• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. Definisi Operasional

Untuk menghindari kesalapahaman dalam memahami judul ini, maka peneliti mencoba menjelaskan istilah-istilah yang terdapat dalam judul ini sebagai berikut:

1. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) adalah suatu pendekatan yang terintegrasi dari konsep sains, teknologi, teknik dan matematika.

2. Hasil belajar adalah perubahan prilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Hasil belajar yang akan peneliti teliti di sini adalah hasil belajar kognitif yang dapat dilihat dari hasil tes akhir yang diberikan kepada siswa.

3. Model Konvensional adalah model pembelajaran yang berpusat pada guru mengutaamakan hasil belajar bukan proses belajar.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran IPA

Pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan bagaimana membuat seseorang belajar, bagaimana menghasilkan peristiwa belajar didalam diri seseorang tersebut (Lufri, Arlis, Yunus, & Sudirman, 2006, p. 10). Selain itu pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan baik. Pembelajaran juga merupakan suatu proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Jadi pembelajaran adalah proses dari suatu pendidikan dan belajar yaitu sumber interaksi dalam suatu proses pembelajaran.

Di dalam pembelajaran, seorang guru hendaknya mampu menciptakan suasana pembelajaran yang mampu mendorong siswa aktif belajar guna mendapatkan pengetahuan dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai tertentu dan terampil melakukan keterampilan tertentu, sehingga siswa akan dengan mudah mengikuti pembelajaran jika pembelajaran berada dalam suasana yang menyenangkan. Proses pembelajaran bukanlah suatu proses pentransferan ilmu dari guru kepada siswa, melainkan suatu proses dimana guru membantu siswa agar mereka dapat belajar. Melalui proses pembelajaran, siswa dapat belajar dan merubah sikap dan perilaku. Perubahan perilaku tersebut mencakup pengetahuan, sikap dan keterampilan, serta minat dan bakat.

Pada hakikatnya pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang berhubungan dengan alam. Biologi khususnya mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluk hidup dengan lingkungan, baik itu lingkungan yang hidup (biotik) maupun dengan yang tak hidup (abiotik).

Pembelajaran biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami alam secara sistematis, sehingga pembelajaran biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep, prinsip dll. Belajar biologi berarti upaya mengenali proses kehidupan nyata di

lingkungan (Rustaman, 2003, p. 34). Pembelajaran biologi ini fungsinya untuk menanamkan kesadaran pada siswa terhadap keindahan dan keteraturan alam sehingga siswa dapat meningkatkan keyakinan terhadap Tuhan yang maha esa sebagai warga negara yang menguasai sains. Belajar biologi sangat bermanfaat bagi manusia untuk peningkatan kualitas dan kelulusan kehidupan manusia dan lingkungannya.

Pembelajaran IPA khususnya materi biologi tidak terlepas dari metode ilmiah. Ada dua hal yang tidak terpisahkan dengan IPA khususnya Biologi, yaitu IPA sebagai produk (berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, metakognitif) dan proses (kerja ilmiah). Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPA tidak terlepas dari pengalaman/praktek secara langsung.

Menurut Rustaman (2003, p. 60) materi pelajaran terdiri dari:

1. Fakta adalah semua pengetahuan yang telah diketahui oleh manusia, tetapi belum tersusun secara sistematis. Suatu fakta dalam biologi terdapat konsep-konsep, hubungan antar konsep yang membentuk prinsip-prinsip dan ditemukan hukum-hukum dan teori yang mengatur kehidupan makhluk hidup.

2. Konsep adalah gambaran umum dari suatu ciri-ciri, karakter yang sama dari suatu objek sehingga dapat membedakannya dengan objek lainnya.

Konsep dapat berbeda dalam tujuh dimensi yaitu dimensi-dimensi atribut, struktur, keabstrakan, keinklusifan, keumuman (generalitas), ketepatan, dan kekuatan.

3. Prinsip, hukum dan teori, kedudukan prinsip lebih luas daripada konsep, Hubungan-hubungan antara konsep yang satu dengan yang lain disebut prinsip. Hukum adalah teori jenis khusus, yang menjelaskan seluruh kategori dan menjelaskan hubunganya dengan istilah paling umum.

Sedangkan teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang akan mengahadirkan suatu sistematis.

10

B. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)

1. Pengertian Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)

Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) merupakan sebuah model pembelajaran yang popular di dunia yang efektif dalam menerapkan pembelajaran tematik karena menggabungkan empat bidang pokok dalam pendidikan yaitu ilmu pengetahuan, teknologi, matematika dan teknik (Sukmana, 2017, p. 192). STEM ini memiliki empat dimensi dalam pembelajaran. Science sebagai kerangka utama.

Science dikombinasikan dengan Engineering dan Mathematics.

Engineering atau keterampilan teknik digunakan dalam merancang dan melaksanakan percobaan. Mathematics digunakan dalam menganalisis data. Technology digunakan untuk membantu dalam menganalisis data serta mengomunikasikan hasil.

Penggunaan STEM diterapkan agar siswa dapat memiliki kemampuan dan pemahaman dalam keempat aspek STEM yang saling terkait pada satu pokok bahasan (Basbooir & Supabar, 2018, p. 221).

STEM ini membantu siswa untuk menggunakan teknologi dan pengembangan proses, produk dalam kehidupan sehari-hari.

2. Karakteristik Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)

Setiap aspek STEM memiliki 4 ciri khusus untuk membantu siswa dalam menyelesaikan masalah secara komprehensif (menyeluruh) jika STEM diintegrasikan. 4 ciri khusus diantaranya:

1. Sains, pengetahuan mengenai hukum-hukum, dan konsep-konsep yang berlaku di alam.

2. Teknologi, keterampilan untuk mengatur masyarakat, organisasi, pengetahuan serta menggunakan alat buatan yang dapat memudahkan pekerjaan.

3. Teknik, pengetahuan untuk mengoperasikan maupun mendesain sebuah prosedur untuk menyelesaikan sebuah masalah.

4. Matematika, yang menghubungkan antara besaran, angka dan ruang yang dapat mengembangkan pola pikir secara logis dan dibuktikan secara empiris.

3. Langkah-langkah Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)

Pembelajaran STEM dalam pelaksanaannya yaitu (Khoiriyah, Abdurrahman, & Wahyudi, 2018, p. 56):

a) Melakukan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian mengidentifikasi persoalan yang terjadi berkaitan dengan pembelajaran (Science)

b) Mengamati teknologi sains yang berkaitan dengan pembelajaran dan menganalisis persoalannya (Technology).

c) Memecahkan masalah dengan memberikan solusi yang berkenaan dengan teknologi (Engineering).

d) Melakukan pengamatan terhadap pembelajaran dan memecahkan permasalahan yang berhubungan dengannya (Mathematic).

e) Mempresentasikan hasil diskusi, ini kreativitas masing-masing siswa.

Tabel 2.1 Definisi literansi STEM

No STEM Keterangan

1 Sains (Science) Literasi sains : kemampuan dalam mengidentifikasi informasi ilmiah, lalu mengaplikasikannya dalam dunia nyata yanng juga mempunyai peran dalam mencari solusi.

2 Teknologi (Technology)

Literasi teknologi : keterampilan dalam menggunakan berbagai teknologi, belajar mengembangkan teknologi, menganalisis teknologi dapat mempengaruhi pemikiran

12

siswa dan masyarakat.

3 Teknik (Engineering)

Literasi desain : kemampuan dalam mengembangkan teknologi dengan desain yang lebih kreatif dan inovatif melalui penggabungan berbagai bidang keilmuan.

4 Matematika (Mathematics)

Literasi matematika : kemampuan dalam menganalisis dan menyampaikan gagasa, rumusan, menyelesaikan masalah secara matematik dalam pengaplikasiaanya.

(Sumber :(Khoiriyah, Abdurrahman, & Wahyudi, 2018, p. 54)

Penerapan pembelajaran STEM pada siswa sekolah menengah pertama adalah mengeksplorasi aktivitas STEM. Adapun yang harus dilakukan adalah (Khairiyah, 2019, p. 77)

a. Aktivitas atau demostrasi, mendemostrasikan apa yang ingin dibuat atau diajarkan kepada siswa.

b. Menjelaskan topik, setelah mendemostrasikan selanjutkan guru menjelaskan dengan singkat materi yang akan dijelaskan kepada siswa.

c. Menganalisis kompetensi dasar.

d. Menentukan indikator pencapaian kompetensi.

e. Menganalisis kegiatan pembelajaran menjadi keempat ranah STEM, mengelompokkan pembelajaran menjadi Saince, Technology, Engineering, Mathematics.

f. Mempresentasikan hasil diskusi.

4. Manfaat STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Beberapa manfaat STEM dalam proses pembelajaran diantaranya:

1) Memiliki isu dan masalah dunia nyata dalam hati siswa. Dengan ini diharapkan menumbuhkan empati dan mengurangi tawuran.

2) Mengikat siswa dengan inkuiri terbimbing dan eksplorasi tertutup terbuka.

3) Secara aktif mengintegrasikan proses desain engineering.

4) Membantu siswa melihat hubungan antara sains dan matematika.

5) Mengharapkan dan memfasilitasi kolaborasi antar siswa.

6) Mengundang resiko dengan memulai lingkungan belajar yang mencari lebih dari satu solusi atas setiap masalah.

7) Memahami bahwa kegagalan bagian dari proses dan menghargainya (Sukmana, 2017, p. 194)

Pemerintah, orang tua, guru harus menyadari bahwa dunia pendidikan sangat berubah. Sains, teknologi, enjiniring dan matematika merupakan mata pelajaran yang saling berkaitan dalam kehidupan manusia. Jika dipelajari keempat bidang tersebut saling terkait sehingga bisa menjadi bekal bagi siswa agar dapat memecahkan masalah. Ketika siswa memiliki kemampuan scientifik maka siswa dapat memecahkan yang dihadapinya dalam belajar (Agustina, Kaniawati, & Suwarman, 2017, p. 36). Siswa dapat menangani dan menyelidiki suatu permasalahan.

Pendidikan STEM bertujuan agar siswa mempunyai (Jauhariyyah, Suwono, & Ibrohim, 2017, p. 433) :

a) Pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam kehidupan.

b) Memahami karakteristik STEM sebagai bentuk pengetahuan.

c) Kesadaran siswa bagaimana STEM dapat membentuk lingkungan material, intelektual, dan cultural.

d) Kemauan untuk bisa ikut serta dalam menggunakan gagasan atau ide sains, teknologi, enjinering, dan matematika.

C. Pembelajaran Konvensional

Model pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran teacher center. Model pembelajaran yang berpusat kepada guru dalam proses pembelajaran. Siswa hanya menerima informasi dari guru tanpa siswa tersebut

14

terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, akibatnya siswa takut salah menyampaikan ide dan gagasannya dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran konvensional menempatkan siswa sebagai objek bukan subjek yang berakibatkan siswa menjadi pasif. Siswa dalam pembelajaran ini bukanlah sebagai subjek melainkan berperan sebagai objek. Siswa hanya sebagai penerima informasi dari guru tanpa disuruh untuk mencari informasi sendiri.

Model pembelajaran konvensional mengutamakan hasil ketimbang proses. Proses pembelajaran lebih mengutamakan terhadap hafalan dari pada pengertian menurut nalar sendiri sehingga pemahaman siswa akan terbatas dan mudah melupakan materi.

Metode yang digunakan tidak terlepas dari metode ceramah (Ibrahim, 2017: 202). Siswa dalam pembelajaran ini sekaligus mengerjakan dua kegiatan yaitu mendengarkan dan mencatat. Siswa yang tidak suka dengan gaya belajar mendengar akan memiliki motivasi belajar yang rendah dan menimbulkan kebosanan dalam mengikuti proses pembelajaran.

Jadi model pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran yang berpusat kepada guru yang lebih mementingkan hasil dari pada proses. Siswa menjadi pasif dalam proses pembelajaran serta metode ceramah merupakan metode utama dalam penggunaan model konvensional.

Model pembelajaran konvensional ini memiliki kelebihan yaitu mempermudah dalam menemukan informasi, dapat menyampaikan informasi secara cepat, melatih pendengaran siswa serta mudah diterapkan dalam proses pembelajaran (Rochmawati, 2014, p.106). Melalui penjelasan guru dapat mempermudah siswa dalam menemukan informasi. Informasi dapat ditransfer secara cepat karena proses pembelajaran hanya berlansung searah. Siswa akan bersemangat dalam menerima informasi. Memakai metode ceramah maka akan dapat melatih pendengaran siswa pelaksanaannya tidak memerlukan waktu yang banyak.

Kekurangan dari model pembelajaran konvensional yaitu menimbulkan kesulitan terhadap siswa yang tidak memiliki gaya belajar mendengar yang baik, menimbulkan kebosanan siswa dalam proses pembelajaran, siswa tidak memahami tujuan belajar yang akan dicapai, hanya pada penyelesaian tugas yang paling ditekankan, daya serap dan daya ingat siswa rendah dan cepat menghilang (Rochmawati, 2014,p.106). Siswa hanya akan berperan secara utuh ketika menyelesaikan latihan atau tugas hanya menerima dengan cara mendengarkan tanpa mempraktekan maka akan menyebabkan mudah lupa.

D. Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan sebuah penentuan dalam menentukan tingkat keberhasilan siswa, setelah mengalami pengalaman belajar yang diukur melalui tes. Siswa dikatakan telah berhasil dalam belajar apabila telah terdapat perubahan pada dirinya, untuk mendapatkan hasil belajar yang baik diperlukan proses belajar yang efektif.

Hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku. Walaupun tidak semua perubahan tingkah laku merupakan hasil belajar, akan tetapi aktivitas belajar umumnya disertai perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku pada kebanyakan hal merupakan suatu perubahan yang dapat diamati.

Perubahan tingkah laku yang dapat diamati kebanyakan berkenaan dengan perubahan aspek aspek motorik (Aunurrahman, 2012, p. 37).

Hasil belajar ini berguna untuk melihat tingkat usaha yang dilakukan oleh siswa dalam belajar, dan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mendayagunakan kemampuannya. Mengenai hasil belajar Sudjana (2005, p.40-41) berpendapat bahwa “makin tinggi kemampuan siswa dan kualitas pengajaran, makin tinggi pula hasil belajar siswa.

Belajar dimaksudkan untuk menimbulkan perubahan perilaku yaitu perubahan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Perubahan perubahan dalam aspek itu menjadi hasil dari proses belajar. Peubahan

16

perilaku hasil belajar itu merupakan perubahan perilaku yang relevan dengan tujuan pengajaran. Oleh karena itu, hasil belajar dapat berupa perubahan dalam kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor, tergantung dari tujuan pengajarannya (Purwanto, 2009, p.43)

Di dalam proses belajar mengajar terdapat faktor-faktor yang mem-pengaruhi proses belajar siswa yang mana (dikutip dalam skripsi Fitriyana,2016 p.16-18). Yaitu adanya faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor internal

1) Ciri khas/ karakteristik siswa

Persoalan intern pembelajaran berkaitan dengan kondisi kepribadian siswa, baik fisik maupun mental. Berkaitan dengan aspek fisik-fisik tentu akan relatif lebih mudah diamati dan dipahami, dibandingkan dengan dimensi-dimensi mental atau emosional.

Sementara dalam kenyataannya, persoalan-persoalan pembelajaran lebih banyak berkaitan dengan dimensi mental dan emosional.

2) Sikap terhadap belajar

Dalam kegiatan belajar, sikap siswa dalam proses belajar, terutama sekali ketika memulai kegiatan belajar merupakan bagian penting untuk diperhatikan karena aktivitas belajar siswa selanjutnya banyak ditentukan oleh sikap siswa ketika akan memulai kegiatan belajar. Bilamana ketika akan memulai kegiatan belajar siswa memiliki sikap menerima atau ada kesediaan sikap emosional untuk belajar, maka ia akan cenderung untuk berusaha terlibat dalam kegiatan belajar dengan baik. Namun bilamana lebih dominan adalah sikap menolak sebelum belajar atau ketika akan memulai pelajaran, maka siswa kurang cenderung memperhatikan atau mengikuti kegiatan belajar.

3) Motivasi belajar

Motivasi di dalam kegiatan belajar merupakan kegiatan yang dapat menjadi tenaga pendorong bagi siswa untuk men-dayagunakan potensi-potensi yang ada pada dirinya, potensi diluar dirinya dan diluar kegiatan belajar. Jika motivasi seseorang rendah sehingga hasil belajarnya rendah(Wena, 2016, p. 13).

4) Konsentrasi belajar

Konsentrasi belajar merupakan aspek pikologis yang seringkali tidak begitu mudah untuk diketahui oleh orang lain selain diri individu yang sedang belajar.

5) Kebiasaan belajar

Kebiasaan belajar adalah perilaku belajar seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukannya. Ada beberapa bentuk perilaku yang menunjukkan kebiasaan tidak baik dalam belajar yang sering kita jumpai pada sejumlah siswa, seperti : belajar tidak teratur, daya tahan belajar rendah (belajar secara tergesa-gesa), belajar menjelang ulangan atau ujian, tidak memiliki catatan pelajaran yang lengkap.

b. Faktor eksternal 1) Faktor guru

Dalam proses pembelajaran, kehadiran guru masih menempati posisi penting, meskipun ditengah pesatnya kemajuan teknologi yang telah merambah kedalam dunia pendidikan. Dalam ruang lingkup tugasnya, guru dituntut untuk memiliki sejumlah keterampilan terkait dengan tugas-tugas yang dilaksanakan-nya. Cepatnya perkembangan dan peubahan yag terjadi saat ini terutama perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi adalah salah satu faktor yang menyebabkan semakin tingginya tuntutan keterampilan.

18

2) Lingkungan sosial

Sebagai makhluk sosial maka setiap siswa tidak mungkin melepaskan dirinya dari interaksi dengan lingkungan, terutama sekali teman-teman sebaya di sekolah. Lingkungan sosial dapat memberikan pengaruh positif dan dapat pula memberikan pengaruh negatif terhadap siswa.

3) Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana pembelajaran merupakan faktor yang turut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keadaan lingkungan sekolah dan gedung sekolah yang tertata baik, ruang pustaka yang teratur, tersedianya buku-buku pelajaran, media pembelajaran yang lengkap merupakan komponen-komponen yang penting yang mendukung mewujudkan kegiatan-kegiatan belajar siswa. Jika komponen-komponen pembelajaran seperti diatas tidak lengkap akan membuat siswa kurang termotivasi untuk mencapai hasil belajar yang baik (Aunurrahman, 2012, p.193).

Dapat disimpulkan akhir dari pembelajaran adalah hasil belajar, dalam proses belajar terjadi tahap perubahan, tahapan perubahan ini dapat berupa perubahan kognitif, perubahan afektif, dan perubahan psikomotor siswa yang mengarah kepada hasil belajar.

E. KI,KD dan Indikator Materi Sistem Pencernaan pada Manusia Tabel 2.2 KI, KD dan Indikator Materi Sistem Pencernaan Manusia

No Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi KI.3 3.1 Mendeskripsikan

3.1.1 Menyebutkan jenis-jenis bahan makanan

3.1.2 Mengidentifikasikan kandungan bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari melalui uji bahan makanan

3.1.3 Menjelaskan fungsi dari bahan makanan

3.1.4 Menyebutkan organ-organ dalam sistem pencernaan manusia

3.1.5 Menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan

3.1.6 Menjelaskan proses pencernaan dalam tubuh manusia

3.1.7 Menjelaskan gangguan pada sistem pencernaan manusia

KI.4 4.1 Melakukan penyelidikan terhadap

pencernaan mekanis dan kimiawi pada makanan

4.1.1 Melakukan penyelidikan kandungan nutrisi pada cemilan

Makanan yang dimakan harus merupakan makanan yang sehat (cukup mengandung zat gizi) dan higienis. Makanan merupakan sumber energi utama bagi makhluk hidup, tanpa makanan yang masuk ke dalam tubuh, manusia dapat mati karena tidak punya energi untuk bertahan hidup.

1. Kebutuhan energi

Sejumlah energi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas metabolisme tubuh selama sehari berbeda-beda bagi setiap orang.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi seseorang diantaranya adalah usia, jenis kelamin serta aktivitas yang dilakukan.

Tabel 2.3 Jumlah kalori yang dibutuhkan pada beberapa aktivitas

No Aktivitas Kalori yang dibutuhkan per

jam (kkal)

1 Berjalan naik tangga 1.100

2 Berlari 570

3 Berenang 500

4 Latihan berat 450

5 Berjalan-jalan 200

20

6 Beristirahat 100

Keseimbangan energi dapat terjadi ketika kalori yang masuk dalam tubuh melalui makanan sama dengan kalori yang dikeluarkan melalui metabolism tubuh dan aktivitas otot. Jika kalori yang masuk dalam tubuh melebihi kalori yang dikeluarkan, maka akan terjadi keseimbangan energi positif. Artinya jaringan tubuh akan menyimpan kelebihan nutrisi tersebut. Sebaliknya, Jika kalori yang dikeluarkan tubuh melalui aktivitas lebih besar dibandingkan kalori yang masuk, maka akan terjadi keseimbangan energi negatif. Artinya tubuh akan melakukan pembakaran simpanan nutrisi yang tersimpan dalam tubuh untuk memenuhi kalori yang dibutuhkan tubuh. Untuk menjaga berat badan tetap seimbang maka harus menjaga kalori yang masuk dalam tubuh dengan kalori yang dikeluarkan.

2. Jenis nutrisi

Nutrisi atau gizi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan untuk berlangsungnya fungsi normal pada setiap jaringan dan organ tubuh. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung enam jenis nutrisi yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.

Karbohidrat, lemak dan protein dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit.

1) Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi tubuh.

Karbohidrat berfungsi untuk sumber energi, mengatur keseimbangan asam basa dan pembentuk struktur tubuh. Terdapat tiga jenis karbohidrat yaitu gula, pati dan serat. Gula merupakan karbohidrat

sederhana, contohnya pada buah-buahan, madu dan susu. Pati dan serat merupakan karbohidrat kompleks. Pati ditemukan pada umbi-umbian seperti kentang sedangkan serat seperti selulosa, ditemukan di dinding sel tumbuhan. Contoh secara umum karbohidrat adalah Padi, jagung, ubi jalar, talas, singkong, gandum,sagu dan sorgum.

Konsumsi karbohidrat berlebihan dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes.

2) Lemak

Lemak atau lipid merupakan unit penyimpanan yang baik untuk energi. Lemak berfungsi penyedia sumber/ penghasil energi yang besar (9.3 kkal/gram), melarutkan vitamin A,D,E,K, pelindung alat tubuh viseral, penyusun membran sel, dan rasa penahan lapar.

Selama proses pencernaan, lemak dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak dan gliserol. Berdasarkan struktur kimianya, dikenal lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya ditemukan dalam biji sedangkan lemak jenuh ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak yang berlebihan dapat meningkatkan kolesterol darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

3) Protein

Protein merupakan molekul besar yang terdiri atas sejumlah asam amino. Asam amino terdiri atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang balerang. Protein berfungsi sebagai penghasil energi, zat pembangun/ mengganti sel-sel tubuh yang rusak, untuk pertumbuhan, pembuat enzim dan hormon, dan pembentuk antibodi (sistem kekebalan tubuh). Protein terdiri dari dua yaitu protein hewani dan nabati. Protein hewani berasal dari hewan, contonya daging, ikan, telur, susu, keju. Protein nabati berasal dari

22

tumbuhan, contohnya kacang kedelai, kacang hijau dan kacang-kacangan lainnya.

4) Vitamin

Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit namun harus ada, karena vitamin diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh dan mencegah beberapa peyakit. Vitamin dikelompokkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A,D,E dan K). khusus vitamin D dapat terbentuk ketika kulit terkena sinar matahari, karena di dalam tubuh ada pro vitamin D.

Tabel 2.4 Jenis vitamin, sumber dan manfaatnya

5) Mineral

Mineral merupakan nutrisi yang sedikit mengandung karbon.

Suatu jenis makanan yang kita konsumsi ternyata dapat mengandung lebih dari satu jenis zat gizi, misalnya pada susu terkandung protein, lemak serta juga mineral berupa kalsium. Mineral berfungsi dalam proses pembangun sel, membantu reaksi kimia tubuh, mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, pembentukan dan pemeliharaan tulang.

6) Air

Air penting bagi tubuh untuk menjaga kelangsungan hidup.

Sekitar 60-80% sel tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Tubuh dapat kehilangan air ketika bernapas, berkeringat, buang air besar maupun air kecil. Kehilangan air tersebut harus segera diganti dengan minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Namun, minum air bukan satu-satunya cara untuk memasok sel-sel dengan air, karena tanpa kita sadari makanan yang kita makan mengandung banyak air. Contohnya apel mengandung 80% air dan daging mengandung 66% air. Fungsi air oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas, dan bantalan, media transportasi dan media pengeluaran sisa metabolisme.

Sekitar 60-80% sel tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Tubuh dapat kehilangan air ketika bernapas, berkeringat, buang air besar maupun air kecil. Kehilangan air tersebut harus segera diganti dengan minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Namun, minum air bukan satu-satunya cara untuk memasok sel-sel dengan air, karena tanpa kita sadari makanan yang kita makan mengandung banyak air. Contohnya apel mengandung 80% air dan daging mengandung 66% air. Fungsi air oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas, dan bantalan, media transportasi dan media pengeluaran sisa metabolisme.

Dokumen terkait