LITERASI MEDI A IBU RUMAH TANGGA
DALAM MEDIA PARENTING PADA ANAK MENONTON TELEVISI
( Studi Deskr iptif Kualitatif Liter asi Media Ibu Rumah Tangga dalam Media ParentingPada Anak Usia Dini Menonton Televisi di Sur abaya )
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Per syaratan Memperoleh Gelar Sar jana Pada Progr am Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” J awa Timur
Disusun Oleh : WINDRI SAIFUDIN
NPM. 0943010077
YAYASAN KESEJ AHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” J AWA TIMUR
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
LITERASI MEDIA IBU RUMAH TANGGA
DALAM MEDIA PARENTING PADA ANAK MENONTON TELEVISI ( Studi Deskriptif Kualitatif Literasi Media Ibu Rumah Tangga dalam Media
Parenting Pada Anak Usia Dini Menonton Televisi di Sur abaya )
Disusun oleh : WINDRI SAIFUDIN
NPM. 0943010077
Telah disetujui untuk mengikuti ujian skripsi
Menyetujui, Pembimbing Utama
Dra. Dyva Claretta, M.Si NPT. 3 6601 94 00251
Mengetahui,
DEKAN
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
LITERASI MEDIA IBU RUMAH TANGGA
DALAM MEDIA PARENTING PADA ANAK MENONTON TELEVISI ( Studi Deskriptif Kualitatif Literasi Media Ibu Rumah Tangga dalam Media
Parenting Pada Anak Usia Dini Menonton Televisi di Sur abaya )
Disusun oleh : WINDRI SAIFUDIN
NPM. 0943010077
Telah dipertahankan dihadapan dan diter ima oleh tim penguji Skripsi Pr ogram Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Pada Tanggal 24 Desember 2013
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
iv
KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia yang diberikan, sehingga proposal skripsi dengan judul “Literasi Media Pada Ibu Rumah Tangga Dalam Pola Asuh Anak Usia Dini Menonton Televisi” dapat penulis susun dalam ajuan skripsi.
Pada penulisan skripsi ini, penulis telah mendapatkan bantuan, bimbingan, dukungan dan inspirasi yang telah diberikan. Sehingga penulis sampaikan rasa terima kasih kepada :
1. Dra. Ec. Hj. Suparwati, Msi. Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2. Juwito, S. Sos, Msi. Sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
3. Dra. Dyva Claretta, M.Si selaku dosen pembimbing yang telah sabar membimbing dan tak hentinya memberi semangat serta support hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini.
4. Syafrida Nurrachmi F, S.Sos, M.Med.Kom yang tak hentinya memberi semangat, motivasi, inspirasi, ilmu dan pengalaman.
5. Drs. Saifudin Zuhri, Msi. Atas bimbingannya sebagai dosen wali
v
7. Made Witrianti, Martha Yulia, Marina Dian Windianti yang selalu support langkah demi langkah penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
8. Briefing Umbara, Zakiyah Jamal, Yosua Aristian Hendra (Jojo) dan seluruh keluarga besar UPN Televisi yang selalu memberikan inspirasi, motivasi, dan keceriaan bagi penulis. “ Because of you…I’m not alone.”
9. DR. Catur Suratnoaji, M.Si, Ade Kusuma, S.Sos, M.Med.Kom, Heidi Arviani, S.Sos,MA, Ratih Kusuma, S.Sos, dan Atas segala inspirasi yang telah diberikan selama ini. Dan semua dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah banyak memberikan ilmunya.
10.Mbak Beatrix Christiana, Mbak Ayu Trisna, Pak Petrus Risky dan seluruh jajaran management 103,8 FM Prima Radio Surabaya atas semangat, support, dan segala kesempatan yang diberikan untuk bisa menyelesaikan skripsi ini. 11.Temen-temen Jurusan Ilmu Komunikasi khususnya angkatan 2009 dan
seluruh pihak yang belum atau tidak dapat disebutkan satu per satu. Terima kasih atas doa dan dukungannya.
Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Segala saran dan kritik membangun, sangat penulis harapkan demi kebaikan skripsi ini.
Surabaya, Desember 2013
vi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI ... ii
HALAMAN PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
ABSTRAKSI ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang Masalah ... 1
1.2. Perumusan Masalah ... 10
1.3. Tujuan Penelitian ... 10
1.4. Manfaat Penelitian ... 10
1.4.1. Secara Teoritis ... 10
1.4.2. Secara Praktis ... 10
BAB II KAJ IAN PUSTAKA ... 11
2.1. Penelitian Terdahulu ... 11
vii
2.2.1.Televisi Sebagai Media Massa ... 13
2.2.2. Pemirsa Televisi Sebagai Khalayak Media Massa ... 14
2.2.3. Efek Media Massa ... 16
2.2.4. Pengertian Literasi Media ... 18
2.2.4.1. Tujuan Literasi Media... 21
2.2.4.2. Elemen – Elemen Literasi Media ... 22
2.2.4.3. Ketrampilan Literasi Media ... 25
2.2.5. Ibu Rumah Tangga Sebagai Penyelenggara Literasi Media ... 28
2.2.6. Definisi Komnikasi Interpersonal... 31
2.2.6.1. Model Komunikasi Interpersonal ... 34
2.2.7. Pengertian Pola Asuh Anak ... 37
2.2.7.1. Dimensi Pola Asuh ... 39
2.2.7.1. Jenis - Jenis Pola Asuh ... 40
2.2.8. Media Parenting ... 42
2.2.9. Pengertian Anak Usia Dini ... 43
2.3. Kerangka Berpikir ... 44
BAB III METODE PENELITIAN ... 49
3.1. Definisi Konseptual ... 49
3.2. Lokasi Penelitian ... 52
3.3. Subyek dan Obyek Penelitian ... 52
3.4. Teknik Pengumpulan Data ... 53
viii
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 56
4.1. Gambaran umum Object Penelitian ... 56
4.2. Identitas Informan ... 57
4.3. Penyajian dan Analisis Data ... 61
4.3.1. Televisi sebagai salah satu elemen lingkungan pembentuk kepribadian anak ... 61
4.3.2. Pandangan Ibu Rumah Tangga Terhadap Tayangan Acara Televisi .. 66
4.3.3. Pola Media Parenting Ibu Rumah ... 80
4.3.4. Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Media Parenting ... 87
3.4. Hasil Analisis Data ... 94
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 97
5.1. Kesimpulan ... 97
5.1. Saran ... 98
DAFTAR PUSTAKA ... 100
ix
DAFTAR GAMBAR
Halaman
GAMBAR 1. Bagan Model Komunikasi Inter per sonal Secar a Umum ... 34
GAMBAR 2. Matr iks Kombinasi Dua Dimensi Dalam Pengasuhan ... 41
GAMBAR 3. Bagan Ker angka Ber pikir ... 48
GAMBAR 4. Wawancara Infor man 1 ... 134
GAMBAR 5. Wawancara Infor man 2 ... 134
GAMBAR 6. Wawancara Infor man 4 ... 135
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
LAMPIRAN 1. Scr eening Question ... 103
LAMPIRAN 2. Inter view Guide ... 104
LAMPIRAN 3. Scr eening Question Infor man 1 ... 105
LAMPIRAN 4. Tr anskr ip Wawancar a Infor man 1 ... 106
LAMPIRAN 5. Scr eening Question Infor man 2 ... 111
LAMPIRAN 6. Tr anskr ip Wawancar a Infor man 2 ... 112
LAMPIRAN 7. Scr eening Question Infor man 3 ... 116
LAMPIRAN 8. Tr anskr ip Wawancar a Infor man 3 ... 117
LAMPIRAN 9. Scr eening Question Infor man 4 ... 122
LAMPIRAN 10. Tr anskr ip Wawancara Infor man 4 ... 123
LAMPIRAN 11. Scr eening Question Infor man 5 ... 129
LAMPIRAN 12. Tr anskr ip Wawancara Infor man 5 ... 130
ABSTRAK
WINDRI SAIFUDIN. NPM 0943010077. LITERASI MEDIA IBU RUMAH TANGGA DALAM MEDIA PARENTING PADA ANAK MENONTON TELEVISI (Studi Deskr iptif Kualitatif Mengenai Literasi Media Ibu Rumah Tangga Dalam Media Parenting Pada Anak Usia Dini Menonton Televisi di Sur abaya)
Penelitian ini berdasarkan banyaknya tayangan acara televisi yang hanya mengedepankan tayangan hiburan. Tayangan acara televisi tidak lagi mengedepankan fungsinya sebagai sarana informasi, pendidikan dan hiburan namun hanya mementingkan ratingdengan menghadirkan tayangan acara yang menyisipkan adegan - adegan kekerasan baik secara verbal maupun non verbal, eksploitasi sensualitas, mistis, dan sebagainya tanpa melihat dampak yang terjadi bagi pemirsanya. Anak - anak telah dianggap khalayak pemirsa paling rawan terkena pengaruh media, karena anak - anak belum bisa memfilter pesan tayangan acara yang baik dan yang buruk. sementara orang tua khususnya ibu rumah tangga sibuk dengan tugas pekerjaan rumah tangganya.
Penelitian ini menaruh perhatian pada literasi media ibu rumah tangga domestik dalam media parenting pada anak saat menonton televisi, baik pola media parenting, peran ibu rumah tangga dalam media parenting, serta pandangan dan pemahaman ibu pada tayangan acara televisi.
Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah metode yang lebih mudah menyesuaikan bila dalam penelitian ini kenyataannya ganda, menyajikan secara langsung hubungan antara peneliti dengan objek peneliti, lebih peka serta dapat menyesuaikan diri dengan banyak pengaruh terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah metode deskriptif, yaitu data yg dikumpulkan berupa kata-kata dan gambar.
Hasil penelitian ini menunjukkan Literasi media ibu rumah tangga hanya sekedar menjadi pengetahuan pribadi ibu rumah tangga itu sendiri. Ibu rumah tangga membebaskan anaknya menonton televisi dengan berbagai tayangan yang diinginkan anak dari berbagai genre tanpa adanya kekhawatiran akan dampak negatif tayangan acara televisi.
Kesimpulan yang dihasilkan yakni, Literasi media ibu rumah tangga hanya sekedar menjadi pengetahuan pribadi ibu rumah tangga itu sendiri tanpa melakukan langkah-langkah antisipasi. Literasi media ibu rumah tangga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu, ibu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi dianggap telah memiliki wawasan dan cara pandang yang luas dalam menjalankan literasi media.
ABSTRACT
WINDRI SAIFUDIN. NPM 0943010077. MEDIA LITERACY HOUSEWIFE IN A MEDIA PARENTING ON WATCHING TELEVISION ( the study of descriptive qualitative about literasi media housewife in a media parenting in early childhood watching television in surabaya )
The research was based on the number of impressions of television shows only puts impressions entertainment. Impressions of the television show no longer put forward its function as a means of information, education and entertainment but are only concerned with the rating by presenting footage of events that inserts scenes of violence either in verbal or non verbal, mystical sensuality, exploitation, etc, without looking at the impact that the case for his audience. Children have been considered most prone to viewership audiences exposed to the influence of the media, because children can not filter the messages display shows both good and bad. While the housewives are busy with homework chore stair.
This research is paying attention to media literacy of the domestic housewife in parenting media in children while watching television, whether in the media, the role of parenting patterns housewife in the media, as well as parenting perspective and understanding mother on television show.
A method of in this research are descriptive qualitative, that is a method of more readily adjust if in research double, this is for real presenting directly the relation between researchers, researchers with the object more sensitive and can adapt to a lot of influence on the patterns remain the value of that must be faced. Engineering analysis of data in this research is a method of descriptive, namely data are collected in the form of words and pictures.
This research result indicates literasi media housewife just about being personal knowledge housewife itself. A housewife manumit his son watching television with a variety of impressions desired son of various genre of without any concern will the negative effects of impressions of a television show.
A conclusion that produced are literasi media housewife just a housewife being personal knowledge itself is without taking steps anticipation. Literasi media housewife affected by the level of education mother, mother has the higher education deemed to have been have insight and broad views in running literasi the media.
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangannya, media massa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan pemikiran dan perilaku manusia dalam kehidupannya sangat dipengaruhi oleh pesan media massa. Saat ini Indonesia telah memasuki
media saturated era, yaitu era dimana media massa mengalami perkembangan
yang sangat pesat, baik dari sisi teknologi media maupun konten medianya sendiri. Pada dasarnya media massa dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni media massa cetak dan media elektronik. Media cetak yang dapat memenuhi kriteria sebagai media massa adalah surat kabar dan majalah. Sedangkan media elektronik yang memenuhi kriteria media massa adalah radio siaran, televisi, film, media on-line (internet) (Ardianto, 2007 : 103).
2
pemirsanya dengan menyedot perhatian dan konstruksi imajinasi pemirsanya secara massif dan kolektif.
Saat ini televisi telah menjadi industri besar, sehingga beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan berbagai stasiun televisi swasta nasional dan lokal yang dapat memberikan warna baru yang lebih cerah, di dalam format dan programnya (Arifin, 2010 : 3). Namun, semakin banyaknya stasiun televisi yang mengudara telah menjadikan sebuah persaingan bisnis dalam sebuah industri. Stasiun televisi saling bersaing menyuguhkan acara yang dapat digemari banyak penonton berdasarkan rating, sehingga penonton hanya dianggap satuan jumlah berdasarkan suatu ukuran dan dijual oleh stasiun televisi kepada pemasang iklan sehingga mampu menjadi gerbang utama datangnya iklan yang menjadi menopang keberlangsungan hidup industri televisi.
3
dari suatu genre program acara, seperti sinetron bertema cerita cinta remaja, program acara klenik (mistis), esek-esek, menjahili orang, kriminal yang berdarah – darah, gossip, komedi yang menyisipkan kekerasan, dan sebagainya (panjaitan & iqbal, 2006 )
Hasrat mengejar rating seringkali membuat para pelaku industri televisi menjadikan prioritas utama dalam pengambilan keputusan dan seringkali mengabaikan kualitas, termasuk estetika, sosial, dan psikologi penonton. Sesuatu yang seharusnya menjadi bumbu cerita kini justru menjadi sarat utama dan harus ditonjolkan dalam sebuah tayangan program acara. Seperti contoh adegan perkelahian yang disetting terlalu berlebihan secara mendramatisir, gaya anak remaja pacaran yang dibuat kelewatan batas dengan memberikan sentuhan adegan ciuman. (Sumber: http://www.jawaban.com/news/spiritual/detail.php?id_news=
071213130638&off=0 diakses 05 April 2013 / 01.50).
4
Regulasi pemerintah melalui Undang-Undang Penyiaran ternyata belum mampu menertibkan para pemilik stasiun televisi dan rumah produksi untuk membuat acara yang bermutu. Aturan tata karma penyiaran dan rambu rambu penyiaran yang disusun Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) secara jelas dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran ( P3 & SPS ) pun juga dilanggar bahkan tetap saja mangkir dari pedoman tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian Goerge Gebner (1973) menunjukkan hasil bahwa televisi memiliki kekuatan yang dominan untuk mempengaruhi masyarakat modern. Kekuatan tersebut berasal dari kemampuan televisi melalui berbagai simbol untuk memberikan berbagai gambaran yang terlihat nyata dan penting seperti sebuah kehidupan sehari-hari. Televisi mampu mempengaruhi penontonnya, sehingga apa yang ditampilkan dapat dipandang sebagai sebuah realitas kehidupan yang nyata atau kehidupan sehari-hari. Dengan demikian program siaran televisi yang bermuatan kekerasan dan pornografi yang disajikan secara berulang-ulang di media televisi dapat mendorong khalayak untuk meniru adegan yang ditayangkan yang disajikan televisi.
5
tahun, yang disinyalir bunuh diri akibat meniru gaya dalam film kartun Naruto pada awal 2008 silam. Meskipun demikian film animasi Naruto hingga saat ini masih tayang di Globaltv. Begitu juga kasus kematian Heri Setiawan, 12 tahun, siswa SMP Taman Siswa Jakarta Pusat, yang meninggal akibat menirukan aksi sulapnya Limbad (Desember 2009). Heri Setiawan tewas diduga usai mempraktekkan aksi sulap dengan mengikat leher, tangan dan kakinya sendiri (Sumber:
http://www.hidayatullah.com/read/21097/11/02/2012/stop-tayangan-bermasalah-di-tv!.html diakses 16 April 2013 / 15.22). Serta pada
(
http://www.beritasatu.com/keluarga/42564-kasus-anak-bunuh-diri-akibat-tayangan-tv.html diakses 22 April 2013 / 00.52 ) yang telah melansir bahwa
banyak kasus anak yang berupaya bunuh diri karna sering nonton berbagai tayangan kekerasan di televisi tanpa pendampingan orang tua. Belum lagi aksi tawuran pelajar dan mahasiswa dibeberapa kota besar di Indonesia, serta aksi
bullying yaitu kekerasan fisik dan mental yang dilakukan secara tersembunyi dan
berjangka panjang oleh para pelajar senior pada juniornya yang tak berdaya dan tak berani melapor karena ancaman terus menerus di kalangan remaja.
6
pacarnya (http://surabaya.okezone.com/read/2012/06/11/521/
644767/abg-lulusan-smp-perkosa-pacar diakses 16 April 2013 / 15.08). Remaja kini tidak
malu lagi show up di depan umum. Jika dulu memakai rok mini maupun tang top
dianggap masyarakat tabu, tapi sekarang justru telah menjadi tren di kalangan remaja. Para remaja pun tak malu lagi melakukan pelukan mesra hingga ciuman di tempat umum telah mereka anggap biasa dan wajar. Bahkan seks pranikah pun dianggap pembuktian cinta yang wajar.
Penelitian psikolog Universitas Michigan, Leonard Eron dan Rowell Huesmann (1960) yang memantau kebiasaan anak menonton televisi. Kedua pakar tersebut melihat bahwa kebiasaan menonton tayangan televisi yang berisikan tindak kekerasan selama berjam-jam cenderung mendorong anak bersifat agresif. Setelah kemudian pada usia 19 sampai 30 tahun menjadi sangat agresif, dan mereka juga melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangganya (Kuswandi, 2008 : 142)
Di Indonesia mayoritas orang tua menganggap televisi telah menjadi bagian dari keluarga, bahkan ada yang menganggap sebagai baby sister.
Orangtua juga mengganggap televisi sebagai "teman" saat anak sendirian.
Karena, seringkali anak-anak terlihat lebih tenang saat ditinggal menonton televisi
7
Dalam konsep keluarga Indonesia, kaum ibu adalah kalangan yang paling memiliki ketergantungan pada media televisi. Hal ini dapat dilihat bahwa seorang ibu bisa menghabiskan waktunya di depan televisi (wirodono, 2006 : 145). Di tengah kondisi kepungan media, Nielsen Media Riset Indonesia mengemukakan 80% Ibu Rumah tangga menjadi pengendali remote control televisi. Kaum ibu seringkali dijadikan target audience yang utama dalam tayangan program acara televisi, terbukti banyak program acara yang memang khusus ditujukan untuk kaum ibu. Ketergantungan para ibu terhadap tayangan televisi membuat para ibu juga menjadi sasaran konsumen iklan-iklan komersial yang mendorong sikap konsumtif. Dengan demikian ibu rumah tangga turut memberikan kontribusi atas kemerosotan moral bangsa.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia Ibu rumah tangga adalah wanita yang mengatur penyelenggaraan berbagai macam pekerjaan rumah tangga, istri (ibu) yang hanya mengurusi berbagai pekerjaan rumah tangga (misalnya tidak bekerja di kantor). Dalam tripusat pendidikan menempatkan keluarga sebagai posisi pertama dan utama dalam kegiatan pendidikan selain masyarakat dan sekolah. Kegiatan pendidikan keluarga antara lain dilakukan oleh ibu rumah tangga yang tidak bekerja karna memiliki waktu luang lebih banyak dalam mendidik putra – putrinya ( Iriantara, 2009 : 65 ).
Melihat besarnya dampak televisi, banyak lembaga di berbagai negara telah berupaya mengembangkan pemberdayaan masyarakat untuk menjadi penonton cerdas dan kritis terhadap media yang disebut literasi media (media
8
memberdayakan publik di tengah kepungan produksi pesan media. Konsep berkehendak untuk mendidik publik agar mampu berinteraksi dan memanfaatkan media secara cerdas dan kritis. Sehingga publik tidak mudah dibodohi media dan tidak gampang dieksploitasi media untuk kepentingan – kepentingan yang tidak berpihak pada kebutuhan publik ( Wijaya, 2012 :10).
Mengacu pada pandangan para pakar literasi media ( Considine, 1995; Fedorof, 2002; Silverblatt, 1995; WENO, 2003 dalam Iriantara 2009) yakni memiliki kompetensi dalam mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media massa. Kompetensi tersebut didasari oleh sikap dan penilaian atas pesan yang disebarluaskan media massa dan ditunjukkan dalam bentuk pilihan media massa yang akan dikonsumsinya. Khalayak media yang berdaya berarti memiliki kompetensi media atau disebut media literate
setidaknya memiliki kemampuan menganalisis secara pesan pesan media, mengevaluasi sumber informasi, dan membahas isu – isu tentang bias dan kredibilitas media ( Iriantara, 2009 : 68 ).
Keluarga memiliki peranan penting dalam pengembangan literasi media (
media literacy ) Orang tua kini bukan lagi sebagai referensi tunggal atau utama
dalam pembentukan prilaku anak, namun orang tua memiliki pesaing yang juga disukai oleh anak – anak yaitu televisi. Televisi menjadi salah satu elemen lingkungan yang turut membentuk kepribadian dan prilaku anak.
9
sebagai salah satu figure lekat anak dan ibu menjadi salah satu sumber rujukan perilaku anak. Ibu rumah tangga yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang hanya bekerja mengurus pekerjaan rumah dan mempunyai anak pada usia dini.
Masa anak usia dini sering disebut dengan istilah “golden age” atau masa emas yaitu anak-anak yang berada pada rentang usia 0 - 8 tahun. Pada masa ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat. Pada usia ini anak paling peka dan potensial untuk mempelajari sesuatu, rasa ingin tahu anak sangat besar. Anak usia dini suka berfantasi dan berimajinasi. Hal ini penting bagi pengembangan kreativitas dan bahasanya. Anak usia dini suka membayangkan dan mengembangkan suatu hal melebihi kondisi yang nyata.
Anak usia dini merupakan peniru ulung yang dilakukan terhadap lingkungan sekitarnya. Proses peniruan terhadap orang-orang disekelilingnya yang dekat (seperti memakai lipstick, memakai sepatu hak tinggi = mencoba-coba) dan berbagai perilaku ibu, ayah, kakak maupun tokoh-tokoh kartun di TV, majalah, komik, dan media masa lainnya.
10
1.2 Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah bagaimana literasi media pada ibu rumah tangga dalam media parenting pada anak usia dini menonton televisi.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui literasi media ibu rumah tangga dalam media parenting pada anak usia dini menonton televisi.
1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1 Teoritis
Bagi ilmu pengetahuan, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi berkaitan dengan literasi media serta dapat dijadikan landasan bagi penelitian selanjutnya. Tidak hanya itu, hasil penelitian ini juga bias dimanfaatkan untuk memperkaya kajian dibidang komunikasi massa.
1.4.2 Pr aktis