Hubungan Manusia dan Cinta Kasih Hubungan Manusia dan Cinta Kasih
Manusia adalah makhluk sosial, dan tidak dapat hidup sendiri. Artinya manusia tidak bisa Manusia adalah makhluk sosial, dan tidak dapat hidup sendiri. Artinya manusia tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan dari orang lan. Coba bayangkan jika anda sebagai manusia hidup hidup tanpa adanya bantuan dari orang lan. Coba bayangkan jika anda sebagai manusia hidup individualisme atau penyendiri.
individualisme atau penyendiri.
Mungkin dunia ini akan terasa membosankan dan memuakkan, terjadi banyak kericuhan Mungkin dunia ini akan terasa membosankan dan memuakkan, terjadi banyak kericuhan akibat dari individualisme karena mereka menganggap ini hidupnya sendiri dan tidak mau akibat dari individualisme karena mereka menganggap ini hidupnya sendiri dan tidak mau mengalah satu sama lain karena menyangkut individu. Dengan adanya individualisme bisa di mengalah satu sama lain karena menyangkut individu. Dengan adanya individualisme bisa di bayangkan
bayangkan oleh oleh para para pemuda pemuda semua semua akan akan terasa terasa sepi, sepi, tidak tidak ada ada yang yang menggajak menggajak bermain bermain ,, nongkrong , atau sekedar jalan jalan bersama kawan.
nongkrong , atau sekedar jalan jalan bersama kawan.
Oleh karena itulah manusia dan cinta kasih kepada kehidupan manusia sangat di perlukan.
Oleh karena itulah manusia dan cinta kasih kepada kehidupan manusia sangat di perlukan.
Agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan Agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun dan damai tanpa adanya perseteruan antara dua orang atau
rukun dan damai tanpa adanya perseteruan antara dua orang atau pun diantara ras. Cinta kasihpun diantara ras. Cinta kasih kepada manusia dapat diartikan banyak hal seperti contohnya seorang anak yang mencintai kepada manusia dapat diartikan banyak hal seperti contohnya seorang anak yang mencintai ibu dan bapaknya, seorang suami yang mencintai istrinya. Dalam kehidupan manusia tidak ibu dan bapaknya, seorang suami yang mencintai istrinya. Dalam kehidupan manusia tidak lepas dari cintah kasih antara sesama manusia. seperti contohnya seorang sahabat yang selalu lepas dari cintah kasih antara sesama manusia. seperti contohnya seorang sahabat yang selalu menemani disetiap saat dan rasa simpati dan empati muncul karena adanya cinta kasuh antara menemani disetiap saat dan rasa simpati dan empati muncul karena adanya cinta kasuh antara sesama manusia. Manusia tanpa cinta kasih bagaikan manusia tanpa perasaan dan akan sesama manusia. Manusia tanpa cinta kasih bagaikan manusia tanpa perasaan dan akan membua manusia itu berdarah dingin dan tidak perduli dengan lingkungan yang ada di membua manusia itu berdarah dingin dan tidak perduli dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Manusia dan cinta kasih tidak dapat di pisahkan karena sesuatu hal yang penting sekitarnya. Manusia dan cinta kasih tidak dapat di pisahkan karena sesuatu hal yang penting dan misalnya terpisahkan maka dunia ini tidak seindah hari ini.
dan misalnya terpisahkan maka dunia ini tidak seindah hari ini.
1. Pengertian Cinta Kasih 1. Pengertian Cinta Kasih Menurut kamus u
Menurut kamus umum bahasa Indonesia mum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Dakarya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir mirip sehingga kata menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir mirip sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang dalam kehidupan perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat
yang kokoh antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan yang kokoh antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ichlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada
ichlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.syariatNya.
Pengertian tentang cinta dikemukakan
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bSarwono, dikatakan bahwaahwa cinta memiliki tiga
cinta memiliki tiga unsur yaitu: keterikatan. unsur yaitu: keterikatan. Keintiman, dan Keintiman, dan kemesraan. kemesraan. Yang dimaksudYang dimaksud dengan
dengan keterikatan adalah adanya keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanyperasaan untuk hanya bersama dia, segala a bersama dia, segala prioritas untukprioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur
ditepati. Unsur yang yang kedua adalah kedua adalah keintiman keintiman yaitu adanyyaitu adanya kebiasaan-kebiasaan a kebiasaan-kebiasaan dan tingdan tingkahkah laku yang menunju
laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan kan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-jarak lagi. Panggilan- panggilan
panggilan formal formal seperti seperti bapak, bapak, ibu, ibu, saudara saudara digantikan digantikan dengan dengan sekedar sekedar memanggil memanggil namanama atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam
pinjam meminjam baju, saling memakai baju, saling memakai uang tanpa rasa uang tanpa rasa berhutang, tidak berhutang, tidak saling saling menyimpanmenyimpan rahasia
rahasia dan lain-lainya. Unsur ydan lain-lainya. Unsur yang ketiga adalah ang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya kemesraan, yaitu adanya rasa inginrasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan- membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan- ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.
ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.
Cinta tingkat tertinggi
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada adalah cinta kepada Tuhan. Cinta tingTuhan. Cinta tingkat menengah kat menengah adalah cintaadalah cinta kepada
kepada orang tua, anak, saudara, suorang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta tingami / istri dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cintakat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
2. Cinta Menurut Ajaran Agama 2. Cinta Menurut Ajaran Agama Dalam
Dalam kehidupan kehidupan manusia, manusia, cinta mcinta menampakan enampakan diri ddiri dalam alam berbagai berbagai bentuk bentuk kadang-kadangkadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Tuhan, berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci.
anaknya, hartanya, atau Tuhan, berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci.
a. Cinta Diri a. Cinta Diri Cinta
Cinta ini ini erat kaitannyerat kaitannya denga dengan dan dorongan orongan menjaga diri, menjaga diri, manusia senang manusia senang untuk untuk tetap hidutetap hidup,p, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia juga yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara baha
membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara bahaya.ya.
b. Cinta Kepada Sesama Manusia b. Cinta Kepada Sesama Manusia Agar manusia dapat hidup
Agar manusia dapat hidup dengan dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnyalainnya tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cin
ia menyeimbangkan cintanya tanya itu dengan cinta dan itu dengan cinta dan kasih sayang pada kasih sayang pada orang-orang lain,orang-orang lain, bekerja
bekerja sama sama dengan dengan memberi memberi bantuan bantuan kepada kepada orang orang lain. lain. Oleh Oleh karena karena itu, itu, Alloh Alloh ketikaketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada
keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah.
Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
c. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
d. Cinta Kebapak’an
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si Ibu dengan anak-anaknya maka para ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena barsumber dari kesenangan dan kegembiraan baginya sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
e. Cinta Kepada Tuhan
Pada dasarnya manusia diciptakan dengan rasa cinta dan kasih. Cinta dan kasih ini pada hakikatnya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Cinta pun tidak lepas dari kata benci.
Setiap ada cinta, pasti ada benci. Ada orang yang bilang kalo benci dan cinta itu bedanya sangat tipis sekali. Ada juga orang yang mengartikan kalo benci itu adalah benar-benar cinta.
Apakah itu benar? Jawabannya hanya bisa dijawab oleh orang-orang yang sedang merasakan yang namanya jatuh cinta.
Cinta itu pada dasarnya tidak boleh berlebihan, karena jika kamu terlalu cinta maka akibat yang ditimbulkan tidaklah baik. Misalnya, ketika kamu sangat mencintai seseorang, kamu pasti akan benar-benar merasakan yang namanya mabuk cinta. Dan pada saat cinta kamu itu bertepuk sebelah tangan, timbullah rasa benci yang ada dalam hati kamu tapi hal ini lebih cocok untuk orang-orang yang berpikiran sempit tentang cinta. Terlalu cinta itu memiliki arti lain yaitu "ingin memiliki". Ingin memiliki mengakibatkan suatu hubungan yang tidak baik
dan kata yang pas untuk ini adalah POSESIF. Posesif adalah rasa cemburu yang terlalu berlebihan dan hubungan yang didasari dengan posesif ini, akan berlanjut menjadi over protective yang membuat pasangan serasa terpenjara. Dan pada akhirnya akan membuat
hubungan yang dimulai dengan rasa cinta yang tulus menjadi rasa benci yang berlebihan.
Cinta pada mulanya pasti membuat orang yang merasakannya bahagia bukan main, namun pada akhirnya kita sendiri yang dapat memutuskan kelanjutan cinta itu dapat berakhir dengan bahagia atau tidak. Karena cinta dan kebahagiaan itu tidak selalu menjadi satu dan berjalan dengan mulus layaknya kutub utara dan selatan yang sama-sama menjadi poros bumi tapi keduanya tidak akan pernah bersatu.
Bahagia atau tidaknya suatu percintaan yang kita jalani juga merupakan andil dari Sang Maha Pencipta. Jika Tuhan sudah berkehendak sesuatu maka terjadilah, karena Tuhan mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Maka kita tidak perlu khawatir jika cinta kita bertepuk sebelah tangan atau tidak berakhir dengan bahagia, ketika kita merasakan itu ingatlah bahwa Tuhan mempunyai rencana lain untuk kita dan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Jadi, jika kita cinta terhadap sesorang janganlah berlebihan supaya tidak berdampak buruk di kemudian harinya. Seperti rasa sakit hati yang mendalam dan pada akhirnya menimbulkan rasa benci terhadap orang tersebut. Karena pada dasarnya cinta yang berlebihan itu harusnya kita tunjukkan hanya kepada Tuhan, sebab Dialah yang menciptakan kita dan menakdirkan apa yang sudah sepatutnya kita terima semasa kita di dunia.
3. Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi
manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman, kesesatan menuju cahaya petunjuk.
4. Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan.
Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam rumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.
Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagian rumah tangga itu.
5. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain”. Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah”
Roro Mendut dan Prono Citro”
6. Belas Kasihan
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasih, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit yang dideritanya,dan sebagainya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah.
7. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang
lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua- duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Contoh hubungan cinta kasih Tuhan terhadap manusia
Perintah Tuhan segala perintah Tuhan itu melindungi kita, tetapi dosa itu membinasakan diri kita. Sebab inilah Tuhan menghendaki kasih kita, sebab kecuali ini, kita akan binasa. Cinta kasih Tuhan tidak mungkin dapat di gambarkan dengan perkataan saja. Hanya ada satu jalan saja untuk kita memahami Cinta kasih Tuhan, ia itu dengan membenarkan Tuhan Allah mengasihi kita.
Adakah anda mengingini penyelamatan dan penglibatan dalam Cinta kasih Tuhan ? Tuhan memanggil anda, hai kawan !
Sabda Tuhan dalam Kitab suci, Tuhan memberitahu kita bahwa para pengkotbah mulai berkhotbah sehingga manusia telah celik mata mereka, dan telah insaf dari dosa mereka, dari
kegelapan menuju ke Cahaya, daripada cengkraman syaitan kepada belaian Tuhan supaya mereka dapat memperolehi pengampunan dosa serta pewarisan dikalangan mereka yang sedang disucikan melalui iman mereka terhadap Tuhan
Tuhan mengatakan bahwa segala manusia telah berdosa dan disingkirkan dari kemuliaan Tuhan
Sebab upah dosa ialah maut.
Hubungan Manusia dan Penderitaan
Definisi Penderitaan
Menurut saya penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada tiga macam yaitu penderitaan yang dialami secara lahir (fisik), penderitaan yang dialami secara batin (mental/ psikologis), dan yang ketiga gabungan dari penderitaan lahir dan penderitaan batin (fisik dan psikologis). Tentu saja penderitaan tidak akan mucul jika tidak ada yang menyebabkannya untuk muncul. Disini saya akan lebih membahas tentang sebab – sebab munculnya sebuah penderitaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang
kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, dari yang terberat hingga ringgan. Persepsi pada setiap orang juga berpengaruh menentukan intensitas penderitaan. Suatu kejadian dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu dianggap penderitaan bagi orang lain. Dalam artian suatu permasalahan sederhana yang dibesar-besarkan akan menjadi penderitaan mendalam apabila disikapi secara reaksioner oleh individu. Ada pula masalah yang sangat urgen disepelekan juga dapat berakibat fatal dan menimbulkan kekacauan kemudian terjadi penderitaan.
Sebab-sebab munculnya penderitaa.
Jika diklasifikasikan berdasarkan sebab-sebab munculnya penderitaan manusia itu ada dua, yang pertama yaitu pendertiaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, dan yang kedua penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab Tuhan.
A. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut dengan nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Tuhan berfirman, Aku tidak akan pernah merubah nasib hambaku, melainkan Hambaku sendirilah yang merubahnya. Sudah jelas Tuhan tidak akan mengubah nasib hambanya, karena atas usaha hambanya sendirilah yang bias mengubah nasi bnya itu. Adapun perbedaan antara nasib buruk dan takdir, kalau takdir Tuhan yang menjadi penentunya sedangkan nasib itu manusia penyebabnya.
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya pun dapat menimbulkan bagi penderitaan bagi manusia yang lainnya. Tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari karena perbuatannya lah yang menimbulkan penderitaan pada manusia yang lainnya. Kebanyakan manusia baru menyadari kesalahannya ketika bencana yang menimbulkan penderitaan bagi manusia yang lainnya itu sudah terjadi.
B. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab Tuhan,
penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan atau azab Tuhan, namun kesabaran, tawakal dan optimism merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
Contoh kasus,
KOMPAS.com - Kisah penganiayaan atas tenaga kerja Indonesia, terutama perempuan yang bekerja di luar negeri, bukan lagi hal baru. Hampir setiap tahun, kasus ini selalu terjadi, baik di Malaysia, Singapura, maupun Timur Tengah. Reaksi kepedulian pemerintah hanya sesaat disertai janji pembenahan.
Namun, janji ini selalu nihil sebab kisah yang sama terulang kembali. Malah penganiayaan ini semakin menjadi-jadi membuat hati tersayat-sayat pilu. Berdasarkan data Migrant Care, jumlah TKI yang bermasalah pada tahun 2008 sebanyak 45.626 orang. Tahun 2009 sekitar
44.569 orang dan selama Januari-oktober 2010 mencapai 25.064 Korban terbanyak bekerja di Arab Saudi, yakni berkisar 48,29 persen-54,10 persen. Mereka menderita beragam masalah, seperti gaji tidak dibayar, kekerasan seksual, dianiaya sampai tewas, serta dianiaya hingga mengalami cacat fisik.
Kini, kasus serupa timbul lagi di Arab Saudi yang menimpa Sumiati (23) asal Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kikim Komalasari asal Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Kikim dianiaya hingga tewas oleh majikannnya, sedangkan Sumiati digunting bibirnya. Suatu tindakan yang tidak bias ditoleransi apapun alasannya. Bukan tak mungkin kasus sejenis akan dialami TKI lainnya. Apalagi, penanganan kasus TKI yang dilakukan Pemerintah Indonesia sama sekali tidak menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya. Sebaliknya, pemerintah dan semua pihak terkait selalu berbangga jika mendengar majikan dihukum dan TKI diberikan berbagai biaya sebagai kompensasi. Tetapi, sumber masalah yang ada di dalam negeri tetap
dibiarkan kian menggurita.
Akar masalah itu mulai dari tata cara dan mekanisme perekrutan, proses penyiapan keterampilan, sistem pengiriman, hingga sejumlah ketentuan lainnya, termasuk adanya sindikat dalam pengiriman TKI. Para pelaku sindikat tidak peduli seperti apa nasib TKI di luar negeri. Yang penting bagi mereka adalah menikmati keuntungan dari transaksi
pengiriman TKI.
Sumber masalah itu sudah berkali-kali diungkapkan secara telanjang. Solusi juga sudah banyak diberikan, tetapi pemerintah sama sekali tidak punya niat serius untuk menuntaskan
masalah.
”Terkesan pemerintah tidak pernah merasa bersalah. Mereka malah menganggap sudah
bekerja maksimal. Padahal, rasa bersalah itu penting sebagai modal melakukan perbaikan,”
kata Direktur Eksekutif insitut for Ecosos Right Sri Palup Tema : Manusia dan Cinta Kasih
Dalam perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta kasih.
Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang bernama manusia. Manusia diciptakan dengan penuh cinta kasih dan tanpa cinta kasih, manusia tidak akan lahir. Cinta adalah ungkapan rasa saying dan simpati kita kepada seseorang. Kata cinta juga diberikan dari kita kepada Sang Pencipta sebagai tanda bahwa kita membutuhkanNya. Rasa cinta yang kita berikan menunjukkan bahwa kita sangat menyukai dan ingin selalu bersamanya.
Kecemburuan sering terjadi jika seseorang yang kita cintai bersama dengan orang lain. Itulah cinta, satu nama seribu makna. Ungkapan cinta dapat dilakukan dengan pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, selalu ada jika dibutuhkan dan lain-lain. Cinta kepada sesama adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam.
Cinta kasih tidak hanya sekedar cinta belaka, akan tetapi cinta kasih itu timbul dari lubuk hati manusia yang sifatnya kekal dan tak akan pernah berubah. Dengan cinta kasih manusia akan selalu berbahagia dan menderita di dalam hidupnya.
Menurut teori, cinta adalah sikap dasar untuk memperhatikan kepuasan dan ketentraman serta perkembangan orang yang kita cintai. Prakteknya, cinta berarti bersedia melepas kesenangan,
mengabadikan waktu, bahkan mengorbankan ketentraman kita demi peningkatan kepuasan, ketentraman, dan perkembangan orang lain. Namun, menerangkan anatomi cinta sangat sulit.
Menurut Erich From, cinta merupakan tindakan aktif (bukan pasif). Berdiri di dalam cinta (bukan jatuh di dalamnya), memberi (bukan menerima). Sedang R.M. Rilke, cinta
merupakan dorongan luhur bagi seseorang untuk menuju kematangan, untuk menjadi sesuatu dalam dirinya sendiri maupun orang lain. Kita akan coba sajikan beberapa unsur-unsur cinta.
1) Kasih Sayang
Menurut Mery Lutyens, bahwa kasih sayang adalah faktual, bukan sentimental yang
mengandung emosional yang dapat ditangisi kepergiannya maupun kedatangannya. Memiliki kasih sayang berarti memiliki simpatik, ia bebas dari rasa takut, paksaan dan kewibawaan serta tindakan akal budi pada diri sendiri. Dalam kasih sayang, sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut “tanggung jawab”, “pengorbanan”, “kejujuran”, “pengertian”, dan “keterbukaan” sehingga keduanya meru pakan kesatuan yang bulat dan utuh.
2) Kemesraan
Menurut Suryadi, bahwa kemesraan berasal dari kata “mesra” yang artinya simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab antara setiap individu.
3) Belas Kasih
Belas kasih adalah hati yang iba dan rasa sayang atau cinta kepada sesuatu atau seseorang.
Arti lain yakni mengucapkan syukur, maksudnya merupakan pemberian itu menyentuh rasa kebutuhan seseorang yang diberi. Dalam menumpahkan belas kasihan, benar-benar harus
keluar dari hati yang ikhlas, tidak terkandung unsure pamrih. Maksudnya, yang berbelas kasihan dapat merasakan penderitaan orang yang dibelas kasihi. Karena kita sekarang berada pada kemanusiaan dan kesadaran hokum yang menjadi nilai universal, maka setiap
permasalahan harus didekati secara professional.
4) Pemujaan dan Pemujian
Pemujaan merupakan bentuk penghormatan seseorang kepada sesuatu yang tentu akan melahirkan pujian sebagai bentuk apresiasi bahkan boleh dikatakan sebagai bagian dari penghormatan itu sendiri. Di dalamnya, ada makna ketakjuban dan penghargaan atas segala
kebaikan dan kelebihan.
Contoh Hubungan Manusia dan Cinta Kasih :
Manusia dan Cinta Kasih Pada dasarnya, manusia diciptakan dibekali dengan sifat -sifat
bawaan, bayi yang baru lahir telah memiliki sifat-sifat dasar yang pada nantinya akan muncul sesuai dengan perkembangan fisik serta pengaruh luar yang mempengaruhi
perkembangannya. Esensi diartikan sebagai sifat dasar sementara eksistensinya adalah wujud manusia, dimana keberadaan keduanya saling terkait, tidak ada yang satu maka tidak ada yang lainnya. Berangkat dari sifat-sifat dasar inilah, secara naluriah bayi, setelah tumbuh seiring dengan pertumbuhan fisik, akan dapat membedakan mana yang tepat dan mana yang tidak tepat, mana yang baik dan mana yang kurang baik, mana yang benar dan mana yang salah. Sifat dasar ini dapat kelihatan ketika bayi akan lebih merasa aman ketika bersama ibu kandungnya dibanding harus digendong oleh orang yang baru dikenalnya. Bersama ibunya dia merasa lebih baik. Seiring dengan perkembangan tubuhnya, dan yang paling penting, pengaruh luar terhadap perkembangan karakteristik bayi, maka dia dengan akalnya telah
dapat mengetahui bahwa ada sesuatu yang baik dan yang buruk, dapat membedakannya serta memilih jalan mana yang akan dia ambil. Kasih sayang adalah juga merupakan sifat dasar yang dibawa ketika bayi lahir. Kasih sayang ini termanifestasikan dalam hubungan antara ibu dan bayinya. Bayi akan dapat mengenal sentuhan kasih dari orang tuanya, dapat mengenal sentuhan cinta ketika Ibu memberikan ASI kepada bayinya, ada contoh kasuistik, bahwa terkadang bayi dapat merasakan ASI dari ibu kandungnya (atau ibu yang biasa menyusuinya) serta menolak ASI yang diberikan dari ibu lainnya. Cinta Kasih terus berkembang seiring dengan perkembangan bayi hingga menjadi anak-anak, anak-anak ketika menjelang usia remaja, remaja ketika mulai tumbuh menjadi dewasa, dewasa ketika memasuki usia tua dan ketika sudah tua beranjak menuju usia senja. Cinta kasih terus tumbuh sesuai dengan
pertumbuhan usia, dan pengejawantahan dari kasih tersebut juga berbeda sesuai usianya.
Pernyataan cinta seorang ibu akan berbeda dengan pernyataan cinta anak kepada ibunya.
Pernyataan kasih kakek kepada cucunya akan berbeda dengan seorang ayah kepada anaknya.
Begitulah usia berpengaruh terhadap manifestasi cinta kasih manusia. Cinta kasih adalah cinta yang tumbuh dan berkembang dalam lubuk sanubari setiap manusia, bukan karena dorongan kepentingan tertentu. Cinta kasih ini tidak terbatasi oleh ruang dan waktu, tidak pula terbatasi oleh umur, jenis kelamin, suku budaya, bangsa dan agama. Dalam cinta kasih
ini, tidak dapat ditemui rasa cemburu, iri hati, persaingan atau penyisihan, sebabnya, dalam cinta kasih tidak hanya berbicara mengenai kepentingan, maka semuanya dianggap sama, semuanya merupakan objek pemberian kasih kepada sesama tanpa memberikan arti khusus untuk kepentingan tertentu. Pentingnya cinta kasih dalam kehidupan manusia adalah karena manusia selain sebagai makhluk individu yang akan menghidupi diri mereka sendiri, juga sebagai makhluk social, yang membutuhkan bantuan orang lain, membutuhkan orang lain dalam mengarungi kehidupan agar dapat lebih terpuaskan kebutuhan sosialnya. Karena