• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEGIATAN

PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN BERBASIS DARING (PLPBD)

OLEH :

PANITIA PELAKSANA

PUSAT PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN

LEMBAGA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DAN PENJAMINAN MUTU

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

2020

(2)
(3)

PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN BERBASIS DARING (PLPbD) UNDIKSHA TAHUN 2020

A. Latar Belakang Kegiatan

Pada tanggal 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Pada tanggal 7 Januari 2020, China mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya terse- but sebagai jenis baru coronavirus (novel coronavirus). Pada awal tahun 2020 NCP mulai menjadi pendemi global dan menjadi masalah kesehatan di beberapa negara di luar RRC. Berdasarkan World Health Organization (WHO) kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan telah menjadi permasalahan kesehatan di seluruh dunia. Pada tanggal 12 Februari 2020, WHO resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (Covid-19).

Penambahan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran ke luar wilayah Wuhan dan negara lain. Indonesia adalah salah satu negara yang terpapar virus ini. Rumitnya penanganan virus ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid- 19. Social distancing bahkan lockdown menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 karena kebijakan ini berdampak negatif segala aspek kehidupan. Dalam bidang pendidikan, keputusan yang diambil pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah memindahkan proses pembelajaran di sekolah menjadi proses pembelajaran dari rumah. Penambahan waktu belajar dari rumah diperkirakan banyak pihak berlangsung sampai Desember 2020 (skenario ketiga dari Kemendikbud).

Salah satu kegiatan pembelajaran berupa praktik lapangan yang merasakan dampak kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) adalah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). PPL adalah kegiatan pelatihan bagi calon guru untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap, keterampilan dalam proses pembelajaran secara utuh dan terintegrasi dalam situasi nyata. PPL

(4)

dapat dideskripsikan sebagai suatu program yang merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam rangka pembentukan profesionalisme guru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sesuai tuntutan Undang-Undang Pendidikan Nasional.

Dilihat dari sudut struktur program kurikulum Undiksha, PPL masuk pada kelompok Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) yang dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan pada jenjang Strata Satu (S1) dengan bobot 3 SKS. Namun dilihat dari fungsinya PPL merupakan akumulasi mata kuliah yang dikemas dalam kurikulum LPTK dalam pembentukan profesionalisme guru yang menjadi tugas utama LPTK. Tahun 2020 ini, PPL dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020. Melihat pandemi Covid- 19 yang masih berlangsung dan kemungkinan perpanjangan masa BDR maka mode PPL tahun ini perlu menyesuaikan diri dengan situasi saat ini.

Mode PPL yang biasanya dilaksanakan dengan berpraktik di sekolah mitra disesuaikan dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah terkait BDR, serta karakteristik mahasiswa, sekolah, dan siswa. Oleh karena itu, PPL Undiksha di tahun 2020 ini dilaksanakan berbasis pada pembetasan sosial yang kemudian disebut “Pengenalan Lapangan Persekolahan Berbasis Daring (PLPbD)”. Adapun alur berpikir sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya dapat dilihat pada Gambar 1. berikut ini.

Gambar 1. Latar Belakang Perubahan Mode PPL Tahun 2020

(5)

B. Karakteristik dan Pola Kegiatan

PLPbD adalah mode PPL Real Undiksha dalam upaya penyesuaian kegiatan PPL Real dengan situasi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi.

Oleh karena itu, terdapat tujuh karakteristik dari PLPbD. Pertama, PLPbD khusus diberlakukan dalam situasi pandemi Covid-19. Kedua, pemilihan sekolah praktik dilakukan secara mandiri. Pemilihan sekolah didasarkan pada sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggal saat ini. Mahasiswa secara aktif mencari informasi terkait sekolah dan pihak sekolah yang dapat dihubungi untuk melakukan penjajakan awal terkait rencana praktik yang akan dilakukan. Setelah mendapat persetujuan (dan kesanggupan untuk menerima) dari pihak sekolah, mahasiswa mendaftarkan diri pada sistem online yang disiapkan. Ketiga, PLPbD menuntut daya nalar, kreativitas, penguasaan teknologi, dan kemampuan memahami situasi terkait pelaksanaan pembelajaran dengan mengedepankan pembatasan sosial dalam penyelenggaraannya. Keempat, mengingat praktik ini berbasis pembatasan sosial, maka jumlah siswa yang diajar dalam 1 kelompok juga dibatasi, yakni 5-10 orang. Penentuan siswa anggota kelompok belajar dilakukan oleh guru pamong. Kelimat, Pembimbingan oleh dosen pembimbing dan guru pamong dilaksanakan secara online. Keenam, monitoring terhadap pelaksanaan pengenalan lapangan persekolahan dilaksanakan secara online. Ketujuh, komponen penilaian pengenalan lapangan persekolahan menyesuaikan dengan situasi pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Ketujuh karakteristik PLPbD tampak pada Gambar 2.

berikut ini.

(6)

Mode praktik berbasis pembatasan sosial adalah mode yang dipandang paling sesuai melihat situasi saat ini dan karakteristik sekolah mitra yang berbeda-beda. Mode ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menjaga Indonesia pada umumnya dan membantu sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid-19 pada khususnya.

Mode PLPbD dilaksanakan dengan penyesuaian pada tiga kelompok besar pembelajaran di sekolah pada masa pandemi seperti yang disampaiakn oleh Kemendikbud. Kelompok pertama adalah anak-anak yang sudah terbiasa dengan pembelajaran online karena sekolah sudah menerapkannya secara penuh. Anak-anak ini tidak akan merasa kesulitan menghadapi pembelajaran jarak jauh karena sering mengakses aplikasi pembelajaran.

Kelompok kedua, adalah anak-anak dari sekolah yang melakukan pembelajaran semi daring. Di keompok ini, pemberian tugas dari guru kepada siswa dikirim melalui Whatsapp, email, atau aplikasi komunikasi lain, tidak berinteraksi secara langsung. Sedangkan kelompok ketiga adalah anak-anak yang tidak bisa melakukan banyak hal karena keterbatasan infrastruktur dan daya dukung teknologi. Persoalan yang paling menyita pikiran adalah terkait dengan anak-anak di kelompok ketiga, yaitu mereka yang tidak punya akses internet, listrik, TV. Anak-anak ini pembelajarannya sangat manual, yaitu menggunakan radio komunitas, hingga kunjungan guru ke rumah-rumah siswa secara berkala. Inilah

Gambar 2. Karakteristik PLPbD

(7)

saatnya guru melakukan inovasi pembelajaran sesuai dengan kondisi daerahnya. Karena itu, mode praktik lapangan berbasis pembatasan sosial dirasa paling sesuai dengan kondisi saat ini.

C. Tujuan Kegiatan

Tujuan PLPbD adalah sebagai wahana bagi mahasiswa calon guru untuk berlatih agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam situasi nyata, baik dalam kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya sesuai tuntutan standar pendidikan nasional/Lembaga. Setelah mengikuti kegiatan PPL Real para mahasiswa diharapkan dapat memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi yang disertai dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui kegiatan sebagai berikut:

1) menelaah kurikulum dan perangkat pembelajaran yang digunakan guru;

2) menelaah strategi pembelajaran yang digunakan guru;

3) menelaah sistem evaluasi yang digunakan guru;

4) membantu guru dalam mengembangkan RPP, media pembelajaran, bahan ajar, dan perangkat evaluasi;

5) menelaah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran;

6) latihan mengajar dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing dengan tujuan merasakan langsung proses pembelajaran, serta pemantapan jati diri calon pendidik;

7) melaksanakan tugas-tugas pendampingan peserta didik dan kegiatan ekstrakurikuler;

8) membantu guru dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan administasi guru; dan

9) Menelaah pola belajar dengan cara baru di tengah pandemi Covid-19.

D. Manfaat Kegiatan

Berdasarkan tujuan di atas, adapun manfaat kegiatan ini adalah sebagai berikut.

(8)

1. Bagi Mahasiswa

a. Memperoleh pengalaman dan keterampilan nyata untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah.

b. Memperoleh pengetahuan tentang proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

c. Memperoleh pengalaman langsung akan tugas-tugas profesi guru.

d. Memperkuat pengalaman tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat memahami keterkaitan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.

2. Bagi Sekolah

a. Mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam menyiapkan calon pendidik atau tenaga pendidi profesional.

b. Memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses pembelajaran.

c. Meningkatkan hubungan kemitraan antara sekolah dengan Undiksha.

3. Bagi Undiksha

a. Memperoleh umpan balik dari sekolah guna pengembangan kurikulum dan IPTEKS yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

b. Memperoleh berbagai sumber belajar dan menemukan berbagai permasalahan untuk pengembangan inovasi dan kualitas pendidikan.

c. Terjalin kerja sama yang lebih baik dengan sekolah, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk pengembangan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

D. Deskripsi Kegiatan

1. Bentuk Kegiatan : Penganalan Lapangan Persekolahan Berbasis Pembatasan Sosial (PLPbD)

2. Fokus Kegiatan : Pelaksanaan pembelajaran di tengan pandemi Covid-19 berbasis pembatasan sosial

3. Waktu Pelaksanaan : 10 Agustus – 17 Oktober 2020 4. Peserta :

(9)

a. Mahasiswa program studi kependidikan yang terdaftar aktif sebagai mahasiswa Undiksha Semester VII pada TA 2020/2021 sejumlah 1405 orang mahasiswa

E. Hasil Kegiatan

Pendaftaran kegiatan PLPbD dibagi dalam 2 tahapan. Tahap 1 diperuntukkan bagi mahasiswa yang berminat melaksanakan praktik pada 13 sekolah mitra yang telah menyatakan kesiapan dan telah mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan PLPbD yang dilaksanakan pada 24 Juni 2020.

Ketiga belas sekolah tersebut adalah:

1. TK Lab Undiksha 2. TK Eka Dharma 3. SD Lab Undiksha 4. SDN 1 Panji

5. SDN 3 Banjar Jawa 6. SMP Lab Undiksha 7. SMPN 1 Singaraja 8. SMPN 6 Singaraja 9. SMA Lab Undiksha 10. SMAN 1 Sukasada 11. SMKN 1 Singaraja 12. SMAN 1 Singaraja 13. SMKN Bali Mandara

Selain untuk meminta dukungan kepada 13 sekolah mitra, rapat koordinasi ini juga merupakan upaya Undiksha untuk mengetahui permasalahan- permasalahan yang dihadapi sekolah di setiap jenjang di daerah urban dan rural. Rapat koordinasi yang dilakukan dihadiri oleh Bapak Warek 1 Undiksha. Berikut adalah rapat koordinasi dengan 13 sekolah mitra.

(10)

Gambar 1. Rapat Koordinasi dengan 13 Kepsek di Ruang Ganesha 3 dengan Protokol Kesehatan

Pendaftaran peserta PLPbD secara umum kemudian dilakukan pada jumat, 17 Juli 2020 pukul 09.00 WITA dan ditutup Selasa, 21 Juli 2020 pukul 24.00 WITA. Mahasiswa yang terdaptar sejumlah 1405 orang. Berikut adalah data pendaftaran mahasiswa peserta PLPbD per prodi dan dilihat dari sebaran provinsi sekolah tempat pelaksanaan PLPbD.

Tabel 1. Pendaftar PLPbD dilihat dari Asal Prodi

No. Prodi Jml Mhs

1 Bimbingan Konseling (BK) (S1) 32

2 Pendidikan Bahasa Bali (S1) 12

3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) 55

4 Pendidikan Bahasa Inggris (S1) 218

5 Pendidikan Bahasa Jepang (S1) 24

6 Pendidikan Biologi (S1) 44

7 Pendidikan EKonomi (S1) 83

8 Pendidikan Fisika (S1) 31

(11)

9 Pendidikan Geografi (S1) 25 10 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) (S1) 53 11 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) (S1) 299

12 Pendidikan IPA (S1) 54

13 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi /PJKR (S1) 62 14 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) (S1) 45

15 Pendidikan Kewarganegaraan (S1) 25

16 Pendidikan Kimia (S1) 22

17 Pendidikan Matematika (S1) 75

18 Pendidikan Sejarah (S1) 16

19 Pendidikan Seni Rupa (S1) 32

20 Pendidikan Sosiologi (S1) 24

21 Pendidikan Teknik Elektro (PTE) (S1) 20

22 Pendidikan Teknik Informatika (PTI) (S1) 97

23 Pendidikan Teknik Mesin (PTM) (S1) 31

24 Teknologi Pendidikan (TP) (S1) 26

Total 1405

Tabel 2. Pendaftar PLPbD dilihat dari Provinsi Sekolah Mitra

No. Propinsi Jml Mhs

1 Bali 1249

2 Banten 1

3 D.K.I. Jakarta 2

4 Jawa Barat 5

5 Jawa Tengah 2

6 Jawa Timur 78

7 Kalimantan Timur 2

8 Nusa Tenggara Barat 33

9 Nusa Tenggara Timur 10

10 Sumatera Selatan 1

11 Sumatera Utara 22

Grand Total 1405

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dibimbing oleh dosen pembimbing (DP) dan guru pamong (GP). Adapaun jumlah DP dan GP yang terlibat dalam kegiatan PLPbD adalah sebagai berikut.

(12)

Tabel 3. Jumlah DP dan GP

Pembimbing Jumlah

Guru 1046

Dosen 280

Total 1405

Untuk menyamakan persepsi dan memberikan informasi teknis PLPbD baik bagi mahasiswa, dosen pembimbing, maupun guru pamong, dilakukan pembekalan dan penyegaran secara terpisah bagi mahasiswa, dosen pembimbing, dan guru pamong. Berikut adalah dokumentasi kegiatan pembekalan bagi mahasiswa dan penyegaran pembimbing bagi dosen dan guru pamong.

Gambar 2. Sambutan Ketua LPPM dalam Acara Pembekalan kepada Mahasisswa Peserta PLPbD

(13)

Gambar 3. Penyampaian Materi oleh Kepala Pusat PLP dalam Acara Penyegaran Pembimbing PLPbD

Gambar 4. Sambutan Bapak Wakil Rektor 1 dalam Acara Pembekalan terhadap Guru Pamong PLPbD

(14)

Moda atau aktivitas pembelajaran di sekolah mitra bervariatif, seperti ada yang daring, semi daring, dan luring. Berikut adalah contoh beberapa aktivitas mahasiswa selama melaksanakan kegiatan PLPbD.

Gambar 5. Pembelajaran Daring di SMAS Cengkareng 1, DKI Jakarta

Gambar 6. Pembelajaran Semi Daring di SDN 3 Abiansemal, Badung-Bali

(15)

Gambar 7. Pembelajaran Luring Kunjungan Rumah di SMAN 1 Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur

Gambar 8. Pembelajaran Luring dengan Pembatasan Sosial SMK Negeri 4 Mataram, Nusa Tenggara Barat

(16)

Dalam pelaksanaanya terdapat sejumlah kendala yang dihadapi. Berikut dijabarkan masalah dan pemecahan atau solusi untuk mengatasi masalah yang ditemukan.

1. Masalah pada SI PPL yang menampilkan nama yang sama dengan prodi yang berbeda. Terjadi biasanya pada mahasiswa yang pindah prodi. Masalah lain adalah penomoran yang keliru pada instrumen penilaian dan akumulasi skor yang keliru. Untuk mengatasi masalah ini, komunikasi dengan pengembang dilakukan secara intensif.

2. Beberapa mahasiswa tidak melengkapi data pendaftaran sampai batas waktu pendaftaran berakhir. Admin kemudian menghubungi mahasiswa satu per satu untuk mengklarifikasi masalah yang dialami mahasiswa.

3. Miskomunikasi antara mahasiswa dan kepala sekolah. Masalah ini bersifat kasuistis dan hanya terjadi di 1 sekolah mitra. Mahasiswa diminta ikut berdonasi dalam perawatan bangunan fisik sekolah.

Komunikasi Pusat PLP dengan sekolah dilakukan untuk menjelaskan tugas-tugas mahasiswa di sekolah. Miskomunikasipun dapat teratasi dengan baik.

4. Mahasiswa terlambat menginput data yang diperlukan di sistem.

Admin sistem selalu mengingatkan mahasiswa untuk masalah- masalah yang seperti ini.

5. Mahasiswa mengajar sesuai ketentuan yang diberlakukan di sekolah.

Akibatnya, waktu mengajar 2 kali dalam seminggu sebagaimana yang ada dalam buku panduan tidak dapat terealisasi. Banyak sekolah yang hanya memberikan kebijakan 1 mata pelajaran hanya diajarkan 1 kali dalam seminggu.

6. Kurang cermatnya mahasiswa dalam melihat panduan sehingga terdapat kendala dalam penggunaan sistem, seperti pada penggunaan fitur blog yang menuntut mahasiswa untuk mencermati konten yang dibuat sebelum diajukan ke pembimbing. Banyak mahasiswa yang

(17)

langsung mengajukan kemudian ingin memperbaiki kembali. Hal ini tidak dapat dilakukan dan telah dijelaskan dalam tutorial penggunaan sistem.

7. Adanya beberapa mahasiswa belum dapat ujian pada waktu minggu ujian karena kendala benturan jadwal dengan kegiatan sekolah dan ada juga yang karena sekolah mendadak ditutup karena kasus Covid- 19. Untuk ini, pemberian waktu tambahan diberikan kepada mahasiswa agar bisa melaksanakan ujian.

8. Keterlambatan input nilai oleh dosen pembimbing dan guru pamong.

Admin sistem menghubungi dosen dan guru pamong satu per satu untuk mengkonfirmasi masih kosongnya nilai mahasiswa. Apabila karena terlambat input, diberikan waktu khusus untuk menginput nilai ke sistem.

Dari 1405 mahasiswa peserta PLPbD, 1399 dinyatakan lulus mengikuti kegiatan dan 6 orang dinyatakan tidak lulus. Enam orang yang tidak lulus dalam kegiatan dikarenakan mahasiswa yang bersangkutan tidak mengikuti proses PLPbD dengan baik sehingga DP dan GP tidak memberikan nilai pada sistem.

F. Penutup

Kegiatan PLPbD berlangsung dengan baik. Penyesuaian ketentuan dilakukan sesuai situasi yang terjadi di sekolah mitra. Kendala-kendala yang ditemui dapat diatasi dengan melakukan koordinasi dengan pihak- pihak terkait.

Referensi

Dokumen terkait

2 Melampirkan blangko pendaftaran wisuda online lengkap dengan photowisuda 3 Melampirkan surat pernyataan bahwa penulisan ijazah 52 dibuat sesuai SK yang. bersangkutan

Informasi keuangan yang dilaporkan oleh pemerintah daerah menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas, salah satu prasyarat untuk dapat meningkatkan transparansi

Pengembangan kurikulum menjadi kurikulum KTSP melibatkan berbagai pihak (sekolah, komite sekolah, dan guru) yang tidak hanya menuntut ketrampilan teknis dari pihak

Pengembangan kurikulum menjadi kurikulum KTSP melibatkan berbagai pihak (sekolah, komite sekolah, dan guru) yang tidak hanya menuntut ketrampilan teknis dari pihak pengembang,

Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah “Model konseling behavioral teknik modeling efektif untuk meningkatkan efikasi diri siswa kelas VIII SMP Negeri 2

Ketiga, kesanggupan menolong diri sendiri adalah berdikari, bukan saja dalam arti bahwa santri harus belajar dan berlatih mengurus segala kepentingan sendiri,

Ada dua faktor yang bisa menyebabkan siswa bisa mengalami rasa percaya diri yang rendah seperti itu, yaitu 1.) faktor dari dalam diri siswa (intern) ini

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis pada ketiga subjek dilihat daari masing-masing dimensi yaitu: 1 penerimaan diri, ketiga subjek telah menerima kondisi