• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS (STEM) PADA SISWA KELAS VIII UPT SMPN 3 PARIANGAN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS (STEM) PADA SISWA KELAS VIII UPT SMPN 3 PARIANGAN SKRIPSI"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS (STEM) PADA SISWA KELAS VIII

UPT SMPN 3 PARIANGAN

SKRIPSI

Ditulis Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Jurusan Tadris Biologi

OLEH AULIA PUTRI NIM. 15300600009

JURUSAN TADRIS BIOLOGI

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

BATUSANGKAR 2020

(2)
(3)
(4)
(5)

BIODATA

Nama : AULIA PUTRI

NIM : 15 300 600 009

Tempat/ Tgl Lahir : Batusangkar/ 21 Agustus 1997 Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan : Tadris Biologi

Riwayat Pendidikan : 1. TK Balerong Sari Tabek 2. SDN 05 Tabek

3. MTsN Batusangkar 4. SMA N 1 Pariangan 5. IAIN Batusangkar Nama Orang Tua :

1. Ayah : Muspar 2. Ibu : Musnima Pekerjaan Orang Tua :

1. Ayah : Tani

2. Ibu : Ibu Rumah Tangga

Alamat : Jorong Bulu kasok, Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar

Jumlah Bersaudara : Anak ke 1 dari 4 Bersaudara

Motto : Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda

No HP : 082286865498

e-mail : [email protected]

(6)

Kata Persembahan

“Bukankah kami telah melapangkan dadamu?,

dan kamipun telah menurunkan bebanmu darimu. yang memberatkan punggungmu. dan kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu. maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain), dan hanya kepada tuhanmulah engkau berharap” (Al-insyirah: 1-8)

“Sesungguhnya atas karunia-Mu semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu. (Q.S Al-Kahfi: 39)”

“ Barangsiapa menginginkan urusan dunia sukses hendaklah dengan ilmu, barangsiapa menginginkan kebaikan akhirat hendaklah dengan ilmu,

barangsiapa menginginkan keduanya hendaklah dengan ilmu”

(HR. Bukhori Muslim) Alhamdulillah wasyukurillah

Dengan segenap kekuatan yang di berikan Allah SWT, dengan segala suka dan duka yang telah dilalui, akhirnya kau izinkan HambaMu untuk menyelesaikan karya kecil ini. Kau izinkan aku untuk menatap masa depan yang jauh lebih cerah. Untuk itu . . . tunjukilah &

bimbinglah Hamba ya Allah demi masa depan yang lebih gemilang.

Sujud syukur Hamba untukMu ya rabb. . .

Kini. . . setitik terang telah hamba temui, sepenggal perjuangan telah hamba tempuh, setitik impian dari sejuta impian telah hamba raih, dengan izinmu ya Robbi. Namun . . . keberhasilan ini bukanlah sebuah akhir, tapi sebuah awal dari perjuangan hidup hamba yang

masih panjang, semoga satu titik keberhasilan ini mengiringi dan menjadi bekal dalam hidup hambaMu ini,

Ya . . . Allah

Seiring rasa syukur dengan segala kerendahan hati dan mengharapkan ridho-Mu ya Allah.

Kupersembahkan karya kecil ini untuk yang tercinta:

Dalam setiap waktu mulai fajar terbit hingga terbenam,…tanganku menadah”.. ya Allah ya Rahman ya Rahim... Terimakasih telah kau tempatkan aku diantara kedua malaikat tanpa sayap yang setiap waktu menjaga,, mendidik,,membimbing dengan baik,, ya Allah berikanlah balasan surga firdaus untuk mereka dan jauhkanlah mereka nanti dari panasnya api neraka....

Apa dan Ama (Muspar dan Musnima), motivator yang terbesar dalam hidup Yha yang tak

(7)

pernah jenuh mendoakan dan menyayangi Yha, atas semua pengorbanan dan kesabarannya mengantarkan Yha sampai sekarang ini. Takkan mampu Yha membalas rasa sayang apa,

ama.

Dalam setiap langkah Yha berusaha mewujudkan harapan-harapan yang apa dan ama impikan, meski belum semua itu Yha raih insyallah atas dukungan doa dan restu semua mimpi itu kan

terjawab silih berjalannya waktu..

Apa, ama.... izinkan Yha membuatmu tersenyum bangga. Mohon doa dan restumu selalu untuk setiap langkah yang akan Yha tempuh dan setiap cita-cita yang ingin Yha raih.

Terimakasih atas dukungan yang telah apa dan ama berikan. Tanpa kehadiranmu tidak mungkin Yha menjadi seperti sekarang.

Thank you verry much my parent...

Untuk adikku tersayang Uun (Nurul Rahmadani), Dik (Syaidiqul Khaira), dan yang paling bungsu Ija (Mizatul Khaira). Mereka yang selalu menanyakan kabar dari skripsi Yha, selalu menyemangati ketika kaki mulai lemah. Terimakasih karena selalu mewarnai hari-hari Yha.

Berkat suport yang berupa cacian dan makian, hahahha… mungkin itulah cara kalian menunjukkan rasa sayang pada Yha. Terimakasih atas suportnya sehingga Yha bisa menyelesaikan perkuliahan ini. Semoga dengan gelar yang Yha raih bisa menjadi motivasi kalian dalam mencapai cita-cita. Besar harapan Yha agar kalian jauh lebih berhasil dari Yha,

semoga kita bisa menjadi kebanggaan keluarga dan juga buat sepupuku Idan (Muhamad Wildan), terimakasih telah menjadi hiburan dan penyegar otak Yha di saat rasa bosan dan

jenuh mulai melanda dalam proses pembuatan karya kecil ini.

Untuk abak Ni tersayang, terimakasih bak yang selalu menanyakan kabar skripsi, memberi motivasi dan support untuk bisa menyelesai karya kecil ini. Teruntuk nenek, terimakasih kasih sayang, motivasi, nasehat yang telah nek curahkan selama menyelesaikan perkuliahan

ini. Untuk apak, terimakasih telah memberi nasehat.

Untuk keluarga besar yang selalu memberikan dukungan dan pengorbanan baik secara moril dan materil selama ini dan semua yang tidak bisa Yha sebutkan satu persatu. Terimakasih

yang selalu memberikan nasehat-nasehat dan motivasi. Terima kasih untuk semuanya.

Teruntuk pembimbingku Ibunda Rina Delfita, M.Si terimakasih karena atas bimbinganmu, Yha bisa sampai disini, terimakasih telah menjelma menjadi pembimbing, memberi kepercayaan besar kepada Yha dalam membantu kawan sekaligus motivator yang kuat dalam

perjalanan skripsi ini dan Ibunda Diyyan Marneli, M.Pd terimakasih atas segala bimbingan yang tiada hentinya ibuk curahkan sepenuhnya kepada Yha, Terimakasih buk.

Hidupku terlalu berat untuk mengandalkan diri sendiri tanpa melibatkan bantuan Tuhan dan orang lain. Tak ada tempat terbaik untuk berkeluh kesah selain bersama kalian sahabat-

sahabat terbaiku. Palala Squad yang memberi nasehat dan motivasi. Ipiuw (Devita sari Purpa, S.Pd) hobi makan tapi ngak gendut, boros, pamberang ka Yha, jangan pernah

(8)

berpaling, terimaksih Ipiuw..untuk suka cita dalam membuat skripsi, setelah kita lalui bersama perjuangan itu berbuah manis, akhirnya kita wisuda bareng, Iguh (Gusniwati) boboho yang lucu, imut, gehoul, jangan egois dan keras kepala, terimakasih Gu.. pengibur selama ini, tetaplah menjadi teman yang Yha kenal, tetap semangat dan berjuang. Tek Des (Destri, S.Pd) sering disebut kasa tapi sebenarnya baik dan rendah hati, jangan pernah berpaling, terimakasih Des untuk waktu selama ini, akhirnya kita wisuda bareng. Amek (Amelia, S.Pd) amak dari anak-anaknya yang selalu nyinyia, terimakasih kenyinyiran selama

ini Mek. Iki (Kiki Setiawati) si bocah lucu dan cute, terimakasih suppornya Ki. Dini (Dhinia Anjelina, S.Pd) anaknya mandiri kadang-kadang manja, terimakasih untuk semangatnya Din. Menot (Erna Yulia) ini mantan istri kang Daniel dan rajin masak untuk

rekannya, terimakasih untuk semuanya Not. Deby (Deby Agusta) teman laki-laki yang mintak diajak terus untuk pergi malala dan pengen makan gratis terus, terimaksih banyak Bik . kurang lebih 4,5 tahun telah kita lalui bersama, terima kasih atas bantuan, doa, nasehat,

hiburan, canda tawa, perhatian, semangat yang kalian berikan selama ini . Kalian banyak sekali memberikan kenangan, pelajaran, pengalaman hidup, keakraban, keramahan, canda

tawa bahkan tak sedikit perbedaan pendapat yang bermuara pada pertengkaran sesaat.

Terima kasih untuk semua kegilaannya sahabat, terimaksih karena kalian tetap sabar dan tabah menghadapi serta berada disisi Yha yang kelakuannya sangat kekanakan ini. Dan

terimakasih karena selalu saja bisa mengerti keadaan dan situasi yang Yha alami.

Yha takkan pernah melupakan kalian guys. Yha berharap kita akan selalu tetap bersama.

I love you so much guys….

Teruntuk my twin (Zahratul Maulani, S.Pd). Kebanyakan orang mengatakan kita kembaran.

Terimakasih telah menemani Yha sejauh ini. Kita sudah bersama bahkan dari TK, SD, MTsN, SMA, dan bahkan kita kuliah di jurusan dan kampus yang sama. Terimakasih telah

menjadi tempat keluh kesah Yha, yang menemani Yha pai malala, yang selalu menjadi tempat melampiaskan rasa kecewa dan mengubahnya menjadi suasana tawa yang lepas tanpa

ada beban masalah.

Teruntuk Lokal Biologi A 2015, Tikuk (Atikah, S.Pd) terimakasih Kuk..telah mendengarkan curhat Yha selama ini, Anpuya (Anita Putri Yana, S.Pd), Wik (Dewi Laila Rahmi, S.Pd), Eji (Fitry Wezy), Uni Ersa (Ersa Agusti Nelsih, S.Pd), Tek Ly (Ariny Welly,

S.Pd), Siska (Fransiska Yolanda Putri), Adik (Ikke Ramadani Nelson), Mimim (Miftahul Jannah, S.Pd), Sudin (Audina Safitri), Elvi (Elvi Hujriah), Titi (Fitri Fauziyah), Alatas (M.Alatas), Kendra (Kendra Mahata Putra), Mega (Mega Mutiarani) . Keluarga pertama di

kampus yang mengajarkan bahwa bukan hanya sekedar Kuliah, bukan hanya tempat berkarya, tapi juga tempat memupuk rasa persaudaraan.Y h a rindu di saat kita belajar dalam satu kelas serasa belajar di tengah pasar. Kita adalah keluarga yang disatukan dari cerita yang berbeda. Biologi 2015 (ASPARAGUS) Buk Santi, Tya, Tesa, Ami, Sarimin, Rika dan banyak lagi, yang tidak bisa Yha sebutkan satu persatu. Selalu kompak yaa dan terimakasih atas semangat kalian, perjuangan kita selama ini, semoga silaturahmi kita tetap

terjalin apapun keadaannya. Amin.

(9)

Kepada bidadari surga Squad, Nella (Nella Karlina, S.Tr.AK), Ulan (Wulan Mardian Sari, S.Pd), Ayu (Rahayu Saputri), Iwin (Windri Desfifah). Walaupun kita tidak berada di

daerah yang sama, tapi nasehat, support, semangat selalu diberikan. Terimakasih atas kebersamaan sejak SMA dan hari-hari yang telah kita lewati bersama.

Kepada warga kampus +62 receh, yang didalamnya anak hits kampus yang suka malala. Seka (Santi Eka Putri, S.Pd), Tesha (Tesha Ambiya Nowita), Dewi, Iguh, Tek Des, Ipiuw, Dina, Menot, Iki. Ini penghuni kampus diakhir semester, pengguna wifi sampai sore. Terima kasih

guys…atas waktu singkat dan support sehingga selesainya skripsi ini

Ucapan terimakasih juga untuk junior tenggen “Dhila, Mida, Ibet, Ditia, Icha, Chunad”

yang telah menjadi adik, teman dan saudara. Terimakasih telah menyemangati kak selama menyelesaikan karya kecil dan mungil ini. Jangan pernah putus asa dalam menghadapi tantangan

perkuliahan. Semoga silaturrahmi kita selalu terjalin yaa…

Teruntuk Umi (Yessi Husni), Oom (Zailiat) serta Chia dan dedek Najwa, terimakasih nasehat, dukungan dan support selama ini. Terimakasih telah menjadi orang tua Yha di kampus, tempat mengadu di saat masalah melanda. Dedek Najwa yang menjadi pengibur di

saat bosan. Terimakasih banyak Chia Burger……

Kepada KKN C 07, bebeb Ty (Desti Lisman, SE), bebeb Ian (Dian Kurnia Nengsih), kak Amuz (Anisa Amus, SE), kak Yul (Yulia Rahmi, SH), bang Pat (Fatriadi, SH) dan Galembung (Febri Hidayat). Telah memberiku kehidupan baru di Sawah Lua. Teruntuk

bebeb Ty, terimakasih telah menjadi teman serta sahabat berbagi cerita selama kita KKN beb. Untuk beb Dian, teman pemalas Yha kalau memasak dan teman malala selama KKN…terimakasih beb telah menjadi teman serta sahabat Yha. Terutuk kak Amuz dan kak

Yul, maafkan Yha kak yang selalu membuat kakak marah dan kesal selama KKN.

Terimakasih kak, berkat rajin dan keuletan kak dalam memasak makanan selama KKN, alhamdulillah Yha masih bisa bernafas dan berjalan seimbang sampai sekarang. Untuk bg Pat dan Galembung terimakasih sudah menjadi abang dan menjadi pelindung kami di Sawah

Lua. Untuk Keluarga baru amak, apak dan nenek terimakasih telah mau menampung dan mau menjadi tempat berkeluh kesah kami selama KKN, maaf kami selalu merepotkan.

Terimakasih untuk hari-hari yang menyenangkan selama di Sawah Lua.

Kepada sahabat PPL SMAN 2 Padang Panjang, buk Moza (Moza Fitria, S.Pd), kak Mel (Mela Ramadani), Amelia Rizki dan Dedet Arwendi, terimakasih atas pengalaman dan ilmu

yang diberikan. Memang bukan perjuangan yang mudah, tapi bersama kalian semua bisa dilalui. Hanya dengan belajar kita dapat mengetahuinya. KITA BISA!

Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk kalian semua, akhir kata Yha persembahkan skripsi ini untuk kalian semua, orang-orang yang Yha sayangi. Dan semoga skripsi ini dapat

bermanfaat dan berguna untuk kemajuan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.

Amin…

(10)

ABSTRAK

Aulia Putri, NIM. 15300600009, Judul Skripsi: “Penerapan Model Pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Pada Siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2019/2020.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah banyak siswa yang sulit memahami materi biologi, sulitnya siswa dalam mengaitkan suatu materi sebelumnya dengan materi yang baru, sulitnya siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru, siswa kurang aktif dan kreatif dalam pembelajaran, ketika guru bertanya dan meminta jawaban siswa takut mengemukakan pendapat, proses pembelajaran masih menggunakan metode konvesional, belum adanya model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan dengan menerapkan model pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah jenis true experimental dengan rancangan penelitian posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan tahun pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 2 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sampel yang terpilih adalah kelas VIII.1 sebagai adalah kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 73.19 dengan persentase ketuntasan 77.78% dan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 67.88 dengan persentase ketuntasan 61.54%. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t dari perhitungan diperoleh thitung= 1.659 sedangkan ttabel= 1.645 pada taraf nyatanya . Karena thitung> ttabel sehingga H1 diterima dan H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa "Hasil belajar siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan dengan menerapkan model pembelajaran Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional”.

Keyword: Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM), Hasil Belajar, Model Konvensional.

(11)

i

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyusun SKRIPSI ini. Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW selaku penutup segala Nabi dan Rasul yang diutus dengan sebaik-baik agama, sebagai rahmat untuk seluruh manusia, sebagai personifikasi yang utuh dari ajaran Islam dan sebagai tumpuan harapan pemberi cahaya syari’at di akhirat kelak.

Penulisan SKRIPSI ini adalah untuk melengkapi syarat-syarat dan tugas untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.

Selanjutnya, dalam penulisan SKRIPSI ini banyak bantuan, motivasi, serta bimbingan dari berbagai pihak, baik moril maupun materil yang penulis terima.

Dalam konteks ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Orang Tua penulis (Ayahanda Muspar dan Ibunda Musnima) yang selalu memberikan kasih sayang, berupa moril dan materil serta Ridho-Nya kepada penulis dalam menempuh perkuliahan ini.

2. Ibu Rina Delfita, M.Si sebagai Pembimbing I dan Ibu Diyyan Marneli, M.Pd sebagai Pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk memberikan semangat, dorongan, arahan, dan bimbingan sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini.

3. Bapak Dr. M. Haviz, M. Si sebagai Penguji I dan Ibu Maya Sari, M. Si sebagai penguji II yang telah memberikan arahan dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.

(12)

ii

4. Ibu Najmiatul Fajar, M.Pd, Ibu Gusti Elita, S.Pd dan Ibu Y.W Fatriani, S.Pd selaku validator instrumen penelitian yang telah membimbing penulis demi kelancaran dalam penelitian.

5. Bapak Dr. Adripen, M.Pd selaku penasehat akademik yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan perkuliahan.

6. Bapak Aidhya Irhash Putra, S. Si., M.P selaku Ketua Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Batusangkar.

7. Bapak Dr. Sirajul Munir, M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar.

8. Bapak Dr. H. Kasmuri, M.A selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri Batusangkar.

9. Ibu Yunia Zaida, S.Pd.,Fis selaku Kepala Sekolah SMPN 3 Pariangan dan seluruh pihak sekolah SMPN 3 Pariangan yang membantu dan mendukung terlaksananya penelitian penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

10. Seluruh teman-teman dan sahabat Biologi 2015 yang selalu memberikan semangat untuk terus berjuang menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik.

11. Seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan lagi secara satu-persatu yang telah memberikan dukungan, arahan dan semangat dalam penyelesaian skripsi ini.

Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala bantuan yang telah diberikan dengan pahala yang berlipat ganda. Semoga SKRIPSI ini dapat memberi manfaat kepada kita semua. Aamiin Allahumma Aamiin.

Batusangkar, Januari 2020 Penulis

Aulia Putri

NIM. 15300600009

(13)

iii DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI BIODATA

KATA PERSEMBAHAN ABSTRAK

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Batasan Masalah ... 6

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 6

F. Manfaat Penelitian ... 6

G. Definisi Operasional ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran IPA... 8

B. STEM ... 10

1. Pengertian STEM ... 10

2. Karakteristik STEM ... 10

3. Langkah-Langkah STEM ... 11

4. Manfaat STEM ... 13

C. Pembelajaran Konvensional ... 14

D. Hasil Belajar ... 15

E. KI,KD dan Indikator Materi Sistem Pencernaan pada Manusia ... 19

F. Penelitian Relevan ... 29

G. Kerangka Konseptual ... 31

H. Hipotesis ... 32

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 34

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 34

C. Rancangan Penelitian ... 34

D. Subjek Penelitian ... 35

E. Variabel dan Sumber Data ... 40

F. Prosedur Penelitian ... 40

(14)

iv

G. Instrumen Penelitian ... 47

H. Teknik Pengumpulan Data ... 54

I. Teknik Analisis Data ... 54

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 59

B. Pengujian Persyaratan Analisis ... 64

C. Pengujian Hipotesis ... 65

D. Pembahasan ... 66

E. Kendala yang Dihadapi ... 73

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 74

B. Saran ... 74 DAFTAR PUSTAKA

(15)

v

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Hasil Ulangan Harian (UH) Kelas VIIISMPN 3 Pariangan ... 4

Tabel 2.1 Definisi Literansi Sains ... 12

Tabel 2.2 KI, KD dan Indikator Materi Sistem Pencernaan pada Manusia . 19 Tabel 2.3 Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Saat Aktivitas ... 20

Tabel 2.4 Jenis Vitamin, Sumber dan Manfaatnya ... 23

Tabel 2.5 Uji Zat Makanan ... 24

Tabel 3.1 Rancangan Penelitian ... 35

Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas VIII SMPN 3 Pariangan ... 35

Tabel 3.3 Hasil Uji Normalitas ... 37

Tabel 3.4 Analisis Variasi ... 39

Tabel 3.5 Hasil Validasi RPP ... 41

Tabel 3.6 Langkah-langkah Pembelajaran Kelas Eksperimen ... 42

Tabel 3.7 Langkah-langkah Pembelajaran Kelas Kontrol ... 45

Tabel 3.8 Hasil Validasi Kisi-kisi dan Soal Uji Coba ... 48

Tabel 3. 9 Klasifikasi Kesukaran Soal ... 51

Tabel 3.10 Indeks Daya Pembeda ... 52

Tabel 3.11 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas... 53

Tabel 4.1Jadwal Pelaksanaan Penelitian ... 59

Tabel 4.2 Nilai Rata-rata, Variansi, Simpangan Baku, Xmax, Xmin ... 61

Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas Sampel ... 62

Tabel 4.4 Uji Normalitas Kelas Sampel ... 64

Tabel 4.5 Uji Homogenitas Kelas Sampel ... 65

Tabel 4.6 Hasil Uji Hipotesis Hasil Belajar Kelas Sampel ... 65

(16)

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ... 32 Gambar 4.1 Persentase Ketuntasan Hasil Belajar IPA... 63

(17)

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Data Nilai MID Semester IPA Kelas VIII ... 75

Lampiran 2 Uji Normalitas Kelas Populasi ... 76

Lampiran 3 Uji Homogenitas Kelas Populasai ... 81

Lampiran 4 Kesamaan Rata-rata Populasi ... 82

Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen ... 85

Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ... 97

Lampiran 7 Kisi-kisi Soal Uji Coba ... 106

Lampiran 8 Soal Tes Uji Coba ... 112

Lampiran 9 Kisi-kisi Lembar Validasi RPP ... 114

Lampiran 10 Lembar Validasi RPP Kelas Eksperimen ... 116

Lampiran 11 Hasil Analisis Validasi RPP Kelas Eksperimen ... 128

Lampiran 12 Lembar Validasi RPP Kelas Kontrol ... 132

Lampiran 13 Hasil Analisis Validasi RPP Kelas Kontrol ... 146

Lampiran 14 Lembar Validasi Soal Tes Tertulis ... 150

Lampiran 15 Hasil Analisis Validasi Soal Tes Tertulis ... 159

Lampiran 16 Proporsi Jawaban Tes Uji Coba Soal ... 161

Lampiran 17 Validasi Item Soal Uji Coba ... 163

Lampiran 18 Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Uji Coba Tes ... 165

Lampiran 19 Perhitungan Indeks Pembeda Soal Uji Coba Tes ... 173

Lampiran 20 Reliabilitas Item Soal... 190

Lampiran 21 Klasifikasi Soal ... 193

Lampiran 22 Soal Ulangan Harian ... 194

Lampiran 23 Kunci Jawaban ... 196

Lampiran 24 Hasil Ulangan Harian Sistem Pencernaan ... 198

Lampiran 25 Uji Normalitas Kelas Sampel ... 199

Lampiran 26 Uji Homogenitas Kelas Sampel ... 202

Lampiran 27 Uji Hipotesis Kelas Sampel ... 204

Lampiran 28 Tabel ... 206

Lampiran 29 Dokumentasi Penelitian ... 214

Lampiran 30 Surat Izin Penelitian... 221

Lampiran 31 Surat Kesbangpol ... 222

Lampiran 32 Surat Balasan Sekolah ... 223

(18)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Abad 21 merupakan peradaban dunia, sering disebut era globalisasi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi yang dapat memungkinkan segala informasi yang ada diseluruh dunia terpampang nyata di depan mata. Perkembangan dan kemajuan IPTEK ini merupakan ambisi manusia untuk mencapai sebuah keinginan. Menghadapi tantangan dari abad 21, kita harus cerdas dalam mengelola SDM agar menghasilkan sesuatu yang unggul dan berkualitas. Hal ini dipengaruhi oleh lembaga, khususnya lembaga pendidikan. Pendidikan adalah segala sesuatu upaya yang dilakukan secara sadar yang dirancang dan direncanakan untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup terhadap lingkungan (Sagala, 2012, p. 1). Suatu proses mengubah tingkah laku, pola pikir seseorang dari anak-anak menjadi manusia dewasa agar dapat hidup lebih mandiri dan menyesuaikan diri di lingkungan dimana pun berada. Pengaruh orang dewasa terhadap anak yang belum dewasa agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosialnya dalam bermasyarakat.

Pada hakikatnya apabila pendidikan bangsa itu semakin baik maka semakin baik juga kualitas bangsa, ini merupakan asumsi secara umum program pendidikan suatu bangsa (Sagala, 2012, p. 3). Pendidikan juga proses pematangan kualitas hidup, dengan hal ini manusia dapat memahami apa arti dan hakikat hidup, kemudian untuk apa dan bagaimana kita menjalankan hidup tersebut. Pada pendidikan memfokuskan pembentukan kepribadian seseorang yang berkualitas pada logika, hati, akhlak dan keimanan.

(19)

2

Pendidikan harus mampu menyatukan sikap, pemikiran, prilaku, hati nurani, dan keimanan menjadi satu kesatuan yang utuh.

Pendidikan merupakan sarana yang penting dalam pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas, karena kemajuan dan masa depan bangsa terletak pada kemampuan siswa dalam mengikuti kemajuan pengetahuan, sosial dan teknologi. Siswa penting dalam komponen pendidikan, setelah terjadinya suatu proses pendidikan maka siswa akan menjadi manusia yang berkualitas dan berguna bagi bangsa dan negara. Seiring berkembangnya ilmu pendidikan dan teknologi, pembelajaran di sekolah harus kreatif dan inovatif agar dapat mengikuti perkembangan.

Biologi merupakan ilmu yang membahas tentang makhluk hidup (Rustaman, 2003, p. 14). Mata pelajaran biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Ciri khas mata pelajaran biologi adalah adanya kerja ilmiah yang diperoleh melalui praktikum.

Belajar dengan mengandalkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar telah membawa siswa benar-benar bergantung pada guru. Interaksi pembelajaran terjadi searah, jawaban siswa seragam, merasa takut bilajawaban tidak sama, ide atau gagasan baru tidak berkembang, takut untuk bertanya khawatir pertanyaan tidak sesuai, belum lagi merasa sulit untuk merangkaikan kata-kata dalam menjawab dan bertanya dengan kalimat yang bagus, sering kali siswa tidak menghargai ide, pendapat temannya. Sehingga suasana kelas benar-benar tenang, tertib, sunyi, pasif, dan inovasi serta kreatifitas menjadi buntu. Dengan demikian, Proses pembelajaran biologi harus menciptakan situasi dan kondisi yang konduktif sehingga terjadi interaksi antara subjek dengan objek belajarnya yang berupa makhluk hidup dan segala aspek kehidupannya (Suparmi, 2018, p. 25).

(20)

Kondisi di atas dapat mengakibatkan ketergantungan antara peserta didik dengan guru terlalu tinggi, kreatifitas siswa rendah, daya nalar dan daya pikir pun rendah, sehingga bisa jadi kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik kurang. Dilihat melalui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA rendah, yang mana materi IPA merupakan materi yang sulit, karena karakteristik materi ini memuat fakta, konsep, prosedur dan prinsip.

Berdasarkan hasil observasi peneliti dalam kegiatan belajar mengajar dan wawancara pada tanggal 12 Juni 2019 dengan guru IPA di UPT SMPN 3 Pariangan yaitu ibu Gusti Elita S.Pd diperoleh informasi bahwasanya pada saat proses pembelajaran, siswa kurang aktif dan kreatif, minat siswa dalam belajar rendah, proses pembelajaran yang sangat konvesional yaitu guru lebih aktif daripada siswa (student center), rendahnya hasil belajar siswa atau belum mencapai KKM, siswa tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru, yang mana pertanyaan yang diberikan berupa masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Intinya bahwa pelajaran IPA sulit untuk dipahami, yang mana mengakibatkan siswa tidak tertarik dan bosan dalam belajar.

Pada proses pembelajaran IPA yang kurang optimal ini dapat disebabkan oleh materi kurang dikuasai oleh siswa, siswa tidak dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru, kebanyakan siswa susah untuk memecahkan suatu persoalan dalam materi. Sehingga hasil belajar tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh guru. Proses belajar yang sangat konvesional yaitu selalu menggunakan metode ceramah. Metode ini menyampaikan materi secara lisan, mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus untuk merancang suatu kegiatan siswa (Rustaman, 2003, p. 123). Dengan demikian hasil belajar siswa relatif rendah atau belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan yaitu 70 seperti pada tabel dibawah ini :

(21)

4

Tabel 1.1 Hasil Ulangan Harian (UH) Siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan

No Kelas KKM Jumlah siswa

Rata-rata Persentase

T TT

1 VIII1 70 27 41.85 3.70 % 96.29%

2 VIII2 70 26 41.88 3. 84% 96.15%

(Sumber : Guru Kelas VIII SMPN 3 Pariangan) Keterangan Tabel :

T : Tuntas TT : Tidak Tuntas

Berdasarkan tabel diatas, terlihat dari nilai UH siswa, hanya sedikit yang mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 70. Hal ini dapat dilihat bahwa pembelajaran IPA yang dilaksanakan disekolah belum terlaksana dengan baik dan belum mampu mengembangkan pengetahuan siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dicarikan solusi agar proses pembelajaran dapat efektif, efisien dan tercapainya proses pembelajaran yang dapat merancang siswa untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang diberikan guru pada saat pembelajaran dengan menerapkan strategi dan metode yang bervariasi. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut dengam menerapkan model pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Model pembelajaran ini siswa dapat memfokuskan proses pendidikan pada pemecahan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari (Mulyana, Abdurrahman, & Rosidin, 2018, p. 70).

Penerapan model STEM merupakan displin ilmu yang berkaitan erat satu sama lain. Sains memerlukan matematika, sedangkan teknologi dan

(22)

teknik merupakan aplikasi dari sains. Model STEM dalam pembelajaran diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa melalui integrasi pengetahuan, konsep, dan keterampilan secara sistematis (Jaka, Permanasari, & fitriani, 2016).

Penerapan STEM ini siswa dapat menemukan solusi inovatif pada masalah yang dihadapi secara nyata dan dapat menyampaikannya dengan baik. Model STEM dalam pembelajaran memberikan tantangan dan memotivasi siswa karena melatih siswa berpikir kritis, analisis dan meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi. Melalui pembelajaran STEM, siswa dapat membaca, menulis, mengamati sehingga dapat dijadikan bekal untuk hidup bermasyarakat dan memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi pendidikan dengan model STEM ialah pembelajaran yang terintegrasi antara sains, teknologi, teknik dan matematika dalam mengembangkan kreativitas siswa melalui proses pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Khairiyah, 2019, p. 11)

Penerapan model pembelajaran STEM diterapkan agar hasil belajar siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan lebih baik daripada hasil belajar yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti melakukan penelitian dengan judul “ Penerapan Model Pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) pada Siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan’’.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:

1. Banyak siswa yang tidak dapat memahami materi biologi khususnya pada pemecahan masalah.

2. Sulitnya siswa dalam mengaitkan suatu materi sebelumnya dengan materi yang baru.

(23)

6

3. Sulitnya siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru terutama pada masalah yang ditemui pada kehidupan sehari-hari.

4. Siswa kurang aktif dan kreatif dalam pembelajaran, ketika guru bertanya dan meminta jawaban siswa takut mengemukakan pendapat.

5. Proses pembelajaran masih menggunakan metode konvesional dimana proses pembelajaran masih berpusat pada guru.

6. Belum adanya model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

7. Rendahnya hasil belajar siswa ditandai dengan banyaknya siswa yang belum mencapai KKM.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini dibatasi pada hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) pada materi Sistem Pencernaan pada Manusia tahun pelajaran 2019/2020 di UPT SMPN 3 Pariangan.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas, rumuskan masalah dalam penelitian ini adalah: “ Apakah hasil belajar siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan dengan menerapkan model pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional.

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hasil belajar siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan dengan menerapkan model pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional.

(24)

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk:

1. Bagi siswa, sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai.

2. Bagi guru, sebagai bahan masukan untuk menciptakan model pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi siswa.

3. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti sebagai calon guru.

G. Definisi Operasional

Untuk menghindari kesalapahaman dalam memahami judul ini, maka peneliti mencoba menjelaskan istilah-istilah yang terdapat dalam judul ini sebagai berikut:

1. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) adalah suatu pendekatan yang terintegrasi dari konsep sains, teknologi, teknik dan matematika.

2. Hasil belajar adalah perubahan prilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Hasil belajar yang akan peneliti teliti di sini adalah hasil belajar kognitif yang dapat dilihat dari hasil tes akhir yang diberikan kepada siswa.

3. Model Konvensional adalah model pembelajaran yang berpusat pada guru mengutaamakan hasil belajar bukan proses belajar.

(25)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran IPA

Pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan bagaimana membuat seseorang belajar, bagaimana menghasilkan peristiwa belajar didalam diri seseorang tersebut (Lufri, Arlis, Yunus, & Sudirman, 2006, p. 10). Selain itu pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan baik. Pembelajaran juga merupakan suatu proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Jadi pembelajaran adalah proses dari suatu pendidikan dan belajar yaitu sumber interaksi dalam suatu proses pembelajaran.

Di dalam pembelajaran, seorang guru hendaknya mampu menciptakan suasana pembelajaran yang mampu mendorong siswa aktif belajar guna mendapatkan pengetahuan dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai tertentu dan terampil melakukan keterampilan tertentu, sehingga siswa akan dengan mudah mengikuti pembelajaran jika pembelajaran berada dalam suasana yang menyenangkan. Proses pembelajaran bukanlah suatu proses pentransferan ilmu dari guru kepada siswa, melainkan suatu proses dimana guru membantu siswa agar mereka dapat belajar. Melalui proses pembelajaran, siswa dapat belajar dan merubah sikap dan perilaku. Perubahan perilaku tersebut mencakup pengetahuan, sikap dan keterampilan, serta minat dan bakat.

Pada hakikatnya pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang berhubungan dengan alam. Biologi khususnya mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluk hidup dengan lingkungan, baik itu lingkungan yang hidup (biotik) maupun dengan yang tak hidup (abiotik).

Pembelajaran biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami alam secara sistematis, sehingga pembelajaran biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep, prinsip dll. Belajar biologi berarti upaya mengenali proses kehidupan nyata di

(26)

lingkungan (Rustaman, 2003, p. 34). Pembelajaran biologi ini fungsinya untuk menanamkan kesadaran pada siswa terhadap keindahan dan keteraturan alam sehingga siswa dapat meningkatkan keyakinan terhadap Tuhan yang maha esa sebagai warga negara yang menguasai sains. Belajar biologi sangat bermanfaat bagi manusia untuk peningkatan kualitas dan kelulusan kehidupan manusia dan lingkungannya.

Pembelajaran IPA khususnya materi biologi tidak terlepas dari metode ilmiah. Ada dua hal yang tidak terpisahkan dengan IPA khususnya Biologi, yaitu IPA sebagai produk (berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, metakognitif) dan proses (kerja ilmiah). Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPA tidak terlepas dari pengalaman/praktek secara langsung.

Menurut Rustaman (2003, p. 60) materi pelajaran terdiri dari:

1. Fakta adalah semua pengetahuan yang telah diketahui oleh manusia, tetapi belum tersusun secara sistematis. Suatu fakta dalam biologi terdapat konsep-konsep, hubungan antar konsep yang membentuk prinsip-prinsip dan ditemukan hukum-hukum dan teori yang mengatur kehidupan makhluk hidup.

2. Konsep adalah gambaran umum dari suatu ciri-ciri, karakter yang sama dari suatu objek sehingga dapat membedakannya dengan objek lainnya.

Konsep dapat berbeda dalam tujuh dimensi yaitu dimensi-dimensi atribut, struktur, keabstrakan, keinklusifan, keumuman (generalitas), ketepatan, dan kekuatan.

3. Prinsip, hukum dan teori, kedudukan prinsip lebih luas daripada konsep, Hubungan-hubungan antara konsep yang satu dengan yang lain disebut prinsip. Hukum adalah teori jenis khusus, yang menjelaskan seluruh kategori dan menjelaskan hubunganya dengan istilah paling umum.

Sedangkan teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang akan mengahadirkan suatu sistematis.

(27)

10

B. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)

1. Pengertian Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)

Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) merupakan sebuah model pembelajaran yang popular di dunia yang efektif dalam menerapkan pembelajaran tematik karena menggabungkan empat bidang pokok dalam pendidikan yaitu ilmu pengetahuan, teknologi, matematika dan teknik (Sukmana, 2017, p. 192). STEM ini memiliki empat dimensi dalam pembelajaran. Science sebagai kerangka utama.

Science dikombinasikan dengan Engineering dan Mathematics.

Engineering atau keterampilan teknik digunakan dalam merancang dan melaksanakan percobaan. Mathematics digunakan dalam menganalisis data. Technology digunakan untuk membantu dalam menganalisis data serta mengomunikasikan hasil.

Penggunaan STEM diterapkan agar siswa dapat memiliki kemampuan dan pemahaman dalam keempat aspek STEM yang saling terkait pada satu pokok bahasan (Basbooir & Supabar, 2018, p. 221).

STEM ini membantu siswa untuk menggunakan teknologi dan pengembangan proses, produk dalam kehidupan sehari-hari.

2. Karakteristik Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)

Setiap aspek STEM memiliki 4 ciri khusus untuk membantu siswa dalam menyelesaikan masalah secara komprehensif (menyeluruh) jika STEM diintegrasikan. 4 ciri khusus diantaranya:

1. Sains, pengetahuan mengenai hukum-hukum, dan konsep-konsep yang berlaku di alam.

2. Teknologi, keterampilan untuk mengatur masyarakat, organisasi, pengetahuan serta menggunakan alat buatan yang dapat memudahkan pekerjaan.

(28)

3. Teknik, pengetahuan untuk mengoperasikan maupun mendesain sebuah prosedur untuk menyelesaikan sebuah masalah.

4. Matematika, yang menghubungkan antara besaran, angka dan ruang yang dapat mengembangkan pola pikir secara logis dan dibuktikan secara empiris.

3. Langkah-langkah Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)

Pembelajaran STEM dalam pelaksanaannya yaitu (Khoiriyah, Abdurrahman, & Wahyudi, 2018, p. 56):

a) Melakukan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian mengidentifikasi persoalan yang terjadi berkaitan dengan pembelajaran (Science)

b) Mengamati teknologi sains yang berkaitan dengan pembelajaran dan menganalisis persoalannya (Technology).

c) Memecahkan masalah dengan memberikan solusi yang berkenaan dengan teknologi (Engineering).

d) Melakukan pengamatan terhadap pembelajaran dan memecahkan permasalahan yang berhubungan dengannya (Mathematic).

e) Mempresentasikan hasil diskusi, ini kreativitas masing-masing siswa.

Tabel 2.1 Definisi literansi STEM

No STEM Keterangan

1 Sains (Science) Literasi sains : kemampuan dalam mengidentifikasi informasi ilmiah, lalu mengaplikasikannya dalam dunia nyata yanng juga mempunyai peran dalam mencari solusi.

2 Teknologi (Technology)

Literasi teknologi : keterampilan dalam menggunakan berbagai teknologi, belajar mengembangkan teknologi, menganalisis teknologi dapat mempengaruhi pemikiran

(29)

12

siswa dan masyarakat.

3 Teknik (Engineering)

Literasi desain : kemampuan dalam mengembangkan teknologi dengan desain yang lebih kreatif dan inovatif melalui penggabungan berbagai bidang keilmuan.

4 Matematika (Mathematics)

Literasi matematika : kemampuan dalam menganalisis dan menyampaikan gagasa, rumusan, menyelesaikan masalah secara matematik dalam pengaplikasiaanya.

(Sumber :(Khoiriyah, Abdurrahman, & Wahyudi, 2018, p. 54)

Penerapan pembelajaran STEM pada siswa sekolah menengah pertama adalah mengeksplorasi aktivitas STEM. Adapun yang harus dilakukan adalah (Khairiyah, 2019, p. 77)

a. Aktivitas atau demostrasi, mendemostrasikan apa yang ingin dibuat atau diajarkan kepada siswa.

b. Menjelaskan topik, setelah mendemostrasikan selanjutkan guru menjelaskan dengan singkat materi yang akan dijelaskan kepada siswa.

c. Menganalisis kompetensi dasar.

d. Menentukan indikator pencapaian kompetensi.

e. Menganalisis kegiatan pembelajaran menjadi keempat ranah STEM, mengelompokkan pembelajaran menjadi Saince, Technology, Engineering, Mathematics.

f. Mempresentasikan hasil diskusi.

4. Manfaat STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Beberapa manfaat STEM dalam proses pembelajaran diantaranya:

1) Memiliki isu dan masalah dunia nyata dalam hati siswa. Dengan ini diharapkan menumbuhkan empati dan mengurangi tawuran.

2) Mengikat siswa dengan inkuiri terbimbing dan eksplorasi tertutup terbuka.

(30)

3) Secara aktif mengintegrasikan proses desain engineering.

4) Membantu siswa melihat hubungan antara sains dan matematika.

5) Mengharapkan dan memfasilitasi kolaborasi antar siswa.

6) Mengundang resiko dengan memulai lingkungan belajar yang mencari lebih dari satu solusi atas setiap masalah.

7) Memahami bahwa kegagalan bagian dari proses dan menghargainya (Sukmana, 2017, p. 194)

Pemerintah, orang tua, guru harus menyadari bahwa dunia pendidikan sangat berubah. Sains, teknologi, enjiniring dan matematika merupakan mata pelajaran yang saling berkaitan dalam kehidupan manusia. Jika dipelajari keempat bidang tersebut saling terkait sehingga bisa menjadi bekal bagi siswa agar dapat memecahkan masalah. Ketika siswa memiliki kemampuan scientifik maka siswa dapat memecahkan yang dihadapinya dalam belajar (Agustina, Kaniawati, & Suwarman, 2017, p. 36). Siswa dapat menangani dan menyelidiki suatu permasalahan.

Pendidikan STEM bertujuan agar siswa mempunyai (Jauhariyyah, Suwono, & Ibrohim, 2017, p. 433) :

a) Pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam kehidupan.

b) Memahami karakteristik STEM sebagai bentuk pengetahuan.

c) Kesadaran siswa bagaimana STEM dapat membentuk lingkungan material, intelektual, dan cultural.

d) Kemauan untuk bisa ikut serta dalam menggunakan gagasan atau ide sains, teknologi, enjinering, dan matematika.

C. Pembelajaran Konvensional

Model pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran teacher center. Model pembelajaran yang berpusat kepada guru dalam proses pembelajaran. Siswa hanya menerima informasi dari guru tanpa siswa tersebut

(31)

14

terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, akibatnya siswa takut salah menyampaikan ide dan gagasannya dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran konvensional menempatkan siswa sebagai objek bukan subjek yang berakibatkan siswa menjadi pasif. Siswa dalam pembelajaran ini bukanlah sebagai subjek melainkan berperan sebagai objek. Siswa hanya sebagai penerima informasi dari guru tanpa disuruh untuk mencari informasi sendiri.

Model pembelajaran konvensional mengutamakan hasil ketimbang proses. Proses pembelajaran lebih mengutamakan terhadap hafalan dari pada pengertian menurut nalar sendiri sehingga pemahaman siswa akan terbatas dan mudah melupakan materi.

Metode yang digunakan tidak terlepas dari metode ceramah (Ibrahim, 2017: 202). Siswa dalam pembelajaran ini sekaligus mengerjakan dua kegiatan yaitu mendengarkan dan mencatat. Siswa yang tidak suka dengan gaya belajar mendengar akan memiliki motivasi belajar yang rendah dan menimbulkan kebosanan dalam mengikuti proses pembelajaran.

Jadi model pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran yang berpusat kepada guru yang lebih mementingkan hasil dari pada proses. Siswa menjadi pasif dalam proses pembelajaran serta metode ceramah merupakan metode utama dalam penggunaan model konvensional.

Model pembelajaran konvensional ini memiliki kelebihan yaitu mempermudah dalam menemukan informasi, dapat menyampaikan informasi secara cepat, melatih pendengaran siswa serta mudah diterapkan dalam proses pembelajaran (Rochmawati, 2014, p.106). Melalui penjelasan guru dapat mempermudah siswa dalam menemukan informasi. Informasi dapat ditransfer secara cepat karena proses pembelajaran hanya berlansung searah. Siswa akan bersemangat dalam menerima informasi. Memakai metode ceramah maka akan dapat melatih pendengaran siswa pelaksanaannya tidak memerlukan waktu yang banyak.

(32)

Kekurangan dari model pembelajaran konvensional yaitu menimbulkan kesulitan terhadap siswa yang tidak memiliki gaya belajar mendengar yang baik, menimbulkan kebosanan siswa dalam proses pembelajaran, siswa tidak memahami tujuan belajar yang akan dicapai, hanya pada penyelesaian tugas yang paling ditekankan, daya serap dan daya ingat siswa rendah dan cepat menghilang (Rochmawati, 2014,p.106). Siswa hanya akan berperan secara utuh ketika menyelesaikan latihan atau tugas hanya menerima dengan cara mendengarkan tanpa mempraktekan maka akan menyebabkan mudah lupa.

D. Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan sebuah penentuan dalam menentukan tingkat keberhasilan siswa, setelah mengalami pengalaman belajar yang diukur melalui tes. Siswa dikatakan telah berhasil dalam belajar apabila telah terdapat perubahan pada dirinya, untuk mendapatkan hasil belajar yang baik diperlukan proses belajar yang efektif.

Hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku. Walaupun tidak semua perubahan tingkah laku merupakan hasil belajar, akan tetapi aktivitas belajar umumnya disertai perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku pada kebanyakan hal merupakan suatu perubahan yang dapat diamati.

Perubahan tingkah laku yang dapat diamati kebanyakan berkenaan dengan perubahan aspek aspek motorik (Aunurrahman, 2012, p. 37).

Hasil belajar ini berguna untuk melihat tingkat usaha yang dilakukan oleh siswa dalam belajar, dan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mendayagunakan kemampuannya. Mengenai hasil belajar Sudjana (2005, p.40-41) berpendapat bahwa “makin tinggi kemampuan siswa dan kualitas pengajaran, makin tinggi pula hasil belajar siswa.

Belajar dimaksudkan untuk menimbulkan perubahan perilaku yaitu perubahan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Perubahan perubahan dalam aspek itu menjadi hasil dari proses belajar. Peubahan

(33)

16

perilaku hasil belajar itu merupakan perubahan perilaku yang relevan dengan tujuan pengajaran. Oleh karena itu, hasil belajar dapat berupa perubahan dalam kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor, tergantung dari tujuan pengajarannya (Purwanto, 2009, p.43)

Di dalam proses belajar mengajar terdapat faktor-faktor yang mem- pengaruhi proses belajar siswa yang mana (dikutip dalam skripsi Fitriyana,2016 p.16-18). Yaitu adanya faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor internal

1) Ciri khas/ karakteristik siswa

Persoalan intern pembelajaran berkaitan dengan kondisi kepribadian siswa, baik fisik maupun mental. Berkaitan dengan aspek fisik-fisik tentu akan relatif lebih mudah diamati dan dipahami, dibandingkan dengan dimensi-dimensi mental atau emosional.

Sementara dalam kenyataannya, persoalan-persoalan pembelajaran lebih banyak berkaitan dengan dimensi mental dan emosional.

2) Sikap terhadap belajar

Dalam kegiatan belajar, sikap siswa dalam proses belajar, terutama sekali ketika memulai kegiatan belajar merupakan bagian penting untuk diperhatikan karena aktivitas belajar siswa selanjutnya banyak ditentukan oleh sikap siswa ketika akan memulai kegiatan belajar. Bilamana ketika akan memulai kegiatan belajar siswa memiliki sikap menerima atau ada kesediaan sikap emosional untuk belajar, maka ia akan cenderung untuk berusaha terlibat dalam kegiatan belajar dengan baik. Namun bilamana lebih dominan adalah sikap menolak sebelum belajar atau ketika akan memulai pelajaran, maka siswa kurang cenderung memperhatikan atau mengikuti kegiatan belajar.

(34)

3) Motivasi belajar

Motivasi di dalam kegiatan belajar merupakan kegiatan yang dapat menjadi tenaga pendorong bagi siswa untuk men-dayagunakan potensi-potensi yang ada pada dirinya, potensi diluar dirinya dan diluar kegiatan belajar. Jika motivasi seseorang rendah sehingga hasil belajarnya rendah(Wena, 2016, p. 13).

4) Konsentrasi belajar

Konsentrasi belajar merupakan aspek pikologis yang seringkali tidak begitu mudah untuk diketahui oleh orang lain selain diri individu yang sedang belajar.

5) Kebiasaan belajar

Kebiasaan belajar adalah perilaku belajar seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukannya. Ada beberapa bentuk perilaku yang menunjukkan kebiasaan tidak baik dalam belajar yang sering kita jumpai pada sejumlah siswa, seperti : belajar tidak teratur, daya tahan belajar rendah (belajar secara tergesa-gesa), belajar menjelang ulangan atau ujian, tidak memiliki catatan pelajaran yang lengkap.

b. Faktor eksternal 1) Faktor guru

Dalam proses pembelajaran, kehadiran guru masih menempati posisi penting, meskipun ditengah pesatnya kemajuan teknologi yang telah merambah kedalam dunia pendidikan. Dalam ruang lingkup tugasnya, guru dituntut untuk memiliki sejumlah keterampilan terkait dengan tugas-tugas yang dilaksanakan-nya. Cepatnya perkembangan dan peubahan yag terjadi saat ini terutama perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi adalah salah satu faktor yang menyebabkan semakin tingginya tuntutan keterampilan.

(35)

18

2) Lingkungan sosial

Sebagai makhluk sosial maka setiap siswa tidak mungkin melepaskan dirinya dari interaksi dengan lingkungan, terutama sekali teman-teman sebaya di sekolah. Lingkungan sosial dapat memberikan pengaruh positif dan dapat pula memberikan pengaruh negatif terhadap siswa.

3) Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana pembelajaran merupakan faktor yang turut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keadaan lingkungan sekolah dan gedung sekolah yang tertata baik, ruang pustaka yang teratur, tersedianya buku-buku pelajaran, media pembelajaran yang lengkap merupakan komponen-komponen yang penting yang mendukung mewujudkan kegiatan-kegiatan belajar siswa. Jika komponen-komponen pembelajaran seperti diatas tidak lengkap akan membuat siswa kurang termotivasi untuk mencapai hasil belajar yang baik (Aunurrahman, 2012, p.193).

Dapat disimpulkan akhir dari pembelajaran adalah hasil belajar, dalam proses belajar terjadi tahap perubahan, tahapan perubahan ini dapat berupa perubahan kognitif, perubahan afektif, dan perubahan psikomotor siswa yang mengarah kepada hasil belajar.

E. KI,KD dan Indikator Materi Sistem Pencernaan pada Manusia Tabel 2.2 KI, KD dan Indikator Materi Sistem Pencernaan Manusia

No Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi KI.3 3.1 Mendeskripsikan

sistem pencernaan manusia serta penggunaan energi makanan

3.1.1 Menyebutkan jenis-jenis bahan makanan

3.1.2 Mengidentifikasikan kandungan bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari melalui uji bahan makanan

3.1.3 Menjelaskan fungsi dari bahan makanan

(36)

3.1.4 Menyebutkan organ-organ dalam sistem pencernaan manusia

3.1.5 Menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan

3.1.6 Menjelaskan proses pencernaan dalam tubuh manusia

3.1.7 Menjelaskan gangguan pada sistem pencernaan manusia

KI.4 4.1 Melakukan penyelidikan terhadap

pencernaan mekanis dan kimiawi pada makanan

4.1.1 Melakukan penyelidikan kandungan nutrisi pada cemilan

Makanan yang dimakan harus merupakan makanan yang sehat (cukup mengandung zat gizi) dan higienis. Makanan merupakan sumber energi utama bagi makhluk hidup, tanpa makanan yang masuk ke dalam tubuh, manusia dapat mati karena tidak punya energi untuk bertahan hidup.

1. Kebutuhan energi

Sejumlah energi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas metabolisme tubuh selama sehari berbeda-beda bagi setiap orang.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi seseorang diantaranya adalah usia, jenis kelamin serta aktivitas yang dilakukan.

Tabel 2.3 Jumlah kalori yang dibutuhkan pada beberapa aktivitas

No Aktivitas Kalori yang dibutuhkan per

jam (kkal)

1 Berjalan naik tangga 1.100

2 Berlari 570

3 Berenang 500

4 Latihan berat 450

5 Berjalan-jalan 200

(37)

20

6 Beristirahat 100

Keseimbangan energi dapat terjadi ketika kalori yang masuk dalam tubuh melalui makanan sama dengan kalori yang dikeluarkan melalui metabolism tubuh dan aktivitas otot. Jika kalori yang masuk dalam tubuh melebihi kalori yang dikeluarkan, maka akan terjadi keseimbangan energi positif. Artinya jaringan tubuh akan menyimpan kelebihan nutrisi tersebut. Sebaliknya, Jika kalori yang dikeluarkan tubuh melalui aktivitas lebih besar dibandingkan kalori yang masuk, maka akan terjadi keseimbangan energi negatif. Artinya tubuh akan melakukan pembakaran simpanan nutrisi yang tersimpan dalam tubuh untuk memenuhi kalori yang dibutuhkan tubuh. Untuk menjaga berat badan tetap seimbang maka harus menjaga kalori yang masuk dalam tubuh dengan kalori yang dikeluarkan.

2. Jenis nutrisi

Nutrisi atau gizi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan untuk berlangsungnya fungsi normal pada setiap jaringan dan organ tubuh. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung enam jenis nutrisi yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.

Karbohidrat, lemak dan protein dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit.

1) Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi tubuh.

Karbohidrat berfungsi untuk sumber energi, mengatur keseimbangan asam basa dan pembentuk struktur tubuh. Terdapat tiga jenis karbohidrat yaitu gula, pati dan serat. Gula merupakan karbohidrat

(38)

sederhana, contohnya pada buah-buahan, madu dan susu. Pati dan serat merupakan karbohidrat kompleks. Pati ditemukan pada umbi- umbian seperti kentang sedangkan serat seperti selulosa, ditemukan di dinding sel tumbuhan. Contoh secara umum karbohidrat adalah Padi, jagung, ubi jalar, talas, singkong, gandum,sagu dan sorgum.

Konsumsi karbohidrat berlebihan dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes.

2) Lemak

Lemak atau lipid merupakan unit penyimpanan yang baik untuk energi. Lemak berfungsi penyedia sumber/ penghasil energi yang besar (9.3 kkal/gram), melarutkan vitamin A,D,E,K, pelindung alat tubuh viseral, penyusun membran sel, dan rasa penahan lapar.

Selama proses pencernaan, lemak dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak dan gliserol. Berdasarkan struktur kimianya, dikenal lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya ditemukan dalam biji sedangkan lemak jenuh ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak yang berlebihan dapat meningkatkan kolesterol darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

3) Protein

Protein merupakan molekul besar yang terdiri atas sejumlah asam amino. Asam amino terdiri atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang balerang. Protein berfungsi sebagai penghasil energi, zat pembangun/ mengganti sel-sel tubuh yang rusak, untuk pertumbuhan, pembuat enzim dan hormon, dan pembentuk antibodi (sistem kekebalan tubuh). Protein terdiri dari dua yaitu protein hewani dan nabati. Protein hewani berasal dari hewan, contonya daging, ikan, telur, susu, keju. Protein nabati berasal dari

(39)

22

tumbuhan, contohnya kacang kedelai, kacang hijau dan kacang- kacangan lainnya.

4) Vitamin

Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit namun harus ada, karena vitamin diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh dan mencegah beberapa peyakit. Vitamin dikelompokkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A,D,E dan K). khusus vitamin D dapat terbentuk ketika kulit terkena sinar matahari, karena di dalam tubuh ada pro vitamin D.

Tabel 2.4 Jenis vitamin, sumber dan manfaatnya

(40)

5) Mineral

Mineral merupakan nutrisi yang sedikit mengandung karbon.

Suatu jenis makanan yang kita konsumsi ternyata dapat mengandung lebih dari satu jenis zat gizi, misalnya pada susu terkandung protein, lemak serta juga mineral berupa kalsium. Mineral berfungsi dalam proses pembangun sel, membantu reaksi kimia tubuh, mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, pembentukan dan pemeliharaan tulang.

6) Air

Air penting bagi tubuh untuk menjaga kelangsungan hidup.

Sekitar 60-80% sel tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Tubuh dapat kehilangan air ketika bernapas, berkeringat, buang air besar maupun air kecil. Kehilangan air tersebut harus segera diganti dengan minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Namun, minum air bukan satu- satunya cara untuk memasok sel-sel dengan air, karena tanpa kita sadari makanan yang kita makan mengandung banyak air. Contohnya apel mengandung 80% air dan daging mengandung 66% air. Fungsi air oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas, dan bantalan, media transportasi dan media pengeluaran sisa metabolisme.

3. Uji zat makanan

Tabel 2.5 Uji zat makanan

(41)

24

4. Organ pencernaan pada manusia

Makanan diproses dalam tubuh melalui empat tahap yaitu ingesti (proses memasukkan makanan ke dalam mulut), digesti (pencernaan), absorpsi (penyerapan), dan defekasi (pengeluaran).

Pencernaan merupakan proses memecahkan makanan menjadi molekul kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Proses pencernaan makanan terbagi menjadi dua yaitu pencernaan mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis terjadi ketika makanan dikunyah, dicampur, dan diremas. Contohnya ketika makanan dikunyah dibantu oleh gigi. Pada pencernaan kimiawi terjadi reaksi kimia yang menguraikan molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil. Proses pencernaan ini biasanya dilakukan dan dibantu oleh enzim-enzim pencernaan, seperti enzim amilase pada mulut.

a. Mulut

Di dalam mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar air liurn(saliva). Air liur mengandung mukosa/ lendir yang fungsi sebagai anti bakteri. Enzim amilase/ ptialin yaitu memecah molekul amilum

(42)

menjadi molekul maltosa. Di dalam mulut terjadi pencernaan makanan secara kimiawi dan secara mekanis.

b.Kerongkongan (esofagus)

Setelah melalui rongga mulut , makanan yang berbentuk bolus akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring adalah saluran memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esofagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernapasan yang disebut epiglotis yang fungsinya untuk menutup ujung saluran pernapasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esofagus.

Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus ke dalam lambung. gerakan otot kerongkongan disebut gerakan peristaltik.

c. Lambung

Setelah dari esofagus makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi. Secara mekanis otot lambung berkontraksi mengaduk-ngaduk bolus. Secara kimiawi, bolus tercampu dengan getah lambung mengandung asam klorida (HCl), enzim pepsin, dan enzim renin. HCl berfungsi untuk menjadikan ruangan di dalam lambung bersifat asam sehingga dapat membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Enzim pepsin akan menghidrolisi (memecah) protein menjadi pepton (campuran polipeptida dan asam amino). Enzim renin akan mengendapkan protein kasein yang terdapat dalam susu.

d.Usus halus

Usus halus memiliki panjang sekitar 8.25 meter. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus 12 jari (duodenum) panjangnya 0.25 meter, usus tengah (jejenum) panjangnya 7 meter dan usus penyerapan

(43)

26

(ileum) panjangnya 1 meter. Dalam usus halus terjadi penyerapan kimiawi. Pada duodenum terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pangkreas. Getah pankreas mengandung enzim lipase, amilase, dan tripsin. Enzim lipase akan mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Amilase akan mencerna amilum menjadi maltosa. Tripsin akan mencerna protein menjadi polipeptida.

Getah empedu yang dihasilkan hati akan mengemulsikan lemak yaitu membuat lemak agar larut dalam air.

Pencernaan makanan dilanjutkan di jejenum. Pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat-zat makanan diserap. Zat-zat makanan setelah melalui jejenum menjadi bentuk yang siap diserap.

Penyerapan zat-zat makanan terjadi di ileum.

e. Hati

Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, berada pada bagian rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati berperan dalam proses detoksifikasi. Karena dalam darah terkandung beberapa zat yang berbahaya dan bersifat racun maka hati akan menetralisirkan racun tersebut sehingga tidak berbahaya bagi tubuh. Hati merupakan organ penyimpanan. Hati akan memindahkan zat besi, dan vitamin A,D,E, K dan B12 dari darah dan menyimpannya. Hati juga berperan dalam menjaga keseimbangan kadar glukosa darah.

f. Kantung empedu

Kantung empedu merupakan organ yang berada di bawah hati.

Kantung ini menyimpan getah empedu yang dihasilkan oleh hati.

Getah empedu bewarna kuning kehijauan karena mengandung bilirubin. Bilirubin merupakan pigmen yang terbentuk dari pemecahan homoglobin.

(44)

g.Pankreas

Pankreas merupakan organ yang berada di balik perut di belakang lambung. Sel-sel pada pankreas akan menghasilkan cairan pankreas, yang akan masuk ke dalam duodenum melalui saluran pankreas. Pankreas merupakan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Fungsinya mengatur proses pengubahan glukosa dalam darah menjadi glikogen yang disimpan dalam hati.

h.Usus besar

Usus besar atau kolon memiliki panjang sekitar 1 meter dan terdiri atas kolon asendens (naik), kolon transversum (mendatar), dan kolon desendens (menurun) dan berakhir pada anus. Diantara usus halus adan usus besar terdapat usus buntu (sekum). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut umbai cacing (apendiks) yang berisi massa sel darah putih. Bahan makanan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai zat-zat sisa. Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan. Di dalam usus besar terdapat banyak bakteri Escherichia coli yang membantu membusukkan sisa- sisa makanan tersebut. Sisa-sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh beserta gas-gas yang berbau disebut tinja (feses) dan dikeluarkan melalui anus.

5. Gangguan pada sistem pencernaan dan upaya untuk mencegah atau menanggulanginya

a) Obesitas

Obesitas merupakan kondisi tubuh yang memiliki kandungan lemak berlebih, sehingga dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan. Obesitas meningkatkan beberapa resiko penyakit, jantung, diabetes, dan osteoarthritis. Obesitas disebabkan oleh konsumsi

(45)

28

makanan yang berlebih, dan kurangnya aktivitas tubuh. Upaya mencegahnya dengan berolaraga, mengatur pola makan.

b) Karies gigi

Karies gigi disebut gigi berlubang. Merupakan kerusakan gigi akibat infeksi bakteri yang merusak lapisan gigi sehingga merusak struktur gigi. Penyakit gigi dan mulut disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut. Upaya pencegahannya memerhatikan kesehatan gigi, menyikat gigi 2 kali sehari, mengurangi makanan manis seperti permen dll.

c) Mag/ gastritis

Mag merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Disebabkan oleh meningkatnya asam lambung, infeksi bakteri Helicobacter pylori , strees, makan tidak teratur, mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam. Upaya pencegahannya dengan cara makan teratur, makan secukupnya, menghindari makanan yang memicu produksi asam lambung, seperti makanan pedas,asam dll.

d) Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada hati. Gejala hepatitis ringan, sakit otot, persendian, diare, sakit kepala. Gejala hepatitis akut, mengalami jaundice (menguningnya mata dan kulit), membesarnya hati, membesarnya limfa, dapat memicu fibrosis(kerusakan pada hati) dan sirosis (gagal hati). Penyakit hepatitis disebabkan oleh bakteri, jamur, protozoa, racun.

e) Diare

Diare merupakan penyakit pada saluran usus besar disebabkan oleh infeksi bakteri dan protozoa contohnya Entamoeba coli. Penderita

Referensi

Dokumen terkait

Instrumen wawancara dalam penelitian ini terbagi dilakukan pada guru dan siswa digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai tanggapan lebih detail dari siswa

Dalam sebuah penelitian dibutuhkan sebuah instrumen, instrument penelitian menurut Arikunto (2006: 219) menjelaskan bahwa: “suatu alat bantu yang digunakan untuk

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) proses pembelajaran matematika di sekolah yang berbasis STEM yang meliputi kesiapan sebelum proses pembelajaran,

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh data berdasarkan tujuan penelitian yang ingin mengetahui kemampuan siswa dalam menulis ulasan

Untuk memperoleh data yang valid, digunakan instrumen penelitian, yakni (1) pedoman observasi untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dan langkah-langkah

Buku ajar adalah buku yang disusun untuk kepentingan proses pembelajaran baik yang bersumber dari hasil-hasil penelitian atau hasil dari sebuah pemikiran tentang

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa KIT praktikum tetrmodinamika berbasis STEM layak digunakan sebagai

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam