Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat pada setiap penduduk agar mempunyai kesehatan yang optimal. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Puskesmas menyelenggarakan fungsi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (CHE) tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Individu (IHE) tingkat pertama di wilayah kerjanya secara terpadu dan berkelanjutan.
Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan upaya pembangunan kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan masyarakat yang esensial meliputi 1) pelayanan promosi kesehatan, 2) pelayanan kesehatan lingkungan, 3) pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana, 4) pelayanan gizi, 5) pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit. Upaya kesehatan masyarakat pembangunan adalah upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang bersifat inovatif dan/atau perluasan dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja, dan potensi sumber daya yang tersedia di setiap Puskesmas.
Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dilaksanakan dalam bentuk 1) pelayanan rawat jalan, 2) pelayanan gawat darurat, 3) pelayanan siang hari, 4) pelayanan di rumah, dan/atau 5) rawat inap berdasarkan pertimbangan pelayanan kesehatan khusus. Perencanaan Puskesmas mencakup seluruh kegiatan yang termasuk dalam Upaya Kesehatan Esensial, Upaya Kesehatan Pembangunan, dan Upaya Kesehatan Penunjang. RUK yang disusun dibahas dengan Dinas Kesehatan Kabupaten, diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.
Sumber pendanaan Puskesmas, selain anggaran daerah (DAU), berasal dari pusat yang dialokasikan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten.
PERSIAPAN
ANALISIS SITUASI
Data umum
Peta wilayah kerja dan fasilitas pelayanan, data wilayah meliputi luas wilayah, jumlah desa/dusun/RT/RW, jarak desa ke Puskesmas, waktu tempuh ke Puskesmas. Data kependudukan dan tujuan program meliputi: jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur (sesuai tujuan program), pekerjaan sosial ekonomi, pendidikan, keluarga miskin (persentase di setiap desa/kelurahan). Data tersebut diperoleh dari kantor kelurahan/desa, kantor kecamatan dan data nilai sasaran dari dinas kesehatan kabupaten/kota.
Data sekolah dapat diperoleh dari dinas pendidikan setempat, antara lain jenis sekolah yang tersedia, jumlah siswa, klasifikasi sekolah UKS, jumlah dokter junior, jumlah guru UKS, dll. Data kesehatan lingkungan meliputi rumah sehat, tempat produksi makanan/minuman, tempat umum, tempat pembuangan sampah, fasilitas air bersih, kamar mandi keluarga, dan sistem pembuangan limbah.
Data Khusus
Data sekolah dapat diperoleh dari dinas pendidikan setempat, antara lain jenis sekolah yang tersedia, jumlah siswa, klasifikasi sekolah UKS, jumlah dokter junior, jumlah guru UKS, dll. p.. Data kesehatan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas. Untuk memperoleh informasi sebagai dasar penyusunan Rencana Puskesmas, dilakukan analisis terhadap data Puskesmas, berdasarkan hasil analisis perhitungan ICS dan data kesehatan lain yang berhasil dikumpulkan. Menggambarkan/menjelaskan data yang terdapat pada tabel sesuai dengan ciri-ciri data yang ditampilkan, meliputi nilai mean, nilai minimum dan maksimum, serta nilai kuartil.
Analisis tren merupakan suatu metode analisis yang bertujuan untuk membuat perkiraan atau prediksi mengenai masa depan. Dari analisis berdasarkan kelompok demografi (jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan) dapat dilihat perbandingan kejadian pada masing-masing kelompok sehingga dapat diketahui kelompok mana yang lebih berisiko. Secara khusus, dengan tersedianya data kesehatan yang terpilah berdasarkan jenis kelamin, kita dapat membandingkan tingkat kesehatan, upaya kesehatan, dan sumber daya kesehatan antara laki-laki dan perempuan.
Analisis hubungan antar program, misalnya KIA dan Imunisasi (cakupan TT 2-5 dengan cakupan K4 dan temuan TN; cakupan KN1 dengan cakupan HB0). Dari beberapa metode analisis di atas dapat dihasilkan suatu gambaran analitis yang merupakan interpretasi terhadap data atau keadaan yang dianalisis. Survei pendahuluan merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi kondisi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Tahapannya dimulai dari pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan dan penyajian data permasalahan dan peluang yang ada, serta membangun konsensus dengan masyarakat dan kepala desa/kecamatan, untuk bersama-sama mengatasi tantangan kesehatan masyarakat. Instrumen SMD/CSS disusun oleh Puskesmas berdasarkan permasalahan yang dihadapi Puskesmas dan perlu diatasi. Kondisi rumah, ketersediaan air bersih layak konsumsi, cakupan jamban sehat, sarana pembuangan air limbah (SPAL) di rumah tangga;
IDENTIFIKASI MASALAH
MENETAPKAN URUTAN PRIORITAS MASALAH
Urgensi, Keseriusan, Pertumbuhan (USG) adalah alat untuk menentukan prioritas permasalahan yang perlu diselesaikan. Seberapa mendesaknya suatu permasalahan untuk dibahas berkaitan dengan waktu yang tersedia dan betapa sulitnya tekanan waktu untuk menyelesaikan permasalahan yang menyebabkan permasalahan tersebut. Seberapa serius suatu permasalahan harus dibicarakan adalah berkaitan dengan akibat yang timbul akibat terlambatnya penyelesaian permasalahan yang menimbulkan permasalahan tersebut atau akibat yang menimbulkan permasalahan lain apabila permasalahan yang menimbulkan permasalahan tersebut tidak diselesaikan.
Harus dipahami bahwa dalam keadaan yang sama, suatu permasalahan yang dapat menimbulkan permasalahan lain adalah lebih serius dibandingkan permasalahan lain yang berdiri sendiri. Keparahannya dilihat dari dampak permasalahan terhadap produktivitas kerja, dampak terhadap keberhasilan, dan membahayakan sistem atau tidak. Seberapa besar kemungkinan masalah tersebut berkembang berkaitan dengan kemungkinan bahwa masalah yang menyebabkan masalah tersebut akan bertambah buruk jika dibiarkan.
MENCARI AKAR PENYEBAB MASALAH
Pohon Masalah (Problem Trees)
Identifikasi kategori penyebab utama dan tuliskan pada kotak di bawah ini dengan tanda panah menunjuk ke kotak masalah. Untuk setiap kemungkinan penyebab, cobalah membuat daftar sub-penyebabnya dan masukkan ke dalam kotak di bawah ini.
MENETAPKAN CARA PEMECAHAN MASALAH
Dilakukan untuk menghasilkan ide/pemikiran/pendapat terhadap suatu topik atau permasalahan tertentu dari setiap anggota tim dalam jangka waktu singkat dan bebas dari kritik. Jika ada beberapa anggota yang mendominasi, gunakan brainstorming yang terstruktur sehingga semua anggota mempunyai kesempatan yang sama. Jika dipilih secara terstruktur, anggota yang tidak menyatakan pendapat harus menyatakan “Lulus” secara bergantian dan kesempatan diberikan kepada anggota berikutnya.
Pedoman Perencanaan Puskesmas ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan dokumen Perencanaan Puskesmas.
PENDAHULUAN A. Latar belakang
TAHAP PENYUSUNAN PERENCANAAN PUSKESMAS A Persiapan
PENUTUP LAMPIRAN
Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV A. Penyusunan RKPD dan Renja-SKPD (sampai Draft Akhir) dan Penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas (Puskesmas) Pembentukan tim penyiapan Kabupaten RKPD/ Renja-SKPD. Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV 19.