BAB VII
FORMULASI STRATEGI
7.1 Identifikasi Faktor-Faktor Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan, maka diperoleh beberapa faktor strategis internal yang berupa kekuatan dan kelemahan usaha di Perkebunan Tugu/Cimenteng PT Kaliduren Estates. Adapun faktor-faktor strategi internal yang menjadi kekuatan bagi perkebunan Tugu/Cimenteng sebagai berikut:
1. Perusahaan memiliki saluran distribusi yang baik& efektif biaya
Perusahaan memiliki saluran distribusi penjualan produk crumb rubber yang dihasilkan dengan langsung mengirimkan pesanan konsumen sesuai dengan jadwal dan sampai ketempat tujuan tepat waktu. Dengan jadwal produksi dan pesanan yang sesuai jadwal akan mengurangi biaya penyimpanan oleh perusahaan.
Penggunaan jasa distributor eksternal diluar perusahaan dipilih oleh PT Kaliduren Estates karena hal ini dianggap lebih efektif dan berbiaya lebih rendah dibandingkan dengan mengirimkan produk kepada konsumen menggunakan milik perusahaan. Perusahaan beranggapan mengirimkan produk kepada konsumen sendiri akan memakan biaya operasional seperti pembelian kendaraan truk, biaya BBM, serta biaya tenaga kerja lainnya. Hal ini juga didukung oleh faktor lokasi Perkebunan Tugu/Cimenteng yang jauh dari perkotaan sehingga akan meningkatkan biaya pengiriman. Penggunaan jasa distributor menekan biaya perusahaan karena perusahaan hanya membayar jasa pengiriman disertai dengan asuransi perjalanan yang ditanggung oleh distributor,sehingga faktor kerugian pada saat pengiriman produk crumb rubber kepada konsumen dapat diminimalisir.
2. Perusahaan menghasilkan produk yang baik dan berlabel SNI
Produk crumb rubber yang dihasilkan oleh PT Kaliduren Estates sudah memiliki kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan perusahaan selalu melakukan pengujian kulitas terhadap produk yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan crumb rubber sebelum dilabeli dan dikirim kepada konsumen melalui laboratorium yang dimiliki oleh perusahaan. Pengujian produk crumb rubber
yang dihasilkan mencapai 2 kali pengujian untuk memastikan bahwa produk yang diproduksi dan dikirim kepada konsumen memenuhi kriteria yang ditetapkan perusahaan.
Selain memiliki kualitas yang telah baik produk crumb rubber yang dihasilkan oleh PT Kaliduren Estates telah sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Hal ini dibuktikan dengan adanya daftar PT Kaliduren Estates dalam Lembaga Sertifikasi Produk Departemen Perdagangan Dan Perindustrian Republik Indonesia nomer SPPT 0200/W/VI/2008 dan SNI 06-1903-2000. Hal ini merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh PT Kaliduren Estates dibandingkan perusahaan pengolahan karet alam olahan lainnya di daerah Sukabumi yang belum memiliki hal serupa.
Produk crumb rubber yang telah sesuai dengan SNI memiliki keuntungan bagi perusahaan pengolahan karet alam olahan. Hal ini dikarenakan dengan adanya label tersebut perusahaan pengolahan karet alam olahan dapat mengekspor produknya keluar negeri. Selain itu keunggulan yang dimiliki oleh PT Kaliduren Estates ini menjadi jaminan kualitas bagi konsumen yang menggunakan produk crumb rubber tersebut.
3. Pelanggan yang memiliki loyalitas terhadap perusahaan
Loyalitas pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan suatu perusahaan. Dengan adanya loyalitas pelanggan akan menjamin adanya pasar bagi produk yang dihasilkan. Loyalitas pelanggan PT Kaliduren Estates dapat diukur dari frekuensi pemesanan kembali produk oleh pelanggan yang dimiliki oleh PT Kaliduren Estates. Saat ini PT Kaliduren Estates memiliki konsumen tetap yang loyal dan puas akan produk perusahaan. Hal ini dilakukan karena selalu memberikan pelayanan komplain dengan tanggap jika konsumen menemukan adanya produk yang cacat atau tidak sesuai dengan harapan konsumen. Selain itu, loyalitas pelanggan juga dapat menjadi suatu alat promosi untuk menarik pelanggan baru.
Loyalitas pelanggan ini dibutuhkan bagi perusahaan pengolah karet alam olahan seperti PT Kaliduren Estates. Persaingan dengan perusahaan sejenis yang memiliki produk dengan kualitas yang sama atau lebih baik dari crumb
rubber yang dihasilkan PT Kaliduren Estates tentunya akan memicu persaingan dalam memperebutkan pasar dan konsumen. Adanya loyalitas pelanggan dari konsumen PT Kaliduren Estates menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan sehingga perusahaan tidak akan takut untuk kehilangan konsumennya.
4. Perkebunan Tugu / Cimenteng menerapkan sistem pencatatan dan keuangan yang baik
Saat ini Perkebunan Tugu/Cimenteng melakukan pencatatan produksi, keuangan, dan pemasaran dengan baik, rapi, dan teratur. Pencatatan tersebut dilakukan oleh bagian produksi yang mencatat produksi harian, bulanan, tahunan lateks yang dihasilkan oleh pohon karet. Produk crumb rubber yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan juga dicatat dengan rapi dan teratur menggunakan computer. Bagian pemasaran juga mencatat pesanan oleh konsumen dan penjualan yang dilakukan setiap hari,setiap bulan,dan setiap tahun dengan baik.
Bagian keuangan melakukan pencatatan dan perhitungan keuangan perusahaan dengan menggunakan bantuan software Program Navision by Microsoft. Hal ini tentunya akan sangat membantu dalam melakukan pencatatan keuangan dan perhitungan akuntansi yang dilakukan oleh bagian keuangan perusahaan. Pencatatan keuangan yang baik juga akan membantu perusahaan untuk merencanakan keuangannya disaat yang akan datang ketika PT Kalidiuren Estates akan melakukan investasi jangka pendek ataupun jangka panjang.
5. Fasilitas Lab & RD
PT Kaliduren Estates Perkebunan Tugu/Cimenteng memiliki fasilitas laboratorium dan Research and Development sendiri. Fasilitas laboratorium tersebut digunakan untuk melakukan pengujian kualitas terhadap produk crumb rubber yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan karet crumb rubber. Kepemilikan fasilitas laboratorium dan RD sendiri ini sangat menguntungkan perusahaan dan mendukung kelancaran produksi crumb rubber sendiri dikarenakan setiap produk yang dihasilkan akan diuji pada laboratorium tersebut. Salah satu fungsi RD dilaksanakan pada Perkebunan Tugu/Cimenteng
dengan melakukan penelitian terhadap gangguan/hama yang menyerang tanaman karet sehingga dapat dicarikan solusi dan ditangani dengan cepat.
Faktor ini juga ditempatkan sebagai keunggulan perusahaan karena laboratorium PT Kaliduren Estates juga dipakai sebagai bahan rujukan oleh perusahan lain disekitar Perkebunan Tugu/Cimenteng untuk menguji kualitas produk crumb rubber yang dihasilkan oleh perusahaan mereka. Selain dari Sukabumi sendiri perusahaan diluar Sukabumi seperti Banten sering melakukan pengujian kualitas produk crumb rubber mereka pada laboratorium PT Kaliduren Estates.
Perusahaan yang tidak memiliki laboratorium sendiri tentunya akan kesulitan ketika perusahaan ingin mengontrol kualitas produk yang dihasilkannya. Penggunaan laboratorium dari pihak eksternal mengandung resiko karena pengawasan uji kualitas produk crumb rubber yang dihasilkan tidak dapat diawasi langsung oleh perusahaan.
6. Teknologi produksi pada pabrik pengolahan karet sudah modern
Pabrik yang dimiliki oleh PT Kaliduren Estates terbilang sudah menggunakan teknologi modern dalam proses produksinya. Hal ini dikarenakan teknologi produksinya menggunakan mesin mesin yang modern dan dioperasikan secara otomatis,walaupun tetap dioperasikan oleh pekerja yang bertanggung jawab terhadap setiap mesin. Contoh mesin modern yang digunakan ialah mesin penggiling remah otomatis, pisau schreder, mesin dryer remahan otomatis, mesin penimbang elektrik,pengemasan dan pengerpresan crumb rubber otomatis.
Perusahaan pengolahan karet alam yang memiliki fasilitas teknologi produksi yang sudah modern tentunya akan mengungguli perusahaan lain yang belum mempunyai teknologi tersebut. Hal ini dapat dilihat pada kualitas crumb rubber yang dihasilkan tentunya akan lebih baik, selain itu kapasitas produksinya tentu lebih besar dibandingkan perusahaan yang belum memiliki teknologi modern tersebut. PT Kaliduren Estates sudah memiliki keunggulan tersebut yang dapat menjadi kekuatan perusahaan.
7. Modal perusahaan yang besar
Modal yang dimiliki oleh perusahaan terbilang cukup besar. Hal ini dikarenakan karena PT Kaliduren Estates sudah melakukan investasi pada usaha pengolahan karet alam ini dengan sangat mahal. Pengkonversian tanaman karet dari perkebunan teh, pengadaan pabrik dengan mesin modern, pengadaan laboratorium, serta perekrutan tenaga tenaga ahli dan terampil merupakan investasi yang tidak sedikit membutuhkan biaya.
Selain hal tersebut diatas PT Kaliduren Estates merupakan perusahaan yang dikelola oleh perusahaan induknya yaitu PT.JA.Wattie yang merupakan perusahaan agribisnis perkebunan berskala nasional sehingga faktor modal merupakan salah satu keunggulan utama perusahaan.
8. Perkebunan Tugu / Cimenteng memiliki tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman
Tenaga kerja pada PT Kaliduren Estates merupakan tenaga ahli dan terampil yang memiliki kualifikasi sesuai dengan bidang yang ditekuni pada perusahaan. Afdeling perkebunan Tugu,Cimenteng,Cikuda merupakan lulusan S1 Jurusan Agronomi yang memiliki kemampuan ilmu dan teknik budidaya yang baik. Bagian keuangan yang rata-rata lulusan S1 merupakan salah satu indikator PT Kaliduren Estates memiliki tenaga kerja yang dapat dipertanggung jawabkan kualitasnya.
Tenaga kerja pada Perkebunan Tugu/Cimenteng juga merupakan tenaga kerja yang berpengalaman. Pimpinan kebun dan para manajer PT Kaliduren Estates merupakan tenaga kerja yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam menjalankan pekerjaan sebagai orang perkebunan. Mutasi kesetiap kebun yang dikelola oleh perusahaan PT.JA.Wattie yang tersebar di Indonesia yang dilakukan oleh pimpinan PT Kaliduren Estates merupakan salah satu indikator pekerja pada PT Kaliduren Estates memiliki pengalaman yang baik. Sedangkan kelemahan yang dimiliki PT Kaliduren Estates ialah :
1. Lokasi Perkebunan yang tidak strategis berakibat pada produk karet yang dihasilkan
Aksesibilitas lokasi perkebunan yang menjadi salah satu kelemahan yang dimiliki oleh PT Kaliduren Estates. Lokasi yang jauh di perbukitan dan kurang
strategis menjadi salah satu kekurangan perusahaan. Hal ini ditambah dengan akses jalan menuju lokasi perkebunan yang cukup sulit dan jalan yang rusak menjadi salah satu kendala perusahaan khususnya dalam hal pendistribusian. Pada jalur pendistribusian tersebut, produk yang didistribusikan dari perusahaan kepada konsumen mengakibatkan biaya operasional akan semakin tinggi. Selain faktor distribusi yang meningkatkan biaya, faktor lokasi yang kurang strategis ini mengakibatkan kepada kurang dikenalnya perusahaan oleh konsumen. Akibat dari lokasi perkebunan yang kurang strategis tersebut berakibat pada produk karet alam yang dihasilkan oleh PT Kalidure Estates. Lokasi yang berada pada topografi yang tidak cocok untuk perkebunan karet mengakibatkan pula waktu panen atau sadap yang lebih lama dari seharusnya.
Tanaman karet yang normal ialah tanaman karet yang tumbuh pada ketinggian 0-400 dpl. Sedangkan, Perkebunan Tugu/Cimenteng berada pada ketinggian 650-800 dpl. Hal ini berakibat pada tanaman karet yang dihasilkan oleh PT Kaliduren Estates yang tumbuh tidak normal. Pohon karet pada Perkebunan Tugu/Cimenteng tumbuh lebih lama dari seharusnya dan lebih kerdil pada dua tahun pertama tumbuh. Hal ini akan berakibat pada proses produksi karet tidak normal.
Karena faktor topografi ini juga perkebunan teh yang dimiliki oleh Perkebunan Tugu/Cimenteng mengalami kerugian pada tahun 1999. Tanaman teh yang idealnya ditanam pada ketinggian diatas 1000 dpl, ditanam pada Perkebunan Tugu/Cimenteng tersebut. Hasil tanaman yang tidak memuaskan dan harga jual yang turun akibat kualitas tanaman teh menyebabkan perusahaan merugi dan mengkonversi sebagian lahan perkebunan tehnya menjadi perkebunan karet.
Kondisi topografi yang tidak sesuai dengan tanaman karet normal tersebut menyebabkan penyadapan pohon karet pada PT Kaliduren Estates menjadi lebih lama dari seharusnya. Tanaman karet normal dapat disadap pada waktu 4-5 tahun setelah penanaman. Namun,pada perkebunan Tugu/Cimenteng tanaman karet baru dapat disadap/dipanen setelah 6-7 tahun. Hal ini mengakibatkan perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan karet alam (lump)
sendiri sehingga perusahaan harus memasok produk karet (lump) dari pemasok lain.
Produksi lateks segar harian Perkebunan Tugu/Cimenteng juga jauh dari rata-rata produk karet normal. Contohnya ialah rata-rata produksi lateks segar harian Afdeling Cikuda ialah 60 kg,sedangkan jika produk tanaman karet normal dapat menghasilkan 100 kg lebih lateks segar. Hal ini merupakan kelemahan utama bagi perusahaan yang harus ditemukan alternatif solusinya.
Kesesuaian topografi dan lingkungan perkebunan karet sangat menentukan keberhasilan dari suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan. Jika topografi perkebunan tidak cocok dengan produk yang dihasilkan tentunya akan merugikan perusahaan dari segi produksi atau panen yang akan mundur dari waktu yang seharusnya, ini juga akan berakibat pada biaya yang akan ditanggung oleh perusahaan akan semakin besar. Tanaman karet yang merupakan tipe tanaman tahunan tentunya harus direncanakan dengan baik oleh PT Kaliduren Estates agar tidak menimbulkan kerugian dimasa yang akan datang.
2. Kurang adanya promosi dan iklan dalam bidang pemasaran
Berdasarkan hasil wawancara dengan bagian pemasaran PT Kaliduren Estates,bagian pemasaran tidak melakukan strategi pemasaran spesifik untuk meningkatkan penjualan produk perusahaan. Perusahaan hanya menggunakan konsumen yang loyal terhadap perusahaan sebagai pasar yang dimasuki oleh produk PT Kaliduren Estates. Penggunaan media seperti internet juga belum dimiliki oleh perusahaan. Walaupun perusahaan pengelola PT Kaliduren Estates memiliki yaitu PT.JA.Wattie memiliki situs internet perusahaan,namun tidak menonjolkan PT Kaliduren Estates sebagai salah satu perusahaan yang memiliki produk crumb rubber unggulan.
PT Kaliduren Estates juga bergabung dalam Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), namun saat ini perusahaan belum menggunakan optimal pemasaran melalui organisasi tersebut.
7.2 Identifikasi Faktor-Faktor Peluang dan Ancaman Perusahaan
Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal perusahaan, maka diperoleh beberapa faktor strategis eksternal yang berupa peluang dan ancaman
usaha di Perkebunan Tugu/Cimenteng PT Kaliduren Estates. Adapun faktor-faktor strategi eksternal yang menjadi peluang bagi perkebunan Tugu/Cimenteng sebagai berikut:
1. Harga BBM yang saat ini stabil
Penurunan harga BBM dan cenderung stabil menjadi peluang bagi perusahaan untuk menurunkan biaya produksi dan biaya distribusi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Penggunaan jasa transportasi darat yang menggunakan bahan bakar tentunya sangat berpengaruh terhadap biaya operasional distribusi perusahaan.
Penggunaan bahan bakar solar pada pabrik pengolahan crumb rubber merupakan faktor produksi utama yang dibutuhkan oleh pabrik PT Kaliduren Estates selain bahan baku lump. Tentunya dengan penurunan harga solar tersebut akan menurunkan biaya produksi perusahaan.
2. Meningkatnya pertumbuhan penduduk Indonesia disertai peningkatan terhadap kendaraan bermotor
Jumlah penduduk Indonesia yang setiap tahun meningkat merupakan pasar potensial bagi peningkatan penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang pada tahun 2009 mencapai 231 jiwa merupakan peluang bagi peningkatan konsumsi kepemilikan kendaraan bermotor bagi setiap penduduk. Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia setiap tahun kepemilikan kendaraan bermotor naik signifikan. Hal ini berimbas pada kebutuhan ban untuk kendaraan bermotor tersebut. Hal ini merupakan peluang bagi perusahaan pengolahan karet alam olahan yang menjadi bahan baku pembuatan ban kendaraan bermotor.
3. Adanya stabilitas politik dan keamanan
Stabilitas politik dan keamanan merupakan peluang yang dirasakan perusahaan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha perkebunan secara umum. Dengan adanya kepastian keamanan perusahaan tidak akan takut akan terjadinya penjarahan terhadap tanaman perkebunan karet yang dimiliki.
Kepastian keamanan ini juga berdampak kepada kepercayaan konsumen asing terhadap kondisi dalam negeri yang kondusif. Hal ini tentunya akan
berakibat pada loyalitas konsumen asing tersebut dan tetap menggunakan produk crumb rubber perusahaan dalam negeri.
4. Perkembangan,kemajuan teknologi,produksi,pemasaran, serta transaksi keuangan
Kemajuan teknologi dalam segala bidang yaitu produksi, pemasaran, transaksi keuangan merupakan peluang yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan kekuatan perusahaan. Teknologi produksi pengolahan karet yang semakin modern disertai dengan penelitian tentang tanaman karet yang semakin banyak akan menjadi peluang perusahaan untuk tetap unggul dalam bidang produksi.
Dalam bidang pemasaran dan keuangan penggunaan teknologi internet sangat dirasakan manfaatnya terutama untuk pemasaran berupa e-commerce dan pada keuangan ialah pembayaran online sehingga memudahkan perusahaan dalam menerima pembayaran dari konsumen dan melakukan pembayaran terhadap setiap pemasok.
5. Hambatan masuk perusahaan baru besar
Hambatan untuk masuk bagi pendatang baru dalam industri pengolahan karet alam ialah tinggi sehingga ancaman pendatang baru cukup rendah. Hal ini dikarenakan dibutuhkan skala ekonomis yang beroperasi pada skala usaha yang besar. Setiap perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan industri karet harus dapat melakukan produksi semaksimal mungkin agar dapat tetap bersaing dengan perusahaan sejenis.
Selain hambatan dari segi skala ekonomis, modal yang dibutuhkan untuk masuk industri karet alam sangat besar. Hal ini sangat menyulitkan bagi perusahaan yang ingin memasuki industri karet alam. Modal yang besar terutama dalam hal pembukaan lahan, perawatan tanaman dan pembangunan pabrik pengolahan karet alam.
6. Kekuatan tawar menawar pemasok terhadap perusahaan rendah
Pemasok memiliki kekuatan tawar-menawar yang rendah karena PT Kaliduren Estates tidak bergantung hanya pada satu perkebunan tetapi juga pada perkebunan lainnya. Artinya jika bahan baku lump dan lateks yang dibeli dari satu perkebunan kurang memenuhi standar, baik dari segi harga, kualitas,
maupun kuantitas, maka perusahaan dapat membeli dari perkebunan yang lebih baik.
PT Kaliduren Estates memiliki pengalaman dan jaringan yang luas dalam bidang perkebunan karet alam. Hubungan yang baik dengan para pemasok serta kemampuan pemasok dalam memenuhi permintaan perkebunan Tugu/Cimenteng menjadi peluang bagi perusahaan untuk memaksimalkan biaya yang efektif dan efisien.
Sedangkan yang menjadi ancaman ancaman bagi perusahaan PT.Kalduren Estates ialah sebagai berikut:
1. Nilai Kurs Rupiah terhadap Dollar
Nilai tukar kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika yang cenderung menguat saat ini menjadi ancaman perusahaan terhadap permintaan produk crumb rubber dari konsumen terutama konsumen asing yang berasal dari Jepang dan Singapura. Dengan harga dalam negeri yang lebih mahal maka konsumen perusahaan asing akan membeli produk crumb rubber PT Kaliduren Estates dalam jumlah yang lebih kecil dari sebelum penguatan Rupiah terhadap Dollar Amerika. Konsumen berpotensi memilih perusahaan lain di luar Indonesia yang menawarkan harga lebih murah dalam Dollar Amerika dibanding harga yang ada pada PT Kaliduren Estates. Sehingga hal ini tentu saja akan menurunkan penerimaan perusahaan.
Faktor nilai tukar ini juga berpengaruh terhadap harga produk crumb rubber yang ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan menggunakan berdasarkan harga dunia yang diacu pada SOCOM dan TOCOM.
2. Turunnya harga minyak dunia
Harga minyak dunia sangat berpengaruh terhadap produk substitusi karet alam yaitu karet alam sintetis. Karet sintetis menggunakan minyak bumi sebagai bahan utama pembuatannya. Dengan turunnya harga minyak bumi akan berpengaruh terhadap penurunan biaya produksi karet sintesis dan akan menurunkan harga karet sintesis. Hal ini merupakan ancaman bagi industri pengolahan karet alam, seperti diketahui karet sintesis merupakan salah satu bahan baku pembuatan ban. Karet alam juga merupakan salah satu bahan baku
pembuatan ban sehingga dengan turunnya harga minyak dunia akan mengancam penggunaan karet alam olahan oleh perusahaan pembuat ban. 3. Semakin rusaknya hutan disekitar areal perkebunan
Hutan merupakan penyangga ekosistem alam dan berpengaruh terhadap perkebunan karet secara langsung. Jika hutan terganggu maka pertumbuhan karet Perkebunan Tugu/Cimenteng akan terganggu pula. Kerusakan hutan secara umum di Jawa Barat saat ini sangat mengganggu bagi kelestarian alam dan ekosistem di sekitar Perkebunan Tugu/Cimenteng. Kerusakan hutan tersebut berupa kebakaran hutan,pembalakan hutan,penggundulan hutan, perburuan liar, dll. Tentunya jika tidak ada upaya dari dinas kehutanan setempat untuk menanggulangi hal tersebut,akan sangat mengancam keberlangsungan usaha karet alam olahan PT Kaliduren Estates.
4. Kebijakan Perda tentang Pajak Produksi Hasil Perkebunan
Peraturan-peraturan tentang Pajak Produksi Hasil Perkebunan jumlahnya bervariasi sesuai dengan ketentuan masing-masing Pemda. Penetapan jumlah pajak produksi hasil perkebunan karet dapat merangsang pengembangan bisnis karet alam olahan ataupun menjadi penghambat. Selain Perda tentang pajak, beberapa perda lainnya yang berdampak negatif terhadap bisnis karet alam ialah retribusi pemakaian jalan. Saat ini masih banyak ditemukan pungutan pungutan liar pada saat pendistribusian produk ke daerah konsumen. Walaupun penetapan pajak produksi belum dirasakan oleh perusahaan namun tetap harus diwaspadai oleh perusahaan.
5. Persaingan dengan perusahaan sejenis
Disekitar Perkebunan Tugu/Cimenteng terdapat beberapa perkebunan karet yang bergerak dalam usaha pengolahan karet alam. Perkebunan tersebut ialah Perkebunan Wangun, Perkebunan Surangga, dan Perkebunan Bojong Asih. Masing masing perkebunan tersebut juga bergerak dalam usaha pengolahan karet alam, namun kualitas hasil karet alam olahan perkebunan pesaing Perkebunan Tugu/Cimenteng tidaklah sebaik produk yang dihasilkan oleh PT Kaliduren Estates.
Tingkat persaingan diantara perusahaan pengolahan karet alam dapat diatasi oleh perusahaan, jika strategi yang dijalankan memiliki keunggulan
kompetitif. Pada umumnya, persaingan yang diperebutkan adalah posisi di pasar dan market share, penguasaan saluran distribusi, pemasok, dan lainnya. Keunggulan dari crumb rubber yang diproduksi oleh PT Kaliduren Estates yaitu produk yang diolah dipabrik yang modern dan lulus uji laboratorium, proses distribusi yang memperhatikan kualitas produk, dan telah berlabel SNI dari Deperindag RI. Keunggulan produk tersebut merupakan cara untuk mengatasi persaingan yang kompetitif.
6. Produksi substitusi yaitu karet sintesis
Dalam industri ban, karet alam dan karet sintesis dapat bersifat sebagai barang komplementer ataupun barang substitusi. Karena kedua jenis karet ini adalah bahan baku dalam pembuatan ban yang memiliki kegunaan dan kelebihan masing-masing, dan sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat menghasilkan ban dengan bahan baku murni dari karet sintesis. Karet alam dan karet sintesis bersifat substitusi jika perusahaan ban akan menggunakan salah satu jenis karetnya lebih besar dalam hal presentae daripada komposisi normal yang disebabkan oleh perubahan harga relatif kedua jenis karet tersebut.
PT Kaliduren Estates harus mewaspadai ancaman dari produk substitusi tersebut yaitu produk karet sintesis.Faktor penurunan harga karet sintesis juga akan menyebabkan permintaan terhadap karet alam akan menurun sehingga konsumen pengguna karet alam akan beralih ke produk substitusi.
7.3 Tahap Masukan (Input Stage)
Tahap masukan terdiri dari matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation). Tahap ini merupakan tahap awal dalam merumuskan strategi setelah mengidentifikasi faktor-faktor eksternal dan internal. 7.3.1 Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)
Setelah melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor internal perusahaan, selanjutnya dibuat matriks IFE yang berisi kekuatan dan kelemahan perusahaan. Data diolah dengan membandingkan tingkat kepentingan relatifnya satu sama lain, sehingga diketahui nilai faktor yang berpengaruh terhadap perusahaan. Setelah itu nilai total faktor pada masing-masing variabel dibagi dengan nilai total
keseluruhan faktor yang diidentifikasi sehingga dihasilkan besar bobot yang diperlukan.
Berdasarkan identifikasi terhadap faktor-faktor strategis internal, diperoleh kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) yang dimiliki perusahaan. Faktor-faktor strategis internal diperoleh dari hasil wawancara dan pengisian kuesioner yang ditujukan kepada enam responden yaitu, pimpinan kebun, kepala tanaman, kepala kantor dan administrasi sekaligus HRD perkebunan,dan manajer keuangan dan pemasaran. Dari responden eksternal ialah Dinas Perkebunan Sukabumi dan ahli/ pakar dibidang tanaman karet. Responden tersebut dipilih karena memiliki peranan penting terhadap aktivitas perusahaan dan memiliki tanggung jawab dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan usaha. Pemilihan responden eksternal dilakukan agar objektif. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan matriks pasangan berganda (paired comparison matrix) untuk mendapatkan bobot dari masing-masing variabel internal. Bobot yang digunakan merupakan hasil pembobotan rata-rata dari empat responden. Pemberian peringkat (rating) dilakukan hanya oleh responden internal, hal ini dilakukan karena kondisi internal perusahaan hanya diketahui oleh internal perusahaan, sehingga diperoleh nilai tertimbang dari faktor-faktor strategi internal, peringkat digunakan merupakan peringkat rata-rata dari empat responden internal.Dengan memasukkan hasil identifikasi kekuatan dan kelemahan sebagai faktor internal strategis, kemudian diberi bobot dan peringkat maka diperoleh hasil seperti pada Tabel 29.
Tabel 29. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) PT Kaliduren Estates
Faktor Strategis Internal Nilai Rata-Rata
Kekuatan :
Perusahaan memiliki saluran distribusi yang baik dan
efektif biaya 0,317
Perusahaan menghasilkan produk yang baik dan berlabel
SNI 0,415
Pelanggan yang memiliki loyalitas terhadap perusahaan 0,355 Perkebunan Tugu/Cimenteng menerapkan sistem
pencatatan dan keuangan uang yang sangat baik 0,300 Adanya fasilitas laboratorium dan R&D 0,399 Teknologi produksi pada pabrik pengolahan karet sudah
modern 0,389
Modal perusahaan yang cukup besar 0,437 Perkebunan Tugu/Cimenteng memiliki tenaga kerja yang
terampil dan berpengalaman 0,331
Kelemahan :
Lokasi perkebunan yang tidak strategis berakibat pada
produk karet yang dihasilkan 0,117
Kurang adanya promosi dan iklan dalam bidang
pemasaran 0,148
Total 3,207
Berdasarkan kondisi internal PT Kaliduren Estates perkebunan Tugu/Cimenteng maka diidentifikasikan beberapa kekuatan dan kelemahan perusahaan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa skor IFE ialah 3,207. Dengan nilai 3,207 maka PT Kaliduren Estates memiliki faktor kekuatan internal yang kuat dalam menjalankan usaha karet alam olahan. Nilai matriks internal yang kuat menunjukan bahwa PT Kaliduren Estates mampu memanfatkan kekuatan-kekuatannya dan mengurangi kelemahan internal-internalnya.
Berdasarkan hasil perhitungan diatas didapatkan bahwa kekuatan utama PT Kaliduren Estates ialah produk modal perusahaan yang besar (nilai 0,437). Modal yang kuat dan besar yang dimiliki perusahaan menjadi kekuatan utama perusahaan. Hal ini dikarenakan PT Kaliduren Estates melakukan investasi yang besar dalam melakukan usaha karet alam olahan selain itu PT Kaliduren Estates berada dibawah pengelolaan PT.JA.Wattie yaitu perusahaan agribisnis perkebunan yang berskala nasional. Kekuatan selanjutnya ialah produk yang berkualitas dan berlabel SNI (nilai 0,415) Hal ini dikarenakan produk crumb
rubber yang dihasilkan baik dan berlabel SNI masih belum banyak dilakukan oleh perusahaan sejenis di Sukabumi, Jawa Barat.
Fasilitas laboratorium serta penelitian dan pengembangan menjadi kekuatan ketiga dari kekuatan PT Kaliduren Estates (nilai 0,399). Fasilitas laboratorium yang menjadi tempat penguji kualitas produk menjadi keunggulan perusahaan yang cukup diakui perusahaan lain hal ini terlihat dari laboratorium yang menjadi laboratorium acuan dari kebun dan perusahaan lain.
Kekuatan selanjutnya yang dimiliki oleh PT Kaliduren Estates ialah teknologi pengolahan karet alam yang dilakukan di pabrik yang sudah modern (nilai 0,389). Pabrik yang memiliki peralatan modern sangat berpengaruh terhadap output dari produk yang baik, sehingga kualitas produk dapat terjaga.
Faktor selanjutnya yang memberikan pengaruh cukup besar bagi perusahaan ialah konsumen yang memiliki loyalitas terhadap perusahaan (nilai 0,355). Perusahaan sejenis akan menawarkan produk dengan harga yang sama kepada konsumen, namun dengan produk berkualitas,konsumen akan tetap loyal kepada perusahaaan.
Faktor sumber daya manusia yang terampil dan berpengalaman pada perusahaan menjadi urutan selanjutnya pada faktor kekuatan PT Kaliduren Estates (nilai 0,331). Tenaga kerja yang memiliki pendidikan yang baik serta pengalaman dengan pernah bekerja pada perkebunan perusahaan induk PT.JA.Wattie yang menyebar di seluruh Indonesia menjadi keunggulan dalam segi SDM tersebut
Faktor terakhir dalam kekuatan perusahaan ialah berhubungan dengan keuangan dan saluran pemasaran/distribusi. Sistem pencatatan keuangan yang baik (nilai 0,300) dan dibantu oleh program Navision oleh Microsoft menjadi faktor penting dalam pengadministrasian dan keuangan. Saluran distribusi yang dimiliki oleh perusahaan sudah efisien dan baik sehingga memiliki (nilai 0,271). Walaupun menjadi kekuatan terakhir, saluran distribusi dan pencatatan keuangan yang sudah baik tersebut memiliki peranan penting dalam kegiatan operasional perusahaan.
Kelemahan utama yang dimiliki oleh PT Kaliduren Estates ialah Lokasi perkebunan yang tidak strategis berakibat pada produk karet yang dihasilkan (nilai 0,117). Kelemahan ini diakibatkan oleh aksesibilitas dan lokasi perkebunan yang
jauh dan jalan yang cukup sulit dilalui akibat jalan rusak. Lokasi yang tidak strategis ini menyebabkan topografi perkebunan yang tidak sesuai dengan tanaman karet seharusnya. Topografi yang tidak sesuai tersebut menyebabkan perusahaan menyadap produk karetnya lebih lama dari yang seharusnya. Faktor lokasi yang kurang strategis tersebut perlu dipertimbangkan oleh perusahaan karena hal ini dapat mengakibatkan perusahaan menanggung biaya produksi serta resiko gagal sadap lebih besar, begitu pula dengan masalah distribusinya.
Kelemahan dalam belum adanya promosi dan strategi pemasaran yang efektif menjadi kelemahan dengan skor terbesar. Hal ini hendaknya mendapat perhatian bagi perusahaan jika perusahaan ingin mengembangkan usahanya dengan mendapatkan konsumen baru yang belum tersentuh baik oleh perusahaan ataupun pesaing (nilai 0,148).
7.3.2 Matriks EFE (External Factor Evaluation)
Setelah melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor eksternal perusahaan, selanjutnya dibuat matriks EFE yang berisi peluang dan ancaman perusahaan. Berdasarkan identifikasi terhadap faktor-faktor strategis eksternal, diperoleh peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang berpengaruh terhadap usaha karet alam olahan. Faktor-faktor strategis eksternal diperoleh dari hasil wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan matriks pasangan berganda (paired comparison matrix) untuk mendapatkan bobot dari masing-masing variabel eksternal. Bobot yang digunakan merupakan hasil pembobotan rata-rata dari enam responden seperti pada IFE Matriks. Pemberian peringkat (rating) dilakukan oleh responden internal seperti juga pada Matriks IFE , sehingga diperoleh nilai tertimbang dari faktor-faktor strategis eksternal, peringkat digunakan merupakan peringkat rata-rata dari empat responden dengan memasukkan hasil identifikasi peluang dan ancaman sebagai faktor eksternal strategis, kemudian diberi bobot dan peringkat maka diperoleh hasil seperti pada Tabel 30.
Tabel 30. Matriks EFE (External Factor Evaluation) PT Kaliduren Estates
Faktor Strategis Eksternal Nilai Rata-Rata
Peluang
Harga BBM yang saat ini stabil 0,241
Meningkatnya pertumbuhan penduduk Indonesia disertai gaya hidup masyarakat terhadap kebutuhan kendaraan bermotor
0,275 Adanya stabilitas politik dan keamanan 0,273 Perkembangan kemajuan dalam bidang teknologi
produksi, pemasaran, serta transaksi keuangan 0,300 Hambatan masuk perusahaan baru besar 0,312 Kekuatan tawar menawar pemasok terhadap perusahaan
rendah 0,261
Ancaman
Nilai tukar mata uang (kurs) Rupiah terhadap dollar 0,242
Turunnya harga minyak dunia 0,199
Semakin rusaknya hutan disekitar areal perkebunan 0,194 Kebijakan Perda tentang Pajak Produksi Hasil
Perkebunan 0,098 Persaingan dengan perusahaan sejenis 0,271
Produk substitusi yaitu karet sintesis 0,207
Total 2,872
Dari Tabel pembobotan rata-rata faktor eksternal adalah sebesar 2,872. Analisis matriks EFE dari responden mengidentifikasikan bahwa respon yang diberikan PT Kaliduren Estates kepada lingkungan eksternal tergolong menengah atau berada pada posisi rata rata (2,872) dalam menjalankan strategi untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman. Total nilai 2,872 mengidentifikasikan bahwa PT Kaliduren Estates merespon dengan sedang-sedang terhadap peluang dan ancaman yang ada dalam industri.
Peluang utama yang dapat diraih oleh PT Kaliduren Estates ialah Hambatan masuk perusahaan baru besar (nilai 0,312). Hal ini tentunya diakibatkan oleh skala ekonomis dan modal yang dibutuhkan oleh perusahaan baru untuk masuk pada industri karet alam olahan besar. Tentunya hal ini dapat menjadi peluang PT Kaliduren Estates untuk mengembangkan usahanya di luar daerah Sukabumi.
Faktor peluang kedua dan ketiga yang harus dimanfaatkan perusahaan ialah kemajuan teknologi dalam bidang produksi, pemasaran,keuangan (nilai 0,300) serta meningkatnya pertumbuhan penduduk yang disertai oleh peningkatan
kebutuhan kendaraan bermotor oleh masyarakat (0,275). Kemajuan teknologi tersebut tentunya akan sangat menjadi peluang yang berpengaruh terhadap produksi,pemasaran ,dan keuangan pemasaran PT Kaliduren Estates. Peningkatan penduduk dan peningkatan pada permintaan produk berbahan baku karet (ban pada otomotif) menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh perusahaan
Faktor stabilitas politik dan keamanan menjadi peluang selanjutnya yang harus dilihat oleh perusahaan (nilai 0,273). Adanya stabilitas politik dan keamanan dalam negeri yang menjamin iklim usaha tentunya menjadi peluang untuk mendapatkan konsumen dari luar Indonesia.
Kekuatan tawar menawar pemasok yang rendah (nilai 0,261) menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh perusahaan dalam meningkatkan usahanya. Dengan prinsip biaya rendah dan keuntungan tinggi, perusahaan dapat memilih pemasok yang menawarkan harga yang kompetitif namun memiliki kualitas yang diinginkan oleh PT Kaliduren Estates.
Faktor peluang keenam dan terakhir yang dapat dijadikan peluang oleh perusahaan ialah harga BBM yang stabil (nilai 0,241). Penurunan harga BBM dan harga yang stabil saat ini menjadi peluang perusahaan untuk menurunkan biaya distribusi dan biaya produksi perusahaan.
Ancaman utama yang dimiliki oleh PT Kaliduren Estates ialah yang memiliki nilai terendah (0,098) yaitu ancaman adanya pajak hasil produksi perkebunan. Nilai terkecil ini menandakan bahwa perusahaan tidak dapat merespon ancaman yang ada pada lingkungan eksternal tersebut dengan baik. Pajak hasil produksi perkebunan tersebut memang belum dirasakan oleh perusahaan sampai saat ini, namun dengan adanya pungutan liar pada saat pendistribusian produk dari perusahaan ke konsumen menjadi ancaman yang juga perlu dicermati oleh perusahaan.
Ancaman selanjutnya yang dihadapi oleh PT Kaliduren Estates ialah ancaman perusahaan sejenis. Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha karet alam olahan tidak hanya berada pada daerah Sukabumi saja. Perusahaan lain diluar Sukabumi bahkan luar jawa merupakan pesaing dan ancaman yang patut diwaspadai oleh perusahaan (nilai 0,271)
Ancaman nilai tukar mata uang (kurs) Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi ancaman ketiga bagi PT Kaliduren Estates (nilai 0,242). Hal ini disebabkan oleh penguatan Rupiah terhadap Dollar yang menyebabkan harga Dollar yang dibayarkan oleh konsumen asing akan lebih mahal daripada jika Rupiah melemah terhadap Dollar. Tentunya hal ini harus mendapat perhatian bagi perusahaan agar konsumen asing tidak berpindah keperusahaan lain.
Ancaman keempat ialah adanya produk substiusi yaitu karet sintesis (nilai 0,207). Karet sintesis merupakan salah satu bahan pembuat ban. Karet alam juga digunakan dalam produksi ban oleh pabrik ban. Ancaman produk tersebut harus diwaspadai oleh perusahaan.
Ancaman selanjutnya ialah turunnya harga minyak dunia (nilai 0,199). Hal ini dikarenakan ancaman dari produk substitusi yaitu karet sintesis yang menjadi bahan utama pembuatan ban selain karet alam. Dengan turunnya harga minyak dunia akan menyebabkan biaya untuk pembuatan karet sintesis turun juga. Hal ini akan berimbas pada harga karet sintesis yang menjadi lebih murah dibanding karet alam.
Ancaman keenam dan terakhir yang dihadapi oleh PT Kaliduren Estates ialah semakin rusaknya hutan disekitar areal perkebunan (nilai 0,194) . Ancaman tersebut dapat sangat berpengaruh terhadap kondisi perkebunan karet dengan adanya perubahan iklim dan kondisi alam di sekitar perkebunan.
7.4 Tahap Pencocokan (Matching Stage)
Tahap pencocokan merupakan tahap kedua dalam proses perumusan strategi, berfungsi untuk memadukan kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada perusahaan dengan peluang dan ancaman terhadap perusahaan dari lingkungan eksternal. Alat analisis yang digunakan adalah Matriks IE (Internal-External) dan Matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats), untuk menghasilkan alternatif strategi bagi perusahaan.
7.4.1. Matriks IE (Internal-External Matrix)
Setelah diketahui faktor-faktor internal dan eksternal dari proses analisis Matriks IFE yang menggambarkan kekuatan dan kelemahan yang ada pada perusahaan dan Matriks EFE yang menggambarkan peluang dan ancaman yang
dihadapi oleh PT Kaliduren Estates. Maka tahap berikutnya yang harus dilakukan ialah penggabungan kedua Matriks tersebut dengan menggunakan Matriks IE.
Analisis lingkungan eksternal dan internal perusahaan merupakan masukan dari formulasi strategi. Pemetaan posisi perusahaan sangat penting bagi pemilihan alternatif strategi dalam menghadapi persaingan dan perubahan yang terjadi dalam agribisnis perkebunan karet alam. Dari Tabel 29 dapat dilihat hasil analisis matriks IFE untuk kekuatan dan kelemahan diperoleh total nilai rata-rata berada pada posisi kuat yaitu sebesar 3,207 hasil matriks ini mengidentifikasikan bahwa posisi internal PT Kaliduren Estates termasuk dalam kategori kuat. Hasil analisis faktor EFE pada Tabel 30 yaitu untuk menggambarkan peluang dan ancaman perusahaan diperoleh total nilai tertimbang yang berada pada posisi menengah yaitu sebesar 2,872. Hasil matriks EFE ini menggambarkan bahwa posisi eksternal perusahaan juga termasuk dalam kategori sedang. Posisi PT Kaliduren Estates dapat dilihat pada Matriks IE pada Gambar 11.
TOTAL SKOR IFE
Kuat Rata-Rata Lemah
4.0 3.0 2.0 1.0 Tinggi 3,0 TOTAL Menengah SKOR EFE 2,0 Rendah 1,0
Gambar 11. Matriks IE PT Kaliduren Estates
Dari Gambar 11 menunjukkan bahwa perusahaan berada pada kuadran IV. Strategi yang dapat dilakukan oleh PT Kaliduren Estates yaitu strategi tumbuh dan kembangkan. Strategi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan adalah integrasi, baik integrasi ke depan maupun integrasi ke belakang. Integrasi ke belakang dapat
I II Pertumbuhan III Penciutan IV Stabilitas V Pertumbuhan Stabilitas VI Penciutan VII Pertumbuhan VIII Pertumbuhan IX Likuidasi
dilakukan dengan menjalin atau mempererat hubungan dengan pemasok, sedangkan strategi integrasi ke depan adalah mempererat hubungan dengan konsumen atau pelanggan. Selain itu, perusahaan dapat melakukan strategi integrasi horizontal dengan meningkatkan pengawasan terhadap para pesaing sehingga perusahaan dapat bertahan dan terus mengembangkan usaha di tengah persaingan yang kompetitif.
Strategi lain yang dapat diterapkan oleh perusahaan adalah strategi intensif atau pengembangan usaha seperti meningkatkan market share produk crumb rubber melalui usaha pemasaran yang lebih besar dan memperluas wilayah pemasaran. Perluasan wilayah atau ekspansi kebun juga merupakan strategi yang dapat dipilih oleh perusahaan untuk melakukan pengembangan pasar dengan memperkenalkan produk yang ada kepada daerah-daerah geografis yang baru. 7.4.2 Matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats Matrix)
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal PT Kaliduren Estates diketahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dapat digunakan dalam merumuskan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. Adapun alternatif-alternatif strategi diperoleh melalui analisis dan penggabungan dengan faktor yang memiliki tujuan yang sama. Alternatif-alternatif strategi tersebut disusun dengan menggunakan matriks SWOT. Matriks SWOT PT Kaliduren Estates dapat dilihat pada Gambar 12.
Gambar 12. Matriks SWOT PT Kaliduren Estates Kekuatan (S)
1. Perusahaan memiliki saluran
distribusi yang baik& efektif biaya
2. Perusahaan menghasilkan
produk yang baik dan berlabel SNI
3. Pelanggan yang memiliki
loyalitas terhadap perusahaan 4. Perkebunan Tugu / Cimenteng
menerapkan sistem pencatatan dan keuangan yang baik 5. Fasilitas Lab & RD
6. Teknologi produksi pada pabrik pengolahan karet sudah modern 7. Modal perusahaan yang besar 8. Perkebunan Tugu / Cimenteng
memiliki tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman
Kelemahan (W)
1. Lokasi perkebunan yang tidak strategis berakibat pada produk karet yang dihasilkan
2. Kurang adanya promosi dan
iklan dalam bidang pemasaran
Peluang(O)
1. Harga BBM yang saat ini stabil
2. Meningkatnya pertumbuhan
penduduk Indonesia disertai peningkatan terhadap kendaraan bermotor
3. Adanya stabilitas politik dan keamanan
4. Perkembangan,kemajuan teknologi,produksi,pemasaran, serta transaksi keuangan
5. Hambatan masuk perusahaan
baru besar
6. Kekuatan tawar menawar
pemasok terhadap perusahaan rendah Strategi S – O 1. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk. (S2,S3,S4,S5,S6,S7,O2,O4, O5) 2. Pengembangan Produk / Product Development (S2,S5,S6,S7,S8,O2,O4) 3. Mempertahankan dan memperluas jaringan dengan pemasok dan distributor
Strategi W – O
1. Peningkatan kualitas dan kuantitas dalam bidang pemasaran (W2,O2,O3,O4) 2. Mengusahakan kontinuitas Produksi (W1,O2,O4) Ancaman (T)
1. Nilai Kurs Rupiah terhadap
Dollar
2. Turunnya harga minyak dunia
3. Semakin rusaknya hutan
disekitar areal perkebunan 4. Kebijakan Perda tentang Pajak
Produksi Hasil Perkebunan 5. Persaingan dengan perusahaan
sejenis
6. Produksi substitusi yaitu karet sintesis
Strategi S – T
1. Mempertahankan Loyalitas Pelanggan
(S2,S3,S4,S8,T1,T2,T5,T6)
2. Perluasan kebun/ membuka lahan baru (Pengembangan Pasar) (S1,S2,S4,S7,S8, T3, T4,T5)
Strategi W-T
1. Perencanaan bidang produksi dengan optimal (W1,T3,T5)
Berdasarkan analisis matriks SWOT tersebut, maka alternatif atau pilihan strategi yang dapat diberikan untuk mengembangkan usaha adalah sebagai berikut 1. Strategi S-O (strengths-opportunities)
Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal, dimana kekuatan internal dapat memanfaatkan tren dan kejadian eksternal.
A.Mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk (S2,S3,S4,S5,S6, S7,O2,O4,O5)
Peluang yang dimiliki dalam melakukan strategi ini ialah dengan melihat peluang yang ada yaitu meningkatnya pertumbuhan penduduk Indonesia dan peningkatan kebutuhan kendaraan bermotor, perkembangan teknologi dalam bidang produksi pemasaran dan transaksi keuangan,hambatan masuk perusahaan baru besar,dan tawar menawar pemasok yang rendah. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk yang sudah dimiliki oleh PT Kaliduren Estates dan tetap mempertahankan kualitasnya bagi konsumen tetap yang sudah ada. Strategi ini sangat cocok karena perusahaan telah memiliki kekuatan yang mendukung yaitu produk yang berkualitas baik dan berlabel SNI,pelanggan yang loyal terhadap konsumen, sistem pencatatan keuangan yang baik, fasilitas laboratorium dan teknologi produksi pada pabrik pengolahan karet yang sudah modern.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas produk dari PT Kaliduren Estates ialah dengan meningkatkan produk crumb rubber berkualitas SIR 20. Pada tahun 2009 produksi crumb rubber dengan SIR 20 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2008. SIR 20 merupakan produk crumb rubber yang diminati oleh konsumen selain produk SIR 10 dan SIR 50. Peningkatan kualitas tersebut juga diharapkan akan mendatangkan konsumen baru terutama dari luar negeri yang ingin menggunakan produk crumb rubber SIR 20 dari PT Kaliduren Estates. Untuk mempertahankan kualitas produk yang ada tentunya dilakukan agar konsumen yang sudah loyal terhadap perusahaan dapat tetap menjadi konsumen dimasa yang akan datang dan tidak berpindah kepada perusahaan lain. B. Pengembangan Produk / Product Development (S2,S5,S6,S7,S8,O2,O4)
Peluang yang dimiliki oleh perusahaan antara lain meningkatnya pertumbuhan penduduk Indonesia dan peningkatan kebutuhan kendaraan bermotor, perkembangan teknologi disegala bidang. Strategi ini bertujuan untuk
memodifikasi produk yang ada sekarang sebagai salah satu usaha perusahaan meningkatkan penjualan. Salah satu pengembangan produk karet alam olahan yang dapat diusahakan ialah dengan memproduksi olahan karet alam lainnya seperti sheet dan tyre rubber . Sheet dan tyre rubber merupakan produk karet alam olahan lain yang juga menggunakan bahan baku lateks. Untuk produksi sheet sedikit berbeda dengan pengolahan crumb rubber karena menggunakan zat-zat kimia seperti larutan asam format,asam asetat,natrium bisulfat,dll. Sedangkan tyre rubber ialah karet khusus yang dibuat hanya untuk ban kendaraan dan memiliki spsifikasi yang lebih baik dibandingkan dengan crumb rubber untuk pembuatan ban. Jika hal ini dilakukan tentunya akan meningkatkan penjualan perusahaan dan dapat pula mendatangkan konsumen dalam maupun luar negeri. Perusahaan sendiri sudah memiliki kekuatan-kekuatan untuk melakukan pengembangan produk
Kekuatan yang dimiliki untuk melakukan strategi tersebut diantaranya produk yang memiliki kualitas baik dan berlabel SNI,adanya fasilitas laboratorium R&D, teknologi produksi yang sudah modern, modal perusahaan yang besar, serta SDM yang terampil.
C. Mempertahankan dan memperluas jaringan dengan pemasok dan distributor (S1,S4,S7,S8,O1,O3,O6)
Peluang yang bisa dimanfaatkan oleh PT Kaliduren Estates ialah Harga BBM yang stabil, adanya stabilitas politik dan keamanan, dan Kekuatan tawar menawar pemasok yang rendah. Strategi ini bertujuan untuk mempertahankan pemasok dan distributor yang sudah menjadi mitra perusahaan serta upaya meningkatkan dan memperluas jaringan perusahaan. Adanya harga BBM yang stabil dan cenderung turun serta stabilitas politik dan keamanan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mencari distributor yang mempunyai biaya pengiriman yang lebih rendah dibandingkan distributor sekarang. Sedangkan untuk pemasok bahan lump perusahaan harus tetap mempertahankan pemasok yang sudah ada saat ini. Perusahaan juga dharapkan memperluas jaringan untuk mendapatkan pemasok yang menawarkan harga lebih kompetitif sehingga perusahan dapat menekan pengeluaran untuk membayar pemasok. Dalam memanfaatkan peluang tersebut perusahaan memiki kekuatan internal yang
mendukung antara lain Perusahaan memiliki saluran distribusi yang baik dan efisien,produk yang baik dan berlabel SNI,modal perusahaan yang cukup besar, dan SDM yang terampil.
2. Strategi W-O (weaknesses-opportunities)
Strategi W-O bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal.
A. Peningkatan kualitas dan kuantitas dalam bidang pemasaran (W2,O2,O3,O4) Peluang yang dapat dimanfaatkan untuk strategi peningkatan pemasaran ialah pertumbuhan penduduk Indonesia serta peningkatan permintaan kendaraan bermotor, adanya stabilitas politik dan keamanan,peluang selanjutnya ialah perkembangan teknologi dalam bidang pemasaran,produksi,dan transaksi keuangan. Peningkatan kualitas dan kuantitas dalam bidang pemasaran tersebut ialah untuk mengatasi permasalahan utama yaitu kurangnya pemasaran. Dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap kendaraan dan stabilnya kondisi keamanan dalam negeri akan meningkatkan permintaan terhadap produksi karet alam. Hal ini juga didukung dengan adanya perkembangan teknologi.
Perusahaan yang belum merumuskan strategi spesifik dalam pemasarannya merumuskan dan melakukan pemasaran yang lebih luas baik dari segi kualitas ataupun kuantitas. Dari segi kualitas perusahaan menambah promosi di media seperti internet dengan membuat situs perusahaan tersendiri. Saat ini perusahaan hanya mencantumkan sedikit profil perusahaan pada perusahaan induk PT.JA.Wattie. Dari segi kuantitas perusahaan dapat memanfaatkan keanggotannya pada Gapkindo atau Gabungan Pengusaha Karet Indonesia. Dengan pemanfaatan keanggotaan tersebut diharapkan perusahaan mendapatkan konsumen baru dari dalam negeri ataupun luar negeri.
B. Mengusahakan kontinuitas Produksi (W1,O2,O4)
Produksi yang ada saat ini hendaknya tetap dilakukan oleh perusahaan mengingat kelemahan yang terdapat pada perusahaan ialah lokasi yang tidak strategis dan berakibat pada produk karet yang dihasilkan, kondisi topografi yang tidak sesuai dengan produk yang dihasilkan yaitu tanaman karet dan waktu sadap tanaman karet yang tidak sesuai dengan tanaman karet normal. Kontinuitas produksi diperlukan untuk selalu memenuhi permintaan konsumen terutama
pelanggan, jika tidak kemungkinan para konsumen akan beralih keperusahaan pesaing, hal ini tentu akan merugikan PT Kaliduren Estates. Oleh karena hal tersebut perusahaan dapat memanfaatkan peluang perusahaan. Peluang pertama ialah peningkatan konsumsi dari kendaraan bermotor dan perkembangan teknologi. Dua hal tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan agar konsumen baik dari dalam dan luar negeri tetap memilih PT Kaliduren Estates sebagai mitra dagang mereka dan berimbas terhadap peningkatan penjualan perusahaan.
3. Strategi S-T (strengths-threats)
Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal.
A. Mempertahankan Loyalitas Pelanggan (S2,S3,S4,S8,T1,T2,T5,T6)
Kekuatan perusahaan yaitu produk dengan kualitas baik dan berlabel SNI , konsumen yang loyal terhadap perusahaan, pencatatan yang baik dan sistem keuangan yang baik,tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman. Kekuatan tersebut dapat digunakan untuk mempertahankan loyalitas konsumen yang telah ada saat ini. Konsumen PT Kaliduren Estates loyal terhadap perusahaan dikarenakan produk yang dihasilkan berkualitas didukung dengan pencatatan keuangan yang baik sehingga memudahkan konsumen ketika melakukan pembayaran dan juga SDM yang terampil memudahkan konsumen ketika mendapatkan masalah ketika produk yang sampai kepada konsumen tidak sesuai pesanan atau kualitas yang diinginkan.
Strategi ini digunakan untuk mengurangi ancaman yang dihadapi perusahaan seperti nilai kurs Rupiah terhadap Dollar, turunnya harga minyak dunia yang berhubungan dengan produk substitusi yaitu karet sintesis. Persaingan dengan perusahan sejenis juga merupakan ancaman bagi loyalitas konsumen jika produk yang dihasilkan oleh pesaing melebihi kualitas produk PT Kaliduren Estates. Dengan adanya ancaman penguatan nilai kurs Rupiah terhadap Dollar tentunya menyebabkan potensi konsumen asing berpindah perusahaan untuk mencari harga crumb rubber yang lebih murah cukup besar. Untuk itulah strategi mempertahankan loyalitas konsumen perlu dilakukan oleh perusahaan.
B. Perluasan Kebun/Membuka Lahan Baru di Luar Pulau Jawa (Pengembangan Pasar) (S1,S2,S4,S7,S8, T3, T4,T5)
Adanya ancaman berupa adanya kebijakan Perda tentang Pajak Hasil Produksi Perkebunan,serta semakin rusaknya hutan sekitar perkebunan,dan adanya persaingan dengan perusahaan sejenis terutama di daerah Sukabumi, menuntut perusahaan untuk melakukan pengembangan pasar. Pengembangan pasar dilakukan dengan memperkenalkan produk pada daerah geografis baru. Dalam hal ini daerah geografis yang dimaksud ialah daerah di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan atau Sumatera. Strategi ini sangat cocok dengan kondisi kekuatan perusahaan yaitu saluran distribusi yang baik dan efektif biaya, produk yang berkualitas dan berlabel SNI, didukung dengan kondisi keuangan perusahaan yang memiliki modal kuat dan SDM yang terampil dalam mengelola usaha perkebunan karet. Dengan melakukan strategi pengembangan pasar atau ekspansi perluasan wilayah (pembukaan lahan baru) diluar Pulau Jawa diharapkan dapat memperluas pasar dan memperkenalkan produk kepada konsumen baru.
4. Strategi W-T (weaknesses-threats)
Strategi W-T adalah taktik defensif yang diarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.
A. Perencanaan bidang produksi dengan optimal (W1,T3,T5)
Untuk mengatasi ancaman ancaman seperti adanya turunnya harga BBM dan adanya ancaman produk substitusi yaitu karet sintesis, hendaknya perusahaan melakukan strategi perencanaan bidang produksi dengan lebih optimal. Maksud dari strategi ini ialah perusahaan melakukan perencanaan untuk memproduksi produk crumb rubber dengan kualitas SIR 20 lebih banyak dibandingkan SIR SIR lainnya. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi produk crumb rubber yang off grade atau tidak layak. Sampai saat ini perusahaan masih memproduksi crumb rubber dengan spesifikasi SIR off grade. Walaupun kualitas off grade masih dapat dijual namun harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan crumb rubber berkualitas SIR 20.
Adanya perencanaan produksi lebih optimal tersebut dilakukan untuk menutupi kelemahan yang ada pada perkebunan Tugu/Cimenteng yaitu kondisi topografi perkebunan yang kurang cocok dengan perkebunan dan lamanya waktu
penyadapan produk karet tersebut akibat pemilihan lokasi perkebunan perusahaan yang tidak strategis. Perencanaan pada waktu penanaman pohon karet juga perlu dilakukan oleh PT Kaliduren Estates agar dapat diperkirakan waktu penyadapan yang tepat jika memang pohon karet akan disadap lebih awal dari waktu yang seharusnya.
7.5 Penentuan Prioritas Strategi berdasarkan Matriks QSP (Quantitative
Strategic Planning)
Alternatif –alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT, tidak semua dapat diimplementasikan karena tergantung dari kebijakan perusahaan. Matriks QSP merupakan alat yang digunakan untuk membuat peringkat strategi yang diprioritaskan.
Kelebihan dari matriks QSP adalah set strategi dapat diperiksa secara berurutan dan bersamaan. Tidak ada batas untuk jumlah strategi yang dievaluasi, mengharuskan ahli strategi untuk memadukan faktor internal dan eksternal yang terkait dengan proses keputusan. Kelemahan dari matriks QSP yaitu memerlukan intuisi dan asumsi yang diperhitungkan, memberikan peringkat dan nilai daya tarik mengharuskan keputusan subyektif, walaupun demikian prosesnya obyektif.
Berdasarkan hasil analisis SWOT PT Kaliduren Estates Perkebunan Tugu/Cimenteng terdapat delapan alternatif strategi yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan. Namun tidak semua strategi harus dimasukan pada Matriks QSP. Jumlah set alternatif strategi yang akan dievaluasi ialah set strategi yang memiliki kesamaan tipe strategi seperti intensif dan integratif. Pada Matriks QSP PT Kaliduren Estates terbagi menjadi tiga set alternatif strategi yang akan dievaluasi. Tiga set strategi itu ialah :
1. Peningkatan kualitas dan kuantitas manajemen produksi
Strategi ini mencakup lima strategi pada Matriks SWOT PT Kaliduren Estates yang berhubungan dengan strategi pengembangan bagian produksi perusahaan.Kelima strategi tersebut ialah strategi mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk, pengembangan produk dengan melakukan modifikasi terhadap produk yang sudah ada, mengusahakan kontinuitas produksi, dan terakhir ialah perencanaan bidang produksi dengan optimal.
2. Strategi integratif dan peningkatan pemasaran
Strategi ini merangkum tiga strategi yang sudah ada pada Matriks SWOT PT Kaliduren Estates yang berhubungan dengan strategi integratif perusahaan, baik integratif terhadap pemasok ataupun distributor. Strategi ini juga berhubungan dengan strategi pemasaran yang akan dilakukan perusahaan dengan tujuan mempertahankan loyalitas konsumen atau pelanggan yang sudah ada.
3. Perluasan Kebun
Tiga strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan matriks QSP. Berdasarkan analisis dengan menggunakan matriks QSP diperoleh prioritas strategi yang disarankan berdasarkan urutan pertama dengan nilai STAS tertinggi sampai urutan terakhir dengan nilai STAS terendah. Nilai STAS untuk masing-masing alternatif strategi dapat dilihat pada Tabel 13 berikut.
Tabel 31. Matriks QSP PT Kaliduren Estates
No. Alternatif Strategi TAS Peringkat
1 Peningkatan kualitas dan kuantitas manajemen
produksi 6,421 II
2 Strategi Integratif dan peningkatan pemasaran 6,444 I
3 Perluasan kebun 6,028 III
Berdasarkan perhitungan matriks QSPM tersebut dapat diperoleh strategi yang utama dan memiliki skor tertinggi yaitu 6,444 yang dapat dilakukan oleh PT Kaliduren Estates dalam menghadapi persaingan industri karet alam olahan ialah strategi integratif dan peningkatan pemasaran. Strategi ini mencakup tiga strategi yang berhubungan dengan strategi integratif yang berada pada Matriks SWOT yaitu pertama mempertahankan dan memperluas jaringan dengan pemasok dan distributor, peningkatan kualitas dan kuantitas dalam bidang pemasaran, dan terakhir ialah mempertahankan loyalitas pelanggan
Strategi ini saling berkaitan satu sama lain sehingga dimasukan pada satu strategi yang sama pada Matriks QSP ini. Strategi integratif merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan kontrol atas pemasok dan distributor yang sudah
ada. Untuk integrasi ke depan saat ini PT Kaliduren Estates sudah memiliki distributor sebagai jasa pengiriman produk kepada konsumen dan integrasi kebelakang dengan pemasok bahan baku lump yang sudah baik. Hendaknya hal tersebut dipertahankan selain juga perusahaan memperluas jaringan distributor dan pemasoknya sehingga didapatkan pemasok dan distributor yang menawarkan harga lebih murah namun kualitas dan pelayanannya tetap terjaga. Dengan adanya kontrol terhadap distributor dan pemasok tentunya akan memudahkan perusahaan untuk melakukan pemasaran produk crumb rubbernya kepada konsumen.
Strategi yang termasuk dalam strategi peningkatan bidang pemasaran PT Kaliduren Estates ialah peningkatan kualitas dan kuantitas dalam bidang pemasaran. Masalah pemasaran yang kurang dirumuskan dan belum optimal harus segera dilaksanakan oleh PT Kaliduren Estates. Hal ini mengingat perusahaan sudah memiliki keunggulan dalam bidang keuangan, SDM,dan produksi sehingga diperlukan strategi khusus dalam bidang pemasaran. Pengenalan kepada konsumen baru melalui iklan dimedia seperti internet perlu dilakukan oleh PT Kaliduren Estates. Pembuatan situs perusahaan juga menjadi salah satu strategi pemasran yang perlu dilakukan oleh perusahaan. Keanggotaan pada organisasi Gapkindo dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mendapatkan konsumen baru diluar konsumen tetap yang sudah loyal terhadap perusahaan. Tentunya dengan peningkatan kualitas dan kuantitas dalam bidang pemasaran tersebut akan memudahkan konsumen dalam menjangkau dan mengenal lebih baik produk crumb rubber yang dihasilkan oleh PT Kaliduren Estates. Hal ini akan berimplikasi positif bagi pelanggan yang membutuhkan servis yang baik, pengiriman tepat waktu,dan kualitas barang yang dibeli sesuai dengan keinginan konsumen. Tentunya hal itu juga akan terus membuat konsumen loyal kepada perusahaan sehingga tidak berpindah ke perusahaan lain walau perusahaan lain tersebut menawarkan kualitas yang sejenis dengan produk crumb rubber PT Kaliduren Estates.
Strategi yang bernilai 6,421 yaitu peningkatan kualitas dan kuantitas dalam manajemen produksi di pilih oleh manajemen perusahaan sebagai alternatif kedua dalam pengembangan usahanya. Strategi ini mencakup semua aspek strategi produksi yang terdapat pada Matriks SWOT yaitu mempertahankan dan
meningkatkan kualitas produk, pengembangan produk dengan modifikasi, mengusahakan kontinuitas produksi,dan perencanaan bidang produksi. Semua aspek tersebut sangat berhubungan satu sama lain
Strategi mempertahankankan dan meningkatkan kualitas produk menuntut perusahaan untuk selalu mempertahankan kualitas setiap produknya agar sesuai dengan keinginan konsumen. Kualitas yang sudah ada dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan adanya fasilitas laboratorium serta lembaga penelitan dan pengembangan. Kedua fasilitas tersebut harus dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai sarana pengawasan kualitas dan uji produk sehingga mengurangi kesalahan dalam proses produksi yang mungkin terjadi. Selain mempertahankan kualitas produk peningkatan kualits juga perlu dilakukan perusahaan dengan mengurangi crumb rubber dengan grading off-grade. Produk SIR 20 dan SIR 10 hendaknya ditingkatkan produksinya mengingat produk tersebut yang paling besar permintaannya. Permintaan yang besar tersebut haruslah diiringi dengan strategi kontinuitas produksi dan perencanaan produksi yang baik. Kontinuitas produksi disertai perencanaan yang baik diperlukan agar pengerjaan produksi berjalan tepat waktu dan efisien serta efektif sumber daya. Sumber daya tersebut baik dari segi mesin produksi,bahan baku, maupun SDM-nya. Hal ini dilakukan untuk menutupi kelemahan yang ada pada Perkebunan Tugu/Cimenteng yang topografinya kurang cocok disertai waktu sadap yang lama pada pohon karetnya.
Strategi bidang produksi ini mencakup pula strategi pengembangan produk yang dimaksudkan agar perusahaan memproduksi produk karet alam olahan seperti sheet ataupun tyre rubber yang dapat meningkatkan pasar ataupun keuntungan dari perusahaan. Alasan tersebut didasarkan bahwa produk tyre rubber merupakan bahan karet alam olahan yang memiliki kualifikasi untuk pembuatan ban dan harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga crumb rubber.
Strategi terakhir yang menjadi prioritas PT Kaliduren Estates Perkebunan Tugu/Cimenteng ialah perluasan kebun atau ekspansi keluar Pulau Jawa dengan nilai sebesar 6,028. Strategi ini dimaksudkan agar perusahaan dapat memiliki kebun yang lebih cocok dengan karakteristik pohon karetnya. Perkebunan yang ada sekarang tentunya akan menjadi masalah dikemudian hari jika tidak segera
ditemukan solusinya. Salah satu solusi tersebut dengan melakukan strategi perluasan atau ekspansi kebun. Walaupun perusahaan belum melakukan rencana untuk melakukan perluasan perkebunan diluar Pulau Jawa hendaknya PT Kaliduren Esatates mempertimbangkan strategi tersebut mengingat kondisi internal perusahaan baik dari segi modal maupun sumberdaya yang sudah mampu untuk melakukan hal tersebut.