• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Analisis Penimbangan Menggunakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Analisis Penimbangan Menggunakan"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

LAPORAN

FISIKA FARMASI

FISIKA FARMASI

P R O G R A M S T U D I D I I I - F A R M A S I P R O G R A M S T U D I D I I I - F A R M A S I F A K U L T A S I L M U K E S E H A T A N F A K U L T A S I L M U K E S E H A T A N U N I V E R S I T A S U N I V E R S I T A S M U H A M M A D I Y A H M U H A M M A D I Y A H P A L A N G K A R A Y A P A L A N G K A R A Y A

RIZQI CHAIRUNNISA

RIZQI CHAIRUNNISA

Fisika Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang Fisika Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang analisis kualitatif serta kuantitatif senyawa organik analisis kualitatif serta kuantitatif senyawa organik dan anorganik yang berhubungan dengan sifat dan anorganik yang berhubungan dengan sifat fisikanya

(2)

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUKURAN MASSA BAHAN DENGAN MENGGUNAKAN

NERACA ANALITIK & OHAUS

Diajukan untuk memenuhi laporan praktikum Fisika Farmasi yang telah dilaksanakan

Dosen Pengampu :

Mohammad Rizky Fadhil Pratama, S.Farm.,M.Si., Apt

Disusun Oleh : Rizqi Chairunnisa

14.71.015863

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA FAKULTAS ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI D3 FARMASI 2016

(3)

I. TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengetahui dan memahami cara pengoperasian alat ukur massa berupa neraca, baik neraca analitik maupun neraca ohaus. Selain itu, praktikan dapat lebih teliti dalam penggunaan neraca ohaus yang tingkat ketelitiannya di bawah neraca analitik, hal ini dilakukan dengan cara membandingkan penimbangan pada neraca ohaus dan penimbangan pada neraca analitik.

II. DASAR TEORI

Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran sejenis atau alat ukur yang ditetapkan sebagai satuan. Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, mempunyai nilai yang dapat dinyatakan dengan angka-angka dan memiliki satuan tertentu. Sedangkan satuan adalah pernyataan yang menjelaskan arti dari suatu besaran (Rully Bramasti dan Eko Sujatmiko, 2012).

Dalam ilmu terapan seperti kimia dan fisika, pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut (Melia, 2014).

Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat,  prinsip kerja atau proses berlangsungnya ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan

dapat dikenali berdasarkan namanya (Taiyeb, 2006).

Sifat-sifat zat biasanya dinyatakan dengan menggunakan tiga dimensi dasar yaitu  panjang, bobot, dan waktu. Masing-masing sifat ini menentukan satuan tertentu dan standar pembanding. Dalam sistem metrik, satuannya adalah centimeter (cm), gram (g), dan detik (s), karena itu sering disebut sistem cgs. Suatu standar pembanding adalah satuan dasar yang menghubungkan setiap besaran terukur dengan beberapa konstanta alami atau buatan secara keseluruhan (Sinko, 2006).

Massa adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau. Dalam kegunaan sehari-hari, massa  biasanya disinonimkan dengan berat. Namun, menurut pemahaman ilmiah modern, berat suatu objek diakibatkan adanya interaksi antara massa dengan medan gravitasi (JThorneBOT, 2015).

Satuan standar massa adalah kilogram (kg). Kilogram adalah massa balok  platinum-iridium yang disimpan di Bureau of Weights and Measures. Satuan praktis

(4)

Untuk menimbang obat dengan presisi dan akurat, farmasis harus memahami kesalahan yang selalu terjadi dalam mengoperasikan neraca. Neraca kelas A yang digunakan untuk meracik resep, hanya dapat digunakan jika dijaga dalam kondisi kerja yang baik dan dicek secara berkala untuk kesamaan panjang lengan, akurasi beam rider , dan kepekaan (Sinko, 2006).

 Neraca analitik merupakan suatu alat yang sering digunakan dalam laboratorium yang berfungsi menimbang bahan yang akan digunakan. Bahan yang ditimbang biasanya  berbentuk padatan, namun tidak menutup kemungkinan untuk menimbang suatu bahan yang berbentuk cairan. Neraca analitik yang digunakan dalam laboratorium merupakan instrumen yang akurat yang mempunyai kemampuan mendeteksi bobot pada kisaran 100 gram sampai dengan kurang lebih 0,0001 gram (Day R.A. dan Underwood A.L., 2002).

 Neraca analitik terdiri dari beberapa komponen, antara lain waterpass, piringan neraca, dan tombol pengaturan. Waterpass berfungsi sebagai penanda posisi neraca pada saat akan digunakan. Neraca harus dalam posisi yang seimbang pada saat  penggunaannya agar data yang dihasilkan akurat. Sedangkan piringan neraca merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai tempat bahan yang akan ditentukan massanya. Biasanya digunakan kaca arloji sebagai wadah bahan sebelum diletakkan pada piringan neraca terebut (Bahtiar, 2011).

Sedangkan neraca ohaus adalah neraca yang diperkenalkan oleh Gustav Ohaus yang merupakan seorang ilmuwan asal New Jersey, Amerika Serikat. Ilmuwan kelahiran 30 Agustus 1888 ini mempublikasikan Ohaus Harvard Trip Balance  pada tahun 1912 yang kemudian dikenal dengan neraca ohaus tersebut. Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam. Kapasitas beban yang ditimbang dengan menggunakan neraca ini adalah 311 gram dengan batas ketelitian 0,1 gram. Prinsip kerja neraca ini adalah dengan membandingkan antara massa bahan yang ditimbang dengan anak timbangan yang terukur. Neraca ohaus memiliki spesifikasi lagi seperti neraca ohaus dua lengan dan neraca ohaus tiga lengan. Pada neraca ohaus dua lengan terdapat dua lengan yang memiliki piringan neraca, pada lengan satu untuk meletakkan bahan yang akan ditimbang dan lengan lainnya untuk wadah anak timbangan. Sedangkan neraca ohaus tiga lengan adalah neraca yang hanya memiliki satu cawan sebagai tempat  bahan dan 3 lengan sebagai penunjuk skala (Putra, 2014).

(5)

III. METODE

Pada praktikum ini dilakukan penimbangan suatu bahan pada neraca ohaus dengan massa yang telah ditentukan yang dilanjutkan pada neraca analitik untuk membandingkan massa sebenarnya secara lebih tepat dan teliti.

IV. ALAT DAN BAHAN 4.1 Alat

4.1.1 Alumunium foil, berfungsi sebagai penutup atau alas dari suatu bahan. 4.1.2 Sendok tanduk, berfungsi untuk mengambil bahan-bahan berupa padatan.

4.1.3  Neraca ohaus, berfungsi sebagai neraca atau timbangan yang menunjukkan massa bahan secara manual.

4.1.4  Neraca analitik, berfungsi sebagai neraca atau timbangan yang menunjukkan skala massa suatu bahan secara akurat (Agoestia, 2012).

4.2 Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah amilum manihot (pati singkong) yang berfungsi sebagai bahan yang akan ditimbang dengan neraca ohaus dan neraca analitik sedangkan dalam dunia farmasi amilum berfungsi sebagai bahan  penyusun dalam serbuk awur dan sebagai bahan pembantu dalam pembuatan sediaan

(6)

V. CARA KERJA

5.1 Penimbangan Alumunium Foil dengan Neraca Analitik 

Hubungkan neraca digital dengan aliran listrik

Pastikan piringan neraca dalam keadaan bersih dan

menunjukkan angka 0 (nol)

Letakkan alumunium foil pada piringan neraca

Baca skala yang tertera pada

display 

 digital dalam skala

satuan gram

Catat hasil penimbangan alumunium foil tersebut

(7)

5.2 Penimbangan Amilum dengan Neraca Ohaus

Setarakan neraca yang akan digunakan

Pastikan piringan neraca dalam keadaan bersih

Letakkan anak timbangan 5 gram pada piringan

neraca sebelah kiri

Letakkan alumunium foil pada piringan neraca sebelah kanan

Tambahkan amilum pada alumunium foil dan angkat tuas

pada neraca hingga bobot amilum setara dengan anak

(8)

5.3 Penimbangan Amilum dengan Neraca Analitik 

Hubungkan neraca digital dengan aliran listrik

Pastikan piringan neraca dalam keadaan bersih dan

menunjukkan angka 0 (nol)

Letakkan alumunium foil dan amilum yang telah ditimbang sebelumnya pada piringan neraca

Baca skala yang tertera pada

display 

 digital dalam skala

satuan gram

Catat hasil

(9)

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1 Hasil Pengamatan

Data penimbangan yang diperoleh pada praktikum ini yaitu

No Penimbangan Massa

1 Alumunium Foil dengan Neraca Analitik 1,0923 g 2 Amilum dengan Neraca Ohaus 5 g

3 Amilum dengan Neraca Analitik 5,1420 g

6.2 Pembahasan

Definisi massa adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau. Dengan kata lain massa adalah ukuran banyaknya materi yang dikandung oleh suatu benda. Massa suatu benda dimanapun dinilai sama, oleh karena itu, massa tidak dipengaruhi oleh gravitasi  bumi. Berbeda dengan berat yang merupakan gaya yang disebabkan karena adanya interaksi antara massa suatu benda dengan gaya gravitasi sehingga berat suatu benda tidak akan sama atau dapat berubah sesuai dengan besarnya percepatan gravitasi di tempat benda tersebut berada. Selain itu, massa merupakan besaran skalar yang tidak terpengaruh oleh arah lain halnya dengan berat yang merupakan besaran vektor.

Sebagai seorang farmasis, pengukuran massa suatu bahan secara tepat sangatlah krusial dalam peracikan obat, hal ini disebabkan karena adanya dosis yang ingin dicapai namun tidak berlebihan. Dalam hal ini, pengukuran massa yang teliti menjadi tuntutan yang harus dipenuhi untuk mencapai keberhasilan terapi dari suatu obat sekaligus menghindari adanya efek yang tidak diinginkan karena kelebihan dosis dari obat tersebut.

Pengukuran massa suatu bahan dapat dilakukan dengan menggunakan neraca,  baik secara manual maupun digital. Dalam dunia farmasi neraca ohaus yang

merupakan neraca manual sudah tidak asing lagi, neraca ini berfungsi sebagai  penunjuk massa dengan membandingkan bahan yang ditimbang dengan anak timbangan yang diletakkan pada piringan neraca sesuai keperluan. Pada neraca ohaus tingkat ketelitiannya masih kurang akurat apabila dibandingkan neraca analitik yang merupakan neraca digital karena pada neraca digital tingkat kepekaan neraca lebih tinggi dengan display yang menunjukkan skala massa dari bahan yang

(10)

tetap diperhatikan dari segi kebersihannya, hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir kurangnya massa bahan yang ditimbang sehingga tidak sesuai dengan yang seharusnya. Selain itu, sebelum digunakan neraca harus dikalibrasi, yaitu telah diverifikasi secara akurasi bahwa neraca tersebut telah sesuai dengan rancangannya dan dalam kondisi yang baik, apabila suatu neraca telah dikalibrasi maka alat ukur ini ditempatkan pada suatu bidang datar yang posisinya tidak bergeser atau berubah untuk menjaga kesesuaian hasil.

Pada praktikum ini, praktikan menimbang suatu bahan pada neraca ohaus yang kemudian ditimbang kembali pada neraca analitik untuk membandingkan ketelitian dalam penimbangan secara manual dan digital. Bahan yang digunakan adalah amilum manihot atau pati singkong.

Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai wujud  penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan dalam  bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jari-jari teras,

kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi (Gunawan dan Sri Mulyani, 2004). Sebagai amilum normal, penggunaannya terbatas dalam industri farmasi. Hal ini disebabkan karakteristiknya yang tidak mendukung seperti daya alir yang kurang  baik, tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai pengisi tablet bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai musilago, bahan  pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah (Anwar, 2004).

Mula-mula alumunium foil yang berfungsi sebagai alas saat penimbangan ditimbang terlebih dahulu dengan menggunakan neraca analitik. Penimbangan ini dilakukan dengan menghubungkan neraca pada aliran listrik lalu memastikan  piringan neraca dalam keadaan bersih dan skala menunjukkan angka nol (0). Kemudian alumunium foil tersebut diletakkan pada piringan neraca dan display skala menunjukkan massa alumunium foil yaitu 1,0923 gram. Selanjutnya alumunium dipindahkan pada piringan neraca ohaus lengan kanan yang kemudian  pada piringan neraca lengan kiri ditambahkan anak timbangan 5 gram. Kemudian

amilum manihot ditambahkan pada alumunium foil hingga massanya setara dengan anak timbangan pada lengan kiri, hal ini dipastikan dengan cara memutar tuas neraca

(11)

untuk dapat membandingkan ketelitian praktikan saat menimbang menggunakan neraca ohaus. Saat ditimbang pada neraca analitik, massa alumunium foil beserta amilum manihot tersebut adalah 5,1420 gram, dari skala ini sangat terlihat bahwa  praktikan tidak tepat menimbang 5 gram saat menggunakan neraca ohaus dan neraca

ini pun tidak mencapai ketelitian dari neraca analitik namun skala tersebut tidak terlalu jauh dengan pembulatan desimal yang masih dalam batas massa 5 gram.

Seperti yang telah disebutkan, seorang farmasis dituntut untuk teliti saat meracik suatu obat dan berkaitan dengan penimbangan dari suatu bahan yang  berpengaruh pada dosis yang diinginkan meskipun menggunakan neraca manual

(12)

VII. KESIMPULAN

Massa adalah ukuran banyaknya materi yang dikandung oleh suatu benda. Massa suatu benda dimanapun dinilai sama, oleh karena itu, massa tidak dipengaruhi oleh gravitasi bumi. Massa termasuk suatu besaran yang merupakan sesuatu yang dapat diukur, mempunyai nilai yang dapat dinyatakan dengan angka-angka dan memiliki satuan tertentu. Sedangkan satuan adalah pernyataan yang menjelaskan arti dari suatu  besaran. Pengukuran massa suatu bahan dapat dilakukan dengan menggunakan neraca,  baik secara manual maupun digital.

Pada neraca ohaus tingkat ketelitiannya masih kurang akurat apabila dibandingkan neraca analitik yang merupakan neraca digital karena pada neraca digital tingkat kepekaan neraca lebih tinggi dengan display yang menunjukkan skala massa dari  bahan yang ditimbang. Pada praktikum ini, bahan ditimbang pada neraca ohaus yang kemudian ditimbang kembali pada neraca analitik untuk membandingkan ketelitian dalam penimbangan secara manual dan digital. Bahan yang digunakan adalah amilum manihot atau pati singkong.

Mula-mula alumunium foil yang berfungsi sebagai alas saat penimbangan ditimbang terlebih dahulu dengan menggunakan neraca analitik dan diketahui massa alumunium foil yaitu 1,0923 gram. Selanjutnya alumunium dipindahkan pada piringan neraca ohaus kemudian amilum manihot ditambahkan pada alumunium foil hingga massanya setara dengan anak timbangan 5 gram. Namun, saat alumunium foil yang  berisi amilum manihot tersebut ditimbang kembali pada neraca analitik massa

alumunium foil beserta amilum manihot tersebut adalah 5,1420 gram, dari skala ini sangat terlihat bahwa praktikan tidak tepat menimbang 5 gram saat menggunakan neraca ohaus dan neraca ini pun tidak mencapai ketelitian dari neraca analitik namun skala tersebut tidak terlalu jauh dengan pembulatan desimal yang masih dalam batas massa 5 gram. Oleh karena itu, seorang farmasis dituntut untuk teliti saat meracik suatu obat dan  berkaitan dengan penimbangan dari suatu bahan yang berpengaruh pada dosis yang

(13)

VIII. DAFTAR PUSTAKA

Agoestia, N. (2012, Januari 29). Alat-Alat Laboratorium. Dipetik Januari 19, 2016, dari Blogspot: http://agoestiianeny.blogspot.co.id/

Anwar, E. (2004). Pemanfaatan Maltodekstrin Pati Terigu Sebagai Eksipien dalam Formula Sediaan tablet dan Niosom. Majalah Ilmu Kefarmasian, 34-36.

Bahtiar, H. (2011).  High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan Neraca  Analitik. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Day R.A. dan Underwood A.L. (2002).  Analisis Kimia Kuantitatif Edisi 6.  Jakarta: Erlangga.

Gunawan dan Sri Mulyani. (2004).  Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid 1.  Jakarta: Penebar Swadaya.

JThorneBOT. (2015, Maret 10).  Massa. Dipetik Januari 19, 2016, dari Wikipedia: http://id.m.wikipedia.org/

Melia. (2014). Laporan Praktikum Kimia Dasar. Pengenalan Neraca Di Laboratorium, 3.

Putra, F. A. (2014, November 19).  Alat Ukur Neraca.  Dipetik Januari 19, 2016, dari Wordpress: https://fauzanajiputra.wordpress.com/

Rully Bramasti dan Eko Sujatmiko. (2012). Fisika SMA/MA. Surakarta: Aksarra Sinergi Media.

Sinko, P. J. (2006). Martin Farmasi Fisika dan Ilmu Farmasetika Edisi 5. Jakarta: EGC. Taiyeb. (2006). Pengenalan Alat Laboratorium.  Makassar: Biologi FMIPA Universitas

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat melakukan starting tanpa mengguinakan inverter arus starting pada motor listrik 5 kali arus nominal sebesar 289 Amper, pada saat menggunakan inverter

Zainudin dan Hashim 2016 melakukan penelitian tentang deteksi kecurangan laporan keuangan dalam penelitiannya yang bertujuan dalam mendeteksi FFR pada financia statement menggunakan 5

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis optimisasi dan melakukan analisis sensitivitas pada laporan keuangan tahunan Bank National Nobu Tbk selama periode 5 tahun