BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) merupakan unsur pendukung tugas bupati di bidang Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada bupati melalui sekretaris daerah Kabupaten Kudus.
Sedangkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawaban keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran dan tujuan dari instansi harus mengacu pada perencanaan strategis yang ditetapkan pada tingkat kabupaten. Untuk mencapai sasaran dan tujuan secara sistematis dan berkesinambungan perlu memperhitungkan pula potensi, peluang, dan kendala yang ada. Dari akuntabilitas kinerja yang disajikan tiap tahun ini menjadi sarana menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program kerja untuk mencapai sasaran dan tujuan suatu instansi, termasuk dalam hal ini juga instansi BPMPKB.
B. KEDUDUKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 15 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Kudus. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pemberdayaan masyarakat, perempuan, dan keluarga berencana. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis bidang Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Lingkungan, dan Teknologi Tepat Guna, Pengembangan Sumber
Daya Alam dan Lingkungan, Pemberdayaan Kelembagaan dan Perekonomian Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan dan Pengendalian Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.
d. Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan bidang Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana
e. Pelaksanaan Kesekretariatan Badan, dan
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana sebagai pelayanan umum akan terlaksana dengan efisien dan efektif bila semua sistem yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya.
C. LINGKUNGAN STRATEGIS
Partisipasi masyarakat dalam pembangunan harus ditingkatkan demikian juga dalam menjaga dan memelihara hasil-hasil pembangunan masyarakat harus ikut berperan aktif sehingga kesejahteraannya meningkat, melalui program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat diharapkan keswadayaan dan kemandiriannya meningkat menuju masyarakat yang maju dan sejahtera.
Disamping itu kondisi SDM perempuan juga masih rendah, posisi perempuan menjadi lemah karena tidak adanya kesetaraan hak dengan laki-laki, masih sering terjadi tindak kekerasan kepada perempuan dan anak-anak karena belum adanya aturan yang memadai untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, demikian juga dengan program Keluarga Berencana yang tidak hanya diarahkan untuk menurunkan pertumbuhan penduduk saja namun juga merupakan upaya untuk meningkatkan keluarga yang sejahtera yang bercirikan kemandirian dan ketahanan keluarga menuju terwujudnya keluarga yang berkualitas.
Adanya Tugas Pokok dan Fungsi serta hak-hak yang melatarbelakanginya tersebut di atas, maka Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana dibentuk dengan susunan organisasi sebagai berikut :
1. Kepala Badan 2. Sekretariat
a. Sub. Bag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan b. Sub. Bag Keuangan
c. Sub. Bag Umum dan Kepegawaian
3. Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia a. Sub. Bidang Pemberdayaan SDM dan Teknologi Tepat Guna b. Sub. Bidang Pemberdayaan SDA dan Lingkungan
4. Bidang Pemberdayaan Pelembagaan dan Perekonomian a. Sub. Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan
b. Sub. Bidang Pemberdayaan Lembaga Perekonomian Masyarakat Desa 5. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
a. Sub. Bidang Pemberdayaan Perempuan b. Sub. Bidang Perlindungan Anak
6. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera a. Sub. Bidang Informasi dan Pemberdayaan Keluarga b. Sub. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan dalam mempersiapkan bahan perumusan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan kegiatan di bidang perencanaan, monitoring, evaluasi, umum, kepegawaian, dan keuangan di lingkungan Badan.
Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagai tugas pokok Kepala Badan dalam mempersiapkan bahan perumusan kebijakan, mengkoordinasikan, membina, dan mengendalikan kegiatan perencanaan di bidang pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Perekonomian mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok Kepala Badan dalam mempersiapkan bahan perumusan kebijakan, mengkoordinasikan, membina, dan mengendalikan kegiatan perencanaan di bidang pemberdayaan kelembagaan dan perekonomian.
Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Badan dalam mempersiapkan bahan perumusan kebijakan, mengkoordinasikan, membina, dan mengendalikan kegiatan perencanaan di bidang pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Badan dalam mempersiapkan bahan perumusan kebijakan, mengkoordinasikan, membina, dan mengendalikan kegiatan perencanaan di bidang pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menunjang tugas pokok Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana. Dengan susunan organisasi tersebut di atas didukung Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai berikut :
Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus per 31 Desember 2013. Seluruhnya sebanyak orang dirinci :
a. Jumlah pegawai menurut kualifikasi pendidikan : - Strata S-2 : 5 Orang
- Strata S-1 : 38 Orang - Diploma 3 : 3 Orang
- SLTA : 23 Orang - SLTP : 0 Orang
- SD : 1 Orang
Jumlah 70Orang
b. Jumlah pegawai menurut pangkat dan golongan : - Golongan IV : 11 Orang
- Golongan III : 49 Orang - Golongan II : 9 Orang - Golongan I : 1 Orang
Jumlah 70 Orang
c. Jumlah pejabat struktural, fungsional khusus dan staf : - Pejabat Struktural Eselon III/a : 1 Orang - Pejabat Struktural Eselon III/b : 4 Orang - Pejabat Struktural Eselon IV/a : 11 Orang - Pejabat Fungsional Penyuluh KB : 19 Orang - Petugas Lapangan Keluarga Berencana : 11 Orang - Staf Fungsional Umum : 24 Orang
Jumlah 70 Orang
Sedangkan perlengkapan yang ada untuk mendukung operasional Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana adalah sebagai berikut :
a. Gedung Kantor : 2 Unit
b. Gudang Alkon : 1 Unit
c. Kendaraan Roda Empat : 5 Unit d. Kendaraan Roda Dua : 53 Unit
e. Komputer PC : 20 Unit
f. Laptop/Notebook : 20 Unit
g. Printer : 37 Unit
h. Kursi Kerja : 94 Buah
i. Meja Kerja : 68 Buah
j. Almari : 26 Buah
k. LCD Proyektor : 2 Unit
l. Meja Rapat : 6 Buah
m. Kursi Rapat : 50 Buah
n. Rak Kayu/Besi : 16 Buah
o. Faximile : 2 Unit
p. Telepon : 1 Unit
q. Felling Cabinet : 10 Buah r. Overhead Proyektor : 1 Unit
s. Wireless : 3 Buah
t. Generator : 2 Buah
u. Mesin Ketik : 3 Buah
v. Kursi Lipat : 23 Buah
w. Kamera : 3 Buah
x. AC : 3 Buah
y. Alat Pemadam Portable : 2 Buah
BAB II
PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
A. PERENCANAAN STRATEGIS 1. VISI
a. Pernyataan Visi
“Mewujudkan Keswadayaan, Kemandirian, dan Perlindungan Anak Serta Seluruh Keluarga Ikut Keluarga Berencana Menuju Masyarakat yang Sejahtera”
b. Penjelasan Pernyataan Visi
Dari visi tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal yang dapat terlindungi, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk menuju maksud tersebut di atas keluarga pada khususnya dan masyarakat pada umumnya masih perlu mendapat dukungan untuk dapat mengelola secara mandiri memberdayakan potensi yang ada di lingkungan untuk meningkatkan derajad kesejahteraan dan kualitasnya. Keluarga merupakan titik sentral pembangunan, oleh karena itu harus dapat dipenuhi kebutuhan pokoknya serta terpenuhinya kesejahteraan jasmani dan rohani serta sosialnya.
Kemudian keluarga dikembangkan pengetahuan dan kemampuannya agar memiliki wawasan ke depan, peduli dan kreatif sehingga berperilaku tidak tergantung kepada orang lain. Selanjutnya keluarga/masyarakat didorong untuk memiliki tanggung jawab agar tercipta keserasian dan keharmonisan hubungan baik antara anggota keluarga dan lingkungan/masyarakat maupun terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. MISI
Yang menjadi misi dalam rangka mewujudkan visi Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus adalah:
a. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, maka masyarakat perlu diberi informasi berbagai pengetahuan dan keterampilan
melalui program dan kegiatan sehingga mereka bisa dan mampu untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
b. Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berwawasan Lingkungan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna.
Dengan misi ini diharapkan partisipasi masyarakat meningkat dalam pengelolaan dan penataan lingkungan, pemukiman masyarakat yang sehat, aman, serasi, dan teratur dengan memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
c. Meningkatkan Partisipasi dan Swadaya Gotong Royong Masyarakat dalam Pembangunan Desa.
Pembangunan di tingkat desa harus melibatkan masyarakat baik itu pembangunan fisik maupun non fisik, oleh karena swadaya dan gotong royong pada setiap pelaksanaan pembangunan harus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan.
d. Meningkatkan Peran Lembaga Ekonomi Desa.
Untuk meningkatkan lembaga ekonomi desa maka dilaksanakan berbagai kegiatan diantaranya pelatihan keterampilan pengelolaan usaha ekonomi pedesaan dengan harapan pengelolaan usaha ekonomi pedesaan bisa lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
e. Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender Serta Pengarusutamaan Hak Anak.
Dalam beberapa hal perempuan masih belum mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki demikian juga hak-hak anak sering diabaikan oleh orangtua yang berakibat pada perkembangan jiwanya. Oleh karena itu diharapkan dengan berbagai kegiatan dapat member motivasi maupun pemahaman kepada perempuan untuk memperoleh haknya dan kepada orang lain agar hak-hak dapat dipenuhi.
f. Mewujudkan Kebijakan Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Serta Meningkatkan Kualitas Hidupnya.
Perempuan dan anak perlu dilindungi dari tindak kekerasan, maka disamping kualitas hidup perempuan dan anak ditingkatkan juga melalui kebijakan dengan regulasi maupun dengan program-program yang mempunyai daya ungkit untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.
g. Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera.
Dengan seluruh keluarga mengikuti program Keluarga Berencana diharapkan bisa terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera, karena dengan keluarga kecil maka beban keluarga juga ringan yang pada gilirannya dapat meningkat kesejahteraannya.
3. TUJUAN
a. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan unttuk meningkatkan kesejahteraannya sehingga jumlah penduduk miskin semakin berkurang.
b. Meningkatkan peranan perempuan dalam semua sector pembangunan dan disetarakan hak-haknya dengan laki-laki sehingga kualitas hidup meningkat, demikian juga kualitas hidup anak dan hak-hak perlu ditingkatkan dan dilindungi.
c. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga sehingga menjadi keluarga yang berkualitas.
4. STRATEGI
Guna tercapainya tujuan yang telah ditetapkan tersebut maka diperlukan strategi sebagai berikut :
1. Menggunakan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program dan kegiatan yang ada
2. Memanfaatkan bantuan stimulant yang diberikan untuk meningkatkan swadaya masyarakat dalam pembangunan desa
3. Meningkatkan pelayanan KB
4. Memperkuat kelembagaan, koordinasi, dan jaringan pengarusutamaan gender dan perlindungan anak dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dari berbagai kebijakan program dan kegiatan pembangunan.
5. Meningkatkan pendidikan, derajad kesehatan, produktifitas ekonomi, partisipasi politik, social, budaya, dan lingkungan hidup guna meningkatkan kualitas hidup perempuan.
5. SASARAN
Adapun sasaran yang hendak dicapai atau dihasilkan adalah sebagai berikut:
a. Terpenuhinya keadilan gender dan perlindungan anak dalam berbagai perundangan program pembangunan dan kebijakan public
b. Terbinanya Pasangan Usia Subur (PUS) dan peserta KB Aktif serta meningkatkan Tahapan Keluarga Sejahtera
c. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
B. RENCANA KINERJA TAHUN 2013 DAN PENETAPAN KINERJA TAHUN 2013
Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2013
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
1 Terselenggaranya operasional kantor yang lancar dan mendukung produktivitas kerja
Terpenuhinya kebutuhan operasional kantor seperti kebutuhan jasa listrik, air, komunikasi, kebutuhan alat tulis kantor, kebutuhan pemeliharaan kendaraan dinas, pelayanan jasa administrasi keuangan, penyediaan jasa peralatan kerja, penyediaan makan- minum, rapat-rapat koordinasi ke luar daerah, dll
Kebutuhan operasional kantor selama satu tahun terpenuhi
2 Terbinanya PUS dan Peserta KB Aktif serta meningkatnya tahapan Keluarga Sejahtera (KS)
1. Jumlah akseptor KB Aktif dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS)
2. Jumlah keluarga Pra-Sejahtera dibandingkan dengan jumlah total keluarga
3. Angka Kelahiran Total/Total Fertility Rate (TFR) per wanita usia subur
1. Jumlah akseptor KB Aktif lebih dari 70% jumlah PUS 2. Jumlah akseptor KB baru
lebih atau sama dengan PPM 3. Jumlah keluarga Pra- Sejahtera kurang dari 10%
dari jumlah total keluarga 4. Angka TFR: 2,1
3 Terpenuhinya keadilan gender dan perlindungan anak dalam berbagai perundangan program pembangunan dan kebijakan publik
1. Keberadaan peraturan daerah yang mengatur tentang keadilan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak
2. Jumlah perempuan yang berpartisipasi dalam lembaga publik/pemerintahan
1. Adanya minimal satu peraturan daerah tentang
keadilan gender,
perlindungan perempuan dan anak
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
3. Jumlah kasus kekerasan (fisik, psikis, seksual) terhadap perempuan
4. Jumlah kasus kekerasan (fisik, psikis, seksual) terhadap anak
5. Keberadaan organisasi masyarakat yang mengakomodir kepentingan anak
2. Jumlah perempuan berpartisipasi dalam lembaga publik minimal 5%
3. Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan kurang dari 100 kasus
4. Jumlah kasus kekerasan terhadap anak kurang dari 50 kasus
5. Adanya minimal satu organisasi anak
4 Terpenuhinya keberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah
1. Jumlah kelompok masyarakat yang turut mengakses program stimulan pembangunan desa 2. Jumlah desa yang turut berpartisipasi dalam
aneka program pemberdayaan masyarakat seperti PNPM Mandiri, program desa berkembang dan PAMSIMAS
1. Minimal 132 kelompok masyarakat yang mengakses
program stimulan
pembangunan desa
2. Minimal 132 desa/kelurahan yang berpartisipasi dalam aneka program
pemberdayaan masyarakat
PENETAPAN KINERJA TAHUN 2013
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran
1 2 3 4 5 6
1 Terselenggaranya
operasional kantor yang lancar dan mendukung produktivitas kerja
Terpenuhinya kebutuhan operasional kantor seperti kebutuhan jasa listrik, air, komunikasi, kebutuhan alat tulis kantor, kebutuhan pemeliharaan kendaraan dinas, pelayanan jasa administrasi keuangan, penyediaan jasa peralatan kerja, penyediaan makan-minum, rapat-rapat koordinasi ke luar daerah, dll
Kebutuhan
operasional kantor selama satu tahun terpenuhi
Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran:
1. Penyediaan jasa komunikasi,
sumber daya air, dan listrik
2. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan
kendaraan
dinas/operasional 3. Penyediaan jasa
administrasi keuangan
4. Penyediaan jasa perbaikan
Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran:
1. Rp. 36.600.000 2. Rp. 11.000.000 3. Rp. 44.280.000 4. Rp. 1.770.000 5. Rp. 8.000.000 6. Rp. 5.400.000 7. Rp. 1.450.000 8. Rp. 2.400.000 9. Rp. 9.438.000 10.Rp.49.985.000
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran
1 2 3 4 5 6
peralatan kerja 5. Penyediaan alat
tulis kantor 6. Penyediaan
barang cetakan dan penggandaan 7. Penyediaan
komponen instalansi
listrik/penerangan bangunan kantor 8. Penyediaan bahan
bacaan dan peraturan perundang- undangan 9. Penyediaan
makanan dan minuman 10. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
Program
Peningkatan sarana
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran
1 2 3 4 5 6
dan prasarana aparatur:
1. Pengadaan
peralatan gedung kantor
2. Pengadaan mebeler 3. Pengadaan
bangunan pelengkap gedung kantor 4. Pemeliharaan
rutin/berkala kendaraan
dinas/operasional Program
Peningkatan
Kapasitas Sumber Daya Aparatur:
1.Pendidikan dan pelatihan formal
Aparatur:
1. Rp 15.000.000 2. Rp. 50.00.000 3. Rp. 500.000.000 4. Rp. 25.240.000
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur:
1.Rp.2.220.000
2 Terbinanya PUS dan Peserta KB Aktif serta meningkatnya tahapan Keluarga Sejahtera (KS)
1. Jumlah akseptor KB Aktif dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS)
2. Jumlah keluarga Pra-Sejahtera
1. Jumlah
akseptor KB Aktif lebih dari 70% jumlah
Program Keluarga Berencana:
1. Pembinaan keluarga
Program Keluarga Berencana:
1. Rp. 200.000.000 2.Rp.1.022.466.000
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran
1 2 3 4 5 6
dibandingkan dengan jumlah total keluarga
3. Angka Kelahiran Total/Total Fertility Rate (TFR) per wanita usia subur
PUS 2. Jumlah
akseptor KB Baru lebih atau sama dengan PPM
3. Jumlah
keluarga Pra- Sejahtera
kurang dari
10% dari
jumlah total keluarga
4. Angka TFR: 2,1
berencana 2. Pelayanan KIE Program Pelayanan Kontrasepsi:
1. Pelayanan KB Medis Operasi Program Kesehatan Reproduksi Remaja:
1. Advokasi dan KIE tentang kesehatan reproduksi remaja
Program Pelayanan Kontrasepsi:
1. Rp. 130.000.000
Program Kesehatan Reproduksi Remaja:
Rp.220.000.000
3 Terpenuhinya keadilan gender dan perlindungan anak dalam berbagai perundangan program pembangunan dan kebijakan publik
1. Keberadaan peraturan daerah yang mengatur tentang keadilan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak
2. Jumlah perempuan yang berpartisipasi dalam lembaga publik/pemerintahan
3. Jumlah kasus kekerasan (fisik, psikis, seksual) terhadap perempuan
4. Jumlah kasus kekerasan (fisik,
1. Adanya minimal satu peraturan daerah tentang keadilan
gender, perlindungan perempuan dan anak
2. Jumlah perempuan berpartisipasi
Program Keserasian Kebijakan
Peningkatan Kualitas
Anak dan
Perempuan:
1. Sosialisasi kesetaraan gender
perempuan dan perlindungan anak
Program Keserasian Kebijakan
Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan:
1. Rp. 1.118.000.000
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran
1 2 3 4 5 6
psikis, seksual) terhadap anak 5. Keberadaan organisasi masyarakat
yang mengakomodir kepentingan anak
dalam lembaga publik minimal 5%
3. Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan kurang dari 100 kasus
4. Jumlah kasus kekerasan terhadap anak kurang dari 50 kasus
5. Adanya minimal satu organisasi anak
Program
Peningkatan Peran
Serta dan
Kesetaraan Gender Dalam
Pembangunan:
1. Kegiatan bimbingan manajemen usaha bagi perempuan dalam mengelola usaha
Program penguatan kelembagaan
pengarusutamaan gender dalam pembangunan:
1. Fasilitasi Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu
Pembangunan
Perempuan dan Anak
Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan:
1. Rp. 1.000.000.000
Program penguatan kelembagaan
pengarusutamaan
gender dalam
pembangunan:
Rp. 100.000.000
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran
1 2 3 4 5 6
4 Terpenuhinya
keberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah
1. Jumlah kelompok masyarakat yang turut mengakses program stimulan pembangunan desa
2. Jumlah desa yang turut berpartisipasi dalam aneka
program pemberdayaan
masyarakat seperti PNPM Mandiri program desa berkembang dan PAMSIMAS
1. Minimal 132 kelompok
masyarakat yang
mengakses program stimulan pembangunan desa
2. Minimal 132 desa/kelurahan yang
berpartisipasi dalam aneka program pemberdayaan masyarakat
Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan:
1. Pemberdayaan lembaga dan organisasi
masyarakat perdesaan
2. Penyelenggaraan diseminasi
informasi bagi masyarakat desa Program
Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan:
1. Fasilitasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Program
Program Peningkatan Keberdayaan
Masyarakat Perdesaan:
1. Rp. 75.000.000 2. Rp. 245.000.000
Program
Pengembangan
Lembaga Ekonomi Perdesaan:
1. Rp. 734.900.000
Program Peningkatan
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran
1 2 3 4 5 6
Peningkatan Partisipasi
Masyarakat dalam Membangun Desa:
1. Pembinaan kelompok masyarakat pembangunan desa
2. Pemberian stimulan pembangunan desa
3. Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan
4. Pengembangan dan promosi pengenalan alat teknologi tepat guna
Program Peningkatan
Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa:
Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa:
1. Rp. 250.000.000 2. Rp. 6.745.000.000 3. Rp. 20.000.000 4. Rp. 125.000.000
Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa:
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran
1 2 3 4 5 6
1. Pengklasifikasian data
1. 110.000.000
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. PENCAPAIAN KINERJA
Program dan kegiatan tahun 2013 telah dilaksanakan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus. Adapun pencapaian kinerja setiap program/kegiatan adalah sebagai berikut :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air, dan Listrik Input :
Input pendanaan sejumlah Rp 36.600.000,- Output :
Terbayarkannya jasa penyediaan komunikasi telepon, listrik, internet, dan air
Outcame :
Dengan tersedianya fasilitas telepon, listrik, internet, dan air sehingga kinerja kantor berjalan lancar
b. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas Input :
Input pendanaan sejumlah Rp 11.000.000,- Output :
Terbayarkannya jasa perijinan/pajak kendaraan dinas berupa 5 kendaraan roda empat dan 53 kendaraan roda dua serta perbaikan/servis ringan lima kendaraan roda empat
Outcame :
Dengan terbayarkannya jasa perijinan/pajak dan terjaminnya fasilitas servis, kendaraan dinas siap digunakan untuk mendukung kinerja operasional kantor
c. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Input :
Input pendanaan senilai Rp. 44.280.000,- Output :
Terbayarkannya honor bagi 10 orang aparatur pengelola keuangan dan 8 orang aparatur penilai angka kredit
Outcame :
Dengan terbayarkannya honor bagi pengelola keuangan dan penilai angka kredit maka pengelolaan keuangan kantor serta proses penilaian angka kredit berjalan lancar
d. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Input :
Input pendanaan senilai Rp. 1.770.000,- Output :
Terlaksananya perbaikan peralatan kerja kantor berupa 4 unit Komputer PC, 4 unit laptop dan 4 unit printer
Outcame :
Dengan terjaminnya kebutuhan perbaikan/servis peralatan kerja berupa komputer,laptop, dan printer maka kinerja kantor menjadi lancar
e. Input :
Input pendanaan senilai Rp. 8.000.000,- Output :
Tersedianya kebutuhan alat tulis kantor berupa kertas, tinta printer, pita mesin ketik, amplop, stopmap, dll
Outcame :
Dengan tersedianya kebutuhan alat tulis kantor mendukung kinerja kantor yang lancar
f. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Input :
Input pendanaan senilai Rp. 5.400.000,- Output :
Tersedianya barang cetakan aneka blangko dan fotokopi dokumen kantor selama satu tahun
Outcame :
Dengan tersedianya barang cetakan dan fotokopi dokumen mendukung kinerja kantor menjadi lancar
g. Penyediaan Komponen Instalansi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Input :
Input pendanaan senilai Rp. 1.450.000,- Output :
Terlaksananya penyediaan dan penggantian komponen listrik/penerangan gedung kantor
Outcame :
Dengan terjaminnya penyediaan komponen listrik/penerangan gedung kantor kinerja aparatur menjadi semakin lancar dan nyaman
h. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundangan Input :
Input pendanaan senilai Rp. 2.400.000,- Output :
Tersedianya bahan bacaan kantor berupa berlangganan 2 jenis surat kabar selama satu tahun
Outcame :
Dengan tersedianya bahan bacaan kantor berupa surat kabar menambah pengetahuan dan informasi aparatur
i. Penyediaan Makanan dan Minuman Input :
Input pendanaan senilai Rp. 9.438.000,- Output :
Tersedianya kebutuhan minum harian aparatur serta makanan dan minuman saat rapat
Outcame :
Dengan tersedianya jaminan kebutuhan makanan dan minuman, mendukung kinerja aparatur agar lancar dan nyaman
j. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah Input :
Input pendanaan senilai Rp. 49.985.000,- Output :
Terlaksananya perjalanan dinas untuk kegiatan koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
Outcame :
Dengan terlaksananya perjalanan dinas untuk kegiatan koordinasi dan konsultasi ke luar daerah mendukung lancarnya arus komunikasi dan koordinasi kantor dengan instansi tingkat provinsi maupun pusat
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur a. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor
Input :
Input pendanaan senilai Rp. 15.000.000,- Output :
Pengadaan 2 buah laptop untuk mendukung operasional kantor
Outcame :
Dengan penambahan 2 buah laptop dapat menunjang kelancaran kegiatan operasional kantor
b. Pengadaan Mebeleur Input :
Input pendanaan senilai Rp. 50.000.000,- Output :
Pengadaan mebeleur kantor berupa 11 meja dan 11 kursi eselon IV, 8 meja dan 8 kursi non structural untuk mendukung operasional kantor Outcame :
Dengan adanya penggantian 11 meja dan 11 kursi eselon IV, 8 meja dan 8 kursi non structural dapat menunjang kelancaran kegiatan operasional kantor
c. Pengadaan Bangunan Pelengkap Gedung Kantor Input :
Input pendanaan senilai Rp. 500.000.000,- Output :
Pengadaan bangunan pelengkap gedung kantor baru berupa pemasangan keramik lantai dua, pembanguan pagar gedung kantor dan pembangunan saluran, serta pembangunan parkir mobil, sepeda motor, dan bus untuk mendukung operasional kantor
Outcame :
Dengan pemasangan keramik lantai dua, pembanguan pagar gedung kantor dan pembangunan saluran, serta pembangunan parkir mobil, sepeda motor, dan bus dapat menunjang kelancaran kegiatan operasional kantor
d. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional Input :
Input pendanaan senilai Rp. 25.240.000,- Output :
Terlaksananya pemeliharaan kendaraan dinas operasional roda empat sebanyak berupa penggantian 6 buah ban mobil, 3 buah accu mobil, BBM, dan Oli
Outcame :
Dengan terjaminnya pemeliharaan kendaraan dinas/operasional turut mendukung kinerja kantor
3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur a. Pendidikan dan Pelatihan Formal
Input :
Input pendanaan senilai Rp. 2.220.000,- Output :
Terlaksananya pengiriman peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) berupa Latihan Dasar Umum (LDU) bagi Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) ke Balai Diklat BKKBN Prov. Jawa Tengah
Outcame :
Dengan terlaksananya pengiriman peserta diklat LDU bagi PLKB maka diharapkan berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas SDM BPMPKB
4. Program Keluarga Berencana a. Pembinaan Keluarga Berencana
Input :
Input pendanaan senilai Rp. 200.0000.000,- Output :
Terlaksananya pembinaan KB pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kab.
Kudus, pendataan akseptor KB dan penyelenggaraan aneka sosialisasi KB melalui media baliho, standar banner, stiker, dan pemutaran film
Outcame :
Melalui pelaksanaan kegiatan Pembinaan Keluarga Berencana pada tahun 2013 Peserta KB Aktif terbina mencapai 112.927 dari total PUS 142.575 atau sebesar 79,21%. Sedangkan jumlah akseptor KB baru sebanyak 25.078 atau 97, 04% dari PPM PB sebanyak 25.842
b. Pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) - DAK Input :
Input pendanaan senilai Rp. 1.022.466.000,- Output :
Terlaksananya pelayanan KIE KB pada 1.823 PUS di Kab. Kudus dan pengadaan sarana prasarana penunjang kinerja program KB berupa, sarana pendukung kerja PLKB berupa PLKB Kit 18 unit, komputer PC 2 unit, 2 unit printer, 10 Unit Public Address, 11 Obgyn Bed, 42 unit implant removal kit, 63 unit BKB Kit, 1 unit gudang alat obat kontrasepsi, 1 unit balai penyuluhan KB.
Outcame :
Pelaksanaan kegiatan Pelayanan KIE KB berhasil menjangkau 1.823 PUS.
Selain itu dengan tersedianya sarana prasarana penunjang kinerja KB diharapkan kinerja PLKB dalam menjalankan program KB semakin meningkat
5. Program Pelayanan Kontrasepsi a. Pelayanan KB Medis Operasi
Input :
Input pendanaan senilai Rp. 130.000.000,- Output :
Terselenggaranya pelayanan KB Medis Operasi baik Medis Operasi Pria (MOP) maupun Medis Operasi Wanita (MOW) bagi 84 Pasangan Usia Subur (PUS) secara gratis
Outcame :
Jumlah Peserta KB Aktif dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kab. Kudus di tahun 2013 ini mencapai 22.420 akseptor.
Sedangkan untuk Peserta KB Baru dengan MKJP pada tahun 2013 ini adalah 3.854 akseptor
6. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan a. Sosialisasi Kesetaraan Gender Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Input :
Input pendanaan senilai Rp. 1.118.000.000,- Output :
Terlaksananya aneka kegiatan sosialisasi kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak seperti Anggaran Responsif Gender (ARG), Pengarusuatamaan Gender (PUG), P2MBG, dan Forum Anak Kab. Kudus. Kegiatan tersebut juga termasuk didalamnya kegiatan di organisasi PKK, Dharma Wanita dan JPPA Kab. Kudus. Total berjumlah sebanyak 22 kegiatan.
Outcame :
Dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak sebanyak 22 kegiatan mampu melibatkan partisipasi perempuan dan anak sebanyak 5.806 orang di Kab. Kudus. Sehingga mampu meningkatkan kualitas kesadaran gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kudus
7. Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan
a. Bimbingan Manajemen Usaha Bagi Perempuan Dalam Mengelola Usaha Input :
Input pendanaan senilai Rp 1.000.000.000,- Output :
Terselenggaranya kegiatan pembinaan kemampuan dan pelatihan keterampilan kerja masyarakat dan lingkungan industri hasil tembakau, pembentukan dan pembinaan wirausaha baru serta fasilitasi sarana pendukung usaha bagi kelompok ekonomi perempuan berupa 24 unit sheller cup, 24 unit sheller injak, 3 unit pengrajang buah, 168 unit pembuat nugget dan bakso, 96 unit pembuat souvenir, 144 pembuat kerajinan anyaman pandan liar, 432 unit pembuat kue tart, 288 unit pembuat kue kering, dan 39 unit etalase. Sejumlah 39 Kelompok ekonomi perempuan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sedangkan pelatihan usaha difokuskan pada bidang tata boga dan menjahit.
Outcame :
Dengan terselenggaranya kegiatan pembinaan kemampuan dan pelatihan keterampilan kerja masyarakat dan lingkungan industri hasil tembakau, pembentukan dan pembinaan wirausaha baru serta fasilitasi sarana pendukung usaha bagi masyarakat ekonomi lemah mampu meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi pada kaum perempuan
8. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan
a. Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan Input :
Input pendanaan senilai Rp. 75.000.000,- Output :
Terselenggaranya pembentukan satgas adat istiadat Kab. Kudus dan kegiatan pembinaan tentang pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan nilai sosial budaya di 9 kecamatan.
Outcame :
Meningkatnya pemberdayaan lembaga adat yang ada di Kab. Kudus b. Penyelenggaraan Diseminasi Informasi Bagi Masyarakat Desa
Input :
Input pendanaan senilai Rp. 245.000.000,-
Output :
Terselenggaranya review Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD), monitoring dan evaluasi BP-SPAMS di 62 desa, Program Desa Berkembang di 31 desa dan program PAMSIMAS di 62 desa, terlaksananya pembinaan LPMK/RW/RT/Ormas serta menunjang operasional forum BKM dan KBP
Outcame :
Terdapat dokumen strategi untuk menanggulangi kemiskinan daerah, serta mendukung optimalisasi aneka program pemberdayaan masyarakat seperti LKM, PAMSIMAS, Desa Berkembang, BKM, dan KBP
9. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
a. Fasilitasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Input :
Input pendanaan senilai Rp. 734.900.000,- Output :
Fasilitasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di tiga kecamatan yakni Kec. Dawe, Kec. Undaan, Kec. Jekulo berupa publikasi (media cetak dan radio) dan dokumentasi kegiatan, penyelenggaraan rapat musyawarah desa (musdes), rapat koordinasi tingkat kecamatan, rapat koordinasi tingkat kabupaten, rapat koordinasi KBP tingkat kabupaten, serta mendukung perjalanan dinas ke luar daerah untuk komunikasi dan koordinasi program PNPM Mandiri Perdesaan
Outcame :
Meningkatnya peran serta masyarakat terutama kelompok miskin, melembagakan pengelolaan pembangunan partisipatif, pengembangan kapasitas pemerintah lokal dalam memfasilitasi pengelolaan pembangunan perdesaan yang berkelanjutan
10. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Pembangunan Desa a. Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Desa
Input :
Input pendanaan senilai Rp. 250.000.000,- Output :
Terselenggaranya kegiatan perlombaan desa/kelurahan di 9 desa dan 3 kelurahan. Terselenggaranya kegiatan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM. Terselenggaranya kegiatan orentasi kader Posyandu di 9 Kecamatan di Kab. Kudus, serta pembinaan pasar desa
Outcame :
Terbinanya potensi ekonomi, sosial, dan budaya tiap desa/kelurahan di Kab. Kudus melalui iklim kompetisi, meningkatnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa/kelurahan melalui kegiatan gotong royong dan Posyandu
b. Pemberian Stimulan Pembangunan Desa Input :
Input pendanaan senilai Rp. 6.745.000.000,- Output :
Terlaksananya penyaluran bantuan stimulan pembangunan infrastruktur desa/kelurahan berupa aspal 3.264 drum, paving blok 19.850 m2, dan pipa PVC 2.805 batang .
Outcame :
Meningkatnya tingkat partisipasi masyarakat di 132 desa/kelurahan di Kab. Kudus dalam pembangunan infrastruktur fasilitas umum dan fasilitas sosial
c. Monitoring, Evaluasi dan pelaporan Input :
Input pendanaan senilai Rp. 20.000.000,- Output :
Terlaksananya kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa dan Karya Bhakti TNI di Kab. Kudus
Outcame :
Pelaksanaan kegiatan dapat terpantau serta dapat diketahui kekurangan dari kegiatan yang dilaksanakan.
d. Pengembangan dan Promosi Pengenalan Alat Teknologi Tepat Guna (ATTG)
Input :
Input pendanaan senilai Rp. 125.000.000,- Output :
Terselenggaranya pengembangan Alat Teknologi Tepat Guna (ATTG) karya masyarakat Kab. Kudus diantaranya kompor biomas, mesin pemarut kelapa, mesin pemipil jagung, alat cellular digital home dan alat wudhu otomatis dengan sensor cahaya.
Outcame :
Meningkatnya daya kreasi dan inovasi masyarakat dalam menciptakan aneka ATTG yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dalam usaha produksi ekonomi maupun aktifitas keseharian
11. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa a. Kegiatan Pengklasifikasian Data
Input :
Input pendanaan senilai Rp. 110.000.000,- Output :
Terlaksananya penyusunan dokumen profil desa untuk 132 desa/kelurahan sebanyak 405 buku.
Outcame :
Meningkatnya percepatan pertumbuhan desa, kelembagaan serta partisipasi masyarakat desa.
B. PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 2 3 4 5 6
1 Terselenggaranya
operasional kantor yang lancar dan mendukung produktivitas kerja
Terpenuhinya kebutuhan operasional kantor seperti kebutuhan jasa listrik, air, komunikasi, kebutuhan alat tulis kantor, kebutuhan pemeliharaan kendaraan dinas, pelayanan jasa administrasi keuangan, penyediaan jasa peralatan kerja, penyediaan makan-minum, rapat-rapat koordinasi ke luar daerah, dll
Kebutuhan
operasional kantor selama satu tahun terpenuhi
Kebutuhan
operasional kantor selama satu tahun terpenuhi
100
2 Terbinanya PUS dan Peserta KB Aktif serta meningkatnya tahapan Keluarga Sejahtera (KS)
1. Jumlah akseptor KB Aktif dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS)
2. Jumlah keluarga Pra-Sejahtera dibandingkan dengan jumlah total keluarga
3. Angka Kelahiran Total/Total Fertility Rate (TFR) per wanita usia subur
1. Jumlah
akseptor KB Aktif lebih dari 70% jumlah PUS
2. Jumlah
keluarga Pra- Sejahtera
kurang dari
15% dari
jumlah total keluarga
3. Angka TFR: 2,1
1. Jumlah akseptor KB Aktif: 112.927 Jumlah PUS:
142.575.
2. Jumlah Keluarga Pra Sejahtera 23.757 keluarga dari Jumlah Total Kepala Keluarga 217.721
3. 2,3
1. 79,21 2. 10,91 3. 2,3
3 Terpenuhinya keadilan 1. Keberadaan peraturan daerah yang 1. Adanya minimal 1. Proses 1. 50
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 2 3 4 5 6
gender dan perlindungan anak dalam berbagai perundangan program pembangunan dan kebijakan publik
mengatur tentang keadilan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak
2. Jumlah perempuan yang berpartisipasi dalam lembaga publik/pemerintahan
3. Jumlah kasus kekerasan (fisik, psikis, seksual) terhadap perempuan
4. Jumlah kasus kekerasan (fisik, psikis, seksual) terhadap anak 5. Keberadaan organisasi masyarakat
yang mengakomodir kepentingan anak
satu peraturan daerah tentang keadilan
gender, perlindungan perempuan dan anak
2. Jumlah perempuan berpartisipasi dalam lembaga publik minimal 5%
3. Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan kurang dari 100 kasus
4. Jumlah kasus kekerasan terhadap anak kurang dari 50 kasus
5. Adanya minimal
pembuatan Ranperda Sistem Perlindungan Anak
2. Jumlah
perempuan di lembaga
pemerintah:5348 dari
Jumlah pekerja perempuan:
184.761
3. Jumlah kasus sebanyak 3 dan semuanya
berhasil terselesaikan 4. Jumlah kasus
sebanyak 4 dan semuanya
berhasil terselesaikan 5. Berjalannya
organisasi Forum Anak Lebah
2. 2,89 3. 100 4. 100 5. 100
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 2 3 4 5 6
satu organisasi anak
Madu Kab. Kudus 4 Terpenuhinya
keberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah
1. Jumlah kelompok masyarakat yang turut mengakses program stimulan pembangunan desa
2. Jumlah desa yang turut berpartisipasi dalam aneka program pemberdayaan masyarakat seperti program desa berkembang dan PAMSIMAS, PNPM Mandiri Perdesaan
1. Minimal 132 kelompok
masyarakat yang
mengakses program stimulan pembangunan desa
2. Minimal 132 desa/kelurahan yang
berpartisipasi dalam aneka program
pemberdayaan masyarakat
1. 420 kelompok masyarakat
2. 132 desa
1. 318, 18
2. 100
B.1. ANALISIS CAPAIAN SASARAN
Pencapaian Kinerja Sasaran Tahun 2013
No Sasaran Indikator Target Realisasi % Capaian
Th 2012 Th 2013
1 2 3 4 5 6 7
1 Terselenggaranya operasional kantor yang lancar dan mendukung
produktivitas kerja
Terpenuhinya kebutuhan operasional kantor seperti kebutuhan jasa listrik, air, komunikasi, kebutuhan alat tulis kantor, kebutuhan pemeliharaan kendaraan dinas, pelayanan jasa administrasi keuangan, penyediaan jasa peralatan kerja, penyediaan makan- minum, rapat-rapat koordinasi ke luar daerah, dll
Kebutuhan operasional kantor selama satu tahun terpenuhi
Kebutuhan operasional kantor selama satu tahun terpenuhi
100 100
2 Terbinanya PUS dan Peserta KB Aktif serta meningkatnya tahapan Keluarga
1. Jumlah akseptor KB Aktif dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur
1. Jumlah akseptor KB Aktif lebih dari 70%
jumlah PUS
2. Jumlah keluarga
1. Jumlah akseptor KB Aktif: 112.927 Jumlah PUS:
140.606
1. 82, 35 2. 11, 84 3. 2,1
1. 79, 21 2. 10, 91 3. 2,3
No Sasaran Indikator Target Realisasi % Capaian
Th 2012 Th 2013
1 2 3 4 5 6 7
Sejahtera (KS) (PUS)
2. Jumlah keluarga Pra- Sejahtera
dibandingkan dengan jumlah total keluarga 3. Angka Kelahiran
Total/Total Fertility Rate (TFR) per wanita usia subur
Pra-Sejahtera
kurang dari 15%
dari jumlah total keluarga
3. Angka TFR: 2,1
2. Jumlah Keluarga Pra Sejahtera 23.757 keluarga dari Jumlah Total Kepala Keluarga 217.721
3. 2,1
3 Terpenuhinya
keadilan gender dan perlindungan anak dalam berbagai perundangan
program
pembangunan dan kebijakan publik
1. Keberadaan peraturan
daerah yang
mengatur tentang keadilan gender, pemberdayaan
perempuan, dan perlindungan anak 2. Jumlah perempuan
yang berpartisipasi dalam lembaga publik/pemerintahan 3. Jumlah kasus
kekerasan (fisik, psikis, seksual) terhadap perempuan
1. Adanya minimal satu peraturan daerah tentang keadilan gender, perlindungan
perempuan dan anak
2. Jumlah perempuan berpartisipasi dalam lembaga publik minimal 5%
3. Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan kurang dari 100 kasus
1. Proses pembuatan Ranperda Sistem Perlindungan Anak 2. Jumlah perempuan
di lembaga
pemerintah:
5348 Jumlah pekerja
perempuan:184.761 3. Jumlah kasus
sebanyak 3 dan semuanya berhasil terselesaikan
4. Jumlah kasus
1. 50 2. 2,27 3. 100 4. 100 5. 100
1. 50 2. 2,89 3. 100 4. 100 5. 100
No Sasaran Indikator Target Realisasi % Capaian
Th 2012 Th 2013
1 2 3 4 5 6 7
4. Jumlah kasus kekerasan (fisik, psikis, seksual) terhadap anak
5. Keberadaan organisasi masyarakat yang mengakomodir
kepentingan anak
4. Jumlah kasus kekerasan terhadap anak kurang dari 50 kasus
5. Adanya minimal satu organisasi anak
sebanyak 4 dan semuanya berhasil terselesaikan
5. Berjalannya
organisasi Forum Anak Lebah Madu Kab. Kudus
4 Terpenuhinya
keberdayaan dan partisipasi
masyarakat dalam pembangunan
daerah
1. Jumlah kelompok masyarakat yang turut mengakses program stimulan
pembangunan desa 2. Jumlah desa yang
turut berpartisipasi dalam aneka program pemberdayaan
masyarakat seperti
program desa
berkembang dan PAMSIMAS, PNPM Mandiri Perdesaan
1. Minimal 132 kelompok
masyarakat yang mengakses program stimulan
pembangunan desa 2. Minimal 132
desa/kelurahan yang berpartisipasi dalam aneka program
pemberdayaan masyarakat
1. 420 kelompok masyarakat
2. 132
Desa/Kelurahan
1. 284,09
2. 141,30
1. 318, 18
2. 100
C. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
Masalah Pada Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera:
1. Belum idealnya jumlah petugas penyuluh keluarga berencana terhadap jumlah desa/kelurahan yang ada sehingga membuat produktivitas program KB kurang berjalan optimal
2. Minimnnya kader penggerak KB di tingkat desa/kelurahan juga mengurangi produktivitas program KB di lapangan
3. Semua penyediaan alat dan obat kontrasepsi yang dibutuhkan para calon akseptor KB masih 100 persen menggantungkan dari pemerintah pusat atau BKKBN, belum ada pembiayaan dari APBD.
4. Masih minimnya jumlah akseptor KB dari jenis kontrasepsi jangka panjang terutama dari medis operasi seperti MOP dan MOW
5. Masih minimnya kontribusi akseptor KB dari kaum laki-laki untuk mengikuti kontrasepsi jangka panjang MOP, yakni prosentasenya masih di bawah angka 5%.
Solusi Masalah Pada Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera:
1. Mengoptimalkan sumber daya manusia penyuluh keluarga berencana yang ada untuk mencapai target-target dari program KB
2. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti dinas kesehatan dan sekolah-sekolah untuk mendukung sosialisasi program-program KB
3. Mengoptimalkan alat dan obat kontrasepsi dari pemerintah pusat untuk memenuhi permintaan masyarakat
4. Menggiatkan kembali sosialisasi KB dengan alat kontrasepsi jangka panjang kepada masyarakat.
Masalah Pada Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:
1. Masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap konsep perlindungan anak sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2002
2. Belum terlembaganya program Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam masyarakat
3. Masih cukup banyaknya kelompok usaha yang dikelola perempuan yang belum berkembang karena keterbatasan modal, bimbingan usaha dan fasilitasi promosi
4. Masih adanya tindak kekerasan berbasis gender baik kekerasan yang berada di ranah domestic atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun kekerasan di luar rumah kepada perempuan
5. Belum dilibatkannya secara maksimal suara dan pendapat anak dalam proses pembangunan daerah.
Solusi Masalah Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:
1. Penggiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang urgensi UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak
2. Menggiatkan sosialisasi dan pengaktifan kelembagaan pengarusutaamaan gender di tengah masyarakat
3. Peningkatan pemberian bimbingan usaha dan bantuan sarana prasarana usaha bagi kelompok usaha ekonomi yang dikelola oleh perempuan
4. Penggiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelanggaran hukum berupa tindak kekerasan berbasis gender baik KDRT maupun kekerasan di luar rumah. Serta pemberian pelayanan penanganan kasus bagi korban kekerasan berbasis gender
5. Berusaha melibatkan secara konsisten perwakilan anak dalam hal ini organisasi Forum Anak dalam setiap proses pengambilan keputusan pembangunan daerah seperti pada Forum Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang).
Masalah Pada Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa:
1. pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan terjadi kendala berkaitan dengan tidak tepat waktunya pengembalian pinjaman modal dari masyarakat karena usaha gagal
2. Lalu pada Program Diseminasi Informasi Bagi Masyarakat Desa tepatnya di fasilitasi PAMSIMAS terdapat kendala berupa tidak semua desa mampu menerima program tersebut disebabkan kendala alam berupa kondisi wilayah dengan air payau, tepatnya di sejumlah desa di Kecamatan Undaan
3. Pada fasilitasi PAMSIMAS ini juga muncul kendala berupa desa yang sudah mengajukan diri untuk program tersebut namun di tengah proses berjalan mengundurkan diri
4. Sedangkan pada kegiatan promosi alat teknologi tepat guna tingkat nasional mengalami kendala berupa jadwal penyelenggaraan yang senantiasa berubah-ubah sehingga cukup merepotkan persiapan yang dilakukan
5. Masih cukup rendahnya tingkat partisipasi masyarakat atau swadaya masyarakat dalam program kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Solusi Masalah Pada Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa:
1. Pada program PNPM-Mandiri Perdesaan terkait tidak tepat waktunya pengembalian pinjaman oleh masyarakat coba diatasi dengan upaya jemput bola serta memberikan sosialisasi pengertian tentang tanggung renteng pada mekanisme pinjaman modal di PNPM kepada masyarakat peminjam
2. Kendala alam berupa air payau pada program PAMSIMAS dicari jalan keluar melalui pencarian sumber air yang diambil dari desa terdekat yang dinilai memenuhi syarat
3. kendala pada pameran ATTG Nasional diatasi dengan persiapan secara lebih dini dan proaktif mencari update informasi dari pemerintah pusat 4. Meningkatkan sosialisasi dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi
dan kemandirian masyarakat dalam program-program pemberdayaan masyarakat dari pemerintah.
Kudus, 4 Maret 2014
Plt. KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA
Dra. Wahyu Haryanti Pembina Utama MUda NIP 19620701 196703 2 008