• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu peralatan yang dibutuhkan dalam penelitian (Lufri, 2006, p.102). Instrumen penelitian ini suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh dan mengolah informasi yang diperoleh dari responden. Instrumen pada penelitian ini adalah lembaran tes berupa soal essay. Alat yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah lembaran tes. Data diperoleh dari tes yang diberikan kepada siswa.

Materi tes disesuaikan dengan materi yang dipelajari selama perlakuan dan dilakukan tes diakhir pembelajaran, bentuk tes pada penelitian ini adalah soal essay.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Tes hasil belajar dikembangkan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menyusun Tes

Tes yang diujikan harus sesuai dengan materi yang diajarkan selama penelitian. Soal tes dibuat dalam bentuk essay. Untuk mendapatkan tes yang lebih baik diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Menentukan tujuan mengadakan tes, untuk mendapatkan hasil belajar siswa.

b) Mengadakan batasan terhadap bahan pengajaran yang akan diujikan.

c) Membuat kisi-kisi soal dapat dilihat pada Lampiran 7 hal. 106

48

d) Menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi soal yang telah dibuat, dapat dilihat pada Lampiran 8 hal. 112

e) Validasi kisi-kisi dan soal uji coba. Hasil validasi kisi-kisi dan soal uji coba dapat dilihat pada Lampiran 14 dan 15 hal. 150 dan 159 Suatu tes dikatakan valid jika:

(1) Bahan yang akan diteskan sesuai dengan materi yang telah diberikan.

(2) Bahan tes sesuai dangan kurikulum yang digunakan.

(3) Bahan tes sesuai dengan pengalaman siswa.

Tabel 3.8 Hasil Validasi Kisi-Kisi dan Soal Uji Coba

Validator Saran Validator

Sebelum Sesudah

Najmiatul Fajar, M.Pd

1. Gunakan bahasa yang baku dan operasional sesuaikan dengan kisi-kisi soal sudah diperbaiki

Sebelum tes diberikan kepada siswa kelas sampel, terlebih dahulu diteskan ke kelas lain. Hal ini bertujuan agar tes dilakukan mempunyai kualitas yang baik. Soal tes diuji cobakan pada kelas IX.1 UPT SMPN 3 Pariangan. Uji coba soal ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 25 Oktober 2019.

c. Analisis Butir Soal

Setelah didapatkan kualitas soal yang baik, maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Validitas Tes

Validitas adalah tingkat ketepatan tes, suatu tes dikatakan valid jika tes tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi, yaitu cara membuat butir soal yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila dapat mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diajarkan tertera pada kurikulum (Arikunto, 2008, p.67).

Validitas butir soal perlu dicari karena jika seorang peneliti atau seorang pendidik mengetahui bahwa validitas soal tes misalnya terlalu rendah, maka selanjutnya ingin mengetahui butir–butir tes manakah yang menyebabkan soal secara keseluruhan jelek karena memiliki validitas rendah. Untuk itu perlu dicari validitas butir soal.

Perhitungan validitas item soal dapat menggunakan rumus kolerasi product moment atau dikenal juga dengan korelasi pearson.

Menghitung validitas item soal objektif dapat menggunakan rumus berikut (Sudijono, 2015,p. 275):

√ Keterangan:

Rxy = Koefisien korelasi antara variabel x dan ydua variabel yang dikorelasikan

X = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item Y = Skor yang diperoleh subjek seluruh item N = Banyaknya responden

= Jumlah skor dalam distribusi x = Jumlah skor dalam distribusi y

= Jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = Jumlah kuadrat skor dalam distribusi y

Pada rumus ini item soal dikatakan valid jika atau . Untuk mencari dilakukan perhitungan

satu-50

persatu dari jumlah item soal tes. Hasil perhitungan satu-persatu item soal dijadikan sebagai . Sedangkan merupakan ketetapan pada tabel nilai-nilai product moment yaitu 0.388. berdasarkan pengujian validitas yang dilakukan diperoleh 10 item soal yang valid dan 10 item soal yang tidak valid. Untuk lebih jelasnya, pengujian validitas item soal bias dilihat pada Lampiran 17 hal. 163

b) Indek Kesukaran Soal

Indek kesukaran (difficulty index) menunjukan soal itu mudah, sulit atau sukar. Suatu soal dikatakan baik apabila soal tersebut tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah (Arikunto, 2005, p. 207). Untuk menentukan indeks kesukaran soal uraian/essay menurut (Prawironegoro, 1985, p.14-15) digunakan rumus berikut ini:

Keterangan:

= indeks kesukaran soal

= Jumlah skor dari kelompok tinggi = Jumlah skor dari kelompok rendah = Skor setiap soal jika benar

= 27% N

N = banyak peserta tes

Klasifikasi indeks kesukaran soal essay sebagai berikut:

Tabel 3.9 Klasifikasi Kesukaran Soal

Indeks Kesukaran Kriteria Klasifikasi

Sukar Dibuang

Sedang Dipakai

Mudah Dibuang

Sumber: (Prawironegoro, 1985, p 14-15)

Berdasarkan hasil perhitungan indeks kesukaran soal yang telah dilakukan, diperoleh 14 item soal kriteria sedang, 3 item soal kriteria

mudah dan 3 item soal kriteria sukar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 18 hal. 165

c) Daya Pembeda Soal

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal itu untuk menbedakan siswa yang termasuk kelompok pandai dengan siswa kelompok kurang pandai. Teknik yang digunakan untuk menghitung daya pembeda soal adalah dengan membagi peserta didik menjadi dua kelompok, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah. Langkah-langkah untuk menghitung daya pembeda soal adalah (Prawironegoro, 1985, p.11-13):

1. Mengurutkan skor tertinggi paling atas sampai skor terendah, lalu dibagi menjadi dua (batas atas dan batas bawah).

2. Menuliskan atau memberikan kode terhadap pengelompokan testee atas dua kategori, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah. Jika jumlah peserta didik kurang dari 100 orang testee dibagi dua saja, tetapi jika lebih dari 100 dapat ditetapkan 27%.

3. Dalam menentukan daya pembeda soal yang berarti signifikan atau tidak, terlebih dahulu dicari “degrees of Freedom” (df) dengan rumus:

Df= (nt-1) + (nr-1) nt= nr = 27% × N = n

4. Masukkan ke dalam rumus daya pembeda:

√∑ ∑ Keterangan:

= Indeks pembeda soal

52

= Rata-rata skor kelompok tinggi = Rata-rata skor kelompok rendah

= Jumlah kuadrat deviasi skor kelompok tinggi ∑ = Jumlah kuadrat deviasi skor kelompok tinggi = 27% N

N = banyak peserta tes

Tabel 3.10 Indeks Daya Pembeda

No Daya Beda Interpretasi

1 0.00 – 0.20 Jelek (Poor)

2 0.21 – 0.40 Sedang (Satisfactory) 3 0.41 – 0.70 Baik (Good)

4 0.71 – 1,00 Baik sekali (Excellent)

5 Negatif Jelek sekali

Sumber: (Arikunto, 2005, p.218)

Berdasarkan perhitungan daya beda soal dapat diklasifikasikan dari 20 item soal terdapat 5 item soal yang kategori baik sekali, 4 item soal yang kategori baik, 1 item soal yang kategori sedang, 6 item soal yang kategori jelek dan 4 item soal yang kategori jelek sekali. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 19 hal. 173

d) Reliabilitas Tes

Reliabel artinya dipercaya, suatu tes dapat dikatakan reliable apabila tes tersebut memberikan hasil yang tetap dilakukan tes berulang-ulang kali. Untuk menentukan reliabilitas soal digunakan rumus. Faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas adalah banyaknya jumlah soal, taraf kesukaran soal dan obyektifitas. Untuk menentukan reliabilitas tes essay dapat digunakan rumus Cronbach- Alpha yaitu sebagai berikut:

(

) [ ∑ ] Keterangan:

= Nilai reliabilitas

= Jumlah varians skor tiap-tiap item

= Varians total = Jumlah item

Klasifikasi koefisien reliabilitas yang digunakan dalam soal tes siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.11 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas Nilai

Kriteria Klasifikasi Tinggi sekali Reliabel Tinggi Reliabel

Cukup Reliabel

Rendah Tidak Reliabel Sangat rendah Tidak Reliabel Sumber:(Arikunto, 2005, p.75)

Suatu item soal dikatakan reliabel jika berada pada kategori cukup dengan rentangan atau kategori tinggi sekali dengan rentangan . Untuk diperoleh dari hasil perhitungan jumlah soal tes menggunakan rumus Cronbach- Alpha. Dari hasil perhitungan diperoleh r11 = 0.78, maka perhitungan reliabilitas dikatakan reliabel karena berada pada kategori tinggi dengan rentangan 0.600≤ r11 ≤ 0.800. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 20 hal. 190

e) Klasifikasi soal

Setelah dilakukan perhitungan perhitungan indeks kesukaran soal (Ik), daya pembeda soal (Ip) dan reliabilitas tes maka ditentukan soal yang akan digunakan untuk tes akhir. Setelah soal atau item setelah dianalisis, perlu diklasifikasikan menjadi soal yang tetap dipakai atau dibuang. Klasifikasi soal per item adalah (Prawironegoro, 1985, p.16):

1) Item tetap dipakai jika Ip signifikan dan 0% < Ik< 100%

54

2) Item diperbaiki jika Ip signifikan dan Ik= 0% atau Ik = 100%

Ip tidak signifikan dan 0%< Ik<100%

3) Item diganti jika Ip tidak signifikan dan Ik= 0% atau Ik=100%.

Dari hasil perhitungan indeks kesukaran soal ( ) dan daya pembeda soal ( ) peneliti melakukan klasifikasi soal untuk mengetahui soal yang akan dipakai pada kelas sampel. Klasifikasi item soal dipakai jika daya pembeda soal mempunyai klasifikasi dan indeks kesukaran soal berada pada klasifikasi mudah atau sedang. Maka dapat diketahui bahwa terdapat 10 dari 20 item soal yang bisa dipakai pada tes akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada penelitian ini peneliti hanya memakai 10 item soal yaitu soal nomor 1,2,3,5,8,9,11,13,17dan 18. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 21 hal. 193

Dokumen terkait