RENCANA KERJA
TA. 2016
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
PROVINSI BANTEN
i
P
P
E
E
N
N
G
G
A
A
N
N
T
T
A
A
R
R
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata resmi dibentuk berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2012 yang sebelumnya bernama Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2008 dan dari tahun 2001 - 2007 bernama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten. Tugas yang harus dilaksanakan adalah menyusun rencana strategis (Renstra) pembangunan kepariwisataan dan pariwisata untuk periode 2012-2017 yang merupakan referensi utama bagi seluruh bidang dan seksi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam melaksanakan program dan kegiatan tahun 2012 sampai dengan tahun 2017.
Dengan mempertimbangkan lingkungan strategis dan berbagai arah kebijakan pembangunan nasional dan daerah bidang kebudayaan dan pariwisata, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memiliki visi untuk mewujudkan kebudayaan dan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan serta diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam persaingan pertumbuhan kepariwisataan nasional dan internasional, meningkatkan standar hidup masyarakat, menjamin keberlangsungan keberadaan sumberdaya alam, kehidupan sosial budaya dan ekonomi melalui proses dan sistem pengembangan terpadu
Untuk dapat mewujudkan visi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memiliki 4 misi utama, yaitu: (1) Melestarikan nilai, keragaman dan kekayaan budaya; (2) Mengembangkan destinasi pariwisata yang berdaya saing; (3) Meningkatkan sumberdaya manusia dan kelembagaan kebudayaan & pariwisata yang professional; (4) Mengembangkan pemasaran kebudayaan dan pariwisata; serta (5) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dinas budaya dan pariwisata yang kemudian diterjemahkan ke dalam 13 tujuan utama dan 14 sasaran strategis yang dijabarkan dalam program dan kegiatan pembangunan selama periode 2012-2017.
Keseluruhan kondisi kebudayaan dan pariwisata yang ingin dicapai, akan diwujudkan melalui 6 program utama, yaitu: (1) pengelolaan dan pengembangan keragaman, kekayaan dan nilai budaya; (2) peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah; (3) peningkatan sarana prasarana
ii perkantoran dan kapasitas aparatur; (4) penyediaan data pembangunan daerah; (5) pengelolaan dan pengembangan pariwisata; serta (6) pengembangan kemitraan kepariwisataan yang telah dijabarkan menjadi 24 kegiatan pokok dengan target outcome dan output yang akan dipantau dan dievaluasi secara berkala, sehingga dapat diperoleh dampak yang optimal bagi pembangunan kebudayaan dan pariwisata daerah.
Pelestarian kebudayaan daerah pada tahun 2015 difokuskan kepada upaya
perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan. Pengembangan
kepariwisataan selama tahun 2016 ini akan difokuskan pada pengembangan destinasi wisata di 3 kawasan wisata, meliputi: (1) Kawasan Banten Lama; (2) Kawasan Tanjung Lesung; dan (3) Kawasan Sawarna dengan didukung Promosi pariwisata pada 2 target pasar utama, yaitu: (1) Lampung; dan (2) Jawa Barat.
Peningkatan kemitraan pariwisata diarahkan kepada : (1) penguatan kerjasama antar pelaku usaha pariwisata; (2) penguatan organisasi yang bergerak di bidang kebudayaan dan pariwisata; dan (3) pelatihan peningkatan dan penguatan kapasitas SDM kebudayaan dan pariwisata. Dalam mengembangkan kepariwisataan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten mempertimbangkan aspek pembangunan pariwisata, yaitu: (1) pengembangan daya tarik wisata; (2) pengembangan investasi pariwisata; (3) pengembangan industri pariwisata; (4) pemberdayaan masyarakat; dan (5) promosi pariwisata.
Seluruh fokus dan aspek pembangunan ini merupakan pedoman bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten dalam melaksanakan pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata tahun 2016
KEPALA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN
DR. MOH. ALI FADILAH NIP. 19591023 198803 1 005
iii
D
D
A
A
F
F
T
T
A
A
R
R
I
I
S
S
I
I
Kata Pengantar ……… i Daftar Isi ……… iii
BAB 1 PENDAHULUAN……… 1.1
1.1. Latar Belakang………. 1.1 1.2. Landasan Hukum …... 1.2 1.3. Maksud dan Tujuan…………..……… 1.4 1.4. Sistematika Penulisan..……… 1.5
BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2014 .. 2.1 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014
dan Capaian Renstra Tahun 2012-2017...…… 2.1 2.2. Analisis Kinerja Pelayanan….……….…… 2.11 2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan
Fungsi Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata…….……….…. 2.23
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD .…… 2.28 2.5. Penelaahan Usulan Program dan
Kegiatan Masyarakat ……...……….……. 2.29
BAB 3 TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional….….... 3.1 3.2. Tujuan dan Sasaran Renja ………. 3.3 3.3. Program dan Kegiatan..………. 3.3
iv
D
D
A
A
F
F
T
T
A
A
R
R
T
T
A
A
B
B
E
E
L
L
Tabel 2.1 Urusan Wajib Kebudayaan………..………..… 2.3 Tabel 2.2 Urusan Pilihan Pariwisata……….……….… 2.7 Tabel 2.3 Rencana dan Realisasi Anggaran Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata Tahun 2014……… 2.15 Tabel 2.4 Usulan Program dan Kegiatan Dari Para Pemangku
Kepentingan Tahun 2016………. 2.30 Tabel 3.1 Target Indikator Makro Provinsi Banten
Tahun 2012 – 2017……… 3.5 Tabel 3.2 Visi dan Misi ke – 1 Tahun 2012 – 2017……… 3.5 Tabel 3.3 Visi dan Misi ke – 2 Tahun 2012 – 2017……… 3.7 Tabel 3.4 Visi dan Misi ke – 3 Tahun 2012 – 2017……...………… 3.8 Tabel 3.5 Visi dan Misi ke – 4 Tahun 2012 – 2017……..………… 3.9 Tabel 3.6 Visi dan Misi ke – 5 Tahun 2012 – 2017.………. 3.10 Tabel 3.7 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Tahun 2015
v
KEPUTUSAN
KEPALA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN
NOMOR
TENTANG RENCANA KERJA
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN TAHUN 2016
KEPALA DINAS
KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN
Menimbang : a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus menyusun Rencana Kerja yang berpedoman kepada Rencana Strategis Dinas yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Unit Kerja;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten tentang Rencana Kerja Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2016
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
2. Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah;
3. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;
PEMERINTAH PROVINSI BANTEN
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
vi 4. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang
Cagar Budaya;
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8
Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38
Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan
Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota;
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang terakhir diubah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2010;
8. Permendagri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
9. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Susunan, Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah; 10. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 Tentang
Susunan, Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah; 11. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2012-2017;
12. Peraturan Daerah Nomor 30 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Banten Tahun 2016;
13. Peraturan Gubernur Banten No. 26 Tahun 2008 Tentang Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Banten;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KEBUDAYAAN DAN
PARIWISATA PROVINSI BANTEN TENTANG RENCANA KERJA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN TAHUN 2016
vii
KESATU : Menetapkan Rencana Kerja Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2016 sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini
KEDUA : Rencana Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Banten Tahun 2016 sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU merupakan pedoman dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan kebudayaan dan pariwisata tahun 2016 di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Serang
Pada tanggal : Juni 2015
KEPALA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN
DR. MOH. ALI FADILAH NIP. 19591023 198803 1 005
Pendahuluan 1.1
1.1. LATAR BELAKANG
Rencana Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2016 yang selanjutnya disebut Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten merupakan dokumen rencana kerja tahun ketiga Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2012 – 2017 dan Rencana Strategis ( RENSTRA ) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten tahun 2012-2017 serta penjabaran Rencana Kerja Pembangunan Daerah RKPD Tahun 2016. RENJA mempunyai fungsi penting dalam sistem perencanaan daerah, karena RENJA menerjemahkan perencanan strategis jangka menengah (RPJMD dan Renstra SKPD) ke dalam rencana, program, dan penganggaran tahunan dinas, RENJA ”menjembatani” sinkronisasi, harmonisasi Rencana Strategis ke dalam langkah – langkah tahunan yang lebih konkrit dan terukur.
Proses penyusunan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten didasarkan pada penjaringan aspirasi yang diformulasikan melalui Forum Perencanaan Pembangunan bidang kebudayaan dan
pariwisata dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan
pembangunan kebudayaan dan pariwisata pada tahun sebelumnya. Lebih lanjut Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten juga diintegrasikan dengan prioritas RKPD Tahun 2016 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2016, Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tahun 2012-2017, hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana yang telah diubah dengan Undang – undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
BAB
1
Pendahuluan 1.2 Forum perencanaan pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata bertujuan untuk menghasilkan kesepakatan antar pelaku pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata, sebagai langkah awal penyusunan rancangan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten, yang menitikberatkan pada pembahasan untuk sinkronisasi sasaran, arah kebijakan, program dan kegiatan tahun anggaran 2016.
Sebagai dokumen resmi Pemerintah Daerah, Renja berfungsi menjabarkan rencana strategis dengan memuat arah kebijakan pembangunan, Prioritas pembangunan dan program kegiatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten.
1.2. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan
Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010);
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua
atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diubah dalam Undang – undang nomor 23 Tahun 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2014 nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 5587).
5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Pendahuluan 1.3 Nomor 4578);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang
Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
13. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2007 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah
Pendahuluan 1.4 Provinsi Banten Tahun 2007 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 4);
14. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Banten Tahun 2010-2030;
15. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2012 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 40);
16. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2012-2017 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2012 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 41);
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari Penyusunan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten adalah untuk mendokumentasikan perencanaan dalam kurun waktu satu tahun yang berisi program prioritas yang dilaksanakan langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten dengan pembiayaan dari Pemerintah Daerah Provinsi Banten. Sedangkan Tujuan Penyusunan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten adalah :
1. Mendeskripsikan tentang program prioritas yang akan dilaksanakan langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten; 2. Sebagai acuan dalam pelaksanaaan tugas pengendalian dan evaluasi
rencana pembangunan tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten
Pendahuluan 1.5
1.4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Sistematika Penulisan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2016 adalah sebagai berikut:
BAB l PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penyusunan
BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN TAHUN 2014
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 dan Capaian Renstra sampai dengan Tahun 2014
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan
2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi 2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
BAB 3 TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 Telaah terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi 3.2 Tujuan dan Sasaran
3.3 Program dan Kegiatan
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.1
swde
2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2014 DAN CAPAIAN RENSTRA TAHUN 2012-2017
Sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, setiap dokumen perencanaan harus dievaluasi dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2016 juga harus dilakukan evaluasi. Evaluasi terhadap Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2014 meliputi 3 (tiga) hal, yaitu kebijakan perencanaan program & kegiatan, pelaksanaan program & kegiatan, dan hasil pelaksanaan program & kegiatan.
Penyusunan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2016, memperhatikan beberapa unsur pokok sebagai berikut : a. Masalah – masalah yang dihadapi dan sumber daya yang akan
digunakan serta pengalokasiannya; b. Tujuan yang dikehendaki;
c. Sasaran – sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya;
d. Kebijakan – kebijakan untuk melaksanakannya serta seksi pelaksana; Penyusunan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2016 juga memperhatikan hal – hal sebagai berikut :
a. Hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2014 sebagai entry point dalam penyusunan perencanaan tahun 2016;
b. Memperhatikan keberlanjutan (sustainable development) untuk komitmen dan konsisten melaksanakan pembangunan, masalah – masalah yang dihadapi dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya;
EVALUASI PELAKSANAAN
RENJA TAHUN 2014
BAB
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.2
Evaluasi pencapaian Renstra periode Tahun 2012-2017 sampai dengan Tahun 2014, bahwa untuk Urusan Wajib Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten melaksanakan 1 (satu) program yaitu Program Pengelolaan dan Pengembangan Keragaman, Kekayaan dan Nilai Budaya. Berdasarkan hasil evaluasi pengukuran indikator kinerja kegiatan tahun 2014, untuk urusan wajib kebudayaan adalah sebagai berikut :
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.3
Tabel II. 1
N O
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISA
SI
%
1 2 3 4 5 6
A Program Pengelolaan dan Pengembangan Keragaman,
Kekayaan dan Nilai Budaya :
1 Meningkatnya Pengembangan dan Pemanfaatan
Kebudayaan
a. Terlaksananya Kajian Seni Daerah a. Meningkatnya Kajian Seni Daerah
a.1. Kajian Kesenian Khas Banten 1
Dokumen Dokumen 1 100
b. Terlaksananya Fasilitasi Seni Daerah b. Meningkatnya Fasilitasi Seni Daerah
b.1. Fasilitasi Event Berkesenian 38 Kali 38 Kali 100
b.2. Pelaksanaan Festival Tari 1 kali 1 kali 100
b.3. Pelaksanaan Launcing Album Kompilasi Daerah 1 Kali 1 kali 100
b.4. Pelaksanaan Cetak Keping Album Kompilasi 950
Keping Keping 950 100 c. Terlaksananya Gelar Seni Daerah c. Terlaksananya Gelar Seni Daerah
c.1. Pelaksanaan Gita Bahana Nusantara 1 kali 1 kali 100
c.2. Pelaksanaan Festival Marawis 1 kali 1 kali 100
c.4. Pelaksanaan Festival Qosidah 1 Kali 1 Kali 100
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.4
d. Terlaksananya Misi Kesenian d. Terlaksananya Misi Kesenian
d.1. Pelaksanaan Misi Kesenian Luar Daerah 1 kali 1 kali 100
2 Meningkatnya Pelestarian Tradisi Masyarakat Adat :
a. Terlaksananya Fasilitasi Masyarakat Adat a.1. Fasilitasi Event Masyarakat Adat 4 Lokasi 4 Lokasi 100
( Adat Baduy, Kaolotan Cisungsang, Kaolotan
Cisitu dan Kaolotan Citorek )
3 Meningkatnya Pelestarian Nilai-Nilai Tradisi dan
Kearifan Lokal
a. Terlaksananya Fasilitasi Event Masyarakat a.1. Fasilitasi Panjang Mulud 3 Lokasi 3 Lokasi 100
b. Tersusunnya Data Tradisi dan Kearifan Lokal b.1. Pelaksanaan Inventarisasi Tradisi dan 1 kali 1 kali 100
Kearifal Lokal
c. Terwujudnya Pemahaman Masyarakat Tentang Nilai- c.1. Pelaksanaan Saresehan Kebudayaan 1 kali 1 kali 100 Nilai Budaya Daerah c.2. Pelaksanaan Lokakarya Rumah adat Banten 1 Kali 1 Kali 100
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.5
4 Meningkatnya Pelestarian dan Perlindungan Cagar
Budaya
Museum dan Kesejarahan
a. Meningkatnya pengadaan dan pemeliharaan koleksi museum
a.1. Pengadaan Koleksi Museum 1 Paket 1 Paket 150
a.2. Pemeliharaan Koleksi Museum 1 Kali 1 Kali 100
b. Tersedianya Data Kesejarahan b.1. Inventarisasi, Kajian dan Penelitian Cagar Budaya 2 Dokumen
2
Dokumen 100 b.2. Penyusunan dan Pencetakan Buku Cagar Budaya
Dari Kabupaten/ Kota 300 Buku Buku 300 100 b.3. Penerbitan Buku Masjid Masjid Kuno Banten 1.300
Buku 1.300 Buku 100 b.4. Penerbitan Buku Bangunan Kuno Banten 1.200
Buku
1.200 Buku
100 b.5. Penerbitan Buku Ulama Banten 1.000
Buku
1.000 Buku
100 b.6. Penerbitan Buku Kamus Bahasa Sunda Banten 1.800
Buku
1.800 Buku
100 b.7. Penerbitan Buku Katalogisasi Naskah Banten Kuno 1.000
Buku 1.000 Buku 100 b.8. Penerbitan Buku Cagar Budaya Kota Serang 1.000
Buku
1.000 Buku
100
c. Terlaksananya Revitalisasi Cagar Budaya dan
Bangunan Bersejarah c.1. Pembuatan Pendopo Lama Sebagai Museum Grand Design Revitalisasi Gedung
1 kali 1 kali 100
c.2. Pembuatan Tata Ruang Pamer Museum 1 Set 1 Set 100
d. Terlaksannya Penyebaran Informasi Koleksi Museum d.1. Partisipasi Pameran Permuseuman MPU 1 kali 1 kali 100
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.6 Sedangkan dalam melaksanakan Urusan Pilihan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten melaksanakan 2 (dua) program yaitu Program Pengelolaan dan Pengembangan Pariwisata, dan Program Pengembangan Kemitraan Kepariwisataan. Berdasarkan hasil evaluasi pengukuran indikator kinerja kegiatan tahun 2014, untuk urusan pilihan pariwisata adalah sebagai berikut :
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.7
Tabel II.2 Program Pengelolaan dan Pengembangan
Pariwisata :
Meningkatnya Pengembangan Daya Tarik Wisata:
a. Meningkatnya Obyek Wisata Yang Berdaya Saing a. Jumlah Penataan dan Pengembangan
Obyek wisata 3 Obyek 3 Obyek 100
Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Destinasi
Wisata: :
a. Pengembangan Desa Wisata a.1. Jumlah Pengelola Desa Wisata Yang
di Bina Peserta 100 Peserta 100 100
a.2. Fasilitasi Sekretariat Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tj. Lesung
3
Kegiatan 3 Kegiatan 100
a.3. Sosialisasi Hasil Kajian Profil
Investasi Pariwisata Banten 50 Peserta 50 Peserta 100
a.4. Sosialisasi Hasil Kajian Pulau Pulau
Kecil Sebagai Destinasi Wisata 50 Peserta 50 Peserta 100
b. Meningkatnya Ketersediaan Dokumen
Perencanaan Pengembangan Pariwisata b.1. Revisi Dokumen Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Dokumen 1 Dokumen 1 100
b.2. Kajian Potensi Objek Wisata Pantai 1
Dokumen Dokumen 1 100
b.3. Kajian Potensi Objek Wisata Minat
Khusus 1 Dokumen 1 Dokumen 100
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.8
Meningkatnya Pengembangan Produk dan Usaha
Pariwisata :
a. Jumlah Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Jumlah Penyelenggaraan Festival :
a.1. Penyelenggaraan Festival Kuliner 1 Kali 1 Kali 100
a.2. Penyelenggaraan Festival
Cinderamata 1 Kali 1 Kali 100
a.3. Penyelengaraan Festival Fashion 1 Kali 1 Kali 100
a.4. Fasilitasi Sarana Prasarana
Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif
2 Sub
Sektor Sektor 2 Sub 100
b. Meningkatnya Kualitas Pola Perjalanan Wisata b.1. Jumlah Dokumen Pola Perjalanan
Wisata Minat Khusus 1 set 1 set 100
b.2. Workshop Pelaku Usaha Ekonomi
Kreatif 1 Kali 1 Kali 100
b.3. Dokumen Pola Perjalanan Wisata
Bahari 1 Set 1 Set 100
b.4. Advokasi Pengembangan Ekonomi
Kreatif 2014 65 Peserta 65 Peserta 100
Meningkatnya Promosi Wisata dan Budaya Dalam Negeri dan Luar Negeri:
a. Meningkatnya Promosi Pariwisata, Budaya, dan Ekonomi Kreatif di dalam daerah.
a.1. Partisipasi Event Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skala Nasional
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.9
a.2. Direct Promotion 1 Kali 1 Kali 100
a.3. Launching Calender Event 1 Kali 1 Kali 100
b.Meningkatnya Promosi Pariwisata, Budaya,
dan Ekonomi Kreatif di Dalam Daerah b.1. Partisipasi Event Promosi dalam Daerah 1 Kali 1 Kali 100
b.2. Pelaksanaan Banten Beach Festival 1 Kali 1 Kali 100
b.3. Gebyar Wisata Banten 1 Kali 1 Kali 100
c. Meningkatnya Promosi Pariwisata, Budaya dan
Ekonomi Kreatif di Media Cetak c.1. Promosi di Koran Lokal 1 Kali 1 Kali 100
c.2. Promosi Pada Majalah Nasional 1 kali 1 Kali 100
d. Meningkatnya Promosi Pariwisata, Budaya
dan Ekonomi Kreatif di Media Elektronik d.1. Promosi Pada Radio Lokal 1 kali 1 Kali 100
d.2. Promosi Pada Televisi Nasional 1 Kali 1 Kali 100
d.3. Promosi di Koran Nasional 1 Kali 1 Kali 100
Program Pengembangan Kemitraan
Kepariwisataan
Tingkat Penguatan Kemitraan Pariwisata , Usaha Ekonomi Kreatif dan Lembaga/Instansi
Pemerintah
a. Meningkatnya Kemitraan Kebudayaan dan
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.10
a.2. Kemitraan Antar Stakeholder
Kebudayaan dan Pariwisata Lintas Batas Provinsi
1 Kali 1 Kali 100
a.3. Partisipasi Forum Kerjasama Daerah (MPU)
3 Kali 3 Kali 100
a.4. Forum Kemitraan antar Stakeholder 1 Kali 1Kali 100
a.5. Rakortek Bidang Sumber Daya
Manusia dan Kelembagaan 2015 1 Kali 1 Kali 100
Rasio Peningkatan Kapasitas Kelembagaan
Pariwisata
a. Meningkatnya Kapasitas Lembaga Kebudayaan
dan Pariwisata a.1. Fasilitasi Lembaga Budaya pada Event Nasional Lembaga 4 4 Lembaga 100
a.2. Workshop Manajemen Sanggar Seni
Rupa 50 Orang 50 Orang 100
Rasio Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Manusia dan Instansi Lainnya
a. Meningkatnya Kapasitas SDM Pariwisata a.1. Sosialisasi Sadar Wisata 80 orang 80 orang 100
b. Meningkatnya Kapasitas SDM Kebudayaan b.1. Jumlah Pelatihan SDM Kebudayaan 20 orang 20 orang 100
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.11
2.2. ANALISIS KINERJA PELAYANAN
Provinsi Banten merupakan provinsi ke-30 di Indonesia yang secara yuridis dibentuk berdasarkan UU No. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten. Sebagai provinsi yang berada di ujung Barat Pulau Jawa, Banten merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.
Secara administratif luas wilayah Provinsi Banten 8.794,01 Km2 dan dibatasi oleh :
Sebelah Barat : Selat Sunda (Provinsi Lampung)
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Timur : Provinsi DKI Jakarta & Jawa Barat
Sebelah Selatan : Samudera Hindia
Provinsi Banten merupakan wilayah yang memiliki potensi pariwisata yang beraneka ragam dan sangat prospektif untuk dikembangkan. Dengan dukungan prasarana dan sarana yang cukup memadai sektor pariwisata di Provinsi Banten berkembang cukup pesat. Hal ini terlihat dari banyak tersebarnya kawasan wisata baik berupa wisata pantai, wisata tirta, wisata sejarah/budaya dan wisata suaka alam, dengan fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel berbintang, non bintang, restoran dan rumah makan, cottage dan lain-lain yang banyak tersebar terutama di kawasan pesisir pantai Barat Banten.
Dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi Banten (RIPPDA Provinsi Banten) tahun 2005 pengembangan wisata di Provinsi Banten dibagi ke dalam 3 (tiga) Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP) yaitu WPP A (Kabupaten dan Kota Tangerang), WPP B (Kabupaten Serang dan Kota Cilegon), serta WPP C (Kabupaten Pandeglang dan Lebak). Selanjutnya ditetapkan pula 18 Kawasan Pariwisata (KW) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Berdasarkan hasil pengelompokan (clustering) obyek-obyek wisata yang ada di Provinsi Banten sampai dengan tahun 2015, terdiri dari :
1. objek wisata kategori alam (253 objek)
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.12 3. objek wisata kategori buatan ( 56 objek)
4. objek wisata kategori living culture ( 12 objek) 5. objek wisata kategori atraksi kesenian ( 380 objek)
Dari 18 kawasan pengembangan pariwisata yang ditetapkan tersebut, sebagian telah berkembang menjadi obyek wisata nasional maupun internasional, seperti Kawasan Pantai Anyer-Carita-Tanjung Lesung, Living Culture Baduy, TN. Ujung Kulon, dan Gunung Api Krakatau. Namun, berkembangnya kawasan wisata tersebut secara umum masih terkonsentrasi pada wilayah utara dan barat Provinsi Banten. Adapun kawasan-kawasan pengembangan wisata di wilayah selatan relatif belum berkembang terutama disebabkan oleh masih terbatasnya infrastruktur pendukung (transportasi dan akomodasi wisata).
Pengembangan pariwisata pada dasarnya ditujukan untuk dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah, disamping itu pariwisata juga diharapkan dapat memberikan mutiplier effect bagi berkembangnya kegiatan atau usaha-usaha lainnya yang berkaitan dengan pariwisata seperti industri kerajinan dan souvenir, jasa biro perjalanan, hotel dan penginapan, dan lain-lain. Dengan berkembangnya pariwisata maka akan semakin banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara, yang datang berkunjung sehingga diharapkan terjadi penciptaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Banten.
Sejalan dengan bergulirnya roda pemerintahan dan pembangunan di bidang kebudayaan dan pariwisata yang dilakukan, perubahan menuju terwujudnya kemapanan tata pemerintahan telah menampakkan hasil yang cukup positif. Kondisi ini terlihat dari komitmen untuk menetapkan arah dan tujuan serta target-target pembangunan yang akan dicapai dalam setiap periode perencanaan (jangka pendek dan jangka menengah) sebagai landasan dan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.
Mempedomani Renstra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten periode tahun 2012-2017, strategi yang diterapkan dalam meningkatkan kinerja pelayanan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten adalah melalui upaya :
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.13 1. Peningkatan kualitas perlindungan, pengembangan dan
pemanfaatan kesenian.
2. Peningkatan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.
3. Peningkatan kualitas pengelolaan cagar budaya dan kesejarahan. 4. Pengembangan daya tarik wisata yang berbasis lingkungan. 5. Peningkatan keterpaduan pembangunan pariwisata.
6. Penguatan usaha pariwisata dan usaha ekonomi kreatif.
7. Penerapan standar kompetensi dan standar usaha pariwisata. 8. Penguatan dan pengembangan kemitraan antar pemerintah
daerah, pelaku usaha pariwisata dan swasta.
9. Penguatan kelembagaan kebudayaan dan pariwisata.
10. Peningkatan kemampuan sumberdaya manusia kebudayaan dan pariwisata.
11. Peningkatan promosi kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pemasaran yang kreatif dan efektif.
12. Peningkatan ketersediaan rekomendasi strategi pelaksanaan pemasaran pariwisata melalui pengembangan analisis pasar dan market inteligence kepariwistaaan.
13. Peningkatan kuantitas dan kualitas bahan promosi. 14. Peningkatan kualitas pelayanan aparatur.
15. Peningkatan dukungan manajemen sumberdaya aparatur. 16.Peningkatan kualitas data dan informasi.
Capaian kinerja pelaksanaan program kegiatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2014 melalui : (1) Program Pengelolaan dan Pengembangan Keragaman, Kekayaan dan Nilai Budaya (2) Program Pengelolaan dan Pengembangan Pariwisata (3) Program Pengembangan Kemitraan Kepariwisataan (4) Program Peningkatan Kualitas Tatakelola Pemerintah Daerah (5) Program Peingkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran dan Kapasitas Aparatur (6) Program Penyediaan Data Pembangunan, Pengukuran yang mengacu kepada
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.14 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesenian, Indikator Kinerja Kunci (IKK) dan Indikator Kinerja Lainnya adalah sebagi berikut :
1. Capaian Kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesenian
Berpedoman kepada PERMENBUDPAR No. PM.
106/HK.501/MKP/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesenian, pelaksanaan SPM Bidang Kesenian oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten pada tahun 2014, adalah sebagaimana tabel II.3
2. Indikator Kinerja Utama (IKU)
Capaian indikator kinerja utama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten berdasarkan) sebagaimana Tabel 2.4 meliputi :
a. Kunjungan Wisata
Pada tahun 2014, realisasi kunjungan Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara berjumlah 13.769.978 orang dari target Renstra 2012-2017 berjumlah 53.002.232 orang atau 25,98 %.
b. c Tamu Wisatawan Pada Hotel
Realisasi Jumlah tamu wisatawan pada hotel tahun 2014 berjumlah 1.803.870 orang dari target 1.155.000 orang atau 156.18%
c. Lama Inap Tamu Hotel
Realisasi rata-rata lama inap tamu hotel pada tahun 2014 Wisatawan Nusantara sebesar 1,48 hari dari target 1,26 hari atau 117,46 %. Untuk Wisatawan Mancanegara sebesar 1,94 hari dari target 2,29 hari atau 84,72%
d. Tingkat Hunian Kamar Hotel
Realisasi tingkat Hunian Kamar Hotel baik bagi Wisatawan Nusantara maupun Wisatawan Mancanegara mencapai 31,72% atau 37,85% atau 83,80 %.
3. Kontribusi Sektor (Hotel, Restoran dan Jasa Hiburan) Terhadap PDRB Provinsi Bantm en
Kontribusi Sektor Hotel Rp.188,71 Milyar, Restoran Rp, 6. 208,37 Milyar dan Jasa Hiburan 136.05 Milyar.
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.15
4. Rencana dan realisasi Anggaran Dinas Kebudayaan dan pariwisata tahun 2014 sebagai berikut:
Tabel II.3
Rencana dan Realisasi Capaian Indikator Kinerja Input Tahun 2014
NO PROGRAM / KEGIATAN TOLOK UKUR RENCANA (RP) REALISASI (RP) %
1 2 3 4 5 6
A BELANJA TIDAK LANGSUNG 7,372,000,000 7,063,643,777 95,82 B BELANJA LANGSUNG 26,650,000,000 23,838,697,645 89,45 C TOTAL PENYERAPAN ANGGARAN (BTL + BL) 34,022,000,000 30,902,341,422 90,83
I PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN
KERAGAMAN, KEKAYAAN DAN NILAI BUDAYA
7,509,430,800 6,678,002,078 88,93 1 Pembinaan Kesenian Daerah 1,935,430,800 1,764,196,476 91,15
Pertunjukan Seni Budaya Tingkat kab/ Kota dan Provinsi Banten
277,560,800 259,690,800 93,56
Gita Bahana Nusantara 189,875,000 183,185,700 96,48
Misi Kesenian Luar Daerah 176,568,000 173,005,076 97,98
Festival Marawis 144,600,000 138,175,600 95,56
Festival Qasidah 250,000,000 230,714,800 92,29
Partisipasi Festival Tari 29,127,000 28,227,000 96,91
Launching Album Kompilasi Barudak Banten
109,741,000 89,285,000 81,36
Festival Musik All Genre 93,722,000 93,180,000 99,42
Pengadaan Album Musik Kompilasi
32,900,000 32,615,000 99,13 Identifikasi Kesenian Khas
Banten
75,408,000 74,708,000 99,07 Pengadaan Buku Profil Seni
Budaya Banten
18,629,000 18,629,000 100
Misi Kesenian Luar Negeri 72,821,000 0 0
Kemilau Nusantara 152,179,000 144,511,500 94,96
Gebyar Cinta Budaya Banten 312,300,000 298,268,300 95,51
2 Fasilitasi dan Pagelaran Seni 1,055,000,000 934,911,600 88,62
Pengemasan Seni Pertunjukan 117,638,000 97,291,000 82,70
Aktivasi Kesenian 44,458,500 28,081,500 63,16
Festival Lagu Daerah Tingkat Provinsi
168,714,500 149,515,500 88,62 Fasilitasi Apresiasi Seni Lintas
Provinsi
104,189,000 85,930,000 85,48 Fasilitasi Pameran Keliling
Koleksi Negara dan Karya Perupa Banten
70,000,000 60,057,500 85,80
Pawai Budaya Banten 150,000,000 135,765,000 90,51
Pekan Budaya Banten 400,000,000 378,271,100 94,57
3 Fasilitasi dan Pengembangan Nilai Budaya Daerah 1,535,000,000 1,427,999,500 93,03
Fasilitasi Event Masyarakat
Adat Seren Taun Cisungsang
108,424,800 104,024,800 95,94
Fasilitasi Event Masyarakat
Adat Seren Taun Cisitu
95,450,000 90,750,000 95,08
Fasilitasi Event Masyarakat
Adat Seren Taun Citorek
44,750,00 41,750,00 93,30
Fasilitasi Event Seba Baduy 934,223,000 850,357,500 91,02
Fasilitasi Panjang Mulud kota
Serang
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.16
NO PROGRAM / KEGIATAN TOLOK UKUR RENCANA (RP) REALISASI (RP) %
1 2 3 4 5 6
Fasilitasi Panjang Mulud Kab.
Serang
22,208,600 22,208,600 100
Fasilitasi Panjang Mulud Kota
Cilegon
22,411,800 22,411,800 100
Kajian Rumah Adat Banten 74,300,000 73,845,000 99,29
Lokakarya Rumah Adat Banten 70,820,000 70,320,000 99,29
Sarasehan Kebudayaan 140,000,000 129,920,000 92,80
4 Pelestarian Cagar Budaya Museum dan Kesejarahan
1,310,000,000 1,078,817,000 82,35
Inventarisasi, Kajian dan Penelitian Cagar Budaya di Kota Serang
63,880,000 0 0
Inventarisasi, Kajian dan Penelitian Cagar Budaya di Kota Cilegon
63,940,000 62,680,000 98,03 Penyusunan dan Pencetakan Buku
Cagar Budaya di Kab/ Kota
190,050,000 160,599,000 84,50 Penyusunan dan Penertiban Buku
Masjid-masjid Kuno di Banten
133,729,600 95,875,000 80,96 Penyusunan dan Penerbitan Buku
Bangunan Kuno Banten
111,840,000 95,875,000 85,73 Penyusunan dan Penerbitan Buku
Biografi Ulama Banten
116,886,000 102,592,000 87,77 Penyusunan dan Penerbitan Buku
Kamus Bahasa Sunda Banten
201,886,000 185,256,647 91,76 Penyusunan dan Penerbitan Buku
Katalogisasi Banten Kuno
71,896,000 59,436,000 82,67 Penyusunan dan Penertiban Buku
Inventarisasi Cagar Budaya Kota Serang
105,896,000 93,701,000 88,48
Pembuatan Grand Desain Gedung Museum Pendopo Lama
100,000,000 63,300,000 63,30 Cetak Buku Wisata Budaya Banten 75,000,000 73,215,000 97,62
Sarasehan Karkatau 131 Tahun Silam
75,000,000 73,900,000 98,53
5 Pengelolaan dan Pemeliharaan Cagar Buday, Museum dan Kesejarahan
1,674,000,000 1,472,077,502 87,94
Pengadaan Koleksi Museum 149,041,900 144,409,400 96,89 Pemeliharaan Koleksi Museum 32,009,800 32,009,800 100 Pembuatan Film Etnografi 66,835,000 66,225,000 99,09 Pembuatan Bahan Pameran
Museum
34,520,000 34,307,136 99,38 Aktivasi Museum 93,081,000 81,916,116 88,01 Partisipasi Pameran Museum
Tingkat Nasional
95,053,000 0 0
Partisipasi Pameran Permuseuman MPU
60,775,000 57,580,600 94,74 Kajian Tata Ruang Pamer Museum 32,645,000 32,614,750 99,91 Cetak Buku Permainan Tradisional
Anak
132,790,000 131,110,000 98,73 Cetak Buku Sejarah Nama Nama
Tempat
120,320,000 118,760,000 98,70 Cetak Buku Autibiografi Syech
Nawawi Albantani
211,705,000 209,905,000 99,15 Cetak Buku Sejarah Kepahlawanan 141,105,000 141,105,000 100 Cetak Buku Saku Sejarah
Bangunan Pendopo Banten
68,335,000 67,785,000 99,20 Cetak Buku Tokoh Perjuangan 141,105,000 131,105,000 92,91 Cetak Buku Informasi Museum 82,335,000 82,335,000 100 Peluncuran Buku Tema
Kebudayaan
70,684,600 0 0
Lawatan Budaya 41,659,700 41,659,700 100
Sosialisasi Museum Negeri Provinsi Banten
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.17
NO PROGRAM / KEGIATAN TOLOK UKUR RENCANA (RP) REALISASI (RP) %
1 2 3 4 5 6
II PENINGKATAN KUALITAS TATA KELOLA
PEMERINTAHAN DAERAH
619,970,000 477,916,400 77,09 1 Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan dan
Neraca Aset
92,523,000 92,394,000 99,26
Penyusunan SOP Pertangungjawaban,
Penatausahaan, Keuangan dan Barang dan Jasa
19,342,000 19,342,000 100,00
Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan, Triwulan, Semester, Calk dan Akhir Tahun
73,181,000 73,052,000 99,82
2 Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 527,447,000 385,522,000 73,09
Penyusunan Rancangan Kinerja
Pembangunan Tahunan
53,924,000 53,264,000 98,78
Forum Perencanaan
Pembangunan
153,978,000 152,723,500 99,19
Partisipasi Forum Perencanaan
dan Evaluasi Pembangunan sumber dana APBN
179,335,000 51,851,700 28,91 Penyusunan Anggaran Pembangunan Tahun 2015 53,010,000 44,510,000 83,97 Penyusunan Bahan LPPD/LKPJ/LAKIP/Evaluasi Kinerja 13,760,000 13,760,000 100
Monitoring dan Evaluasi
Capaian Kinerja
73,440,000 69,413,200 94,52 III PENINGKATAN SARANA, PRASARANA
PERKANTORAN DAN KAPASITAS APARATUR
6,205,700,000 5,786,085,426 93,24 1 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor 870,723,500 832,024,300 95,56
Pengadaan Angkutan Darat 296,100,000 272,880,000 92,16
Pengadaan Perlengkapan Kantor 74,900,000 73,984,000 98,78
Pengadaan Peralatan Komunikasi
4,800,000 4,800,000 100
Pengadaan Peralatan Kantor 291,800,000 290,385,000 99,52
Pengadaan Peralatan Dapur dan Rumah Tangga
51,500,000 50,286,800 97,64
Pengadaan Alat-alat Studio 41,200,000 36,283,500 88,07
Pengadaan Area Taman Kampung Banten di Halaman Kantor
70,923,500 65,815,000 92,80
Pengadaan Mebelair 39,500,000 37,590,000 95,16
2 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor 835,900,000 750,847,500 89,83
Pemeliharaan Gedung dan
Halaman Kantor
354,260,000 349,012,300 98,52
Pemeliharaan Kendaraan Dinas 194,170,000 186,791,200 96,20
Pemeliharaan Perlengkapan
Kantor
67,150,000 67,145,000 99,99
Penyediaan Bahan Bakar
Minyak
220,320,000 147,899,000 67,13
3 Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran 2,380,000,000 2,147,653,262. 90,24
Pembiayaan Tenaga Kemanan Kantor dan Tenaga
Adminnistrasi
470,460,000 466,640,000 99,19
Penyediaan Alat Tulis Kantor dan Pakai Habis Kantor Lainnya
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.18
NO PROGRAM / KEGIATAN TOLOK UKUR RENCANA (RP) REALISASI (RP) %
1 2 3 4 5 6
Pembiayaan Telepon dan Jasa Kantor Lainya
478,898,500 449,728,876 93,91
Penyediaan Barang Cetakan 77,125,000 70,900,000 91,93
Penyediaan Makan Minum 119,100,000 119,100,000 100
Penyediaan Pakaian Dinas/ Batik
100,400,000 98,893,500 98,50
Instruktur Senam 14,400,000 14,400,000 100
Pembiayaan Premi Asuransi BMD
900,000 900,000 100
Pembiayaan Sewa Tempat 109,000,000 108,769,190 99,79
Promosi Publikasi 61,400,000 49,190,000 80,11
Pembiayaan Perjalanan Dinas 636,780,000 623,017,852 97,84
Taman Area Kawasan Kampung Banten di Halaman Kantor
240,353,000 190,153,000 79,11
4 Peningkatan Kapasitas Aparatur 245,390,000 222,120,000 90,52
Pembiayaan Kursus Singkat/ Pelatihan
46,500,000 26,900,000 57,85
Sosialisasi PP no. 46 th.2011 16,390,000 14,730,000 89,87
Capacity Building 182,500,000 180,490,000 98,90
5 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor UPT Balai Pengelolaan Taman Budaya
1,208,664,000 1,119,379,102 92,61
Barang Habis Pakai 1,700,000 1,700,000 100
Perjalanan Dinas Survey HPS ke Luar Daerah
35,050,000 28,151,660 80,32
Barang Non Kapitalis 11,347,883 11,347,700 100
Belanja Modal Alat-alat Angkutan Bermotor
61,880,000 53,150,000 85,89 Belanja Modal Pengadaan
Peralatan Kantor
6,461,591 6,461,591 100 Belanja Modal Pengadaan
Perlengkapan Kantor
17,371,825 17,371,825 100 Belanja Modal Pengadaan
Komputer
51,106,900 50,240,000 98,30
Belanja Modal Meubeair 29,725,100 29,582,100 99,52
Belanja Modal Peralatan Dapur dan Rumah Tangga
189,222,251 175,315,026 92,65 Belanja Modal Penghias
Ruangan
137,493,800 136,579,400 99,33
Belanja Modal Alat-alat Studio 273,209,275 246,126,300 90,09
Belanja Modal Alat-alat Komunikasi
2,450,000 2,450,000 100 Belanja Modal Alat-alat
Laboratorium
22,036,000 21,872,000 99,26 Belanja Modal Pengadaan
Instalasi Listrik, Telepon dan LAN
5,862,075 5,862,000 100
Belanja Modal Barang Bercorak Kesenian Kebudayaan
193,200,000 164,095,000 84,94 Belanja Modal Alat Persenjatan/
Keamanan/ Penanggulangan Bencana
119,812,800 119,320,000 99,59
Belanja Modal Pengadaan Alat Musik
50,734,500 49,754,500 98,07
6 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor
UPT Balai Pengelolaan Taman Budaya
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.19
NO PROGRAM / KEGIATAN TOLOK UKUR RENCANA (RP) REALISASI (RP) %
1 2 3 4 5 6
Penyediaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih
6,076,000 6,076,000 100
Pemeliharaan AC 3,500,000 3,500,000 100
Pemeliharaan Gedung dan Halaman
44,256,000 43,597,800 98,51 Penyediaan Bahan Bakar
Minyak/Gas
22,968,000 20,592,000 89,66 Penyediaan Belanja Perawatan
Kendaraan Bermotor
7,000,000 6,113,000 87,33
Pemeliharaan Komputer 4,950,000 2,400,000 48,48
7 Penyediaan Barang dan Jasa UPT Balai
Pengelolaan Taman Budaya
510,601,000 456,418,306 89,39
Pegawai Honorer 182,400,000 182,400,000 100
Alat Tulis Kantor 24,046,000 23,827,200 99,09
Lampu Listrik/Neon 3,400,000 3,400,000 100
Belanja Peralatan Dapur 2,520,000 2,520,000 100
Belanja Telepon Kantor 37,200,000 18,335,111 49,29
Belanja Listrik 156,000,000 134,862,475 86,45
Surat Kabar 4,020,000 4,020,000 100
Kop Surat, Amplop, Kwitansi, Form SPPD, Map, Buku, Disposisi Buku Agenda Surat
9,550,000 9,550,000 100
Foto Copy 4,065,000 4,065,000 100
Makan Minum Rapat 7,200,000 7,200,000 100
Air Minum 21,300,000 14,175,000 66,55
Pakaian Seragam 13,800,000 13,800,000 100
Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah
12.525,000 10,029,000 80,07 Belanja Perjalanan Dinas Luar
Daerah
32,575,000 28,234,520 86,68
IV PENYEDIAAN DATA DAN PEMBANGUNAN DAERAH
200,000,000
1 Penyediaan Data dan Informasi Pembangunan 200,000,000 169,260,000 84,63
Penyuatan Data dan Informasi Bidang Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
32,255,000 29,025,500 89,99
Penguatan Data dan Informasi Bidang Kebudayaan dan Pariiwisata
30,830,000 19,859,500 64,42 Pengembangan Data dan Informasi 136,915,000 120,375,000 87,92 V PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN
PARIWISATA
8,841,030,000 7,708,694,207 87,19 1 Pengelolaan Destinasi Wisata 2,410,135,000 1,588,775,530 65,92
Penataan dan Pengembangan Obyek Wisata
603,130,000 551,140,430 91,38
Pembinaan desa wisata 363,370,000 335,542,000 92,34
Sosialisasi Hasil Kajian Profil Invenstasi Wisata Banten
90,400,000 52,670,000 58,26
Revisi Dokumen RIPPDA Banten 84,260,000 56,838,000 67,46
Kajian Potensi Obyek Wisata Pantai
83,370,000 80,090,000 96,07 Fasilitasi Kesekretariatan
Dewan Kawasan Ekonomi Khusu (KEK) Tanjung Lesung
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.20
NO PROGRAM / KEGIATAN TOLOK UKUR RENCANA (RP) REALISASI (RP) %
1 2 3 4 5 6
Kajian Potensi Obyek Wisata Minat Khusus
83,370,000 68,738,000 82,45 Sosialisasi Hasil Kajian
Pulau-pulau Kecil Sebagai Destinasi Wisata
90,750,000 52,670,000 58,04
Orientasi Lapangan
Pengembangan Pulau-pulau sebagai Obyek Wisata
464,560,000 179,277,100 38,59
Rakortek Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Tahun 2015
79,215,000 47,210,000 59,60
Revitalisasi Banten Lama 158,675,000 0 0
2 Pengembangan Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
1,669,000,000 1,539,909,900 92,27
Festival Kuliner 197,305,000 193,227,000 97,93
Festival Cinderamata 128,445,000 126,661,400 98,61
Festival Fashion 124,250,000 122,474,600 98,57
Fasilitasi Sarana dan Prasarana Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif
450,000,000 332,180,300 73,82
Penyediaan Dokumen Pola Perjalanan Wisata Bahari
75,000,000 74,626,000 99,50 Penyediaan Dokumen Pola
Perjalanan Wisata Minat Khusus
50,000,000 49,765,600 99,53
Terlaksananya Workshop Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif
125,000,000 124,435,000 99,55 Terlaksananya Pengembanngan
Usaha Jasa Pariwisata Ekonomi Kreatif Lomba Foto Destinasi Wisata Banten
119,000,000 119,000,000 100
Terlaksananya Advokasi
Pengembangan Ekonomi Kreatif
250,000,000 250,000,000 100 Tersedianya Showroom
Oleh-oleh Khas Banten
150,000,000 147,540,000 98,36
3 Pengembangan Standarisasi Pariwisata 600,000,000 581,820,650 96,97
Klasifikasi Hotel 63,781,750 62,205,550 97,53
Identifikasi Tenaga Kerja 2 Bidang Usaha Pariwisata
90,247,000 87,216,350 96,64 Sertifikasi dan Kompetensi 50
Orang Pelaku Usaha Pariwisata Bidang Hotel dan Restoran
95,185,000 93,922,500 98,67
Advokasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata
101,975,000 97,215,000 95,33
Workshop Wisata Syariah 144,781,250 138,884,050 95,93
Workshop Standarisasi Bidang Usaha Pariwisata
104,030,000 102,377,200 98,41
4 Analisa Pasar Pariwisata 300,000,000 273,224,121 91,07
Analisis Pengembangan Pemasaran Pariwisata
139,437,000 127,407,121 91,37
Analisis Input Output 160,563,000 145,817,000 90,82
5 Promosi Pariwisata, Budaya dan Ekonomi
Kreatif
1,746,895,000 1,674,2992,975 95,84
Partisipasi Event Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Skala Nasional
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.21
NO PROGRAM / KEGIATAN TOLOK UKUR RENCANA (RP) REALISASI (RP) %
1 2 3 4 5 6
Partisipasi Event Pariwisata
Dalam Daerah
97,097,900 96.364,900 99,25
Direct Promotion 76,537,500 75,592,500 98,77
Banten Beach Festival 75,900,000 72.869.600 96,01
Gebyar Wisata Banten 224,379,600 222,928,600 99,35
Promosi di Koran Lokal 20,000,000 19,500,000 97,50
Promosi di Majalah Nasional 111,050,000 109,850,000 98,92
Promosi di Radio Lokal 100,200,000 99,043,600 98,85
Promosi di Televisi Nasional 76,900,000 75,050,000 97,59
Launcing Kalender Event 380,000,000 345,257,000 90,86
Media Famtrip 164,895,000 157,560,300 95,55
Promosi di Koran Nasional 18,950,000 18,350,000 96,83
6 Penyiapan Sarana dan Prasarana Promosi 2,115,000,000 2,050,671,031 96,96
Pembuatan Guidance Book 197,040,000 194,744,000 98,83
Pembuatan Paper Bag 95,886,000 94,986,000 99,06
Cinderamata 133,353,500 132,975,500 99,72
Fasilitasi Kendaraan Hias
Taaruf Banten pada MTQ Nasional
118,887,000 114,007,500 95,90
Tersedianya Leaflet 178,475,500 176,755,500 99,04
Pembuatan Mozaik Pesona
Pariwisata Banten
202,972,500 200,478,500 98,77
Pembuatan Kalender Promosi
Wisata Banten
121,466,000 118,090,380 97,22
Pembuatan Buku Agenda
Promosi Pariwisata Banten
80,936,000 79,131,000 97,77
Fasilitasi Bahan dan Sarana
pada Stan Promosi
92,671,000 89,791,000 96,89
Pembuatan Goody Bag 58,668,500 58,668,500 100
Pembuatan Pocket Map 80,208,500 80,208,500 100
Penggandaan Buku Neraca
Satelit Pariwisata Daerah
19,622,500 19,234,000 98,02
Pembuatan Miniatur Badak 179,472,500 176,127,500 98,14
Pengadaan Bahan Promosi Khas
Baduy
271,740,500 236,873,151 87,17
Pembuatan Cetak Visual
Bando/ Bilboard
110,000,000 105,000,000 95,45
Pengadaan Bahan Batik Khas
Banten
60,000,000 60,000,000 100
Sewa Media Promosi Bando/
Bilboard
38,600,000 38,600,000 100
Pembuatan Kalender Event
Budpar Banten 2015
75,000,000 75,000,000 100 VI PENGEMBANGAN KEMITRAAN
KEPARIWISATAAN
3,273,869,200 3,018,739,534 92,21 1 Peningkatan Kemitraan budaya dan Pariwisata 870,000,000 815,865,630 93,78
MOU Seniman dengan Pengelola Akomodasi
145,001,000 133,519,000 92,08 Kemitraan Antar Stake Holder
Kebudayaan dan Pariwisata Lintas Batas Provinsi
161,299,250 159,571,650 98,93
Partisipasi Forum Kerjasama Daerah MPU
434,464,000 398,648,100 91,76 Forum Kemitraan Antar Stake
Holder
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.22
NO PROGRAM / KEGIATAN TOLOK UKUR RENCANA (RP) REALISASI (RP) %
1 2 3 4 5 6
Rakortek Bidang Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan 2015
81,502,750 79,701,790 97,79
2 Penguatan Kelembagaan kebudayaan dan Pariwisata
985,000,000 931,441,804 94,56
Fasilitasi Lembaga Budaya pada Event Nasional
110,049,500 86,465,000 78,57 Workshop Manajemen Sanggar
Seni Rupa
144,648,000 142,937,600 98,82 Workshop Pamong Saka
Pariwisata
147,123,000 145,359,900 98,80 Fasilitasi Pembentukan
Kelompok Sadar Wisata
147,361,500 140,338,598 95,23
Kemah Budaya dan Pariwisata 146,804,000 144,202,000 98,23
Fasilitasi Data Wisata Pada Event Tingkat Daerah
48,195,000 43,035,000 89,29 Fasilitasi Lembaga Pariwisata
Event Nasional
114,387,500 105,993,500 92,66 Fasilitasi Penguatan Kang Nong
Banten
74,304,500 73,608,500 99,06 Fasilitasi Kemah Budaya dan
Pariwisata Nasional
52,127,000 49,501,706 94,96
3 Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat
Kebudayan dan Pariwisata
1,418,869,200 1,271,432,100 89,61
Sosialisasi Sadar Wisata 101,776,000 95,759,000 94,09
Pemilihan Pengrajin
Cinderamata
124,171,450 117,682,750 94,77
Pemilihan Kang Nong Banten 598,901,500 584,371,500 97.57
Pelatihan Pelestarian Cagar
Budaya
141,995,750 127,127,750 89,53
Fasilitasi Putri Pariwisata 48,984,000 13,742,000 28,05
Gerakan sadar Wisata dan Aksi
Sapta Pesona
82,002,000 81,035,000 98,82
Pemilihan Pramuwisata Muda 132,416,500 121,459,000 91,72
Pemberdayaan Kang Nong
Banten 2013
63,622,000 22,022,000 34,61
Advokasi Sadar Wisata SKPP
Pantai Barat
125,000,000 108,233,100 86,59
Dari gambaran capaian kinerja diatas, terindikasi beragam permasalahan dalam pencapaian indikator-indikator kinerja. Permasalahan tersebut disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal yang baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap upaya pengembangan kebudayaan dan pariwisata. Faktor-faktor tersebut meliputi :
FAKTOR INTERNAL :
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.23 2. Sinergitas pelaksanaan program kegiatan lintas bidang belum
optimal
3. Kompetensi dan kapabilitas sumber daya aparatur Disbudpar Provinsi Banten belum optimal
4. Strategi pengembangan dan pemasaran produk belum berorientasi terhadap pasar wisata Banten
5. Rendahnya kualitas dan kuantitas infrastruktur pariwisata
6. Rendahnya diversifikasi daya tarik wisata yang ditawarkan kepada wisatawan
7. Minimnya atraksi wisata di destinasi wisata
8. Belum optimalnya pelayanan pelaku usaha dan industri pariwisata terhadap wisatawan
9. Belum optimalnya peran masyarakat terhadap pengembangan pariwisata
FAKTOR EKSTERNAL :
1. Dukungan infrastruktur jalan menuju obyek wisata belum maksimal 2. Sinergitas program lintas sektor belum maksimal.
2.3. ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN
Pengembangan pariwisata pada dasarnya ditujukan untuk dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah, disamping itu pariwisata juga diharapkan dapat memberikan mutiplier effect bagi berkembangnya kegiatan atau usaha-usaha lainnya yang berkaitan dengan pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata maka akan semakin banyak wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, yang datang berkunjung sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, peningkatkan kesejahteraan masyarakat, penciptaan nilai tambah pajak, meningkatan pendapatan asli daerah serta dapat menumbuhkan sektor-sektor lainnya, seperti industri kerajinan, makanan/kuliner dan lain-lain.
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.24 Pembangunan kepariwisataan saat ini memerlukan Kemitraan yang koheren antara para pelaku kepariwisataan – masyarakat, usaha swasta dan pemerintah; Penyampaian produk wisata yang secara komersial menguntungkan, namun tetap memberikan jaminan manfaat bagi setiap pihak yang terlibat; Berfokus pada manfaat bukan saja bagi wisatawan yang datang namun juga bagi masyarakat yang dikunjungi serta bagi lingkungan alam, sosial dan budaya setempat.
Selanjutnya masalah keamanan menjadi perhatian serius. Masalah keamanan telah menciptakan citra yang sangat kurang menguntungkan bagi industri pariwisata, dimana keselamatan wisatawan yang menjadi faktor utama telah terusik akibat aksi bersifat negatif di destinasi maupun fasilitas pariwisata serta didorong dengan adanya pandangan bahwa saat ini tidak ada destinasi yang aman untuk berwisata.
Masalah kesehatan juga menjadi perhatian serius dalam pengembangan kepariwisataan. Penyebaran penyakit berakibat kurang menguntungkan bagi pergerakan wisatawan. Antisipasi dalam mencegah penyebaran penyakit serta keterbukaan informasi merupakan faktor penting dalam menciptakan daya tarik bagi calon wisatawan untuk kembali melakukan perjalana wisata
Kemajuan teknologi di bidang transportasi, telekomunikasi, dan informasi telah menciptakan dunia tanpa batas, memudahkan terjadinya mobilitas manusia maupun pertukaran informasi melalui dunia maya (virtual). Kerjasama dan pergaulan yang semakin global dengan memanfaatkan kemajuan Iptek, harus pula diimbangi dengan upaya mengangkat unsur budaya lokal yang semakin besar perannya dalam membentuk karakter dan identitas bangsa serta meningkatkan keunggulan kompetitif. Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi telah memacu terjadinya kontak antarbudaya secara lebih intensif, baik secara personal (tatap muka) maupun impersonal, melalui berbagai media seperti radio, televisi, komputer, internet, koran, dan majalah.
Pembangunan kebudayaan dan pariwisata harus memperhatikan pula perkembangan isu strategis pada tataran pemerintah daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Banten tahun 2012-2017, meliputi :
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.25 1) Semakin meningkatnya peran sektor sekunder (industri pengolahan)
dan tersier (perdagangan dan jasa) dalam perekonomian.
2) Rendahnya kapasitas dan daya saing SDM dalam menghadapi persaingan global
3) Pelaksanaan penerapan Standar Pelayanan Minimal
4) Kesenjangan pembangunan kewilayahan antara Wilayah Utara dengan Wilayah Selatan
Isu strategis yang berkaitan langsung dengan pembangunan kebudayan dan pariwisata di kabupaten/kota diantaranya Pengembangan potensi pariwisata terpadu Padarincang, Kawasan Pantai Wisata Anyer dan Pulau Tunda beserta Pulau Sanghiyang; Perlunya dukungan infrastruktur jalan, bandara, pelabuhan, air bersih dan listrik terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung dan Kawasan Pariwisata Pulau Umang; Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Carita dan Kawasan Wisata Alam serta Wisata Religi; Perlunya pengembangan daerah penyangga Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan pemberdayaan masyarakat sekitarnya; Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Sawarna dan Bagedur, Kawasan Wisata Alam Arung Jeram Ciberang serta Wisata Religi; dan Pelestarian Situs Benda Purbakala dan Masjid Banten Lama.
Tantangan pembangunan kebudayaan dan pariwisata dihadapkan pada :
1. Terbatasnya sarana prasarana pendukung pelayanan sektor
kebudayaan dan pariwisata.
2. Belum optimalnya pengembangan potensi destinasi pariwisata.
3. Belum optimalnya pemanfaatan keanekaragaman dan kekayaan
sumber daya kebudayaan dan pariwisata.
4. Meningkatnya daya saing pertumbuhan kepariwisataan daerah lain.
5. Terbukanya kesempatan berusaha dan investasi di bidang
kebudayaan dan pariwisata
6. Belum optimalnya koordinasi antar pemerintah, swasta dan masyarakat.
Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 2.26
7. Belum optimalnya pemahaman masyarakat terhadap kebudayaan
dan pariwisata.
8. Pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat.
Secara internal, tantangan pembangunan kebudayaan dan pariwisata dihadapkan pada situasi belum optimalnya :
1. Kompetensi dan kapabilitas SDM aparatur yang memiliki
kompetensi dalam pelaksanaan tupoksi.
2. Sinergitas dan koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan.
3. Pemanfaatan data dan Informasi sebagai bahan penyusunan kebijakan.
4. Daya dukung sarana prasarana kerja.
Dari hasil analisis terhadap isu-isu dalam pembangunan kebudayaan dan pariwisata, selanjutnya dikelompokan ke dalam 5 (lima) isu strategis sebagai berikut:
1. Belum optimalnya Kompetensi dan kapabilitas SDM pariwisata
Pembangunan kepariwisataan memerlukan peran aktif SDM, baik aparatur, pelaku usaha, maupun masyarakat. Keterbatasan kemampuan aparatur pemerintah bidang pariwisata disebabkan oleh minimnya pengetahuan substansi kepariwisataan dan sering terjadinya perpindahan aparatur. Sedangkan tingkat profesionalisme SDM sangat ditentukan oleh kualitas dari pendidikan. integritas dan etos kerja, ditambah lagi adanya penempatan SDM pariwisata yang tidak sesuai dengan kebutuhan (the right man not in the right place). Pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kepariwisataan dengan segala implikasinya masih sangat terbatas. Kondisi permasalahan tersebut turut memberikan andil pada lemahnya daya saing SDM pariwisata secara nasional. Di sisi lain, dalam era globalisasi, persaingan SDM semakin ketat, menuntut kualitas dan kuantitas serta