BAB II KAJIAN PUSTAKA
E. KI,KD dan Indikator Materi Sistem Pencernaan pada Manusia
No Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi KI.3 3.1 Mendeskripsikan
3.1.1 Menyebutkan jenis-jenis bahan makanan
3.1.2 Mengidentifikasikan kandungan bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari melalui uji bahan makanan
3.1.3 Menjelaskan fungsi dari bahan makanan
3.1.4 Menyebutkan organ-organ dalam sistem pencernaan manusia
3.1.5 Menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan
3.1.6 Menjelaskan proses pencernaan dalam tubuh manusia
3.1.7 Menjelaskan gangguan pada sistem pencernaan manusia
KI.4 4.1 Melakukan penyelidikan terhadap
pencernaan mekanis dan kimiawi pada makanan
4.1.1 Melakukan penyelidikan kandungan nutrisi pada cemilan
Makanan yang dimakan harus merupakan makanan yang sehat (cukup mengandung zat gizi) dan higienis. Makanan merupakan sumber energi utama bagi makhluk hidup, tanpa makanan yang masuk ke dalam tubuh, manusia dapat mati karena tidak punya energi untuk bertahan hidup.
1. Kebutuhan energi
Sejumlah energi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas metabolisme tubuh selama sehari berbeda-beda bagi setiap orang.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi seseorang diantaranya adalah usia, jenis kelamin serta aktivitas yang dilakukan.
Tabel 2.3 Jumlah kalori yang dibutuhkan pada beberapa aktivitas
No Aktivitas Kalori yang dibutuhkan per
jam (kkal)
1 Berjalan naik tangga 1.100
2 Berlari 570
3 Berenang 500
4 Latihan berat 450
5 Berjalan-jalan 200
20
6 Beristirahat 100
Keseimbangan energi dapat terjadi ketika kalori yang masuk dalam tubuh melalui makanan sama dengan kalori yang dikeluarkan melalui metabolism tubuh dan aktivitas otot. Jika kalori yang masuk dalam tubuh melebihi kalori yang dikeluarkan, maka akan terjadi keseimbangan energi positif. Artinya jaringan tubuh akan menyimpan kelebihan nutrisi tersebut. Sebaliknya, Jika kalori yang dikeluarkan tubuh melalui aktivitas lebih besar dibandingkan kalori yang masuk, maka akan terjadi keseimbangan energi negatif. Artinya tubuh akan melakukan pembakaran simpanan nutrisi yang tersimpan dalam tubuh untuk memenuhi kalori yang dibutuhkan tubuh. Untuk menjaga berat badan tetap seimbang maka harus menjaga kalori yang masuk dalam tubuh dengan kalori yang dikeluarkan.
2. Jenis nutrisi
Nutrisi atau gizi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan untuk berlangsungnya fungsi normal pada setiap jaringan dan organ tubuh. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung enam jenis nutrisi yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.
Karbohidrat, lemak dan protein dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit.
1) Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi tubuh.
Karbohidrat berfungsi untuk sumber energi, mengatur keseimbangan asam basa dan pembentuk struktur tubuh. Terdapat tiga jenis karbohidrat yaitu gula, pati dan serat. Gula merupakan karbohidrat
sederhana, contohnya pada buah-buahan, madu dan susu. Pati dan serat merupakan karbohidrat kompleks. Pati ditemukan pada umbi-umbian seperti kentang sedangkan serat seperti selulosa, ditemukan di dinding sel tumbuhan. Contoh secara umum karbohidrat adalah Padi, jagung, ubi jalar, talas, singkong, gandum,sagu dan sorgum.
Konsumsi karbohidrat berlebihan dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes.
2) Lemak
Lemak atau lipid merupakan unit penyimpanan yang baik untuk energi. Lemak berfungsi penyedia sumber/ penghasil energi yang besar (9.3 kkal/gram), melarutkan vitamin A,D,E,K, pelindung alat tubuh viseral, penyusun membran sel, dan rasa penahan lapar.
Selama proses pencernaan, lemak dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak dan gliserol. Berdasarkan struktur kimianya, dikenal lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya ditemukan dalam biji sedangkan lemak jenuh ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak yang berlebihan dapat meningkatkan kolesterol darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
3) Protein
Protein merupakan molekul besar yang terdiri atas sejumlah asam amino. Asam amino terdiri atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang balerang. Protein berfungsi sebagai penghasil energi, zat pembangun/ mengganti sel-sel tubuh yang rusak, untuk pertumbuhan, pembuat enzim dan hormon, dan pembentuk antibodi (sistem kekebalan tubuh). Protein terdiri dari dua yaitu protein hewani dan nabati. Protein hewani berasal dari hewan, contonya daging, ikan, telur, susu, keju. Protein nabati berasal dari
22
tumbuhan, contohnya kacang kedelai, kacang hijau dan kacang-kacangan lainnya.
4) Vitamin
Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit namun harus ada, karena vitamin diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh dan mencegah beberapa peyakit. Vitamin dikelompokkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A,D,E dan K). khusus vitamin D dapat terbentuk ketika kulit terkena sinar matahari, karena di dalam tubuh ada pro vitamin D.
Tabel 2.4 Jenis vitamin, sumber dan manfaatnya
5) Mineral
Mineral merupakan nutrisi yang sedikit mengandung karbon.
Suatu jenis makanan yang kita konsumsi ternyata dapat mengandung lebih dari satu jenis zat gizi, misalnya pada susu terkandung protein, lemak serta juga mineral berupa kalsium. Mineral berfungsi dalam proses pembangun sel, membantu reaksi kimia tubuh, mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, pembentukan dan pemeliharaan tulang.
6) Air
Air penting bagi tubuh untuk menjaga kelangsungan hidup.
Sekitar 60-80% sel tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Tubuh dapat kehilangan air ketika bernapas, berkeringat, buang air besar maupun air kecil. Kehilangan air tersebut harus segera diganti dengan minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Namun, minum air bukan satu-satunya cara untuk memasok sel-sel dengan air, karena tanpa kita sadari makanan yang kita makan mengandung banyak air. Contohnya apel mengandung 80% air dan daging mengandung 66% air. Fungsi air oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas, dan bantalan, media transportasi dan media pengeluaran sisa metabolisme.
3. Uji zat makanan
Tabel 2.5 Uji zat makanan
24
4. Organ pencernaan pada manusia
Makanan diproses dalam tubuh melalui empat tahap yaitu ingesti (proses memasukkan makanan ke dalam mulut), digesti (pencernaan), absorpsi (penyerapan), dan defekasi (pengeluaran).
Pencernaan merupakan proses memecahkan makanan menjadi molekul kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Proses pencernaan makanan terbagi menjadi dua yaitu pencernaan mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis terjadi ketika makanan dikunyah, dicampur, dan diremas. Contohnya ketika makanan dikunyah dibantu oleh gigi. Pada pencernaan kimiawi terjadi reaksi kimia yang menguraikan molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil. Proses pencernaan ini biasanya dilakukan dan dibantu oleh enzim-enzim pencernaan, seperti enzim amilase pada mulut.
a. Mulut
Di dalam mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar air liurn(saliva). Air liur mengandung mukosa/ lendir yang fungsi sebagai anti bakteri. Enzim amilase/ ptialin yaitu memecah molekul amilum
menjadi molekul maltosa. Di dalam mulut terjadi pencernaan makanan secara kimiawi dan secara mekanis.
b.Kerongkongan (esofagus)
Setelah melalui rongga mulut , makanan yang berbentuk bolus akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring adalah saluran memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esofagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernapasan yang disebut epiglotis yang fungsinya untuk menutup ujung saluran pernapasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esofagus.
Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus ke dalam lambung. gerakan otot kerongkongan disebut gerakan peristaltik.
c. Lambung
Setelah dari esofagus makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi. Secara mekanis otot lambung berkontraksi mengaduk-ngaduk bolus. Secara kimiawi, bolus tercampu dengan getah lambung mengandung asam klorida (HCl), enzim pepsin, dan enzim renin. HCl berfungsi untuk menjadikan ruangan di dalam lambung bersifat asam sehingga dapat membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Enzim pepsin akan menghidrolisi (memecah) protein menjadi pepton (campuran polipeptida dan asam amino). Enzim renin akan mengendapkan protein kasein yang terdapat dalam susu.
d.Usus halus
Usus halus memiliki panjang sekitar 8.25 meter. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus 12 jari (duodenum) panjangnya 0.25 meter, usus tengah (jejenum) panjangnya 7 meter dan usus penyerapan
26
(ileum) panjangnya 1 meter. Dalam usus halus terjadi penyerapan kimiawi. Pada duodenum terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pangkreas. Getah pankreas mengandung enzim lipase, amilase, dan tripsin. Enzim lipase akan mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Amilase akan mencerna amilum menjadi maltosa. Tripsin akan mencerna protein menjadi polipeptida.
Getah empedu yang dihasilkan hati akan mengemulsikan lemak yaitu membuat lemak agar larut dalam air.
Pencernaan makanan dilanjutkan di jejenum. Pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat-zat makanan diserap. Zat-zat makanan setelah melalui jejenum menjadi bentuk yang siap diserap.
Penyerapan zat-zat makanan terjadi di ileum.
e. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, berada pada bagian rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati berperan dalam proses detoksifikasi. Karena dalam darah terkandung beberapa zat yang berbahaya dan bersifat racun maka hati akan menetralisirkan racun tersebut sehingga tidak berbahaya bagi tubuh. Hati merupakan organ penyimpanan. Hati akan memindahkan zat besi, dan vitamin A,D,E, K dan B12 dari darah dan menyimpannya. Hati juga berperan dalam menjaga keseimbangan kadar glukosa darah.
f. Kantung empedu
Kantung empedu merupakan organ yang berada di bawah hati.
Kantung ini menyimpan getah empedu yang dihasilkan oleh hati.
Getah empedu bewarna kuning kehijauan karena mengandung bilirubin. Bilirubin merupakan pigmen yang terbentuk dari pemecahan homoglobin.
g.Pankreas
Pankreas merupakan organ yang berada di balik perut di belakang lambung. Sel-sel pada pankreas akan menghasilkan cairan pankreas, yang akan masuk ke dalam duodenum melalui saluran pankreas. Pankreas merupakan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Fungsinya mengatur proses pengubahan glukosa dalam darah menjadi glikogen yang disimpan dalam hati.
h.Usus besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang sekitar 1 meter dan terdiri atas kolon asendens (naik), kolon transversum (mendatar), dan kolon desendens (menurun) dan berakhir pada anus. Diantara usus halus adan usus besar terdapat usus buntu (sekum). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut umbai cacing (apendiks) yang berisi massa sel darah putih. Bahan makanan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai zat-zat sisa. Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan. Di dalam usus besar terdapat banyak bakteri Escherichia coli yang membantu membusukkan sisa-sisa makanan tersebut. Sisa-sisa-sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh beserta gas-gas yang berbau disebut tinja (feses) dan dikeluarkan melalui anus.
5. Gangguan pada sistem pencernaan dan upaya untuk mencegah atau menanggulanginya
a) Obesitas
Obesitas merupakan kondisi tubuh yang memiliki kandungan lemak berlebih, sehingga dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan. Obesitas meningkatkan beberapa resiko penyakit, jantung, diabetes, dan osteoarthritis. Obesitas disebabkan oleh konsumsi
28
makanan yang berlebih, dan kurangnya aktivitas tubuh. Upaya mencegahnya dengan berolaraga, mengatur pola makan.
b) Karies gigi
Karies gigi disebut gigi berlubang. Merupakan kerusakan gigi akibat infeksi bakteri yang merusak lapisan gigi sehingga merusak struktur gigi. Penyakit gigi dan mulut disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut. Upaya pencegahannya memerhatikan kesehatan gigi, menyikat gigi 2 kali sehari, mengurangi makanan manis seperti permen dll.
c) Mag/ gastritis
Mag merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Disebabkan oleh meningkatnya asam lambung, infeksi bakteri Helicobacter pylori , strees, makan tidak teratur, mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam. Upaya pencegahannya dengan cara makan teratur, makan secukupnya, menghindari makanan yang memicu produksi asam lambung, seperti makanan pedas,asam dll.
d) Hepatitis
Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada hati. Gejala hepatitis ringan, sakit otot, persendian, diare, sakit kepala. Gejala hepatitis akut, mengalami jaundice (menguningnya mata dan kulit), membesarnya hati, membesarnya limfa, dapat memicu fibrosis(kerusakan pada hati) dan sirosis (gagal hati). Penyakit hepatitis disebabkan oleh bakteri, jamur, protozoa, racun.
e) Diare
Diare merupakan penyakit pada saluran usus besar disebabkan oleh infeksi bakteri dan protozoa contohnya Entamoeba coli. Penderita
diare mengalami dehidrasi karena air dalam usus terus menerus dikeluarkan. Upaya pencegahan diare, menjaga kebersihan, makanan yang dimakan harus higeinis.
f) Konstipasi
Konstipasi merupakan kondisi feses keras/ kering sehingga sulit dikeluarkan. Penyebabnya kurangnya asupan makanan yang berserat atau kurang minum. Upaya pencegahannya tidak sering menahang buang air besar, makan makanan yang berserat, hindari mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula.
g) Gejala kekurangan vitamin h) Gejala kekurangan mineral F. Penelitian Relevan
a. Penelitian yang dilakukan oleh Anna Permanasari, dengan judul
“Penerapan Project Based Learning Terintegrasi STEM untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Ditinjau dari Gender” penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh gender siswa terhadap literasi sains melalui pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) pada tema pencemaran udara.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Rika Widya Sukmana, dengan judul
“Pendekatan Science, Technology, Engineering And Mathematics (STEM) sebagai alternatif dalam mengembangkan minat belajar peserta didik sekolah dasar” Penelitian ini betujuan untuk memberikan wawasan tentang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM), untuk meningkatkan profesionalisme bagi guru sekolah dasar di SDN Cilisung 1 dan 2, Bandung. Selain itu, bertujuan juga memberikan langkah bagaimana menerapkan pendekatan STEM untuk peserta didik melalui kegiatan pelatihan STEM. Perbedaan penelitian Rika Widya Sukmana
30
dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu penelitian yang dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa kelas VIII sedangkan pada pada penelitian Rika Widya Sukmana untuk mengembangkan minat belajar peserta didik di sekolah dasar.
c. Penelitian yang dilakukan oleh Lia Musnidar, dengan judul “Pengaruh penerapan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering And Mathematics) terhadap keterampilan Creative Problem Solving dan komunikasi siswa” Penelitian ini betujuan untuk menunjukkan kemmpuan berpikir dan dan cara bertindak peserta didik.
d. Penelitian yang dilakukan oleh Ani Ismayani, dengan judul “Pengaruh penerapan STEM Project-Based Learning terhadap kreativitas matematis siswa SMK” Penelitian ini betujuan untuk menelaah pengaruh pembelajaran STEM Project-Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis. Perbedaan penelitian Ani Ismayani dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu penelitian yang dilakukan hanya model pembelajaran STEM saja dan melihat pengaruh hasil belajar siswa di SMP sedangkan penelitian Ani Ismayani menerapkan model pembelajaran STEM Project-Based Learning dan juga melihat kreativitas matematis siswa SMK.
e. Penelitian yang dilakukan oleh Nailul Khoiriyah, dengan judul”
Implementasi Pendekatan Pembelajaran STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Gelombang Bunyi”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pendekatan Pembelajaran STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Berdasarkan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa rata-rata pada kelas eksperimen 0.63 sedangkan pada kelas kontrol 0.35. Perbedaan penelitian Nailul Khoiriyah dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu penelitian yang dilakukan hanya terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran STEM, variabel terikatnya hasil belajar siswa
sedangkan penelitian Nailul Khoiriyah menggunakan tiga variabel yaitu variabel bebasnya pendekatan pembelajaran STEM, variabel terikatnya berpikir kritis dan variabel moderatornya model PBL.
f. Penelitian yang dilakukan oleh Lutfi, dengan judul “Pengaruh Project Based Learning terintegrasi STEM terhadap literansi sains, kreativitas dan hasil belajar peserta didik” kesimpulan dari penelitian ini adalah Implementasi PjBL terintegrasi STEM terhadap literansi sains, kreativitas dan hasil belajar peserta didik memiliki respon sangat positif dari peserta didik dan efektif untuk diterapkan. Perbedaan penelitian Lutfi dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu perlakuan pada kelas eksperimen dengan model STEM dan kelas kontrol dengan model konvensional sedangkan penelitian Lutfi perlakuan pada kelas eksperimen berupa pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM sedangkan perlakuan kelas kontrol berupa pembelajaran berbasis proyek tanpa terintegrasi STEM.
G. Kerangka Konseptual
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran adalah penggunaan model pembelajaran yang belum bervariasi. Dengan demikian, pelaksanaan proses pembelajaran biologi yang diterapkan pada kelas eksperimen adalah Model pembelajaran STEM, sedangkan kelas kontrol hanya dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa untuk penerapan keduanya dapat diperoleh dari tes hasil akhir pembelajaran lalu hasil belajar dari kedua kelas tersebut akan dibandingkan. Secara sederhana kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada bagan dibawah ini:
32
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual
H. Hipotesis
Bertolak dari masalah dan kerangka berfikir maka hipotesis penelitian ini adalah:
H0: Hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran STEM tidak lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional
Hasil belajar Hasil belajar
hhhHasil belajar
Dibandingkan Pembelajaran IPA
Guru
Siswa
Kelas eksperimen Kelas kontrol
Model pembelajaran STEM Model pembelajaran
konvensional
Hasil belajar hhhHasil belajar
Hasil belajar
Dibandingkan
H1: Hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran STEM lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian true experimental. Menurut Sugiyono (2013, p.75) penelitian true experimental merupakan eksperimen yang betul-betul karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi.
Penelitian ini dapat dilakukan dengan cara melakukan perlakuan pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran STEM dan pemberian perlakuan biasa (konvensional) pada kelas kontrol.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di UPT SMPN 3 Pariangan, kec. Pariangan, Kab. Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Waktu penelitian adalah semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.
C. Rancangan Penelitian
Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah posttest only control design, dalam design ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R) yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sugiyono, 2013: 76). Perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen adalah penerapan model pembelajaran STEM sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan model konvensional. Rancangan penelitiannya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.1 Rancangan Penelitian
Kelas Sampel Perlakuan Posttest
Kelas eksperimen X T
Kelas kontrol O T
Sumber : (Sugiyono, 2013, p.112) Keterangan tabel :
X : Model pembelajaran STEM T :Tes hasil belajar
O : Pembelajaran dengan metode konvensional D. Subjek Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek yang menjadi sasaran penelitian.
Populasi bukan hanya orang saja tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lainnya. Populasi juga tidak hanya sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajrai melainkan meliputi seluruh karakteristik atau sifat-sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek (Sugiyono, 2013, p.80).
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan yang terdiri dari 2 kelas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan
Kelas Jumlah siswa
VIII1 27
VIII2 26
Sumber: Guru IPA UPT SMPN 3 Pariangan
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti secara mendalam. Pada penelitian ini, seluruh populasi langsung dijadikan sampel penelitian, dimana teknik pengambilan sampelnya dengan cara total sampling. Teknik total sampling atau sampling jenuh yaitu teknik
36
pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi.
Pengambilan sampel dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Mengumpulkan nilai MID semester siswa kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 1 hal. 75 b. Melakukan uji normalitas menggunakan uji Lilifors terhadap Nilai MID
semester siswa Kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah populasi tersebut berdistribusi normal atau tidak.
Langkah-langkah dalam menentukan uji normalitas ini yaitu:
1) Menyusun skor hasil belajar siswa dalam suatu tabel skor, disusun dari yang terkecil sampai yang terbesar.
2) Pengamatan x1, x2, x3 ...xn, kemudian dijadikan bilangan baku
1,
z z ...2 zn, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
s
6) Ambil harga mutlak yang terbesar dan harga mutlak selisih diberi simbol L0,
L0 = Maks F(zi) –S(zi).
7) Kemudian bandingkan L0 dengan Ltabel dengan taraf α = 0.05. Kriteria pengujiannya :
(a) Jika L0< Ltabel berarti data populasi berdistribusi normal.
(b) Jika L0> Ltabel berarti data populasi berdistribusi tidak normal.
(Sudjana, 2005, p.466)
Hasil uji normalitas kelas populasi di kelas VIII dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.3 Hasil Uji Normalitas Populasi kelas VIII UPT SMPN 3 Pariangan
No Kelas L0 Ltabel Hasil Keterangan 1 VIII.1 0.109 0.161 L0 < L tabel Berdistribusi Normal 2 VIII.2 0.132 0.161 L0 < L tabel Berdistribusi Normal Keterangan :
L0 : Uji Lilifors yang dihitung L tabel : Uji Lilifors ketetapan dari tabel
Populasi yang diuji normalitasnya yaitu kelas VIII.1 dan VIII.2 kelas tersebut sama-sama mempelajari materi yang sama. Dari kedua kelas pada tabel diatas memiliki populasi yang berdistribusi normal, untuk lebih jelasnya proses uji normalitas dapat dilihat pada Lampiran 2 hal. 76 c. Melakukan uji homogenitas variansi dilakukan dengan cara uji f. Uji ini
bertujuan untuk melihat apakah populasi mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Langkah-langkah sebagai berikut:
1) Dihitung simpangan baku masing-masing kelompok nilai dengan rumus:
√ ∑ ∑ dan √ ∑ ∑
38
2) Ditentukan fhitung dengan rumus:
dimana S = varian dari kelompok dengan varian terbesar 3) Ditentukan kriteria pengujian:
Dengan hipotesis:
H0 : data memiliki variansi homogen H1: data tidak memiliki variansi homogen Kriteria pengujian:
a) Jika fhitung<ftabel Maka H0 diterima, yang berarti variansi
a) Jika fhitung<ftabel Maka H0 diterima, yang berarti variansi