SECARA TRANSIT INTESTINAL H. Muharam Priatna1, Dian Cardiana1 1
Prodi S1 FarmasiSTIKes BTH Tasikmalaya Corresponding author email: [email protected]
ABSTRAK
Sambang getih (Hemigraphis colorata W.Bull) merupakan salah satu tumbuhan obat yang digunakan sebagai antidiare oleh masyarakat. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengujian terhadap hasiat dari tumbuhan tersebut. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk membuktikan aktivitas antidiare dari daun sambaing getih. Dalam penelitian ini digunakan ekstrak etanol daun sambang getih, sebagai hewan percobaan digunakan mencit jantan galur swiss webster, dan sebagai pembanding digunakan loperamid. Pemberian ekstrak dilakukan melalui oral dengan dosis I sebesar 26 mg/kg BB, dosis II yang merupakan dosis empiris sebesar 52 mg/kg B, dan dosis III 104 mg/kg BB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transit intestinal. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dosis II dan dosis III mempunyai aktivitas antidiare dengan kekuatan yang sama.
Kata kunci : Antidiare, daun sambang getih, transit intestinal
ABSTRACT
Sambanggetih (Hemigraphis colorata W.Bull)is one plant that is used as an antidiarrheal by society . That is why need to be done a testing of efficacy of these plant. This study aims to prove the antidiarrheal activity of sambang getih leaves. In this study used ethanol extract of leaves sambanggetih, as experimental anima ls used male mice strain swiss webster,and as a comparision is used loparamid. . The extract is done orally at the first dose is 26 mg / kg BW , the second dose as an empirical dose is 52 mg / kg BW, and the third dose is 104 mg / kg BW . The method used in this research is the intestinal transit method. The results showed that dose II and dose III has antidiarrheal activity with the same power .
PENDAHULUAN
Diare merupakan penyakit endemik yang banyak diderita olehh masyarakat baik anak maupun dewasa. Saat ini obat yabg digunakan untuk mengobati diare belum begitu banyak. Sehingga perlu dirintis lebih massif untuk menggunakan obat dari alam sebagai alternatif pengobatan diare. Salah satu tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat untuk menmgobati diare adalah sambaing getih (Hemigraphis colorata W.Bull). Sambang getih mengandung beragam senyawa kimia seperti natrium, kalsium, flavonoid dan polifenol. Batang tanaman mengandung saponin dan tanin. Sementara pada daun mengandung tanin, asam silikat dan glikosida (Hariana, 2011). Daun berkhasiat sebagai antidiare (Hariana, 2006), obat penambah darah, penghentian pendarahan (Hemostatis), peluruh kencing (Diuretik) (Dalimarta, 2003).
Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk menguji apakah daun sambang getih benar-benar memiliki efek antidiare atau tidak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah daun sambang getih yang biasa digunakan oleh masyarakat memiliki efek antidiare. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode transit intestinal dengan menggunakan mencit sebagai hewan percobaan.
METODE Alat dan Bahan Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian meliputi alat-alat gelas laboratorium, Timbangan analiti, sonde oral, spuit, stopwatch, kertas saring, seperangkat alat maserator, rotary evaporator (Oriental motor), blender, ayakan mesh 40, (Exelent scale), seperangkat alat bedah.
Bahan
Bahan bahan yang digunakan yaitu daun sambang getih (Hemigraphis colorata W.Bull), pakan mencit, PGA, Oleum ricini, norit, air suling, etanol 70%, loperamid HCl, kloroform, HCl 10%, serbuk Mg, amil alkohol, besi (III) klorida, gelatin 1%, eter, NaOH, pereaksi dragendorf, pereaksi mayer. Hewan Percobaan
Hewan percobaan yang digunakan adalah mencit jantan galur Swiss webster dengan bobot rata-rata 20-30 gram dengan umur rata-rata 2-3 bulan yang diperoleh dari Pusat Ilmu Hayati Institut Teknologi Bandung.
Pembuatan Simplisia
Daun yang telah dikumpulkan disortasi basah, dipisahkan dari ranting, kemudian dicuci dengan air mengalir sampai bersih, kemudian dirajang untuk mempermudah pengeringan.
Dosis empiris yaitu 7 lembar daun sambang getih dengan besar 1,28 gram kering.
Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Sambang Getih
Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Simplisia kering daun sambang getih dimaserasi menggunakan alat maserator sampai ekstrak tersari sempurna. Ekstrak encer diuapkan dengan Rotary evaporator pada suhu 60o
C sampai menjadi ekstrak kental yang tidak terlalu kental dan dilanjutkan penguapan sisa pelarut menggunakan waterbath sampai didapat ekstrak kental. Penyiapan Hewan Percobaan
Hewan yang digunakan pada penelitian adalah mencit jantan putih galur Swiss webster, dengan berat rata-rata 20-30 g. Sebelum percobaan, mencit diadaptasikan 7 hari, selama adaptasi diamati kesehatan mencit dengan menimbang bobot badan dan mengamati
tingkah lakunya setiap harinya. Mencit yang digunakan pada penelitian adalah mencit yang sehat, yaitu selama pemeliharaan bobot badannya tetap atau tidak lebih dari 10 % dan secara visual tidak menunjukkan adanya kelainan tingkah laku dan penyimpangan lainnya dari keadaan normal (Nurliani, 2012). Metode Transit Intestinal
1. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing diberi perlakuan sesuai kelompoknya yaitu :
a.
Kelompok kontrol diberi suspensi PGA 1 %b.
Kelompok pembanding, diberi suspensi Loperamid HCl dengan dosis 0.52 mg/kg BB mencit.c.
Kelompok dosis I diberi suspensi ekstrak etanol daun sambang getih 26 mg/kg BB mencit dalam PGA 1%.d.
Kelompok Dosis II diberi suspensi ekstrak etanol daun sambang getih 52 mg/kg BB mencit dalam PGA 1%.e.
Kelompok Dosis III diberi suspensi ekstrak etanol daun sambang getih 104 mg/kg BB mencit dalam PGA 1%2. Mencit dipuasakan terlebih dahulu selama kurang lebih 18 jam sebelum percobaan, tetapi air minum tetap diberikan.
3. Pemberian ekstrak uji, kontrol atau pembanding yang diberikan pada saat t=0.
4. Setelah t=45 menit, mencit diberi suspensi norit 5% sebanyak 0,2 ml/20 g BB mencit secara oral. 5. Pada t=65 mencit dikorbankan
secara dislokasi leher.
6. Usus mencit dikeluarkan secara hati-hati jangan sampai teregang. 7. Panjang seluruh usus dan bagian
usus yang dilalui marker norit mulai dari pirolus sampai ujung akhir (berwarna hitam) diukur dari masing-masing hewan.
8. Hitung rasio jarak yang ditempuh marker terhadap panjang usus keseluruhan (Suherman, 2013). HASIL DAN PEMBAHASAN Penafisan Fitokimia
Penapisan Fitokimia dilakukan terhadap simplisia dan ekstrak etanol daun Sambang getih menggunakan metode Fransworth hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada simplisia daun sambang getih mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, steroid, kuinon, terpenoid, monoterpen dan seskuiterpen. Sedangkan pada ekstrak etanol daun sambang getih mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, polifenol dan tanin, kuinon.
Tabel 1. Hasil Penapisan Fitokimia
No Senyawa daun sambang getih Simp. Eks. 1 Alkaloid + + 2 Flavonoid + + 3 Saponin - - 4 Tanin + + 5 Polifenol + + 6 Monoterpen dan Seskuiterpen + - 7 Terpenoid + - 8 Kuinon + + Keterangan : + = Teridentifikasi - = Tidak Teridentifikasi
Metode Transit Intestinal
Pada uji aktivitas antidiare ekstrak etanol daun sambang getih menggunakan metode ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiare
berdasarkan pengaruh pada rasio jarak usus yang ditempuh oleh suatu marker dalam waktu tertentu terhadap panjang usus keseluruhan pada hewan percobaan.
Pada penelitian ini mencit dikorbankan secara dislokasi tulang leher. Usus dikeluarkan dengan hati-hati sampai terenggang. Panjang seluruh usus dan bagian usus yang dilalui marker norit diukur kemudian dihitung perbandingan jarak yang ditempuh marker terhadap keseluruhan.
Panjang usus yang dilalui marker setelah dilakukan pengamatan dapat dilihat pada tabel 2, hasil yang paling baik ditunjukkan pada kelompok dosis III dengan rata-rata 22,55 ± 1,22 cm, dan dosis II 28,63 ±3,42 cm.
Tabel 2. Rata-rata Panjang Marker Yang Dilalui Norit No Mencit Kontrol (Suspensi PGA1%) Dosis 1 (28 mg/kg BB) Dosis 2 (52mg/kg BB Dosis 3 (104mg/20g BB) Pembanding (Loperamid 0,52mg/kg BB) 1 46,27 36,76 24,92 22,81 20,34 2 42,24 35,34 31,67 23,61 19,42 3 36,06 35,71 29,3 21,22 22,64 Rata2 ±SD 41,52 ±5,14 35,94 ±0,74 28,63 ±3,42 22,55 ±1,22 20,80 ±1,66 Berdasarkan Uji normalitas
kolmogorov-Smirnov dan uji kesamaan varian, menunjukan bahwa nilai sig > 0,05 yang berati semua varian terdistribusi normal dan homogen.
Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai sig < 0,05l, artinya antara lima kelompok tersebut terdapat perbedaan yang signifikan terhadap panjang usus yang dilalui marker.
Dari analisis uji lanjut LSD menunjukan bahwa dosis II yaitu dosis empiris 52 mg/kg BB mencit dan dosis III 104 mg/kg BB mencit memiliki efek antidiare. Antara dosis II dan III tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini berarti bahwa dosis II dan dosis III memiliki efek antidiare yang sama.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa daun sambang getih dengan dosis empiris yang digunakan masyarakat yaitu 52 mg/kg BB mencit yang setara dengan 7 lembar daun sambang getih seberat 1,28 gram memiliki efek antidiare.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1991. Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia dan Pengujian
Klinik. Jakarta : Kelompok kerja ilmiah Phyto Medika.
Anonim. 1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid. 1 Edisi III. Jakarta : FKUI.
Dalimarta, setiawan. 2003. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid III. Jakarta : Trubus Agriwidya.
Depkes RI, 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Indonesia : Depkes RI
Depkes RI. 1994. Materia Medika Indonesia. Jakarta : Depkes RI.
Enda, Winda, Gusti. 2009. Uji Efek Efek Antidiare Ekstrak Etanol Kulit Batang Salam (Syzidium polyantuhum(Wight) Walp)Terhadap Mencit Jantan. [skripsi]. Universitas Sumatra Utara : Medan.
Farnsworth, 1966. Biological and Fhytochemical Sceening of Plant, Journal Pharmacetutical Science, Vol. 55, 257-260, Marcel Dekker Inc., New York.
Hariana, Arief. 2011. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Seri III. Jakarta: Penebar Swadaya.
Katzung, B.G., Masters, S.B., Trevor, A.J., 2013. Farmakologi Dasar Dan Klinik. Edisi 12. Jakarta : EGC. Mutschler, Ernest. 1991. Dinamika
Obat. Edisi ke 5. Bandung : ITB Mycek, M.J., Harvey, R.A., Champe,
P.C. 2001. Farmakologi Ulasan Bergambar. Edisi 2. Jakarta : Widia Medika
Saipudin, A. Rahayu, V. Teruna, H.Y. 2011. Standarisasi Bahan Obat Alam. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Suherman, L,P. Hermanto,F dan Framukti,M,L. 2013. Efek Antidiare Ekstrak Etanol Daun Mindi (Melia azedarach Linn). Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol.38 no 44 : 2354-6565.
Tjay, T.H dan Raharja, K. 2007. Obat-obat Penting, Khasiat, Penggunaan dan Efek-efek Sampingnya. Edisi VI. Jakarta : PT Elex Media Kompatindo.