• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

4 2.1 Tinjauan Pustaka

Penulis menggunakan beberapa referensi sebagai bahan perbandingan dengan penelitian yang akan penulis lakukan.

Indah Dwi Prasetyaningrum, Etni Marliana (2020) melakukan penelitian “Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pemilihan Perguruan Tinggi Swasta (Studi pada Universitas Muria Kudus)”. Penelitian tersebut menggunakan metode “proportional random sampling”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor kualitas dan fasilitas universitas serta faktor pemasaran/komunikasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan universitas. Sedangkan faktor lainnya (karakteristik universitas dan faktor eksternal) berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pemilihan universitas.

Vienticentia Imanuwelita , Rekyan Regasari Mardi Putri , Faizatul Amalia (2018) melakukan penelitian “Penentuan Kelayakan Lokasi Usaha Franchise”. Penelitian tersebut Menggunakan Metode AHP dan VIKOR.

Hasil penelitian menunjukan bahwa akurasi tertinggi didapatkan sebesar 85% ketika nilai threshold diubah menjadi 0,56. Sedangkan sensitivitas nilai VIKOR ketika nilai variabel 𝑣 diubah, didapatkan empat buah alternatif lokasi yang sensitif terhadap perubahan tersebut. Hasil akhir

(2)

yang diperoleh berupa status kelayakan dari setiap lokasi usaha yang diajukan.

Gede Suwardika,Ketut Putu Suniantara (2018) melakukan penelitian

“Penerapan Metode VIKOR pada Pengambilan Keputusan Seleksi Calon Penerima Beasiswa Bidikmisi Universitas Terbuka”. Menggunakan metode VIKOR. Hasil penelitian menunjukan bahwa Metode VIKOR dapat digunakan untuk membantu proses seleksi dan menentukan penerima beasiswa yang tepat.

Asri Dwi Cahyadi (2019) melakukan penelitian “Penerapan AHP Dan VIKOR Dalam Pemilihan Peserta Cerdas Cermat”. Menggunakan metode AHP dan VIKOR. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode VIKOR dapat membantu proses seleksi dalam menentukan peserta siswa siswi yang akan mengikuti cerdas cermat berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. AHP mempermudah pencarian nilai bobot pada setiap kriteria yang sudah ditentukan sedangkan VIKOR untuk perengkingan yang mengambil nilai bobot pada hasil metode AHP.

Muhammad W P agatmadja, Atika Suri, Agustin (2018) melakukan penelitian “Penerapan Metode VIKOR Dalam Pemilihan Calon Peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)”. Menggunakan metode VIKOR. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode VIKOR dalam mengimplementasi system pendukung keputusan pemilihan calon peserta olimpiade untuk ajang olaraga ditingkat nasional dibutuhkan kriteria

(3)

Kesehatan fisik, tinggi badan dan usia.Dimana kriteria tersebut dilakukan normalisasi berdasarkan setiap kriteria.

Table 2.1 Daftar referensi penelitian.

No Peneliti Judul Metode Hasil penelitian

1 Indah Dwi

Prasetyaningrum, Etni Marliana (2020)

Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pemilihan

Perguruan Tinggi Swasta (Studi pada Universitas Muria Kudus).

metode proportional random sampling

menunjukkan bahwa, faktor kualitas dan fasilitas universitas serta faktor pemasaran/komunikasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan universitas.

Sedangkan faktor lainnya (karakteristik universitas dan faktor eksternal) berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pemilihan universitas.

2 Vienticentia Imanuwelita , Rekyan Regasari Mardi Putri , Faizatul Amalia (2018)

Penentuan

Kelayakan Lokasi Usaha Franchise

Metode AHP dan VIKOR.

Hasil penelitian menunjukan bahwa akurasi tertinggi didapatkan sebesar 85% ketika nilai threshold diubah menjadi 0,56. Sedangkan sensitivitas nilai VIKOR ketika nilai variabel 𝑣 diubah, didapatkan empat buah alternatif lokasi yang sensitif terhadap perubahan tersebut. Hasil akhir yang diperoleh berupa status kelayakan dari setiap lokasi usaha yang diajukan.

3 Gede

Suwardika,Ketut Putu Suniantara (2018)

Penerapan pada Pengambilan Keputusan Seleksi Calon Penerima Beasiswa

Bidikmisi Universitas Terbuka.

Metode VIKOR menunjukan bahwa Metode VIKOR dapat digunakan untuk membantu proses seleksi dan menentukan penerima beasiswa yang tepat.

(4)

Table 2.1 (Lanjutan)

No Peneliti Judul Metode Hasil penelitian

4 Asri Dwi Cahyadi (2019) Penerapan AHP

Dan VIKOR

Dalam Pemilihan Peserta Cerdas Cermat.

metode AHP dan VIKOR.

metode VIKOR dapat membantu proses seleksi dalam menentukan peserta siswa siswi yang akan mengikuti cerdas cermat berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. AHP mempermudah pencarian nilai bobot pada setiap kriteria yang sudah ditentukan sedangkan VIKOR untuk perengkingan yang mengambil nilai bobot pada hasil metode AHP.

5 Muhammad W P agatmadja, Atika Suri, Agustin (2018)

Penerapan Metode VIKOR Dalam Pemilihan Calon Peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Metode VIKOR

metode VIKOR dalam mengimplementasi system pendukung keputusan pemilihan calon peserta olimpiade untuk ajang olaraga ditingkat nasional dibutuhkan kriteria Kesehatan fisik, tinggi badan dan usia.Dimana kriteria tersebut dilakukan normalisasi berdasarkan setiap kriteria.

2.2 Landasan Teori

Beberapa teori yang perlu diungkap dalam penelitian ini sebagai penunjang dalam peneltian antara lain Perguruan Tinggi, Kriteria Perangkingan, Website, Metode AHP, Metode Vikor, Excel.

2.2.1 Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian (UU 2 tahun 1989, pasal 16, ayat (1)).

(5)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti perguruan tinggi adalah tempat pendidikan dan pengajaran tingkat tinggi (seperti sekolah tinggi, akademi, universitas).

Perguruan tinggi yang ada di Indonesia terdiri dari tiga kategori, yaitu : Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), Lembaga pendidikan tersebut berbentuk Universitas, Institut, Sekolah Tinggi dan Akademi. Terdiri dari Strata satu (SI) bergelar Sarjana, Diploma I dan II bergelar A.Ma, Diploma III bergelar A.Md, Starata dua atau pasca sarjana (S2) bergelar Magister, dan Strata tiga (S3) bergelar Doktor (DR).(Taliziduhu,1988:39)

2.2.2 Kriteria perangkingan

Kriteria atau syarat yang digunakan dalam melakukan perangkingan terdiri dari : Akreditasi PT, Akreditasi Program Studi, Fasilitas/sarana kampus.

a Akreditasi PT

Akreditasi adalah suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadap suatu lembaga pendidikan negeri dan swasta dengan pembuktian formal bahwa suatu lembaga memiliki kompetensi untuk melakukan tugas penilaian kesesuaian tertentu. Lembaga yang melakukan akreditasi disebut dengan badan akreditasi.

Menurut Prof. Muslimah, akreditasi institusi itu sebenarnya memiliki banyak tujuan dan manfaat. Akreditasi itu salah satunya ditujukan untuk mendorong perbaikan mutu program studi secara berkelanjutan. Dan hasil akreditasi bisa digunakan sebagai dasar untuk berbagai hal, seperti

(6)

alokasi dana, bantuan dana dari luar, atau pun transfer kredit. Selain itu juga untuk membantu PT melakukan penjaminan mutu, sebagai pertanggungjawaban publik PT, pembekuan kredit akademik untuk memudahkan mobilisasi mahasiswa. Bahkan akreditasi itu juga bertujuan untuk menjadi bahan pertimbangan penerimaan pegawai, pengakuan ijazah dan kompetensi internasional, dan sebagai dasar sertifikasi atau lisensi, serta bahan masukan untuk evaluasi kualitas PT.

Dari sisi manfaat, akreditasi juga berguna untuk pengusulan proyek institusi. Sebuah perguruan tinggi dengan akreditasi A bisa mengusulkan proyek dengan nilai sekian miliar atau juta, yang besarannya akan berbeda dibandingkan dengan perguruan tinggi dengan akreditasi B atau C. Selain itu juga dengan adanya akreditasi dapat menarik calon mahasiswa baru, manfaat yang terakhir adalah dapat mempermudah para lulusan dalam dunia kerja.

b Akreditasi Program Studi

Tidak hanya perguruan tinggi saja yang wajib melakukan akreditasi.

Program studi pun juga sangat diwajibkan untuk melakukan proses akreditasi ini. Karena dinilai sangat penting, sebab akreditasi dapat meningkatkan grade dan mutu lulusan. Tujuan dan manfaat akreditasi diuraikan sebagi berikut:

1. Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT dengan merujuk

(7)

pada standar nasional pendidikan yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

2. Memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

3. Mendorong program studi untuk secara berkelanjutan melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu bagi para alumni.

4. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi yang lain.

Menjadi sangat penting bagi mahasiswa dan calon mahasiswa selalu memonitor status/tingkat akreditasi program studi pilihannya. Karena mutu/ kualitas program studi merupakan cerminan dari pelayanan secara total program studi terhadap mahasiswa. Kinerja program studi diukur berdasarkan pelayanan dari input, proses, dan output sesuai standar yang ditetapkan.

c Fasilitas / sarana fisik.

Fasilitas adalah hal yang mendukung dan memudahkan berbaga kegiatan dan sifatnya tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya fasilitas ini kegiatan bisa dilakukan dengan cepat, praktis dan tentunya menguntungkan bagi sekitarnya.

(8)

Menurut ahli Suryo Subroto, fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha, bisa berupa benda ataupun uang.

Menurut The Liang Gie Fasilitas adalah segala kebutuhan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam suatu usaha kerja sama manusia.

Berdasarkan sebuah penelitian yang berjudul “Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pemilihan Perguruan Tinggi Swasta” fasilitas kampus berpengaruh signifikan terhadap pemilihan sebuah perguruan tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa fasalititas adalah segala sesuatu yang dibutuhkan dan sangat penting sebagai syarat untuk melancarkan suatu hal. Beberapa fasilitas kampus yang penting dalam pertimbangkan untuk kuliah:

1. Ruang kuliah 2. Laboratorium 3. Perpustakaan 4. Tempat ibadah 5. Aula

6. Kantin 7. Ruang medis

(9)

d Mahasiswa Terdaftar

mahasiswa terdaftar adalah jumlah keseluruhan mahasiswa yang terdaftar pada tahun data penelitian diambil yaitu 2021

e Mahasiswa Lulus

begitu juga dengan jumlah kelulusan yang telah lulus pada tahun tersebut 2.2.3 Website

Website adalah kumpulan halaman dalam suatu domain yang memuat tentang berbagai informasi agar dapat dibaca dan dilihat oleh pengguna internet melalui sebuah mesin pencari. Informasi yang dapat dimuat dalam sebuah website umumnya berisi mengenai konten gambar, ilustrasi, video, dan teks untuk berbagai macam kepentingan

a. QUIPPER KAMPUS

Lewat Quipper Campus, para mahasiswa dan calon mahasiswa dapat mencari beragam informasi seputar perguruan tinggi di dalam negeri, seperti lokasi, biaya, pilihan jurusan, hingga ketersediaan beasiswa.

Selain bermanfaat bagi calon mahasiswa, pihak pengelola perguruan tinggi juga dapat menggunakan Quipper Campus untuk menjaring para pelajar.dengan menggunakan quipper kampus dapat memberi informasi mengenai PT di Yogyakarta yang memiliki jurusan Sistem Informasi.

b. PDDIKTI KEMDIKBUD

PDDIKTI adalah sebuah pusat kumpulan data penyelenggara pendidikan tinggi seluruh Indonesia. Kumpulan data tersebut dikelola oleh Dirjen

(10)

goal

Dikti. Data yang ada merupakan hasil sinkronisasi yang dikelola oleh masing-masing perguruan tinggi nasional. Data yang tercantum dalam PDDIKTI merupakan kumpulan data penyelenggaraan Pendidikan Tinggi seluruh Perguruan Tinggi yang terintegrasi secara nasional.

Pangkalan data ini menjadi salah satu instrumen pelaksanaan penjaminan mutu.

2.2.4 Metode AHP

Analitycal Hierarchy Process (AHP) Adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki, dengan memberi nilai subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.

Gambar 2.1 Hierarchy metode AHP

Proses pengambilan keputusan pada dasarnya adalah memilih suatu alternatif yang terbaik. Seperti melakukan penstrukturan persoalan, penentuan alternatif-alternatif, penetapan nilai kemungkinan untuk variabel

 MCDA tool that uses a hierarchical problem decomposition

 Local priority weights from pair-wise Comparative Method (PCM) of Judgment

 Global priority weight by hierarchic composition (additive synthesis)

AHP follows a theory of relative measurement that provides:

1. An ‘objective’ mathematics to model complexities of a problem, and

2. A way to process

‘subjective’ preferences of groups/individuals in decision-making

1 3 2

1

2 3

1

(11)

aleatori, penetap nilai, persyaratan preferensi terhadap waktu, dan spesifikasi atas resiko. Betapapun melebarnya alternatif yang dapat ditetapkan maupun terperincinya penjajagan nilai kemungkinan, keterbatasan yang tetap melingkupi adalah dasar pembandingan berbentuk suatu kriteria yang tunggal.

Peralatan utama Analitycal Hierarchy Process (AHP) adalah memiliki sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelompok-kelompoknya dan diatur menjadi suatu bentuk hirarki.

a. Kelebihan Analitycal Hierarchy Process (AHP)

1. Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam

2. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkosistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan

3. Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.

Selain itu, AHP mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multi obyektif dan multi-kriteria yang berdasarkan pada perbandingan preferensi dari setiap elemen dalam hirarki. Jadi, model ini merupakan suatu model pengambilan keputusan yang komprehensif

(12)

b. Kekurangan AHP

1. Metode AHP memiliki ketergantungan pada input utamanya

Input utama yang dimaksud adalah berupa persepsi atau penafsiran seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang salah.

2. Metode AHP ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian secara statistik berdasarkan data historis permasalahan yang telah terjadi sebelumnya, sehingga tidak ada batas kepercayaan dan informasi pendukung yang kuat dari kebenaran model yang terbentuk.

Analytic Hierrchy Process (AHP) mempunyai landasan aksiomatik yang terdiri dari:

1. Resiprocal Comparison, yang mengandung arti bahwa matriksperbandingan berpasangan yang terbentuk harus 13 bersifat berkebalikan. Misalnya, jika A adalah k kali lebih penting daripada B maka B adalah 1/ k kali lebih penting dari A.

2. Homogenity, yang mengandung arti kesamaan dalam melakukan perbandingan. Misalnya, tidak dimungkinkan membandingkan jeruk dengan bola tenis dalam hal rasa, akan tetapi lebih relevan jika membandingkan dalam hal berat.

(13)

3. Dependence, yang berarti setiap jenjang (level) mempunyai kaitan(complete hierarchy) walaupun mungkin saja terjadi hubungan yang tidak sempurna (incomplete hierarchy).

4. Expectation, yang artinya menonjolkan penilaian yang bersifat ekspektasi dan preferensi dari pengambilan keputusan. Penilaian dapat merupakan data kuantitatif maupun yang bersifat kualitatif

c. Prinsip AHP

1. Decomposition Prinsip ini merupakan pemecahan persoalan-persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya ke bentuk hirarki proses pengambilan keputusan dimana setiap unsur atau elemen saling berhubungan. Jika ingin mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan dilakukan terhadap unsur-unsurnya sampai tidak mungkin dilakukan pemecahan yang lebih lanjut sehingga didapatkan beberapa tingkatan dari persoalan yang ada.

Struktur hirarki keputusan tersebut dapat dikatakan complete dan incomplete. Suatu hirarki disebut complete bila semua elemen pada suatu. Tingkat berhubungan dengan semua elemen pada tingkat berikutnya, sementara hirarki keputusan incomplete adalah kebalikan dari complete.

(14)

Gambar 2.2 Prinsip AHP Decomposition

Bentuk struktur dekomposisi yakni : Tingkat pertama : Tujuan keputusan (goal) Tingkat kedua : Kriteria-kriteria

Tingkat ketiga : Alternatif-alternatif

2. Comparative judgment yaitu penilaian kriteria dan alternatif, Prinsip ini memberikan penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkat yang di atasnya.

Penilaian ini merupakan inti dari penggunaan metode AHP. Penilaian ini dapat disajikan dalam bentuk matriks yang disebut matriks pairwise comparison yaitu matriks perbandingan berpasangan yang memuat tingkat preferensi beberapa alternatif untuk kriteria. Skala preferensi dengan skala 1 menunjukan tingkat paling rendah sampai dengan skala 9 tingkatan paling tinggi. Kriteria dan alternatif sering ditunjukkan dengan matrik berpasangan. Menurut Saaty (1988) digunakan skala

LEVEL 1 GOAL

LEVEL 2 CRITERIA (AND SUB-CRITERIA)

LEVEL 3 ALTERNATIVE

Goal

Criteria 3 Criteria 2

Criteria 1

Sub criteria Sub criteria

Sub criteria

Alternative 3 Alternative 2

Alternative 1

(15)

perbandingan sebagai ukuran seperti pada skala di bawah ini yang menyatakan intensitas kepentingan.

Tabel 2.2. Skala Perbandingan Berpasangan Intensitas

Kepentingan Defenisi

1 Sama pentingnya dibanding dengan yang lain

3 Moderat pentingnya dibanding yang lain

5 Kuat pentingnya dibanding yang lain

7 Sangat kuat pentingnya dibanding yang lain

9 Ekstrim pentingnya dibanding yang lain

2, 4, 6, 8 Nilai diantara dua penilaian yang berdekatan

Reciprocal

Jika elemen i memiliki salah satu angka di atas dibandingkan elemen j, maka j memiliki nilai

kebalikannya ketika dibanding dengan i

3. Synthesis of priority Pada prinsip ini menyajikan matriks pairwise comparison yang kemudian dicari eigen vektornya untuk mendapatkan local priority. Karena matriks pairwise comparison terdapat pada setiap tingkat, maka untuk mendapatkan global priorty dapat dilakukan sintesa diantara local priority.

4. Logical consistency Merupakan karakteristik yang paling penting. Hal ini dapat dicapai dengan mengagresikan seluruh vektor eigen yang

(16)

diperoleh dari tingkatan hirarki dan selanjutnya diperoleh suatu vektor composite tertimbang yang menghasilkan urutan pengambilan keputusan.

d. Langkah-langkah AHP

Langkah – langkah dan proses Analisis Hierarki Proses (AHP) adalah sebagai berikut:

1. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan.

2. Sistem yang kompleks bisa di pahami dengan memecahnya menjadi elemen-elemen pendukung, menyusun elemen secara hierarki, dan menggabungkannya atau mensintesisnya. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum, kriteria/komponen yang dinilai dan alternatif-alternatif pada tingkatan yang paling bawah. Struktur hierarki AHP dapat dilihat pada Gambar sebagai berikut :

3. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan dan kriteria yang setingkat di atasnya. Perbandingan dilakukan berdasarkan “judgement” dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibanding elemen lainnya.

(17)

Tabel 2.3. matriks perbandingan berpasangan

Kriteria 1 Kriteria 2 Kriteria 3 Kriteria 4 Kriteria 5

Kriteria 1 K11 K12 K13 K14 K15

Kriteria 2 K21 K22 K23 K24 K25

Kriteria 3 K31 K32 K33 K34 K35

Kriteria 4 K41 K42 K43 K44 K45

Kriteria 5 K51 K52 K53 K54 K55

4. Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya, jika tidak konsisten maka pengambilan data diulang.

5. Menghitung vector eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan.Nilai vector eigen merupakan bobot setiap elemen.

Langkah ini untuk mensintensis judgement dalam penentuan prioritas elemen-elemen pada tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan.

6. Memeriksa konsistensi hirarki. Jika nilai lebih dari 10% maka penilaian data judgement harus diperbaiki.

Secara umum perhitungan AHP sebagai berikut :

(18)

Gambar 2.3 Langkah Perhitungan dalam AHP

Konsistensi Logis

Dalam teori matriks diketahui bahwa kesalahan kecil pada koefisien akan menyebabkan penyimpangan kecil pula pada eigen value. Penyimpangan dari konsistensi dinyatakan dengan Indeks Konsistensi, dengan persamaan(Suryadi dan Ramdhani, 2002:137).

a. Mengalikan matriks dengan prioritas bersesuaian.

b. Menjumlahkan hasil perkalian per baris.

YA

Menentukan Hirarki

Melakukan perhitungan bobot prioritas kriteria (menghitung matriks berpasangan dan

nilai eigen)

Melakukan perhitungan bobot prioritas alternatif (menghitung matriks berpasangan

dan nilai eigen)

CR <=

Memeriksa Konsistensi Hirarki

Perhitungan dengan AHP Start

End

TIDAK

(19)

c. Hasil penjumlahan tiap baris dibagi prioritas bersangkutan dan hasilnya dijumlahkan.

d. Hasil c dibagi jumlah elemen, akan didapat λmaks.

e. Indeks Konsistensi (CI) = (λmaks-n) / (n-1)

Rasio Konsistensi = CI/ RI, di mana RI adalah indeks random konsistensi. Jika rasio konsistensi ≤ 0.1, hasil perhitungan data dapat dibenarkan.

2.2.5 Metode VIKOR

Metode VIKOR merupakan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM) yang dapat digunakan untuk menyeleksi lebih dari satu kriteria.

Metode VIKOR berfokus dalam perangkingan dengan mengkompromi dari hasil alternatif dan kriteria yang bertentangan.

Ide perangkingan kompromi diperkenalkan oleh Yu (Yu 1973) dan Zeleny (Zeleny 1982). Kemudian, Opricovic dan Tzeng memperkenalkan metode VIKOR sebagai metode perangkingan kompromi (Opricovic and Tzeng, 2007 ). Solusi kompromi merupakan sebuah solusi yang layak yang terdekat pada solusi ideal, sedangkan kompromi berarti persetujuan yang dibuat dengan saling mengizinkan (Rao 2008).

VIšekriterijumsko KOmpromisno Rangiranje (VIKOR) merupakan salah satu metode yang digunakan pada Multi Atribute Decision Making (MADM) dengan melihat solusi/alternatif terdekat sebagai pendekatan

(20)

kepada solusi ideal dalam perangkingan (Rao, 2008). Metode ini berfokus pada perankingan dan pemilihan dari sejumlah alternatif walaupun kriterianya saling bertentangan (Yin-Yu, 2011).

VIKOR (VIšekriterijumsko KOmpromisno Rangiranje dalam bahasa Serbia, yang artinya Perangkingan Kompromis MultiKriteria) adalah metode perankingan dengan menggunakan indeks peringkat multikriteria berdasarkan ukuran tertentu dari kedekatan dengan solusi yang ideal.

Metode VIKOR merupakan salah satu metode yang dapat dikategorisasikan dalam Multi-Criteria Decision Analysis/MCDA (Opricovic 1998). Metode VIKOR dikembangkan sebagai metode Multi-Criteria Decision Making/MCDM untuk menyelesaikan pengambilan keputusan bersifat diskrit pada kriteria yang bertentangan dan non-commensurable(tidak ada cara yang tepat untuk menentukan mana yang lebih akurat) (Opricovic and Tzeng 2007).

Metode VIKOR fokus pada perankingan dan memilih dari satu set sampel dengan kriteria yang saling bertentangan, yang dapat membantu para pengambil keputusan untuk mendapatkan keputusan akhir (Opricovic and Tzeng 2007). Metode ini sangat berguna pada situasi dimana pengambil keputusan tidak memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan pada saat desain sebuah sistem dimulai (Sayadi and Heydari 2009).

(21)

a. Langkah-langkah VIKOR

Langkah-langkah yang digunakan dalam Metode VIKOR adalah sebagai berikut (Kusdiantoro 2012):

1. Membuat Matriks Keputusan (F)

2. Menentukan Bobot Kriteria (W)

3. Membuat Matriks Normalisasi (N)

4. Normalisasi Bobot (F*)

5. Menghitung Utility Measures(S) dan Regret Measures(R)

6. Menghitung indeks VIKOR (Q)

7. Perankingan alternatif

8. Melakukan normalisasi menggunakan rumus sebagai berikut:

Rij = (𝑥𝑗+−𝑥𝑖𝑗

𝑥𝑗+−𝑥𝑗−)

(2.1) Dimana :

Rij dan Xij (i=1,2,3,...,m dan j=1,2,3,...,n) adalah elemen dari matriks pengambilan keputusan (alternatif terhadap kriteria j) dan

X+j adalah elemen terbaik dari kriteria j.

(22)

X-j adalah elemen terbaik dari kriteria j.

9. Menghitung nilai S dan R menggunakan rumus:

Si = ∑ 𝑊𝑗 (𝑥𝑗+−𝑥𝑖𝑗

𝑥𝑗+−𝑥𝑗−)

𝑛𝑗=1

(2.2)

Ri = Max j [𝑤𝑗(𝑥𝑗+−𝑥𝑖𝑗

𝑥𝑗+−𝑥𝑗−)]

(2.3)

Dimana Wj adalah bobot dari tiap kriteria j.

10. Menentukan nilai indeks Qi

Qi = [ Si − S+ ]V + [ Ri − R+ ](1 − V) 𝑆+ − 𝑆− 𝑅+ − 𝑅−

(2.4)

Dimana S- = min Si, S+ = max Si dan R- = min Ri, R+ = max Ri dan v = 0,5.

11. Hasil perangkingan merupakan hasil pengurutan dari S, R,Q.

12. Solusi alternatif peringkat terbaik berdasarkan dengan nilai Q minimum menjadi peringkat terbaik dengan syarat:

(23)

𝑄(𝐴(2))– 𝑄((1)) ≥ 𝐷𝑄

(2.5) Dimana A(2) = alternatif dengan urutan kedua pada perengkingan Q dan A(1) = alternatif dengan urutan terbaik pada perengkingan Q sedangkan DQ = 1 – (m-1),dimana m merupakan jumlah alternatif. Alternatif A(1) harus berada pada rangking terbaik pada S dan/atau R.

b. Kelebihan Metode VIKOR

1. metode VIKOR memiliki kelebihan pada proses pemeringkatan dengan memiliki nilai preferensi untuk pemeringkatan dan dapat mengatasi pemeringkatan banyak alternatif dengan lebih mudah.

2. Selain itu, metode VIKOR memiliki kelebihan mengatasi kriteria yang bertentangan dalam pemeringkatan. Kriteria bertentangan yang dimaksud adalah terdapat beberapa kriteria tetapi masing-masing kriteria tersebut menggunakan penilaian berbeda. Penilaian itu dapat melihat nilai tertinggi semakin baik atau nilai terendah semakin baik.

c. Kekurangan Metode VIKOR

pada tahap pembobotan, proses pembobotan hanya diberikan begitu saja oleh atasan/pengambil keputusan tanpa adanya cek konsistensi pembobotan seperti metode AHP.

(24)

2.2.6 MS Excel.

Excel merupakan sebuah merupakan sebuah aplikasi yang berupa spreadsheet yang dibuat serta didistribusikan oleh Microsoft Corporation agar dapat digunakan untuk sistem operasi Windows dan juga Mac OS.

Excel atau disebut juga Microsoft Excel merupakan salah satu software yang berada dalam paket Microsoft Office. Microsoft Excel digunakan untuk proses pengolahan angka, namun tak hanya itu karena Microsoft Excel juga memiliki banyak fitur dan fungsi lainnya. Fitur Function dan Formulas atau yang lebih dikenal dengan rumus Excel merupakan sesuatu hal yang membuat Microsoft Excel cukup dikenali oleh banyak orang.

a. Fungsi Microsoft Excel

1. Mengelola dan menghitung data seputar keuangan atau anggaran biaya 2. Membuat perhitungan data rencana investasi, pembelian, penjualan dan

lain sebagainya

3. Membantu penggunanya dalam melakukan riset harga dan analisa data yang mendalam

4. Melakukan kegiatan konversi nilai mata uang

5. Membuat rincian diagram persamaan hitungan matematika sesuai kebutuhan

6. Untuk mengelola, membuat, dan melakukan analisa data dengan cepat dan efisien

7. Lebih mudah dalam melakukan pembuatan laporan terkait keuangan.

(25)

b. Kelebihan dan Kekurangan MS Excel

1. Dapat digunakan di berbagai operasi sistem komputer seperti windows dan Mac OS.

2. Tampilan yang mudah digunakan dan nyaman (friendly user).

3. Fitur lembar kerja excel yang sangat luas dan besar.

4. Lisensi program yang dapat digunakan secara grosir dan lebih murah.

5. Dapat membaca file ekstensi format (.CSV)

6. Hanya menggunakan RAM dan sumber daya cpu sedikit.

7. Format default (.xls( yang mendukung dan kompatible dengan berbagai software office lainnya.

8. Sangat membantu berbagai jenis pekerjaan dalam mengelola dan membuat laporan data angka.

9. Selalu diperbarui untuk meningkatkan kemampuan mengolah angka.

c. Kekurangan Microsoft Excel

1. Program berbayar dan membutuhkan lisensi untuk menggunakannya.

2. Akses fungsi program yang terbatas.

3. Jumlah baris sel sangat berjumlah banyak, tetapi juga terbatas.

4. Fitur add-ins excel yang kurang optimal.

5. Pada versi terbarunya membutuhkan komputer dengan spesifikasi menengah atas.

6. Dokumen yang dihasilkan kurang stabil pada setiap versinya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil kajian yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulanbahwa mahasiswa jurusan matematika FMIPA UM melakukan tindakan mental 1 (MA 1), yaitu

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa penilaian dalam prinsip hygiene sanitasi makanan jajanan dilihat dari segi lokasi tempat jualan pedagang kue di wilayah pasar

Untuk itu, masing-masing bagian dari Departemen Humas memiliki cara tersendiri dalam menjalin hubungan secara personal ataupun kelembagaan, misalnya Bagian HKL, berperan

Dalam penyelenggaraan Diklat Pra-jabatan ini sistem pemantauan kurikulum yang digunakan berupa presensi / daftar hadir untuk peserta diklat &amp; untuk widyaiswara

Peminat Pilihan Pertama ( Time Stamp , Angkatan, No. Stb., e-mail, SKS lulus, IPK, SKS diambil, Paket Sem. Ganjil, Paket Sem. Genap): Peminat Pilihan Kedua dan Ketiga: TIDAK

Pada siklus II peneliti mentargetkan prosentase pencapaian 85% anak minimal mencapai berkembang sesuai harapan (BSH), jumlah anak yang mencapai berkembang sesuai

Peg Pegawa awai i ne neger geri i yan yang g mem mempun punyai yai wawasan yang luas tentunya ia dapat membawa dan mengayomi masyarakat wawasan yang luas tentunya ia dapat

Lembaga Amil Zakat manapun memerlukan orang yang terampil dan energik dalam menjalankan tugasnya untuk menghimpun dana, karena bagian inilah yang menjadi penggerak sebuah LAZ /