• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

UJI TOKSISITAS AKUT BIJI KAPULAGA

(Amomum cardamomum) BERDASARKAN

GAMBARAN HISTOPATOLOGI

GINJAL TIKUS WISTAR

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

ADLIAH FITHRI ANISA

G0014007

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Surakarta

(2)
(3)
(4)

iv

ABSTRAK

Adliah Fithri Anisa, G0014007, 2017. Uji Toksisitas Akut Biji Kapulaga (Amomum cardamomum) Berdasarkan Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Wistar. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Latar Belakang: Kapulaga salah satu tanaman yang termasuk ke dalam 9 besar rempah-rempah utama dunia yang secara empiris dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Untuk dapat digunakan sebagai obat, suatu bahan kimia harus aman bagi pengguna dan tidak merusak organ tubuh salah satunya ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji toksisitas akut biji kapulaga (Amomum cardamomum) berdasarkan gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar.

Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan pendekatan post test only control group design. Metode yang digunakan adalah OECD 420 (Fixed Dose Procedure). Sampel berupa tikus putih (Rattus novergicus) galur Wistar betina berumur 8-12 minggu, berat badan 120-180 gram dan sehat secara fisik maupun psikis. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini terdiri dari Uji Pendahuluan dan Uji Utama. Uji Pendahuluan menggunakan satu ekor tikus yang diberi ekstrak biji kapulaga dengan dosis awal 300 mg/kgBB dilanjutkan 2000 mg/kgBB dengan jarak 48 jam. Uji Utama terdiri dari kelompok kontrol (5 ekor tikus) dan kelompok perlakuan (4 ekor tikus + 1 ekor tikus dari Uji Pendahuluan). Tanda-tanda toksisitas akut pada hari pertama diamati setiap 30 menit hingga 4 jam, dan dilanjutkan setiap hari hingga 14 hari. Pada hari ke 15, tikus diterminasi dan diambil organ ginjalnya untuk dibuat preparat dengan pengecatan Hematoksilin Eosin. Pada setiap preparat tikus dilakukan pengamatan 30 glomerulus yang dipilih secara random dari 5 lapang pandang. Data rerata diameter glomerulus serta rerata jarak antara glomerulus dan kapsula Bowman dianalisis menggunakan Mann Whitney (α=0,05).

Hasil: Rerata diameter glomerulus pada kelompok K dan P berturut-turut sebesar 451,13±70,24; 446,15±74,50. Rerata jarak antara glomerulus dan kapsula Bowman berturut-turut sebesar 51,52±30,41; 54,45±31,19. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pada rerata diameter glomerulus (p=0,372) serta rerata jarak antara glomerulus dan kapsula Bowman (p=0,469).

Simpulan: Biji kapulaga (Amomum cardamomum) tidak berefek toksik akut berdasarkan gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar.

(5)

v

ABSTRAC

Adliah Fithri Anisa, G0014007, 2017. Acute Toxicity Test of Cardamom Seeds (Amomum cardamomum) Based on Kidney Histopathology of Wistar Rats. Mini Thesis. Faculty of Medicine, Sebelas Maret University, Surakarta.

Background: Cardamom is one of the plants that belongs to the top 9 of the world’s major spices that are empirically believed to be beneficial to health. To be used as a medicine, a chemical should be safe and not damage the body’s organs one of which is kidney. This experiment aims to determine the acute toxicity test of cardamom seeds (Amomum cardamomum) based on kidney histopathology of wistar rats.

Methods: This was an experimental study with post test only control group design. The method used is OECD 420 (Fixed Dose Procedure). Samples were female white Wistar rats, aged 8-12 weeks, weighed 120-180 grams each, healthy physically and psychologically. Sampling is done by Purposive Sampling technique. This study consists of sighting study and main study. The sighting study using one rat was given cardamom seeds extract at starting dose of 300 mg/kgBB followed by 2000 mg/kgBB with an interval of 48 hours. The main test consisted of the control group (5 rats) and the treatment group (4 rats + 1 rat from sighting study). Signs of acute toxicity on the first day were observed every 30 minutes to 4 hours, and continued every day up to 14 days. On the 15th day, rats were terminated and the kidney were removed to be made with the preparation of Hematoxilin Eosin. In each rat preparation, 30 glomerular observations were selected randomly from 5 fields of view. The mean data of glomerular diameter also the mean of distance between glomerulus and Bowman’s capsul were analyzed using Mann Whitney (α=0,05).

Results: The mean of glomerular diameter group of K and P were 451,13±70,24; 446,15±74,50. The mean of distance between glomerulus and Bowman’s capsul were 51,52±30,41; 54,45±31,19. Mann Whitney test results showed no significant difference in the mean of glomerular diameter (p=0,372) and the mean of distance between glomerulus and Bowman’s capsul (p=0,469).

Conclusion: Cardamom seeds (Amomum cardamomum) did not have acute toxic effect based on kidney histopathology of Wistar rats.

(6)

vi

PRAKATA

Puji syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan ridha-Nya Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Uji Toksisitas Akut Biji Kapulaga (Amomum cardamomum) Berdasarkan Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Wistar.”.

Dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini, Penulis banyak mendapatkan pengarahan, bimbingan, bantuan, serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

2. Tim Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang telah membantu kelancaran pembuatan skripsi ini.

3. Ratih Dewi Yudhani, dr., M.Sc. selaku Pembimbing Utama yang telah banyak memberikan waktu, pengarahan, bimbingan, masukan, dan motivasi kepada Penulis.

4. Riza Novierta Pesik, dr., M.Kes. selaku Pembimbing Pendamping yang telah banyak memberikan waktu, pengarahan, bimbingan, masukan, dan motivasi kepada Penulis.

5. Dr. Setyo Sri Rahardjo, dr., M.Kes. selaku Penguji yang telah banyak memberikan masukan, nasihat, koreksi, saran dan dukungan.

6. Novan Adi Setyawan, dr. selaku konsultan patologi anatomi yang telah banyak membantu dalam melihat hasil pengamatan gambaran histopatogi ginjal tikus Wistar.

7. Ketua laboratorium dan seluruh staf Laboratorium Farmasi UGM, Laboratorium Patologi Anatomi FK UNS serta Laboratorium Histologi FK UNS untuk segala bantuan dan kemudahannya.

8. Kedua orang tua, Bapak Dr. Siswanto, DEA dan Ibu Ani Widowati, SE, serta kakak Ilham Nugroho W.K dan Gamma Irca Pradikta yang telah banyak memberi doa dan dukungan.

9. Sarah Azzahro, Rizka Hendriyani yang telah membantu jalannya penelitian, serta Aprilla, Faradiba, Muthia, dan Ina serta keluarga besar HMPD yang telah banyak memberi dukungan.

10. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Tak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan waktu, tenaga, maupun pengetahuan dari Penulis. Oleh karena itu, Penulis senantiasa menerima saran dan masukan untuk menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi ilmu kedokteran pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

(7)

vii

DAFTAR ISI

PRAKATA ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined. A. Latar Belakang Masalah ... Error! Bookmark not defined. B. Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined. C. Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. D. Manfaat Penelitian ... Error! Bookmark not defined. BAB II LANDASAN TEORI ... 5

A.Tinjauan Pustaka ... 5

1. Tanaman Kapulaga (Amomum cardamomum) ... 5

a. Morfologi Tanaman ... 5

b. Taksonomi Tanaman ... 6

c. Manfaat Tanaman ... 7

d. Kandungan Kimia ... 8

2. Toksisitas ... Error! Bookmark not defined. a. Definisi ... 9

b. Uji Toksisitas ... 10

c. Uji Toksisitas Akut Oral Metode OECD 420 ... 11

(8)

viii

b. Histologi Ginjal ... 18

c. Fisiologi Ginjal ... 20

d. Patologi Ginjal ... 21

4. Hubungan antara Toksisitas Biji Kapulaga (Amomum cardamomum)

dengan Gambaran Histopatologi Ginjal ... Error! Bookmark not defined.

B. Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined.

C. Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.

BAB III METODE PENELITIAN... Error! Bookmark not defined.

A. Jenis Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

B. Lokasi Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

C. Subyek Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

1. Populasi Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

2. Sampel Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

D. Rancangan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

E. Identifikasi Variabel Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

F. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

G. Instrumentasi Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

H. Cara Kerja ... Error! Bookmark not defined.

I. Alur Kerja Penelitian... Error! Bookmark not defined.

J. Teknik Analisis Data ... Error! Bookmark not defined.

BAB IV HASIL PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined.

A. Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

B. Analisis Data ... Error! Bookmark not defined.

BAB V PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not defined.

(9)

ix

A. Simpulan ... Error! Bookmark not defined.

B. Saran ... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR PUSTAKA ... Error! Bookmark not defined.

(10)

10

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Komposisi Senyawa dalam Minyak Atsiri Kapulaga ... ..9

(11)

11

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Biji kapulaga, Rimpang kapulaga, Daun kapulaga, Buah kapulaga..6

Gambar 2.2. Ginjal Manusia... 18

Gambar 2.3. Penampang Histologi Normal Ginjal ... 20

Gambar 2.4. Gambaran Glomerulus Ginjal Tikus Putih Betina pada Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Air Daun Katuk ... 23

Gambar 2.5. Glomerulus Atrofi dan Edema Glomerulus ... 24

Gambar 2.6. Skema Kerangka Pemikiran ... 25

Gambar 3.1. Rancangan Penelitian... 29

Gambar 3.2. Alur Kerja Penelitian ... 42

Gambar 4.1. Grafik Rerata Diameter Glomerulus ... 45

Gambar 4.2. Grafik Rerata Jarak antara Glomerulus dan Kapsula Bowman ... 46

(12)

12

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Alur Uji Pendahuluan pada Uji Toksisitas Akut Menurut OECD

420 ... 61

Lampiran 2. Alur Uji Utama pada Uji Toksisitas Akut Menurut OECD 420 .... 63

Lampiran 3. Gejala Klinis ... 65

Lampiran 4. Tabel Hasil Pengukuran Diameter Glomerulus ... 77

Lampiran 5. Tabel Hasil Pengukuran Jarak antara Glomerulus dan Kapsula Bowman ... 81

Lampiran 6. Hasil Uji Statistik Diameter Glomerulus serta Jarak antara Glomerulus dan Kapsula Bowman ... 83

Lampiran 7. Foto Preparat Histopatologi Ginjal ... 88

Lampiran 8. Foto Kegiatan ... 91

Lampiran 9. Surat Izin Penelitian ... 94

Lampiran 10. Ethical Clearance ... 95

Referensi

Dokumen terkait

Yang berada di lingkaran I sampai dengan V adalah kerjasama yang sudah dirintis dan program sudah tersusun, sedang yang berada diluar lingkaran I – V, tapi berada dalam lingkaran

Pengobatan rasional yaitu mensyaratkan bahwa pasien mendapatkan obat yang sesuai dengan kebutuhan klinik, dosis yang sesuai, dalam periode waktu yang memadahi, dan

dimaksudkan agar kaum perempuan yang terjerumus ke dalam tindakan tersebut tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Salah satu program pemberdayaan perempuan yang

6. Jika 27 gram Al direaksikan dengan 24 gram S, maka berdasarkan hukum Proust, pernyataan berikut yang benar adalah.. Jika dalam senyawa kalsium oksida terdapat 4 gram Ca

Menyongsong Akuntabilitas Desa: Studi Kesiapan Aparatur Dalam Pengelolaan Keuangan Desa Muhammad Asim Asy’ari Fakultas Ekonomi Universitas Trunojoyo Madura

P SURABAYA 03-05-1977 III/b DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUD Dr.. DEDI SUSILA, Sp.An.KMN L SURABAYA 20-03-1977 III/b ANESTESIOLOGI DAN

Masih sama dengan lembar data editor yang digunakan dalam uji validitas, kita lanjutkan uji reliabilitas dengan klik menu Analyze  Scale  Reliability Analysis... Blok

Terdapat dua hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam pada kedua entitas budaya tersebut, yaitu (1) pola pewarisan budaya melalui proses pembelajaran bertukar pengalaman