• Tidak ada hasil yang ditemukan

317037416-SOP-PROMKES-UKBM-docx.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "317037416-SOP-PROMKES-UKBM-docx.docx"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENYULUHAN DALAM GEDUNG

PENYULUHAN DALAM GEDUNG

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Kegiatan penyuluhan yang dilakukan di lingkungan Puskesmas

Tujuan Tercapainya perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan positif dari Individu/Masyarakat yang berobat di Puskesmas dalam bidang kesehatan.

Alat & Bahan

ALAT : 1. Leaflet 2. Poster 3. Lembar balik 4. Laptop 5. LCD Proyektor 6. Materi dalam CD 7. Sound System BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

1.

Persiapan

 Menentukan maksud dan tujuan penyuluhan

 Menentukan sasaran pendengar (kelompok dan / perorangan)

 Mempersiapkan materi

 Topik yang dikemukakan hanya satu masalah

 Mempersiapkan alat penyuluhan

2.

Pelaksanaan

Salam, perkenalan pelayanan yang ada di Puskesmas

Mengemukakan maksud dan tujuan

Menjelaskan point-point isi penyuluhan

Menyampaikan penyuluhan dengan suara jelas dan irama yang tidak

membosankan

Mempergunakan bahasa sederhana

Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan

Tutuplah penyuluhan anda dengan mengucapkan terima kasih

Bila ada bahan bacaan sebaiknya dibagikan setelah penyuluhan selesai

Unit terkait

1. Rawat jalan

2. Rawat inap

(2)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

SURVEY PHBS TATANAN RUMAH TANGGA

SURVEY PHBS TATANAN RUMAH TANGGA

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat

Tujuan Untuk memperoleh gambaran mengenai besar kecilnya keluarga yang menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, dan sebagai bahan untuk MMD.

Alat & Bahan

ALAT : 1. Daftar sasaran 2. Kuesioner PHBS 3. Alat tulis BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

1. Dilaksanakan 1 tahun sekali.

2. Petugas promkes berkoordinasi denganTP PKK Desa, Perawat Desa dan kader Posyandu tentang rencana pendataan dan menjelaskan bagaimana cara penulisan pada kuesioner PHBS.

3. Kuesioner diberikan kepada Perawat Desa sesuai dengan jumlah sasaran masing-masing desa, untuk kemudian oleh Perawat Desa diserahkan pada kader untuk pendataan.

4. TP PKK Desa dan Kader posyandu melaksanakan pengumpulan data dengan cara mengunjungi rumah tangga di wilayah masing-masing sesuai dengan pembagian wilayah posyandu.

5. TP PKK Desa dan Kader melakukan wawancara pada KK/Istri dan observasi kondisi lingkungan/rumah

6. Kader melakukan pencatatan hasil wawancara/observasi dalam kuesioner yang di bawa secara cermat.

7. Data hasil pendataan dipegang kader pendata, hasil pendataan di serahkan oleh kader posyandu kepada Perawat Desa dan selanjutnya oleh Perawat Desa diserahkan kepada petugas Promkes.

8. Petugas Promkes merekap hasil pendataan.

9. Hasil pendataan dipublikasikan di papan data Desa dan Puskesmas.

Unit terkait

1. TP PKK Desa 2. Perawat Desa 3. Kader Posyandu

(3)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM

PENYULUHAN KELOMPOK DILUAR GEDUNG

PENYULUHAN KELOMPOK DILUAR GEDUNG

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di luar lingkungan Puskesmas

Tujuan Tercapainya perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan positif dari Individu/Masyarakat dalam bidang kesehatan

Alat & Bahan

ALAT : 1. Leaflet 2. Poster 3. Lembar balik 4. Laptop 5. LCD Proyektor 6. Sound System 7. CD Materi BAHAN : 1.

ATK

Instruksi Kerja 1. Persiapan

Petugas promkes berkoordinasi dengan Kepala Desa dan stakeholder , Bidan Desa, Perawat Desa dan pemegang program Puskesmas tentang Penyuluhan yang akan dilaksanakan

Menentukan maksud dan tujuan penyuluhan

Menentukan sasaran pendengar

Mempersiapkan materi yang akan diberikan sesuai tren masalah

Mempersiapkan alat peraga/penyuluhan

Menyiapkan absensi peserta

Tenaga Kesehatan di Desa / petugas dari Puskesmas melakukan

penyuluhan 2. Pelaksanaan

 Perkenalan diri

Mengemukakan maksud dan tujuan

Menjelaskan point-point isi penyuluhan

Menyampaikan penyuluhan dengan suara jelas dan irama yang tidak membosankan

Tujukan tatapan mata pada setiap pendengar dan tidak tetap duduk di tempat

Selingi dengan humor segar

Pergunakan bahasa sederhana

Ciptakan suasana relax ( santai ), pancinglah pendengar agar turut berpartisipasi

Sediakan waktu untuk tanya jawab

Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan meyakinkan

Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan

Tutuplah penyuluhan anda dengan mengucapkan terima kasih

(4)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

SURVEY PHBS TATANAN INSTITUSI PENDIDIKAN

SURVEY PHBS TATANAN INSTITUSI PENDIDIKAN

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Upaya untuk memberdayakan pihak sekolah agar tahu, mau dan mampu menerapkan PHBS di lingkungan sekolah Tujuan Untuk mencapai Sekolah Sehat

Alat & Bahan

ALAT : 1. Daftar sasaran 2. Kuesioner PHBS 3. Alat tulis BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

1. Dilaksanakan 1 tahun sekali.

2. Petugas promkes berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Perawat Desa tentang maksud dan tujuan serta rencana / jadwal pendataan.

3. Petugas Promkes mempersiapkan surat perintah tugas dan blanko PHBS Institusi Pendidikan.

4. Petugas Promkes / Perawat Desa survey ke sekolah.

5. Petugas Promkes menjelaskan mengenai indikator PHBS di Sekolah dan mengidentifikasi dengan Kepala Sekolah dan Guru UKS.

6. Petugas Promkes memberi saran serta tindak lanjut sesuai dengan indikator yang terpenuhi atau yang masih belum terpenuhi.

7. Petugas pamit dan mengucapkan terima kasih.

8. Petugas Promkes merekap hasil dari kegiatan pendataan PHBS Institusi Pendidikan.

Unit terkait

1. Petugas Promkes

2.

Perawat Desa

(5)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

SURVEY PHBS TATANAN TEMPAT KERJA

SURVEY PHBS TATANAN TEMPAT KERJA

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Upaya untuk memberdayakan warga tempat kerja agar tahu, mau dan mampu menerapkan PHBS di tempat kerja. Tujuan Untuk mencapai Tempat kerja Sehat

Alat & Bahan

ALAT : 1. Daftar sasaran 2. Kuesioner PHBS 3. Alat tulis BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

1. Dilaksanakan 1 tahun sekali.

2. Petugas promkes menentukan sasaran pendataan dan berkoordinasi dengan Perawat Desa dan stakeholder terkaittentang maksud, tujuan, dan rencana pendataan.

3. Petugas Promkes mempersiapkan surat perintah tugas dan blanko PHBS Tempat Kerja.

4. Petugas Promkes survey ke tempat kerja.

5. Petugas Promkes menjelaskan mengenai indikator PHBS di tempat kerja dan mengidentifikasi dengan Kepala institusi / pegawai yang bertugas. 6. Petugas Promkes memberi saran serta tindak lanjut sesuai dengan indikator

yang terpenuhi atau yang masih belum terpenuhi. 7. Petugas pamit dan mengucapkan terima kasih.

8. Petugas Promkes merekap hasil dari kegiatan pendataan PHBS Tempat Kerja

.

Unit terkait

1.

Perawat Desa

(6)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

SURVEY PHBS TATANAN TEMPAT-TEMPAT UMUM

SURVEY PHBS TATANAN TEMPAT – TEMPAT UMUM

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Upaya untuk memberdayakan pengelola tempat umum agar tahu, mau dan mampu menerapkan PHBS di tempat umum yang dikelola. Tujuan Untuk mencapai Tempat kerja Sehat

Alat & Bahan

ALAT : 1. Daftar sasaran 2. Kuesioner PHBS 3. Alat tulis BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

1. Dilaksanakan 1 tahun sekali.

2. Petugas promkes menentukan sasaran pendataan dan berkoordinasi dengan Perawat Desa dan stakeholder terkaittentang maksud, tujuan, dan rencana pendataan.

3. Petugas Promkes mempersiapkan surat perintah tugas dan blanko PHBS Tempat – Tempat Umum.

4. Petugas Promkes dan Perawat Desa survey ke tempat umum.

5. Petugas menjelaskan mengenai indikator PHBS di tempat umum dan mengidentifikasi dengan pengelolanya.

6. Petugas memberi saran serta tindak lanjut sesuai dengan indikator yang terpenuhi atau yang masih belum terpenuhi.

7. Petugas pamit dan mengucapkan terima kasih.

8. Petugas Promkes merekap hasil dari kegiatan pendataan PHBS Tempat –

Tempat Umum

.

Unit terkait

1.

Perawat Desa

(7)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

SURVEY PHBS TATANAN PONDOK PESANTREN

SURVEY PHBS TATANAN PONDOK PESANTREN

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Upaya untuk memberdayakan pengelola ponpes agar tahu, mau dan mampu menerapkan PHBS di ponpes yang dikelola. Tujuan Untuk mencapai Pondok Pesantren Sehat

Alat & Bahan

ALAT : 1. Daftar sasaran 2. Kuesioner PHBS 3. Alat tulis BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

1. Dilaksanakan 1 tahun sekali.

2. Petugas promkes menentukan sasaran pendataan dan berkoordinasi dengan Perawat Desa dan stakeholder terkaittentang maksud, tujuan, dan rencana pendataan.

3. Petugas Promkes mempersiapkan surat perintah tugas dan blanko PHBS Ponpes.

4. Petugas Promkes dan Perawat Desa survey ke Ponpes.

5. Petugas menjelaskan mengenai indikator PHBS di Ponpes dan

mengidentifikasi dengan pengelolanya.

6. Petugas memberi saran serta tindak lanjut sesuai dengan indikator yang terpenuhi atau yang masih belum terpenuhi.

7. Petugas pamit dan mengucapkan terima kasih.

8. Petugas Promkes merekap hasil dari kegiatan pendataan PHBS Pondok Pesantren.

Unit terkait

1.

Perawat Desa

(8)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

SURVEY MAWAS DIRI

SURVEY MAWAS DIRI

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

Kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masyarakat tentang masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan kepala Desa/Kelurahan dan petugas kesehatan (petugas Puskesmas, Bidan & Perawat di Desa)

Tujuan

 Dilaksanakannya pengumpulan data, masalah kesehatan, lingkungan dan

perilaku.

 Mengkaji dan menganalisis masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku yang paling menonjol di masyarakat.

 Mengiventarisasi sumber daya masyarakat yang dapat mendukung upaya

mengatasi masalah kesehatan.

 Diperolehnya dukungan kepala desa/kelurahan dan pemuka masyarakat dalam

pelaksanaan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Siaga.

Alat & Bahan

ALAT : 1. Daftar sasaran 2. Blanko survei 3. Alat tulis BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

a) Dilaksanakan 3 bulan sekali.

b) Advokasi ke Kepala Desa, toga, dan toma. c) Persiapan

o Menyusun daftar pertanyaan :

1) Berdasarkan prioritas masalah yang ditemui di Puskesmas & Desa (data sekunder)

2) Dipergunakan untuk memandu pengumpulan data

3) Pertanyaan harus jelas, singkat, padat & tidak bersifat mempengaruhi responden

4) Kombinasi pertanyaan terbuka, tertutup dan menjaring 5) Menampung juga harapan masyarakat

o Menyusun lembar observasi (pengamatan) untuk mengobservasi rumah, halaman rumah, lingkungan sekitarnya.

o Menentukan Kriteria responden, termasuk cakupan wilayah & jumlah KK d) Pelaksanaan:

o Pelaksanaan interview/wawancara terhadap Responden o Pengamatan terhadap rumah-tangga & lingkungan e) Tindak lanjut

o Meninjau kembali pelaksanaan SMD,

o Merangkum, mengolah & menganalisis data yang telah dikumpulkan o Menyusun laporan SMD, sebagai bahan untuk MMD

f) Pengolahan data Unit terkait

1.

2.

Kader KesehatanTokoh Masyarakat

(9)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

DI BUAT OLEH

TIM SOP

PUSKESMAS TUMPANG

MENGETAHUI

KEPALA PUSKESMAS

dr. Sri Juliati

NIP. 198701122011012009

Pengertian Pertemuan perwakilan warga desa untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD

Tujuan

 Masyarakat mengenal masalah kesehatan diwilayahnya

 Masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan desa siaga dan poskesdes.

 Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, melaksanakan desa siaga dan poskesdes.

Alat & Bahan

ALAT : 1. Hasil SMD 2. Alat tulis 3. TOA BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

a. Dilaksanakan 3 bulan sekali.

b. Persiapan dan pelaksanaan oleh Desa.

c.

Pembukaan dilakukan oleh Kepala Desa dengan menguraikan tujuan MMD dan

menghimbau seluruh peserta agar aktif mengemukakan pendapat dan pengalaman sehingga membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama. d. Perkenalan peserta yang dipimpin oleh kader untuk menimbulkan suasana

keakraban.

e. Penyajian hasil survei oleh kader selaku tim pelaksana MMD.

f. Perumusan dan penentuan prioritas masalah kesehatan atas dasar pengenalan masalah kesehatan dan hasil SMD, dengan menggunakan metode pohon masalah, dilanjutkan dengan rekomendasi teknis dari petugas kesehatan di desa / bidan di desa.

g. Menggali dan menemu-kenali potensi yang ada di masyarakat untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan menggunakan metode USG. h. Penyusunan rencana kerja penanggulangan masalah kesehatan yang dipimpin

oleh kepala desa.

i. Penyimpulan hasil MMD berupa penegasan tentang rencana kerja oleh Kepala Desa.

j. Penutup.

Unit terkait 1. Kader Kesehatan2. Tokoh Masyarakat 3. Bidan & Perawat di Desa

(10)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENENTUAN STRATA DESA SIAGA

PENENTUAN STRATA DESA SIAGA

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah2 kesehatan, secara mandiri. Tujuan Terwujudnya masyarakat sehat, serta peduli dan tanggap terhadap permasalahankesehatan

Alat & Bahan

ALAT :

1. Form Strata Desa Siaga

2. Alat tulis

BAHAN : - ATK

Instruksi Kerja

a. Dilaksanakan 1 tahun sekali.

b. Berkoordinasi dengan Camat untuk pelaksanaan pertemuan Desa Siaga tk Kecamatan.

c. Pertemuan Lintas Sektor dengan sasaran Pihak2 yang diharapkan memberi dukungankebijakan,peraturanperundang - undangan,dana,tenaga, dan sarana (Kepala Desa, Camat,pejabat terkait,swasta para donatur dan pemangku kepentingan lainnya), serta pihak2 yang mempunyai pengaruh di masyarakat (toma, toga, tokoh perempuan dan pemuda, kader serta petugas kesehatan) d. Penjelasan mengenai poin – poin strata Desa Siaga.

e. Kepala Desa bersama dengan peserta lain yang hadir (desanya sama) dibimbing oleh petugas UKBM untuk berdiskusi mengenai capaian indikator Desa Siaga di desanya masing-masing.

f. Petugas UKBM membacakan hasilnya dan membahas secara bersama-sama dengan peserta yang hadir.

g. Penyusunan rencana tindak lanjut kegiatan yang berbasis Desa Siaga oleh masing-masing Desa.

h. Penyimpulan hasil pertemuan Desa Siaga berupa penegasan tentang rencana tindak lanjut yang sudah dibuat oleh masing-masing desa.

i. Penutup

Unit terkait

1. Muspika

2.

Kepala Desa, toga, toma

3.

Pemegang Program Puskesmas

(11)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

MONITORING DAN EVALUASI DESA SIAGA

MONITORING DAN EVALUASI DESA SIAGA

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Kegiatan pemantauan perkembangan Desa Siaga yang sudah direncanakan dan capaian hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan. Tujuan Kontrol terhadap pelaksanaan Desa Siaga baik yang sudah berjalan ataupun yang belum berjalan.

Alat & Bahan

ALAT :

1. Form Strata Desa Siaga

2. Alat tulis

BAHAN : - ATK

Instruksi Kerja

a. Dilaksanakan 1 tahun sekali.

b. Koordinasi dengan Camat untuk pelaksanaan monev Desa Siaga tk Kecamatan.

c. Pertemuan Lintas Sektor dengan sasaran Pihak2 yang diharapkan memberi dukungan kebijakan, peraturan perundang - undangan, dana, tenaga, dan sarana (Kepala Desa, Camat, pejabat terkait, swasta para donatur dan pemangku kepentingan lainnya), serta pihak2 yang mempunyai pengaruh di masyarakat (toma, toga, tokoh perempuan dan pemuda, kader serta petugas kesehatan)

d. Penjelasan mengenai indikator keberhasilan Pengembangan Desa Siaga :  INPUT:

1. Ada Tidaknya Forum Desa

2. Ada Tidaknya Poskesdes dan sarana bangunan serta perlengkapannya 3. Ada tidaknya UKBM (Posyandu balita, Posyandu Lansia, Posbindu PTM, dll) yang dibutuhkan masyarakat

4. Ada tidaknya nakes (minimal bidan)  PROSES:

1. Frekuensi Pertemuan forum desa 2. Berfungsi tidaknya poskesdes 3. Berfungsi tidaknya UKBM yang ada

4. Berfungsi tidaknya Sistem Kegawatdaruratan dan Penanggulangan bencana

 OUTPUT:

1. Cakupan yankesdas Poskesdes 2. Cakupan pelayanan UKBM lainnya 3. Jumlah kasus Kegawatdaruratan dan KLB

4. Cakupan RT yang mendapat kunjungan rumah untuk kadarzi dan PHBS  OUTCOME:

1. Jumlah Penduduk yang sakit

2. Jumlah Penduduk yang menderita gangguan Jiwa 3. Jumlah Ibu melahirkan yang meninggal

4. Jumlah bayi dan balita yang meninggal 5. Jumlah balita Gizi buruk

c. Bersama dengan Kepala Desa dan peserta lain yang hadir mendiskusikan mengenai kegiatan yang sudah dilaksanakan dan membandingkan dengan indikator pengembangan Desa Siaga untuk melihat keberhasilan kegiatan

(12)

yang telah dilaksanakan.

d. Pihak Desa menstrata kembali pengembangan Desa Siaga masing-masing. e. Apabila hasilnya ada yang masih belum tercapai / hasilnya kurang bagus,

petugasbersama dengan pihak desa / Kecamatan membahas masalah yang dihadapi serta mencari solusi bersama dengan menggunakan metode pohon masalah dan USG.

f. Penyusunan kembali rencana tindak lanjut kegiatan yang berbasis Desa Siaga oleh masing-masing Desa.

g. Penyimpulan hasil pertemuan Desa Siaga berupa penegasan tentang rencana tindak lanjut yang sudah dibuat oleh masing-masing desa.

h. Penutup. Unit terkait

1.

Muspika

2.

Kepala Desa, toga, toma.

3.

Pemegang Program di Puskesmas.

(13)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENENTUAN STRATA POSYANDU BALITA

PENENTUAN STRATA POSYANDU BALITA

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

Strata atau tingkat perkembangan posyandu dapat dilihat pada pola pembinanan posyandu yang dikenal dengan telaah kemandirian posyandu yaitu semua posyandu didata tingkat pencapaiannya dari segi pengorganisasian dan pencapaian programnya.

Tujuan

Untuk mengukur pencapaian program kesehatan yang berjalan di wilayah Posyandu , baik program yang wajib maupun adanya program yang dikembangkan oleh Posyandu masing-masing.

Alat & Bahan

ALAT :

1. Form Strata Posyandu Balita

2. ATK

Instruksi Kerja

a. Dilaksanakan 6 bulan sekali (tiap semester).

b. Petugas UKBM memperbanyak form strata Posyandu.

c. Petugas UKBM / Bidan Desa memberikan penjelasan mengenai form strata Posyandu pada TP PKK Desa dan Kader Posyandu.

d. Bidan Desa bersama TP PKK dan kader Posyandu Balita mengidentifikasi sesuai dengan form strata Posyandu, dilaksanakan pada saat pembinaan kader.

e. Bidan Desa menyerahkan hasil pengisian form strata Posyandu pada petugas UKBM.

f. Petugas UKBM merekap data strata Posyandu dari seluruh Posyandu. g. Petugas UKBM membuat laporan ke Dinas Kesehatan.

Unit terkait

1.

2.

Bidan DesaTP PKK Desa

(14)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENENTUAN STRATA POSYANDU LANSIA

PENENTUAN STRATA POSYANDU LANSIA

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

Strata atau tingkat perkembangan posyandu dapat dilihat pada pola pembinanan posyandu yang dikenal dengan telaah kemandirian posyandu yaitu semua posyandu didata tingkat pencapaiannya dari segi pengorganisasian dan pencapaian programnya.

Tujuan Untuk mengukur pencapaian program kesehatan yang berjalan di wilayah Posyandu , baik program yang wajib maupun adanya program yang dikembangkan oleh Posyandu masing-masing.

Alat & Bahan

ALAT :

1. Form Strata Posyandu Lansia

2. ATK

Instruksi Kerja

a. Dilaksanakan 6 bulan sekali (tiap semester).

b. Petugas pemegang programLansia memperbanyak form strata Posyandu Lansia.

c. Pemegang program Lansia memberikan penjelasan mengenai form strata Posyandu Lansia pada Perawat Desa dan Kepala Desa.

d. Perawat Desa bersama kader Posyandu Lansia dan pamong Desa mengidentifikasi sesuai dengan form strata Posyandu Lansia, dilaksanakan pada saat pembinaan kader.

e. Perawat Desa menyerahkan hasil pengisian form strata Posyandu pada pemegang program Lansia.

f. Pemegang program Lansia merekap data strata Posyandu Lansia.

g. Pemegang program Lansia memberikan data hasil rekapan pada petugas UKBM.

h. Petugas UKBM membuat laporan ke Dinas Kesehatan. Unit terkait 1. Perawat Desa2. Kepala Desa beserta perangkat desa

(15)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PEMBINAAN SAKA BAKTI HUSADA (SBH)

PEMBINAAN SAKA BAKTI HUSADA (SBH)

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

SBH merupakan salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dan mengebangkan lapangan pekerjaan di bidang kewirausahaan.

Tujuan

Memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan dan pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi dan ketrampilan dalam bidang kesehatan yang dapat menjadi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara.

Alat & Bahan

ALAT : 1. Materi SBH 2. LCD dan Laptop BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

1.

Persiapan

Petugas UKBM berkoordinasi dengan instruktur saka mengenai jadwal pembinaan. (setiap kali pertemuan 2 materi)

Instruktur saka mempersiapkan materi.

Mempersiapkan alat peraga/penyuluhan

Menyiapkan absensi peserta

Calon anggota Saka dibina di aula Puskesmas (menyesuaikan) 2. Pelaksanaan

 Perkenalan diri

Mengemukakan maksud dan tujuan

Menjelaskan point-point isi penyuluhan

Menyampaikan penyuluhan dengan suara jelas dan irama yang tidak membosankan

Tujukan tatapan mata pada setiap pendengar dan tidak tetap duduk di tempat

Selingi dengan humor segar / permainan sederhana

Pergunakan bahasa sederhana

Ciptakan suasana relax ( santai ), pancinglah pendengar agar turut berpartisipasi

Sediakan waktu untuk tanya jawab

Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan meyakinkan

Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan

a. Tutuplah penyuluhan anda dengan mengucapkan terima kasih Unit terkait 1. Instruktur Saka2. Anggota SBH

(16)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PEMBENTUKAN SAKA BAKTI HUSADA (SBH)

PEMBENTUKAN SAKA BAKTI HUSADA (SBH)

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

SBH merupakan salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dan mengebangkan lapangan pekerjaan di bidang kewirausahaan.

Tujuan

Agar para anggota Gerakan Pramuka :

a) Memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman dalam bidang kesehatan, khususnya tentang : 1) Lingkungan sehat, 2) Keluarga sehat, 3) Penanggulangan penyakit, 4) Gizi, 5)Obat, dan 6) PHBS;

b) Mampu memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang kesehatan kepada para anggota Pramuka di gugus depan (gudep) masing-masing; c) Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat serta menjadi contoh bagi teman

sebaya, keluarga dan masyarakat di lingkungannya; serta

d) Mau dan mampu menyebarluaskan informasi tentang kesehatan kepada masyarakat.

Alat & Bahan

ALAT : 1. Materi SBH 2. LCD dan Laptop BAHAN : - ATK Instruksi Kerja

1. Petugas UKBM berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas, pemegang program , Ketua Kwartir dan Pembina Pramuka Kecamatan mengenai sosialisasi SBH. 2. Menentukan sasaran sosialisasi, beberapa gudep di kwarran atau kwarcab

yang terdiri dari Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (usia 16 sampai 25 tahun) yang mempunyai minat dan bakat di bidang kesehatan.

3. Membuat undangan untuk sasaran yang sudah ditentukan

4. Pelaksanaan sosialisasi SBH oleh Puskesmas dan Kwarran pada sasaran sosialisasi yang sudah ditentukan.

5. Menjaring peserta yang bersedia dan menyatakan keinginan untuk menjadi anggota SBH secara sukarela dan tertulis, bagi calon anggota SBH yang belum menjadi anggota Gerakan Pramuka harus bersedia menjadi anggota gudep Gerakan Pramuka setempat, dan calon anggota SBH tidak sedang menjadi salah satu anggota Saka lain.

6. Memperkenalkan instruktur SBH yang nantinya akan melatih calon anggota SBH sesuai dengan kridanya masing-masing.

Unit terkait 1. Instruktur Saka2. Anggota SBH

(17)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PELANTIKAN ANGGOTA SAKA BAKTI HUSADA (SBH)

PELANTIKAN ANGGOTA SAKA BAKTI HUSADA (SBH)

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

SBH merupakan salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dan mengebangkan lapangan pekerjaan di bidang kewirausahaan.

Tujuan

Agar para anggota Gerakan Pramuka :

a) Memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman dalam bidang kesehatan, khususnya tentang : 1) Lingkungan sehat, 2) Keluarga sehat, 3) Penanggulangan penyakit, 4) Gizi, 5)Obat, dan 6) PHBS;

b) Mampu memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang kesehatan kepada para anggota Pramuka di gugus depan (gudep) masing-masing; c) Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat serta menjadi contoh bagi teman

sebaya, keluarga dan masyarakat di lingkungannya; serta

d) Mau dan mampu menyebarluaskan informasi tentang kesehatan kepada masyarakat.

Alat & Bahan

ALAT :

1. Bendera Merah Putih, Bendera Pramuka, dan Bendera SBH 2. Alat Peraga P3K

3. Materi soal ketrampilan krida BAHAN :

- ATK

Instruksi Kerja

1. Puskesmas berkoordinasi dengan Ketua Kwartir dan Pembina Pramuka Kecamatan mengenai pelantikan SBH.

2. Bersama-sama menentukan rute penjelajahan sebelum upacara pelantikan, dibagi menjadi 3 pos.

3. Mempersiapkan alat dan bahan.

4. Instruktur Saka membagi diri dalam 3 pos penjelajahan untuk memberi tes / ujian pada calon anggota.

5. Pada saat pelaksanaan anggota dibagi menjadi beberapa kelompok, 1 kelompok terdiri dari 5 orang dan mempersiapkan yel-yel masing-masing. 6. Setelah semua kelompok smpai di finish maka upacara pelantikan anggota

SBH dilaksanakan, dibimbing oleh pembina Pramuka Kecamatan. 7. Instruktur upacara dipimpin oleh Ketua Kwarran.

8. Setelah upacara selesai para anggota SBH diberikan kesempatan untuk memilih krida yang diminati.

9. Setelah menentukan masing-masing krida maka dibuat jadwal materi mendalam mengenai krida yang sudah dipilih dan dibimbing langsung oleh instruktur masing-masing krida.

10. Penutup. Unit terkait 1. Instruktur Saka2. Anggota SBH

(18)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PELAKSANAAN POSYANDU BALITA

PELAKSANAAN POSYANDU BALITA

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Merupakan salah satu bentuk UKBM yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Tujuan

Memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan AKI & AKB, meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.

Alat & Bahan

ALAT :

1.

Register ibu hamil, bayi, dan balita.

2.

Lembar SKDN

3.

Dacin, timbangan dewasa, pengukur tinggi dan panjang badan,

tensimeter, stetoskop

4.

ATK

5.

Buku bantu

6.

Alat suntik

7.

KMS

8.

Meja kursi BAHAN : 1. Vaksin 2. PMT 3. Obat-obatan Instruksi Kerja

a. Dilaksanakan 1 bulan sekali.

b. Bidan desa mengambil vaksin di Puskesmas melalui petugas imunisasi dengan membuat permintaan kebutuhan vaksin sesuai dengan sasaran.

c. Vaksin dari Puskesmas dibawa ke Posyandu dengan menggunakan termos vaksin.

d. Bidan desa menuju Posyandu.

e. Pelayanan dilaksanakan dengan sistem 5 meja secara berurutan : 1) pendaftaran ibu hamil, bayi, balita, dan CPW; 2) penimbangan; 3) pencatatan / pengisian KMS; 4) pemberian PMT dan penyuluhan oleh kader; 5) pelayanan oleh petugas kesehatan, antara lain : imunisasi, pemberian Vit A, pemeriksaan bumil, pelayanan KB.

f. Kader kunjungan rumah pada bumil, bayi, balita yang tidak hadir di Posyandu, dan memotivasi untuk hadir pada Posyandu bulan depan.

g. Koordinasi bidan desa dengan kader Posyandu mengenai rencana kegiatan bulan depan, termasuk perencanaan PMT.

h. Pembagian tugas kader untuk pelaksanaan Posyandu bulan berikutnya. i. Membuat laporan kegiatan.

Unit terkait

1. Bidan Desa 2. TP PKK Desa

3. Kader Posyandu Balita 4. Pemegang program imunisasi 5. Pamong desa

(19)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PELAKSANAAN POSYANDU LANSIA

PELAKSANAAN POSYANDU LANSIA

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Merupakan salah satu bentuk UKBM yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan,

Tujuan

1. Memberdayakan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan kepada lansia yang mengutamakan aspek promotif dan preventif.

2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.

Alat & Bahan

ALAT :

1. Register lansia 2. KMS lansia

3. BPPK (Buku Pedoman Pengelolaan Kesehatan) usia lanjut 4. Buku kegiatan

5. Timbangan dewasa, mikrotoa, tensimeter, stetoskop 6. Hb Sahli / Talquist, Combour Test

7. Meja kursi 8. Leaflet, poster 9. Lembar rujukan 10. ATK

Instruksi Kerja

a. Dilaksanakan 1 bulan sekali. b. Perawat desa menuju Posyandu.

c. Pelayanan dilaksanakan dengan system 5 meja secara berurutan : 1) pendaftaran lansia; 2) pencatatan kegiatan, penimbangan dan pengukuran TB ; 3) pengukuran tekanan darah, pemeriksaan status kesehatan, pemeriksaan status mental; 4) pemeriksaan Hb, urine, dan gula darah; 5) penyuluhan dan konseling.

d. Kader kunjungan rumah pada lansia yang tidak hadir di Posyandu, dan memotivasi untuk datang pada Posyandu bulan depan.

e. Koordinasi perawat desa dengan kader Posyandu lansia mengenai perencanaan kegiatan bulan depan.

f. Pembagian tugas kader untuk pelaksanaan Posyandu bulan berikutnya. g. Membuat laporan.

Unit terkait

1. Perawat Desa 2. TP PKK Desa

3. Kader Posyandu Lansia 4. Pamong desa

(20)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PELAKSANAAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR

PELAKSANAAN POSBINDU PTM

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

Merupakan wadah peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut faktor resiko tinggi PTM secara mandiri dan berkesinambungan.

Tujuan Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor resiko PTM.

Alat & Bahan

ALAT :

1. Buku register dan buku kegiatan 2. KMS

3. Tensimeter, stetoskop, timbangan ………., Laboratorium sederhana, mikrotoa, meteran

4. ATK

Instruksi Kerja

a. Dilaksanakan max 3 bulan sekali, sesuai kesepakatan bersama. b. Perawat dan bidan desa menuju Posbindu.

c. Kegiatan sebelum pemeriksaan : senam bersama, demo makanan sehat, ceramah agama.

d. Sambil menunggu giliran pemeriksaan, kader melakukan penyuluhan kelompok serta memberikan lembar wawancara / KMS untuk diisi peserta. e. Pelayanan dilaksanakan dengan system 5 meja secara berurutan : 1)

registrasi, pemberian nomor urut, serta pencatatan hasil pengisian KMS factor resiko PTM ke buku pencatatan oleh kader ; 2) wawancara oleh kader; 3) pengukuran TB, BB, IMT, lingkar perut, analisa lemak tubuh; 4) pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol total, trigliserida, IVA, dll; 5) indentifikasi factor resiko PTM, konseling / edukasi, serta tindak lanjut lainnya.

Unit terkait

1.

Bidan Desa

2.

Perawat Desa

3.

TP PKK Desa 4. Kader Posbindu 5. Pamong desa 6. Petugas Promkes

(21)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PEMBENTUKAN POS KESEHATAN PESANTREN (POSKESTREN)

PEMBENTUKAN POSKESTREN

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

Merupakan salah satu wujud UKBM di lingkungan Pondok Pesantren, dengan prinsip dari, oleh, dan untuk warga Pondok Pesantren yang mengutamakan pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dengan binaan Puskesmas setempat.

Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan dan derajat kesehatan di lingkungan Pondok Pesantren.

Alat & Bahan

ALAT : 1. ATK 2. Laptop 3. LCD Proyektor BAHAN :

1.

Materi Poskestren Instruksi Kerja

1. Petugas UKBM berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan pimpinan Ponpes.

2. Bersama-sama melakukan musyawarah pembahasan kesehatan di Ponpes. 3. Sosialisasi Poskestren, pembentukan struktur organisasi Poskestren,

pembuatan SK Kepengurusan Poskestren.

4. SMD (Survei Mawas Diri) di Pondok Pesantren oleh santri Husada. 5. Pelaksanaan Poskestren Unit terkait 1. Kepala Puskesmas 2. Kepala Desa 3. Pimpinan Ponpes 4. Petugas UKBM 5. Santri

(22)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

SURVEY MAWAS DIRI PONDOK PESANTREN

SURVEY MAWAS DIRI PONDOK PESANTREN

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian

Kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masyarakat tentang masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader Poskestren dan pengurus Pondok Pesantren dibawah bimbingan pimpinan Ponpes dan petugas kesehatan (petugas Puskesmas, Bidan & Perawat di Desa)

Tujuan

 Dilaksanakannya pengumpulan data, masalah kesehatan, lingkungan dan

perilaku.

 Mengkaji dan menganalisis masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku yang paling menonjol di Ponpes.

 Mengiventarisasi sumber daya masyarakat Ponpes yang dapat mendukung

upaya mengatasi masalah kesehatan.

 Diperolehnya dukungan pimpinan Ponpes dalam pelaksanaan penggerakan dan

pemberdayaan masyarakat di Ponpes.

Alat & Bahan

ALAT : 1. Daftar sasaran 2. Blanko survei 3. ATK BAHAN : Instruksi Kerja

a) Dilaksanakan 3 bulan sekali. b) Advokasi ke pimpinan Ponpes. c) Persiapan

o Menyusun daftar pertanyaan :

1) Berdasarkan prioritas masalah yang ditemui di Puskesmas & Ponpes (data sekunder)

2) Dipergunakan untuk memandu pengumpulan data

3) Pertanyaan harus jelas, singkat, padat & tidak bersifat mempengaruhi responden

4) Kombinasi pertanyaan terbuka, tertutup dan menjaring 5) Menampung juga harapan masyarakat Ponpes

o Menyusun lembar observasi (pengamatan) untuk mengobservasi lingkungan Ponpes.

o Menentukan Kriteria responden. d) Pelaksanaan:

o Pelaksanaan interview/wawancara terhadap Responden o Pengamatan terhadap lingkungan Ponpes

e) Tindak lanjut

o Meninjau kembali pelaksanaan SMD,

o Merangkum, mengolah & menganalisis data yang telah dikumpulkan o Menyusun laporan SMD, sebagai bahan untuk MMD

f) Pengolahan data

Unit terkait

1. Kader Santri Husada 2. Pimpinan Ponpes 3. Kepala Puskesmas 4. Petugas UKBM

(23)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

KEGIATAN POSKESTREN

KEGIATAN POSKESTREN

NO. DOK :

NO. REVISI :

HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :

MENGETAHUI

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN MALANG

Pengertian Upaya pencegahan penyakit di lingkungan Ponpes guna untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Ponpes. Tujuan

 Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Ponpes  Menerpkan PHBS Ponpes

 Menanggulangi masalah kesehatan di Ponpes secara dini  Meningkatkan pengetahuan kesehatan di lingkungan Ponpes.

Alat & Bahan

ALAT : 1. ATK 2. Meja kursi 3. Tensimeter, stetoskop 4. Laptop 5. LCD Proyektor 6. Leaflet 7. Poster 8. Flipchart

9. Timbangan dewasa, mikrotoa BAHAN :

1. Obat-obatan (apabila ada petugas kesehatan di Ponpes)

Instruksi Kerja

1. Pelaksanaan sesuai dengan kebutuhan masing-masing Ponpes.

2. Tempat kegiatan untuk Poskestren bisa di : ruang kantor, ruang serbaguna, masjid, dan mushola.

3. Kegiatan di Poskestren antara lain :

a. Penyuluhan kesehatan di kawasan Ponpes oleh petugas kesehatan.

b. Upaya pencegahan penyakit (kerja bakti, olahraga teratur, dll) oleh seluruh warga Ponpes.

c. Melakukan SMD Perorangan (fisik) oleh Santri Husada.

d. Melakukan pencatatan kegiatan Poskestren oleh Santri Husada. e. Santri Husada memberi laporan hasil kegiatan pada petugas UKBM.

Unit terkait

1. Kader Santri Husada 2. Pimpinan Ponpes 3. Kepala Puskesmas 4. Petugas UKBM

Referensi

Dokumen terkait

Penyelenggaraan  Kegiatan  Poskesdes  secara  rutin  dilaksanakan  oleh  kader  kesehatan  dan  tenaga  kesehatan  yang  ada  di  desa  tersebut  dengan 

1) Memberikan pelatihan dan bimbingan teknis konstruksi secara sederhana kepada kader teknik dan masyarakat sesuai dengan kondisi kekhususan setempat. Kader teknik dan tim

Kader adalah warga masyarakat pada tempat yang dipilih atau dituju oleh masyarakat, dengan kata lain kader kesehatan merupakan wakil dari warga setempat untuk membantu

Pengkajian adalah upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh

Memotivasi tokoh masyarakat dalam pembentukan kader kesehatan atau pembentukan kelompok yang peduli terhadap kesehatan. Membentuk jejaring dalam pembentukan PHBS di

Mengingat kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditunjuk oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela, maka kader kesehatan merupakan perwujudan peran

Disamping data di atas perlu juga diperhatikan, bahwa masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi perlu dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain masalah perilaku

Pengkajian adalah upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh