• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDEKS TENDENSI KONSUMEN SUMATERA UTARA TRIWULAN III TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INDEKS TENDENSI KONSUMEN SUMATERA UTARA TRIWULAN III TAHUN 2015"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

No. 70/11/12/Thn. XVIII, 5 November 2015

I

NDEKS

T

ENDENSI

K

ONSUMEN

S

UMATERA

U

TARA

T

RIWULAN

III

T

AHUN

2015

A. Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan III Tahun 2015

 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2015 sebesar 102,17, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III tahun 2015 membaik dibandingkan dengan triwulan II tahun 2015. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen terutama didorong oleh meningkatnya tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan(nilai indeks 110,42).

 Dibandingkan dengan ITK triwulan II tahun 2015 yang mencapai 101,60 berarti tingkat optimisme konsumen pada triwulan III tahun 2015 lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II tahun 2015.  Responden yang menyatakan kondisi ekonomi membaik dibandingkan menurun mengalami perbedaan

sebesar 2,17 persen.

B. Perkiraan Ekonomi Konsumen Triwulan IV Tahun 2015

 Nilai ITK di Sumatera Utara pada triwulan IV tahun 2015 diperkirakan sebesar 96,37, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV tahun 2015 diperkirakan kurang membaik dengan tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan III tahun 2015. Hal ini disebabkan oleh kurang optimisnya pendapatan rumah tangga mendatang (nilai indeks sebesar 94,05).

I. Penjelasan Umum

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

Sebelum triwulan I tahun 2011, BPS hanya melaksanakan STK di wilayah Jabodetabek. Sejak triwulan I tahun 2011, pelaksanaan STK diperluas ke seluruh provinsi dengan jumlah sampel 10.865 rumah tangga, sedangkan triwulan III tahun 2015 jumlah sampel sebanyak 14.459 rumah tangga dan Sumatera

(2)

Utara berjumlah sampel 617 rumah tangga. Responden STK mulai triwulan I-2015 dipilih pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan “wealth index” dan merupakan sub-sampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan.

Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu. Pada saat yang sama juga dilakukan penyempurnaan kuesioner dan cara penghitungan indeksnya. Penyempurnaan kuesioner untuk penajaman variabel pembentuknya dan cakupannya (proksi yang lebih tepat), namun tidak merubah "nomenclatur" dari nama variabel pembentuk indeksnya. Kemudian cara penghitungan indeksnya, dari penyederhanaan cara penghitungan indeks sebelumnya dengan terminologi "Total Score" dengan skor jawaban 0, 1, dan 2 menjadi "Net Balance Score" dengan skor jawaban -1, 0, dan 1 menghasilkan angka indeks komposit yang sama.

II. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III Tahun 2015

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2015 sebesar 102,17 artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III tahun 2015 membaik dibandingkan dengan triwulan II tahun 2015. Nilai ITK triwulan III tahun 2015 tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ITK triwulan II tahun 2015 (nilai ITK 101,60), artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dengan tingkat optimisme konsumen pada triwulan II tahun 2015 lebih baik dibandingkan dengan triwulan II tahun 2015 (Tabel 1).

Bila dilihat dari variabel pembentuk ITK, membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III tahun 2015 terutama didorong oleh meningkatnya tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan (nilai indeks 110,42), dan pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi (nilai indeks 101,26).

Tabel 1.

Indeks Tendensi Konsumen Sumatera Utara menurut Variabel Pembentuknya Triw I-2015 s.d Trw III-2015

Variabel Pembentuk Indeks Tendensi Konsumen Triw I 2015 Triw II 2015 Triw III 2015 [1] [2] [3] [4]

Pendapatan rumahtangga kini 97,23 100,31 99,19 Pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi 105,45 102,15 101,26 Tingkat konsumsi bahan makanan, makanan jadi di restoran/rumah makan,

dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, komunikasi, kesehatan, rekreasi)

101,91 103,98 110,42

(3)

III. Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV Tahun 2015

Nilai ITK Sumatera Utara pada triwulan IV tahun 2015 diperkirakan sebesar 96,37, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV tahun 2015 diperkirakan kurang membaik dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 102,17). Perkiraan kurang membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV tahun 2015 disebabkan oleh kurang optimisnya pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 96,37).

Tabel 2.

Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Sumatera Utara menurut Variabel Pembentuknya Triwulan IV Tahun 2015

Variabel Pembentuk Indeks

[1] [2]

Perkiraan pendapatan rumahtangga mendatang 94,05

Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV, VCD/DVD Player, radio, Tape/Compo, komputer, HP, mebelair, kompor/tabung gas, kulkas, mesin cuci, oven/microwave, AC, perhiasan berharga, kendaraan bermotor, tanah, rumah), rekreasi, dan pesta/hajatan

100,41

Indeks Tendensi Konsumen Mendatang 96,37

IV. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi se-Sumatera

Jika dibandingkan dengan provinsi di Sumatera, nilai ITK Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2015 berada pada urutan keenam. Nilai tertinggi triwulan III tahun 2015 terjadi di Provinsi Aceh dengan nilai ITK sebesar 110,29 dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Barat dengan nilai ITK sebesar 100,61

Bila dibandingkan dengan Nasional, nilai ITK Provinsi Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2015 lebih rendah dari nilai ITK Nasional dengan nilai ITK sebesar 109,00, artinya: kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III tahun 2015 membaik namun tingkat optimisme konsumen Provinsi Sumatera Utara lebih rendah dari nasional.

(4)

Grafik 1

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III Tahun 2015 Provinsi se-Sumatera dan Nasional

Dibandingkan dengan provinsi di Sumatera, nilai ITK Sumatera Utara diperkirakan pada triwulan IV tahun 2015 berada pada urutan ketujuh (nilai ITK sebesar 96,37). Nilai tertinggi perkiraan triwulan IV tahun 2015 terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan nilai ITK sebesar 107,31 dan terendah terjadi di Provinsi Riau dengan nilai ITK sebesar 93,93.

Bila dibandingkan dengan Nasional, nilai ITK Provinsi Sumatera Utara perkiraan triwulan IV tahun 2015 lebih rendah dari nilai ITK nasional dengan nilai ITK sebesar 102,57, artinya: kondisi ekonomi konsumen triwulan IV tahun 2015 Provinsi Sumatera Utara diperkirakan kurang membaik sedangkan kondisi ekonomi konsumen Nasional membaik.

Grafik 2

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Perkiraan Triwulan IV Tahun 2015 Provinsi se-Sumatera dan Nasional

95,00 97,00 99,00 101,00 103,00 105,00 107,00 109,00

Aceh Sumsel Bengkulu Riau Babel Sumut Kepri Lampung Jambi Sumbar Nasional

110,29 102,17 100,61 109,00 83,00 88,00 93,00 98,00 103,00 108,00

Kepri Jambi Sumsel Aceh Babel Bengkulu Sumut Sumbar Lampung Riau Nasional

107,31

96,37

93,93

(5)

Tabel 3

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi se-Sumatera

Provinsi Triw III 2015 Perkiraan Triw IV 2015 [1] [2] [3] 1. Aceh 110,29 100,92 2. Sumatera Utara 102,17 96,37 3. Sumatera Barat 100,61 95,44 4. Riau 105,65 93,93 5. Jambi 101,02 102,32 6. Sumatera Selatan 107,31 101,70 7. Bengkulu 107,07 97,34 8. Lampung 101,34 94,99 9. Bangka Belitung 105,54 97,53 10. Kepulauan Riau 101,92 107,31 Nasional 109,00 102,57

(6)

BPS PROVINSI SUMATERA UTARA

Informasi lebih lanjut hubungi:

1. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (Ateng Hartono) 2. Kepala Bidang IPDS (Thomas Wunang Tjahjo)

3. Kepala Seksi Neraca Produksi (Sabar A. Harianja) 4. Kepala Seksi Neraca Konsumsi (Masta J. Gurning)

5. Kepala Seksi Analisis Statistik Lintas Sektor (Elly Suharyadi) 6. Kepala Seksi Diseminasi dan Layanan Statistik (Pendi Dewanto)

Telepon: 061-8452343 E-mail: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh tersebut menunjukan bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 < alpha 0,05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat

Pemecahan tekuk lateral torsi pada balok pelat badan kaku berpengaku vertikal dengan momen konstan dicoba menggunakan beda hingga.. Hasilnya

(Tiga ratus tiga puluh satu juta delapan ratus tujuh puluh ribu rupiah) Termasuk PPN 10%. Demikian agar saudara mengetahui dan atas perhatiannya diucapkan

(1992) Functional analysis of the transcriptional activator encoded by the maize B gene: evidence for a direct functional interaction between two classes of regulatory proteins,

Berdasarkan hasil evaluasi administrasi, teknis, evaluasi harga serta evaluasi penilaian kualifikasi penawaran oleh Pokja ULP Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan Jasa Konstruksi Dinas

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pengadaan Langsung Nomor : 10/Ba-HPL/Pgws PL-IV/BM/PUTR/VI/2017 Tanggal, 19 Juni 2017. Pembangunan jalan

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Bidang Bangunan

Taking into account proper safety procedures and just being aware of the dangers that exist with boating is imperative to having a safe