PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI AKOMODASI KELAS II SD N KULAM DATA
KABUPATEN ACEH BESAR
Penelitian Tindakan Kelas
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Pendidikan Profesi Guru
OLEH NURAINI, S. Pd.I
No UKG :201502030629
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
1. Judul Penelitian : Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Akomodasi kelas 2 SD N Kulam Data Kabupatan Aceh Besar 2. Peneliti
a. Nama Lengkap dan Gelar : NURAINI,S.Pd.I b. Pangkat,Golongan dan NIP : -
c. Mata Pelajaran : Guru Kelas
d. Nama Sekolah : SD N KULAM DATA LHOKNGA
e. Alamat Rumah : Ds. Weuraya, Kec Lhoknga, Kab
Aceh Besar
f. Telp/Fax/Email : Hp.085333289369
g. Kabupaten/Kota : Aceh Besar
h. Provinsi : Aceh
i. Lama Penelitian : 1 Bulan
Dimulai : 15 Oktober 2020
Sampai : 15 Nopember 2020
Aceh Besar, 16 Nopember 2020 Mengetahui
Kepala SDN KULAM DATA Peneliti
SAKDIAH, S.Pd NURAINI , S.Pd.I
NIP. 19670417 199001 2 005
Dosen Pembimbing
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga proses penulisan laporan PTK yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Akomodasi Kelas II SD N Kulam Data” dapat terselesaikan dengan lancar.
Keberhasilan penyusunan Laporan PTK ini dapat terwujud berkat bantuan, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak
Pada kesempatan kali ini perkenankanlah peneliti mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada :
1. Kepala SDN KULAM DATA LHOKNGA beserta staf guru yang telah memberi izin penelitian kepada penulis.
2. Rekan guru kelas 2 yang telah membantu dalam pengambilan data penelitian.
3. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan penelitian ini.
Harapan peneliti agar hasil laporan tindakan kelas ini menjadi sebuah masukan sekaligus pemikiran yang dapat ditindak lanjuti oleh penentu kebijakan dalam dunia pendidikan , khususnya guru agar termotivasi untuk dapat mengembangkan potensinya sebagai seorang peneliti pendidikan. Semoga bermanfaat.
Aceh Besar, 10 Nopember 2020 Peneliti
NURAINI, S.Pd.I
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI AKOMODASI KELAS II
SDN KULAM DATA KABUPATEN ACEH BESAR
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan proses pembelajaran membaca pemahaman melalui akomodasi kelas II SD N Kulam Data Kabupaten Aceh Besar, dan 2) meningkatkan kemampuan membaca di kelas II SD N Kulam Data Kabupaten Aceh Besar.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa/siswa kelas II SD N Kulam Data Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 16 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan:
1) tes, 2) observasi, dan 3) . Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif.
Peningkatan proses pembelajaran membaca pemahaman melalui akomodasi diihat dari meningkatnya partisipasi siswa berkesulitan belajar membaca pemahaman selama proses pembelajaran. Hasil observasi partisipasi siswa pada siklus I menunjukkan peserta didik mulai antusias mengikuti pelajaran, mau bekerjasama dengan baik dan mengerjakan soal latihan bersama guru, namun siswa belum aktif membaca dan tidak konsentrasi saat mengerjakan soal latihan. Pada siklus II terjadi peningkatan, peserta didik yang sebelumnya tidak mau membaca menjadi mau membaca dan konsentrasi selama mengerjakan soal meningkat. Peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa dilihat dari hasil tes kemampuan membaca pemahaman yang telah dikerjakan dan hasil kemampuan membaca pemhaman melalui akomodasi pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan.
Peningkatan kemampuan membaca pemahaman pada siklus I sebesar 66,25 meningkat menjadi 75 pada siklus. Siklus II mengalami peningkatan sebanyak (37,5%) menjadi (87,5%) dari siklus1(66,25%)
Kata kunci: anak berkesulitan belajar membaca, akomodasi, membaca pemahaman.
.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
PENGESAHAN ... iv
ABSTRAK ... v
KAT PENGANTAR... vi
DAFTAR TABEL... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... viiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang Masalah ... 1
1.2. Identifikasi Masalah... 5
1.3. Analasis Masalah ... 6
1.4. Rumusan Masalah ... 6
1.5. Tujuan Penelitian ... 7
1.6. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II KAJIAN TEORI ...8
2.1. Pengertian Belajar ... 8
2.2. Pengertian Tindakan Kelas ... 9
1. Pengertian Tindakan Kelas ... 9
2. Langkah-Langkah Penelitian Tindakan Kelas ... 9
2.3. Kemampuan Membaca Akomodasi ... 10
2.4. Tujuan Membaca Pemahaman ... 11
2.5 Prinsip-Prinsip Membaca Pemahaman ... 11
2.6 Akomodasi ... 12
2.7. Perumusan Hipotesis ... 14
BAB III METODELOGI PENELITIAN... 15
3.1. Jenis Penelitian... 15
3.2. Subjek Penelitian ... 15
3.3. Tempat dan Waktu Penelitian... 16
3.4. Deskripsi Persiklus... 16
3.5. Teknik Pengumpulan Data ... 21
3.6. Teknik Pengolahan Data... 22
3.7. Indikator Keberhasilan ... 23
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 24
4.1. Deskripsi Hasil Penelitian per siklus ... 24
4.2. Rekapitulasi Pra siklus, Siklus 1 dan Siklus 2 ... 23
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 34
5.1 . Kesimpulan ... 34
5.2. Saran ... 35
DAFTAR PUSTAKA... 36
LAMPIRAN ... 37
DAFTAR TABEL
hal
Tabel 1. Tabel Data Aktifitas Siswa Pra siklus ...24
Tabel 2. Tabel Hasi Belajar Siswa Pra siklus ...25
Tabel 3. Tabel Data Aktifitas Siswa Siklus 1...27
Tabel 4. Tabel Hasi Belajar Siswa Siklus 1...28
Tabel 5. Tabel Data Aktifitas Siswa Siklus 2...30
Tabel 6. Tabel Hasi Belajar Siswa Siklus 2...31
DAFTAR LAMPIRAN
Hal
Lampiran 1. Rancangan Program Pembelajaran Siklus 1...37
Lampiran 2. Rancangan Program Pembelajaran Siklus 2...41
Lampiran 3. Soal Tes Siklus 2.......44
Lampiran 4. Soal Tes Siklus 2 ...45
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Keberadaan anak-anak berkesulitan belajar membaca sering ditemui di sekolah-sekolah dasar baik sekolah reguler maupun sekolah inklusi. Menurut penelitian Unik Ambarwati, dkk (Pujaningsih & Unik Ambarwati, 2014: 262) diidentifikasi bahwa: a) guru selalu menjumpai 1-2 anak dengan kesulitan membaca dan hal tersebut menjadi beban bagi mereka dan b) guru mempunyai keinginan untuk menangani anak tersebut namun terkendala keterbatasan waktu.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian di negara maju yang menyatakan bahwa lebih dari 10% murid sekolah mengalami kesulitan membaca (Munawir Yusuf, 2005: 134).
Padahal tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan membaca merupakan kemampuan akademik dasar yang diperlukan untuk memperoleh informasi dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Anak berkesulitan belajar membaca terutama membaca pemahaman, meskipun telah mampu membaca secara mandiri namun anak tidak mengerti makna yang dibaca.
Pihak sekolah cukup perhatian terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menyediakan proyektor di setiap kelas dan menyediakan ruang inklusi.
Guru seringkali hanya menggunakan LKS saat mengajar dan jarang memanfaatkan alat pendukung pembelajaran yang disediakan di sekolah.
Guru pun menyadari bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa berkesulitan belajar membaca dikelas II masih rendah sehingga guru melakukan
pendamping khusus saat siswa diberi tugas. Keberadaan guru pendamping khusus yang membantu siswa mengerjakan tugas dari guru telah mengurangi sedikit beban guru. Tidak dapat dipungkiri bahwa efek negatif dari pendampingan membuat siswa bergantung kepada guru pendamping khusus dan tidak mau mengerjakan tugas saat tidak ada guru yang membantu, karena anak tidak bisa memahami instruksi tertulis meskipun mampu membacanya.
Pendampingan yang telah dilakukan belum mengarah pada peningkatan kemampuan membaca pemahaman. Guru pendamping khusus lebih memberikan akomodasi pembelajaran pada saat pengerjaan tes, dan bila diminta oleh guru.
Tidak dilakukan pendampingan di ruang sumber oleh guru khusus sehingga bila tidak ada orang yang bisa membacakan materi, soal maupun instruksi untuk siswa, mereka tidak akan mampu mengerjakan tugas dan memahami materi yang disampaikan oleh guru melalui tulisan.
Upaya yang telah dilakukan oleh pihak sekolah dan guru kelas telah mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan bacaan, akan tetapi belum mampu meningkatkan partisipasi siswa berkesulitan belajar membaca selama proses pembelajaran membaca pemahaman dan kemampuan membaca pemahaman menurut Smith (Samsu Somadayo, 2011:
9) adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh pembaca untuk menghubungkan informasi baru dengan informasi lama dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru. Pernyataan tersebut menegaskan membaca pemahaman adalah aktivitas untuk memperoleh pengetahuan dari apa yang dibaca, anak dapat memperoleh pengetahuan apabila ia mampu memahami
. Kesulitan yang dialami oleh anak berkesulitan belajar membaca pemahaman adalah memahami isi kalimat yang dibaca. Hal tersebut akan menghambat anak untuk memahami materi pelajaran, sehingga prestasi akademik anak rendah.
Anak berkesulitan belajar membaca di kelas II SD N Kulam Data mengalami kesulitan dalam membaca pemahaman. Anak mengalami kesulitan dalam memahami kalimat yang dibaca dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan. Berdasarkan hasil asesmen diketahui anak baru mampu memahami 1 kalimat sederhana dengan bantuan lisan. Siswa belum mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan secara mandir
Diperlukan upaya untuk meningkatkan proses pembelajaran membaca pemahaman pada anak berkesulitan belajar membaca di kelas II SD N Kulam Data, salah satunya melalui penerapan akomodasi. Guru perlu memberikan akomodasi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa, sehingga upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dapat berhasil.
Kondisi siswa berkesulitan belajar membaca yang lemah pada persepsi visual membutuhkan akomodasi yang mengutamakan penggunaan modalitas auditori.
Guru dapat menerapkan akomodasi berupa penjelasan secara lisan, praktek langsung maupun menggunakan media video bersuara. Akomodasi diberikan selama proses pembelajaran membaca pemahaman berlangsung.
Akomodasi menurut kamus besar bahasa Indonesia merupakan sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan, dalam hal ini akomodasi pembelajaran
merupakan pembelajaran yang menyediakan layanan yang sesuai bagi siswa untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Pengakomodasian dapat dilakukan dengan menyesuaikan dan memodifikasi pembelajaran sedemikian rupa sesuai dengan kondisi siswa tanpa mengorbankan anak-anak yang lain (Sari Rudiyati,dkk, 2010:
188). Akomodasi dapat diterapkan tanpa mengubah tujuan kurikulum yang ingin dicapai, sehingga anak tidak akan mengalami masalah pada jenjang pendidikan berikutnya.
Akomodasi dinilai sesuai untuk diterapkan pada siswa berkesulitan belajar spesifik, karena akomodasi akan mampu memberikan pembelajaran yang lebih mudah dipahami oleh siswa melalui pemilihan media dan metode mengajar yang didasarkan pada kondisi dan kemampuan siswa yang lebih dominan menggunakan modalitas auditori. Dengan diterapkannya akomodasi siswa akan lebih mudah mencapai keberhasilan mereka dalam pelajaran dan kemampuan siswa dalam hal akademik terutama membaca pemahaman akan meningkat.
Harapan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh yang dilakukan oleh Sari Rudiyati, Pujaningsih, dan Unik Ambarwati (2010) yang berjudul Penanganan Anak Berkesulitan Belajar Berbasis Akomodasi Pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian terbukti akomodasi pembelajaran dapat dinyatakan layak dan efektif sebagai model dan panduan para guru SD karena hasilnya telah melebihi standar minimal yang telah ditentukan, yakni sebesar 76% atau predikat baik/efektif. Selain itu akomodasi pembelajaran juga mampu meningkatkan motivasi belajar, interaksi sosial, prestasi akademik.
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat ditegaskan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa akan berpengaruh pada prestasi siswa. Siswa dengan kesulitan belajar membaca pemahaman akan mengalami kesulitan memahami informasi dari media cetak yang dominan diberikan oleh guru dan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Diperlukan penanganan yang tepat untuk meningkatkan proses pembelajaran membaca pemahaman siswa berkesulitan belajar membaca, salah satunya melalui penerapan akomodasi oleh guru kelas.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat diidentifikasi masalah- masalah sebagai berikut:
1) pelaksanaan pendidikan inklusi yang belum dapat mengakomodasi kebutuhan belajar siswa, terutama dalam bidang membaca pemahaman, 2) guru selalu menemui anak dengan kesulitan belajar membaca di kelas
tetapi belum dapat memberi akomodasi bagi siswa.
3) kemampuan membaca pemahaman anak mempengaruhi daya serap anak terhadap materi yang diajarkan oleh guru, terlebih bila buku teks mendominasi proses pembelajaran,
4) kemampuan membaca pemahaman siswa kelas II SDN Kulam Data masih rendah, ditunjukkan dengan tidak mampunya siswa
mengerjakan soal yang berhubungan dengan bacaan secara mandiri, siswa dengan kesulitan membaca pemahaman memiliki prestasi yang rendah di sekolah,
5) Belum dilaksanakannya akomodasi secara optimal oleh guru di kelas sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa berkesulitan belajar membaca.
1.3 Analisis Masalah
1. Setiap siswa memiliki kemampuan berbeda dalam dalam hal membaca pemahaman, siswa yang kemampuan membaca pemahaman nya tinggi akan mencapail prestasi yang tinggi pula. Dan sebaliknya siswa yang kemampuan membaca pemahaman nya rendah maka prestasinya juga akan rendah.
2. Upaya yang dapat kita laksanakan supaya mendapatkan prestasi yang baik yaitu dengan mengajarkan membaca pemahaman melalui Akomodasi.
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
Bagaimanakah proses pembelajaran membaca pemahaman melalui akomodasi pada anak berkesulitan belajar membaca di kelas II SD N Kulam Data?
1.5 Tujuan Penelitian
1. Melihat proses pembelajaran membaca pemahaman melalui akomodasi pada siswa berkesulitan belajar membaca di kelas II SD N Kulam Data.
2. Melihat kemampuan membaca pemahaman pada siswa berkesulitan belajar membaca di kelas II SD N Kulam Data
1.6. Manfaat Penelitian
1. Bagi Sekolah, sebagai bahan masukan dalam menetapkan kebijakan dalam menangani anak berkesulitan membaca pemahaman.
2. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan saat melaksanakan pembelajaran di kelas sehingga anak berkesulitan belajar membaca dapat memperoleh pelayanan yang tepat.
3. Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca pemahaman.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Belajar
Skinner dalam M. Sobry Sutikno (2009: 3): menjelaskan bahwa,
“mengartikan belajar sebagai suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif”. Selanjutnya M. Sobry Sutikno (2009:3) mengartikan “belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dari interaksi dengan lingkungannya”.
Inti dari belajar menurut teori Gestalt dalam Suyahman (2002: 6) adalah
“wawasan(insight) oleh karena itu apa-apa yang telah dipelajari harus betul-betul dipahami dan dimengerti”. Belajar pada hakekatnya adalah kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang menghasilkan perubahan tingkah laku pada dirinya sendiri, baik dalam bentuk pengetahuan dan ketrampilan baru, dalam bentuk sikap dan nilai yang positif.
Slameto (2003: 2) menyatakan:
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamanny sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Dengan demikian jelas bahwa belajar itu merupakan salah satu aktinvitas yang dilakukan dengan
sengaja untuk mencari perubahan yang pada hakikatnya belum tumbuh secara sempurna dan memerlukan peningkatan terus-menerus dan berencana.
2.2 Penelitian Tindakan Kelas
1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Supardi (2006), penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat kondisi siswa guna meningkatkan hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya.
2. Langkah-langkah penelitian tindakan kelas
Secara keseluruhan, pelaksanaan penelitian tindakan kelas terdapat empat langkah dalam satu siklus pembelajaran yang harus terpenuhi.
Keempat langkah ini terus berjalan sampai ditemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Keempat langkah dimaksud adalah :
1. Menyusun rancangan tindakan (perencanaan)
Pada tahap ini, peneliti menjelaskan apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana penelitian tindakan kelas dilakukan. Peneliti menentukan titik-titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapat perhatian khusus untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta-fakta yang terjadi selama pengamatan berlangsung.
2. Pelaksanaan yaitu deskripsi deskripsi tindakan yang akan
dilakukan , skenario kerja tindakan perbaikan yang akan dikerjakan serta prosedur tindakan yang akan diterapkan.
3. Pengamatan (Observasi) yaitu Pada saat pengamatan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran, akan sangat sulit apabila peneliti (guru) juga bertindak sebagai pengamat. Pada umumnya peneliti (guru) memanfaatkan teman sejawat untuk membantu mengamati kejadian-kejadian selama pembelajaran berlangsung.
4. Refleksi yaitu Kegiatan ini merupakan kegiatan menelusuri kembali perjalanan pelaksanaan pembelajaran dengan jalan mengingat-ngingat kejadian-kejadian yang terjadi selama pembelajaran. Kegiatan refleksi biasanya dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan.
2.3 Kemampuan Membaca Pemahaman 1. Pengertian Membaca Pemahaman
Pengertian membaca menurut Martinis Yamin (2007: 106), yaitu:
membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi yang disampaikan secara verbal dan merupakan hasil ramuan pendapat,
gagasan, teori-teori, hasil penelitian para ahli untuk diketahui menjadi pengetahuan siswa kemudian pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam berfikir, menganalisis, bertindak serta dalam pengambilan keputusan.
Penjelasan ini menerangkan bahwa membaca merupakan aktivitas verbal untuk memperoleh informasi sehingga menjadi pengetahuan yang dapat dipergunakan dalam menganalisis, berfikir dan mengambil keputusan.
Membaca pemahaman menurut Hallahan dan Kauffman (2006:
183) adalah kemampuan untuk mengerti apa yang dibaca. Membaca pemahaman merupakan kemampuan untuk memperoleh makna yang dibaca. Anak tidak sekedar membaca, tetapi anak juga harus memahami apa yang ia baca. adalah kemampuan untuk mengerti apa yang dibaca dan memperoleh pengetahuan.
2.4. Tujuan Membaca Pemahaman
Menurut Mulyono Abdurrahman (1996: 182) tujuan dari membaca pemahaman untuk anak SD adalah anak memahami isi bacaan yang ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam menjawab berbagai pertanyaan yang sesuai dengan data dalam bacaan. Pendapat tersebut menegaskan bahwa apabila anak mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi bacaan, maka anak telah mencapai tujuan dari membaca pemahaman
2.5. Prinsip-Prinsip Membaca Pemahaman
Mc Laughlin dan Allen (Farida Rahim, 2008: 3-4) menjabarkan prinsip- prinsip membaca pemahaman adalah sebagai berikut.
a. Pemahaman merupakan proses menumbuhkan rasa sosial.
b. Keseimbangan kemahiraksaraan adalah kerangka kerja kurikulum yang membantu perkembangan pemahaman.
c. Guru membaca suatu materi pelajaran secara profesional dan tepat akan mempengaruhi belajar siswa menjadi lebih baik.
d. Bagi pembaca yang berperan aktif dalam proses membaca akan memiliki pemahaman yang baik.
e. Dalam membaca sebaiknya terjadi dalam suatu konteks yang bermakna.
f. Siswa banyak menemukan manfaat kegiatan membaca dari berbagai teks bacaan pada berbagi tingkat kelas.
g. Perkembangan penguasaan kosa kata siswa dalam suatu pelajaran mempengaruhi pemahaman mereka.
h. Pengikutsertaan adalah suatu faktor penting pada proses pemahaman.
i. Startegi dan keterampilan membaca harus diajarkan secara baik dan benar.
j. Asesmen yang dinamis dapat memberi informasi pembelajaran membaca pemahaman.
Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat ditegaskan bahwa prinsip membaca pemahaman adalah membaca pemahaman merupakan proses menumbuhkan rasa sosial, membaca pemahaman akan menjadi lebih mudah bagi siswa apabila guru dapat menerapkan strategi yang tepat serta memberikan akomodasi yang tepat bagi siswa
2.6. Akomodasi
1. Pengertian Akomodasi
Akomodasi menurut kamus besar bahasa Indonesia merupakan sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan, dalam hal iniakomodasi pembelajaran merupakan pembelajaran yang menyediakan layanan yang sesuai bagi siswa untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Apabila akomodasi diberikan di kelas besar guru dapat memberikan pelajaran yang
sama dengan siswa lainnya tetapi dengan cara penyampa yang lebih mudah dipahami oleh siswa berkesulitan belajar membaca pemahaman di dalam kelas
Akomodasi dalam pembelajaran meliputi pertama, materi dan cara pengajaran yakni, guru menyesuaikan materi sesuai dengan kemampuan anak dan menyampaikannya dengan cara yang paling mudah untuk dimengerti oleh anak. Ke dua tugas dan penilaian kelas, dalam pemberian tugas disesuaikan dengan kemampuan anak dan kriteria penilaian juga lebih rendah atau dapat melihat dari aspek selain akademis. Ke tiga tuntutan waktu dan penjadwalan, yakni anak dapat diberikan waktu lebih saat mengerjakan tugas atau ujian. Ke empat lingkungan belajar, lingkungan belajar dikondisikan sedemikian rupa sehingga memudahkan anak saat belajar, misalnya anak low vision ditempatkan di depan.
Beberapa akomodasi diterapkan pada matapelajaran membaca pemahaman. Misalnya, highlighting (pemberian tanda), class presentations, fact charts, time management, dan manipulatives. Highlighting dapat
diberikan pada saat pembelajaran membaca pemahaman, guru dapat memberikan tanda pada kata atau kalimat yang menjadi tema dari bacaan.
Class presentations dilakukan dengan menyampaikan materi bacaan dengan
media visual dan auditori, misalnya menggunakan video dan memberikan penjelasan secara lisan. Factcharts dalam membaca pemahaman juga dapat diterapkan dengan membuat tabel kata-kata kunci yang sering terdapat dalam pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan. Time management juga perlu
diterapkan agar siswa dapat mengelola waktu dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan bacaan yang dibaca. Penerapan manipulatives dapat dilakukan dengan cara memberikan tanda lingkaran pada kata kunci pertanyaan di soal.
2.7. Prinsip Akomodasi
Akomodasi merupakan salah satu penjabaran dari pembelajaran adaptif.
Prinsip akomodasi juga terdapat dalam pembelajaran adaptif. Prinsip pembelajaran adaptif menurut Elly Sari M. (2013: 84-88) beserta penjabarannya, yaitu :
kesempatan belajar, motivasi,
latar/konteks, keterarahan, menyenangkan, hubungan sosial,
belajar sambil bekerja, dan individualisasi dan menemukan.
2.8 Perumusan Hipotesis
Berdasarkan kajian teori peneliti mengajukan hipotesis, yaitu: melalui akomodasi dapat meningkatkan proses pembelajaran membaca pemahaman dan kemampuan membaca pemahaman di kelas II SD N Kulam Data Kabupaten Aceh Besar.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dave Ebbut dalam Zainal Arifin (2011: 97) menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah suatu studi percobaan yang sistematis untuk memperbaiki praktik pendidikan dengan melibatkan kelompok partisipan (guru) melalui tindakan pembelajaran dan reflesksi mereka sebagai akibat dari tindkan tersebut. Penelitian tindakan dilakukan secara kolaboratif sengan melibatkan guru kelas. Guru kelas dianggap telah mengenal kondisi dan berpengaruh paling besar dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif di kelas. Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 82 ) penelitian tindakan kelas adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk pengembangan inovatif dalam mendeteksi dan memecahkan masalah.
Berdasarkan pengertian di atas dapat ditegaskan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang sistematis melalui tindakan nyata dan dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas untuk mendeteksi dan menyelesaikan masalah. Dalam peneitian ini, guru kelas sebagai pemberi tindakan dan peneliti sebagai asisten guru. Jenis penelitian ini digunakan oleh peneliti untuk mendeteksi masalah membaca pemahaman pada siswa berkesulitan belajar membaca dan memecahkan masalah kemampuan membaca pemahaman yang rendah pada siswa kelas II SD N Kulam Data. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan proses
kelas II SD N Kulam Data. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan proses pembelajaran membaca pemahaman dan kemampuan membaca pemahaman pada anak berkesulitan belajar membaca di kelas II SD N Kulam Data.
3.2 Subjek Penelitian
Subjek Penelitiannya adalah siswa/siswi kelas II SD N Kulam Data yang terdiri dari siswa laki-laki 9 dan siswa perempuan7 dan keseluruhan berjumlah siswa 16
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas dilakukan di SD N Kulam Data Kecamatan Lhoknga
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada tahun 2020 semester 1, bulan Oktober sampai November yang dilakukan dalam beberapa siklus.
3.4 Deskripsi Per Siklus Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini direncanakan akan dilakukan dengan dua siklus ( siklus I, siklus II.). Setiap siklus melalui 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran.
PERENCANAAN
REFLEKSI PELAKSANAAN
PENGAMATAN
PERENCANAAN
REFLEKSI PELAKSANAA
PENGAMATAN
PERENCANAAN
REFLEKSI PELAKSANAA
PENGAMATAN
LAPORAN HASIL
Prosedur penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu pada diagram 3.1
Diagram 3.1 Siklus Rancangan Penelitian Tindakan Kelas (Action Research) Suharsimi Arikunto (2006 :97)
Secara jelas langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut : 1. Siklus I
Siklus I ini terdiri atas 4 tahap yaitu :
a. Perencanaan
1. Menentukan Kompetensi Dasar dan indikator pencapaian pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan siswa di kelas II SD N Kulam Data
SIKLUS I
SIKLUS II
SIKLUS III
2. Membuat RPP sesuai dengan materi membaca pemahaman dengan pembelajaran akomodatif.
3. Menyiapkan instrumen penelitian, yaitu lembar observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran membaca pemahaman melalui akomodasi.
Menyiapkan rancangan tes kemampuan membaca pemahaman berupa butir soal untuk evaluasi.
4. Menetapkan waktu pelaksanaa penelitian 5. Menyiapkan bahan teks bacaan
6. Membuat indikator keberhasilan siswa yaitu 70. Siswa dapat dikategorikan mampu bila skor pencapaian pada kemampuan membaca pemahaman sebesar 70. Kriteria ini disesuaikan dengan angka kriteria ketuntasan minimal yang berlaku di sekolah.
(b). Pelaksanaan tindakan
Yang bertindak melakukan tindakan dalam penelitian ini adalah peneliti. Pada siklus ini peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP
a. Kegiatan awal
Kegiatan diawali dengan mengkondisikan siswa, melakukan apersepsi, dan mengatakan materi yang akan dipelajari oleh siswa.
b. Kegiatan inti
Kegiatan inti diisi dengan menjelaskan materi membaca pemahaman melalui akomodasi. Saat menjelaskan materi guru memberikan akomodasi pembelajaran yang telah disusun di RPP.
Akomodasi pembelajaran juga diberikan saat evaluasi harian. Bentuk akomodasi yang diberikan adalah guru membagi seluruh siswa di kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Guru meminta anak-anak membaca teks bacaan secara bergantian dengan ditunjuk. Setiap satu kalimat yang telah dibaca oleh anak langsung diterangkan secara lisan oleh guru. guru menyebutkan kata yang harus diberi tanda oleh para siswa (yang berkaitan dengan soal), . Setelah selesai mengerjakan, bersama-sama dengan guru siswa membuat fact table yang berisi kata- kata kunci berdasarkan bacaan dan soal yang telah dikerjakan.
Sedangkan bentuk akomodasi pada saat pelaksanaan evaluasi berupa penambahan waktu mengerjakan, penggunaan bantuan fact table dan pembacaan soal untuk anak yang belum lancar membaca.
c. Kegiatan akhir
Kegiatan diakhiri dengan recall materi yang telah dipelajari pada saat itu. Akomodasi yang dapat diberikan berupa menanyakan pertanyaan secara verbal dan siswa menjawab juga secara verbal.
(c). Observasi
Kegiatan observasi dilaksanakan untuk mengamati tingkah laku dan sikap siswa ketika mengikuti pelajaran melalui akomodasi . observasi juga dilakukan terhadap guru yang menerapkan pembelajaran membaca pemahaman melalui akomodasi
(d) Refleksi
Dalam tahap ini hasil yang didapat melalui kegiatan siswa, lembar observasi dan catatan lapangan dibahas dan didiskusikan, kemudian diidentifikasi kelemahan dan kelebihan selama proses pembelajaran berlangsung. Refleksi ini menjadi bahan catatan untuk perbaikan oleh peneliti pada siklus berikutnya.
2. Siklus II
(a) Perencanaan, meliputi :
a. Mempelajari hasil refleksi pada siklus tindakan I b. Menyususn rencana pelaksanaan pembelajaran
c. Menyiapkan materi yang disampaikan mengenai membaca pemahaman
d. Menyiapkan lembar observasi (b) Pelaksanaan
Pada siklus II ini peneliti melaksanakan proses pembelajaran membaca pemahaman melalui akomodasi
(c) Observasi
Kegiatan observasi dilaksanakan untuk mengamati tingkah laku dan sikap siswa ketika mengikuti pelajaran melalui akomodasi , observasi juga dilakukan terhadap guru
(d) Refleksi
Dari hasil observasi dan catatan lapangan, diadakan refleksi dengan cara menganalisis, memahami, menjelaskan, dan menyimpulkan hasil observasi. Peneliti menganalisis hasil pelaksanaan tindakan II sebagai bahan pertimbangan didalam merumuskan dan merencanakan tindakan yang lebih efektif pada tahap berikutnya
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Untuk pengumpulan data yang diperlukan, penulis melaksanakan proses belajar mengajar terhadap sampel sebanyak satu kelas. Data dalam penelitian ini terdiri dari hasil belajar siswa, data kemampuan guru, dan aktivitas siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi.
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Tes
Tes digunakan untuk memperoleh data tentang kemampuan siswa membaca pemahaman kelas 2 SD Negeri Kulam Data Aceh Besar. Tes diberikan dalam bentuk essay sebanyak 5 soal. Hasil belajar digunakan untuk menganalisis ketuntasan belajar siswa setelah diajarkan melalui akomodasi
b. Observasi ( pengamatan)
Lembar observasi diberikan kepada pengamat untuk mengamati proses pembelajaran
3.6. Teknik Pengolahan Data
Data hasil penelitian di olah dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Pada prinsipnya analisis statistik deskriptif di gunakan untuk memperoleh jawaban tentang peningkatan membaca pemahaman melalui akomodasi. Data hasil penelitian yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian di olah dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu berdasarkan aturan sebagai berikut.
1. Aktifitas Siswa
Data aktifitas siswa di analisis dengan menggunakan statistik deskriptif sebagai berikut :
P = Jumlah Pengama tan Aktivitas Jumlah Kriteria
Siswa telah menunjukkan keaktifitas dalam membaca pemahaman melalui dengan kriteria sebagai berikut:
1) 1,00 – 1,45 = Kurang 2) 1,50 – 2,45 = Cukup 3) 2,50 – 3,45 = Baik
4) 3,50 – 4,00 = Sangat baik
2. Hasil Belajar atau Ketuntasan Belajar Siswa
Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, maka rumus persentase menurut Mukhlis (2005:74 ) adalah :
P F
x100%
N Keterangan :
P = Angka Persentase
F = Jumlah Siswa Yang Tuntas N = Jumlah siswa keseluruhan 100%= Bilangan konstan
Untuk mengetahui ketuntasan belajar secara klasikal di gunakan rumus :
P= F x 100%
N
3.7. Indikator Keberhasilan
Keberhasilan suatu tindakan didasarkan pada sebuah standar yang harus dipenuhi. Keberhasilan penelitian tindakan kelas ditandai dengan perubahan- perubahan ke arah yang lebih baik terkait dengan guru, siswa, suasana belajar, dan hasil belajar siswa. Keberhasilan suatu penelitian dapat diketahui dengan membandingkan hasil sebelum diberi tindakan dengan hasil setelah diberi tindakan. Siswa dikatakan berhasil jika memiliki nilai minimal 70.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Per Siklus
Penelitian yang dilakukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan siklus. Dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis berbentuk soal pilihan ganda untuk mengukur hasil membaca pemahaman siswa melalui Akomodasi.
Adapun hasil penelitian sebagai berikut:
1. Pra Siklus
Hasil observasi aktifitas siswa
Dari observasi terhadap aktifitas siswa di dapatkan hasil sebagai berikut:
Data aktifitas siswa pra siklus
No Aspek Yang Diamati Skor Keteranga
n 1 Menunjukkan antusias (keinginan yang tinggi,
tampak bersemangat, gembira atau senang)
2 Cukup
2 Menjawab pertanyaan guru yang berkaitan dengan materi pembelajaran sebelumnya
1 Kurang
3 Memperhatikan pembelajaran
Dan Mencatat tujuan 2 Cukup
4 Bertanya kepada siswa lain atau guru 1 Kurang
5 Membuat kesimpulan 2 Cukup
6 Mengerjakan soal yang di berikan 2 Cukup
Jumlah 10
Rata – rata 1,60 Cukup
Berdasarkan tabel di atas aktifitas kegiatan siswa rata- rata dapat di kategorikan cukup dengan rata- rata skor siswa adalah 1,60 dan berada dalam taraf cukup
a. Hasil Belajar Siswa Tabel 4.1 Hasil Belajar Siswa Kelas II Pra Siklus
No Nama L/P Nilai Keterangan
KKM 70
1. Aldi Junaidi L 60 Tuntas
2. Alfina Zahara P 60 Tidak Tuntas
3. Cut Zakiratul Mira P 60 Tidak Tuntas
4. Dara Akhirna P 70 Tuntas
5. Fakhriyyati P 60 Tuntas
6. Fatih Arkan L 60 Tuntas
7. Fisabilillah L 50 Tidak Tuntas
8. Ghina Shakila P 70 Tuntas
9. M. Tajul Afkar L 70 Tuntas
10. M. Akif Saib L 60 Tidak Tuntas
11. M. Rajul Akmal L 60 Tuntas
12. Muhammad Ridha L 60 Tidak Tuntas
13. Muhammad Wais L 60 Tidak Tuntas
14. Rafika Amiranda P 60 Tidak Tuntas
15. Siti Humayrah P 70 Tuntas
16. Syibran Malasyi L 60 Tidak Tuntas
Jumlah 100
Nilai rata-rata kelas 62,50
Berdasarkan tabel di atas, dapat di ketahui bahwa siswa yang tuntas belajar secara individu sebanyak (25 %) siswa dan siswa yang tidak tuntas sebanyak (75%) siswa dari 16 siswa yang mengikuti tes. jadi banyaknya siswa yang tuntas belajar secara klasikal 62,50
Refleksi
Pada hasil pra siklus persentase ketidaktuntasan 14 siswa, dan jumlah siswa yang sudah memenuhi KKM sebesar 4 siswa.Berdasarkan informasi di atas, siswa kurang memperhatikan ketika proses pembelajaran.Dan dapat diketahui dari jumlah siswa yang mencapai KKM (25%) dan tidak mencapai KKM (75%) belum tuntas. Hal ini menunjukkan hasil belajar pada pra siklus belum mecapai KKM secara klasikal.
Hasil observasi aktifitas siswa
Dari observasi terhadap aktifitas siswa di dapatkan hasil sebagai berikut: Data aktifitas siswa siklus 1
Siklus I
Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan hari Kamis tanggal 22 bulan Oktober 2020 kelas 2 dengan 16 jumlah siswa . Dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis untuk mengukur hasil Membaca Pemahaman kelas 2.
Berikut data hasil penelitian siklus I:
No Aspek Yang Diamati Skor Keterang
an 1 Menunjukkan antusias (keinginan yang tinggi,
tampak bersemangat, gembira atau senang)
3 Baik
2 Menjawab pertanyaan guru yang berkaitan dengan materi pembelajaran sebelumnya
2 Cukup
3 Memperhatikan pembelajaran
Dan Mencatat tujuan 2 Cukup
4 Bertanya kepada siswa lain atau guru 1 Kurang
5 Membuat kesimpulan 2 Cukup
6 Mengerjakan soal yang di berikan 3 Baik
Jumlah 13
Rata – rata 2,16 Cukup
Berdasarkan tabel di atas aktifitas kegiatan siswa rata- rata dapat di kategorikan cukup dengan rata- rata skor siswa adalah 2,16 dan berada dalam taraf cukup
Hasil Belajar Siswa siklus 1
Tabel Hasil Belajar Siswa Kelas 2 Siklus 1
No Nama L/P Nilai Keterangan
KKM 70
1 Aldi Junaidi L 70 Tuntas
2 Alfina Zahara P 60 Tidak Tuntas
3 Cut Zakiratul Mira P 60 Tidak Tuntas
4 Dara Akhirna P 70 Tuntas
5 Fakhriyyati P 70 Tuntas
6 Fatih Arkan L 70 Tuntas
7 Fisabilillah L 50 Tidak Tuntas
8 Ghina Shakila P 80 Tuntas
9. M. Tajul Afkar L 80 Tuntas
10. M. Akif Saib L 60 Tidak Tuntas
11. M. Rajul Akmal L 70 Tuntas
12. Muhammad Ridha L 60 Tidak Tuntas
13. Muhammad Wais L 60 Tidak Tuntas
14. Rafika Amiranda P 70 Tidak Tuntas
15. Siti Humayrah P 70 Tuntas
16. Syibran Malasyi L 60 Tidak Tuntas
16.
Nilai rata-rata kelas 66,25
Berdasarkan tabel di atas, dapat di ketahui bahwa siswa yng tuntas belajar secara individu sebanyak (50 %) siswa dan siswa yang tidak tuntas sebanyak (50%) siswa dari 16 siswa yang mengikuti tes. jadi banyaknya siswa yang tuntas belajar secara klasikal 66,25
Refleksi
Pada hasil siklus 1 persentase ketidaktuntasan 8 siswa, dan jumlah siswa yang sudah memenuhi KKM sebesar 8 siswa.Berdasarkan informasi di atas, siswa kurang memperhatikan ketika proses pembelajaran.Dan dapat diketahui dari jumlah siswa yang mencapai KKM (50%) dan tidak mencapai KKM (50%) belum tuntas. Hal ini menunjukkan hasil belajar pada siklus I belum mecapai KKM secara klasikal.
Sebagian siswa masih ramai sendiri, kurang fokus dengan materi yang sedang disampaikan.Tindakan yang harus dilakukan oleh guru adalah lebih mengkondisikan kembali siswanya yang kurang fokus dalam pembelajaran.
Siklus II
Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan hari Senin tanggal 02 bulan November 2020 kelas 2 dengan 16 jumlah siswa . Dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis untuk mengukur hasil Membaca Pemahaman kelas 2.
Hasil Observasi Aktifitas Siswa
Dari observasi terhadap aktifitas siswa didapatkan hasil sebagai berikut Data aktifitas siswa siklus II
No Aspek Yang Diamati Skor Keteran
gan 1 Menunjukkan antusias (keinginan yang tinggi,
tampak bersemangat, gembira atau senang)
4 Sangat Baik
2 Menjawab pertanyaan guru yang berkaitan dengan materi pembelajaran sebelumnya
3 Baik
3 Memperhatikan pembelajaran
Dan Mencatat tujuan 3 Baik
4 Bertanya kepada siswa lain atau guru 3 Baik
5 Membuat kesimpulan 3 Baik
6 Mengerjakan soal yang di berikan 4 Sangat Baik
Jumlah 20
Rata – rata 3,33 Baik
Berdasakan tabel di atas, aktifitas kegiatan siswa rata- rata dapat di kategorikan baik dengan rata- rata skor siswa adalah 3,33.
Hasil belajar siklus 2
Tabel Hasil Belajar Siswa Kelas 2 Siklus 2
No Nama L/P Nilai Keterangan
KKM 70
1. Aldi Junaidi L 70 Tuntas
2. Alfina Zahara P 70 Tuntas
3. Cut Zakiratul Mira P 60 Tidak Tuntas
4. Dara Akhirna P 90 Tuntas
5. Fakhriyyati P 70 Tuntas
6. Fatih Arkan L 80 Tuntas
7. Fisabilillah L 60 Tidak Tuntas
8. Ghina Shakila P 90 Tuntas
9 M. Tajul Afkar L 90 Tuntas
10 M. Akif Saib L 70 Tuntas
11 M. Rajul Akmal L 80 Tuntas
12 Muhammad Ridha L 70 Tuntas
13 Muhammad Wais L 70 Tuntas
14 Rafika Amiranda P 80 Tuntas
15 Siti Humayrah P 80 Tuntas
16 Syibran Malasyi L 70 Tuntas
Jumlah 1200
Nilai rata-rata kelas 75
Berdasarkan tabel di atas, dapat di ketahui bahwa siswa yang tuntas belajar secara individu sebanyak (87,5%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak (12,5%) siswa dari 16 siswa yang mengikuti tes. jadi rata-rata siswa yang tuntas belajar secara klasikal 75
Hasil yang diperoleh, siklus II mengalami peningkatan sebanyak (37,5%) dari siklus 1 (66,25%) yaitu jumlah siswa yang sudah memenuhi KKM atau tuntas pada siklus II memenuhi KKM namun masih terdapat siswa belum memenuhi KKM. Berdasarkan indikator keberhasilan klasikal yaitu , maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada siklus II sudah berhasil.
Refleksi
Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I ke siklus II hasil belajar yang diperoleh siswa mengalami peningkatan sebanyak siswa yang memenuhi KKM atau tuntas. Namun perbaikan masih terus dilaksanakan untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal.
Jadi Penelitian Tindakan Kelas melalui akomodasi Membaca Pemahaman telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas 2 semester I SD N Kulam Data Kecamatan Lhoknga kabupaten Aceh Besar Tahun Pelajaran
Berdasarkan tabel di atas aktifitas siswa dan hasil belajar mengalami peningkatan setiap pelaksanaan siklus. Aktifitas siswa meningkat dari 2, 16 menjadi 3,33 dan hasil belajar meningkat dari 66,25 menjadi 75
4.2. Rekapitulasi Pra Siklus, Siklus I dan II
Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa keseluruhan siklus mengalami peningkatan. Berikut adalah rangkuman rekapitulasi setiap siklus.
Tabel Rekapitulasi siklus I dan II
No Uraian Pra
Siklus
Siklus I Siklus II 1. Tingkat Aktifitas Siswa
(TAS)
1,60 2,16 3,33
2. Hasil Belajar Siswa rata-rata 62,50 66,25 75
3. Persentase Ketuntasan 25% 50% 87,5%
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Peningkatan proses pembelajaran membaca pemahaman melalui akomodasi diihat dari meningkatnya partisipasi siswa berkesulitan belajar membaca pemahaman selama proses pembelajaran. Hasil observasi partisipasi siswa pada siklus I menunjukkan peserta didik mulai antusias mengikuti pelajaran, mau bekerjasama dengan baik dan mengerjakan soal latihan bersama guru, namun siswa belum aktif membaca dan tidak konsentrasi saat mengerjakan soal latihan. Pada siklus II terjadi peningkatan, peserta didik yang sebelumnya tidak mau membaca menjadi mau membaca dan konsentrasi selama mengerjakan soal meningkat. Peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa dilihat dari hasil tes kemampuan membaca pemahaman yang telah dikerjakan dan hasil kemampuan membaca pemahaman melalui akomodasi pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan. Peningkatan kemampuan membaca pemahaman pada siklus I sebesar 66,25 meningkat menjadi 75 pada siklus.
Siklus II mengalami peningkatan sebanyak (37,5%) menjadi (87,5%) dari
siklus1(66,25%) .
5.2 Saran
1. Bagi Sekolah
Kepala sekolah hendaknya berkoordinasi dengan guru-guru di sekolah untuk dapat mengembangkan model akomodasi sehingga dapat diterapkan bukan hanya pada pada pelajaran Bahasa Indonesia materi membaca pemahaman.
2. Bagi Guru
Guru hendaknya menggunakan model pembelajaran yang serupa dengan akomodasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia agar siswa dapat berpartisipasi aktif dan dapat lebih mudah memahami materi pelajaran sehingga dapat mempercepat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suhardjono dan Supardi.2006. Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: Bumi Aksara
Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar SD/MI. Jakarta: BP. Cipta Jaya.
Departemen Pendidikan Nasional. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Elly Sari M. (2013). Pembelajaran Adaptif bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: Luxima.
Farida Rahim. (2008). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar.
Jakarta: Bumi Aksara.
Hallahan Daniel P., & Kauffman, M. James. (2006).
Exceptional learners Introduction to special Education.
Tenth edition. USA: Pearson Education, Inc.
Martinis Yamin. (2007). Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta:
Gaung Persada Press Jakarta.
Mulyono Abdurrahman. (1996). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Depdikbud
Samsu Somadayo. (2011). Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sari Rudiyati, Unik Ambarwati, & Pujaningsih. (2010).
Penanganan Anak Berkesulitan Belajar Berbasis Akomodasi Pembelajaran. Jurnal Kependidikan, 2 (40), 187-200.
LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SDN Kulam Data Kelas / Semester : II /1
Tema : Tugasku Sehari-hari (Tema 3)
Sub Tema : Tugasku sehari-hari di Sekolah(Sub Tema 2) Muatan Terpadu : B. Indonesia, PPKn, Matematika
Pembelajaran ke : 4
Alokasi waktu : 1 X Pertemuan (3x 35 menit) Aplikasi : Zoom meeting
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah mengamati teks Bermain Tebak-tebakan yang disajikan melalui Power Point, siswa mampu menganalisis isi teks berkaitan dengan kehidupan ekonomi di sekolah
2. Setelah mengamati teks Bermain tebak-tebakan yang disajikan melalui Power Point, siswa mampu menemukan kosakata berkaitan dengan kehidupan ekonomi di sekolah dengan tepat.
3. Setelah mengamati teks Bermain tebak-tebakan yang disajikan melalui Power Point, siswa mampu membuat kalimat dari kosa kata berkaitan dengan kehidupan ekonomi di sekolah
4. Dengan Berdiskusi, siswa dapat mengelompokkan perbedaan individu di sekolah berdasarkan asal daerahnya dengan tepat..
5. Dengan mengamati jenis uang yang disajikan melalui Power Poin , siswa dapat menukar kesetaraan beberapa nilai pecahan uang dengan tepat.
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi
Kegiatan
Alokasi Waktu Pendahuluan 1. Melalui WA grup, guru memberikan informasi jadwal
pembelajaran kepada siswa.
2. Melalui Zoom meeting, guru memberi salam dan menanyakan kabar siswa.
3. Siswa berdoa yang dipimpin oleh guru.(Religius).
4. Melalui Zoom meetin, guru mengabsensi siswa, dilanjutkan dengan menyanyikan “lagu kebangsaan Garuda Pancasila’’(
Nasionalisme).
5. Guru memberikan apersepsi dengan memberikan tanya jawab dan menyampaikan tujuan pembelajaran terkait dengan materi yang akan dipelajari.
15 Menit
Kegiatan Inti
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Siswa mengamati teks “ Bermain tebak-tebakan”
2. Siswa dan guru tanya jawab mengenai teks “ Bermain tebak- tebakan”
3. Siswa menganalisis isi teks
4. Siswa di berikan tugas untuk menemukan kosa kata dari teks “Bermain tebak-tebakan”
5. Siswa diberikan tugas membuat kalimat dari kosa kata dari teks
6. Siswa mengumpulkan tugas dengan mengirimkan foto tugasnya ke WA pribadi guru.
7. Siswa dan guru berdiskusi tentang perbedaan Asal daerah 8. Siswa diberikan tugas mengelompokkan perbedaan individu
berdasarkan asal daerah / suku
9. Siswa menuliskan hasil diskusi dan mengumpulkannya melalui foto di chat WA pribadi guru
10. Siswa mengamati gambar kartu uang
11. Guru dan siswa melakukan tebak-tebakan kartu uang
12. Siswa dan guru menentukan sekelompok pecahan uang dengan pecahan uang lain yang setara.
13. Siswa diberikan tugas memasangkan kelompok uang yang bernilai sama.
14. Siswa mengumpulkan tugas dengan mengirimkan foto tugasnya ke WA pribadi guru.
.
75 Menit
Kegiatan Penutup
1. Guru memberikan penguatan materi yang telah dipelajari 2. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
3. Pesan moral.( Menjaga Kesahatan )
4. Guru menutup pembelajaran dengan salam penutup dan diakhiri dengan berdoa. ( Religius).
5.. Guru dan siswa meninggalkan kelas/leave meeting online di google
15 menit
C. PENILAIAN (ASESMEN)
Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan dan presentasi unjuk kerja atau hasil karya/projek dengan rubrik penilaian.
Mengetahui, Kepala SD N Kulam Data
Sakdiah S.Pd
NIP. 19670417 199001 2 005
Aceh Besar , 21 Oktober 2020 Guru Kelas 2
Nuraini S.Pd.I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP )
Satuan Pendidikan : SD N Kulam
Data
Kelas / Semester : 2 /1
Tema : Tugasku Sehari-hari ( Tema 3)
Sub Tema : Tugasku sebagai Umat Beragama ( Sub Tema 3)
Muatan Terpadu : Matematika, B. Indonesia, SBDP
Pembelajaran ke 1
Alokasi waktu : 1 X Pertemuan ( 3x 35 menit )
1. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dengan mengamati gambar kegiatan “tolong-menolong” yang disajikan, siswa mampu memahami isi teks berkaitan kehidupan budaya.
2. Dengan mengamati gambar kegiatan “tolong-menolong” yang disajikan, siswa mampu menemukan kosakata berkaitan kehidupan budaya.
3. Dengan mengamati gambar kegiatan “tolong-menolong” yang disajikan, siswa mampu menemukan makna kosakata berkaitan kehidupan budaya.
4. Dengan mengamati gambar, siswa mampu menuliskan cerita berdasarkan gambar .
5. Dengan teks yang disajikan, siswa mampu menentukan nilai sekelompok pecahan uang.
6. Dengan teks yang disajikan, siswa mampu menukar nilai sekelompok pecahan uang dengan sekelompok pecahan uang lain yang setara.
7. Dengan teks yang disajikan, siswa mampu memahami gambar imajinasi.
8. Dengan teks yang disajikan, siswa mampu menggambar gambar imajinasi.
2. MODEL, PENDEKATAN, DAN METODE PEMBELAJARAN Model : Discovery learning
Pendekatan : Saintifik
Metode : Tanya jawab, Diskusi, Permainan, Penugasan
3. KEGIATAN PEMB ELAJARAN Kegiata
n
Deskripsi Kegiatan Alokas
i Waktu Pendah
uluan 1. Guru memberikan salam dan mengaja k semua siswa berdoa. ,kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya 2. Guru mengece k kehadira n siswa.
3. Siswa menyimak tentang pelajaran sebelumnya dan mengaitkan
4. dengan pengalama nnya sebagai bekal pelajaran berikutnya
5. Guru menjelaskan tentang tujuan dan materi
pembelajaran yang akan dipelajari yang disajikan di 6. Guru menjelaskan aturan belajar dan penilaian yang
akan dilakukan selama pembelajaran
15 menit
Kegiatan Inti
Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pada awal pembelajaran siswa mengamati teks bacaan tolong-menolong
Siswa mencari informasi tentang budaya tolong menolong
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk mengecek pemahaman siswa.
Guru membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatannya.
Siswa berdiskusi dengan teman sebangku tentang gambar imajinatif
Siswa menuliskan cerita pada kotak berdasarkan gambar tersebut.
Guru menjelaskan pecahan uang yang bernilai sama
Siswa memasangkan pecahan uang yang bernilai sama
siswa menggambar imajinatif tentang suasana banjir
75 menit
Kegiatan Penutup
Siswa bersama guru melakukan refleksi kesimpulan kegiatan hari ini
Kegiatan Belajar ditutup dengan doa 15 menit
PENILAIAN (ASESMEN)
Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan dan presentasi unjuk kerja atau hasil karya/projek dengan rubric penilaian.
Mengetahui, Kepala SD N Kulam Data
Sakdiah S. Pd NIP. 19670417 199001 2 005
Aceh Besar , 24 September 2020 Guru Kelas 2
Nuraini S.Pd.I
SOAL EVALUASI SIKLUS 1 Satuan Pendidikan : SDN Kulam Data
Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika
Kelas / Semester : II / 1
Tema / Subtema/ Pembelajaran : 3.Tugasku Sehari - hari/ 2 Tugasku Sehari – hari di Sekolah Pembelajaran 4
Nama Siswa :
Amati teks di bawah ini
Di sekolah Nina terdapat koperasi sekolah.Koperasi sekolah menjual perlengkapan sekolah, Ada alat tulis, buku dan seragam. Harga barang di koperasi sekolah lebih murah dibandingkan toko lain
Menulis kosa kata dan membuat kalimat dari kosa kata berkaitan dengan kehidupan ekonomi di sekolah
No Kosa Kata Kalimat
JAWABAN :
1. Koperasi = Di sekolah Nina terdapat koperasi sekolah 2. Menjual = Koperasi Sekolah menjual perlengkapan Sekolah
3. Harga = Harga barang di koperasi sekolah lebih murah dari toko lain
SOAL EVALUASI SIKLUS 2
Satuan Pendidikan : SDN Kulam Data
Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia, Matematika, SBDP
Kelas / Semester : II / 1
Tema / Subtema : 3.Tugasku Sehari - hari/ 3. Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran 1
Nama Siswa :
Amati teks di bawah ini
Budaya Tolong-Menolong Hari ini, Siti belajar dengan ceria.
Siti bersama teman-teman berdoa dan memberi salam kepada ibu guru. Ibu guru menyampaikan pengumuman.
Pengumuman itu berisi berita tentang banjir di lingkungan sekolah.
Seluruh siswa ikut membantu.
Mereka mengumpulkan uang sumbangan.
Sumbangan dari siswa dikumpulkan setiap kelas.
Kemudian, dari setiap kelas dikumpulkan untuk disalurkan. Seluruh siswa merasa senang dapat membantu korban banjir.
1. Siswa menyebutkan kosa kata dalam isi teks
2. Siswa mendeskripsikan ilustrasi gambar dan menerangkan maksud isi teks bacaan.
JAWABAN
1. Kosa kata dalam teks
Hujan
Banjir
Korban
Sumbangan
2. Isi teks berdasarkan gambar Gambar 1. Hujan turun sangat lebat
Gambar 2. perkampungan terendam air yang mengakibatkan banjir dan warga mengungsi,
Gambar 3. Siti dan kawan-kawan mengumpulkan sumbangan, Gambar 4. sumbangan disalurkan ke korban banjir
SURAT IZIN MELAKUKAN PENELITIAN Nomor : 422 /SDKD /124 /2020
Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala SD Negeri Kulam Data Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar menyatakan bahwa:
Nama : Nuraini
NIP : -
Tempat Tugas : SD Negeri Kulam Data Judul PTK :
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI AKOMODASI KELAS II SD N KULAM DATA KABUPATEN ACEH BESAR
Benar yang namanya tersebut di atas telah mendapat izin untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada SD Negeri Kulam Data Kabupaten Aceh Besar.
Demikian Surat Keterangan ini kami perbuat untuk dapat dipergunakan seperlunya.
Aceh Besar, 15 Oktober 2020 Kepala SDN Kulam Data
Sakdiah, S. Pd
Nip. 196704171990012005
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SD NEGERI KULAM DATA
Desa Lam Ateuk Keude Bieng Kec. Lhoknga Kab. Aceh Besar Kode Pos.23353
SURAT KETERANGAN TELAH MENYELESAIKAN PENELITIAN
SURAT TELAH MENYELESAIKAN PENELITIAN Nomor : 422 /SDKD /125 /2020
Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala SD Negeri Kulam Data Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar menyatakan bahwa:
Nama : Nuraini
NIP :
Tempat Tugas : SD Negeri Kulam Data Judul PTK :
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI AKOMODASI KELAS II SD N KULAM DATA KABUPATEN ACEH BESAR
Benar yang namanya tersebut di atas telah menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada SD Negeri Kulam Data Kabupaten Aceh Besar
Demikian Surat Keterangan ini kami perbuat untuk dapat dipergunakan seperlunya.
Aceh Besar, Aceh Besar, 15 November 2020 Kepala SDN Kulam Data
Sakdiah, S. Pd
Nip. 196704171990012005
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SD NEGERI KULAM DATA
Desa Lam Ateuk Keude Bieng Kec. Lhoknga Kab. Aceh Besar Kode Pos.23353
SURAT KETERANGAN KEPUSTAKAAN SURAT KETERANGAN KEPUSTAKAAN Nomor : 422 /SDKD /126 /2020
Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala SD Negeri Kulam Data Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar menyatakan bahwa:
Nama : Nuraini
NIP :
Tempat Tugas : SD Negeri Kulam Data Judul PTK :
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI AKOMODASI KELAS II SD N KULAM DATA KABUPATEN ACEH BESAR
Benar yang namanya tersebut di atas telah menyerahkan satu rangkap karya ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk disimpan dan dipublikasikan di Perpustakaan SD Negeri Kulam Data Kabupaten Aceh Besar. Semoga karya beliau bermanfaat bagi sekolah dan juga menjadi rujukan bagi guru lainnya.
Demikian Surat Keterangan ini kami perbuat untuk dapat dipergunakan seperlunya.
Aceh Besar, 18 November 2020 Kepala SDN Kulam Data
Sakdiah, S. Pd
Nip. 196704171990012005
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SD NEGERI KULAM DATA
Desa Lam Ateuk Keude Bieng Kec. Lhoknga Kab. Aceh Besar Kode Pos.23353
SURAT UNDANGAN SEMINAR Nomor : 422 /SDKD /127 /2020
Nomor : 422 / SDKD/ 127 /2020 Kulam Data, 15 November 2020
Lampiran : - Kepada Yth:
Hal : Undangan Seminar Bapak/Ibu………
Di
Tempat Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kepala SD Negeri Kulam Data Kecamatan lhoknga Kabupaten Aceh Besar dengan ini mengundang Bapak/Ibu untuk dapat hadir pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 17 November 2020 Pukul : 09.00 s/d Selesai
Tempat : SD Negeri Kulam Data
Acara : Seminar Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dengan Judul PTK :
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI AKOMODASI KELAS II SD N KULAM DATA KABUPATEN ACEH BESAR Demikianlah surat undangan ini kami sampaikan kepada Bapak/ibu atas kehadirannya tepat waktu
kami ucapkan terima kasih.
Aceh Besar, 15 November 2020 Kepala SDN Kulam Data
Sakdiah, S. Pd
Nip. 196704171990012005
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SD NEGERI KULAM DATA
Desa Lam Ateuk Keude Bieng Kec. Lhoknga Kab. Aceh Besar Kode Pos.23353
Desa Lam Ateuk Keude Bieng Kec. Lhoknga Kab. Aceh Besar Kode Pos.23353
SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN SEMINAR Nomor : 422 /SDKD /128 /2020
Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala SD Negeri Kulam Data Kecamatan Lhonkga Kabupaten Aceh Besar menyatakan bahwa:
Nama : Kulam Data
NIP :
Tempat Tugas : SD Negeri Kulam Data Judul PTK :
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI AKOMODASI KELAS II SD N KULAM DATA KABUPATEN ACEH BESAR
Benar yang namanya tersebut di atas telah melakukan seminar Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada SD Negeri Kulam Data Kabupaten Aceh Besar.
Demikian Surat Keterangan ini kami perbuat untuk dapat dipergunakan seperlunya.
Aceh Besar, 17 November 2020 Kepala SDN Kulam Data
Sakdiah, S. Pd
Nip. 196704171990012005
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SD NEGERI KULAM DATA
DAFTAR HADIR SEMINAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Hari/ Tanggal : Senin, 17 November 2020
Judul PTK : Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Akomodasi Kelas II SD N Kulam Data Kabupaten Aceh Besar
No Nama NIP Tempat Tugas
Posisi Tanda Tangan 1. Nuraini, S. Pd.I - SDN Kulam Data Narasumber 1.
2. Moderator 2.
3. Notulen 3.
4. Anggota 4.
5. Anggota 5.
6. Anggota 6.
7. Anggota 7.
8. Anggota 8.
9. Anggota 9.
10. Anggota 10.
11. Anggota 11.
12. Anggota 12.
13. Anggota 13.
Aceh Besar, 17 November 2020 Kepala SDN Kulam Data
Sakdiah, S. Pd
Nip. 196704171990012005
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SD NEGERI KULAM DATA
Desa Lam Ateuk Keude Bieng Kec. Lhoknga Kab. Aceh Besar Kode Pos.23353