• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Strategis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya merupakan dokumen perencanaan yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan untuk periode 5 (lima) tahun yaitu Tahun 2016–

2021 sehubungan dengan tugas dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya serta disusun dengan memperhitungkan perkembangan isu-isu strategis dan berpedoman pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya Tahun 2016-2021 sehingga apabila terdapat perubahan pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya akan berdampak pula terhadap dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya.

Penyusunan Perubahan Rencana Strategis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Tahun 2016 – 2021 pada dasarnya dilatarbelakangi oleh: 1.) Tindak lanjut Peraturan Pemerintah No.18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah bahwa diperlukan melakukan penyesuaian Dokumen Rencana Pembangunan Daerah sesuai Kelembagaan Perangkat Daerah, 2.) Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Pasal 342 ayat (4) bahwa perubahan RPJMD Kota Surabaya Tahun 2016- 2021 kemudian menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan organisasi perangkat daerah, yaitu Perubahan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra – PD) Tahun 2016-2021, 3.) Adanya perubahan RPJMD Kota Surabaya Tahun 2016-2021, 4.) Surat Edaran Walikota Surabaya No.050/6090/436.8.1/2019 tentang Penyusunan Rancangan Awal Perubahan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2016-2021.

(2)

2 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

Sehubungan dangan hal tersebut dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, maka disusunlah Perubahan Renstra Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Tahun 2016 - 2021 yang merupakan satu bagian yang utuh dari kinerja di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya

Pembangunan Ketahanan Pangan dan Pertanian di Kota Surabaya masih dihadapkan pada persoalan mendasar seperti meningkatnya jumlah penduduk, tekanan globalisasi dan liberalisasi pasar, makin terbatasnya sumber daya lahan, air dan energi, perubahan iklim global, perkembangan dinamis sosial budaya masyarakat, kecilnya status dan luas kepemilikan lahan, terbatasnya akses petani terhadap permodalan, masih lemahnya kapasitas kelembagaan petani dan penyuluh, masih rawannya ketahanan pangan dan energi, masih rendahnya nilai tukar petani dan kurang harmonisnya koordinasi kerja antar sektor terkait, pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura kedepan menghadapi berbagai tantangan diantaranya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan pangan, memperbaiki dan membangun infrastruktur lahan, air, perbenihan dan perbibitan guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk pertanian, memperbaiki dan meningkatkan kesuburan tanah, mengupayakan adaptasi terhadap perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

Kota Surabaya yang dalam pembangunannya ingin mewujudkan keseimbangan baik secara fisik, ekologi, maupun sosial bagi warga kota maka keberadaan RTH di perkotaan sangat diperlukan, sehingga penyediaan RTH harus dilakukan secara proporsional terhadap pembangunan infrastruktur fisik kota. Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah ruang kota yang berfungsi sebagai kawasan hijau taman kota, kawasan hijau taman hutan raya, kawasan hijau rekreasi kota, kawasan hijau pemakaman, kawasan hijau pertanian, kawasan jalur hijau dan kawasan hijau pekarangan yang pemanfaatannya lebih bersifat pada pembudidayaan tanaman secara alamiah maupun buatan.

Kebijakan Pemerintah Kota diperlukan untuk intervensi, memfasilitasi laju pertumbuhan ekonomi, memperkecil tingkat kemiskinan dan pengangguran. Oleh karenanya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya harus mengajak masyarakat lebih bergairah melalui program program pengelolaan ruang terbuka hijau, peningkatan ketahanan pangan, dengan Visi Terwujudnya Ketahanan Pangan yang Berkualitas Melalui Sektor Pertanian, Peternakan

(3)

3 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

dan Perikanan yang Berbasis Ekologi dan Berdaya Saing Global, mengingat Kota Surabaya dengan jumlah penduduk pada akhir Tahun 2018 sebesar 3.094.732 jiwa dengan luas lahan seluas 326,46 Km2. Terjadinya kecepatan pertambahan penduduk karena proses metropolitanisasi, sub urbanisasi dan fragmentasi sosial politik akibat faktor lokal, regional, nasional maupun global yang melahirkan berbagai masalah khususnya ketersediaan pangan dan tata ruang yang semakin komplek. Berkembangnya masalah perkotaan tidak bisa dilepaskan dari akuntabilitas pemerintah.

2.1.2 Pengertian Renstra

Sesuai dengan yang termaktub pada Permendagri No 86 Tahun 2017, Rencana Strategis PD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra PD adalah dokumen perencanaan PD untuk periode 5 (lima) tahun. Dalam hal ini rencana strategis ini disusun untuk menyampaikan visi, misi, program, rencana kegiatan beserta kelompok sasaran dan gambaran pendanaan indikatif kegiatan tersebut sebagai acuan selama lima tahun berikutnya.

2.1.2 Proses Penyusunan Perubahan Renstra PD

Berdasarkan Permendagri No 86 Tahun 2017 pada Pasal 359 menyebutkan bahwa Tahapan penyusunan Renstra perangkat Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 sampai dengan Pasal 124 berlaku mutatis mutandis terhadap tahapan penyusunan perubahan Renstra Perangkat Daerah. Proses penyusunan Perubahan Renstra PD dimulai dari penyusunan rancangan awal Perubahan Renstra sampai dengan Penyempurnaan Rancangan Perubahan Renstra yang meliputi persiapan penyusunan rancangan Perubahan renstra, pengolahan data dan informasi untuk perumusan isu strategis, perumusan rancangan Perubahan renstra mulai visi-kegiatan indikatif yang telah memperhatikan Rancangan Awal Perubahan RPJMD, penyajian dan penyampaian Rancangan Perubahan Renstra, Verifikasi dan penyempurnaan Rancangan Perubahan Renstra PD mengacu pada Rancangan Akhir Perubahan RPJMD dan Penetapan Perubahan Renstra PD.

Perubahan Renstra PD disusun berdasarkan kaidah-kaidah antara lain yaitu pendekatan kinerja, kerangka pengeluaran jangka menengah serta perencanaan dan penganggaran terpadu; kerangka pendanaan dan pagu indikatif;

(4)

4 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

urusan wajib yang mengacu pada SPM sesuai dengan kondisi nyata daerah dan kebutuhan masyarakat atau urusan pilihan yang menjadi tanggung jawab PD.

Adapun proses penyusunan Perubahan Renstra PD bisa dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Proses Penyusunan Renstra PD

2.1.2 Keterkaitan Antara Dokumen Perubahan Renstra PD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Rancangan Perubahan Renstra PD merupakan masukan untuk penyempurnaan Perubahan RPJMD. Selain itu dalam penyusunan Perubahan Renstra PD harus juga selaras dengan Perubahan RPJMD, RTRW dan Renstra Provinsi serta Renstra Kementerian/Lembaga. Untuk pelaksanaannya Perubahan Renstra PD adalah melalui Renja PD dan RKA yang disusun setiap tahunnya.

Adapun keterkaitan antar dokumen perencanaan penganggaran bisa dilihat pada Gambar 1.2.

(5)

5 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

Gambar 1.2 Keterkaitan Antar Dokumen Perencanaan Penganggaran

1.2 Landasan Hukum

Landasan penyusunan Perubahan Rencana Strategis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Tahun 2016 - 2021 adalah sebagai berikut.

1. Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 Pasal 18 ayat 6;

2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005;

5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah;

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025;

7. Undang - Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 1;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan Bab VI, Pemerintah Daerah dan Peran Masyarakat, Pasal 13 Ayat 1;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

(6)

6 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

13. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007;

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

17. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 01/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;

18. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pokok- Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2008 Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 12 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2009 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2009 Nomor 4 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 4);

19. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Surabaya Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 17 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 16);

20. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034 (Lembaran Daerah

(7)

7 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

Kota Surabaya Tahun 2014 Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 10);

21. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya 2016- 2021;

22. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Surabaya;

23. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya Tahun 2016- 2021;

24. Peraturan Walikota Surabaya Nomor 41 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 56 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya;

1.3 Maksud Dan Tujuan

Perubahan Renstra Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Tahun 2016–2021 disusun sebagai penjabaran dari Perubahan RPJMD Kota Surabaya Tahun 2016-2021 dan sebagai pedoman dalam melaksanakan urusan pilihan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang pertanian yang akan dilaksanakan secara bertahap tiap tahun untuk lima tahun kedepan sesuai visi dan misi untuk mencapai tujuan dan sasaran.

Perubahan Renstra Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Tahun 2016–2021 ditetapkan dengan tujuan sebagai berikut :

1) Tersusunnya visi, misi, tujuan, dan sasaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya selama periode Tahun 2016-2021;

2) Teridentifikasinya program dan indikasi kegiatan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya selama periode Tahun 2016-2021;

3) Tersusunnya acuan dan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya (rencana kerja tahunan) dalam periode lima tahunan;

(8)

8 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

4) Tersusunnya dokumen perencanaan yang merupakan dasar dalam pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya baik tahunan maupun lima tahunan.

Terbentuknya visi/misi perangkat daerah dibuat secara langsung maupun tidak langsung untuk mendukung mewujudkan visi/misi kepala daerah dalam membuat program pembangunan daerah yang berisi program-program prioritas terpilih. Adapun hubungan antara Perubahan RPJMD dan Perubahan Renstra Perangkat Daerah dapat dilihat pada gambar 1.3 sebagai berikut :

Gambar 1.3 Hubungan Kinerja Pembangunan Daerah

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya 2016–2021 berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang

(9)

9 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kota Surabaya

Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang secara keseluruhan memuat :

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan

Bab II Gambaran Pelayanan PD

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi PD 2.2 Sumber Daya PD

2.3 Kinerja Pelayanan PD

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan PD Bab III Permasalahan dan Isu –Isu Strategis PD

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan PD 3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Terpilih

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis Bab IV Tujuan dan Sasaran

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah PD Bab V Strategi dan Arah Kebijakan

5.1 Perumusan Strategi 5.2 Perumusan Kebijakan

Bab VI Rencana Program dan Kegiatan serta Pendanaan Bab VII Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan

Bab VIII Penutup

Referensi

Dokumen terkait

Artinya beban kerja yang berlebihan menyebabkan penurunan kinerja perawat Dalam menjalankan tugas utama setiap hari dengan beban kerja yang tinggi tersebut,

Dengan berdasarkan klasifikasi jenis olahraga yang telah dijelaskan pada butir IV.1.1 serta berdasarkan analisa persyaratan dan luas ruang (butir IV.1.4), dengan kolaborasi dari

Secara fisik tampak pula bahwa populasi Alor menunjukkan kesamaan dengan populasi dari Papua .1 Penelitian lain 6,7 yang men- dasarkan pada analisis komposisi percampuran

Para programmer biasanya perlu menggerakkan objek pada Delphi, Para programmer biasanya perlu menggerakkan objek pada Delphi, baik itu dengan menggunakan kursor

Dengan hasil penelitian ini dapat dilihat keakuratan diagnostik potong beku, sitologi imprint intraoperasi, dan gambaran USG pada pasien dengan diagnosa tumor ovarium untuk

TOYOTA AVANZA Veloz matic 2014 Putih Jual cepat 175Jt nego.. RS

Analisis SEM menunjukkan struktur morfologi membran yang dihasilkan lebih rapat dengan tingkat keteraturan bentuk pori yang lebih baik sehingga kerapatan (porositas) besar

Pada penelitian ini tipe penggunaan dilakukan pada hutan produksi, hutan lindung dan hutan dataran tinggi pegunungan.Pada tiga penggunaan lahan sepanjang jalur