• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM OHM-KIRCHOFF - Repository UNIKOM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "HUKUM OHM-KIRCHOFF - Repository UNIKOM"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Jika sebelumnya kita selalu membicarakan mengenai muatan yang diam

relatif, maka dalam pembahasan listrik dinamis, kita akan selalu

membicarakan muatan yang bergerak dalam suatu kawat/bahan

konduktor. Suatu bahan disebut bersifat konduktif (bahan konduktor) jika

di dalamnya terdapat cukup banyak muatan (elektron) bebas. Elektron

bebas adalah elektron yang tidak terikat pada satu inti atom, atau meskipun terikat, ia

merupakan elektron yang letaknya jauh dari inti sehingga hanya mendapatkan gaya tarik

yang kecil saja. Elektron bebas ini kemudian yang akan “mengalir” dalam bahan (kawat)

apabila ada perbedaan potensial diantara dua titik. Elektron"elektron dalam kawat yang

memiliki benda potensial mengalir dari potensial yang lebih rendah (") ke potensial yang

lebih tinggi (+) (Namun dalah baterai yang terjadi justru sebaliknya)

Kuat arus listrik (I) didefinisikan sebagai : “Banyaknya muatan yang mengalir dalam satu

detik, sehingga secara matematis bisa dirumuskan sebagai :

Satuan dari kuat arus dalam sistem Internasional (SI) adalah Ampere

Arah dari arus litrik berlawanan dengan arah mengalirnya elektron, ketentuan arah arus ini

hanyalah merupakan sebuah kesepakatan yang dilakukan sebelum diketahui bahwa

penyebab utama timbulnya arus listrik adalah partikel bermuatan negatif (elektron bebas).

Dalam sebuah bahan misalnya tembaga (yang merupakan bahan utama kawat

listrik) pada 300 K memiliki jumlah elektron bebas sebanyak n = 10

29

buah setiap

meter kubiknya yang bergerak sangat acak dan bertumbukan satu sama lain dengan

dt dQ (detik)

waktu

(Coulomb) muatan

I) ( Arus

Kuat = =

!

"#

$% &% & ' ( ! ! ) !* ! & ! !

(2)

kecepatan rata"rata v = 106 m/s (satu juta meter tiap detiknya). Waktu antar

tumbukan satu dengan yang lainnya yang dialami sebuah elektron

τ

berkisar atara

3x10"14detik. Sebuah waktu yang sangat pendek.

Jika kita memberikan medan listrik pada kawat tembaga misalnya, maka elektron"elektron

sesuai dengan hukum elektrostatik yang pernah kita bahas, akan mengalami gaya Coulomb

sebesar :

E

q

F

=

e

akibatnya elektron akan mengalami percepatan mengikuti hukum Newton :

e

m F

a=

Jika waktu antar tumbukan adalahτ, maka kecepatan tumbukan (atau kecepatan drfit)

adalah :

τ ⋅ =a

vd

Jika kita substitusikan a dari persamaan (4) dan F dari persamaan (5), maka dihasilkan :

τ

=

e e d

m

E

q

v

ini merupakan kecepatan arus listrik (drift velocity).

Kita akan menghitung seberapa besar kecepata elektron pada arus listrik ini. Misalkan kita

memiliki kawat tembaga sepanjang l = 10 meter, dan pada ujung"ujungnya kita berikan beda

potensial V sebesar 10 Volt. Dengan demikian medan listriknya dapat kita hitung melalui :

m / Volt 1 l V

E= =

!

(4)

(5)

(6)

(3)

karena massa eektron sekitar 10"30kg dan muatannya 1,6 x10"19C, maka jika hitung vdpada

kawat tembaga :

s / m 10 x 5 ) 10 x 3 ( 10 ) 1 ( 10 x 6 , 1 ( v 3 14 30 ) 19 d − − − = − ⋅ =

sebuah kecepatan yang sangat rendah dan tidak diduga sebelumnya bukan ? mengingat

kecepatan elektron sendiri adalah 106m/s. Sehingga untuk menelusuri kawat 10 meter,

elektron memerlukan waktu 10/(5x10"3) = 2000 detik atau sekitar setegah jam !! jauh lebih

lambat dari seekor kura"kura bukan ?

! "

# $ "

%

ρρρρ

Ketika “mengalir” dalam suatu kawat konduktor, elektron berhadapan/mengalami

rintangan dari molekul"molekul dan ion"ion dalam konduktor tersebut sehingga mengalami

hambatan. Seberapa besar hambatan ini dinyatakan dengan resistansi (hambatan) yang

disimbolkan dengan R. Satuan dari hambatan dalam SI adalah ohm. Besarnya resistansi

suatu bahan atau konduktor dengan luas penampang A dan panjang l serta hambat jenis

(resistivitas)ρadalah :

Dalam rangkaian listrik komponen yang digunakan sebagai hambatan adalah resistor yang

biasa dilambangkan dengan garis zigzag

Resistansi juga merupakan fungsi dari temperatur (dipengaruhi temperatur) dengan

rumusan sebagai berikut :

dengan : R = resistansi pada temperatur T

Ro= resistiansi pada temperatur To(temperatur kamar)

α=koefisien temperatur resistansi

Bagaimana perubahan resistansi terhadap temperatur dapat dilihat pada kurva berikut : A l ρ R =

)

T

(T

R

α

R

R

=

o

+

o

o

(8)

(4)

kurva di atas merupakan kurva perubahan resistansi terhadap temperatur untuk bahan

tembaga dengan resistansi pada temperatur kamar 1,7 x10"8 dan koefisien temperatur pada

tempertaur kamar 3,9 x 10"3C.

George Simon Ohm (1789"1854) merumuskan hubungan antara kuat arus

listrik (I), hambatan (R) dan beda potensial (V) yang kemudian dikenal

dengan hukum Ohm yang penurunannya sebagai berikut :

Sekarang pandanglah sebuah kawat konduktor dengan panjang l dan luas

penampang A

Arus didefinisikan sebagai banyaknya elektron yang melalui sebuah konduktor tiap waktu

(atau satu detik). Kita hitung kuat arus yang mengalir pada panampang dengan volum dV

seperti pada gambar.

Karena berbentuk silinder volume dari dV adalah :

dl A

dV= ⋅

karena dl adalah jarak yang ditempuh elektron dengan kecepatan Vddengan waktu 1 detik

maka :

&

(5)

d

d 1 v

v

dl= ⋅ =

sehingga :

d

v A

dV= ⋅

sehingga banyaknya muatan yang mengalir pada dV adalah :

e

d n q

v A

I= ⋅ ⋅ ⋅

jika kita substitusikan persamaan persamaan (7) untuk vd, maka diperoleh :

AE

m

n

q

I

e 2 e





τ

=

yang berada dalam kurung pada persamaan (10) merupakan sifat bahan dan sering disebut

konduktivitasσ, sehingga :

AE

I=σ

karena E=V/l, maka :

l AV

I= σ

karena konduktivitas σmerupakan kebalikan dari resistivitasρ(σ=1/ρ), maka persamaan

11 menjadi :

l AV I ⋅ ρ = atau :       ⋅ρ = A l V I

bagian di dalam kurung dari persamaan (8) kita ketahui sebagai R (resistansi), sehingga :

R V

I=

ini tidak lain merupakan hukum Ohm.

Atau jika dinyatakan dalam V = (1/R) I, dan

disketsa dalam grafik hasilnya untuk

berbagai jenis bahan adalah seperti di

samping. Namun perlu diingat bahwa dalm

hal ini kita menganggap temperatur tidak

berpengaruh, walaupun pada kenyataannya

hal ini mustahil.

+

, !θθθθ

θθθθ

(10)

(6)

" " ' ( )

Untuk membuat suatu rangkaian elektronika bekerja, kita

memerlukan sebuah sumber beda potensial (tegangan) agar

menghasilkan arus yang tetap. Alat semacam ini disebut

sumber GGL (gaya gerak listrik), misalnya baterai dan accu.

Pada baterai beda tegangan yang dihasilkan biasanya 1,5 V,

meskipun ada juga beberapa baterai yang menghasilkan tegangan lebih kecil atau lebih

besar. Ketika dirangkaikan pada sebuah komponen elektronika, misalnya saja sebuah

resistor. Arus akan mengalir menurut hukum Ohm. Untuk memudahkan, katakanlah

nilai hambatan dari resistor sebesar 1 ohm, maka arus yang seharusnya mengalir dalam

kawat adalah :

A 5 , 1 1

V 5 , 1 R V

I= = =

Namun pada kenyataannya tidak demikian, baterai sesungguhnya memiliki hambatan

dalamnya sendiri yang berasal dari materialnya sendiri dan terutama proses kimiawi

yang dihasilkannya. Nilai r ini cenderung membesar karena residu proses kimiawi

dalam baterai. Kita akan menamakan hambatan dalam ini dengan r. Dengan adanya r,

arus listrik yang mengalir menjadi lebih kecil, atau cenderung mengecil.

Arus yang dihasilkan karena hambatan"dalam ini menjadi :

anggaplah r = 0,5 untuk sekedar memudahkan perhitungan.

Arus yang dihasilkan menjadi mengecil ketika r bertambah. Sebuah baterai yang

memiliki hambatan dalam r besar, kita sebut telah rusak, meskipun jika anda ukur

tegangan baterai memakai voltmeter pada kedua ujungnya, tegangan yang dihasilkan

nampak tidak berkurang.

Berikut sebuah ilustrasi yang saya buat agak ekstrim dengan membuat hambatan dalam

membesar dari 0 hingga 2 ohm, dan anda lihat bagaimana kuat arus mengecil. A 1 5 , 0 1

5 , 1 r R

E

I =

(7)

Pada umumnya rangkaian dalam sebuah alat listrik terdiri dari banyak jenis komponen

yang terangkai secara tidak sederhana. Hambatan atau resistor digunakan biasanya

sebagai pembagi arus listrik atau tegangan listrik.

Akan tetapi untuk mempermudah mempelajarinya, biasanya jenis rangkaian itu biasa

dikelompokan dalam RANGKAIAN SERI dan RANGKAIAN PARALEL. Pada resistor

kedua jenis rangkaian ini juga berlaku dan memilki aturan"aturan tertentu. Rangkaian

seri adalah rangkaian yang tidak memiliki percabangan, seperti :

Rangkaian paralel untuk tiga resistor diilustrasikan sebagai berikut :

Seperhambatan totalnya adalah :

3 2 1

TOTAL R

1 R

1 R

1 R

1 = + +

atau :

R2 R3 R4 R5 R1

RTOTAL= R1+ R2+ R3+ R4+ R5

2 1 3 1 3 2

3 2 1 TOTAL

R

R

R

R

R

R

R

R

R

R

+

+

(8)

Hati"hati, rumusan di atas bukanlah rumusan baku, untuk lebih dari tiga resistor

hambatan total tidaklah menjadi :

yang berlaku adalah :

⋅ ⋅ ⋅ + + + = 3 2 1 TOTAL R 1 R 1 R 1 R 1

Sebuah contoh soal akan mempertajam pemahaman anda :

Suatu rangkaian hambatan dengan R1=R2=R3=R4=2 :

Untuk menyelesaiak sebuah rangkaian hambatan yang terdiri dari seri dan parallel,

dahulukan rangkaian parallel R2 dengan R3.

Hasil paralel R2 dan R3 :

= + ⋅ = + ⋅ = 1 2 2 2 2 R R R R R 3 2 3 2 P

Sehingga kita dapatkan rangkaian :

Ini merupakan rangkaian seri sehingga hambatan penggantinya :

RT=R1+RP+R4= 2 + 1 +2 = 5

...

R

R

R

R

R

R

...

R

R

R

R

R

2 1 3 1 3 2 4 3 2 1

TOTAL

+

+

+

(9)

& - ..

Hukum Kirchoff I :

Kuat arus I yang masuk dalam suatu titik percabangan A sama dengan

arus yang keluar dari titik percabangan B :

Hukum Kirchoff II :

Hukum kedua Kirchoff didasari oleh hukum konservasi energi yang menyatakan bahwa

dalam suatu rangkaian tertutup, tegangan yang diperoleh dan tegangan yang berkurang

haruslah sama besar.

Pada rangkaian di atas, karena loop (kurva melingkar) searah dengan arus:

0 R I E− ⋅ = atau :

R I E= ⋅ Sesuai dengan hukum Ohm.

Jika terdapat dua loop seperti di bawah :

Maka pada loop 1 :

E " I1R1" I2R2" I3R3+ I2R2= 0

pada loop 2 :

"I2R2" I2R4" I2R5" I2R6+ I1R2= 0

/

0

(10)

*"

# $ *"

"

Dalam suatu rangkaian paralel (seperti gambar di bawah) tegangan di A, B dan C sama

besar :

Dalam suatu rangkaian seri kuat arus pada setiap titik adalah sama :

IA= IA= IB

"

"

+

" " "

+

"

'"+ (

Software ini saya perkenalkan sebagai pendahuluan mata kuliah Elektronika Dasar

nanti, saya berikan “master” software ini untuk kalian pelajari di rumah. Dengan

menggunakan software ini, anda dapat mensimulasikan rangkaian anda sebelum anda

benar"benar membeli komponen"komponen elektronika dan merangkainya. Namun,

kita menggunakan EWB ini sekedar untuk melakukan uji hitung terhadap beberapa

rangkaian sederhana kita, selain untuk mengenal cara kerjanya. Di bawah ini contoh

(11)

R1

R2

R3

Berikut sebuah contoh persoalan, di mana kita bandingkan perhitungan yang dilakukan

secara manual dengan hasil yang didapat dari EWB.

Kita pecahkan dengan cara analitik

Kita sederhanakan rangkaian di atas menjadi :

= = = +

⋅ =

3 4 6 8 4 2

4 2 RP

Kemudian :

Sehingga I1:

sehingga tegangan yang melalui hambatan R1:

volt 10 72 2 10 36 R I

V= 11 = ⋅ = A 10 36 3 / 10

12

I= =

= + =

(12)

Tegangan di R2dan R3bernilai sama 48/10 volt karena dirangkai secara paralel. Dengan

demikian arus di R2adalah :

A 4 , 2 A 20 48 2

10 48

I2 = = =

anda bisa menghitung besar I3juga. Kerjakanlah sendiri.

Dengan menggunakan EWB kita dapatkan :

Perbedaan antara 2,4 A dengan 2,399 A hanyalah masalah pembulatan saja.

2 3

(13)

,

1. Jika diketahui suatu kawat konduktor mengalirkan arus listrik sebesar 1 Ampere,

berapakah muatan yang mengalir dalam kawat tersebut setiap satu menitnya ?

2. Jika suatu lampu pijar dialiri arus listrik 0,5 Ampere, berapakah jumlah muatan yang

mengalir setiap menitnya melalui lampu tersebut ?

3. Sebuah alat listrik hambatannya 240 . Berapa besarkah arus akan mengalirinya apabila

dihubungkan dengan sumber potensial 120 V ?

4. Sebuah alat pemanas listrik memakai arus 5 Ampere jika dihubungkan dengan sumber

tegangan 110 V. Berapakah hambatannya ?

5. Sebuah kompor listrik dengan hambatan 24 memakai arus 5 A dalam opeasinya.

Berapakah beda potensial pada kedua ujungnya ?

" %

6. Suatu kawat logam sepanjang 2 m berdiameter 8 mm. Jika resistivitas (hambat jenis)

logam itu 1,76 x 10"8 m. Berapakah resistansi kawat tersebut ?

7. Kawat A berdiameter 2,59 mm. Berapakah panjang kawat alumunium B yang diperlukan

agar mendapatkan resistansi 1 ohm jika diketahui resistivitas alumunium 2,8 x 10"8ohm

meter ?

8. Kawat tembaga berdiameter 0,0201 m (resistivitas 1,73 x 10"9 m):

a. Hitunglah luas penampang kawat

b. Resistansi kawat sepanjang 100 m

9. Resistansi (hambatan) lilitan tembaga pada temperatur 0oternyata 3,35 ohm. Berapakah

resistansinya pada temperatur 50o? (α=4,3 x 10"30C"1)

10. Sebuah kawat dengan resistansi 5 direntangkan secara beraturan sehingga panjangnya

(14)

11. Arus pada gambar di bawah ini adalah 0,125 A dengan arah sesuai pada gambar. Untuk

setiap pasangan titik berikut berapakah beda potensialnya, dan titik mana yang

potensialnya lebih tinggi ?

a. A ke B

b. B ke C

c. C ke D

d. D ke E

e. C ke E

f. E ke C

12. Arus sebesar 2 A mengalir pada sebuah rangkaian di bawah berapakah beda potensial

pada titik :

a. A dan B

b. A dan C

c. A dan D

"

13. Sebagai latihan, hitunglah resistor ekivalen (total) pada rangkaian resistor"rangkaian

resistor berikut :

R1=2 ; R2=4 ; R3=2 ; R4=2 ; R5=4 ; R6= 2 ; R7=4 ; R8=2 ; R9=4 ; R10=2 ;

6

5 9 V

3

12 V 10

(15)

14. Perhatikan rangkaian listrik berikut, jika R1= 2 ohm, R2= 4 ohm, dan R3= 2 ohm. Jika E =

(16)

15. Jika R1 = 1 ohm, R2 = 2 ohm R3 = 4 ohm dan R4 3 ohm serta sumber tegangan 6 Volt

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengirim data dalam halaman web, dan kemudian diterima diaplikasi yang lain, ada dua methode yang digunakan yaitu methoe Post dan Get, Perbedaan dari kedua perintah ini

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,