PENENTUAN TINGKAT KEKERINGAN LAHAN BERBASIS ANALISA CITRA ASTER DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini adalah data sekunder berupa data curah hujan harian selama 20 tahun pada Stasiun Surabaya dan Stasiun Taba Mutung
menunjukkan bahwa sebesar 79% dari nilai kelengasan lahan lapangan dipengaruhi oleh kelengasan lahan model.Dengan demikian untuk menentukan kelengasan lahan di Kabupaten Tuban,
Untuk karakteristik DAS yang terdiri dari kemiringan lereng, jenis tanah dan curah hujan harian rata-rata pada setiap satuan lahan perlu diklisifikasikan dan diberi
Secara umum karakteristik wilayah dari kelas cukup rawan sampai sangat rawan kekeringan untuk bobot parameter sama dengan curah hujan musim kering adalah bentuk lahan dataran
Berdasarkan parameter yang akan diolah, pada penelitian ini dilakukan pengambilan data diantaranya curah hujan setiap bulan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014
Stasiun terluar Kabupaten Takalar yaitu Stasiun Bisolero dengan curah hujan tahunan rata- rata 3973 mm/tahun dan dari titik terluar terjadi ekstrapolasi sampai pada
menunjukkan bahwa sebesar 79% dari nilai kelengasan lahan lapangan dipengaruhi oleh kelengasan lahan model.Dengan demikian untuk menentukan kelengasan lahan di Kabupaten Tuban,
Analisa Hubungan Debit AWLR dengan curah hujan rerata daerah Rainfall Area Bulanan Gambar 8 menggambarkan bahwa pola curah hujan rerata daerah bulanan dengan data debit AWLR