus dan amigdala.amigdala.

'i

'ipopokakampmpus us beberasrasal al dadari ri babahahasa sa **uunanani ni yayang ng artartininya ya kukuda da lalautut.. Struktur ini disebut hippokampus karena pada potongan koronal berbentuk  Struktur ini disebut hippokampus karena pada potongan koronal berbentuk  sep

(3)

 penting baik otak manusia maupun otak vertebrata. +tak manusia terdiri dari dua buah hippokampus yang masing-masing terletak di setiap belahan otak. 'ippokampus ini merupakan bagian dari sistem limbik yang terletak di  bagian ba(ah dari korteks serebri yang berlokasi di bagian medial dari

lobus temporalis, membentuk dinding medial dari ventrikel lateralis.,#

'ippokampus terdiri dari tiga lapis yaitu lapis pertama adalah lapisan molekular superfisial yang terdiri dari serabut-serabut saraf dan neuron-neuron kecil yang tersebar, lapisan kedua ialah lapisan piramidal yang terdiri dari banyak neuron berbentuk piramid dan lapisan ketiga ialah lapisan polimorfik yang mempunyai struktur yang sama dengan lapisan  polimorfik korteks yang terdapat di tempat lain.

erdapat beberapa sumber dari serabut afferen hippokampus. Serabut afferen dari hippokampus berasal dari gyrus singulata, nuclei septals, korteks enthorinal, korteks assiasi olfaktorius, indusium griseum serta gyrus dentata dan gyrus parahippokampus. Sedangkan serabut efferen hippokampus ialah melalui forni$ yang akan meneruskan ke corpus mamillaria, nuclei septal, preoptik nukleus dari hipotalamus ventral striatum dan bagian lobus frontal melalui forni$ prekommisura.

'ippokampus memainkan peranan penting dalam proses konsolidasi informasi yaitu pengubahan memori jangka pendek ke memori jangka  panjang. 'ipokampus inilah yang menyebabkan timbulnya dorongan untuk  mengubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang yang artinya hipokampus menjalarkan sinyal atau sinyal-sinyal yang tampaknya membuat pikiran berulang-ulang melatih informasi baru sampai menjadi ingatan yang disimpan secara permanen. roses ini dikenal sebagai proses konsolidasi memori. Artinya hipokampus dipercaya sebagai tempat  penyimpanan memori jangka panjang sementara sebelum akhirnya dikirimkan ke bagian korteks lain untuk penyimpanan memori secara  permanen.

 /euroscientis menyebutkan bah(a hippokampus merupakan bagian dari lobus temporal yang bertanggung ja(ab terhadap pengaturan memori

(4)

terutama memori deklaratif atau memori eksplisit %memori yang dapat diungkapkan secara verbal&. erdapat beberapa jenis memori yaitu memori eksplisit atau deklaratif dan memori implisit atau nondeklaratif. 0emori eskplisit ialah memori yang berada dalam tingkat kesadaran dalam artian dapat dijelaskan dengan kata-kata ialah, sebagai contoh seseorang dapat menceritakan kembali pengalaman hidupnya semasa ia kecil. Sedangkan memori implisit ialah memori yang tidak berada pada tingkat kesadaran,  biasanya berkaitan dengan proses pembelajaran dan keterampilan, sebagai contoh seseorang tidak akan lupa cara mengemudikan mobil cara menghidupkan komputer dll.1,2

'ippokampus juga berkaitan erat dengan pengaturan memori eksplisit. 0emori eksplisit ini bergantung pada bagian medial dari lobus temporal dan  berhungan dengan hippokampus serta korteks enthorinal regio gyrus  parahippokampus. 'ippokampus juga bertanggung ja(ab dalam  pengubahan memori jangka pendek menjadi jangka panjang atau yang disebut sebagai proses konsolidasi memori. Apabila terdapat lesi pada hippokampus yang dapat disebabkan karena cedera ataupun penyakit, maka akan terjadi gangguan memori. Lesi ini terutama akan mempengaruhi memori deklaratif.,#

Kerusakan yang terjadi hanya pada satu hippokampus sedangkan hippokampus di sisi otak yang tidak mengalami lesi masih baik, maka otak  masih dapat mempertahankan fungsi memori. /amun, cedera berat pada otak yang menyebabkan kerusakan dari kedua hippokampus atau kedua  belahan otak dapat menyebabkan hilangnya memori atau daya ingat yang disebut sebagai amnesia. Lesi pada hippokampus tersebut dapat menyebabkan kesulitan dalam membentuk mmemori baru %amnesia anterograde& ataupun kesulitan untuk mengingat semua memori yang telah tersimpan sebelum trauma terjadi %amnesia retrograde&.,#

(5)

Gambar 2. Hio!am"s

engaturan memori juga berkaitan erat dengan fungsi dari amigdala. Amigdala berasal dari bahasa Latin yaitu amygdale yang berarti buah almond. 3inamakan demikian, karena amigdala ini berbentuk seperti buah almond. Amigdala merupakan struktur penting yang berlokasi di lobus temporal bagian anterior yang terletak di dalam uncus. Amigdala membuat hubungan dengan struktur-struktur otak lain seperti thalamus, hipotalamus, nuclei septal, korteks orbitofrontal, gyrus singulata, hippokampus, gyrus  parahippokampus dan batang otak. Amigdala memiliki peranan penting dalam pengaturan perilaku, respon otonom, respon endokrin terhadap stimulus lingkungan terutama reaksi emosi. /amun, selain pengaturan emosi yang merupakan fungsi utama dari amigdala, proses pengambilan keputusan dan pengaturan memori juga terlibat dalam area ini.,#

Amigdala terlibat dalam proses konsolidasi memori. 0emori jangka  panjang tidak disimpan secara instan namun harus disimpan beulang-ulang dalam jangka (aktu lama untuk menjadi memori jangka panjang. roses ini merupakan kerjasama antara peranan hippokampus dan amigdala. Selain itu, amigdala berproyeksi pada jalur sistem limbik seseorang yang dalam hubungannya terkait dengan alam ingatan dan alam pikiran. Sehingga amigdala berperan dalam memproses emosi dan membantu membentuk  memori yang melibatkan emosi. Selain itu, amigdala bersama dengan hippokampus juga mengirim serat proyeksi ke thalamus dan hipotalamus yaitu sutau kumpulan nuclei diencephalon. 3iencephalon dan sistem limbik  ini membentuk suatu sirkuit memori. Suatu penelitian dengan pasien yang

(6)

mengalami kerusakan pada area hippokampus atau amigdala atau keduanya menunjukkan bah(a terjadi gangguan dalam memori. 'al ini mengindikasikan bah(a tidak hanya hippokampus yang berperan dalam  proses pengaturan memori, namun amigdala juga terlibat.#

Gambar #. Amig$ala

2.2. Tra"ma Kaitis

2.2.1. %e&inisi Tra"ma Kaitis

 Trauma kapitis adalah trauma mekanik terhadap kepala

baik secara langsung maupun tidak langsung yang

menyebabkan gangguan fungsi neurologis.

10

2.2.2. Klasi&ikasi Tra"ma Kaitis

 Trauma kepala dapat dikelompokkan atas dua macam

yaitu:

10

1. Cedera kepala primer. Cedera kepala primer merupakan

hasil dari kerusakan mekanikal langsung yang terjadi

pada saat kejadian trauma. Cedera primer dihasilkan

oleh kekuatan akselerasi dan deselerasi yang merusak

kandungan intrakranial karena pergerakan yang tidak

seimbang dari tengkorak dan otak. Patosiologi cedera

(7)

kepala primer dapat dibedakan menjadi cedera kepala

fokal dan cedera aksonal difus.

-

Cedera kepala fokal merupakan cedera yang

melibatkan bagian-bagian tertentu dari otak

bergantung pada mekanisme traumanya. Cedera

 jenis ini khas akibat pukulan yang menimbulkan

kontusio serebral dan hematoma. Cedera fokal

mempengaruhi

morbiditas

dan

mortalitas

berdasarkan lokasi ukuran dan progresitasnya.

-

Cedera aksonal difus merupakan cedera yang

disebabkan oleh tekanan inersial yang sering

berasal dari kecelakaan sepeda motor. Pada

praktisnya cedera fokal dan cedera aksonal difus

sering terjadi bersamaan. !ang termasuk tipe dari

cedera kepala primer ini diantaranya fraktur

tengkotak

epidural

hematoma.

subdural

hematoma dan intraserebral hematoma.

". Cedera kepala sekunder. Cedera kepala sekunder terjadi

setelah trauma a#al dan ditandai dengan kerusakan

neuron-neuron akibat respon siologi sistemik terhadap

cedera a#al seperti laserasi otak robekan pembuluh

darah spasme $askular edema serebri hipertensi

intrakranial pegurangan aliran darah otak %C&'(

iskemik hipoksia dan lainnya yang dapat menimbulkan

kerusakan dan kematian neuron.

2.2.#. Jenis'Jenis Tra"ma Kaitis

&erdasarkan gejala klinis trauma kapitis dibagi menjadi:

10

1. Commotio Cerebri %gegar otak( adalah suatu keadaan

dimana seseorang tidak sadar dalam #aktu yang pendek

karena adanya benturan pada kepala. Pada gegar otak

tidak ada cedera pada susunan saraf pusat tidak ada

(8)

gangguan pada pembuluh darah dan li)uor serebro spinal

 juga memperlihatkan prol yang normal. *egar otak

mengakibatkan tekanan shearing yang singkat dan

penyembuhan komplit. +ika tekanan shearing lebih banyak

dan berulang kerusakan akson juga menjadi lebih

banyak durasi hilangnya kesadaran lebih panjang dan

penyembuhan melambat. ,alam praktek gambaran

klinisnya adalah koma yang diikuti dengan PT. leh

karena itu tingkat keparahan trauma kapitis tertutup

dapat dinilai dengan durasi koma dan PT.

". Contusio Cerebri adalah keadaan seseorang yang tidak

sadar disertai adanya kerusakan %lesi( otak. Pada

contusio terdapat tanda-tanda kerusakan saraf yang

berlanjut sesudah fase akut dile#ati. /erusakan tersebut

bisa dalam bentuk nekrosis sel saraf pada korteks dan

adanya edema cerebri. /erusakan korteks cerebri paling

sering terjadi di daerah ba#ah lobus frontalis dan

temporalis. al ini disebabkan karena adanya goyangan

otak berulang yang membentur dataran dalam tulang

tengkorak. +ika terdapat benturan pada tulang occiput

maka bisa terjadi contusio occipitalis yang disertai

contusion frontalis %counter coup(.

Pada

contusion robekan jaringan memperlihatkan

tekanan shearing yang lebih hebat dengan gangguan

akson yang disebabkan oleh aonal shearing dan injury

terhadap otak %bagian medial ujung dan dasar lobus

frontalis dan bagian anterior lobus temporalis(. rea yang

rusak adalah berbentuk kerucut dengan dasar pada

permukaan otak terutama mengenai lapisan pertama dari

korteks.

(9)

2.#. Amnesia Pas!a Tra"ma 2.#.1. %e&inisi Amnesia

Amnesia adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan daya ingat atau memori baik yang bersifat parsial maupun total yang dapat disebabkan oleh kelainan fungsional ataupun kelainan organik.

mnesia merujuk pada

suatu kondisi kesulitan dalam mempelajari informasi baru

atau dalam mengingat masa lalu.

2

mnesia pasca trauma merupakan masa transisional

antara koma dan kembalinya kesadaran penuh seseorang.

Pasca trauma pasien akan mengalami hilangnya memori

tidak dapat mengingat kejadian yang sudah dan3atau

sedang berlangsung kebingungan serta adanya gangguan

perilaku.

Amnesia pasca trauma ini dapat bersifat retrograde ataupun anterograde.4

2.#.2. (tiologi Amnesia

5ungsi memori yang normal melibatkan banyak area di otak. )erbagai macam penyakit atau cedera yang memengaruhi area di otak dapat menimbulkan gangguan pada memori. Amnesia dapat dihasilkan dari kerusakan stuktur otak yang membentuk sistem limbik yang berfungsi untuk  mengendalikan emosi dan memori. Area struktur ini termasuk thalamus yang terletak jauh dari pusat otak dan formasi hippocampus yang terletak   pada lobus temporalis otak.

mnesia dapat disebabkan karena

kelainan neurologis ataupun fungsional. mnesia neurologis

dicirikan oleh hilangnya memori eksplisit %deklaratif(

sedangkan memori implisit %non deklaratif( tetap utuh.

4emori eksplisit merupakan pengetahuan tentang fakta dan

peristi#a-peristi#a. 5ebaliknya memori implisit %non

deklaratif(

merupakan

kumpulan

ingatan

tentang

pengalaman yang didapatkan secara tidak sadar.

)erbagai

(10)

• rauma kapitis • Stroke

• eradangan pada otak %ensefalitis&

• Kurangnya oksigen yang cukup pada otak, misalnya pada keadaan serangan jantung, gangguan pernafasan atau keracunan karbonmonoksida.

• enyalahgunaan alkohol jangka panjang yang menyebabkan defisiensi thiamin %vitamin )6&

• umor di daerah otak 

• enyakit otak degeneratif seperti penyakit Al7heimer dan demensia

mnesia yang disebabkan karena kelainan fungsional

disebut juga sebagai amnesia psikogenik. mnesia tipe ini

 jarang terjadi dibandingkan amnesia neurologis dan dapat

terjadi akibat trauma emosi. mnesia fungsional merupakan

gangguan psikiatri dan tidak terdapat kerusakan struktur

otak yang menjadi dasar gangguan tersebut.

6

2.#.#. (i$emiologi Amnesia

erkiraan terakhir menunjukkan bah(a terdapat sekitar 628 orang per  688.888 populasi per tahun yang mengalami cedera otak pasca trauma yang dira(at di rumah sakit. Angka ini masih jauh dari insidens cedera otak  sesungguhnya. 'al ini disebabkan kera kalsifikasi dan eror diagnosis sehingga menyebabkan rendahnya laporan mengenai cedera otak. Kejadian cedera otak ringan tidak begitu banyak ditemukan di rumah sakit. Insidens cedera kepala ringan yang datang ke rumah sakit berkisar 91-646 per  688.888 populasi, cedera kepala sedang berkisar 62-8 per 688.888 populasi sedangkan cedera kepala berat berkisar 6-61 per 688.888 populasi.9

Insidens cedera otak paling tinggu terjadi pada kelompok usia 62-42 tahun dan lebih sering djumpai pada laki-laki %laki-laki " (anita : 1"6&. 'al ini terjadi diakibatkan karena aktifitas sehari-hari serta pekerjaan yang  berbeda dimana laki-laki lebih sering terlibat dalam pekerjaan yang jauh

(11)

Studi mengenai kasus cedera otak pasca trauam menunjukkan bah(a ;4< pasien yang mengalami trauma kepala tidak mengalami kehilangan memori sama sekali. =nam persen kasus menujukkan amnesia pasca trauma ;6 jam %amnesia ringan&, tujuh persen menunjukkan amnesia selam 6-1  jam %amnesia sedang&, dan enam belas persen menujukkan 6- hari %amnesia  berat&, dua puluh tiga persen menunjukkan amnesia selama 6 > 1 minggu %amnesia sangat berat& dan empat puluh lima persen kasus menunjukkan amnesia ?6 bulan %amnesia ekstrim&.6

2.#.). Klasi&ikasi Amnesia

Amnesia pasca trauma dapat dibagi dalam dua tipe6"

6. ipe yang pertama adalah amnesia retrograde yang didefinisikan sebagai hilangnya kemampuan baik parsial maupun total untuk mengingat kejadian yang telah terjadi dalam jangka (aktu sesaat sebelum trauma kapitis. Lamanya amnesia retrograde biasanya akan menurun secara  progresif.

. ipe yang kedua adalah amnesia anterograde yaitu suatu defisit dalam membentuk memori baru setelah trauma kapitis terjadi yang menyebabkan penurunan atensi dan persepsi yang tidak akurat. Amnesia tipe ini menjelaskan bah(a kejadian baru dalam ingatan jangka pendek  tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. enderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini (alaupun baru berlalu sesaat. 0emori anterograde merupakan fungsi terakhir yang paling sering kembali setelah sembuh dari hilangnya kesadaran.

2.#.*. Pato&isiologi Amnesia

2.#.+. ,ani&estasi Klinis Amnesia

Amnesia pasca trauma adalah keadaan kebingungan akut. @iri khas dari tahap ini adalah gangguan kognitif yaitu masalah dengan persepsi, berpikir, mengingat, dan konsentrasi. Selama tahap ini, pasien sering tidak dapat  berkonsentrasi cukup lama untuk menangkap apa pun di memori mereka.

(12)

ejala yang paling menonjol dari kondisi ini ialah hilangnya daya ingat atau memori. ejala-gejala lain yang paling umum dari amnesia terkait trauma meliputi berikut ini"

• 0enja(ab pertanyaan yang sama, meminta berulang kali,dengan respon yang berbeda

• Kesulitan melakukan tugas-tugas sederhana, seperti menghitung sampai 68 dan membacakan hari dalam seminggu atau bulan dalam setahun

• 3istraktibilitas, perhatian melompat dari satu hal ke hal lainnya

• Ketidakmampuan untuk mengingat apa yang terjadi di menit, jam, atau hari sebelumnya

• Kehilangan melatih pikiran saat menanggapi pertanyaan • 0enanggapi suatu hal secara tidak konsisten

• Kebingungan, disorientasi, kecemasan, agitasi dan penderitaan • angguan perilaku seperti berteriak, bersumpah, agresif 

• Ketidakmampuan untuk mengenali orang dan berkonsentrasi • Ketakutan, teragitasi dan emosi yang labil

• 3alam beberapa kasus, pasien dapat menjadi tenang, ramah dan  penurut

Selain itu, pada amnesia pasca trauma, pasien seringkali tidak menyadari kondisi mereka dan mungkin berperilaku seolah-olah mereka telah terbiasa dengan kehidupan mereka. asien mungkin masih mengenali keluarga dan teman-temannya tetapi mereka tidak dapat memproses fakta bah(a mereka  berada di rumah sakit atau telah mengalami cedera kepala. Kebanyakan  pasien dengan amnesia pasca trauma melaporkan bah(a mereka merasa seolah-olah mereka sedang BtertahanC dan dicegah untuk melakukan aktifitas sehari-hari. 'al ini akan menimbulkan gejala-gejala lain seperti agitasi, kebingungan, kecemasan, kegelisahan dan disorientasi.

asien juga sering menampilkan gangguan perilaku. asien mungkin  berteriak, bersumpah dan berperilaku kasar. erdapat kasus dimana pasien yang tidak mengenali siapapun akan bertanya kepada anggota keluarga atau kerabat yang sudah lama tidak mereka lihat mengenai diri mereka sendiri. )eberapa pasien menunjukkan perilaku kekanak-kanakan namun sebagian

(13)

dari mereka dapat juga menunjukkan sikap tenang, ramah dan penuh kasih sayang. 0eskipun gangguan perilaku ini mungkin tampak kurang mengancam karena kurangnya agresifitas, namun hal tersebut sama-sama mengkha(atirkan. asien dengan amnesia pasca trauma seringkali tidak  menyadari lingkungan mereka dan akan mengajukan pertanyaan berulang kali.

%a&"s

-6. he )rain Injury Association. 86-6. ost Traumatic Amnesia, Fact Sheet . 'ead(ay he )rain Injury Association. %http"DD(((.head(ayo$ford.org.ukDmediaD262Dpost<8traumatic

<8amnesia.pdf &

". The &rain 7njury ssociation. "011.

Post Traumatic

 Amnesia.

0edical )ook A(ards.

%https"DD(((.head(ay.org.ukDpost-traumatic-amnesia.asp$&

2.#.. %era/at Keara0an Amnesia

Amnesia pasca trauma merupakan suatu ukuran terbaik dalam menilai derajat keparahan cedera kepala, tetapi amnesia yang terjadi tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal dalam menentukan prognosis. Keparahan dari amnesia pasca trauma yang terjadi secara langsung  berhubungan dengan durasi lamanya amnesia tersebut terjadi meskipun durasi

yang lama tidak selalu mengindikasikan adanya gejala yang berat. /amun, durasi amnesia yang terjadi pada pasien pasca trauma merupakan suatu  prediktor penting dalam menilai efek jangka panjang dari cedera tersebut. Sistem klasifikasi untuk menentukan derajat keparahan dari cedera otak  akibat trauma dapat menggunakan tiga komponen yaitu durasi dari amnesia, skor @S serta durasi hilangnya kesadaran. )erdasarkan ketiga komponen tersebut, amnesia pasca trauma dibedakan menjadi tiga kategori yaitu trauma ringan, sedang dan berat. 3erajat keparahan trauma kepala yang menyebabkan amnesia disajikan pada tabel diba(ah ini.

(14)

Tabel 1. %era/at Keara0an Tra"ma Keala Ber$asarkan Tiga Komonen %era/at Keara0an Glasgo oma S!ale 3GS4 %"rasi Amnesia Pas!a Tra"ma %"rasi Hilangn5a Kesa$aran Eingan 64-62 ; 6 jam ; 48 menit Sedang #-6 6 > 1 jam 6 > 1 jam )erat 4-! ? 6 hari ? 1 jam

ingkat keparahan dari cedera otak yang terjadi pasca trauma juga dapat ditentukan hanya dengan menggunakan durasi amnesia yang terjadi. 3erajat amnesia dapat dilihat pada tabel diba(ah ini.

Tabel 2. %era/at Keara0an Tra"ma Keala Ber$asarkan %"rasi Amnesia

%era/at Keara0an %"rasi Amnesia Pas!a Tra"ma Sangat Eingan ; 2 menit

Eingan 2 > 98 menit

Sedang 6 > 1jam

)erat 6 - hari

Sangat )erat 6 > 1 minggu

Keterangan "

• ; 6 jam " @edera yang terjadi bersifat ringan dan pemulihan sempurna dapat terjadi. asien mungkin mengalami sedikit gejala minor pasca trauma seperti sakit kepala atau pusing-pusing.

• 6 > 1 jam " @edera yang terjadi bersifat sedang dan pemulihan sempurna dapat terjadi. asien mungkin mengalami beberapa gejala minor pasca trauma seperti sakit kepala dan pusing-pusing.

• 6-  hari " @edera yang terjadi bersifat berat dn pemulihan dapat terjadi dalam hitungan minggu sampai bulan. asien dapat kembali ke aktifitas  pekerjaan sehari-hari namun tidak sebaik atau semampu sebelum trauma

terjadi.

• 6 >  minggu " @edera yang terjadi bersifat sangat berat dan pemulihan dapat terjadi dalam hitungan bulan sampai tahun. asien dapat mengalami gangguan fugsi kognitif jangka panjang seperti penurunan dalam intelegensi baik verbal maupun nonverbal, penurunan performa

(15)

dalam penglihatan. /amun, pasien masih dapat kembali ke aktifitas  pekerjaan sehari-hari meskipun terkadang mengalami kesulitan.

•  > 6 minggu " @edera yang terjadi bersifat sangat berat dan pemulihan dapat terjadi dalam hitungan 6 tahun lebih. asien mengalami gangguan fungsi kognitif dan gangguan memori yang berat dan pasien tidak  mampu lagi untuk kembali ke aktifitas pekerjaan sehari-hari.

• ? 6 minggu " @edera yang terjadi bersifat amat sangat berat dan dijumpai disabiitas berat yang membutuhkan penanganan, pera(atan serta rehabilitasi jangka panjang. asien tidak dapat lagi kembali ke aktifitas pekerjaan sehari-hari.

%a&"s - 'ead(ay FK. 88!. Post Traumatic Amnesia - Fact Sheet  G5act SheetH. http"DD(((.head(ay.org.ukDsiteages.aspstep:1JcontentI3:6441JnavI3:662.

2.#.6. ara ,en$iagnosis Amnesia

Selain dengan anamnesis dan ri(ayat trauma kepala yang dialami, amnesia pasca trauma dapat dinilai dengan beberapa metode baku. 0etode  baku tersebut merupakan suatu skala penilaian trauma yang telah terstandarisasi. Skala penilaian amnesia pasca trauma yang dapat digunakan ialah"

a. Skala +A %alveston +rientation and Amnesia est&. Skala +A ini merupakan skala penilaian amnesia yang paling terkenal dan paling  banyak digunakan. Skala ini dapat menentukan bagaimana orientasi dari  pasien dan seberapa banyak hal yang mampu pasien ingat kembali %recall &. Skala ini telah terstandarisasi untuk penilaian amnesia terutama di FSA dan Kanada. Skala +A terdiri dari 68 item yang menilai orientasi dan mengumpulkan kembali ingatan mengenai kejadian-kejadian yang terjadi sebelum ataupun sesudah trauma kepala. +A mengklasifikasikan orientasi dalam tiga kategori utama yaitu orientasi  personal, orientasi tempat dan orientasi (aktu. Skor ?! %skor maksimal 688& menujukkan bah(a amnesia pasca trauma telah berakhir. Skala ini  juga dapat digunakan untuk menilai durasi dari amnesia yang terj adi dan

(16)

 penilaian ini dapat menjadi prediktor kuat dalam menentukan outcome atau prognosis. )erikut ini adalah skala +A.

 b. Skala AS %estmead ost-raumatic Amnesia Scale&. Skala ini merupakan skala penilaian amnesia yang paling sering digunakan di Australia dan /e( ealand. Skala ini terdiri dari 6 buah pertanyaan yang terkait dengan orientasi persoanl, tempat dan (aktu serta kemampuan pasien tersebut dalam mengingat suatu informasi baru

(17)

secara konsisten dari hari ke hari. AS digunakan sekali per hari, dan tiap-tiap hari dikumpulkan nilainya sampai skor pasien mencapai skor  maksimal yaitu 6D6. AS sangat cocok untuk digunakan pada  pasien dengan cedera otak derajat sedang ataupun berat.

AS ini dapat digunakan pada pasien yang sadar penuh atau mampu diajak berkomunikasi baik secara bverbal maupun nonverbal. ada penilaian pertama, pasien diminta untuk menja(ab tujuh buah  pertanyaan yang terkait dengan orientasi. Sehingga, pasien yang dapat menja(ab semua pertanyaan, pada hari pertama akan mendapatkan skor  D. Kemudian, pasien akan diberikan kesempatan untuk mempelajari informasi baru yang mana akan menjadi bagian dari lima bauh  pertanyaan tambahan pada penilaian amnesia. Lima buah pertanyaan ini

termasuk pasien akan diminta untuk mengingat tiga buah gambar dan akan dites ulang keesokan harinya.

ada penilaian hari kedua, pasien diminta untuk menja(ab kedua  belas pertanyaan sehingga skor maksimal pada hari kedua ialah 6D6. Ketika pasien telah mencapai skor maksimal 6, pasien kemudian dites kembali dengan lima buah pertanyaan saja termasuk tiga buah gambar  yang harus ia ingat. Apabila pasien berhasil dalam lima buah  pertanyaan tersebut, maka ia akan mendapat skor 6D6. 3urasi amnesia dihitung sebagai (aktu a(al terjadinya kecelakaan atau trauma sampai hari pertama dari perhitunga skala AS ketika pasien mendapat skor  6D6. )erikut adalah skala AS"

(18)
(19)

%a&"s

-6. ikipedia. 861. Galveston Orientation and Amnesia Test . ikipedia, he 5ree =ncyclopedia.

%https"DDen.(ikipedia.orgD(ikiDalvestonM+rientationMandMAmnesiaMest& . ikipedia. 862. Westmead Post Traumatic Amnesia Scale. ikipedia,

he 5ree =ncyclopedia. %https"DDen.(ikipedia.orgD(ikiDestmeadMost-raumaticMAmnesiaMScale&

(20)

ujuan utama manajemen dari amnesia pasca trauma ialah membantu  pasien untuk mencapai fungsi kehidupan yang maksimal seperti sediakala ebelum amnesia itu terjadi. 0anajemen tatalaksana dari amnesia ini melibatkan tim multidisiplin untuk saling bekerjasama membantu memulihkan ingatan atau memori sang pasien. asien sebaiknya dira(at inap untuk mengatasi disabilitas fisik, kognitif ataupun perilaku. 5okus  pera(atan yang diberikan ialah memonitoring amnesia yang terjadi,  pelatihan aktifitas sehari-hari, manajemen nyeri, terapi kognitif dan  perilaku, manejemenn farmakologi, dan bantuan alat seperti kursi roda.

Amnesia pasca trauma ini merupakan tahapan pemulihan pada seseorang yang mengalami cedera kepala. 'al ini akan menimbulkan stres  bagi keluarga, teman dan kolega sekitar pasien. /amun, hal yang harus diyakinkan kepada keluarga pasien bah(a fase ini akan segera terlalui. enilaian dari neurologis ataupun neuropsikologis dapat mengkonfirmasi  bah(a penatalaksanaan amnesia pasca trauma akan dijalankan guna mengembalikan daya ingat atau memori pasien.

Pada tahap a#al

hal-hal yang dianjurkan adalah:

a. +ika memungkinkan pasien ditempatkan dalam ruang

yang berkapasitas khusus untuk satu pasien

b. 8ingkungan yang tenang untuk mengurangi stimulus

eksternal seperti tele$isi radio lampu terang dan

kebisingan

c. &uat lingkungan yang aman dan familiar dengan

pasien menggunakan benda-benda dan gambar

d. +angan biarkan pasien terstimulasi secara berlebihan

5emua yang dapat pasien lihat dengar ataupun rasakan

yang dapat menyebabkan mereka berpikir adalah stimulus.

leh karena itu benda-benda diruangan pasien harus

seminimal mungkin. lat-alat yang tidak diperlukan seperti

perabot yang tidak perlu tabung oksigen meja-meja

kursi-kursi simbol-simbol %kecuali

yang diperlukan untuk

(21)

lampu agar tidak terlalu terang dan ruangan tidak terlalu

bising. /etika berinteraksi dengan pasien usahakan agar

percakapan dan instruksi tetap sederhana dan mudah

dimengerti oleh pasien. &erbicaralah dengan tenang dan

meyakinkan. Pada tahap a#al gunakan

pertanyaan-pertanyaan yang hanya memerlukan ja#aban singkat

seperti 9ya atau 9tidak. Pasien mungkin membutuhkan

bantuan dalam membuat keputusan-keputusan. &erikut ini

beberapa petunjuk yang dapat digunakan tenaga medis

dalam berhadapan dengan pasien amnesia pasca trauma:

a. 5elalu mengenalkan diri ketika kita melakukan $isit

pada pasien

b. /atakan kepada pasien bah#a saat ini ialah pagi siang

atau malam. al ini berguna untuk membantu orientasi

pasien

c. Peringatkan

kepada

pasien

ketika

kita

akan

menyentuhnya dalam hal ini melakukan pemeriksaan

kepadanya.

d. /etika pasien telah percaya kepada kita berbicaralah

mengenai hal-hal yang menyenangkan atau hal yang

menjadi fa$orit pasien tersebut.

e. &erbicaralah mengenai masa-masa sebelum amnesia

itu terjadi. &antu pasien untuk mengingat sedikit demi

sedikit. ;amun jangan pernah mengatakan bah#a

pasien tersebut harus membentuk suatu hidup baru

dengan kondisinya sekarang ini.

f. Tunjukkan pasien foto keluarga atau foto orang

terdekatnya. /elilingi ia dengan benda-benda yang

familiar baginya dalam hal ini benda fa$oritnya.

g. /atakan padanya bah#a ia sedang mengalami cedera

dan berada di rumah sakit namun tetap yakinkan ia

bah#a semuanya akan berjalan baik-baik saja. +angan

(22)

pernah paksa ia untuk mengingat kembali saat cedera

itu terjad karena ia akan mengalami kesulitan dan

dapat mengalami frustasi.

h. !ang paling penting ialah bersabar dengan pasien

tersebut karena

proses penyembuhan

neurologi

membentukan #aktu yang cukup lama. 4empercepat

atau memaksakan proses pengobatan hanya akan

membuat pasien bertambah frustasi.

Dafpus :

1. 'ary /. 7an +.&. 7an ,.C. "002. Rehabilitation After 

Traumatic Brain Injury . The 4edical +ournal of ustralia

1<=%>(:

"?0-"?@

%https"DD(((.mja.com.auDjournalD884D6!D9D1-rehabilitation-after-traumatic-brain-injury&

2. *umm /. Taylor T. rbons /. Carey 8. "016. Post 

Traumatic Amnesia Screening and Management. The Aoyal

4elbourne ospital *uidelines page "-?.

%http"DDclinicalguidelines.mh.org.auDbrochuresDE086.86.pdf &

3. Pro#e *arry. "010.  An Introduction to Rehabilitation The

!ealing Brain. 'rom 5uccessfully 5ur$i$in a &rain 7njury: 

'amily

*uidebook.

&rain

7njury

5uccess

&ooks.

%http"DD(((.brainline.orgDcontentD866D8Dan-introduction-to-rehabilitation-the-healing-brainMpageall.html&

2.#.18. Prognosis Amnesia

emulihan dari amnesia pasca trauma bervariasi pada tiap individu. emulihan dapat berlangsung dalam beberapa hari, bulan bahkan hitungan tahun. Indikator-indikator yang dapat digunakan untuk menentukan  prognosis pada amnesia pasca trauma ialah "

6. 3urasi koma. Semakin pendek durasi koma, maka semakin baik   prognosisnya.

. 3urasi amnesia. Semakin pendek durasi amnesia, semakin baik   prognosisnya.

(23)

4. Fmur. asien yang berusia ? 98 tahun atau ;  tahun memiliki  prognosis yang terburuk bahkan jika mereka mengalami cedera yang

sama dengan orang yang tidak berada pada kelompok usia tersebut. %a&"s " Kosch, *., )ri(ne, S., King, @., 5it7gerald, ., @ameron, I. 868.  Post Traumatic Amnesia and Functional Outcome After Brain  Inur!" )rain Injury Nol 1%4&, 1#-1!2.

2.#.11. Komlikasi Amnesia

mnesia sangat ber$ariasi berdasarkan tingkat

keparahannya. Pada dasarnya amensia tidak begitu

menimbulkan banyak efek buruk karena amnesia pasca

trauma merupakan suatu kondisi peralihan antara koma

dengan sadar penuh pasca seseorang mengalami trauma.

al ini mengindikasikan bah#a tahapan pemulihan dapat

terjadi. ;amun amnesia tingkat berat yang berlangsung

lebih dari 1 bulan pasca trauma dapat menimbulkan

perubahan perilaku. al ini juga dapat mengakibatkan

pasien mengalami gangguan atau disabilitas dalam

menjalankan aktitas sehari-hari baik di lingkungan kerja

sekolah ataupun lingkungan sosial sehingga membutuhkan

rehabilitasi jangka panjang.

Dafpus :

1. The &rain 7njury ssociation. "011. Post Traumatic

 Amnesia.

0edical )ook A(ards.

%https"DD(((.head(ay.org.ukDpost-traumatic-amnesia.asp$&

". 4ayo Clinic 5taB. "016. Amnesia. 4ayo Clinic ,isease

and Conditions.

%http"DD(((.mayoclinic.orgDdiseasesconditionsDamnesiaDbasicsDcomplic ationsDcon-88446!&

Gambar

Gambar 1. Sistem Limbik Gambar 1. Sistem Limbik 
Tabel  1.  %era/at  Keara0an  Tra&#34;ma  Keala  Ber$asarkan  Tiga Komonen %era/at Keara0an Glasgo omaS!ale 3GS4 %&#34;rasi AmnesiaPas!a Tra&#34;ma %&#34;rasi Hilangn5aKesa$aran

Referensi

Dokumen terkait

perubahan keempat ini adalah Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden

Dalam analisis yang dilakukan pada penelitian ini akan digunakan beberapa nilai yang biasa digunakan sebagai parameter dalam menentukan kriteria penerimaan terhadap suatu

Oleh karena itu informasi tentang kesehatan gigi merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan yang tidak bisa dipisahkan dan penting dalam menunjang kualitas

Peranakan Etawah (PE) belum ada informasinya. Penelitian pendahuluan kami mendapatkan bahwa penggunaan urea 5% dan 2% kapur dalam konsentrat yang disertai dengan penggunaan 50%

Berdasarkan hubungan ( inlow ) curah hujan (mm) dan ketinggian dalam setiap level air yang mengalir secara vertikal hasil dari optimasi Tank Model , dapat menjelaskan

Pertama-tama, orang harus mengeluarkan uang yang banyak, termasuk pajak yang tinggi, untuk membeli mobil, memiliki surat ijin, membayar bensin, oli dan biaya perawatan pun

Penerapan Algoritma Topsis untuk Sistem Pendukung Keputusan Penerima bantuan bedah pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Deli Serdang yang berjalan

Pada akhirnya kondisi tersebut berdampak pada anak-anak, yaitu anak tumbuh dan berkembang dengan kurang memiliki jiwa sosial terutama sikap toleransi terhadap