• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

H. Hipotesis

Bertolak dari masalah dan kerangka berfikir maka hipotesis penelitian ini adalah:

H0: Hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran STEM tidak lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional

Hasil belajar Hasil belajar

hhhHasil belajar

Dibandingkan Pembelajaran IPA

Guru

Siswa

Kelas eksperimen Kelas kontrol

Model pembelajaran STEM Model pembelajaran

konvensional

Hasil belajar hhhHasil belajar

Hasil belajar

Dibandingkan

H1: Hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran STEM lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian true experimental. Menurut Sugiyono (2013, p.75) penelitian true experimental merupakan eksperimen yang betul-betul karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi.

Penelitian ini dapat dilakukan dengan cara melakukan perlakuan pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran STEM dan pemberian perlakuan biasa (konvensional) pada kelas kontrol.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di UPT SMPN 3 Pariangan, kec. Pariangan, Kab. Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Waktu penelitian adalah semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.

C. Rancangan Penelitian

Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah posttest only control design, dalam design ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R) yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sugiyono, 2013: 76). Perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen adalah penerapan model pembelajaran STEM sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan model konvensional. Rancangan penelitiannya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1 Rancangan Penelitian

Kelas Sampel Perlakuan Posttest

Kelas eksperimen X T

Kelas kontrol O T

Sumber : (Sugiyono, 2013, p.112) Keterangan tabel :

X : Model pembelajaran STEM T :Tes hasil belajar

O : Pembelajaran dengan metode konvensional D. Subjek Penelitian

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek yang menjadi sasaran penelitian.

Populasi bukan hanya orang saja tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lainnya. Populasi juga tidak hanya sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajrai melainkan meliputi seluruh karakteristik atau sifat-sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek (Sugiyono, 2013, p.80).

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan yang terdiri dari 2 kelas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan

Kelas Jumlah siswa

VIII1 27

VIII2 26

Sumber: Guru IPA UPT SMPN 3 Pariangan

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti secara mendalam. Pada penelitian ini, seluruh populasi langsung dijadikan sampel penelitian, dimana teknik pengambilan sampelnya dengan cara total sampling. Teknik total sampling atau sampling jenuh yaitu teknik

36

pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi.

Pengambilan sampel dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Mengumpulkan nilai MID semester siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 1 hal. 75 b. Melakukan uji normalitas menggunakan uji Lilifors terhadap Nilai MID

semester siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah populasi tersebut berdistribusi normal atau tidak.

Langkah-langkah dalam menentukan uji normalitas ini yaitu:

1) Menyusun skor hasil belajar siswa dalam suatu tabel skor, disusun dari yang terkecil sampai yang terbesar.

2) Pengamatan x1, x2, x3 ...xn, kemudian dijadikan bilangan baku

1,

z z ...2 zn, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

s

6) Ambil harga mutlak yang terbesar dan harga mutlak selisih diberi simbol L0,

L0 = Maks F(zi) –S(zi).

7) Kemudian bandingkan L0 dengan Ltabel dengan taraf α = 0.05. Kriteria pengujiannya :

(a) Jika L0< Ltabel berarti data populasi berdistribusi normal.

(b) Jika L0> Ltabel berarti data populasi berdistribusi tidak normal.

(Sudjana, 2005, p.466)

Hasil uji normalitas kelas populasi di kelas VIII dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.3 Hasil Uji Normalitas Populasi kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan

No Kelas L0 Ltabel Hasil Keterangan 1 VIII.1 0.109 0.161 L0 < L tabel Berdistribusi Normal 2 VIII.2 0.132 0.161 L0 < L tabel Berdistribusi Normal Keterangan :

L0 : Uji Lilifors yang dihitung L tabel : Uji Lilifors ketetapan dari tabel

Populasi yang diuji normalitasnya yaitu kelas VIII.1 dan VIII.2 kelas tersebut sama-sama mempelajari materi yang sama. Dari kedua kelas pada tabel diatas memiliki populasi yang berdistribusi normal, untuk lebih jelasnya proses uji normalitas dapat dilihat pada Lampiran 2 hal. 76 c. Melakukan uji homogenitas variansi dilakukan dengan cara uji f. Uji ini

bertujuan untuk melihat apakah populasi mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Langkah-langkah sebagai berikut:

1) Dihitung simpangan baku masing-masing kelompok nilai dengan rumus:

dan

38

2) Ditentukan fhitung dengan rumus:

dimana S = varian dari kelompok dengan varian terbesar 3) Ditentukan kriteria pengujian:

Dengan hipotesis:

H0 : data memiliki variansi homogen H1: data tidak memiliki variansi homogen Kriteria pengujian:

a) Jika fhitung<ftabel Maka H0 diterima, yang berarti variansi kedua populasi homogen.

b) Jika fhitung >ftabel Maka H0 ditolak, yang berarti variansi kedua populasi tidak homogen.

Berdasarkan uji homogenitas variansi yang telah dilakukan dengan menggunakan uji f, H0 diterima karena fhitung < ftabel yaitu 1.05

<0.53 dengan demikian dapat disimpulkan populasi memiliki variansi yang homogen. Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah variansi skor yang diukur pada kesemua sampel memiliki variansi yang sama atau tidak, untuk lebih jelasnya proses analisis uji f dapat dilihat pada Lampirn 3 hal. 81

d. Melakukan analisis kesamaan rata rata populasi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah populasi mempunyai kesamaan rata rata atau tidak. Uji ini mengunakan teknik ANOVA satu arah (One Way ANOVA).

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Tuliskan hipotesis statistik yang diajukan 2. Tentukan taraf nyatanya (α)

3. Tentukan wilayah kritiknya dengan menggunakan rumus f >fα[k-1, k(n-1)]

4. Perhitungannya dengan menggunakan rumus :

a) Jumlah kuadrat total (JKT) = ∑ ∑

b) Jumlah kuadrat untuk nilai tengah kolom (JKK) =

c) Jumlah kuadrat galat (JKG) = JKT- JKK

5. Disusun hasil perhitungan langkah di atas kedalam Tabel analisis variansi, seperti pada tabel berikut :

Tabel 3.4 Analisis Variansi Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, kesimpulan yang diperoleh adalah H0 dengan kriteria pengujian fhitung<ftabel =

< 4.00 dan dapat disimpulkan bahwa kedua rata-rata kelas pada populasi tersebut sama. Untuk melihat lebih jelasnya, dapat dilihat pada Lampiran 4 hal. 82

e. Jika populasi yang diperoleh telah berdistribusi normal, mempunyai variansi yang homogen dan memiliki kesamaan rata-rata sama, maka diambil sampel dua kelas secara random dengan teknik lotting yaitu menggunakan kertas. Kelas yang terambil kedua ditetapkan sebagai kelas

40

kontrol. Dari langkah-langkah dan hasil lotting yang dilakukan maka kelas yang menjadi kelas eksperimen dalam penelitian ini adalah kelas VIII.1 dan kelas VIII.2 menjadi kelas kontrol.

E. Variabel Dan Sumber Data 1. Variabel

Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari :

a. Variabel bebas adalah perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen yaitu model pembelajaran STEM dan kelompok kontrol yaitu pembelajaran konvensional.

b. Variabel terikat adalah hasil belajar pada model pembelajaran STEM dan hasil belajar pada pembelajaran konvensional.

2. Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder yaitu :

a. Data primer yaitu data yang langsung diambil dari sampel yang diteliti.

b. Data sekunder adalah nilai hasil ujian UH kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan.

3. Sumber Data

a. Seluruh siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan yang terpilih sebagai sampel untuk memperoleh data primer.

b. Guru IPA VIII UPT SMPN 3 Pariangan memperoleh data siswa kelas VIII.

F. Prosedur penelitian

Secara umum prosedur penelitian dapat dibagi atas tiga bagian, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian.

1) Tahap persiapan

a. Melakukan observasi sekolah tempat penelitian diadakan, yaitu UPT SMPN 3 Pariangan.

b.Konsultasi dengan guru bidang studi yang bersangkutan (guru bidang studi IPA).

c. Identifikasi terhadap permasalahan yang terjadi.

d.Membuat rancangan penelitian berupa proposal penelitian.

e. Menentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.

f. Menentukan jadwal pelaksanaan penelitian.

g.Menentukan materi yang akan diajarkan.

h.Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 5 dan 6 hal. 85 dan 97

i. Merancang kisi-kisi soal tes uji coba pada Lampiran 7 hal. 106 Mempersiapkan instrumen yang akan digunakan yaitu soal uji coba tes hasil belajar, dapat dilihat pada Lampiran 8 hal. 112

j. Memvalidasi RPP, kisi-kisi dan soal uji coba. Hasil validasi dapat dilihat pada pada Lampiran 9, 10, 11, 12, 13, 14 dan 15 hal. 114, 116, 128, 132, 146, 150, dan 159

Tabel 3.5. Hasil Validasi RPP

Validator Saran Validator fakta, konsep, prinsip, prosedur

pembelajaran sudah di perjelas agar tidak tumpang

Gusti Elita,S.Pd 1. Setiap pertemuan pada RPP di tuliskan KI dan KD

1. Setiap pertemuan pada RPP di tuliskan KI dan KD sudah diperbaiki

42

2. Pada penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan data harus sesuai dengan jumlah siswa

2. Jumlah siswa pada penelitian pengetahuan, sikap dan keterampilan sudah diperbaiki

YW Fatriani, S.Pd - -

k.Melakukan tes uji coba kepada kelas lain (selain kelas kontrol dan eksperimen) yaitu di kelas IX.1 UPT SMPN 3 Pariangan.

l. Menganalisis soal yang telah di uji cobakan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran soal pada kelas lain (selain kelas eksperimen dan kelas kontrol). Soal yang tidak sesuai dengan kriteria akan dibuang, sedangkan soal yang sesuai dengan kriteria akan dipakai untuk diuji pada kelas sampel. Untuk lebih jelasnya proses analisis tersebut dapat dilihat pada Lampiran 16,17,18,19, 20 dan 21 hal. 161, 163, 165, 173, 190, dan 193

m. Mempersiapkan soal tes akhir serta kunci jawabannya untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 22 dan 23 hal. 194 dan 196

2) Tahap pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan perlakuan yang berbeda.

kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran STEM sedangkan kelas kontrol diterapkan model ceramah (konvensional).

Langkah-langkah model pembelajaran STEM adalah sebagai berikut: Tabel 3.6 Langkah-langkah pembelajaran kelas eksperimen

Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu

Guru Siswa

Pendahuluan 15 menit

1. Guru mengucapkan salam 2. Guru meminta siswa untuk

berdo’a sebelum memulai kegiatan pembelajaran

3. Guru membuka

pembelajaran sekaligus mengambil absen

4. Guru memberi intruksi untuk menyiapkan fisik dan psikis untuk dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran dan menjelaskan mengenai

5. Siswa mendengarkan guru.

6. Siswa mendengarkan apresiasi dan menjawab apa yang ditanyakan

Kegiatan Inti 50 menit

1. Guru mendemonstrasikan materi pembelajaran dengan menggunakan power point. Kemudian guru meminta siswa untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari(Tahap 1)

2. Dari materi yang disajikan

1. Siswa menyimak dan mengamati demonstrasi materi pelajaran yang dilakukan oleh guru.

44

tadi, guru memberikan kesempatan kepada siswa

untuk bertanya

3. Guru menjelaskan secara singkat materi / topik yang dipelajari (Tahap 2) 4. Agar siswa lebih paham,

guru menyampaikan kompetensi dan indikator yang harus dicapai siswa

Setiap kelompok akan

diberikan tugas

berdasarkan ranah STEM (Tahap 5)

7. Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempre-sentasikan hasil diskusi di depan kelas dengan kreatifitas masing-masing.

(Tahap 6)

8. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat/alternatif

jawaban apabila

mempunyai jawaban yang berbeda.

3. Siswa mendengarkan guru menjelaskan materi yang akan didiskusikan.

Siswa melakukan diskusi pada masing-masing kelompok

7. Siswa mempresentasikan hasil diskusi mencatat pengelompokan

reward yang diberikan oleh guru

Penutup 15 menit 1. Guru bersama siswa

menyimpulkan materi yang telah didiskusikan bersama.

2. Siswa mencatat tugas yang diberikan guru 3. Siswa menjawab salam Tabel 3.7 Langkah-langkah pembelajaran kelas kontrol

Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu

Guru Siswa

Pendahuluan 15 Menit

1. Guru mengucapkan salam 2. Guru memberikan

intruksi untuk berdo’a 3. Guru mengambil absen

4. Guru memberi intruksi untuk menyiapkan fisik dan psikis untuk motivasi peserta didik untuk belajar.

7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

1. Siswa menjawab salam.

2. Siswa berdo’a.

3. Siswa mengacungkan tangan atau bersuara menjawab absen guru 4. Siswa menyiapkan

fisik dan psikis untuk mengawali kegiatan pembelajaran.

5. Siswa mendengarkan guru

6. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru

7. Siswa mendengarkan guru menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan inti 50 Menit

46

1. Guru menjelasakan materi

pelajaran dengan

menggunakan powerpoint 2. Guru memberikan

kesempatan kepada siswa untuk berpikir dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan yang masih belum dipahami

mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas

1. Siswa mendengarkan

guru sedang

4. Siswa mendengarkan

dan mencatat

pembagian sub materi pembelajaran yang

1. Guru menyimpulkan secara bersama-sama dengan siswa tentang point penting dalam pembelajaran yang telah dilakukan.

2. Guru mengingatkan siswa

untuk mengulangi

pelajaran di rumah

3. Guru mengakhiri pertemuan dengan salam dan doa.

3) Tahap penyelesaian

a. Memberikan tes pada kedua kelas sampel yang digunakan sebagai data penelitian yaitu berupa soal essay.

b. Mengolah data dari kedua kelas sampel, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol.

c. Menganalisis data yang telah diolah dari kedua kelas sampel.

d. Menarik kesimpulan dari hasil analisis yang digunakan.

G. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu peralatan yang dibutuhkan dalam penelitian (Lufri, 2006, p.102). Instrumen penelitian ini suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh dan mengolah informasi yang diperoleh dari responden. Instrumen pada penelitian ini adalah lembaran tes berupa soal essay. Alat yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah lembaran tes. Data diperoleh dari tes yang diberikan kepada siswa.

Materi tes disesuaikan dengan materi yang dipelajari selama perlakuan dan dilakukan tes diakhir pembelajaran, bentuk tes pada penelitian ini adalah soal essay.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Tes hasil belajar dikembangkan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menyusun Tes

Tes yang diujikan harus sesuai dengan materi yang diajarkan selama penelitian. Soal tes dibuat dalam bentuk essay. Untuk mendapatkan tes yang lebih baik diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Menentukan tujuan mengadakan tes, untuk mendapatkan hasil belajar siswa.

b) Mengadakan batasan terhadap bahan pengajaran yang akan diujikan.

c) Membuat kisi-kisi soal dapat dilihat pada Lampiran 7 hal. 106

48

d) Menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi soal yang telah dibuat, dapat dilihat pada Lampiran 8 hal. 112

e) Validasi kisi-kisi dan soal uji coba. Hasil validasi kisi-kisi dan soal uji coba dapat dilihat pada Lampiran 14 dan 15 hal. 150 dan 159 Suatu tes dikatakan valid jika:

(1) Bahan yang akan diteskan sesuai dengan materi yang telah diberikan.

(2) Bahan tes sesuai dangan kurikulum yang digunakan.

(3) Bahan tes sesuai dengan pengalaman siswa.

Tabel 3.8 Hasil Validasi Kisi-Kisi dan Soal Uji Coba

Validator Saran Validator

Sebelum Sesudah

Najmiatul Fajar, M.Pd

1. Gunakan bahasa yang baku dan operasional sesuaikan dengan kisi-kisi soal sudah diperbaiki

Sebelum tes diberikan kepada siswa kelas sampel, terlebih dahulu diteskan ke kelas lain. Hal ini bertujuan agar tes dilakukan mempunyai kualitas yang baik. Soal tes diuji cobakan pada kelas IX.1 UPT SMPN 3 Pariangan. Uji coba soal ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 25 Oktober 2019.

c. Analisis Butir Soal

Setelah didapatkan kualitas soal yang baik, maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Validitas Tes

Validitas adalah tingkat ketepatan tes, suatu tes dikatakan valid jika tes tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi, yaitu cara membuat butir soal yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila dapat mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diajarkan tertera pada kurikulum (Arikunto, 2008, p.67).

Validitas butir soal perlu dicari karena jika seorang peneliti atau seorang pendidik mengetahui bahwa validitas soal tes misalnya terlalu rendah, maka selanjutnya ingin mengetahui butir–butir tes manakah yang menyebabkan soal secara keseluruhan jelek karena memiliki validitas rendah. Untuk itu perlu dicari validitas butir soal.

Perhitungan validitas item soal dapat menggunakan rumus kolerasi product moment atau dikenal juga dengan korelasi pearson.

Menghitung validitas item soal objektif dapat menggunakan rumus berikut (Sudijono, 2015,p. 275):

√ Keterangan:

Rxy = Koefisien korelasi antara variabel x dan ydua variabel yang dikorelasikan

X = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item Y = Skor yang diperoleh subjek seluruh item N = Banyaknya responden

= Jumlah skor dalam distribusi x = Jumlah skor dalam distribusi y

= Jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = Jumlah kuadrat skor dalam distribusi y

Pada rumus ini item soal dikatakan valid jika atau . Untuk mencari dilakukan perhitungan

satu-50

persatu dari jumlah item soal tes. Hasil perhitungan satu-persatu item soal dijadikan sebagai . Sedangkan merupakan ketetapan pada tabel nilai-nilai product moment yaitu 0.388. berdasarkan pengujian validitas yang dilakukan diperoleh 10 item soal yang valid dan 10 item soal yang tidak valid. Untuk lebih jelasnya, pengujian validitas item soal bias dilihat pada Lampiran 17 hal. 163

b) Indek Kesukaran Soal

Indek kesukaran (difficulty index) menunjukan soal itu mudah, sulit atau sukar. Suatu soal dikatakan baik apabila soal tersebut tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah (Arikunto, 2005, p. 207). Untuk menentukan indeks kesukaran soal uraian/essay menurut (Prawironegoro, 1985, p.14-15) digunakan rumus berikut ini:

Keterangan:

= indeks kesukaran soal

= Jumlah skor dari kelompok tinggi = Jumlah skor dari kelompok rendah = Skor setiap soal jika benar

= 27% N

N = banyak peserta tes

Klasifikasi indeks kesukaran soal essay sebagai berikut:

Tabel 3.9 Klasifikasi Kesukaran Soal

Indeks Kesukaran Kriteria Klasifikasi

Sukar Dibuang

Sedang Dipakai

Mudah Dibuang

Sumber: (Prawironegoro, 1985, p 14-15)

Berdasarkan hasil perhitungan indeks kesukaran soal yang telah dilakukan, diperoleh 14 item soal kriteria sedang, 3 item soal kriteria

mudah dan 3 item soal kriteria sukar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 18 hal. 165

c) Daya Pembeda Soal

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal itu untuk menbedakan siswa yang termasuk kelompok pandai dengan siswa kelompok kurang pandai. Teknik yang digunakan untuk menghitung daya pembeda soal adalah dengan membagi peserta didik menjadi dua kelompok, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah. Langkah-langkah untuk menghitung daya pembeda soal adalah (Prawironegoro, 1985, p.11-13):

1. Mengurutkan skor tertinggi paling atas sampai skor terendah, lalu dibagi menjadi dua (batas atas dan batas bawah).

2. Menuliskan atau memberikan kode terhadap pengelompokan testee atas dua kategori, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah. Jika jumlah peserta didik kurang dari 100 orang testee dibagi dua saja, tetapi jika lebih dari 100 dapat ditetapkan 27%.

3. Dalam menentukan daya pembeda soal yang berarti signifikan atau tidak, terlebih dahulu dicari “degrees of Freedom” (df) dengan rumus:

Df= (nt-1) + (nr-1) nt= nr = 27% × N = n

4. Masukkan ke dalam rumus daya pembeda:

√∑ ∑ Keterangan:

= Indeks pembeda soal

52

= Rata-rata skor kelompok tinggi = Rata-rata skor kelompok rendah

= Jumlah kuadrat deviasi skor kelompok tinggi ∑ = Jumlah kuadrat deviasi skor kelompok tinggi = 27% N

N = banyak peserta tes

Tabel 3.10 Indeks Daya Pembeda

No Daya Beda Interpretasi

1 0.00 – 0.20 Jelek (Poor)

2 0.21 – 0.40 Sedang (Satisfactory) 3 0.41 – 0.70 Baik (Good)

4 0.71 – 1,00 Baik sekali (Excellent)

5 Negatif Jelek sekali

Sumber: (Arikunto, 2005, p.218)

Berdasarkan perhitungan daya beda soal dapat diklasifikasikan dari 20 item soal terdapat 5 item soal yang kategori baik sekali, 4 item soal yang kategori baik, 1 item soal yang kategori sedang, 6 item soal yang kategori jelek dan 4 item soal yang kategori jelek sekali. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 19 hal. 173

d) Reliabilitas Tes

Reliabel artinya dipercaya, suatu tes dapat dikatakan reliable apabila tes tersebut memberikan hasil yang tetap dilakukan tes berulang-ulang kali. Untuk menentukan reliabilitas soal digunakan rumus. Faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas adalah banyaknya jumlah soal, taraf kesukaran soal dan obyektifitas. Untuk menentukan reliabilitas tes essay dapat digunakan rumus Cronbach- Alpha yaitu sebagai berikut:

(

) [ ∑ ] Keterangan:

= Nilai reliabilitas

= Jumlah varians skor tiap-tiap item

= Varians total = Jumlah item

Klasifikasi koefisien reliabilitas yang digunakan dalam soal tes siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.11 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas Nilai

Kriteria Klasifikasi Tinggi sekali Reliabel Tinggi Reliabel

Cukup Reliabel

Rendah Tidak Reliabel Sangat rendah Tidak Reliabel Sumber:(Arikunto, 2005, p.75)

Suatu item soal dikatakan reliabel jika berada pada kategori cukup dengan rentangan atau kategori tinggi sekali dengan rentangan . Untuk diperoleh dari hasil perhitungan jumlah soal tes menggunakan rumus Cronbach- Alpha. Dari hasil perhitungan diperoleh r11 = 0.78, maka perhitungan reliabilitas dikatakan reliabel karena berada pada kategori tinggi dengan rentangan 0.600≤ r11 ≤ 0.800. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 20 hal. 190

e) Klasifikasi soal

Setelah dilakukan perhitungan perhitungan indeks kesukaran soal (Ik), daya pembeda soal (Ip) dan reliabilitas tes maka ditentukan soal yang akan digunakan untuk tes akhir. Setelah soal atau item setelah dianalisis, perlu diklasifikasikan menjadi soal yang tetap dipakai atau dibuang. Klasifikasi soal per item adalah (Prawironegoro, 1985, p.16):

1) Item tetap dipakai jika Ip signifikan dan 0% < Ik< 100%

54

2) Item diperbaiki jika Ip signifikan dan Ik= 0% atau Ik = 100%

Ip tidak signifikan dan 0%< Ik<100%

3) Item diganti jika Ip tidak signifikan dan Ik= 0% atau Ik=100%.

Dari hasil perhitungan indeks kesukaran soal ( ) dan daya pembeda soal ( ) peneliti melakukan klasifikasi soal untuk mengetahui soal yang akan dipakai pada kelas sampel. Klasifikasi item soal dipakai jika daya pembeda soal mempunyai klasifikasi dan indeks kesukaran soal berada pada klasifikasi mudah atau sedang. Maka dapat diketahui bahwa terdapat 10 dari 20 item soal yang bisa dipakai pada tes akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada penelitian ini

Dari hasil perhitungan indeks kesukaran soal ( ) dan daya pembeda soal ( ) peneliti melakukan klasifikasi soal untuk mengetahui soal yang akan dipakai pada kelas sampel. Klasifikasi item soal dipakai jika daya pembeda soal mempunyai klasifikasi dan indeks kesukaran soal berada pada klasifikasi mudah atau sedang. Maka dapat diketahui bahwa terdapat 10 dari 20 item soal yang bisa dipakai pada tes akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada penelitian ini

Dokumen terkait