5.2.1 Obat-obatan yang digunakan 5.2.1 Obat-obatan yang digunakan
a)
a) TToolflfenenamamic ic acacidid
Merupakan salah satu agen non-steroidal anti inflamatory yaitu dari katagori Merupakan salah satu agen non-steroidal anti inflamatory yaitu dari katagori anthranilic acid (fenamat) yang secara struktur kumianya mirip dengan meclofenamic anthranilic acid (fenamat) yang secara struktur kumianya mirip dengan meclofenamic acid
acid
Penyimpanan
Penyimpanan: disimpan pada pada suhu ruangan untuuk semmua enis sediaan baik : disimpan pada pada suhu ruangan untuuk semmua enis sediaan baik
sediaan tablet maupundalam bentuk solution sediaan tablet maupundalam bentuk solution
Farmakologi
Farmakologi: : kekerra a dadari ri obobat at inini i mimiririp p dedengngan an kekerra a dadari ri asaspipiririn n yayaitu itu sesebabagagaii
potensial inhibitor dari cycloo!igenase yang akan menghambat rilisnya prostaglandin. potensial inhibitor dari cycloo!igenase yang akan menghambat rilisnya prostaglandin. Obat ini uga akan menghambat secara langsung pada daerah reseptor prostaglandin. Obat ini uga akan menghambat secara langsung pada daerah reseptor prostaglandin. "o
"olfenamic acid memiliki lfenamic acid memiliki akti#itas yang signifikan sebagai akti#itas yang signifikan sebagai anti tromboksan$ sehinggaanti tromboksan$ sehingga tidak dianurkan diguna
tidak dianurkan digunakan kan pada saat pre-opepada saat pre-operasi karena akan memrasi karena akan memberikan pengaruberikan pengaruhh pada fungsi
pada fungsi platelet (%oughlanplatelet (%oughland$2&11d$2&11))
Penggunaan
Penggunaan: tolfenamic acid dapat digunakan sebagai treatment baik akut maupun: tolfenamic acid dapat digunakan sebagai treatment baik akut maupun
kronis dari inflamasi dan atau rasa nyeri. Obat ini dapat digunakan baik pada aning kronis dari inflamasi dan atau rasa nyeri. Obat ini dapat digunakan baik pada aning maupun pada kucing. 'i negara-negara eropa obat ini uga digunakan pada hean maupun pada kucing. 'i negara-negara eropa obat ini uga digunakan pada hean ternak besar seperti pada sapi (%oughland$2&11).
ternak besar seperti pada sapi (%oughland$2&11).
Farmakokinetik
Farmakokinetik : tolfenamic acid dapat diabsobrsi melalui rute oral. ada aning le#el: tolfenamic acid dapat diabsobrsi melalui rute oral. ada aning le#el
tertinggi dari obat adalah 2-* am sete
tertinggi dari obat adalah 2-* am setelah pemberian yang berlah pemberian yang berarti umlah dari arti umlah dari obat iniobat ini paling banyak pad
paling banyak pada serum adalah selama serum adalah selama 2-* am setelah pembera 2-* am setelah pemberian dosis yang sesuian dosis yang sesuai.ai. +esirkulasi enteropatik dari obat ini akan meningkat setelah pemberian makanan. ,al +esirkulasi enteropatik dari obat ini akan meningkat setelah pemberian makanan. ,al ini uga dapat meningkatkan bioa#aibility dari obat. "eradi #ariasi dari bioa#aibility ini uga dapat meningkatkan bioa#aibility dari obat. "eradi #ariasi dari bioa#aibility dari obat setelah pemberian pakan pada aning. ada aning #olume distribusinya dari obat setelah pemberian pakan pada aning. ada aning #olume distribusinya adal
adalah 1$2 kg ah 1$2 kg dan akadan akan dieliminan dieliminasi atau memiliksi atau memiliki aktu paruh sekii aktu paruh sekitar /$5 am.tar /$5 am. 'urasi kera dari obat ini adalah 2*-0/ am sehingga pemberian obat ini adalah 1-2 'urasi kera dari obat ini adalah 2*-0/ am sehingga pemberian obat ini adalah 1-2 hari sekali (%oughland$2&11).
hari sekali (%oughland$2&11).
Kontra indikasi
Kontra indikasi: tolfenamic acid tidak dapat diberikan pada hean yang memiliki: tolfenamic acid tidak dapat diberikan pada hean yang memiliki
hipersensitifitas pada obat ini maupun pada obat-obat dari kelas
hipersensitifitas pada obat ini maupun pada obat-obat dari kelas meclofenamicmeclofenamic. eperti. eperti 34' lainnya obat ini tidak boleh digunakan pada hea
34' lainnya obat ini tidak boleh digunakan pada hean yang memiliki pendarahann yang memiliki pendarahan aktif atau pada hean yang mengalami ulserasi. enggunaan obat ini uga akan aktif atau pada hean yang mengalami ulserasi. enggunaan obat ini uga akan meningkatkan fungsi kera hepar dan ginal (%oughland$2&11)
meningkatkan fungsi kera hepar dan ginal (%oughland$2&11)
Efek samping
Efek samping: umumnya obat ini sifatnya relatif aman diberikan pada aning dan atau: umumnya obat ini sifatnya relatif aman diberikan pada aning dan atau
kucing$ diare dan muntah dapat teradi setelah pemberian obat melalui oral. ada studi kucing$ diare dan muntah dapat teradi setelah pemberian obat melalui oral. ada studi eksperimental tidak ditemuui pengaruh dari obat ini terhadap ginal maupun pada 4 eksperimental tidak ditemuui pengaruh dari obat ini terhadap ginal maupun pada 4 tract$ toksisitas tidak ditemukan hingga dosis 1& kali normal. 6arena sifatnya sebagai tract$ toksisitas tidak ditemukan hingga dosis 1& kali normal. 6arena sifatnya sebagai anti-tromboksa
anti-tromboksan maka n maka akan memberikan efek pada fungsi akan memberikan efek pada fungsi platelet ynag platelet ynag menyebabmenyebabkankan tidak direkomendasikan diberikan pada hean pre-operasi (%oughland$2&11)
▸ Baca selengkapnya: pada saat sel aki digunakan, reaksi yang terjadi pada katode adalah
(2)Toksisitas akut/overdosis: ika teradi o#erdosis ataupun toksisitas akut dilakukan
penanganan sesuai prosedur standar dari o#erdosis obat yaitu dengan mengosongkan saluran pencernaan melalui oral dst. emberian treatment suportif dapat dilakukan dapat uga diberikan dia7epam melalui 48 untuk mengontrol teradinya keang. 'ilakukan monitoring terhadap pendarahan 4 tract. Monitoring elektrolit dan keseimbangan cairan perlu diklakukan karena tolfenamic acid dapat menyebabkan efek pada ginal dan penanganan kegagalan fungsi ginal uga perlu dilakukan ika keadian cukup parah (%oughland$2&11).
Interaksi obat: tolfenamic acid bersifat highly bound (berikatan erat) dengan plasma
protein sehingga penggunaan obat-obat lain uga dapat menyebabkan ikatan plasma digantikan dengan obat9obat lainnya yang uga memiliki sifat highly bound. eningkatan le#el serum dan durasi aksi beberapa obat dapat mempengaruhi kera tolfenamic acid diantaranya adalah penggunaan phenitoin$ #alproic acid$ antikoagulan oral$ dan agen anti inflamasi lainnya$ saliscylates$ sulfonamides dan penggunaan sulfonylurea antidiabetic agent dapat uga mempengaruhi akti#itas obat ini.ika tolfenamic acid digunakan bersamaan dengan arfarin maka efek hypoprothrombinemic yang terdi akan meningkat (%oughland$2&11).
Dosis : pada aning :untuk nyeri akut diberikan * mgkg setiap hari melaui %$ 4M
atupun O selama 0-5 hari$ namun disesuakan dengan kebutuhan. ada kucing dengan nyeri akut diberiakn * mgkg satu kali sehari secara %$ 4M$ ataupun O selama 0-5 hari (%oughland$2&11).
b) Atropin sulfat
3tropin adalah senyaa alam terdiri dari amine antimuscarinic tersier. 3tropin adalah antagonis reseptor kolinergik yang diisolasi dari 3tropa belladona $ 'atura stramonium dan tanaman lain keluarga olanaceae. Merupakan bentuk campuran dari hyoscyamine and l-hyoscyamine dimana bentul l- bersifat aktif dan bentuk d-tidak memiliki aakti#itas antimuskarinik. ifat ;isikokimia : erbuk kristal putih atau kristal putih seperti arum. arut dalam air (25&& mgm)$ alkohol (2&& mgm) pada suhu 25 &%$ gliserol (*&& mgm) atau metanol . 'alam perdagangan ineksi atropine
berada dalam bentuk larutan steril dalam pelarut air yang digunakan untuk ineksi atau dalam larutan a %l &$< = (lumb$2&&/).
Penyimpanan: tabilitas enyimpanan 3tropin sulfat dipengaruhi oleh cahaya. >ika
dalam bentuk larutan ineksi simpan pada suhu ruang yang terkontrol pada suhu 15?% hingga 0&?% (5<?; hingga @/?;)A hindari dari suhu dingin dan lindungi dari cahaya.
Interaksi obat ineksi atropin sulfat dilaporkan secara fisik kompatibel sedikitnya
selama 15 menit dengan ineksi berikut : chlorproma7ine hydrochloride$ cimetidine hydrochloride$ dimenhydrinate$ diphenhydramine hydrochloride$ droperidol$ fentanyl citrate$ glycopyrrolate$ hydro!y7ine hydrochloride$ hydro!y7ine hydrochloride dengan meperidine hydrochloride$ meperidine hydrochloride$ meperidine hydrochloride dengan prometha7ine hydrochloride$ morphine supfate$opium alkaloid hydrochloride$ penta7ocine lactate$ pentobarbital sodium$ prochlorpera7ineedisylate$ proma7ine
hydrochloride$ prometha7ine hydrochloride$ propioma7ine hydrochloride atau scopolamine hydrobromide. 6ompatibilitas dengan larutan ineksi lain tergantung dari beberapa faktor seperti konsentrasi obat$ p, akhir larutan dan temperatur. 3tropine sulfate ineksi dilaporkan secara fisik incompatible dengan norepinephrine bitartrate$ sodium bicarbonate dan metaraminol bitartrate. 6erusakan atau endapan teradi dalam 15 menit ika atropine sulfate dicampur dengan larutan methohe!ital sodium (lumb$2&&/).
Farmakologi: atropin seperti agen antimuskarinik lainnya$ secara kompetitif akan
menghambat asetilkolin atau stimulan kolinergik lannya pada postganglionic parasympatetic neuroefector sites. 'engan dosis yang tinggi dapat menghalangi reseptor nikotinic pada ganglia autonomik dan pada neuromuscular unction. Bfek farmakologinya relatif pada dosis yang rendah akan menyebabkan teradinya sali#asi$ sekresi bronchial dan sekresi pada kelenar keringat terhambat (tidak teradi pada kuda). ada dosis sitemik atropin akan menyebabkan dilatasi dan menghambat akomodasi dari pupil dan meningkatkan detak antung. 'osis yang tinggi akan menurunkan motilitas dari 4 dan urinary tact. 'osis yang sangat tinggi akan menghambat sekresi lambung (lumb$2&&/).
Penggunaan/indikasi : Meringankan geala gangguan pada gastrointestinal yang
ditandai dengan spasme otot polos (antispasmodic)A mydriasis dan cyclopedia pada mataA premedikasi untuk mengeringkan sekret bronchus dan sali#a yang bertambah pada intubasi dan anestesia inhalasiA mengembalikan bradikardi yang berlebihanA bersama dengan neostigmin untuk mengembalikan penghambatan non-depolarising neuromuscular$ antidote untuk keracunan organophosphor A cardiopulmonary resucitation (lumb$2&&/).
Farmakokinetik atropin sulfat terabsorbsi dengan baik melalui alur oral$ ineksi
intramuccular$ inhalasi maupun melauli endotracheal. etelah pemberian melalui intra#ena puncak efek dari obat yang berpengaruh pada detak antung adalah dalam aktu 0-* menit. 3tropin akan terdistribusi secara luas di dalam tubuh. 3tropin dapat menembus %$ placenta$ dan dapat terdistribusi ke air susu dalam umlah kecil. 3tropin akan dimetabolisme di heapar dan di diekskresikan ke urin. etidaknya ada 0&-5& = dari dosis yang diekskresikan ke urin dalam bentuk yang tidak berubah beserta meltabolitnya. ada manusia aktu paruh dari atropin adalah 2-0 am
(lumb$2&&/).
Kontraindikasi : kontraindikasi teradi pada kondisi angle-closure glaucoma
( glaukoma sudut sempit)$ myasthenia gra#is ( tetapi dapat digunakan untuk menurunkan efek samping muskarinik dari antikolinesterase)$ paralytic ileus$ pyloric stenosis$ pembesaran prostat. ,ipersensitifitas terhadap obat-obatan antikolinergik. ,emoragi akut pada lambung$ dan penyakit yang berkaitan dengan kerusakan 4 tract (lumb$2&&/).
Efek !amping : Bfek samping dari antimuscarinik termasuk kontipasi$ transient
(sementara) bradycardia (diikuti dengan takikardi$ palpitasi$ dan aritmia)$ penurunan sekret bronkial$ retensi urin$ dilatasi pupil dengan kehilangan akomodasi$ fotophobia$
mulut keringA kulit kering dan kemerahan. Bfek samping yang hanya terkadang teradi: kebingungan$ mual$ muntah dan pusing (lumb$2&&/).
Interaksi obat : penggunaan bersamaan dengan beberapa enis obat akan
meningkatkan akti#itas dari atropin dan deri#atnya diantaranya adalah antihistamin$ procainamide$ Cuinidine$ meperidine$ ben7odia7epines$ phenothia7ines. edangkan beberapa obat akan menimbulkan efek yang kurang baik atau menghambat efek dari atropin yaitu deri#at rimidone$ disopyramide$ nitrates$ penggunaan kortikosteroid angka panang. 3tropine dan deri#atnya adapat meningkatkan efek kera dari nitrofurantoin$ dan thia7ide diuretics$ 3tropine dan deri#atnya akan bersifat antagonis ika digunakan atau dicampur dengan metoclopramide (lumb$2&&/).
Dosis
ada aning
ebagai preanestetik adu#ant:
• &.&22 - &.&** mgkg 4M or D • &.&E* mgkg 48$ 4M or D • &.&2 - &.&* mgkg D$ 4M or 48
ebagai aduncti#e treatment bradycardias$ 4ncomplete 38 block$ etc:
• &.&22 - &.&** mgkg 4M$ D$ or 48 prnA or &.&* mgkg O tid-Cid • &.&2 - &.&* mgkg 48 or 4M
;or treatment of cholinergic to!icity:
• &.2 - 2.& mgkg A gi#e 1*th of the dose 48 and the remainder D or 4M
;or treatment of bronchoconstriction:
• &.&2 - &.&* mgkg for a duration of effect of 1 - 1.5 hours
%ats:
3s a preanesthetic adu#ant:
• &.&22 - &.&** mgkg 4M or D (Muir ))
• &.&E* mgkg 48$ 4M or D (ackage 4nsertA 3tropine 4nectable$ .3. - ;ort
'odge)
• &.&2 - &.&* mgkg D$ 4M or 48
;or treatment of bradycardias:
• &.&22 - &.&** mgkg 4M$ D$ or 48 prnA or &.&* mgkg O tid-Cid • &.&2 - &.&* mgkg D$ 4M or 48 C*-/h.
• &.2 - 2.& mgkg A gi#e 1*th of the dose 48 and the remainder D or 4M
(lumb$2&&/)
c) Ketamin "#$
6etamin hidroklorida merupakan obat anestesi yang merupakan golongan fenil sikloheksilamin. Obat ini dikenal sebagai F+apid 3cting on arbiturate eneral 3nesthetic 'rugF. Obat ini tidak berarna (bening)$ bersifat asam dan sensitif terhadap cahaya. 6emasan obat ini (#ial) berarna coklat untuk melindungi obat ini dari paparan cahaya. 6eltamin berarna putih berbentuk kristal memiliki titik lebur pada 25@-2/1 &c pada ph yang tinggi akan mengalami presipitasi. 1 gram ketamin dapat
larut dalam 5 ml air sedangkan pada alkohol 1* ml. p, dari ketamin yang digunakan untuk ineksi adalah antara 0$5-5$5 (lumb$2&&/).
Penyimpanan/stabilitas/compatibility : ketamin dapat dicampur dengan air yang
steril untuk ineksi$ '5G$ dan normal saline. 6etamin kompatibel dengan !yla!ine
pada spuit yang sama. 6etamin tidak dapat dicampur dengan barbiturat ataupu dia7epam. Hntuk penyimpanannya obat ini harus dilindungi dari cahaya (lumb$2&&/).
Farmakologi : ketamin merupakan anestesi umum yang memiliki efek yang cepat.
6etamin akan menghambat 33 pada % dan akan menghambat serotonin$ norepinephrin dan dopamin pada %. "halamoneocortical sistem akan terdepres ketika lymbic sistem terakti#asi. ada kucing akan menyebabkan efek hypotermik ringan setidaknya teradi penurunan suhu 1$/ oc setelah pemberian obat ini. Bfek dari
obat ini terhadap berbagai organ bermacam-macam diantaranya
Terhadap Susunan Saraf Pusat
Obat ini memiliki efek analgetik yang kuat namun efek hipnotik nya kurang. utuh dosis yang lebih besar untuk membuat efek hipnotiknya sempurna. amun obat ini dapat mempunyai efek disosiatf$ maksudnya adalah pasien mengalami gangguan persepsi dari rangsangan dan lingkungannya seperti pasien mengalami halusinasi dan
mimpi buruk (ightmare) pada saat pemulihan dan dapat menimbulkan keang..
3pabila obat ini diberikan secara intra#ena akan dapat memberikan efek dalam aktu 0& detik. apabila diberikan melalui intra muskular akan memberikan efek 5 - @ menit. ada saat pasien terinduksi$ pasien dapat mengalami tanda khas pada mata berupa kelopak mata yang terbuka dan nistagmus. ering uga teradi gerakan gerakan anehyang tidak disadari$ yaitu menelan$ mengunyah$ tremor$ dan keang. Bfek efek tersebut dapat di kurangi dengan pemberian dia7epam sebagai sedatif atau obat lain yang dapat memberikan efek amnesia sebelum diberikan ketamin.
Terhadap Mata
Bfek terhadap mata meliputi nistagmus$ lakrimasi$ kelopak mata terbuka secara spontan dan adanya peningkatan tekanan intrakranial yang disebabkan oleh speningkatan aliran darah pada pleksus koroidalis.
Terhadap Sistem Kardiovaskuler
6etamin menimbulkan efek simpatomimetik$ berupa inotropik positif dan #asokonstriksi pembuluh darah perifer. Manifestasi yang dapat debrikan akibat pemberian ketamin$ yaitu eningkatan tekanan darah perifer$ dan denyut antung.
Terhadap Sistem Respirasi
ada saat diberikan dengan dosisi biasa tidak akan memberikan efek pada sistem respirasi. amun pasa dosis tertentu (lebih tinggi) dapat memberikan efek simpatomimetik sehingga dapat memberikan efek dilatasi bronchus.
Terhadap Otot
'apat memberikan efek peningkatan tonusotot lurik (termasuk uterus)$ rigiditas$ bahkan hingga keang. amun keadaan ini dapat dikurangi dengan pemberian 'ia7epam sebagai Fmuscle rela!antF. 6ontraksi otot kelopak mata membuat terbukanya kelopak mata$ dan kontraksi otot- otot ekstraokuler menyebabkan nistagmus.
Terhadap refleks - refleks proteksi
+efleks proteksi alan nafas masih utuh sehingga hati - hati dalam meberikan isapan - isapan pada daerh alan nafas karena dapat menimbulkan spasme laring.
Terhadap Metabolisme
6etamin merangsang sekresi dari hormon - hormon katabolime$ seperti glukagon$ kortisol. koterkolamin$ tiroksin$ dll sehingga lau katabolisme tubuh meningkat.
(lumb$2&&/)
Indikasi : ketamin digunakamn pada manusia$ primata non human dan pada kucing
selain itu uga dapat digunakan pada berbagai spesies lainnya. 'igunakan dalam restarin$ dan agen anestetik. ebagai 4nduksi 3nestesia$ Obat 3nestesi okok. ada operasi yang letak operasinya superficial$ berlangsung singkat dan tidak memerlukan relaksasi otot maksimal 3nalgetik pasca trauma atau pasca bedah. iasanya digunakan dengan kombinasi dengan dia7epam
Farmakokinetik dan farmakodinamik
'osis induksi ketamin adalah 1-2 mg6g 48 atau 0-5 mg6g 4M. tadium depresi dicapai dalam 5-1& menit. Hntuk mempertahankan anestesia dapat diberikan dosis 25-1&& mg6gmenit. tadium operasi teradi dalam 12-25 menit.1E Mekanisme kera ketamin bekera sebagai antagonis nonkompetitif pada reseptor M'3 yang tidak tergantung pada tegangan akan mempengaruhi ikatan pada tempat
ikatan fensiklidin. +eseptor M'3 adalah suatu reseptor kanal ion (untuk ion @ naI $ca2I$dan kI ) maka blockade reseptor ini berarti baha pada saat yang sama$ ada blockade aliran ion sepanang membrane neuron sehingga teradi hambatan pada
depolarisasi neuron di . 1@$1< Mekanisme kera ketamin mungkin dengan cara menghambat efek membrane eksitatori neurotransmitter asam glutamat pada suptipe reseptor M'3 . 6etamin merupakan obat yang sangat lipofilik dan didistribusikan dengan cepat ke dalam organ-organ yang kaya #askuler$ termasuk otak$ hati dan ginal kemudian obat ini di distribusikan kembali kedalam aringan-aringan yang kurang #askularisasinya$ bersamaan dengan metabolismenya di hati untuk selanutnya dibuang ke urin dan empedu (lumb$2&&/)
Kontraindikasi : hipersensitifitas dan hean konsumsi (hean ternak) yang akan di
sembelih dalam aktu dekat. ebaiknya tidak diberikan pada hean yang memiliki permasalahan pada antung dan sistem cardio#ascular lainnya (lumb$2&&/).
Efek !amping :6etamin memberikan efek pada sistem kardio#askuler melalui
rangsangan dari sistem simpatis pusat dan sebagian kecil melalui hambatan pengambilan noreprineprin pada terminal saraf simpatis. 6enaikan "ekanan darah dan frekuensi antung sekitar 0& = serta peningkatan oradrenalin di dalan tubuh. ada tahap pemulihan dapat timbul mimpi buruk dan halusinasi. ersepsi ilusi ini dapat berulang kembali pada tahap lanutan sampai beberapa am$ bahkan setelah beberapa hari. 6eadian seperti ini dapat dicegah dengan pramedikasi dengan ben7odia7epin. erta produksi sali#a yang bertambah banyak. 6etamin tidak menimbulkan nyeri dan tidak menimbulkan iritasi$ obat ini dapat merangsang kardio#askuler yaitu dipertahankannya tekanan darah pada penderita dengan risiko buruk dan sebagai bronkodilator.2& 6etamin uga sering digunakan untuk pasien anak karena efek
anestesia dan analgesia dapat dicapai dengan pemberian ineksi intramuskular. 6etamin uga dapat digunakan pada pasien geriatri yang beresiko tinggi mengalami syok$ karena dapat memberikan stimulasi antung. amun demikian$ pada pemberian ketamin telah dilaporkan beberapa efek samping antara lain: transien erythema$ keadaan mimpi buruk$ halusinasi$ dan delirium dapat disertai dengan fonasi dapat teradi pada anestesi ketamin ringan (lumb$2&&/).
Interaksi obat : penggunaan narkotik$ barbiturat$ dia7epam dapat memperpanang
reco#ery time setelah induksi anestesi dengan ketamin. >ika digunakan halothan maka akan memperpanang reco#ery time dan akan menghambat efek stimulasi cardiac oleh ketamin (lumb$2&&/)$
Dosis :
'ogs: ote: 6etamine!yla7ine dapat menginduksi teradinya cardiac arrhythmias$ pulmonary edema$ dan respiratory depression pada aning. 6ombinasi obat ini dapat
digunakan dengan beberapa pertimbangan
• 'ia7epam &.5 mgkg 48$ kemudian ketamine 1& mgkg 48 untuk
menginduksi anestesi umum
• Mida7olam &.&// - &.22 mgkg 4M or 48$ then ketamine /./ - 11 mgkg 4M • Jyla7ine 2.2 mgkg 4M$ in 1& minutes gi#e ketamine 11 mgkg 4M.
'ogs eighing more than 22.E kg (5& lbs.) reduce dose of both drugs by appro!. 25=.
• 3tropine (&.&** mgkg) 4M$ in 15 minutes gi#e !yla7ine (1.1 mgkg) 4M$ 5
minutes latergi#e ketamine (22 mgkg) 4M %ats:
'irekomendasikan untuk memberikan atropine atau glycopyrrolate sebelum penggunaan untuk menurunkan hipersali#asi
• 11 mgkg 4M for restraintA 22 - 00 mgkg untuk tindakan diagnostik atau
minor operation yang tidak memerlukan muscle relaksan. (2 - * mgkg 48 or 11 - 00 mgkg 4M
• +estraint: &.1 ml (1& mg) 48.
• 3nesthesia: 22 - 00 mgkg 4M or 2.2 - *.* mgkg 48 (ith atropine)
edation$ restraint: /./ - 11 mgkg 4M
• 3nesthetic: 1E./ - 2/.* mgkg 4M 4nduction (folloing sedation): *.* - 11
mgkg 48
• +estraint: 11 mgkg 4M
• 3nesthesia: 22 - 00 mgkg 4MA 2.2 - *.* mgkg 48 (6irk 1<@/)
+abbits+odentsocket ets:
• +abbits: 05 mgkg ubD or 4M once (in combination ith !yla7ine$
useful for minimally in#asi#e procedures lasting less than 0&-*5 minutes)
• +atsMice: @E mgkg 4 once (in combo ith !yla7ine) • uinea pig: /& mgkg 4 once (in combo ith !yla7ine) • ,amsters: 2&& mgkg 4 once (in combo ith !yla7ine)
d) %yla&ine "#$
Jyla7ine merupakan salah satu golongan alpha2-adrenoceptor stimulant atau alpha-2 adrenergic receptor agonist. 3lpha-2 agonist seperti !yla7ine dan medetomidin adalah preanestetikum yang sering digunakan pada aning dan kucing untuk menghasilkan sedasi$ analgesi$ dan pelemas otot. olongan alpha-2 agonist yang lain seperti romifidin sering digunakan pada kuda$ tetapi tidak direkomendasikan untuk aning dan kucing. Jyla7ine ,%l mempunyai rumus kimia 2(2$/-dimethylphenylamino)-*,-5$/-dihydro 1$0-thia7ine hydrochloride. Jyla7ine mengandung 20$02 mg ml hidroklorida !yla7ine dalam larutan air ineksi berbasis. Jyla7ine dapat diperoleh uga sebagai bubuk kristal murni (lumb$2&&/).
Penyimpanan : pentimpanan pada suhu dibaah 0& &c. !yla7ine dapat dicampur saat
ineksi (dalam satu syringe) dengan beberapa enis obat seperti aceproma7ine$ buprenorphine$ butorphanol$ chloral hydrate$ dan meperidine (lumb$2&&/).
Farmakologi : Jyla7ine bekera melalui mekanisme (farmakologi ) yang menghambat
tonus simpatik karena !yla7ine mengakti#asi reseptor postsinap K2-adrenoseptor sehingga menyebabkan medriasis$ relaksasi otot$ penurunan denyut antung$ penurunan peristaltik$ relaksasi saluran cerna$ dan sedasi. 3kti#itas !yla7ine pada susunan syaraf pusat adalah melalui akti#asi atau stimulasi reseptor K2-adrenoseptor$ menyebabkan penurunan pelepasan simpatis$ mengurangi pengeluaran norepineprin
dan dopamin. +eseptor K2$ Jyla7ine menghasilkan sedasi dan hipnotis yang dalam dan lama$ dengan dosis yang ditingkatkan mengakibatkan sedasi yang lebih dalam dan lama serta durasi panang. Jyla7ine diineksikan secara intramuskular menyebabkan iritasi kecil pada daerah suntikan$ tetapi tidak menyakitkan dan akan hilang dalam aktu 2* 9*@ am. -adrenoseptor adalah reseptor yang mengatur penyimpanan dan atau pelepasan dopamin dan norepineprin. Jyla7ine menyebabkan relaksasi otot melalui penghambatan transmisi impuls intraneural pada susunan syaraf pusat dan dapat menyebabkan muntah. Jyla7ine uga dapat menekan termoregulator (lumb$2&&/).
Jyla7ine menyebabkan tertekannya sistem syaraf pusat$ bermula dari sedasi$ kemudian dengan dosis yang lebih tinggi menyebabkan hypnosis$ tidak sadar dan akhirnya keadaan teranestesi.ada sistem pernafasan$ !yla7ine menekan pusat pernafasan. Jyla7ine uga menyebabkan relaksasi otot yang bagus melalui imbibisi transmisi intraneural impuls pada . enggunaan !yla7ine pada aning menghasilkan efek samping merangsang muntah tetapi dapat mengosongkan lambung pada aning diberi makan sebelum dianestesi.
Indikasi : Jyla7ine biasa digunakan pada kucing sebagai agen sedatif untuk keperluan
pembedahan minor dan untuk menguasai hean atau handling. 'alam anestesi hean$ !yla7ine sering digunakan dalam kombinasi dengan ketamin. Jyla7ine adalah analoCue clonidine. Obat ini bekera pada reseptor presynaptic dan postsynaptic dari sistem saraf pusat dan perifer sebagai agonis sebuah adrenergik. Obat ini banyak digunakan dalam subtansi kedokteran hean dan sering digunakan sebagai obat penenang (sedatif)$ nyeri (analgesik) dan relaksasi otot rangka (relaksan otot). tetapi memiliki efek farmakologis banyak lainnya. ebagian besar terdiri dari efek bradikardia dan hipotensi. Jyla7ine menghambat efek stimulasi saraf postganglionik
(lumb$2&&/).
Interaksi obat : enggunaaan !yla7ine dengan dosis yang lebih tinggi bukan saa
untuk sedasi dan analgesi$ tetapi uga menghasilkan immobilisasi. Jyla7ine bisa digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain seperti ben7odia7epin atau opioid untuk menghasilkan sedasi. Jyla7ine uga dapat dikombinasikan dengan anestesi ineksi seperti ketamine$ tiopental$ dan propofol atau anestesi inhalasi seperti halotan dan isofluran untuk menghasilkan anestesi yang lebih baik. Jyla7ine biasanya digunakan sebagai preanestesi$ tetapi pada aning akan menyebabkan muntah sehingga bersifat kontra-indikasi untuk hean yang menderita obstruksi gastro-intestinal. Gaktu induksi dari suatu agen anestesi bisa dikurangi sampai 5&-E5= dengan pemberian preanestesi !yla7ine untuk menghindari o#erdosis (lumb$2&&/).
Efek samping : efek samping dari !yla7ine adalah mengalami penurunan setelah
kenaikan aal pada tekanan darah dalam peralanan efeknya #asodilatasi tekanan darah dan uga dapat menyebabkan bradikardi. engaruh !yla7ine dapat dibatalkan dengan menggunakan antagonis reseptor adrenergik seperti atipame7ole$ yohimbine dan tola7oline (lumb$2&&/).
6husus pada kucing !yla7ine uga merangsang pusat muntah$ sehingga obat tersebut digunakan sebagai emetik. eningkatan buang air kecil kadang-kadang teradi pada kucing. 3ning cenderung menelan udara berlebih.
kontraindikasi :
• Jyla7ine tidak boleh digunakan pada hean dengan hipersensiti#itas atau
alergi terhadap obat tersebut.
• Jyla7ine tidak dianurkan pada hean yang menerima epinefrin$penyakit
antung$darah rendah$penyakit ginal dengan atau ika hean ini sangat lemah.
Farmakokinetik : absorbsi teradi secara cepat melalui alur ineksi intramuskular.
"etapi pada bioa#aibilitasnya berpariasi dan incomplete. ada kuda bioa#aibilitasnya adalah *&-*@ = pada domba 1E-E0 =$ danpada aning 52-<& =. og ha#e been reported after 4M administration. ada kuda onset kera obat yang diberikan melalui intra#ena adalah dalam aktu 1-2 menit setelah pemberian obat. Maksimal 0-1& menit setelah ineksi. 'urasi dari kera obat tergantung pada dosis yang diberikan tetapi durasinya sekurangnya adlah 1$5 am. Gaktu paruh obat dalam serum setelah pemberian dosis tunggal adalah 5& menit pada kuda dengan reco#ery time 2-0 am. ada aning dan kucing onset kera obat adalah 1&-15 menit dengan rute pemberian secara intramuskular ataupun melalui subkutan.sedangkan ika melalui intra#ena 0-5 menit. Bfek analgesiknya akan bertahan selama 15-0& menit setelah pemberian dosis tunggal namun sifat sedatifnya akan berlangsung selama 1-2 am. Gaktu paruh obat dalam serum pada aning adalah 0& menit. +eco#ery total akan membutuhkan aktu 2-* am pada aning dan kucing. Jyla7ine tidak ditemukan pada aair susu dari sapi perah yang laktsi setelah 5-21 am pemberian obat tetapi penggunaannya pada hean konsumsi tidak banyak digunakan karena ithdral timenya tidak spesifik.
Dosis
3ning :
• 1$1 mgkg 48$ 1.1 - 2.2 mgkg 4M or D • &./ mgkg 48 4M as a sedati#e
• "o treat a hypoglycemic crises (ith 48 de!trose): 1.1 mgkg 4M • &.5 - 1.& mgkg 48 or 1 - 2 mgkg 4M
• &.55 mgkg 4M
6ucing :
• 1$1 mgkg 48$ 1.1 - 2.2 mgkg 4M or D • 3s an emetic: &.** mgkg 4M
• &.5 - 1.& mgkg 48 or 1 - 2 mgkg 4M • &.55 mgkg 4M
6elinci +odentsocket ets:
• +abbits: ;or minimally in#asi#e procedures lasting less than 0&-*5
minutes: 5 mgkg once
• ubD or 4M in combination ith ketamine (05 mgkg)
• Mice+ats: eneral anesthesia 10 mgkg once 4 in combination ith ketamine
(@E mgkg)
• ,amstersuinea pigs: eneral anesthesia @ - 1& mgkg once 4 in
combination ith ketamine (2&& mgkg for hamsters L /& mgkg for uinea pigs)
(lumb$2&&/)
e) 'icillin
8icillin mengandung ampicillin yang kandungannya berbeda-beda pada tiap negara. erbedaannya adalah pada deri#at ampicilin yang digunakan. 'i 4ndonesia #icillin mengandung ampicilin sodium.
Ampicillinmerupakan suatu aminopenicillin semi-sintetik. Merupakan
antibiotik spektrum luas yang telah ditingkatkan aktifitasnya terhadap bakteri gram negatif$ anaerob maupun aerob. 3ntibiotik ini peka terhadap en7im b-laktamase yang diproduksi oleh beberapa bakteri seperti taph. 3ureus. 3mpisilin berbentuk anhidrat atau trihidrat mengandung tidak kurang dari <&& g tiap milligram %1/,1< 0O*
dihitung terhadap 7at anhidrat. ecara komersial$ sediaan ampisilin tersedia dalam bentuk trihidrat untuk sediaan oral dan garam natrium untuk sediaan ineksi. otensi ampisilin trihidrat dan natrium penisilin dihitung berdasarkan basis anhidrous. 3mpisilin trihidrat berarna putih$ praktis tidak berbau $ serbuk kristal$ dan larut dalam air. 3mpisilin trihidrat mempunyai kelarutan dalam air sekitar / mgm pada suhu 2&& &c dan 1& mgm pada suhu *& &%. 3mpisilin sodium berarna hampir
putih$ praktis tidak berbau$ serbuk kristal$ serbuk hidroskopis$ sangat larut dalam air$ mengandung &.<= natrium klorida. elarutan natrium ampicilin dengan larutan yang sesuai$ maka 1& mg ampicilin per m memiliki p, @-1&. >ika dilarutkan secara langsung ampisillin trihidrat oral suspensi memiliki p, antara 5-E.5 (%oughland$2&11)
Penyimpanan/stabilitas/compatibiliti : 3mpicillin anhydrous atau trihydrate dalam
bentuk kapsul dan poder untuk penggunaan oral harus disimpan dalam suhu ruang (15-0& &c). suspensi oral akan tetap stabil selama 1* hari dalam lemari es pada suhu
2-@ &c dan tetap dapat stabil selama E hari dalam suhu ruang. 3mpicillin trihydrate untuk
inection (olyfle!) tetap stabil dalam aktu 12 bulan ika disimpan dalam lemari es dan tetap stabil selama 0 bulan dalam suhu ruang. 3mpicillin sodium untuk inection
sifatnya relatif tidak stabil setelah reconstitution dan secara umum harus digunakan dalam aktu satu am setelah reconstitution.semakin tinggi konsentrasi dari solution dari obat maka stabilitas dari obat akan meningkat (%oughland$2&11).
Farmakokinetik : +esorpsinya dari usus kurang dari 5& = dan agak perlahan$ baru
setelah lebih kurang 2 am tercapai kadar puncak dalam plasma. lasma t N 9 nya sedikit lebih lama dari deri#at tahan asam yaitu 1-2 am.pengikatan proteinnya auh lebih rendah daripada pen- atau pen-8$ hanya 25 =$ sehingga difusinya kedalam aringan uga lebih baik. enetrasinya ke ringan namun dengan dosis tinggi sekali
ternyata efektif pada meningitis. 3mpicillin menembus plasenta$ namun relatif aman digunakan selama masa kebuntingan. 3bsorpsi obat dalam saluran cerna kurang baik ( 0&-*& =)$ obat terikat oleh protein plasma ( 2& =). 6adar darah maksimalnya dicapai dalam 5 menit setelah ineksi intra#ena$ 1 am setelah ineksi intramuskuler dan 2 am setelah pemberian per oral. Gaktu paruhnya &$5-1 am (lumb$2&&/).
Bkskresi teradi untuk sebagian kecil melalui empedu dan untuk sebagian besar leat ginal dengan transport aktif tubuler pula$ yaitu 0&-*& = dalam keadaan aktif utuh dan sisanya sebagai metabolit /-33 dan penicillanic acid. enggunannya adalah untuk bermacam-macam infeksi saluran nafas$ saluran pencernaan$ respirasi$ kulit dan urogenital. 'osis untuk aning 1&-2& mgkg 4M tiap /-@ am (lumb$2&&/)
Farmakologi : 3ntibiotika 3mpicillin termasuk dalam semisintetik penicillin.
Mempunyai akti#itas tinggi melaan bakteri ram negatif seperti Bscherichia coli$ higella$ dan almonella uga aktif melaan bakteri ram positif termasuk treptococcus$ taphylococcus$ %orynebacterium. .3mpicillin dalam bentuk asam bebas sebagai serbuk kristal putih yang larut air. 6onsentrasi dalam serum memuncak
diperoleh kurang lebih 2 am setelah pemberian. 'idistribusikan ke seluruh aringan tubuh dan terkonsentrasi di hati dan ginal dan diekskresikan leat urin. Organ sasaran: alat perkencingan$ alat pernafasan$ gastrointestinal (lumb$2&&/).
emberian parenteral$ inter#al 2* am$ tetapi pada stadium infeksi sangat akut dapat diberikan 2kali sehari. aram sodium (a%l) lebih besar larut dalam air sehingga bentuk ampicillin dapat digunakan sebagai preparat parental$ bagaimanapun uga garam sodium tidak sama stabil setelah larut dalam air sehingga harus digunakan
0-* am. 3mpicillin diberikan sebanyak &$2 cc$ untuk menangani adanya infeksi sekunder pada gastritis. Mekanisme keranya sebagai antibiotik P-lactamase yang menghambat sintesa dinding sel bakteri dengan menghambat kera en7im transpeptidase dan disirkulasi di enterohepatik. 3mpicillin mempunyai aktu paruh 1 9 1$5 am. angat baik digunakan pada infeksi oleh Bscherichia coli dan almonella sp. 'iekskresikan oleh ginal dan dapat bertahan lama pada le#el darah pada aning yang mengalami anuria (lumb$2&&/).
Dosis
3ning
;or susceptible infections:
• "rihydrate inectable (olyfle!): 5.5 - 11 mgkg 4M or D C@h odium salt:
5.5 - 11 mgkg 48 or D C@h Oral ;orms: 22 - 00 mgkg O C@h
• ;or routine infections: 22 mgkg O tid$ or 11 - 22 mgkg 4M$ 48$ or D
tid-Cid
• ;or susceptible H"4Qs: EE mgkgday O di#ided tid • 1& - 2& mgkg O C/hA 5 - 1& mgkg C/h 48$ 4M or D
• 1& - 55 mgkg C/-12h OA 5 - 11 mgkg 48$ 4M$ or D C/-12h
• "rihydrate inectable (olyfle!): 1& - 5& mgkg 4M or D C/-@hA ;or
beta-hemolytic treptococcus osteomyelitis: 2& mgkg O C/h %ats:
;or susceptible infections:
• 1& - 2& mgkg 48$ 4M$ or D C/-@h
• "rihydrate inectable (olyfle!): 5.5 - 11 mgkg 4M or D C@h odium salt:
5.5 - 11 mgkg 48 or D C@h Oral ;orms: 22 - 00 mgkg O C@h
• Oral: 1& - 2& mgkg O C@-12h
• ;or bacterial respiratory infections: 1& - 2& mgkg O or parenterally C@-12h • 1& - 2& mgkg O C/hA 5 - 1& mgkg C/h 48$ 4M or D
• ;or routine infections: 22 mgkg O tid$ or 11 - 22 mgkg 4M$ 48$ or D
tid-Cid
• 1& - /& mgkg C/-12h OA 5 - 11 mgkg 48$ 4M$ or D C/-12h
%attle:
Hntuk infeksi yang sesuai:
• * - 1& mgkg 4M C2*h (salt not indicated)A * - 1& mgkg O C12-2*h. • ;or respiratory infections: 3mpicillin trihydrate (olyfle!): 22 mgkg D
C12h (/& day slaughter ithdraal suggested).
• ;or respiratory infections: ampicillin sodium 22 mgkg D C12hA • 3mpicillin trihydrate: 11 mgkg 4M C2*h
(lumb$2&&/)
f) (etamo
etamo! 15& mgml berbentuk suspensi steril yang digunakan secara ineksi berarna putih mengandung 3mo!icillin dalam bentuk 3mo!icillin "rihydrate 1 E2.1 mgml utylated ,ydro!yanisole &.&@mgml dan utylated ,ydro!ytoluene sebagai antio!idants &.&@mgml.
etamo! dapat digunakan pada berberapa enis hean seperti sapi$ kambing$ domba$ babi$ aning dan kucing. Merupkan antibiotika semisintetik penicillin dengan spektrum yang luas. ifatnya bakteriosidal. ecara in#itro efektif melaan agen patogen baik gram negatif maupun gram positif diantaranya adalah 3ctinobacillus eCuuli$ 3ctinobacillus lignieresi$ 3ctinomyces bo#is$ acillus anthracis$ ordetella bronchiseptica$ %lostridium species$ %orynebacterium species$ Brysipelothri!
rhusiopathiae$ Bscherichia coli$ ;usiformis species$ ,aemophilus species$ Mora!ella species$ asteurella species$ roteus mirabilis$ almonella species$ taphylococci dan treptococci pada sapi$ domba$ babi$ aning dan kucing.
Dosis dan cara pemberian
• ada sapi$ kambing$ dan babi pemberian hanya melalui ineksi intramuskular • ada aning dan kucing pemberian dapat dilakukan melalui ineksi subkutan
ataupun ineksi intramuskular.
• 'osis yang direkomendasikan adalah E mlkg yang diberikan satu kali
sehari selama maksimal lima hari pemberian.
Kontraindikasi tidak dapat diberikan melalui rute intra#ena ataupun intrathecal.
"erkadang terdapat reaksi lokal pada aringan yang diineksikan. "idak efektif dalam melaan organisme penghasil beta-laktamase. ama seperti penggunaan penicillin. 3mo!icillin tidak boleh diberikan pada kelinci$ hamster$ gerbil dan guinea pig.
g) Amoicillin
Merupakan aminopenicilin. 3mo!icillin secara komersial tersedia dalam bentuk trihidrat. 3mo!icillin berarna putih tidak berbau$ berupa bubuk kristal memiliki sifat yang sedikit dapat larut dalamair alaupun tidak akan terlarut dengan sempurna. 3mo!icillin memiliki perbedaan struktur dengan ampicillin. 3mo!icillin memiliki tambahan grup hidroksil pada cincin fenil-nya. 3mo!icillin uga dikenal sebagai amo!ycillin$ p-hydro!yampicillin$ or + 2000
Penyimpanan/stabilitas/kompatibilitas : amo!icillin dalam bentuk kapsul$ tablet dan
poder untuk pemberian oral dapat disimpan pada suhu ruang (15-0& oc) didalam
tempat yang tertutup. etelah digunakan atau dibuka oral suspension dapat disimpan dalam lemari pendingin hingga 1* hari. ediaan dalam bentuk inectable #eterinary suspension setelah dibuka kemasannya dapat bersifat stabil pada suhu ruang hingga 0
bulan lamanya dan ika disimpan dalam lemari pendingin maka akan stabil hingga 12 bulan
Farmakologi/penggunaan/indikasi : alaupun terdapat sedikit perbedaan antara
amo!icillin dan ampicillin dalam enis mikroorganisme yang dilaan sebagai antibiotika namun amo!icillin secara umum memiliki aktifitas dan spektrum yang sama dengan ampicillin. ila dibandingkan dengan ampicillin amo!icillin memiliki kemampuan yang lebih baik untuk diabsorbsi melalui rute oral (pada nonruminan). Obat ini uga memiliki le#el serum yang lebih tinggi dibanding ampicillin.
Farmakokinetik : amo!icillin trihidrat memilki sifat yang relatif stabil di dalam asam
lambung. etelah pemberian melalui rute oral sekitar E*-<2= akan akan diabsorbsi di lambung (pada monogastrik). emberian makanan dapat meningkatkan kecepatan absorbsi tetapi tidak memperpanang aktu absorbsi sehingga pemberian obat ini disarankan setelah makan. le#el erum dari amo!icillin 1$5-0 kali lebih tinggi dibandingkan dengan le#el serum dari ampicillin dengan dosis yang sama.
etelah diabsorbsi #olume distribusi dari amo!icillin mencapai &$0 kg pada manusia dan &$2kg pada aning. Obat ini akan terdistribusi ke berbagai aringan termasuk didalamnya hepar$ pulmo$ prostat(pada manusia)$otot$ bile$ cairan pleural dan syno#ial. 3mo!icillin dapat menembus %; ketika teradi inflamasi pada meninges dengan konsentrasi yang dapat ditemukan pada serum berkisar antara 1&-/& =. 'engan le#el yang sangat rendah dapat ditemukan pada aCuous humor$ air mata$ sali#a$ dan keringat. 3mo!icillin dapat menembus plecenta tetapi sifatnya relatif aman untuk digunakan pada masa kebuntingan. 3mo!icillin secara primer dieliminasi melalui mekanisme renal melalui sekresi tubular tetapi ada uga yang dimetabolisme melalui hidrolisis peniciolic acid (bentuk inaktif) yang kemudian diekskresikan melalui urin. Bliminasi aktu paruh amo!icillin adalah *5-<& menit pada aning dan kucing$ <& menit pada sapi. Hntuk clearance dari obat ini adalah 1$< mlkgmenit pada aning
Dosis
3ning
Hntuk infeksi yang sesuai :
a) 1& - 22 mgkg O or ubD C@h
b) "rihydrate inectable (3mo!i-4nect): 5.5 - 11 mgkg 4M or D C@h Oral ;orms: 11 - 22 mgkg O C@-12h
c) for routine infections: 1& mgkg O$ D bid ;or chlolangiohepatitis: 2& mgkg O$ D bid
d) 22 mgkg O C12h
f) ;or yme 'isease: 22 mgkg O C12h for 21-2@ days 6ucing
Hntuk infeksi yang sesuai:
a) 1& - 22 mgkg O or ubD C@h
b) "rihydrate inectable (3mo!i-4nect): 5.5 - 11 mgkg 4M or D C@h c) Oral ;orms: 11 - 22 mgkg O C@-12h
d) 11 - 22 mgkg O C@-12h
e) ;or bacterial respiratory infections: 1& mgkg O or parenterally C12-2*h f) 22 mgkg O C12h
api
Hntuk infeksi yang sesuai :
a) / -1& mgkg D or 4M C2*h (Githdraal time R 0& days). b) ;or respiratory infections: 11 mgkg 4M or D C12h.
c) ;or respiratory infections: 11 mgkg 4M or D C12h d) %al#es: 3mo!icillin trihydrate: E mgkg O C@-12h e) 10.2 - 15.* mgkg 4M or D once daily