• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR

PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEK

DIPA INSTITUSI

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENERAPAN PANEL

AMF ATS (SWITCH GENSET OTOMATIS) BAGI PETANI

TAMBAK IKAN NENER DI DESA MUSI, KECAMATAN

GEROKGAK, BULELENG

Oleh:

Luh Krisnawati, S.T., M.T. 197107091999032001 (Ketua) Ketut Udy Ariawan, S.T., M.T. 197901232010121001 (Anggota)

I Wayan Sutaya, S.T., M.T. 197903082006041003 (Anggota)

Dibiayai dari: Dana DIPA BLU Universitas Pendidikan Ganesha

SP DIPA/042.01.2.400987/2017 tanggal 7 Desember 2016 Sesuai dengan Kontrak Penelitian

Nomor: 831/UN48.15/PM/2017

PRODI D3 TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK DAN KEJURUAN

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

(2)

ii

HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PROGRAM PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

1. Judul Proposal : Pelatihan dan Pendampingan PenerapanPanel AMF ATS (Switch GensetOtomatis) bagi

Petani Tambak IkanNener di Desa Musi, KecamatanGerokgak, Buleleng

2. Ketua Tim Pengusul

a. Nama Ketua : Luh Krisnawati, S.T., M.T.

b. NIP/NIDN : 197107091999032001/0009077102

c. Bidang Keahlian : Teknik Sistem Tenaga d. Jabatan/Pangkat/Golongan : Lektor/Penata/IIIc

e. Jurusan/Fakultas : Teknik Elektronika/Fakultas Teknik dan Kejuruan

f. Alamat Rumah/Telp : Jl. Pantai Penimbangan Gang Edelweis No. 9 Baktiseraga, Buleleng-

Bali/081558007277 3. Jumlah Anggota Tim : 2 orang

a. Identitas Anggota 1

- Nama Lengkap : Ketut Udy Ariawan, S.T., M.T.

- NIP : 197901232010121001

- Jabatan/Pangkat/Gol. : Asisten Ahli/Penata Muda Tk. I/IIIb b. Identitas Anggota 2

- Nama Lengkap : I Wayan Sutaya, S.T., M.T.

- NIP : 197903082006041003

- Jabatan/Pangkat/Gol. : Lektor/Penata Muda Tk. I/IIIb 4. Lokasi Kegiatan : Desa Musi, Kec. Gerokgak, Kab.

Buleleng - Bali 5. Jumlah Biaya yang diusulkan : Rp. 8.000.000,-

Mengetahui Singaraja, 17 April 2017

Dekan FTK, Ketua Pengusul,

Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. Luh Krisnawati, S.T., M.T.

NIP.197106161996021001 NIP. 197107091999032001

Menyetujui: Ketua LPPM Undiksha,

Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. NIP.195612311983031022

(3)

iii

RINGKASAN

Suplai energi listrik yang berasal dari PLN tidak selamanya kontinyu dalam hal penyalurannya. Suatu saat pasti pernah terjadi pemadaman total yang dapat disebabkan oleh berbagai gangguan pada sistem pembangkit, atau gangguan pada sistem transmisi dan sistem distribusi. Suplai energi listrik dari PLN juga sangat dibutuhkan bagi para petani tambak ikan nener yang banyak terdapat di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak terutama yang berskala kecil (rumahan). Pada umumnya, para petani tambak ikan nener mempersiapkan genset sebagai alat cadangan suplai energi listrik selain dari PLN. Namun sayangnya, genset yang digunakan kebanyakan masih bersifat manual cara menghidupkannya sehingga sering terjadi keterlambatan dalam hal mengoperasikannya. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dibutuhkan suatu perancangan dan penerapan sebuah sistem yang dapat mengubah mesin genset yang masih bersifat manual menjadi otomatis tentunya dengan biaya yang murah, yaitu sebuah sistem panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis).

(4)

iv

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), karena berkat rahmat serta tuntunan-Nya penyelenggaraan kegiatan P2M sampai penyusunan laporan kemajuan ini dapat terselesaikan tanpa hambatan. Kegiatan P2M ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu para petani tambak ikan nener yang berlokasi di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng terutama dalam hal menjaga keberlangsungan hidup ikan nener ketika sedang terjadi pemadaman listrik dengan cara menerapkan sistem panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis).

Dalam perencanaan sampai dengan penulisan laporan kemajuan ini kami banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, untuk itu sepatutnya kami mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pendidikan Ganesha atas penugasan dan bantuan dana yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini.

2. Kepala Desa Musi yang telah merekomendasi pelaksanaan kegiatan pengabdian ini.

3. Ketua Kelompok Nelayan dan Ketua Kelompok Petani Tambak Ikan Nener di Desa Musi yang telah memberikan ijin dan memberikan segala bentuk sarana dan prasarana dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. 4. Rekan-rekan staf dosen, teknisi, laboran, dan mahasiswa dari Prodi D3

Teknik Elektronika dan Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro yang telah membantu di dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini.

5. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang juga telah banyak membantu di dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini.

Kami berharap semoga laporan kemajuan dari pelaksanaan kegiatan P2M ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Saran dan kritik dari pembaca juga sangat kami harapkan. Terima kasih.

Singaraja, September 2017 Tim Pelaksana

(5)

v DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... ii RINGKASAN ... iii PRAKATA ... iv DAFTAR ISI ... v DAFTAR GAMBAR ... vi BAB I PENDAHULUAN ... 1 1. Analisis Situasi ... 1

2. Identifikasi dan Perumusan Masalah ... 4

3. Tinjauan Pustaka ... 5

4. Tujuan Kegiatan ... 13

5. Manfaat Kegiatan ... 14

6. Kerangka Pemecahan Masalah ... 14

BAB II TARGET DAN LUARAN ... 16

BAB III METODE PELAKSANAAN ... 17

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 19

4.1 Hasil Pelaksanaan Kegiatan ... 19

4.2 Pembahasan ... 21

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 22

5.1 Kesimpulan ... 22

5.2 Saran ... 22

REFERENSI ... 23

(6)

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta Kabupaten Buleleng ... 1

Gambar 2. Ikan Bandeng dan Ikan Nener ... 2

Gambar 3. Tambak Ikan Nener ... 3

Gambar 4. I Nyoman Tojana ... 3

Gambar 5. Kondisi Mesin Genset ... 3

Gambar 6. Relay... 6

Gambar 7. DSE (Deepsea 4420) PLC, Auto Start & Automains (Utility) Failure Control Modules ... 7

Gambar 8. Tombol Tekan ... 7

Gambar 9. Selector Switch ... 8

Gambar 10. Buzzer... 8

Gambar 11. Simbol kontak-kontak Kontaktor ... 9

Gambar 12. Sekering dan MCB ... 10

Gambar 13. MCCB ... 10

Gambar 14. Baterai dan Battery Charger ... 11

Gambar 15. Low Voltage Current Transformer ... 12

Gambar 16. Genset ... 12

Gambar 17. Konfigurasi Pin ACS721 ... 13

(7)

1

BAB I PENDAHULUAN

1. Analisis Situasi

Kabupaten Buleleng merupakan salah satu Kabupaten yang terletak dibagian utara Pulau Bali berbatasan dengan Laut Jawa/Bali, sehingga sebagian besar wilayah Kabupaten merupakan kawasan pesisir dengan panjang pantai mencapai 157,05 Km dengan aneka ragam kekayaan laut yang potensial (luas laut 319.680 Ha) atau ± 1.166,75 km² untuk radius 4 mil. Dari penduduk yang berjumlah sebanyak 786.972 pada tahun 2009 sebanyak 4.314 orang (0,67%) bermata pencaharian sebagai nelayan, sedangkan yang bekerja sebagai petani tambak ikan (pembudidaya) sebanyak 864 orang (0,13%). Potensi perairan laut Kabupaten Buleleng, selain memiliki potensi perikanan tangkap juga mempunyai potensi perikanan budidaya. Jenis budidaya air laut yang banyak dikembangkan di Kabupaten Buleleng, yaitu budidaya mutiara, budidaya rumput laut, budidaya udang, budidaya ikan kerapu, dan budidaya benih ikan bandeng atau yang lebih sering disebut ikan nener, (Pemkab Buleleng, 2016).

Gambar 1. Peta Kabupaten Buleleng

Desa Musi, Kecamatan Gerokgak merupakan salah satu desa yang memiliki potensi perikanan budidaya karena memiliki wilayah laut yang cukup luas. Desa Musi merupakan salah satu desa dari 14 desa administrasi di Kecamatan Gerokgak yang berjarak sekitar 45 Km ke arah barat dari Kampus

(8)

2

Undiksha, dimana Kampus Undiksha itu sendiri terletak di tengah-tengah Kota Singaraja. Potensi perikanan budidaya yang terdapat di desa ini adalah budidaya ikan nener.

Gambar 2. Ikan Bandeng dan Ikan Nener

Ikan nener adalah larva yang ditetaskan oleh induk ikan bandeng dan warnanya bening, Ghufran (2007). Ikan nener yang berasal dari alam biasanya ditangkap oleh penyeser (nelayan pencari ikan nener) bergantung kepada musim, lokasi, cara, dan waktu penangkapan sehingga hal ini menyebabkan ketersediaan ikan nener yang berasal dari alam sangat terbatas. Oleh karena itu, ikan nener yang berasal dari unit pembenihan (hatchery) sangat dibutuhkan untuk memenuhi tingginya permintaan ikan nener di tambak-tambak pembesaran. Tambak pembesaran ikan nener biasanya terdapat di Pulau Jawa dan Sulawesi karena memerlukan lahan yang luas dan biaya pembesaran yang relatif mahal sehingga hanya bisa dilakukan pada HL (Hatchery Lengkap) yang dijalankan oleh perusahaan besar. Di Desa Musi sendiri banyak terdapat hatchery yang menjalankan usahanya dalam skala kecil/rumah tangga atau biasa disebut HSRT (Hatchery Skala Rumah Tangga) yang dijalankan oleh petani tambak ikan yang tergabung dalam kelompok-kelompok kecil. Biasanya mereka mengirimkan hasil panen ikan nenernya untuk penjualan lokal melalui pengepul ke tambak-tambak pembesaran yang banyak terdapat di Pulau Jawa dan Sulawesi untuk dibesarkan kembali menjadi ikan bandeng konsumsi (ukuran 3 ons atau 3 ekor per kg) atau menjadi ikan bandeng umpan (ukuran 1 ons atau 10-12 ekor per kg) untuk mencari ikan tuna dan cakalang.

Salah satu kelompok petani tambak ikan nener yang ada di Desa Musi, yaitu Kelompok Petani Tambak Ikan Nener “Sari Merta” yang diketuai oleh I Nyoman Tojana memiliki anggota 2 orang yang mengelola 42 kolam/bak pembenihan ikan nener.

(9)

3

Gambar 3. Tambak Ikan Nener

Gambar 4. I Nyoman Tojana

Kelompok ini menghadapi masalah utama dalam bidang produksi, yaitu penggunaan mesin genset sebagai cadangan utama suplai energi listrik jika terjadi pemadaman dari PLN masih bersifat manual, yaitu menggunakan tenaga manusia untuk menyalakannya. Umur genset yang digunakan pun sudah lama, sehingga sewaktu-waktu dapat terjadi kerusakan. Jika suplai energi listrik terhenti maka pompa air (untuk sirkulasi air laut) dan pompa oksigen (untuk aerasi) yang banyak digunakan dalam proses produksi ikan nener ini akan terhenti, sehingga akan berdampak pada kelangsungan hidup ikan nener itu sendiri.

(10)

4

Selama ini, tambak ikan nener yang dikelola oleh kelompok tersebut tidak langsung dijadikan sebagai tempat tinggal. Jadi, ada kalanya tambak ikan akan ditinggal oleh pemilik untuk keperluan sewaktu-waktu ke rumah atau keperluan lainnya sehingga tambak ikan dalam kondisi tanpa adanya pengawasan. Bahkan, pada malam hari tambak ikan nener sama sekali tidak ada pengawasan karena pemilik pulang ke rumah untuk beristirahat. Rata-rata jarak rumah mereka dengan dengan lokasi tambak kurang lebih 500 m - 1 Km (5 menit perjalanan).

Pemadaman listrik dari PLN pun sebenarnya bisa terjadi sewaktu-waktu. Suplai daya utama yang berasal dari PLN tidak selamanya kontinyu dalam penyalurannya. Suatu saat pasti pernah terjadi pemadaman total yang dapat disebabkan oleh gangguan pada sistem pembangkit, atau gangguan pada sistem transmisi dan sistem distribusi. Menurut Bapak I Nyoman Tojana, pemadaman listrik dari PLN pernah terjadi beberapa kali dan 2 kali pernah sampai terjadi kematian pada ikan nener mereka yang sudah siap untuk dipanen. Jika hal ini terus terjadi, tentunya akan menyebabkan gangguan pada keberlangsungan produksi ikan nener yang diandalkan bahkan dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi para petani tambak ikan nener.

2. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Dari hasil analisis situasi yang telah diungkapkan di atas dan hasil diskusi dengan para petani tambak ikan nener sebagai mitra kegiatan, maka permasalahan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan utama adalah dalam bidang produksi, dimana mesin genset yang digunakan sebagai cadangan utama suplai energi listrik jika terjadi pemadaman dari PLN masih bersifat manual, yaitu menggunakan tenaga manusia untuk menyalakannya dan belum bisa menyala otomatis ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN. Umur genset yang digunakan pun sudah lama, sehingga sewaktu-waktu dapat terjadi kerusakan.

Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

a. Bagaimana para petani tambak ikan nener bersama tim pelaksana P2M dapat merancang dan menerapkan sistem panel AMF ATS (Switch Genset

(11)

5

Otomatis) pada mesin genset yang masih bersifat manual dan dengan biaya murah?

b. Bagaimana pengaruh kinerja para petani tambak ikan nener setelah diterapkannya sistem panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis)?

3. Tinjauan Pustaka AMF ATS

ATS adalah singkatan dari Automatic Transfer Switch, yaitu proses pemindahan sumber listrik, dari sumber listrik yang satu ke sumber listrik yang lain secara bergantian sesuai perintah pemrograman.

AMF adalah singkatan dalam dari Automatic Main Failure yang maksudnya menjelaskan cara kerja otomatisasi terhadap sistem terhadap sistem kelistrikan cadangan apabila terjadi gangguan pada sumber listrik utama (Main).

Sistem kerja panel ATS dan AMF yang sering kita temukan adalah kombinasi untuk pertukaran sumber baik dari genset ke PLN maupun sebaliknya, apabila suatu saat sumber listrik dari PLN tiba-tiba padam, maka AMF bertugas untuk menjalankan mesin genset sekaligus memberikan proteksi terhadap sistem genset, baik proteksi terhadap unit mesin/engine yang berupa pengamanan terhadap gangguan rendahnya tekanan minyak pelumas (Low Oil Pressure) maupun kondisi temperatur mesin serta media pendinginannya, dan juga memberikan perlindungan terhadap unit generatornya baik berupa pengamanan terhadap beban pemakaian yang berlebih maupun perlindungan terhadap karakter listrik lain, seperti tegangan maupun frekuensi genset, apabila parameter yang diamankan melebihi batasan normal/setting maka tugas ATS adalah melepas hubungan arus listrik ke beban, sedangkan AMF bertugas untuk memberhentikan kerja mesin.

Apabila generator yang dijalankan beroperasi dengan baik, berikutnya ATS bertugas memindahkan sambungan dari sebelumnya yang tersambung dengan PLN dipindahkan secara otomatis ke sisi generator, sehingga aliran listrik bisa tersambung ke sisi pengguna. Apabila kemudian PLN kembali normal, selanjutnya ATS bertugas untuk mengembalikan jalurnya dengan memindahkan

(12)

6

untuk memberhentikan kerja mesin genset tersebut, demikian seterusnya semua sistem kontrol dikendalikan secara otomatis berjalan dengan sendirinya.

Komponen-komponen pada ATS AMF

Komponen Kontrol :

Relay

Relay adalah sebuah saklar magnetic yang biasanya menggunakan medan magnet dan sebuah kumparan untuk membuka atau menutup satu atau beberapa kontak saklar pada saat relay dialiri arus listrik. Pada dasarnya relay terdiri dari sebuah lilitan kawat yang terlilit pada suatu inti besi dari besi lunak berubah menjadi magnet yang menarik atau menolak suatu pegas sehingga kontak pun menutup atau membuka. Relay mempunyai anak kontak, yaitu NO (Normally

open) dan NC (Normally Close). Cara kerja komponen ini dimulai pada saat

mengalirnya arus listrik melalui koil, yang kemudian membuat medan magnet di sekitarnya dan merubah posisi saklar sehingga dapat digunakan untuk mengalirkan arus listrik yang lebih besar.

Gambar 6. Relay

Kontroler

Dalam suatu mesin yang diinginkan bekerja secara automatis maka selain sensor dan aktuator dibutuhkan komponen utama, yaitu sebuah kontroler. Kontroler merupakan otak dari dari suatu sistem kontrol. Programmable Logic

Controller (PLC) merupakan suatu bentuk khusus pengontrol berbasis

mikroprosesor yang memanfaatkan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi dan untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi,

(13)

7

seperti logika, pewaktuan (timing), pencacahan (counting) dan aritmatika guna mengontrol mesin-mesin dan proses-proses.

Dalam perkembangannya PLC saat ini diproduksi dalam berbagai bentuk dan fungsi yang lebih modern dan mudah. Salah satu modul PLC yang diproduksi oleh Deep Sea Electronics. Modul PLC dengan antarmuka yang friendly dengan pengguna sudah PLC yang dikhususkan untuk sistem transfer suplai daya seperti ATS-AMF.

Gambar 7. DSE (Deepsea 4420) PLC, Auto Start & Automains (Utility) Failure Control Modules

Tombol Tekan

Tombol tekan atau disebut sakelar ON/OFF banyak digunakan sebagai alat penghubung atau pemutus rangkaian kontrol. Memiliki dua kontak, yaitu NC dan NO. Artinya saat sakelar tidak digunakan satu kontak terhubung Normally

Close, dan satu kontak lainnya Normally Open. Ketika kontak ditekan secara

manual kondisinya berbalik posisi menjadi NO dan NC.

(14)

8

Selector Switch

Selector Switch merupakan alat yang di gunakan untuk memilih. Kerja dari selector switch, yaitu menyambung rangkaian sesuai dengan yang ditunjuk oleh tangkai selector. Banyak sekali type selector switch, tapi biasanya hanya dua type yang sering di gunakan, yaitu 2 posisi, (ON-OFF/Start-Stop/0-1, dll) dan 3 posisi (ON-OFF-ON/Auto-Off-Manual,dll).

Gambar 9. Selector Switch

Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara.

(15)

9

Komponen Daya :

Kontaktor

Kontaktor adalah komponen elektromekanik yang dapat berfungsi sebagai penyambung dan pemutus rangkaian, yang dapat dikendalikan dari jarak jauh pergerakan kontak-kontaknya terjadi karena adanya gaya elektromagnet. Kontaktor magnet merupakan sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan, artinya bekerja bila ada gaya kemagnetan. Sebuah koil dengan inti berbentuk huruf E yang diam, jika koil dialirkan arus listrik akan menjadi magnet dan menarik inti magnet yang bergerak dan menarik sekaligus kontak dalam posisi ON. Batang inti yang bergerak menarik paling sedikit 3 kontak utama dan beberapa kontak bantu bisa kontak NC atau NO.

Gambar 11. Simbol kontak-kontak Kontaktor

Sekering dan MCB

Pengaman sistem daya bisa menggunakan sekering atau Miniatur Circuit

Breaker (MCB). Sekering sering disebut juga dengan pengaman lebur atau fuse.

Fungsi sekering adalah mengamankan peralatan atau instalasi listrik dari gangguan hubung singkat. MCB sering disebut juga pengaman otomatis. Pengaman otomatis ini memutuskan sirkit secara otomatis apabila arusnya melebihi setting dari MCB tersebut. Pengaman otomatis dapat langsung dioperasikan kembali setelah mengalami pemutusan (trip) akibat adanya gangguan arus hubung singkat dan beban lebih.

(16)

10

Gambar 12. Sekering dan MCB

MCCB

MCCB atau Moulded Case Circuit Breaker adalah alat pengaman yang berfungsi sebagai pengamanan terhadap arus hubung singkat dan arus beban lebih. MCCB memiliki rating arus yang relatif tinggi dan dapat disetting sesuai kebutuhan.

 Ue (tegangan kerja), spesifikasi standar MCCB digambarkan sebagai berikut: Ue = 250 V dan 660 V

 Ie (arus kerja), spesifikasi standar MCCB digambarkan sebagai berikut: Ie = 40 A-2500 A

 Icn (kapasitas arus pemutusan), spesifikasi standar MCCB digambarkan sebagai berikut: Icn = 12 kA-200 kA

(17)

11

Baterai dan Battery Charger

Alat yang memiliki sumber energi kimia yang dapat menghasilkan energi listrik disebut dengan electric cell (sel listrik) dan ketika beberapa sel listrik tersebut dihubungkan secara elektrik akan menjadi baterai. Battery charger ini biasanya sebagai charger, yaitu alat ini mendapat suplai listrik dari sumber PLN atau dari generator itu sendiri. Battery charger untuk mengisi energi listrik ke accu. Accu ini biasanya berkapasitas 12/24 V, maka battery charger ini harus dapat mengisi accu sampai kapasitas tersebut.

Gambar 14. Baterai dan Battery Charger

Current Transformer

Current Transformer atau yang biasa disebut Trafo arus adalah suatu

peralatan listrik yang dapat memperkecil arus besar menjadi arus kecil, yang dipergunakan dalam rangkaian arus bolak-balik. Fungsi CT adalah untuk memperoleh arus yang sebanding dengan arus yang hendak diukur (sisi sekunder 5A atau 1A) dan untuk memisahkan sirkuit dari sistem yang arusnya hendak diukur (yang selanjutnya di sebut sirkuit primer) terhadap sirkuit dimana instrumen tersambung (yang selanjutnya disebut sirkuit sekunder).

Pada ATS-AMF yang dirancang, CT yang digunakan untuk memperoleh arus pengukuran dan pengaman adalah jenis Low Voltage Current Transformer, yaitu CT yang bekerja pada rating tegangan rendah.

(18)

12

Gambar 15. Low Voltage Current Transformer

Generator

Generator adalah mesin yang dapat merubah tenaga mekanis menjadi tenagalistrik melalui proses induksi elektromagnetik.generator ini memperoleh energi mekanis dari prime mover, sedangkan genset (generator set) merupakan bagian dari generator. Genset merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Generator terpasang satu poros dengan motor diesel yang biasanya menggunakan generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron terdiri dari dua bagian utama, yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini kapasitasnya besar, medan magnetnya berputar karena terletak pada rotor.

(19)

13

Sensor Arus ACS721

ACS712 adalah Hall Effect Current Sensor. Hall effect allegro ACS712 merupakan sensor yang presisi sebagai sensor arus AC ataupun DC yang telah diterapkan dalam dunia industri, otomotif, komersil dan sistem-sistem komunikasi. Pada umumnya, aplikasi sensor ini adalah untuk mengontrol motor, deteksi beban listrik, switched-mode power supplies dan proteksi beban berlebih. Ketepatan yang tinggi dalam pembacaan arus ini dikarenakan ACS712 menggunakan rangkaian low-offset linear hall dengan satu lintasan yang terbuat dari tembaga. Sensor ini bekerja ketika ada arus yang mengalir melalui kabel tembaga dalam lingkungan medan magnet yang kemudian oleh Integrated Hall IC akan diubah menjadi tegangan yang proporsional.

Gambar 17. Konfigurasi Pin ACS721

Beberapa fitur penting dari sensor arus ACS712 adalah: 1. Jalur sinyal analog yang rendah noise

2. Waktu naik keluaran 5 mikro detik dalam menanggapi langkah masukan aktif

3. Bandwith 50 kHz

4. Total error keluaran 1,5% pada TA = 25°, dan 4% pada -40° C sampai 85° C

5. Resistansi internal 1.2 m. 4. Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah sebagai berikut:

(20)

14

a. Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani tambak ikan nener dalam hal pengembangan mesin genset yang masih bersifat manual menjadi otomatis.

b. Perancangan dan pembuatan panel AMF ATS (switch genset otomatis).

5. Manfaat Kegiatan a. Bagi LPPM Undiksha

Dapat memberikan sumbangan pemahaman kepada para petani tambak ikan nener di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak tentang teknologi tepat guna. Dengan demikian jiwa kewirausahaan diharapkan dapat tumbuh berkembang, dan dapat berperan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat pesat di masa mendatang.

b. Bagi Para Petani Tambak Ikan Nener

Dapat memahami konsep dan prinsip kerja panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis) yang telah diterapkan sehingga para petani tambak ikan nener dapat melakukan maintenance jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan pada panel tersebut. Selain itu juga, dengan telah diterapkannya panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis) maka akan menimbulkan perasaan tenang bagi para petani tambak ikan nener jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik PLN.

6. Kerangka Pemecahan Masalah

Untuk menyusun solusi dari permasalahan yang telah dijabarkan, maka dibutuhkan data-data yang terkait sehingga masalah tersebut dapat teratasi dengan solusi yang tepat pula. Untuk perancangan sistem ini, dibutuhkan data-data yang dapat mendukung tujuan dari perancangan dan penerapan panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis) ini, yaitu melalui studi pustaka dari literatur yang sudah ada. Literatur yang diperoleh dari buku yang relevan maupun melalui internet. Selain itu, dilakukan juga diskusi dengan teman sejawat dalam rangka berbagi pengetahuan mengenai masalah yang diangkat. Pada saat data itu terkumpul, dilanjutkan dengan pengolahan data yang sudah ada. Pengolahan data dilakukan dengan cara menggabungkan teori-teori yang di dapat dan disusun berdasarkan

(21)

15

penalaran. Selain itu, data terkini (up to date) merupakan data yang lebih diprioritaskan untuk dianalisis lebih lanjut. Dengan demikian, validitas data yang dipergunakan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Setelah dilakukan pengolahan data, langkah selanjutnya adalah analisis terhadap data. Berdasarkan data yang diperoleh pertama-tama dilakukan identifikasi mengenai masalah pemadaman listrik PLN dan dampak yang ditimbulkan bagi petani tambak ikan nener. Kemudian ditentukan teknologi yang relevan untuk memecahkan masalah tersebut, dengan hasil berupa panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis).

Gambar 18. Kerangka Pelaksanaan Kegiatan PERSIAPAN AWAL

Merancang diagram panel AMF ATS (Switch Genset

Otomatis) Menentukan

komponen-komponen yang akan digunakan Merakit dan menguji coba

rangkaian

PELAKSANAAN KEGIATAN Perencanaan dan penentuan

jadwal

Uji coba dan maintenance

Evaluasi kegiatan PENYUSUNAN LAPORAN

KEGIATAN DAN ARTIKEL

RENCANA PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEK

Pemasangan alat di lokasi kegiatan

(22)

16

BAB II

TARGET DAN LUARAN

Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini secara umum ditujukan bagi para petani tambak ikan nener yang berlokasi di Desa Musi, Kec. Gerokgak, Kab. Buleleng. Diperuntukkan terutama yang masih menggunakan genset dengan sistem on/off yang masih bersifat manual, yaitu pada saat terjadi pemadaman maka diperlukan seorang operator untuk menghidupkannya. Petani tambak ikan nener yang akan dipasangkan panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis), yaitu pada Kelompok Petani Tambak Ikan Nener “Sari Merta” yang diketuai oleh I Nyoman Tojana memiliki anggota 2 orang yang mengelola 42 kolam/bak pembenihan ikan nener.

Kegiatan ini sangat terkait dengan aplikasi teknologi tepat guna untuk mendukung dunia usaha dalam hal ini budidaya ikan nener. Topik yang diambil dipandang sangat sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Ketua tim pelaksana beserta anggotanya mempunyai spesialisasi pendidikan formal di bidang teknik elektro arus lemah (elektronika) maupun arus kuat (kelistrikan).

Selain itu juga, pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mengajak mahasiswa untuk ikut serta berperan aktif yang sebagian besar berasal dari Program Diploma-3 (D3) Teknik Elektronika dan Program Strata-1 (S1) Pendidikan Teknik Elektro. Program Diploma-3 (D3) Teknik Elektronika adalah program studi yang lulusannya dipersiapkan sebagai tenaga profesional di bidang teknik elektronika dan listrik dan mampu menjadi wirausaha. Program Strata-1 (S1) Pendidikan Teknik Elektro adalah program studi yang lulusannya dipersiapkan sebagai praktisi di bidang pendidik di samping sebagai wirausaha. Untuk itu, kegiatan-kegiatan yang bersifat teori dan praktis serta dapat membuka wawasan mereka sangat penting dilatihkan kepada mereka.

(23)

17

BAB III

METODE PELAKSANAAN

Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode praktik lapangan yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. Kegiatan ini dilakukan secara langsung di tempat budidaya tambak ikan nener. Keunggulan dari metode ini adalah pengalaman nyata yang diperoleh bisa langsung dirasakan mengenai perancangan dan penerapan genset otomatis ketika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik PLN terhadap kelangsungan hidup ikan nener, sehingga dapat memicu kemampuan kita dalam mengembangkan sebuah alat yang disebut panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis).

Sifat metode praktik lapangan yang juga melibatkan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah pengembangan keterampilan. Proses pembelajaran yang dilakukan di luar kelas atau di luar sekolah, memiliki arti yang sangat penting untuk perkembangan mahasiswa, karena proses pembelajaran yang demikian dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa, dan pengalaman langsung memungkinkan materi kuliah akan semakin kongkrit dan nyata yang berarti proses pembelajaran akan lebih bermakna. Proses pembelajaran dilapangan adalah proses pembelajaran yang di desain agar mahasiswa mempelajari langsung materi kuliah pada objek yang sebenarnya, dengan demikian pembelajaran akan semakin nyata. Tujuan pembelajaran yang berkaitan dengan skill, semestinya membutuhkan proses pembelajaran langsung di lapangan. Proses pembelajaran secara langsung dapat memberikan pengalaman nyata pada mahasiswa, artinya pengalaman itu akan semakin kongkrit, sehingga mahasiswa akan terhindar dari kesalahan persepsi dari pembahasan materi kuliah tertentu.

Evaluasi dilakukan sebagai rangkaian akhir dari pelaksanaan kegiatan. Namun pada prinsipnya kegiatan evaluasi dilakukan secara simultan, yaitu: evaluasi dilakukan secara bersamaan selama berlangsungnya kegiatan pengabdian.

(24)

18

(a) Aspek-Aspek yang dievaluasi

Adapun aspek-aspek yang dievaluasi antara lain: rancangan skema rangkaian, komponen-komponen yang digunakan, dan kualitas produk rangkaian yang dihasilkan.

(b) Teknik Evaluasi

Data dikumpulkan melalui teknik dan instrumen yang sesuai. Rancangan skema rangkaian dapat di cek kebenarannya dengan menggunakan software

Electronic Work Bench (EWB), komponen-komponen yang digunakan dapat

diketahui berfungsi atau tidaknya dengan menggunakan multitester, dan kualitas produk rangkaian dapat diuji dengan mengetahui output dan input tegangan yang digunakan dengan menggunakan osiloskop.

(c) Indikator Pencapaian Program

Data yang telah terkumpul, selanjutnya dianalisis untuk dapat mengambil kesimpulan tentang pelaksanaan pengabdian yang dilakukan. Kriteria pencapaian program setiap aspek adalah sebagai berikut: (1) Skema rangkaian dibuat dan diuji dengan software EWB berkategori baik, (2) Komponen-komponen yang digunakan diukur dengan multitester berkategori baik, (3) Kualitas produk rangkaian yang berhasil dibuat dapat berjalan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dan tegangan output dan input-nya dapat diukur dan sesuai dengan standar pengukuran osiloskop.

(25)

19

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Sesuai dengan rencana yang telah diusulkan pada proposal sebelumnya, maka kegiatan Program P2M ini yang telah dilakukan dari bulan Januari - Juli 2017 diawali dengan pembuatan dan pengajuan proposal, kemudian dilanjutkan dengan perancangan diagram rangkaian Panel AMF ATS. Perancangan diagram rangkaian Panel AMF ATS untuk membuat switch genset otomatis ini dilakukan dengan membuat skema rangkaian menggunakan software Microsoft Visio, kemudian dilanjutkan dengan membuat simulasi dari rangkaian tersebut dengan menggunakan software EWB (Electronic WorkBench). Setelah dipastikan bahwa skema rangkaian yang telah dibuat sudah benar dan dapat dijalankan dalam software simulasi, selanjutnya dilakukan penentuan komponen yang akan digunakan di dalam rangkaian tersebut (komponen utama dan komponen pendukung). Komponen utama yang digunakan seperti Kontaktor, Relay, dan MCB. Komponen pendukung yang digunakan seperti terminal, kabel tunggal NYA 1.5 mm, lampu, box panel, dan peralatan bengkel lainnya. Komponen-komponen tersebut dibeli langsung di toko-toko elektronik yang ada diseputaran Kota Singaraja dan Kota Denpasar maupun secara online. Kemudian dilakukan perakitan dan uji coba rangkaian. Setelah skema rangkaian, box panel, dan komponen elektronika sudah tersedia, maka langkah selanjutnya adalah merakit rangkaian tersebut dan memasukkannya ke dalam box panel.

Setelah siap, kemudian dilakukan uji coba terhadap rangkaian tersebut dengan cara memasang langsung di mesin genset yang akan digunakan. Pengujian pertama dilakukan pada kondisi listrik dari PLN menyala (genset off), kemudian pada saat saat listrik dari PLN dimatikan maka mesin genset secara otomatis akan menyala. Demikian juga pada pengujian kedua, dilakukan pada kondisi mesin genset hidup (PLN off), kemudian pada saat listrik dari PLN menyala maka secara otomatis mesin genset akan mati. Proses perakitan dan uji coba rangkaian ini melibatkan beberapa mahasiswa untuk pengembangan ilmu di bidang teknik elektro yang didapat dalam perkuliahan dan juga pengembangan keterampilan.

(26)

20

Kegiatan selanjutnya, yaitu pelaksanaan di lapangan (lokasi P2M) yang dilakukan pada bulan September 2017. Tahap awal yang dilakukan adalah menetapkan waktu kegiatan. Untuk penetapan waktu kegiatan terlebih dahulu diadakan koordinasi dengan petani tambak ikan nener yang ada di Desa Musi, Kec. Gerokgak, Kab. Buleleng. Begitu juga koordinasi dilakukan dengan tim pelaksana, mahasiswa, dan LPPM Undiksha sehingga didapatkan waktu pelaksanaan pengabdian pada hari Selasa, 05 September 2017 pukul 14.00 Wita - selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Undiksha, Tim Pelaksana P2M Undiksha, perangkat desa, para petani tambak ikan nener, dan melibatkan beberapa mahasiswa dari Prodi D3 Teknik Elektronika dan Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro.

Tahap selanjutnya adalah pemasangan alat di lokasi kegiatan. Panel AMF ATS yang diberikan sebagai bantuan kepada petani tambak ikan nener dalam kegiatan pengabdian ini sebanyak 1 buah, yaitu kepada bapak Komang Tojana yang masih menggunakan kebetulan sistem genset yang digunakan untuk

mem-backup listrik jika terjadi pemadaman dari PLN masih bersifat manual.

Sebenarnya hampir semua petani tambak ikan nener yang ada di desa musi yang berskala menengah (rumahan) masih menggunakan sistem genset yang masih bersifat manual, akan tetapi mengingat keterbatasan dana P2M maka untuk saat ini hanya satu orang petani yang dapat diberikan panel ini. Diharapkan untuk ke depannya dana P2M yang diterima bisa lebih besar lagi sehingga semua petani tambak ikan nener khususnya yang ada di Desa Musi sudah memiliki panel AMF ATS.

Proses pemasangan panel ini dibantu oleh mahasiswa dan para petani tambak ikan nener itu sendiri. Setelah proses pemasangan selesai, maka dilanjutkan pada tahap uji coba terhadap alat yang sudah dipasang sekaligus diberikan penjelasan cara penggunaan panel AMF ATS tersebut oleh mahasiswa dan dosen kepada para petani tambak ikan nener. Selain itu juga, diberikan sedikit

troubleshooting penanganan terhadap panel jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan.

Evaluasi keseluruhan kegiatan dilakukan setelah dilakukan serah-terima panel AMF ATS kepada petani tambak ikan nener. Proses evaluasi dilakukan oleh ketua tim pelaksana bersama anggota dan mahasiswa. Dari proses evaluasi ini

(27)

21

diharapkan ada masukan atau kritik serta saran sehingga untuk kegiatan pengabdian selanjutnya dapat lebih ditingkatkan lagi.

4.2 Pembahasan

Kegiatan ini sangat terkait dengan aplikasi teknologi tepat guna untuk mendukung dunia usaha dalam hal ini budidaya ikan nener. Topik yang diambil dipandang sangat sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Ketua tim pelaksana beserta anggotanya mempunyai spesialisasi pendidikan formal di bidang teknik elektro arus lemah (elektronika) maupun arus kuat (kelistrikan).

Selain itu juga, pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mengajak mahasiswa untuk ikut serta berperan aktif yang sebagian besar berasal dari Prodi D3 Teknik Elektronika dan Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Program Diploma-3 adalah program studi yang lulusannya lebih banyak dipersiapkan sebagai tenaga profesional di bidangnya disamping sebagai wirausaha, sedangkan program Strata-1 (S1) adalah program studi yang lulusannya dipersiapkan sebagai praktisi di bidangnya di samping sebagai tenaga pendidik. Untuk itu, kegiatan-kegiatan yang bersifat praktis serta dapat membuka wawasan mereka sangat penting dilatihkan kepada mereka.

Penerapan IPTEK pada dunia usaha seperti budidaya ikan nener sangat diperlukan guna menunjang peningkatan hasil produksi. Perancangan, pembuatan, dan penerapan panel AMF ATS ini mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada para petani tambak ikan nener apabila sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik PLN. Selain panel AMF ATS, masih banyak bentuk penerapan IPTEK yang seharusnya bisa dikembangkan di tambak ikan nener ini, seperti pemberian pakan secara otomatis, pengontrol suhu, kadar air, kadar garam dan sebagainya.

(28)

22

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini (laporan kemajuan) adalah sebagai berikut:

1. Panel AMF ATS yang dirancang menggunakan 2 buah kontaktor dan 1 buah relay sebagai komponen utama dan 3 buah MCB sebagai komponen pendukung

2. Panel AMF ATS yang dirancang mampu menghidupkan mesin genset secara otomatis pada saat terjadi pemadaman listrik dari PLN, dan mampu mematikan mesin genset secara otomatis ketika suplai listrik dari PLN hidup kembali

5.2 Saran

Adapun saran yang bisa diberikan untuk pengembangan selanjutnya Panel AMF ATS yang telah dihasilkan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan PLC (Programmable Logic Controller) pada Panel AMF ATS sangat diperlukan agar dapat mengerjakan berbagai fungsi-fungsi kontrol pada level-level yang lebih kompleks untuk menghidupkan dan mematikan mesin genset secara otomatis

2. Penambahan Relay Timer dalam rangkaian AMF ATS pada keluaran listrik mesin genset sangat diperlukan agar arus listrik yang dihasilkan dalam kondisi stabil dulu baru dialirkan untuk menghidupkan beban (lampu, pompa air maupun pompa oksigen).

3. Mesin genset yang digunakan diharapkan telah menggunakan sistem

choke otomatis sehingga begitu menyala maka suara mesin langsung stabil

sehingga suplai listrik dari mesin genset diharapkan langsung stabil tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu.

(29)

23

REFERENSI

__________. 2016. Profil perekonomian Pemkab Buleleng.

http://bulelengkab.go.id/index.php/profil/10/Perekonomian. Diakses pada tanggal 27 April 2016.

Adi Putra Harahap, Wakhyu Dwiono, Noptin Harpawi. 2012. Rangkaian

Perangkat Keras Pengalih Sumber Listrik berbasis SMS. Riau: Jurnal

Elektronika Industri Vol. 5. Teknik Elektronika Telekomunikasi, Politeknik Caltex Riau.

Budhi Anto. 2011. Saklar Pemindah Otomatis untuk Genset Portabel Berbasis

Mikrokontroler Attiny 2313. Jurnal Sains dan Teknologi 10 (2).

Cahyono, Bambang. 2011. Budidaya Ikan Bandeng. Jakarta: Pustaka Mina.

Fathur Rahman, Abdul Natsir, Giri Wahyu W., 2015. Rancang Bangun ATS/AMF

sebagai Pengalih Catu Daya Otomatis berbasis Programmable Logic Control. NTB: Jurnal Dielektrika ISSN 2086-9487 Vol. 2 No. 2. Teknik

Elektro, Fakultas Teknik, Univ. Mataram.

Jagra Bagus Haryanto. 2012. Perancangan Automatic Main Failure dan

Automatic Transfer Switch dilengkapi dengan 10 Kondisi Display dan 4 Kondisi Backlighting menggunakan Zelio Logic Smart Relay (SR).

Universitas Diponegoro.

(30)

24

(31)

25

(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)

35

SUSUNAN ACARA

PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEK

“PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENERAPAN PANEL AMF ATS (SWITCH GENSET OTOMATIS) BAGI PETANI TAMBAK IKAN NENER

DI DESA MUSI, KECAMATAN GEROKGAK, BULELENG” Selasa, 05 September 2017

WAKTU KEGIATAN NARASUMBER

14.00 - 14.15 Pembukaan MC

14.15 - 14.45 Sambutan:

1. Ketua Pelaksana P2M

2. Kepala Desa Musi (atau yang mewakili)

3. Ketua LPPM Undiksha (atau yang mewakili, sekaligus membuka acara secara resmi)

1. Luh Krisnawati, S.T., M.T. 2. Komang Arya Wibawa

3. Prof. Dr. Nyoman Wijana, M.Si.

14.45 - 16.00 Workshop proses pembuatan dan cara kerja Panel AMF ATS (Switch Genset Otomatis)

1. Ketut Udy Ariawan, S.T., M.T. 2. I Gede Siden Sudaryana, S.T. 16.00 - 17.00 Pemasangan Panel AMF ATS

(Switch Genset Otomatis) di tambak ikan nener

1. I Wayan Sutaya, S.T., M.T. 2. I Komang Gede Sukawijana,

S.Pd., M.Pd.

(42)

36

Skema Rangkaian Panel AMF ATS

Komponen Elektronika

(43)

37

Proses Uji Coba Rangkaian Panel AMF ATS

(44)

38

Pembukaan P2M dan Proses Simulasi Pembuatan Panel AMF ATS kepada Petani Tambak Ikan Nener

Gambar

Gambar 1. Peta Kabupaten Buleleng
Gambar 5. Kondisi Mesin Genset
Gambar 6. Relay
Gambar 7. DSE (Deepsea 4420) PLC, Auto Start & Automains (Utility) Failure  Control Modules
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil hutang tersebut digunakan para petani tambak untuk membeli benih dan juga pakan ikan, karena para petani harus memberi makan ikan dengan pakan ikan buatan

Bertolak pada hasil observasi dan diskusi dengan pamong dusun & mitra, permasalahan yang perlu untuk dipecahkan dalam kegiatan ini adalah masalah proses

Setelah mendapat persetujuan (dan kesanggupan untuk menerima) dari pihak sekolah, mahasiswa mendaftarkan diri pada sistem online yang disiapkan. Ketiga, PLPbD

Evaluation (Evaluasi), dimana tahapan implementasi dan evaluasi pada penelitian ini tidak dapat dilaksanakan karena situasi lapangan yang sedang dalam pandemi

Dari hasil hutang tersebut digunakan para petani tambak untuk membeli benih dan juga pakan ikan, karena para petani harus memberi makan ikan dengan pakan ikan buatan

Permasalahan-permasalahan seperti inilah yang dalam pandangan peneliti perlu diberikan solusi terkait masalah yang dihadapi oleh siswa, maka dari itu adapun solusi

Permasalahan yang ditemui pada proses pembelajaran penjaskes yaitu: 1) guru hanya bisa mengajarkan teori pencak silat, 2) belum ada media pendukung, 3) hasil

Hasil survey dan diskusi yang dilakukan oleh tim pengabdian dengan kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Wonorejo dapat diidentifikasi permasalahan mitra sebagai berikut: 1 Anggota