• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) METERI HUKUM BACAAN TAJWID MELALUI METODE MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VII F SMP N 1 TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 - Test Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) METERI HUKUM BACAAN TAJWID MELALUI METODE MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VII F SMP N 1 TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 - Test Repository"

Copied!
182
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA

ISLAM (PAI)

MATERI HUKUM BACAAN TAJWID MELALUI METODE

MIND MAPPING

PADA SISWA KELAS VII F

SMP N 1 TENGARAN KAB. SEMARANG

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

S K R I P S I

Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh

KHAFIDZOTUS SOLIKHAH

NIM 11114243

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) SALATIGA

(2)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA

ISLAM (PAI)

MATERI HUKUM BACAAN TAJWID MELALUI METODE

MIND MAPPING

PADA SISWA KELAS VII F

SMP N 1 TENGARAN KAB. SEMARANG

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

S K R I P S I

Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh

KHAFIDZOTUS SOLIKHAH

NIM 11114243

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) SALATIGA

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

MOTTO

ُهَوَّلَعَو َىآْرُقْلا َنَّلَعَت ْيَه ْنُكُرْيَخ

.

“Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

(8)

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirobbil‟alamin dengan rahmat dan hidayah Allah SWT skripsi ini telah

selesai. Skripsi ini penulis persembahkan kepada:

1. Ibunda Naf‟ahdan Ayahanda Suparno yang senantiasa memberikan kasih

sayang, nasehat, dan jerih payahnya mendidik dari kecil sampai di bangku

kuliah di IAIN Salatiga ini, serta tidak lelah mendo‟akan yang terbaik tanpa

henti untuk menjadi pribadi yang bermanfaat untuk sesama dan kebahagian

anak-anaknya.

2. Keluarga besar yang ada di Pulutan, Magelang, Candirejo, serta adikku

Muhammad Annas yang yang banyak memberikan limpahan motivasi dan

do‟a.

3. Teruntuk Andik Hartanto yang nantinya akan menjadi pendamping hidupku.

4. Sahabatku Sri Khussusami, Vega Febriani Sawitri,Ainy Afifatunni‟mah,

Himmatul Hasanah, Citra Rarasati S, M. Luthfan A, Jamal Abdul Malik,

Miftahul Falah, Nur Ni‟matul Khasanah, Sulis Murgiyanti, Farichatul Husna,

Tutik Mutmainah, Liana Nurmawati, Zakiyatul Fauziyah, Izzatin Nisa, Siti

Lailatul Mukarromah, M. Agung Nugroho,Muhammad Machzum, Eka

Mahardika,Muhammad Rifqi Ladzimyang memberikan dukungan dan

(9)

5. Teman-teman KKN Kemusu Watugedhe yang telah memberiku motivasi

dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Teman-teman seperjuangan PAI 2014 yang telah memberiku motivasi dalam

menyelesaikan skripsi ini.

7. Teman-teman seperjuangan PPL SMP N 1 Tengaran yang telah memberiku

semangat dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Dan semua memotivasi penulis dan yang telah terlibat dalam penulisan skripsi

(10)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt. atas limpahan rahmat, hidayah, serta

inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, meskipun dalam wujud yang

sederhana. Sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad

Saw., yang merupakan sang revolusioner umat manusia yang telah membawa dari

zaman kejahilan menuju zaman keisalman sekarang ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan dapat diselesaikan

tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan

terima kasih dengan ketulusan hati, khususnya kepada:

1. Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga.

2. Bapak Suwardi, M.Pd selaku dekan FTIK IAIN Salatiga.

3. Ibu Hj. Siti Rukhayati, M.Ag. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam.

4. Bapak Drs. Sumarno Widjadipa, M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah

mencurahkan segala tenaga, pikiran dan bimbingannya dengan penuh kesabaran

sehingga skripsi ini dapat terselesiakan.

5. Bapak dan Ibu dosen IAIN Salatiga yang telah membekali berbagai ilmu

pengetahuan, sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini.

6. Kepala Bagian Akademik dan para stafnya yang senantiasa memberikan

pelayanan akademik yang membantu melancarkan proses pembuatan skripsi

(11)

7. Kepala Bagian Perpustakaan dan stafnya yang memberikan ruang untuk

membuat skripsi dengan bahan sumber buku dan rujukan yang lengkap.

8. Bapak Suparno dan Ibu Nafi‟ahserta keluarga yang selalu memberikan do‟a,

semangat, motivasi dan kasih sayang tiada henti.

9. Bapak Tedy Wibowo, M.Pd. selaku Kepala SekolahSMP N 1 Tengaran yang

telah memberikan izin dan melancarkan proses penelitian ini.

10. Bapak Nur Kholis, S.Ag selaku Guru pamong mata pelajaran Pendidikan Agama

Islam di SMP N 1 Tengaran yang telah bersedia membantu dan bekerjasama

untuk menyelesaikan penelitian ini.

11. Bapak dan ibu guru di SMP N 1 Tengaran.

12. Tak lupa siswa-siswi Kelas VII F yang telah memberikan sumber data yang

sebenarnya untuk keberhasilan penelitian ini dilakukan.

13. Tak lupa kepada seluruh yang terlibat dalam proses pembuatan penilitian ini

yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Demikian ucapan terimakasih penulis sampaikan. Penulis hanya bisa berdoa

kepada Allah Swt., semoga jasa dan amal kebaikan yang tercurahkan diridhoi oleh

(12)

Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi

penulis dan umumnya bagi para pembaca. Dengan keterbatasandan kemampuan,

skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang

membangun terbuka luas dan selalu penulis harapkan untuk kesempurnaan skripsi ini.

Salatiga, 20 Agustus 2018

Penulis,

(13)

ABSTRAK

Solikhah.Khafidzotus. 2018. Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Materi Hukum Bacaan Tajwid Melaui Metode Mind Mapping Pada Siswa Kelas VII F Smp N 1 Tengaran Tahun Kab. Semarang Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Pembimbing: Drs. Sumarno Widjadipa, M.Pd.

Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Tajwid, Hukum Nun Sukun/Tanwin, dan Metode Mind Mapping

Masalah pokok dalam penelitian ini yaitu Apakah penerapan metode mind mappingdalam mata pembelajaran pendidikan agama islam materi hukum bacaan nun sukun/tanwin dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VII F SMP N 1 Tengaran tahun pelajaran 2017/2018. Oleh karena itu, tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui penerapan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode mind mappingdalam mata pembelajaran pendidikan agama islam materi hukum bacaan nun sukun/tanwin dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VII F SMP N 1 Tengaran tahun pelajaran 2017/2018.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pra siklus dan tiga siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, observasi, dan dokumentasi. Metode tes digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam penerapan metode mind mappingdalam mata pelajaran pendidikan agama islam materi hukum bacaan nun sukun/tanwin. Metode observasi digunakan untuk mengetahui dan menilai aktivitas siswa dan guru dalam KBM berlangsung. Sedangkan dokumentasi digunakan sebagai bukti bahwa penelitian ini memiliki data dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

(14)
(15)

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN... iii

MOTTO... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

(16)

B... Rumu

san Masalah ... 5

C... Tujua

n penelitian ... 5

D. ... Kegu

naan penelitian ... 5

E. ... Hipot

esis Tindakan dan Indikator Keberhasilan ... 6

F. ... Meto

de Penelitian ... 7

G. ... Siste

matika Penulisan ... 14

BAB IILANDASAN TEORI

A. ... Kajia

n Teori ...

1. ... Hasil

belajar ... 16

2. ... Pendi

dikan Agama Islam ... 20

3. ... Huku

(17)

4. ... Meto

de mind mapping ... 27

5. ... Kriter

ia ketuntasan minimal (KKM) ... 40

B... Kajia

n Pustaka ... 45

BAB IIIPELAKSANAAN PENELITIAN

A. ... Gamb

aran umum SMP N ! Tengaran ... 47

B. ... Deskr

ipsi pelaksanaan pra siklus ... 54

C. ... Deskr

ipsi pelaksanaan siklus I ... 55

D. ... Deskr

ipsi pelaksanaan siklus II ... 59

E.... Deskr

ipsi pelaksanaan siklus III ... 63

BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. ... Deskr

(18)

1. ... Data

Ketuntasan Hasil Belajar Pra Siklus ... 67

2. ... Data

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I ... 69

3. ... Data

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II ... 71

4. ... Data

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus III ... 73

B.... Pemb

ahasan Hasil Penelitian

1. ... Pemb

ahasan Data Pra Siklus ... 79

2. ... Pemb

ahasan Data Siklus I ... 80

3. ... Pemb

ahasan data siklus II ... 87

4. ... Pemb

ahasan data siklus III ... 94

5. ... Data

Peningkatan Jumlah Siswa yang Tuntas dan Rata-rata Antar Siklus ...

... 100

(19)

A. ... Kesi

mpulan ... 103

B... Saran

... 104

DAFTAR PUSTAKA ... 108

(20)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Guru di SMP N 1 Tengaran ... 50

Tabel 3.2 Nama siswa kelas VII F ... 53

Tabel 4.1 data ketuntasan hasil belajar siswa pra siklus ... 67

Tabel 4.2 data ketuntasan hasil belajar siswa siklus I ... 69

Tabel 4.3 data ketuntasan hasil belajar siswa siklus II... 71

Tabel 4.4 data ketuntasan hasil belajar siswa siklus III ... 73

Tabel 4.5 data ketuntasan hasil belajar siswa pra siklus, siklus I, siklus II dan Siklus III ... 76

Tabel 4.6 Hasil pengamatan siswa dan guru siklus I ... 81

Tabel 4.7 Hasil pengamatan siswa dan guru siklus II ... 89

Tabel 4.8 Hasil pengamatan siswa dan guru siklus III... 95

(21)

DAFTAR GAMBAR

(22)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Permohonan Izin Melakukan Penelitian

Lampiran 2 Surat Keterangan Melakukan Penelitian

Lampiran 3 Lembar Konsultasi

Lampiran 4 RPP Siklus I, Siklus II dan III

Lampiran 5 Hasil Pengamatan Siswa dan Guru Siklus I, Siklus II dan II

Lampiran 6 Sampel Hasil Tes

Lampiran 7 Sampel Kertas Metode Mind Mapping

Lampiran 8 Dokumentasi

Lampiran 9 SKK

(23)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Proses belajar mengajar adalah kegiatan interaktif antara guru dengan

siswa dalam sebuah pembelajaran. Pembelajaran merupakan aktivitas yang

paling utama dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Menurut

Kastolani (2014: 53) mendefinisikan belajar sebagai perubahan dalam sistem

syaraf, penambahan pengetahuan, dan perubahan kelakuan berkat pengalaman

dan latihan. Ini berarti upaya dalam mencapai tujuan pendidikan dalam

pembelajaran tidak lepas dari peran serta guru dan siswa. Tindakan guru

dalam pengajaran sesuai dengan pengetahuan, komponen materi, metode dan

tujuan pembelajaran. Belajar juga diartikan sebagai suatu proses aktivitas

yang dapat membawa perubahan pada individu (Roestiyah, 1986 : 141).

Dalam sebuah komponen pembelajaran tersebut terdiri dari pendekatan

metode dan teknik dalam pembelajaran, komponen tersebut harus dimiliki

oleh guru. Guru dapat mewujudkan pembelajaran yang tepat sehingga

pembelajaran efektif diterapkan pada peserta didik.

Pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang mampu melahirkan

proses belajar yang berkualitas, yaitu proses belajar yang melibatkan

partisipasi dan penghayatan peserta didik secara intensif (Suwarno, 2006 :

(24)

kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Disamping itu guru dituntut menciptakan situasi belajar dan mengajar yang

kondusif. Dengan situasi yang kondusif serta pembelajaran yang efektif

diharapkan dapat mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.

Keberhasilan siswa dalam pembelajaran sangat ditentukan oleh besar

kecilnya semangat belajar siswa yang bersangkutan. Di samping itu guru juga

memberi motivasi terhadap siswa-siswanya. Dalam hal ini pembelajaran

Tajwid di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditujukan agar siswa mampu

membaca Al-Qur‟an dengan benar.

Agar keberhasilan pembelajaran dan proses pengajaran efektif, guru

harus mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi tidak bertumpu pada

satu metode. Karena jika hanya menggunakan metode ceramah saja siswa

cenderung bosan dan jenuh. Dengan metode yang bervariasi dapat merubah

kejenuhan siswa sehingga siswa lebih senang dan semangat dalam belajar.

Penggunaan metode pembelajaran disesuaikan dengan tujuan yang ingin

dicapai, materi yang disampaikan sesuai dengan kemampuan siswa dan

kemampuan guru.

Salah satu pendidikan yang memiliki pendidikan budi pekerti di dalam

kurikulum 2013 adalah pendidikan agama Islam dan budi pekerti. M. Arifin

mendefinisikan pendidikan Islam adalah proses yang mengarahkan manusia

manusia kepada kehidupan yang lebih baik dan yang mengangkat derajat

(25)

ajarnya (Syafaat, dkk. 2008:16). Jadi, harapan anak didik setelah menuntaskan

ilmu dan memperbaiki budi pekertinya dengan pemahaman, penghayatan, dan

pengamalan agama Islam, menjadikannya upaya memperbaiki kehidupan

dirinya sendiri ataupun kehidupan sosial.

Di masa ini pendidikan yang penting adalah bukan hanya berfokus

dalam ilmu umum (duniawi) saja, akan tetapi pendidikan agama juga penting.

Manusia pada hakikatnya adalah untuk beribadah kepada Allah swt. oleh

sebab itu, muncul pendidikan agama islam (PAI). Pendidikan agama islam

pada sekolah umum masih terdapat ketidak seimbangan antara alokasi waktu

yang tersedia dan materi pelajaran yang begitu luas, mengakibatkan prestasi

pendidikan agama islam masih jauh dari harapan yang diinginkan. Hal ini

terbukti kurang tercapainya nilai yang diperoleh oleh siswa. Guru pengampu

mata pelajaran pendidikan agama Islam ini belum merasa puas terhadap hasil

belajar siswa dengan ketuntasan belajar individu masih di bawah KKM yaitu

dari jumlah 32 siswa kelas VII F, hanya 11 siswa yang telah mencapai KKM

dengan presentase 34,37% dan nilai rata-rata 62,18 sedangkan KKM yang

diterapkan yaitu 75. Data ini menunjukkan capaian KKM kelas masih jauh

dari indikator keberhasilan yaitu 85%.

Dalam Al Qur‟an sendiri disunahkan membaca Al Qur‟an dengan

tartil yaitu dengan bacaan yang tenang dan pelan-pelan. Sesuai dengan firman

(26)

...

)

4

( ًلاْيِتْزَت ٌَآْزُقْنا ِمِّتَرو

Artinya :” ….. Dan bacalah Al Qur‟an itu dengan tartil” (Departemen

Agama RI, 1986 : 98)

Dalam membaca Al-qur‟an tidak terlepas dari tajwid, karena di

khawatirkan akan mengubah makna kata dalam Al-Qur‟an yang menjurus

kepada salah paham dan penyimpangan dari tujuan Allah dan Rasul-Nya. Hal

ini menimbulkan fatal dan berbahaya.

Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, perlu dikembangkan

metode pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran Al-Qur‟an yaitu

dengan metode mind mapping. Pentingnya metode mind mapping dalam pembelajaran Tajwid adalah membantu siswa memanfaatkan potensi kedua

otak anak yaitu otak kanan dan otak kiri. Karena interaksi dari otak tersebut

dapat memicu kreativitas yang memberikan kemudahan dan proses mengingat

dan berfikir, untuk mengidentifikasikan ide-ide dengan kata-kata kunci yang

telah dibuat sehingga memberikan hubungan sebab akibat dari materi

pelajaran.

Dengan metode mind mapping maka akan meningkatkan beberapa aspek, yaitu konsentrasi, kreativitas, daya ingat dan pemahaman, sehingga

siswa dapat mengambil keputusan belajar yang lebih baik. Dengan demikian

(27)

materi pada setiap proses pembelajaran. Akhirnya diharapkan pemahaman

tajwid dapat meningkat dan tercapai apa yang menjadi tujuan pembelajaran.

Mind mapping sebagai metode pembelajaran kreativitas yang memerlukan konsentrasi daya ingat siswa dalam memetakkan pelajaran yang

dihadapinya akan menghasilkan daya ingat yang lebih baik dari metode

sebelumnya sehingga dapat meningkatkan pemahaman yang lebih baik pula.

Dengan menggunakan metode mind mapping diharapkan pemahaman tajwid dapat tercapai dengan maksimal sehingga siswa dapat membaca Al-Qur‟an

dengan tartil di sekolah. Maka penulis mengambil judul “Peningkatan Hasil

Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Materi Hukum Bacaan Tajwid

Melalui Metode Mind Mapping Pada Siswa Kelas VII F SMP N 1

Tengaran Tahun Pelajaran 2017/2018 ”.

B. Rumusan Masalah

Bersasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini

yaitu:

1. Apakah penerapan metode mind mapping dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi hukum bacaan tajwid dapat

meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII F di SMP N 1 Tengaran tahun

pelajaran 2017/2018?

2. Apakah penerapan metode mind mapping dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi hukum bacaan tajwid dapat mencapai

(28)

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui penerapan hasil belajar peserta didik dengan

menggunakan metode mind mapping dalam dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi hukum bacaan tajwid pada siswa kelas

VII F di SMP N 1 Tengaran tahun pelajaran 2017/2018.

2. Untuk mengetahui dengan penerapan metode mind mapping dapat mencapai taget KKM kelas.

D. Kegunaan Penelitian

Kegunaan dari penelitian ini adalah :

1. Bagi siswa

Sebagai usaha untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan

yaitu bermain sambil belajar agar tidak monoton. Harapannya adalah

dapat meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar untuk mempelajari

materi pokok hukum bacaan tajwid.

2. Bagi Guru

Sebagai alternaitif dalam memlilih metode pelajaran mind mapping

yang akan digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar, sehingga

dapat mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal.

(29)

Penelitian ini dijadikan pola pengembangan strategi pembelajaran di

Sekolah Menengah Pertama (SMP) khususnya kelas yang sedang

dijadikan obyek penelitian.

4. Bagi Peneliti

Menambah wawasan keilmuan dan pengalaman dalam

mengembangkan inovasi dan kreativitasnya. Dilakukan dalam bentuk

penelitian berupa pengamatan guru dan siswa dalam proses kegiatan

belajar mengajar.

E. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan

1. Hipotesis Tindakan

Hipotesis dalam penelitian ini dapat dituliskan yaitu: metode mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar hukum bacaan tajwid pada siswa kelas VII F SMP N 1 Tengaran Tahun Ajaran 2017/2018.

2. Indikator Keberhasilan

Penerapan metode Mind mapping ini dikatakan efektif, apabila

indikator yang diharapkan tercapai. Adapun indikator yang dapat

dirumuskan yaitu:

a. Hasil belajar siswa dikatakan berhasil apabila 85% dari jumlah siswa

yaitu minimal 28 siswa yang telah tuntas mencapai KKM.

b. Sedangkan untuk indikator keberhasilan individu adalah nilai KKM

yaitu 75.

(30)

Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu sebuah

penelitian yang dilakukan di kelas. Karena ada tiga kata yang membentuk

pengertian tersebut, maka tiga pengertian tersebut dapat diterangkan.

1. Penelitian: menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu obyek

tertentu melalui metodologi ilmiah dengan mengumpulkan data-data dan

dianalisis untuk menyelesaikan suatu masalah.

2. Tindakan: menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang disengaja dilakukan

dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan

untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu atau kualitas proses belajar

mengajar.

3. Kelas: sekelompok siswa yang ada, waktu yang sama, menerima pelajaran

yang sama dari guru yang sama pula.

Dengan menggabungkan batasan pengertian tiga kata inti diatas maka

dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian

untuk membantu seseorang dalam mengatasi secara praktis persoalan yang

dihadapai dalam situasi darurat dan membantu pencapaian tujuan ilmu sosial

dengan kerja sama dalam rangka etika yang disepakati bersama (Kunandar,

2011 : 45-46).

Dalam penelitian tindakan kelas ini, guru menerapkan langkah-langkah

penelitian sebagai berikut :

(31)

Rancangan penelitian yang diterapkan berupa penelitian tindakan

kelas. Prosedur dan langkah-langkah penelitian mengikuti prinsip-prinsip

dasar yang berlaku dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun

penggunaan ini dapat memberikan solusi bagaimana menumbuhkan

pemahaman siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama

Islam.

2. Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII F di SMP N 1 Tengaran

Tahun Ajaran 2017/2018.

3. Langkah-langkah / Siklus Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang

menggunakan data pengamatan langsung terhadap jalannya metode

pembelajaran yang sudah digunakan untuk menyampaikan materi Hukum

Bacaan Tajwid di kelas. Dalam pelaksanaanya peneliti akan berkolaborasi

dengan guru kelas VII F SMP N 1 Tengaran pengampu mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam (PAI). Peneliti sebagai pelaku penelitian

sedangkan guru kelas bertindak sebsagai pengamat.

Model penelitian secara garis besar terdapat empat tahapan yang

dilalui dan dimulai dari tahap perencanaan pelaksanaan, tindakan,

pengamatan dan refleksi yang diikuti dengan perencanaan ulang. Adapun

(32)

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari empat tahap, secara rinci

prosedur penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

Pada tahap ini terdapat tiga kegiatan dasar yaitu identifikasi

masalah, merumuskan masalah, dan pemecahan masalah. Pada

masing-masing kegiatan terdapat sub-sub kegiatan yang sebaiknya

dilaksanakan untuk menunjang sempurnanya tahap perencanaan.

b. Pelaksanaan

Pada tahap kedua ini adalah menerapkan apa yang telah

(33)

mengatur rencana yang telah disiapkan pada saat tindakan

dilaksanakan, dilakukan observasi terhadap proses belajar mengajar

untuk mengetahui perubahan yang terjadi akibat dari tindakan yang

dilakukan.

c. Pengamatan

Pada tahap ketiga ini adalah pengumpulan data. Dengan kata

lain, Peneliti melakukan pengamatan perhatian siswa, keaktifan siswa,

dan minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada tahap

ini, peneliti harus menguraikan jenis data yang dikumpulkan, cara

mengumpulkan dan alat atau instrumen pengumpulan data

(angket/wawancara/observasi) dan lain-lain.

d. Refleksi

Pada tahap ke empat atau terakhir ini adalah refleksi. Refleksi

adalah kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang telah

dilakukan. Pada kegiatan ini dilakukan refleksi dan analisis didasarkan

pada hasil pengamatan. Hasil analisis berupa masukan yang akan

digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan proses pembelajaran pada

(34)

4. Metode pengumpulan data

Metode yang digunakan dalam penelitian antara lain:

a. Tes, tes ini dilaksanakan karena peneliti ingin mendapatkan data

berupa angka yang rill melalui hasil nilai post test.

b. Observasi, metode ini digunakan untuk mengamati perilaku siswa,

proses belajar siswa kelas VII F di SMP N 1 Tengaran.

c. Dokumentasi, metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi

tentang gambaran umum SMP N 1 Tengaran, dan hal-hal yang

berkaitan dengan penelitian, rencana penelitian.

5. Instrumen Penelitian

Instrumen atau alat pengumpul data adalah alat yang digunakan untuk

mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Data yang terkumpul dengan

menggunakan instrumen tertentu akan dideskripsikan dan dilampirkan

atau digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam suatu

penelitian (Puji Muljono, 2002 : 1).

Adapun Instrumen penelitian dalam penelitian ini meliputi:

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

b. Soal post test

c. Lembar Observasi

6. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas tidak jauh berbeda

(35)

kemajuan siswa (nilai/ prestasi) dengan metode mind mapping serta aktivitas siswa dan guru serta tes formatif.

a. Observasi

Menurut Arikunto, dkk (2006) observasi adalah kegiatan

pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek

tindakan telah mencapai sasaran. Dengan metode observasi ini untuk

memperoleh data tentang kondisi fisik serta gambaran umum di

sekolah SMP N 1 Tengaran Tahun Ajaran 2017/2018.

b. Tes

Tes merupakan alat ukur yang berharga dalam penelitian. Tes

digunakan untuk mendapatkan data kuantitatif berupa nilai yang

menggambarkan pencapaian target kompetensi. Adapun jenis

penelitian ini adalah penilaian formatif tiap siklus (Rosma Hartini

Sam‟s, 2010 : 92).

c. Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah pendekatan untuk mencari data

mengenai hal-hal berupa catatan, surat kabar, majalah, buku-buku,

agenda dan sebagainya (Arikunto, 2002 : 206).

Metode dokumentasi ini digunakan sebagai penguat dan

pelengkap data yang tidak diperoleh dari wawancara dan observasi

untuk memperoleh data tentang visi, misi, keadaan guru, dan keadaan

(36)

7. Analisis data

Demi mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran atau prestasi siswa,

maka dilakukan dengan cara memberikan soal-soal berupa post test di akhir

pembelajaran sebagai hasil untuk tolak ukur keberhasilan pembelajaran.

Analisis data ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana, yaitu:

a. Dengan menilai ulangan tes formatif, yaitu dilakukan dengan

menggunakan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa. Selanjutnya

dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut. Sehingga

diperoleh rata-rata tes formatif, dapat dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:

M=

M = Nilai rata-rata

Ʃx = Jumlah nilai yang ada

N = Jumlah frekuensi yang ada

b. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar siswa, digunakan rumus

sebagai berikut:

P= X 100%

Keterangan:

P = Persentase

f = Frekuensi (Jumlah siswa di atas KKM)

(37)

G. Sistematika Penulisan Skripsi

Secara garis besar sistematika penulisan skripsi dalam penelitian

tindakan kelas ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian

inti dan bagian akhir. Tiap-tiap bagian dapat dirinci sebagai berikut :

1. Bagian awal

Cakupan bagian awal meliputi :

Pada bagian awal ini berisi tentang halaman sampul, lembar berlogo,

halaman judul, lembar persetujuan pembimbing, lembar pengesahan,

pernyataan keaslian tulisan, motto, persembahan, kata pengantar, abstrak,

daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar.

2. Bagian inti skripsi

terdiri dari :

BAB I Pendahuluan mencakup : latar belakang masalah, rumusan

masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, hipotesis

tindakan dan indikator keberhasilan, metode penelitian

meliputi: rancangan penelitian, subyek penelitian,

langkah-langkah, metode pengumpulan data, instrumen penelitian,

pengumpulan data dan analisis data. Sistematika penulisan.

BAB II Kajian pustaka terdiri dari pengertian pemahaman hasil belajar,

pendidikan agama islam, hukum bacaan tajwid, metode

(38)

BAB III Pelaksanaan penelitian siklus I (rencana, pelaksanaan,

pengamatan/ pengumpulan data dan refleksi), pelaksanaan

siklus II (rencana, pelaksanaan, pengamatan/ pengumpulan

data dan refleksi) dan pelaksanaan penelitian siklus III

(rencana, pelaksanaan, pengamatan/ pengumpulan data dan

refleksi).

BAB IV Hasil penelitian dan pembahasan, terdiri dari diskripsi tiap

siklus dan pembahasan tiap siklus.

BAB V Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran.

3. Bagian Akhir

Pada bagian akhir meliputi :

(39)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori

1. Hasil Belajar

a. Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan organisme

untuk mengubah tingkah laku dengan cepat dan bersifat permanen

sehingga perubahanyang serupa tidak perlu terjadi berulang kali setiap

menghadapi situasi baru (Nurgiyantoro, 1988:58).

Kemudian Syah mendefinisikan, belajar berarti suatu

perubahan kemampuan untuk bereaksi yang relatif langgeng sebagai

hasil latihan yang diperkuat (Sriyanti, 2009:17).

Belajar merupakan sebuah proses yang dilakukan individu

untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang

diwujudkan dalam bentuk perubahan tingkah laku yang relatif

permanen dan menetap disebabkan adanya interaksi individu dengan

lingkungan belajarnya (Irham dan Wiyani, 2013: 116)

Jadi belajar adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan

oleh pengalaman dan latihan, yang tidak tahu menjadi tahu dan yang

(40)

Belajar pada hakikatnya merupakan proses perubahan di dalam

kepribadian yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, dan kepandaian.

Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkat laku yang terjadi sebagai

suatu hasil dari latihan atau pengalaman (Majid, 2014:15).

Proses belajar tidak sekedar menghafal konsep-konsep atau

fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan

konsep-konsep untuk mrnghasilkan pemahaman yang utuh sehingga

konsep yang dipelajari akan dipahami baik dan tidak mudah

dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar yang bermakna maka

guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep

yang telah dimiliki oleh siswa dan membantu memadukannya secara

harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan

diajarkan. Dengan kata lain, belajar akan lebih bermakna jika anak

mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan

lebih banyak indra daripada hanya mendengarkan orang/guru

menjelaskan.

b. Pengertian Hasil Belajar

Menurut Oemar Hamalik (2002:45) dalam buku pembelajaran

tematik terpadu hasil belajar itu dapat terlihat dari terjadinya

perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan

perilaku. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah

(41)

Hasil belajar adalah sejumlah pengalaman yang diperoleh

siswa yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Belajar

tidak hanya penguasaan konsep teori mata pelajaran saja, tapi juga

penguasaan kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat-bakat,

penyesuaian sosial, dll (Rusman, 2016:67).

1) Ranah Kognitif

Ranah kognitif berhubungan erat dengan kemampuan berpikir

termasuk kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi,

menganalisis, dan kemampuan mengevaluasi.

2) Ranah Afektif

Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti sikap, minat,

konsep diri, nilai dan moral.

3) Ranah Psikomotorik

Ranah Psikomotor berhubungan dengan hasil belajar yang

mencapainya melalui keterampilan manipulasi, yang melibatkan

otot dan kekuatan fisik. Ranah psikomotor adalah ranah yang

berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya menulis, memukul,

melompat dan sebagainya (Ratnawulan dan Rusdiana, 2015:58).

c. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

1) Faktor Internal

(42)

Secara umum kondisi fisiologis, seperti kondisi kesehatan yang

prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tiak dalam

keadaan cacat jasmani dan sebagainya. Hal-hal tersebut dapat

mempengaruhi siswa dalam menerima materi pelajaran.

b) Faktor Psikologis

Setiap individu dalam hal ini siswa pada dasarnya memiliki

kondisi psikologis yang berbeda-beda. Tentunya hal ini turut

mempengaruhi hasil belajarnya. Beberapa faktor psikologis

meliputi intelegensi, perhatian, bakat, motivasi, dan daya nalar

siswa.

2) Faktor Eksternal

a) Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dapat mempengaruhi hasil belajar. Faktor

lingkungan ini meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial.

Lingkungan alam misalnya suhu, kelembapan dan lain-lain.

Belajar pada tengah hari di ruangan yang memiliki ventilasi

udara yang kurang tentunya akan berbeda suasana belajarnya

dengan yang belajar di pagi hari yang udaranya masih segar

dan diruang yang cukup mendukung untuk bernapas lega.

b) Faktor Instrumental

Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan

(43)

diharapkan. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi

sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang

telah direncanakan. Faktor-faktor instrumental ini berupa

kurikulum, sarana dan guru (Rusman, 2016:67-68).

2. Pendidikan Agama Islam

a. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama islam adalah upaya sadar dan terencana

dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami,

menghayati, hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam

mengamalkan ajaran agama islam dari sumber utamanya kitab suci

Al-Qur‟an dan Al-Hadis, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan

serta penggunaan pengalaman (Majid, 2012:11)

Pendidikan agama islam adalah suatu usaha untuk membina

dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami

kandungan ajaran islam secara menyeluruh, menghayati makna

tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan

islam sebagai pandangan hidup (Majid, 2012:1).

Menurut Muhaimin, pendidikan agama islam adalah proses

mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, masyarakat,

dan alam sekitarnya, dengan cara pengajaran sebagai suatu aktivitas

asasi dan sebagai profesi di antara profesi-profesi asasi dalam

(44)

Jadi, pendidikan agama islam lebih khusus ditekankan dalam

rangka untuk mengembangkan fitrah keagamaan dan sumber daya

insani agar lebih mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan

ajaran-ajaran agama islam dengan baik dan benar agar terbentuk sikap

kepribadian, dan keterampilan anak didik berdasarkan pada

hukum-hukum agama islam.

b. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama islam disekolah bertujuan untuk

menumbuhkan dan meningkatkan keimanan pemberian dan

pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, serta pengalaman

peserta didik tentang agama islam sehingga menjadi manusia muslim

yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaanya, berbangsa

dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan

yang lebih tinggi (Majid, 2012: 134-135).

Menurut Muhammad Hafidz dan Kastolani (2009: 28) tujuan

pendidikan agama islam adalah mewujudkan seorang mu‟min yang

takut kepada Allah dan bertaqwa kepeda-Nya, memperbaiki ibadahnya

untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Menurut Muhaimin, Pendidikan Agama Islam bertujuan agar

siswa memahami, menghayati, meyakini, dan mengamalkan ajaran

islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman, bertaqwa

(45)

Jadi tujuan pendidikan agama islam adalah untuk membekali

peserta didik dengan nilai-nilai agama supaya dapat diaplikasikan

dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk manusia yang

berakhlakul karimah.

c. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Fungsi pendidikan islam adalah memlihara dan

mengembangkan fitrah dan sumber daya insani yang ada pada peserta

didik menuju kepada terbentuknya manusia seluruh (insan Kamil)

sesuai dengan norma islam yang diridhai Allah (Mansur: 2007:334).

3. Ilmu Tajwid

a. Pengertian Tajwid

Tajwid berasal dari kata ( دىﺟ – دىﺠﯾ – اﺪﯾىﺠت ) yang berarti bagus atau membaguskan. Didalam ilmu qira‟ah tajwid berarti

mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat

yang dimiliki. (htpp://www.khazanahtajwid.blogspot.com)

Sedangkan menurut istilah adalah memberikan hak-haknya

huruf yang asli seperti makhraj-makhrajnya sifat-sifatnya yang tetap

menjadi zadnya.

Adapun pengertian ilmu tajwid adalah ilmu yang mengajarkan

cara bagaimana seharusnya membunyikan/membaca huruf-huruf

hijaiyah dengan baik dan sempurna, baik ketika bersendirian maupun

(46)

Ilmu tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui

bagaimana sebenarnya menyembunyikan huruf-huruf dengan betul

(Asy‟ari, 1987:7).

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh

abu dawud:

Artinya: Telah menceritakan kepada Kami [Musaddad] telah

menceritakan kepada Kami [Yahya] dari [Sufyan], telah menceritakan

kepadaku ['Ashim bin Bahdalah] dari [Zirr] dari [Abdullah bin 'Amr],

ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam bersabda:

"Dikatakan kepada orang yang membaca Al Qur'an: "Bacalah, dan

naiklah, serta bacalah dengan tartil (jangan terburu-buru), sebagaimana

engkau membaca dengan tartil di dunia, sesungguhnya tempatmu

adalah pada akhir ayat yang engkau baca. (HR. Abu Dawud, 1252)

Jadi ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara

membunyikan atau mengucapkan huruf huruf yang tepat dalam kitab

(47)

b. Kedudukan Ilmu Tajwid

1) Makharijul Huruf ( فوزحنبﺟربحي ) Makharijul Huruf Al-Qur‟an sesuai dengan Makhrajnya dan sifat-sifatnya serta memenuhi

bacaannya. Pengucapan Makharijul Huruf sesuai dengan tempatnya.

2) Sifat huruf ( تبفص فوزحنا ) sifatul huruf atau sifat-sifat huruf

sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan Makhrarijul Huruf karena

dapat didengar orang lain maupun dirinya sendiri melalui ukuran

bunyi suara huruf.

3) Hukum-hukum huruf/ ahkamul huruf ( وبكحا فوزحنا ) Dalam

membaca Al-Qur‟an yang paling penting adalah pemahaman akan hukum-hukum huruf baik secara sendiri-sendiri atau secara

bergabung atau bertemu huruf lain. Apabila pemahaman tersebut

hanya meliputi Makharijul Huruf dan sifatul huruf saja, dikhawatikan

di dalam ucapan serta bunyinya kurang mencapai kesempurnaan

(Rahayu, 2011:21).

c. Tujuan Pembelajaran Ilmu Tajwid

1) Memelihara bacaan Al-Qur‟an dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca.

2) Untuk memberi tuntutan bagaimana cara pengucapan ayat-ayat yang

(48)

3) Mempraktekkan kaidah-kaidah ilmu tajwid ketika membaca

Al-Qur‟an

4) Tujuan hukum mempelajari Al-Qur‟an adalah fardhu‟ain bagi setiap Qariul-Qur‟an (Rahayu, 2011:21).

d. Macam-macam Hukum Bacaan Nun Sukun/tanwin

Dibagi menjadi empat, yaitu: (Asy‟ari, 1987: 8-13)

1) Idzhar Halqi

Idzhar artinya jelas, halqi artinya tenggorokan. Idzhar halqi

adalah apabila anak nun sukun atau tanwin betemu dengan salah

satu huruf-huruf halqi. Dan cara mebacanya yaitu harus jalas.

Huruf idzhar halqi ada enam yaitu

ؽ ع خ ﺡ ـه ء

Contoh :

ٌَْىَهَُْﯾ

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ـه

,harus dibaca

YAN HAUNA, tidak boleh dibaca YANN (mendengung)

HAUNA.

2) Idghom

Idghom dibagi menjadi dua yaitu:

a) Idghom Bighunnah

(49)

bighunnah. Cara membacanya yaitu nun sukun atau tanwin itu dimasukkan menjadi satu dengan huruf sesudahnya atau

ditasyjidkan dengan mendengung.

Huruf idghom bighunnah ada empat yaitu

و و ٌ ي

Contoh:

ُلْىُقَﯾ ٍَْي

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ي

, harus

dibaca MAYYAQUULU, tidak boleh dibaca MAN (jelas)

YAQUULU.

b) Idghom Bilaghunnah

Idghom artinya memasukkan, Bilaghunnah artinya tidak berdengung. Idghom bilaghunnah adalah apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf idghom bilaghunnah. Cara membacanya yaitu nun sukun atau tanwin itu dimasukkan menjadi satu dengan huruf sesudahnya tetapi

tanpa berdengung.

Huruf idghom bilaghunnah ada dua yaitu

ر ل

Contoh:

ْىِهِّبَر ٍِْي

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ر

, harus

dibaca MIRRABIHIM, tidak boleh dibaca MIN (jelas)

(50)

3) Iqlab

Iqlab artinya menukar atau mengganti, iqlab adalah apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf iqlab yaitu

ة

. Cara membacanya yaitu dengan menyuarakan nun sukun atau tanwin

menjadi suara MIM, dengan merapatkan dua bibir serta

mendengung.

Contoh:

ْىُهْئِبََْا

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ة

, Tidak boleh

dibaca AN-BI‟HUM, harus dibaca AMMBI‟HUM.

4) Ikhfa’

Ikhfa’ artinya menyamarkan, Ikhfa’ yaitu apabila ada nun

sukun/ tanwin bertemu salah satu huruf hijaiyah selain huruf-huruf

halqi, huruf-huruf idghom bighunnah dan idghom bilaghunnah,

dan huruf iqlab.

Huruf ikhfa’ ada lima belas yaitu:

ض ص ش ص س ذ د

ج ث ت

ك ق ف ظ ط

Contoh:

ُمْبَق ٍِْي

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ق

, Tidak boleh

(51)

4. Metode Mind Mapping

a. Pengertian Metode

Istilah metode sering kali disamakan dengan istilah

pendekatan, strategi, dan teknik sehingga sehingga dalam

penggunaanya juga sering saling bergantian yang pada intinya adalah

suatu cara untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan atau

cara cara yang tepat dan cepat untuk meraih tujuan pendidikan sesuai

dengan kebutuhan peserta didik.

Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai

tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar,

metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervareasi sesuai

dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pelajaran berakhir. Seorang

guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai

satupun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para

ahli psikologi dan pendidikan (Djamarah dan Zein, 2006:46).

Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran

kepada siswa untuk mencapai tujuan (Suprayekti, 2003:13)

Jadi dapat disimpulkan bahwa metode adalah sebuah cara dari

seorang guru untuk menyampaikan materi peklajaran kepada siswa

(52)

b. Metode Mind Mapping

Mind Mapping adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak

dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk

membentuk kesan (Swadarma, 2013:2).

Menurutnya mind map adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa, yang

sebenarnya ada dalam otak manusia yang menakjubkan (Buzan, 2009 :

12).

Mind mapping pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

merupakan metode mengajar terhadap siswa dengan cara

mengapresiasikan potensi yang ada di otak oleh siswa secara penuh dan

memanfaatkan semua perangkat otak berfikir yang masih alami untuk

memahami materi tajwid pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

dengan baik sehingga ketika membaca Al Qur‟an dapat dibaca dengan

tartil, menurut makhraj-makhrajnya dan tidak ada kekeliruan.

Karena mind mapping merupakan “sistem yang mengatur diri sendiri otak siswa” maka ketika memahami dan membaca Al-Quran siswa dapat melakukannya sendiri. Namun demikian tiap-tiap metode

belajar memiliki kelemahan dan kelebihan sendiri-sendiri, maka guru

harus bias memilih jenis metode yang tepat agar tidak terjadi kelemahan

atau bersifat monoton dan membosankan serta disesuaikan dengan

(53)

hal-hal yang sulit pada mata pelajaran, siswa akan lebih cepat terinspirasi

oleh apa yang dicapai dalam memahami tajwid pada mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam secara praktik dan mudah dipahami.

c. Kegunaan Mind Map

1) Mengumpulkan data yang hendak digunakan untuk berbagai

keperluan secara sistematis.

2) Mengembangkan dan menganalisis ide/pengetahuan seperti yang

biasa dilakukan pada saat proses belajar mengajar atau rapat.

3) Memudahkan untuk melihat kembali sealigus mengulang-ulang ide

dan gagasan.

4) Membuat banyak pilihan dari berbagai rute keputusan yang mungkin.

5) Dapat melihat gambaran besar dari suatu gagasan, sehingga

membantu otak bekerja gagasan tersebut.

6) Menyederhanakan struktur ide dan gagasan yang semula rumit,

panjang dan tak mudah dilihat menjadi lebih mudah.

7) Mempercepat dan menambah pemahaman pada saat pembelajaran

karena dapat melihat keterkaitan antar topik yang satu dengan yang

lainnya.

8) Mengasah kemampuan kerja otak mind map penuh dengan unsur

kreativitas.

d. Manfaat Mind Map

(54)

Warna bisa membantu dalam mengklasifikasi informasi dan juga

dapat menstimulasi ide serta kreativitas.

2) Mind Map adalh gambar

Secara umum anak yang dibekali Mind Map untuk mempelajari

materi pelajaran memiliki memori yang lebih baik dari pada anak

yang hanya membaca buku secara linier.

3) Mind Map dapat menyatukan asosiasi anak

4) Mind Map memberikan gambaran besar (Lucky dan Rizky, 2012:179)

e. Keunggulan Mind Map

1) Meningkatkan kinerja manajemen pengetahuan

2) Memaksimalkan sistem kerja otak

3) Saling berhubungan satu sama lain sehingga makin banyak ide dan

informasi yang dapat disajikan.

4) Memacu kreativitas, sederhana, dan mudah dikerjakan.

5) Sewaktu-waktu dapat merecord data yang ada dengan mudah

6) Menarik dan mudah tertangkap mata

7) Dapat melihat sejumlah besar data dengan mudah.

f. Cara membuat Mind Map

Cara membuat mind map sangatlah mudah dan demikian alami

sifatnya, bahan-bahan untuk membuat mind map adalah sebgai

berikut:

(55)

2) Pena dan pensil berwarna

3) Otak

4) Imajinasi (Buzan, 2006:10)

Menurut Buzan (2006:21-22) ada tujuh langkah untuk membuat

mind map yaitu:

1) Mulai dari bagian tengah permukaan secarik kertas yang kosong

yang diletakkan dalam posisi memanjang. Kenapa begitu? Karena

memulai dari tengah-tengah permukaan kertas akan memberikan

keluasaan bagi cara kerja otak untuk memancar ke luar segala arah,

dan mengekspresikan diri lebih bebas dan alami.

2) Gunakan sebuah gambar untuk gagasan sentral. Kenapa begitu?

Karena suatu gambar bernilai seribu kata dan membantu anda

menggunakan imajinasi. Gambar yang letaknya ditengah-tengah

akan tampak lebih menarik, membuat kita tetap fokus, membantu

kita memusatkan pikiran, dan membuat otak semakin aktif dan

sibuk.

3) Gunakan warna pada seluruh mind map. Kenapa begitu?karena

bagi otak warna-warna tidak kalah menariknya dari gambar.

Warna membuat mind map tampak lebih carah dan hidup,

meningkatkan kekuatan yang dahsyat bagi cara berpikir kreatif,

(56)

4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar sentral dan

hubungkan cabang-cabang tingkan kedua dan ketiga pada tingkat

pertama dan kedua dan seterusnya. Kenapa begitu? Karena, seperti

yang telah kita ketahui otak bekerja dengan menggunakan asosiasi.

Jika tidak menghubungkan cabang-cabang, kita akan jauh lebih

mudah dalam memahami dan mengingat.

5) Buatlah cabang-cabang mind map berbentuk melengkung

bukannya garis lurus. Kenapa begitu? Karena jika semuanya garis

lurus, ini akan membosankan otak kita. Cabang-cabang yang

melengkung dan hidup seperti cabang-cabang sebuah pohon jauh

lebih menarik dan indah apabila dilihat

6) Gunakan satu kata kunci perbaris. Kenapa begitu? Karena kata

kunci tunggal akan menjadikan mind map lebih kuat dan fleksibel.

Dan menggunakan kata-kata tunggal akan lebih bebas dan lebih

mudah tertuang gagasan-gagasan dan pikiran-pikiran baru. Mind

map mempunyai banyak kata kunci didalamnya, seperti tangan

kita memiliki jemari yang bebas bergerak ke segala arah.

7) Gunakan gambar diseluruh mind map, karena memberikan gambar

akan lebih mudah untuk kita mengingat. Kenpa begitu? Karena

setiap gambar, seperti gambar sentral, juga bernilai seribu kata.

(57)

ini sudah sama dengan 10.000 kata yang terdapat di dalam suatu

catatan.

g. Kelebihan dan kekurangan Mind Map

Ada beberapa kelebihan saat menggunakan pembelajaran Mind Mapping

yaitu:

1) Cara ini cepat

2) Strategi dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang

muncul dikepala anda

3) Proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain.

Kekurangan mind Mapping yaitu:

1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat

2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar

3) Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukkan

(

http://makalahnasrulhendri.blogspot.co.id/2016/02/makalah-mind-mapping-peta-pikiran-oleh.html)

5. Materi (Hukum Bacaan Nun Mati dan Tanwin)

Nun mati disebut juga nun sakinah. Sedang yang dimaksud dengan

nun mati adalah nun yang tidak berbaris, ia menggunakan harakat sukun

sehingga nun itu tidak dapat dibunyikan kecuali diawali huruf lain.

(58)

Sedangkan yang dimaksud dengan tanwin adalah nun mati yang

bertempat di akhir isim (kata benda) yang terlihat apabila dibaca washal

(sambung dengan kata lain) dan hilang ketika ditulis (diwakafkan). Jadi

pada dasarnya tanwin itu bermula dari nun mati yang kelihatan dalam

bahasa lisan dan hilang dalam bahasa tulisan. Contoh :

ٌىْيِهَػ ٌغْيًَِس

Dibaca

ًٍُْْيِهَػ ٍُْؼْيًَِس

ًبّيبَت بًي َلاَس

Dibaca

ٍَّْيبَت ٍَْي َلاَس

Dari pengertian di atas, tampak bahwa antara nun mati dan tanwin

mempunyai persamaa dan perbedaan. Persamaannya yaitu terletak pada

huruf nun-nya yang mati. Sedangkan perbedaaanya yaitu: nun mati

tampak jika diucapkan maupun ditulis, dan tanwin hanya tampak nun-nya

ketika diucapkan bukan ditulis.

Nun mati atau tanwin yang bertemu salah satu huruf hijaiyah,

mempunyai dampak hukum tersendiri dalam bacaaanya. Ada yang dibaca

terang (izhar), memasukkan (idgham), menukar atau berubah (iqlab ) dan

menyembunyikan (ikhfa‟). Dari dampak tersebut, maka bila ada nun mati

atau tanwin bertemu huruf hijaiyah mempunyai 4 hukum, yaitu: Izhar

(

ْربَهْظِا

)

, Idgham

(

ْوبَغْدِا

)

, Iqlab

(

ْة َلاْقِا

)

, Ikhfa‟

(

ْءبَفْخِا

).

Kelima cara bacaan itu akan diterangkan satu persatu secara rinci sebagai

berikut:

(59)

idzhar artinya jelas, halqi artinya tenggorokan. Idzhar halqi

adalah apabila anak nun sukun atau tanwin betemu dengan salah satu

huruf-huruf halqi. Dan cara mebacanya yaitu harus jalas.

Huruf idzhar halqi ada enam yaitu

ؽ ع خ ﺡ ـه ء

Contoh :

ٌَْىَهَُْﯾ

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf ـه , harus dibaca YAN HAUNA, tidak boleh dibaca YANN (mendengung) HAUNA.

NO Ditulis Dibaca Sebab

1

ٍََيٰا ٌّمُك

ٍََيٰا ٍّْهُك

ـٌـــ

bertemu

ء

2

ٌَْىَهَُْﯾ

ٌَْىَهَُْﯾ

ٌ

bertemu

ِ

3

ٍىْهِػ ٍِْي

ٍىْهِػ ٍِْي

ٌ

bertemu

ع

4

ٌرْىُفَغ ٌشْﯾِشَػ

ٌُْرْىُفَغ ٌُْشْﯾِش

َػ

ـٌـــ

bertemu

ؽ

5

ْزَحَْاَو

زَحَْاَو

ٌ

bertemu

6

ٍزْيَخ ٍِْي

ٌِْزْيَخ ٍِْي

ٌ

bertemu

خ

b. Idghom

(60)

1) Idghgom bighunnah

Idghom artinya memasukkan, Bighunnah artinya dengan

mendengung. Idghom bighunnah adalah apabila ada nun

sukun/tanwin bertemu dengan salah satu idghom bighunnah. Cara

membacanya yaitu nun sukun atau tanwin itu dimasukkan menjadi

satu dengan huruf sesudahnya atau ditasyjidkan dengan

mendengung.

Huruf idghom bighunnah ada empat yaitu

و و

ٌ ي

Contoh:

ُلْىُقَﯾ ٍَْي

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ي

, harus dibaca

MAYYAQUULU, tidak boleh dibaca MAN (jelas) YAQUULU.

Ditulis Dibaca Sebab

ُل ْوُقَي ْنَم

ُل ْوُقَي ْيَم

ٌ

bertemu

ي

سْفَن ْنَع

ْنسْفَن ْنَع

ٌ

bertemu

ٌ

ــلاَم ْنِم

ْنــلاَم ْمِم

ٌ

bertemu

و

ــ لا َو ْنِم

ــ لا َو ْوِم

ٌ

bertemu

و

(61)

Idghom artinya memasukkan, Bilaghunnah artinya tidak

berdengung. Idghom bilaghunnah adalah apabila ada nun sukun

atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf idghom bilaghunnah.

Cara membacanya yaitu nun sukun atau tanwin itu dimasukkan

menjadi satu dengan huruf sesudahnya tetapi tanpa berdengung.

Huruf idghom bilaghunnah ada dua yaitu

ر ل

Contoh:

ْىِهِّبَر ٍِْي

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ر

, harus dibaca

MIRRABIHIM, tidak boleh dibaca MIN (jelas) RABBIHIM.

Ditulis Dibaca Sebab

ُهْنُدَل ْنِم

ُهْنُدَل ْلِم

ٌ

bertemu

ل

ْمِهِّبَر ْنِم

ْمِهِّبَر ْرِم

ٌ

bertemu

ر

c. Iqlab

Iqlab artinya menukar atau mengganti, iqlab adalah apabila ada nun

sukun atau tanwin bertemu dengan huruf iqlab yaitu

ة

. Cara

membacanya yaitu dengan menyuarakan nun sukun atau tanwin

(62)

Contoh:

ْىُهْئِبََْا

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ة

, Tidak boleh

dibaca AN-BI‟HUM, harus dibaca AMMBI‟HUM.

Ditulis Dibaca Sebab

ْمُهْئِبْنَا

ْمُهْئِبْمَا

ٌ

bertemu

ة

تاَذِب ٌمْيِلَع

ٍتاَذِب ْىًُْيِهَػ

ـٌــ

bertemu

ة

d. Ikhfa‟

Ikhfa‟ artinya menyamarkan, Ikhfa‟ yaitu apabila ada nun

sukun/ tanwin bertemu salah satu huruf hijaiyah selain huruf-huruf

halqi, huruf-huruf idghom bighunnah dan idghom bilaghunnah, dan

huruf iqlab.

Huruf ikhfa‟ ada lima belas yaitu:

ظ ط ض ص ش ص س ذ د ج ث ت

ك ق ف

Contoh:

ُمْبَق ٍِْي

Dikarenakan ada nun mati bertemu dengan huruf

ق

, Tidak boleh

(63)

Ditulis Dibaca Sebab

ٌَْزُصَُْا

ٌَْزُصَُْا

ٌ

bertemu

ص

ٌرِذُُْي

ٌُْرِذُُْي

ٌ

bertemu

ذ

اًرْىُثَُْي

ٌَْرْىُثَُْي

ٌ

bertemu

ث

ْىُتُُْك ٌِْا

ْىُتُُْك ٌِْا

ٌ

bertemu

ك

ٌةَﯾِربَﺟ ٌٍْيَػ

ٍُْتَﯾِربَﺟ ٍُُْْيَػ

ـٌــ

bertemu

ج

ُئِشُُْﯾ

ُئِشُُْﯾ

ٌ

bertemu

ش

ُمْبَق ٍِْي

ُمْبَق ٍِْي

ٌ

bertemu

ق

بَهِنْىُهُس ٍِْي

بَهِنْىُهُس ٍِْي

ٌ

bertemu

ص

اًداَﺪََْا

ًٌْداَﺪََْا

ٌ

bertemu

د

اْىُقِهَطَِْا

اْىُقِهَطَِْا

ٌ

bertemu

ط

بَُْنَشََْا

بَُْنَشََْا

ٌ

bertemu

س

بَهْيِف اًﺪِنبَخ

بَهْيِف ٌَْﺪ

ِنبَخ

ــًـــ

bertemu

ف

(64)

ٍدْىُضَُْي

ٌِْدْىُضَُْي

ٌ

bertemu

ض

ٌَْوُزُظَُْﯾ

ٌَْوُزُظَُْﯾ

ٌ

bertemu

ظ

Dalam materi tajwid masih terdapat lebih banyak lagi bacaan

yang belum peneliti sebutkan, maka peneliti membatasi pada masalah

hukum bacaan nun sukun/tanwin. Sebagai dasar ilmu tajwid bagi siswa

kelas VII F SMP N 1 Tengaran agar peningkatan pemahaman tersebut

dapat tercapai.

6. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

a. Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah salah satu prinsip

penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan

acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan

kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan

peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan kriteria ketuntasan

minimal (Depdiknas, 2008:51).

Kriteria ketuntasan minimal adalah kriteria paling rendah

untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. Kriteria dalam

menentukan kelulusan peserta didik merupakan salah satu prinsip

penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi. Kriteria ketuntasan

(65)

musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) disatuan pendidikan atau

beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir

sama. Pertimbangan pendidikan atau forum MGMP secara akademis

menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik,

peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu, pihak-pihak

yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk

mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar

informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau

orangtuanya, kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam

laporan hasil belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil

belajar peserta didik (Depdiknas, 2008:52).

b. Macam-macam KKM

1) KKM Individual

KKM ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil

musyaawarah guru mata pelajaran (MGMP) di satuan pendidikan

atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang

hampir sama.

Untuk menentukan ketuntasan belajar siswa (individual) dapat

dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut

(Trianto, 2010: 241):

(66)

KB= x 100% T1

Keterangan:

KB = Ketuntasan Belajar

T = Jumlah skor yang diperoleh siswa

T1 = Jumlah skor total

Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya jika mencapai KKM

individu yang telah ditetapkan dalam masing -masing sekolah

berdasarkan pertimbangan MGMP.

Menentukan KKM individual dengan mempertimbangkan

tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas

kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung, serta

dimusyawarahkan guru MGMP. Di sekolah SMP N 1 Tengaran

menentukan KKM individual yaitu 75.

2) KKM Nasional di SMP Negeri 1 Tengaran yaitu 75.

3) KKM Klasikal di SMP Negeri 1 Tengaran adalah 85%.

c. Prosedur Penetapan KKM

Kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang

ditetapkan oleh sekolahan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut

(Jamal, 2010: 197):

1) Ketuntasan belajar setiap indikator adalah 0-100% dengan batas

(67)

2) Sekolahan harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM)

per mata pelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan

rata-rata peserta didik (intake), kompleksitas (kesulitan dan kerumitan

setiap indikator pencapaian) dan daya dukung (tenaga pengajar,

sarana dan prasarana).

3) Sekolahan dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal

tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan

minimal (100%).

Untuk lebih jelasnya, lihat rambu-rambu penetapan KKM di

bawah ini (Jamal, 2010: 197-198):

a. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran

b. KKM ditetapkan oleh MGMP sekolah

c. Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan

rentang nilai 0-100

d. Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100

e. Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah ketuntasan belajar

maksimal

f. Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS

Conntoh penetapan nilai KKM dengan memberikan point pada

setiap kriteria ketetapan (Jamal, 2010: 199).

a. Kompleksitas : - Tinggi = 1

(68)

- Rendah = 3

b. Daya dukung : - Tinggi = 3

- Sedang = 2

- Rendah = 1 c. Intake : - Tinggi = 3

- Sedang = 2

- Rendah = 1

Jika indikator kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan

intake siswa sedang nilainya adalah (3+3+2) x 100 = 88,899 atau

dibulatkan menjadi 89.

Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria maka:

a. Kompleksitas : - Tinggi = 50-64

- Sedang = 65-80

- Rendah = 81-100

b. Daya dukung : - Tinggi = 81-100

- Sedang = 65-80

- Rendah = 50-64

c. Intake : - Tinggi = 81-100

- Sedang = 65-80

(69)

Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap

kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di sekolah (Jamal,

2010: 200-201).

B. Kajian Pustaka

Kajian pustaka merupakan langkah penelitian yang menjelaskan tentang

kajian kepustakaan yaitu dengan mengkaji skripsi atau penelitian yang relevan

dengan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Ulya Ni‟matul Maulana (2017) yang

berjudul peningkatan hasil belajar ipa materi ciri-ciri dan kebutuhan

makhluk hidup menggunakan strategi Mind Maps pada siswa kelas III MI

Suruh 01 Kecamatan Suruh kabupaten semarang tahun ajaran 2016/2017

menujukkan bahwa melalui strategi Mind Maps dapat meningkatkan

prestasi belajar siswa yaitu nilai rata-rata yang harus meningkatkan hasil

belajar siswa yaitu nilai rata-rata yang terus meningkat dari pra siklus

hingga siklus ke dua, dengan rincian 46,57. Kemudian pada siklus I

nilainya menjadi 74,9 dengan ketuntasan 45%. Dan pada siklus II nilai

rata-rata 90,7 dengan ketuntasan belajar 91,7%.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Kholifah (2017) yang berjudul

peningkatan hasil belajar SKI materi dinasti ayyubiyah melaui metode

Mind Map pada siswa kelas VIII MTs Ma‟arif 03 Grabag Kecamatan

Grabag Kabupaten Magelang tahun pelajaran 2016/2017. menujukkan

(70)

yaitu nilai rata-rata yang harus meningkatkan hasil belajar siswa yaitu

nilai rata-rata yang terus meningkat dari pra siklus hingga siklus ke dua,

dengan rincian 64,40. Kemudian pada siklus I nilainya menjadi 68,5

dengan ketuntasan 60%. Dan pada siklus II nilai rata-rata 89,50 dengan

Gambar

Tabel 3.1 Guru di SMP N 1 Tengaran
Tabel 3.2 Nama Siswa Kelas VII F SMP N 1 Tengaran Tahun Pelajaran
Tabel 4.1 Data Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pra Siklus
Tabel 4.2 Data Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil skenario pesimis penilaian investasi menunjukan pay back period 4 tahun 2 bulan, NPV menunjukan hasil negatif – 87.588.002, IRR sebesar 8,35% dan PI sebesar 0,791 sehingga

Gambaran tingkat kepercayaan diri subjek yang diberi layanan bimbingan.. kelompok berada pada kategori rendah pada semua

Dengan adanya komputerisasi, maka kemudahan dalam pencarian dan penambahan data dapat dirasakan sehingga setiap orang akan menggunakan waktu dengan efektif dan efisien.

Sekayu, 11 September 2012 Panitia Pengadaan Barang dan Jasa TA 2012 Pada Kantor Badan Ketahanan Pangan Kab Muba. Ketua, Dto

Jika jalan akan dipasang keramik dengan biaya Rp60.000,00 setiap meter persegi, maka biaya yang diperlukan untuk pemasangan keramik adalah ...... Panjang garis singgung

adalah alat yang berfungsi sebagai penyimpan data untuk identifikasi; reader adalah alat yang membaca data pada tag menggunakan gelombang radio fre- kuensi tertentu;

ditentukan oleh kemampuan perusahaan itu melakukan inovasi, baik yang terkait dengan inovasi produk untuk menemukan produk baru atau produk modifikasi, maupun inovasi proses

Hukum pertama dari termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dihilangkan namun berubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang lainnya.. Hukum