Teori Himpunan Elementer
Kuliah Matematika Diskret Semester Genap 2015-2016
MZI
Fakultas Informatika Telkom University
FIF Tel-U
Acknowledgements
Slide ini disusun berdasarkan materi yang terdapat pada sumber-sumber berikut:
1 Discrete Mathematics and Its Applications, Edisi 7, 2012,olehK. H. Rosen
(acuan utama).
2 Discrete Mathematics with Applications , Edisi 4, 2010,oleh S. S. Epp. 3 Mathematics for Computer Science. MIT, 2010, olehE. Lehman, F. T.
Leighton, A. R. Meyer.
4 Slide kuliah Matematika Diskret 1 (2012) di Fasilkom UI oleh B. H. Widjaja. 5 Slide kuliah Matematika Diskrit di Telkom University oleh B. Purnama.
Beberapa gambar dapat diambil dari sumber-sumber di atas. Slide ini ditujukan untuk keperluan akademis di lingkungan FIF Telkom University. Jika Anda memiliki saran/ pendapat/ pertanyaan terkait materi dalam slide ini, silakan kirim email ke<pleasedontspam>@telkomuniversity.ac.id.
Bahasan
1 Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan 2 Beberapa Himpunan Bilangan
3 Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn 4 Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
5 Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa 6 Operasi Himpunan
7 Produk Kartesius 8 Prinsip Inklusi-Eksklusi
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Bahasan
1 Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
2 Beberapa Himpunan Bilangan
3 Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
4 Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
5 Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
6 Operasi Himpunan
7 Produk Kartesius
8 Prinsip Inklusi-Eksklusi
9 Partisi Himpunan
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
De…nisi dan Notasi Himpunan
Himpunan merupakan objek matematika yang sangat penting dan digunakan pada seluruh kajian matematika dan ilmu komputer modern.
De…nisi
Sebuah himpunan adalah kumpulan objek-objekberbedayangtak terurut.
Objek-objek dalam himpunan tersebut disebut sebagaielemen, anggota,atau
unsurhimpunan. Dalam hal ini, himpunan tersebut dikatakanmemuatatau
mengandungelemen-elemennya. Dari de…nisi himpunan:
Duplikasi elemen dalam suatu himpunan tidak diperhatikan. Urutan kemunculan elemen tidak diperhatikan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
De…nisi dan Notasi Himpunan
Himpunan merupakan objek matematika yang sangat penting dan digunakan pada seluruh kajian matematika dan ilmu komputer modern.
De…nisi
Sebuah himpunan adalah kumpulan objek-objekberbedayangtak terurut.
Objek-objek dalam himpunan tersebut disebut sebagaielemen, anggota,atau
unsurhimpunan. Dalam hal ini, himpunan tersebut dikatakanmemuatatau
mengandungelemen-elemennya. Dari de…nisi himpunan:
Duplikasi elemen dalam suatu himpunan tidak diperhatikan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
De…nisi dan Notasi Himpunan
Himpunan merupakan objek matematika yang sangat penting dan digunakan pada seluruh kajian matematika dan ilmu komputer modern.
De…nisi
Sebuah himpunan adalah kumpulan objek-objekberbedayangtak terurut.
Objek-objek dalam himpunan tersebut disebut sebagaielemen, anggota,atau
unsurhimpunan. Dalam hal ini, himpunan tersebut dikatakanmemuatatau
mengandungelemen-elemennya. Dari de…nisi himpunan:
Duplikasi elemen dalam suatu himpunan tidak diperhatikan. Urutan kemunculan elemen tidak diperhatikan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Notasi Himpunan
Himpunan biasanya dinotasikan dengan huruf kapital: A; B; C; : : : ; X; Y; Z, atau dengan indeks jika perlu, seperti: A1; A2; : : : ; X1; X2; : : :.
Anggota himpunan biasanya dinotasikan dengan huruf kecil: a; b; c; : : : x; y; z, atau dengan indeks jika perlu, seperti: a1; a2; : : : ; x1; x2; : : :.
Notasix 2 Amenyatakan bahwaxadalah anggota A,atau dengan perkataan lainAmemuat x.
Notasix 62 Amenyatakan bahwaxbukan anggota A,atau dengan perkataan lainAtidak memuat x.
Notasi; atau ?atau fgmenyatakanhimpunan kosong/ himpunan hampa, yaitu himpunan yang tidak mempunyai anggota.
Dengan demikian proposisi matematikax 2 ; selalu bernilai Fdan proposisi matematikax 62 ; selalu bernilai T.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Himpunan
Contoh
MisalkanA = fsemar; gareng; petruk; bagongg, B = f inn; 10;p3
2; rey , C = f9; f9g ; ff9ggg. Kita memiliki:
semar 2 A, gareng 2 A, arjuna 62 A, f inn 2 B, han 62 B, luke 62 B,
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Himpunan
Contoh
MisalkanA = fsemar; gareng; petruk; bagongg, B = f inn; 10;p3
2; rey , C = f9; f9g ; ff9ggg. Kita memiliki:
semar 2 A, gareng 2 A, arjuna 62 A,
f inn 2 B, han 62 B, luke 62 B,
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Himpunan
Contoh
MisalkanA = fsemar; gareng; petruk; bagongg, B = f inn; 10;p3
2; rey , C = f9; f9g ; ff9ggg. Kita memiliki:
semar 2 A, gareng 2 A, arjuna 62 A, f inn 2 B, han 62 B, luke 62 B,
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Himpunan
Contoh
MisalkanA = fsemar; gareng; petruk; bagongg, B = f inn; 10;p3
2; rey , C = f9; f9g ; ff9ggg. Kita memiliki:
semar 2 A, gareng 2 A, arjuna 62 A, f inn 2 B, han 62 B, luke 62 B,
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Kita memiliki:himpunan empat bilangan prima positif pertama:
f2; 3; 5; 7g, himpunan lima bilangan ganjil positif pertama: f1; 3; 5; 7; 9g, himpunan 100 bilangan genap positif pertama: f2; 4; 6; : : : ; 200g, himpunan bilangan bulat: f: : : ; 3; 2; 1; 0; 1; 2; 3; : : :g.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Kita memiliki:himpunan empat bilangan prima positif pertama: f2; 3; 5; 7g, himpunan lima bilangan ganjil positif pertama:
f1; 3; 5; 7; 9g, himpunan 100 bilangan genap positif pertama: f2; 4; 6; : : : ; 200g, himpunan bilangan bulat: f: : : ; 3; 2; 1; 0; 1; 2; 3; : : :g.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Kita memiliki:himpunan empat bilangan prima positif pertama: f2; 3; 5; 7g, himpunan lima bilangan ganjil positif pertama: f1; 3; 5; 7; 9g, himpunan 100 bilangan genap positif pertama:
f2; 4; 6; : : : ; 200g, himpunan bilangan bulat: f: : : ; 3; 2; 1; 0; 1; 2; 3; : : :g.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Kita memiliki:himpunan empat bilangan prima positif pertama: f2; 3; 5; 7g, himpunan lima bilangan ganjil positif pertama: f1; 3; 5; 7; 9g, himpunan 100 bilangan genap positif pertama: f2; 4; 6; : : : ; 200g, himpunan bilangan bulat:
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Kita memiliki:himpunan empat bilangan prima positif pertama: f2; 3; 5; 7g, himpunan lima bilangan ganjil positif pertama: f1; 3; 5; 7; 9g, himpunan 100 bilangan genap positif pertama: f2; 4; 6; : : : ; 200g, himpunan bilangan bulat: f: : : ; 3; 2; 1; 0; 1; 2; 3; : : :g.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Misalkan A1= fa; bg, A2= fa; fa; bgg, A3= fb; fa; fa; bggg. Kita memiliki:
1 A
1 memuat dua anggota,
yaitu a dan b,
2 A
2 memuat dua anggota, yaitu a dan fa; bg,
3 A
3 memuat dua anggota, yaitu b dan fa; fa; bgg.
Akibatnya: 1 a 2 A 1, b 2 A1, 2 a 2 A 2, A12 A2, b 62 A2, 3 b 2 A 3, A22 A3, a 62 A3, A162 A3.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa sebuah himpunan bisa jadi merupakan anggota dari himpunan lain. Anggota himpunan juga dapat berupa himpunan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Misalkan A1= fa; bg, A2= fa; fa; bgg, A3= fb; fa; fa; bggg. Kita memiliki:
1 A
1 memuat dua anggota, yaitu a dan b,
2 A
2 memuat dua anggota,
yaitu a dan fa; bg,
3 A
3 memuat dua anggota, yaitu b dan fa; fa; bgg.
Akibatnya: 1 a 2 A 1, b 2 A1, 2 a 2 A 2, A12 A2, b 62 A2, 3 b 2 A 3, A22 A3, a 62 A3, A162 A3.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa sebuah himpunan bisa jadi merupakan anggota dari himpunan lain. Anggota himpunan juga dapat berupa himpunan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Misalkan A1= fa; bg, A2= fa; fa; bgg, A3= fb; fa; fa; bggg. Kita memiliki:
1 A
1 memuat dua anggota, yaitu a dan b,
2 A
2 memuat dua anggota, yaitu a dan fa; bg,
3 A
3 memuat dua anggota,
yaitu b dan fa; fa; bgg. Akibatnya: 1 a 2 A 1, b 2 A1, 2 a 2 A 2, A12 A2, b 62 A2, 3 b 2 A 3, A22 A3, a 62 A3, A162 A3.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa sebuah himpunan bisa jadi merupakan anggota dari himpunan lain. Anggota himpunan juga dapat berupa himpunan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Misalkan A1= fa; bg, A2= fa; fa; bgg, A3= fb; fa; fa; bggg. Kita memiliki:
1 A
1 memuat dua anggota, yaitu a dan b,
2 A
2 memuat dua anggota, yaitu a dan fa; bg,
3 A
3 memuat dua anggota, yaitu b dan fa; fa; bgg.
Akibatnya: 1 a 2 A 1, b 2 A1, 2 a 2 A 2, A12 A2, b 62 A2, 3 b 2 A 3, A22 A3, a 62 A3, A162 A3.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa sebuah himpunan bisa jadi merupakan anggota dari himpunan lain. Anggota himpunan juga dapat berupa himpunan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Misalkan A1= fa; bg, A2= fa; fa; bgg, A3= fb; fa; fa; bggg. Kita memiliki:
1 A
1 memuat dua anggota, yaitu a dan b,
2 A
2 memuat dua anggota, yaitu a dan fa; bg,
3 A
3 memuat dua anggota, yaitu b dan fa; fa; bgg.
Akibatnya: 1 a 2 A 1, b 2 A1, 2 a 2 A 2, A12 A2, b 62 A2, 3 b 2 A 3, A22 A3, a 62 A3, A162 A3.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa sebuah himpunan bisa jadi merupakan anggota dari himpunan lain. Anggota himpunan juga dapat berupa himpunan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Misalkan A1= fa; bg, A2= fa; fa; bgg, A3= fb; fa; fa; bggg. Kita memiliki:
1 A
1 memuat dua anggota, yaitu a dan b,
2 A
2 memuat dua anggota, yaitu a dan fa; bg,
3 A
3 memuat dua anggota, yaitu b dan fa; fa; bgg.
Akibatnya: 1 a 2 A 1, b 2 A1, 2 a 2 A 2, A12 A2, b 62 A2, 3 b 2 A 3, A22 A3, a 62 A3, A162 A3.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa sebuah himpunan bisa jadi merupakan anggota dari himpunan lain. Anggota himpunan juga dapat berupa himpunan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh
Misalkan A1= fa; bg, A2= fa; fa; bgg, A3= fb; fa; fa; bggg. Kita memiliki:
1 A
1 memuat dua anggota, yaitu a dan b,
2 A
2 memuat dua anggota, yaitu a dan fa; bg,
3 A
3 memuat dua anggota, yaitu b dan fa; fa; bgg.
Akibatnya: 1 a 2 A 1, b 2 A1, 2 a 2 A 2, A12 A2, b 62 A2, 3 b 2 A 3, A22 A3, a 62 A3, A162 A3.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa sebuah himpunan bisa jadi merupakan anggota dari himpunan lain. Anggota himpunan juga dapat berupa himpunan.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Cara Mende…nisikan dan Menulis Himpunan
Himpunan dapat direpresentasikan dengan:1 menggunakan daftar:
1 A = fx1; x2; : : : ; xnguntuk himpunan dengan berhingga banyaknya anggota;
2 A = fx1; x2; : : :guntuk himpunan dengan tak berhingga banyaknya anggota. Tanda “. . . ” digunakan untuk menunjukkan bahwa pola untuk anggota himpunan tersebut sudah jelas.
2 menggunakan notasi pembangun himpunan (set builder notation) dengan
suatu predikat tertentu
1 A = fx j P (x)gatauA = fx : P (x)g
2 A = fx 2 S j P (x)gatauA = fx 2 S : P (x)g,dalam hal ini S adalah
himpunan lain dalam konteks pembicaraan yang membatasi elemen-elemen dari himpunan yang dinotasikan.
3 Kadang-kadang S berupahimpunan universalatauhimpunan semesta
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Notasi Pembentuk Himpunan
Contoh
Misalkan:1 A = fw j w bilangan bulat positif yang kurang dari 10g,
2 B = fx j P (x) g dengan P (x) : x bilangan bulat ganjil antara 20 dan 30, 3 C = fy j P (y)g dengan P (y) : y bilangan bulat positif yang habis membagi
10,
4 D = fz j z faktor prima positif dari 12g.
Maka: 1 A = f1; 2; 3; : : : ; 8; 9g, 2 B = f21; 23; 25; 27; 29g, 3 C = f1; 2; 5; 10g, 4 D = f2; 3g.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Notasi Pembentuk Himpunan
Contoh
Misalkan:1 A = fw j w bilangan bulat positif yang kurang dari 10g,
2 B = fx j P (x) g dengan P (x) : x bilangan bulat ganjil antara 20 dan 30, 3 C = fy j P (y)g dengan P (y) : y bilangan bulat positif yang habis membagi
10,
4 D = fz j z faktor prima positif dari 12g.
Maka: 1 A = f1; 2; 3; : : : ; 8; 9g, 2 B = f21; 23; 25; 27; 29g, 3 C = f1; 2; 5; 10g, 4 D = f2; 3g.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Notasi Pembentuk Himpunan
Contoh
Misalkan:1 A = fw j w bilangan bulat positif yang kurang dari 10g,
2 B = fx j P (x) g dengan P (x) : x bilangan bulat ganjil antara 20 dan 30, 3 C = fy j P (y)g dengan P (y) : y bilangan bulat positif yang habis membagi
10,
4 D = fz j z faktor prima positif dari 12g.
Maka: 1 A = f1; 2; 3; : : : ; 8; 9g, 2 B = f21; 23; 25; 27; 29g, 3 C = f1; 2; 5; 10g, 4 D = f2; 3g.
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Notasi Pembentuk Himpunan
Contoh
Misalkan:1 A = fw j w bilangan bulat positif yang kurang dari 10g,
2 B = fx j P (x) g dengan P (x) : x bilangan bulat ganjil antara 20 dan 30, 3 C = fy j P (y)g dengan P (y) : y bilangan bulat positif yang habis membagi
10,
4 D = fz j z faktor prima positif dari 12g.
Maka:
1 A = f1; 2; 3; : : : ; 8; 9g, 2 B = f21; 23; 25; 27; 29g,
Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
Contoh Notasi Pembentuk Himpunan
Contoh
Misalkan:1 A = fw j w bilangan bulat positif yang kurang dari 10g,
2 B = fx j P (x) g dengan P (x) : x bilangan bulat ganjil antara 20 dan 30, 3 C = fy j P (y)g dengan P (y) : y bilangan bulat positif yang habis membagi
10,
4 D = fz j z faktor prima positif dari 12g.
Maka:
1 A = f1; 2; 3; : : : ; 8; 9g, 2 B = f21; 23; 25; 27; 29g, 3 C = f1; 2; 5; 10g, 4 D = f2; 3g.
Beberapa Himpunan Bilangan
Bahasan
1 Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan 2 Beberapa Himpunan Bilangan
3 Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
4 Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
5 Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
6 Operasi Himpunan
7 Produk Kartesius
Beberapa Himpunan Bilangan
Beberapa Himpunan Bilangan
Himpunan bilangan asli/ himpunan bilangan natural: dinotasikan denganN, N,
atauN . Dalam kuliah iniN = f1; 2; 3; : : :g. Meskipun demikian,banyak referensi ilmu komputer yang mende…nisikan N = f0; 1; 2; 3; : : :g.
Himpunan bilangan cacah: dinotasikan denganN0, N0,atauN0. Dalam kuliah
iniN0= f0; 1; 2; 3; : : :g.
Setiap anggota himpunan bilangan asli juga anggota himpunan bilangan cacah.
Himpunan bilangan bulat: dinotasikan denganZ, Z,atauZ,dide…nisikan sebagai
Z = f: : : ; 3; 2; 1; 0; 1; 2; 3; : : :g.
Setiap anggota himpunan bilangan cacah juga anggota himpunan bilangan asli.
Himpunan bilangan bulat positif dinotasikan dengan Z+atau Z >0, kita
memiliki Z+= f1; 2; 3; : : :g. Himpunan bilangan bulat positif sama dengan himpunan bilangan asli, sehingga Z+= N.
Beberapa Himpunan Bilangan
Beberapa Himpunan Bilangan
Himpunan bilangan asli/ himpunan bilangan natural: dinotasikan denganN, N,
atauN . Dalam kuliah iniN = f1; 2; 3; : : :g. Meskipun demikian,banyak referensi ilmu komputer yang mende…nisikan N = f0; 1; 2; 3; : : :g.
Himpunan bilangan cacah: dinotasikan denganN0, N0,atauN0. Dalam kuliah
iniN0= f0; 1; 2; 3; : : :g.
Setiap anggota himpunan bilangan asli juga anggota himpunan bilangan cacah.
Himpunan bilangan bulat: dinotasikan denganZ, Z,atauZ,dide…nisikan sebagai
Z = f: : : ; 3; 2; 1; 0; 1; 2; 3; : : :g.
Setiap anggota himpunan bilangan cacah juga anggota himpunan bilangan asli.
Himpunan bilangan bulat positif dinotasikan dengan Z+atau Z >0, kita
memiliki Z+= f1; 2; 3; : : :g. Himpunan bilangan bulat positif sama dengan himpunan bilangan asli, sehingga Z+= N.
Beberapa Himpunan Bilangan
Beberapa Himpunan Bilangan
Himpunan bilangan asli/ himpunan bilangan natural: dinotasikan denganN, N,
atauN . Dalam kuliah iniN = f1; 2; 3; : : :g. Meskipun demikian,banyak referensi ilmu komputer yang mende…nisikan N = f0; 1; 2; 3; : : :g.
Himpunan bilangan cacah: dinotasikan denganN0, N0,atauN0. Dalam kuliah
iniN0= f0; 1; 2; 3; : : :g.
Setiap anggota himpunan bilangan asli juga anggota himpunan bilangan cacah.
Himpunan bilangan bulat: dinotasikan denganZ, Z,atauZ,dide…nisikan sebagai
Z = f: : : ; 3; 2; 1; 0; 1; 2; 3; : : :g.
Setiap anggota himpunan bilangan cacah juga anggota himpunan bilangan asli.
Himpunan bilangan bulat positif dinotasikan dengan Z+ atau Z >0, kita
memiliki Z+= f1; 2; 3; : : :g. Himpunan bilangan bulat positif sama dengan
Beberapa Himpunan Bilangan
Himpunan bilangan rasional: dinotasikan denganQ, Q,atauQ, dide…nisikan sebagaiQ := ab j a; b 2 Z dan b 6= 0 .
Karena pada himpunan tidak terdapat duplikasi elemen, Q juga dapat dide…nisikan sebagaiQ := a
b j a 2 Z, b 2 N, dan FPB (a; b) = 1 .
Setiap bilangan bulat m dapat ditulis dalam bentuk m
1. Jadi setiap anggota
himpunan bilangan bulat juga anggota himpunan bilangan rasional. Himpunan bilangan rasional positif dinotasikan dengan Q+ atau Q
>0.
Himpunan bilangan real (bilangan nyata): dinotasikan dinotasikan denganR, R,
atauR. Himpunan bilangan real mencakup seluruh bilangan yang “dapat diukur secara kontinu”.
Himpunanbilangan real mencakup himpunan seluruh bilangan rasional (Q)
dan himpunan seluruh bilangan irasional.
Himpunan bilangan real positif dinotasikan dengan R+ atau R >0.
Himpunan bilangan kompleks: dinotasikan denganC, C,atau C, dide…nisikan
sebagai C := a + bi j a; b 2 R dan i2= 1 .
Setiap bilangan real dapat ditulis dalam bentuk a + 0i. Jadisetiap anggota himpunan bilangan real juga anggota himpunan bilangan kompleks.
Beberapa Himpunan Bilangan
Himpunan bilangan rasional: dinotasikan denganQ, Q,atauQ, dide…nisikan sebagaiQ := ab j a; b 2 Z dan b 6= 0 .
Karena pada himpunan tidak terdapat duplikasi elemen, Q juga dapat dide…nisikan sebagaiQ := a
b j a 2 Z, b 2 N, dan FPB (a; b) = 1 .
Setiap bilangan bulat m dapat ditulis dalam bentuk m
1. Jadi setiap anggota
himpunan bilangan bulat juga anggota himpunan bilangan rasional. Himpunan bilangan rasional positif dinotasikan dengan Q+ atau Q
>0.
Himpunan bilangan real (bilangan nyata): dinotasikan dinotasikan denganR, R,
atauR. Himpunan bilangan real mencakup seluruh bilangan yang “dapat diukur secara kontinu”.
Himpunanbilangan real mencakup himpunan seluruh bilangan rasional (Q)
dan himpunan seluruh bilangan irasional.
Himpunan bilangan real positif dinotasikan dengan R+ atau R >0.
Himpunan bilangan kompleks: dinotasikan denganC, C,atau C, dide…nisikan
sebagai C := a + bi j a; b 2 R dan i2= 1 .
Setiap bilangan real dapat ditulis dalam bentuk a + 0i. Jadisetiap anggota himpunan bilangan real juga anggota himpunan bilangan kompleks.
Beberapa Himpunan Bilangan
Himpunan bilangan rasional: dinotasikan denganQ, Q,atauQ, dide…nisikan sebagaiQ := ab j a; b 2 Z dan b 6= 0 .
Karena pada himpunan tidak terdapat duplikasi elemen, Q juga dapat dide…nisikan sebagaiQ := a
b j a 2 Z, b 2 N, dan FPB (a; b) = 1 .
Setiap bilangan bulat m dapat ditulis dalam bentuk m
1. Jadi setiap anggota
himpunan bilangan bulat juga anggota himpunan bilangan rasional. Himpunan bilangan rasional positif dinotasikan dengan Q+ atau Q
>0.
Himpunan bilangan real (bilangan nyata): dinotasikan dinotasikan denganR, R,
atauR. Himpunan bilangan real mencakup seluruh bilangan yang “dapat diukur secara kontinu”.
Himpunanbilangan real mencakup himpunan seluruh bilangan rasional (Q)
dan himpunan seluruh bilangan irasional.
Himpunan bilangan real positif dinotasikan dengan R+ atau R >0.
Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
Bahasan
1 Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
2 Beberapa Himpunan Bilangan
3 Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
4 Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
5 Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
6 Operasi Himpunan
7 Produk Kartesius
8 Prinsip Inklusi-Eksklusi
9 Partisi Himpunan
Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
Himpunan Semesta (Universal)
Himpunan Semesta (Univeral)
Himpunan semesta/ himpunan universal merupakan himpunan yang berisi semua objek yang sedang kita tinjau. Himpunan semesta/ himpunan universal biasa ditulis denganS atau U . Himpunan semesta/ himpunan universal dapat berbeda-beda,bergantung pada batasan objek yang kita tinjau.
Contoh
1 Misalkan kita memakai himpunan universal U = fx j (x 2 N) ^ (x 100)g,
ini berarti kita hanya meninjau bilangan asli yang tidak lebih dari 100. Kita tidak boleh meninjau bilangan lain di luar U , contohnya 1, 101, ataupun 12,
Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
Diagram Venn
Diagram Venn
Diagram Venn merupakan ilustrasi gra…s dari keterkaitan antara beberapa himpunan ditinjau terhadap himpunan semesta tertentu.
Misalkan kita memiliki himpunan semesta
U = f j termasuk 26 huruf dalam alfabet standarg dan
V = f j huruf vokal dalam alfabet standarg. Representasi diagram Venn dari hal ini adalah
Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
Diagram Venn
Diagram Venn
Diagram Venn merupakan ilustrasi gra…s dari keterkaitan antara beberapa himpunan ditinjau terhadap himpunan semesta tertentu.
Misalkan kita memiliki himpunan semesta
U = f j termasuk 26 huruf dalam alfabet standarg dan
V = f j huruf vokal dalam alfabet standarg. Representasi diagram Venn dari hal ini adalah
Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
Misalkan kita memiliki himpunan semesta U = fx j (x 2 N) ^ (x 8)g, A = f1; 2; 3; 5g, dan B = f2; 5; 6; 8g. Representasi diagram Venn dari hal ini adalah
U
1
2
5
3
6
8
4
7
A
B
Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
Misalkan kita memiliki himpunan semesta U = fx j (x 2 N) ^ (x 8)g, A = f1; 2; 3; 5g, dan B = f2; 5; 6; 8g. Representasi diagram Venn dari hal ini adalah
U
1
2
5
3
6
8
4
7
A
B
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Bahasan
1 Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
2 Beberapa Himpunan Bilangan
3 Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn 4 Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
5 Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
6 Operasi Himpunan
7 Produk Kartesius
8 Prinsip Inklusi-Eksklusi
9 Partisi Himpunan
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Kesamaan Himpunan
De…nisi (Kesamaan Himpunan)
Dua himpunan A dan B dikatakan sama, ditulis denganA = B,apabila A dan B
memuat elemen-elemen yang sama. Selain itu, A dan B tidak sama dan ditulis dengan A 6= B.
A = B jika & hanya jika (jikka) formula logika predikat8x (x 2 A $ x 2 B) bernilai benar.
Contoh
Misalkan:A = f1; 2; 3; 4; 6; 12g,
B = fx j x faktor positif dari 12g, C = f1; 2; 3g,
D = f1; 2; 2; 3; 3; 3g.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Kesamaan Himpunan
De…nisi (Kesamaan Himpunan)
Dua himpunan A dan B dikatakan sama, ditulis denganA = B,apabila A dan B
memuat elemen-elemen yang sama. Selain itu, A dan B tidak sama dan ditulis dengan A 6= B.
A = B jika & hanya jika (jikka) formula logika predikat8x (x 2 A $ x 2 B) bernilai benar.
Contoh
Misalkan:A = f1; 2; 3; 4; 6; 12g,
B = fx j x faktor positif dari 12g, C = f1; 2; 3g,
D = f1; 2; 2; 3; 3; 3g. Maka kita memiliki:
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Kesamaan Himpunan
De…nisi (Kesamaan Himpunan)
Dua himpunan A dan B dikatakan sama, ditulis denganA = B,apabila A dan B
memuat elemen-elemen yang sama. Selain itu, A dan B tidak sama dan ditulis dengan A 6= B.
A = B jika & hanya jika (jikka) formula logika predikat8x (x 2 A $ x 2 B) bernilai benar.
Contoh
Misalkan:A = f1; 2; 3; 4; 6; 12g,
B = fx j x faktor positif dari 12g, C = f1; 2; 3g,
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Himpunan Bagian
De…nisi (Himpunan Bagian)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian/ subhimpunan/ subset dari B, ditulis denganA B,apabilasetiap elemen dari A juga merupakan elemen dari B. Selanjutnya B dikatakan superset dari A dan ditulis denganB A.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B)bernilai benar.
De…nisi (Himpunan Bagian Sejati)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian sejati/ subhimpunan sejati/ subset sejati (proper subset) dari B, ditulis denganA B atauA B, apabila
A B tetapi A 6= B.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B) ^ 9x (x 2 B ^ x 62 A) bernilai benar.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Himpunan Bagian
De…nisi (Himpunan Bagian)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian/ subhimpunan/ subset dari B, ditulis denganA B,apabilasetiap elemen dari A juga merupakan elemen dari B. Selanjutnya B dikatakan superset dari A dan ditulis denganB A.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B)bernilai benar.
De…nisi (Himpunan Bagian Sejati)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian sejati/ subhimpunan sejati/ subset sejati (proper subset) dari B, ditulis denganA B atauA B, apabila
A B tetapi A 6= B.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B) ^ 9x (x 2 B ^ x 62 A) bernilai benar.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Himpunan Bagian
De…nisi (Himpunan Bagian)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian/ subhimpunan/ subset dari B, ditulis denganA B,apabilasetiap elemen dari A juga merupakan elemen dari B. Selanjutnya B dikatakan superset dari A dan ditulis denganB A.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B)bernilai benar.
De…nisi (Himpunan Bagian Sejati)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian sejati/ subhimpunan sejati/ subset sejati (proper subset) dari B, ditulis denganA B atauA B, apabila
A B tetapi A 6= B.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B) ^ 9x (x 2 B ^ x 62 A) bernilai benar.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Himpunan Bagian
De…nisi (Himpunan Bagian)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian/ subhimpunan/ subset dari B, ditulis denganA B,apabilasetiap elemen dari A juga merupakan elemen dari B. Selanjutnya B dikatakan superset dari A dan ditulis denganB A.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B)bernilai benar.
De…nisi (Himpunan Bagian Sejati)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian sejati/ subhimpunan sejati/ subset sejati (proper subset) dari B, ditulis denganA B atauA B, apabila
A B tetapi A 6= B.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B) ^ 9x (x 2 B ^ x 62 A) bernilai benar.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Himpunan Bagian
De…nisi (Himpunan Bagian)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian/ subhimpunan/ subset dari B, ditulis denganA B,apabilasetiap elemen dari A juga merupakan elemen dari B. Selanjutnya B dikatakan superset dari A dan ditulis denganB A.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B)bernilai benar.
De…nisi (Himpunan Bagian Sejati)
Himpunan A dikatakan sebagai himpunan bagian sejati/ subhimpunan sejati/ subset sejati (proper subset) dari B, ditulis denganA B atauA B, apabila
A B tetapi A 6= B.
A B jikka formula logika predikat8x (x 2 A ! x 2 B) ^ 9x (x 2 B ^ x 62 A) bernilai benar.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Diagram Venn untuk hubungan A B dapat diilustrasikan sebagai berikut.
U
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Contoh
Misalkan: A = f1; 2; 3; 4; 5g, B = f1; 2; 3; 4g, C = fx j (x 2 N) ^ (x + 5 < 10)g, ; = fg. Maka:1 ; A, ; B, ; C, dan ; ;, serta ; A, ; B, ; C, tetapi tidak
benar bahwa ; ;,
2 B Adan B A, karena 5 2 A tetapi 5 62 B,
3 C A, C A(karena 5 2 A tetapi 5 62 C), C B, dan B C(karena
B = C).
Contoh
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Contoh
Misalkan: A = f1; 2; 3; 4; 5g, B = f1; 2; 3; 4g, C = fx j (x 2 N) ^ (x + 5 < 10)g, ; = fg. Maka:1 ; A, ; B, ; C, dan ; ;, serta ; A, ; B, ; C, tetapi tidak
benar bahwa ; ;,
2 B Adan B A, karena 5 2 A tetapi 5 62 B,
3 C A, C A(karena 5 2 A tetapi 5 62 C), C B, dan B C(karena
B = C).
Contoh
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Contoh
Misalkan: A = f1; 2; 3; 4; 5g, B = f1; 2; 3; 4g, C = fx j (x 2 N) ^ (x + 5 < 10)g, ; = fg. Maka:1 ; A, ; B, ; C, dan ; ;, serta ; A, ; B, ; C, tetapi tidak
benar bahwa ; ;,
2 B Adan B A, karena 5 2 A tetapi 5 62 B,
3 C A, C A(karena 5 2 A tetapi 5 62 C), C B, dan B C(karena
B = C).
Contoh
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Contoh
Misalkan: A = f1; 2; 3; 4; 5g, B = f1; 2; 3; 4g, C = fx j (x 2 N) ^ (x + 5 < 10)g, ; = fg. Maka:1 ; A, ; B, ; C, dan ; ;, serta ; A, ; B, ; C, tetapi tidak
benar bahwa ; ;,
2 B Adan B A, karena 5 2 A tetapi 5 62 B,
3 C A, C A(karena 5 2 A tetapi 5 62 C), C B, dan B C(karena
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Lebih Jauh Tentang Kesamaan Himpunan & Himpunan
Bagian
Teorema
Untuk setiap himpunan A berlaku:
1 ; A;
2 A A.
Bukti
Bukti diserahkan kepada pembaca sebagai latihan.
Teorema
Apabila A dan B adalah dua himpunan, makaA = B jika & hanya jikaA B
danA B.
Bukti
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Teorema
Untuk setiap himpunan A, B, dan C berlaku: jika A B dan B C, maka
A C.
Bukti
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan 1: Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan
Untuk setiap pernyataan berikut, pilih T bila pernyataan tersebut benar, atau F bila pernyataan tersebut salah.
1 f1; 3; 5g = f3; 5; 1g T F 2 f1; 3; 5g = f1; 3; 3; 3; 5; 5; 5; 5; 5g T F 3 f1; f1g ; ff1ggg = f1g T F 4 f1g f1; f1gg T F 5 ; = f;g T F Solusi:
Nomor 1: T, karena urutan pada himpunan tidak diperhatikan. Nomor 2: T, karena duplikasi anggota himpunan tidak diperhatikan. Nomor 3: F, karena himpunan f1; f1g ; ff1ggg memuat tiga anggota, yaitu 1, f1g, dan ff1gg; sedangkan f1g hanya memuat satu anggota, yaitu 1. Nomor 4: T, karena 1 2 f1g dan 1 2 f1; f1gg. Nomor 5: F, karena ; tidak memuat anggota apapun;
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan 1: Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan
Untuk setiap pernyataan berikut, pilih T bila pernyataan tersebut benar, atau F bila pernyataan tersebut salah.
1 f1; 3; 5g = f3; 5; 1g T F 2 f1; 3; 5g = f1; 3; 3; 3; 5; 5; 5; 5; 5g T F 3 f1; f1g ; ff1ggg = f1g T F 4 f1g f1; f1gg T F 5 ; = f;g T F Solusi:
Nomor 1: T, karena urutan pada himpunan tidak diperhatikan.
Nomor 2: T, karena duplikasi anggota himpunan tidak diperhatikan. Nomor 3: F, karena himpunan f1; f1g ; ff1ggg memuat tiga anggota, yaitu 1, f1g, dan ff1gg; sedangkan f1g hanya memuat satu anggota, yaitu 1. Nomor 4: T, karena 1 2 f1g dan 1 2 f1; f1gg. Nomor 5: F, karena ; tidak memuat anggota apapun;
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan 1: Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan
Untuk setiap pernyataan berikut, pilih T bila pernyataan tersebut benar, atau F bila pernyataan tersebut salah.
1 f1; 3; 5g = f3; 5; 1g T F 2 f1; 3; 5g = f1; 3; 3; 3; 5; 5; 5; 5; 5g T F 3 f1; f1g ; ff1ggg = f1g T F 4 f1g f1; f1gg T F 5 ; = f;g T F Solusi:
Nomor 1: T, karena urutan pada himpunan tidak diperhatikan. Nomor 2: T, karena duplikasi anggota himpunan tidak diperhatikan.
Nomor 3: F, karena himpunan f1; f1g ; ff1ggg memuat tiga anggota, yaitu 1, f1g, dan ff1gg; sedangkan f1g hanya memuat satu anggota, yaitu 1. Nomor 4: T, karena 1 2 f1g dan 1 2 f1; f1gg. Nomor 5: F, karena ; tidak memuat anggota apapun;
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan 1: Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan
Untuk setiap pernyataan berikut, pilih T bila pernyataan tersebut benar, atau F bila pernyataan tersebut salah.
1 f1; 3; 5g = f3; 5; 1g T F 2 f1; 3; 5g = f1; 3; 3; 3; 5; 5; 5; 5; 5g T F 3 f1; f1g ; ff1ggg = f1g T F 4 f1g f1; f1gg T F 5 ; = f;g T F Solusi:
Nomor 1: T, karena urutan pada himpunan tidak diperhatikan. Nomor 2: T, karena duplikasi anggota himpunan tidak diperhatikan. Nomor 3: F, karena
Nomor 4: T, karena 1 2 f1g dan 1 2 f1; f1gg. Nomor 5: F, karena ; tidak memuat anggota apapun;
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan 1: Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan
Untuk setiap pernyataan berikut, pilih T bila pernyataan tersebut benar, atau F bila pernyataan tersebut salah.
1 f1; 3; 5g = f3; 5; 1g T F 2 f1; 3; 5g = f1; 3; 3; 3; 5; 5; 5; 5; 5g T F 3 f1; f1g ; ff1ggg = f1g T F 4 f1g f1; f1gg T F 5 ; = f;g T F Solusi:
Nomor 1: T, karena urutan pada himpunan tidak diperhatikan. Nomor 2: T, karena duplikasi anggota himpunan tidak diperhatikan. Nomor 3: F, karena himpunan f1; f1g ; ff1ggg memuat tiga anggota, yaitu 1, f1g, dan ff1gg; sedangkan f1g hanya memuat satu anggota, yaitu 1. Nomor 4: T, karena 1 2 f1g dan 1 2 f1; f1gg.
Nomor 5: F, karena ; tidak memuat anggota apapun; sedangkan f;g memuat satu anggota, yaitu ;.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan 1: Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan
Untuk setiap pernyataan berikut, pilih T bila pernyataan tersebut benar, atau F bila pernyataan tersebut salah.
1 f1; 3; 5g = f3; 5; 1g T F 2 f1; 3; 5g = f1; 3; 3; 3; 5; 5; 5; 5; 5g T F 3 f1; f1g ; ff1ggg = f1g T F 4 f1g f1; f1gg T F 5 ; = f;g T F Solusi:
Nomor 1: T, karena urutan pada himpunan tidak diperhatikan. Nomor 2: T, karena duplikasi anggota himpunan tidak diperhatikan. Nomor 3: F, karena
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Latihan: Hubungan antar Dua Himpunan
Latihan
Isilah tempat yang telah disediakan dengan: =, , , 2, 3, atau X jika hubungan =; ; ; 2; 3 tidak dapat ditentukan.
(1) f;g ffgg (2) ; f0g (3) f;; f;gg f;g (4) f1g ff1g ; ff1gg ; fff1gggg (5) ffgg fg (6) f;g f0g
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Solusi Latihan
1 Karena ; = fg, maka f;g = ffgg.
2 Karena ; Auntuk sembarang himpunan A, maka ; f0g.
3 Karena ; 2 f;g dan ; 2 f;; f;gg, maka f;g f;; f;gg, atau f;; f;gg f;g.
Kita juga dapat mengatakan bahwa f;; f;gg 3 f;g karena f;g adalah anggota dari f;; f;gg. Jadi ada dua jawaban benar, yaitu dan 3.
4 f1g 2 ff1g ; ff1gg ; fff1gggg.
5 Karena ffgg 3 fg dan ffgg fg, maka ada dua jawaban benar, yaitu 3 dan
.
6 f;g adalah himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu himpunan
kosong. Himpunan f0g juga himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu 0. Jelas bahwa f;g 6= f0g, dengan perkataan lain tidak terdapat hubungan =; ; ; 2; 3 antara f;g dan f0g.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Solusi Latihan
1 Karena ; = fg, maka f;g = ffgg.
2 Karena ; Auntuk sembarang himpunan A, maka ; f0g.
3 Karena ; 2 f;g dan ; 2 f;; f;gg, maka f;g f;; f;gg, atau f;; f;gg f;g.
Kita juga dapat mengatakan bahwa f;; f;gg 3 f;g karena f;g adalah anggota dari f;; f;gg. Jadi ada dua jawaban benar, yaitu dan 3.
4 f1g 2 ff1g ; ff1gg ; fff1gggg.
5 Karena ffgg 3 fg dan ffgg fg, maka ada dua jawaban benar, yaitu 3 dan
.
6 f;g adalah himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu himpunan
kosong. Himpunan f0g juga himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu 0. Jelas bahwa f;g 6= f0g, dengan perkataan lain tidak terdapat hubungan =; ; ; 2; 3 antara f;g dan f0g.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Solusi Latihan
1 Karena ; = fg, maka f;g = ffgg.
2 Karena ; Auntuk sembarang himpunan A, maka ; f0g.
3 Karena ; 2 f;g dan ; 2 f;; f;gg, maka f;g f;; f;gg, atau f;; f;gg f;g. Kita juga dapat mengatakan bahwa f;; f;gg 3 f;g karena f;g adalah anggota dari f;; f;gg. Jadi ada dua jawaban benar, yaitu dan 3.
4 f1g 2 ff1g ; ff1gg ; fff1gggg.
5 Karena ffgg 3 fg dan ffgg fg, maka ada dua jawaban benar, yaitu 3 dan
.
6 f;g adalah himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu himpunan
kosong. Himpunan f0g juga himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu 0. Jelas bahwa f;g 6= f0g, dengan perkataan lain tidak terdapat hubungan =; ; ; 2; 3 antara f;g dan f0g.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Solusi Latihan
1 Karena ; = fg, maka f;g = ffgg.
2 Karena ; Auntuk sembarang himpunan A, maka ; f0g.
3 Karena ; 2 f;g dan ; 2 f;; f;gg, maka f;g f;; f;gg, atau f;; f;gg f;g.
Kita juga dapat mengatakan bahwa f;; f;gg 3 f;g karena f;g adalah anggota dari f;; f;gg. Jadi ada dua jawaban benar, yaitu dan 3.
4 f1g 2 ff1g ; ff1gg ; fff1gggg.
5 Karena ffgg 3 fg dan ffgg fg, maka ada dua jawaban benar, yaitu 3 dan
.
6 f;g adalah himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu himpunan
kosong. Himpunan f0g juga himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu 0. Jelas bahwa f;g 6= f0g, dengan perkataan lain tidak terdapat hubungan =; ; ; 2; 3 antara f;g dan f0g.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Solusi Latihan
1 Karena ; = fg, maka f;g = ffgg.
2 Karena ; Auntuk sembarang himpunan A, maka ; f0g.
3 Karena ; 2 f;g dan ; 2 f;; f;gg, maka f;g f;; f;gg, atau f;; f;gg f;g.
Kita juga dapat mengatakan bahwa f;; f;gg 3 f;g karena f;g adalah anggota dari f;; f;gg. Jadi ada dua jawaban benar, yaitu dan 3.
4 f1g 2 ff1g ; ff1gg ; fff1gggg.
5 Karena ffgg 3 fg dan ffgg fg, maka ada dua jawaban benar, yaitu 3 dan .
6 f;g adalah himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu himpunan
kosong. Himpunan f0g juga himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu 0. Jelas bahwa f;g 6= f0g, dengan perkataan lain tidak terdapat hubungan =; ; ; 2; 3 antara f;g dan f0g.
Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
Solusi Latihan
1 Karena ; = fg, maka f;g = ffgg.
2 Karena ; Auntuk sembarang himpunan A, maka ; f0g.
3 Karena ; 2 f;g dan ; 2 f;; f;gg, maka f;g f;; f;gg, atau f;; f;gg f;g.
Kita juga dapat mengatakan bahwa f;; f;gg 3 f;g karena f;g adalah anggota dari f;; f;gg. Jadi ada dua jawaban benar, yaitu dan 3.
4 f1g 2 ff1g ; ff1gg ; fff1gggg.
5 Karena ffgg 3 fg dan ffgg fg, maka ada dua jawaban benar, yaitu 3 dan
.
6 f;g adalah himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu himpunan kosong. Himpunan f0g juga himpunan yang memuat tepat satu anggota, yaitu 0. Jelas bahwa f;g 6= f0g, dengan perkataan lain tidak terdapat hubungan =; ; ; 2; 3 antara f;g dan f0g.
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Bahasan
1 Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
2 Beberapa Himpunan Bilangan
3 Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
4 Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
5 Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
6 Operasi Himpunan
7 Produk Kartesius
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Kardinalitas Himpunan (Berhingga)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan:
Adikatakan himpunanberhingga(…nite set) jikkaAmemuat tepat n anggota,untuk suatubilangan bulat tak negatif n;
dalam hal ini,ndikatakan sebagai kardinalitas dari A,dan dinotasikan denganjAj, n (A),atau #A,
Adikatakan himpunantak berhingga(in…nite set) jikkaAbukan himpunan berhingga.
Contoh
Jika A = fm 2 N j m < 10 dan m ganjilg, maka jAj =
5. j;j = 0, jf;gj = 1, jff;ggj = 1, jf;; f;g ; ff;gggj = 3. N, Z, Q, R, C adalah contoh himpunan tak berhingga.
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Kardinalitas Himpunan (Berhingga)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan:
Adikatakan himpunanberhingga(…nite set) jikkaAmemuat tepat n anggota,untuk suatubilangan bulat tak negatif n;
dalam hal ini,ndikatakan sebagai kardinalitas dari A,dan dinotasikan denganjAj, n (A),atau #A,
Adikatakan himpunantak berhingga(in…nite set) jikkaAbukan himpunan berhingga.
Contoh
Jika A = fm 2 N j m < 10 dan m ganjilg, maka jAj = 5.
0, jf;gj = 1, jff;ggj = 1, jf;; f;g ; ff;gggj = 3. N, Z, Q, R, C adalah contoh himpunan tak berhingga.
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Kardinalitas Himpunan (Berhingga)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan:
Adikatakan himpunanberhingga(…nite set) jikkaAmemuat tepat n anggota,untuk suatubilangan bulat tak negatif n;
dalam hal ini,ndikatakan sebagai kardinalitas dari A,dan dinotasikan denganjAj, n (A),atau #A,
Adikatakan himpunantak berhingga(in…nite set) jikkaAbukan himpunan berhingga.
Contoh
Jika A = fm 2 N j m < 10 dan m ganjilg, maka jAj = 5. j;j = 0, jf;gj =
1, jff;ggj = 1, jf;; f;g ; ff;gggj = 3. N, Z, Q, R, C adalah contoh himpunan tak berhingga.
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Kardinalitas Himpunan (Berhingga)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan:
Adikatakan himpunanberhingga(…nite set) jikkaAmemuat tepat n anggota,untuk suatubilangan bulat tak negatif n;
dalam hal ini,ndikatakan sebagai kardinalitas dari A,dan dinotasikan denganjAj, n (A),atau #A,
Adikatakan himpunantak berhingga(in…nite set) jikkaAbukan himpunan berhingga.
Contoh
Jika A = fm 2 N j m < 10 dan m ganjilg, maka jAj = 5.
1, jf;; f;g ; ff;gggj = 3. N, Z, Q, R, C adalah contoh himpunan tak berhingga.
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Kardinalitas Himpunan (Berhingga)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan:
Adikatakan himpunanberhingga(…nite set) jikkaAmemuat tepat n anggota,untuk suatubilangan bulat tak negatif n;
dalam hal ini,ndikatakan sebagai kardinalitas dari A,dan dinotasikan denganjAj, n (A),atau #A,
Adikatakan himpunantak berhingga(in…nite set) jikkaAbukan himpunan berhingga.
Contoh
Jika A = fm 2 N j m < 10 dan m ganjilg, maka jAj = 5. j;j = 0, jf;gj = 1, jff;ggj = 1, jf;; f;g ; ff;gggj =
3. N, Z, Q, R, C adalah contoh himpunan tak berhingga.
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Kardinalitas Himpunan (Berhingga)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan:
Adikatakan himpunanberhingga(…nite set) jikkaAmemuat tepat n anggota,untuk suatubilangan bulat tak negatif n;
dalam hal ini,ndikatakan sebagai kardinalitas dari A,dan dinotasikan denganjAj, n (A),atau #A,
Adikatakan himpunantak berhingga(in…nite set) jikkaAbukan himpunan berhingga.
Contoh
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Ekuivalensi Dua Buah Himpunan
De…nisi
Dua buah himpunan A dan B dikatakan ekuivalen, ditulis A B, bila kardinalitasnya sama. Bila A dan B berhingga, maka A B bila jAj = jBj.
Contoh
Himpunan A = f1; 2; 3; 4g dan B = f2; 4; 6; 8g memenuhi sifat A 6= B tetapi A B karena jAj = jBj = 4.
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg. P (f0; 1; 2g) = f
;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg. P (f0; 1; 2g) = f;;
f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg. P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ;
f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ;
f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f
;g . P (f;g) = f;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f
;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;;
f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg . P (f;; f;gg) = f
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg . P (f;; f;gg) = f;; f;g ;
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa (Power Set)
De…nisi
Misalkan A adalah sebuah himpunan. Himpunan kuasa(power set) dari A adalah himpunan yanganggotanya adalah semua himpunan bagian dari A. Himpunan kuasa dari A dinotasikan dengan2A, P (A),atau } (A).
Contoh
P (fa; bg) = f;; fag ; fbg ; fa; bgg.
P (f0; 1; 2g) = f;; f0g ; f1g ; f2g ; f0; 1g ; f0; 2g ; f1; 2g ; f0; 1; 2gg . P (;) = f;g .
P (f;g) = f;; f;gg .
Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa
Teorema
Jika A adalah suatu himpunan denganjAj = n,makajP (A)j = 2A = 2n.
Bukti
Bukti dapat diperoleh melalui induksi matematika dan diserahkan kepada pembaca sebagai latihan.
Operasi Himpunan
Bahasan
1 Pengantar: De…nisi dan Notasi Himpunan
2 Beberapa Himpunan Bilangan
3 Himpunan Semesta (Universal) dan Diagram Venn
4 Kesamaan Himpunan & Himpunan Bagian
5 Kardinalitas Himpunan (Berhingga) dan Himpunan Kuasa 6 Operasi Himpunan
7 Produk Kartesius
8 Prinsip Inklusi-Eksklusi
9 Partisi Himpunan
Operasi Himpunan
Beberapa Operasi Himpunan Standar
De…nisi
Misalkan A dan B adalah dua himpunan, maka
1 Gabungan(union) dari A dan B, dinotasikan denganA [ B,dide…nisikan
sebagaiA [ B := fx j x 2 A atau x 2 Bgatau
A [ B := fx j (x 2 A) _ (x 2 B)g;
2 Irisan(intersection) dari A dan B, dinotasikan denganA \ B,dide…nisikan
sebagaiA \ B := fx j x 2 A dan x 2 Bgatau
A \ B := fx j (x 2 A) ^ (x 2 B)g;
Jika A \ B = ;, maka A dan B dikatakansaling lepas (disjoint)dan dapat ditulisA==B.
3 Selisih(di¤erence) dari A dan B, dinotasikan denganA n B, A r B,atau
A B, dide…nisikan sebagaiA r B := fx j x 2 A dan x 62 Bgatau
Operasi Himpunan
De…nisi
Jika A ditinjau pada himpunansemesta pembicaraan S,maka komplemen dari A,
dinotasikan denganA0, AC, A,atau S r A,dide…nisikan sebagai
Operasi Himpunan
A
[ B
Misalkan A dan B adalah dua himpunan yang ditinjau pada himpunan semesta U . Kita memiliki A [ B = fx 2 U : (x 2 A) _ (x 2 B)g. Diagram Venn untuk A [ B diilustrasikan sebagai berikut.
Operasi Himpunan
A
[ B
Misalkan A dan B adalah dua himpunan yang ditinjau pada himpunan semesta U . Kita memiliki A [ B = fx 2 U : (x 2 A) _ (x 2 B)g. Diagram Venn untuk A [ B diilustrasikan sebagai berikut.
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, maka:
1 A [ B =
f1; 2; 3; 4; 5; 6g.
2 A [ ; = f1; 2; 3; 4g. 3 A [ S = S.
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, maka:
1 A [ B = f1; 2; 3; 4; 5; 6g. 2 A [ ; =
f1; 2; 3; 4g.
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, maka:
1 A [ B = f1; 2; 3; 4; 5; 6g. 2 A [ ; = f1; 2; 3; 4g. 3 A [ S =
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, maka:
1 A [ B = f1; 2; 3; 4; 5; 6g. 2 A [ ; = f1; 2; 3; 4g. 3 A [ S = S.
Operasi Himpunan
A
\ B
Misalkan A dan B adalah dua himpunan yang ditinjau pada himpunan semesta U . Kita memiliki A \ B = fx 2 U : (x 2 A) ^ (x 2 B)g. Diagram Venn untuk A \ B diilustrasikan sebagai berikut.
Operasi Himpunan
A
\ B
Misalkan A dan B adalah dua himpunan yang ditinjau pada himpunan semesta U . Kita memiliki A \ B = fx 2 U : (x 2 A) ^ (x 2 B)g. Diagram Venn untuk A \ B diilustrasikan sebagai berikut.
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, C = f5; 6; 7; 8g, maka:
1 A \ B =
f3; 4g.
2 B \ C = f5; 6g.
3 A \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 C).
Akibatnya kita dapat menulis A==C (A dan C saling lepas/ disjoint).
4 A \ B \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi
(x 2 A) ^ (x 2 B) ^ (x 2 C). Perhatikan bahwa: (A \ B) \ C = f3; 4g \ f5; 6; 7; 8g = ; dan
A \ (B \ C) = f1; 2; 3; 4g \ f5; 6g = ;. Kita tidak dapat menulis A==B==C karena A dan B tidak saling lepas, begitu pula dengan B dan C.
5 A \ ; = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 ;). Nilai
kebenaran dari x 2 ; selalu F.
6 A \ S = A, karena jika x 2 A \ S maka x memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 S),
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, C = f5; 6; 7; 8g, maka:
1 A \ B = f3; 4g. 2 B \ C =
f5; 6g.
3 A \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 C).
Akibatnya kita dapat menulis A==C (A dan C saling lepas/ disjoint).
4 A \ B \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi
(x 2 A) ^ (x 2 B) ^ (x 2 C). Perhatikan bahwa: (A \ B) \ C = f3; 4g \ f5; 6; 7; 8g = ; dan
A \ (B \ C) = f1; 2; 3; 4g \ f5; 6g = ;. Kita tidak dapat menulis A==B==C karena A dan B tidak saling lepas, begitu pula dengan B dan C.
5 A \ ; = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 ;). Nilai
kebenaran dari x 2 ; selalu F.
6 A \ S = A, karena jika x 2 A \ S maka x memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 S),
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, C = f5; 6; 7; 8g, maka:
1 A \ B = f3; 4g. 2 B \ C = f5; 6g. 3 A \ C =
;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 C). Akibatnya kita dapat menulis A==C (A dan C saling lepas/ disjoint).
4 A \ B \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi
(x 2 A) ^ (x 2 B) ^ (x 2 C). Perhatikan bahwa: (A \ B) \ C = f3; 4g \ f5; 6; 7; 8g = ; dan
A \ (B \ C) = f1; 2; 3; 4g \ f5; 6g = ;. Kita tidak dapat menulis A==B==C karena A dan B tidak saling lepas, begitu pula dengan B dan C.
5 A \ ; = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 ;). Nilai
kebenaran dari x 2 ; selalu F.
6 A \ S = A, karena jika x 2 A \ S maka x memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 S),
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, C = f5; 6; 7; 8g, maka:
1 A \ B = f3; 4g. 2 B \ C = f5; 6g.
3 A \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 C).
Akibatnya kita dapat menulis A==C (A dan C saling lepas/ disjoint).
4 A \ B \ C =
;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 B) ^ (x 2 C). Perhatikan bahwa: (A \ B) \ C = f3; 4g \ f5; 6; 7; 8g = ; dan
A \ (B \ C) = f1; 2; 3; 4g \ f5; 6g = ;. Kita tidak dapat menulis A==B==C karena A dan B tidak saling lepas, begitu pula dengan B dan C.
5 A \ ; = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 ;). Nilai
kebenaran dari x 2 ; selalu F.
6 A \ S = A, karena jika x 2 A \ S maka x memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 S),
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, C = f5; 6; 7; 8g, maka:
1 A \ B = f3; 4g. 2 B \ C = f5; 6g.
3 A \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 C).
Akibatnya kita dapat menulis A==C (A dan C saling lepas/ disjoint).
4 A \ B \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi
(x 2 A) ^ (x 2 B) ^ (x 2 C). Perhatikan bahwa: (A \ B) \ C = f3; 4g \ f5; 6; 7; 8g = ; dan
A \ (B \ C) = f1; 2; 3; 4g \ f5; 6g = ;. Kita tidak dapat menulis A==B==C karena A dan B tidak saling lepas, begitu pula dengan B dan C.
5 A \ ; =
;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 ;). Nilai kebenaran dari x 2 ; selalu F.
6 A \ S = A, karena jika x 2 A \ S maka x memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 S),
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, C = f5; 6; 7; 8g, maka:
1 A \ B = f3; 4g. 2 B \ C = f5; 6g.
3 A \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 C).
Akibatnya kita dapat menulis A==C (A dan C saling lepas/ disjoint).
4 A \ B \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi
(x 2 A) ^ (x 2 B) ^ (x 2 C). Perhatikan bahwa: (A \ B) \ C = f3; 4g \ f5; 6; 7; 8g = ; dan
A \ (B \ C) = f1; 2; 3; 4g \ f5; 6g = ;. Kita tidak dapat menulis A==B==C karena A dan B tidak saling lepas, begitu pula dengan B dan C.
5 A \ ; = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 ;). Nilai
kebenaran dari x 2 ; selalu F.
6 A \ S =
A, karena jika x 2 A \ S maka x memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 S), akibatnya haruslah x 2 A, sehingga diperoleh A \ S = A.
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, C = f5; 6; 7; 8g, maka:
1 A \ B = f3; 4g. 2 B \ C = f5; 6g.
3 A \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 C).
Akibatnya kita dapat menulis A==C (A dan C saling lepas/ disjoint).
4 A \ B \ C = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi
(x 2 A) ^ (x 2 B) ^ (x 2 C). Perhatikan bahwa: (A \ B) \ C = f3; 4g \ f5; 6; 7; 8g = ; dan
A \ (B \ C) = f1; 2; 3; 4g \ f5; 6g = ;. Kita tidak dapat menulis A==B==C karena A dan B tidak saling lepas, begitu pula dengan B dan C.
5 A \ ; = ;, karena tidak ada x 2 S yang memenuhi (x 2 A) ^ (x 2 ;). Nilai
Operasi Himpunan
A r B
Misalkan A dan B adalah dua himpunan yang ditinjau pada himpunan semesta U . Kita memiliki
A r B = fx 2 U : (x 2 A) ^ (x 62 B)g = fx 2 U : (x 2 A) ^ : (x 2 B)g. Diagram Venn untuk A r B diilustrasikan sebagai berikut.
Operasi Himpunan
A r B
Misalkan A dan B adalah dua himpunan yang ditinjau pada himpunan semesta U . Kita memiliki
A r B = fx 2 U : (x 2 A) ^ (x 62 B)g = fx 2 U : (x 2 A) ^ : (x 2 B)g. Diagram Venn untuk A r B diilustrasikan sebagai berikut.
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, maka: 1 A r B = f1; 2; 3; 4g r f3; 4; 5; 6g = f1; 2g. 2 B r A = f3; 4; 5; 6g r f1; 2; 3; 4g = f5; 6g. 3 S r A = fx 2 N : x 10g r f1; 2; 3; 4g = fx 2 S : (x 2 S) ^ (x 62 A)g = f5; 6; 7; 8; 9; 10g = AC. 4 A r S = f1; 2; 3; 4g r fx 2 N : x 10g = fx 2 S : (x 2 A) ^ (x 62 S)g = ;. 5 A r ; = f1; 2; 3; 4g r ; = fx 2 S : (x 2 A) ^ (x 62 ;)g = f1; 2; 3; 4g, karena x 62 ; selalu bernilai T. 6 ; r A = ; r f1; 2; 3; 4g = fx 2 S : (x 2 ;) ^ (x 62 A)g = ;, karena x 2 ; selalu bernilai F.
Operasi Himpunan
Contoh
Diberikan himpunan semesta S = fx 2 N : x 10g, A = f1; 2; 3; 4g, B = f3; 4; 5; 6g, maka: 1 A r B = f1; 2; 3; 4g r f3; 4; 5; 6g = f1; 2g. 2 B r A = f3; 4; 5; 6g r f1; 2; 3; 4g = f5; 6g. 3 S r A = fx 2 N : x 10g r f1; 2; 3; 4g = fx 2 S : (x 2 S) ^ (x 62 A)g = f5; 6; 7; 8; 9; 10g = AC. 4 A r S = f1; 2; 3; 4g r fx 2 N : x 10g = fx 2 S : (x 2 A) ^ (x 62 S)g = ;. 5 A r ; = f1; 2; 3; 4g r ; = fx 2 S : (x 2 A) ^ (x 62 ;)g = f1; 2; 3; 4g, karena x 62 ; selalu bernilai T. 6 ; r A = ; r f1; 2; 3; 4g = fx 2 S : (x 2 ;) ^ (x 62 A)g = ;, karena x 2 ; selalu bernilai F.