• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

19 BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yaitu gerai Samsung yang berlokasi di Malang Town Square, Lokasi ini dipilih karena banyak pelanggan Samsung yang datang ke Gerai Samsung untuk melakukan pembelian atau untuk mengklaim garansi atas produk yang mereka beli sehingga mempermudah peneliti dalam memperoleh data

B. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksplanatori. Penelitian eksplanatori menurut Sugiyono (2013) adalah penelitian yang menjelaskan hubungan kausal (sebab akibat) antara variabel-variabel yang mempengaruhi hipotesis. Hubungan sebab akibat dari penelitian ini adalah mengungkapkan perngaruh kualitas produk dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan di gerai Samsung Malang.

Dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang diperoleh dari hasil kuesioner kemudian diolah menjadi data kuantitatif dengan menggunakan SPSS

C. Defenisi Oprasional Variabel

Menurut Widayat (2004) Definisi oprasional merupakan penjelasan tentang bagaimana operasi atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memperoleh data atau indikator yang menunjukan indikator yang dimaksud. Pengertian operasional variable ini kemudian diuraikan menjadi indikator.

(2)

20

Variabel dependen (variabel terikat) pada penelitian ini adalah Loyalitas Pelanggan. Variabel Independen (variabel bebas) adalah kualitas produk dan citra merek. Berikut ini adalah definisi operasional masing- masing varibel penelitian:

Tabel 3.1

Devenisi oprasional variabel

No Variabel Indikator Pengukuran

1 Loyalias pelanggan adalah dimana pelanggan bersikap positif terhadap produk disertai pola pembelian ulang yang konsisten terhadap produk Samsung

1. Rata-rata pembelian ulang produk Samsung.

2. Membeli produk terbaru yang dikeluarkan oleh Samsung 3. Memberikan rekomendasi atau

mempromosikan produk Samsung ke orang lain.

4. Tidak tertarik akan penawaran produk lain

Skala Likert 1-5

2 Kualitas produk adalah Kualitas yang terdiri dari sejumlah keistimewaan produk Samsung yang memenuhi keinginan pelanggan, dengan demikian dapat menimbulkan loyalitas

1. Bentuk produk Samsung sesuai keinginan konsumen

2. Fitur yang diberikan memberikan kemudahan pada konsumen

3. Terpenuhinya kebutuhan konsumen dengan kinerja produk Samsung yang baik

4. Kesan kualitas produk Samsung 5. Ketahanan produk Samsung 6. produk Samsung tidak mengalami

kerusakan atau gagal dalam waktu tertentu.

7. Kemudahan perbaikan produk Samsung

8. terpenuhinya style pelanggan dengan menggunakan produk Samsung

9. Desain produk Samsung sesuai harapan pelanggan

Skala Likert 1-5

(3)

21 3 Citra merek adalah

Serangkaian keyakinan atau kepercayaan yang dipegang pelanggan terhadap merek Samsung

1. Logo atau simbol merek Samsung sudah dikenal oleh konsumen

2. Merek Samsung memiliki reputasi yang baik

3. Percaya pada merek Samsung 4. Merek Samsung selalu

mengikuti perkembangan jaman

5. Merek Samsung mudah dioprasikan

Skala Likert 1-5

D. Populasi dan sampel 1.1. Populasi

Populasi Menurut Sugiyono (2012) “Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan produk Samsung yang berada di Gerai Samsung Malang yang telah membeli produk Samsung minimal 2 kali.

1.2. Sampel

Sampel menurut Sugiyono (2012) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pada penelitian ini, peneliti menghadapi kasus dimana jumlah populasi yang ada sangat banyak (sulit diketahui secara pasti), sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Non- Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih

(4)

22

menjadi sampel dan dengan metode Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dipilih secara cermat dengan mengambil objek penelitian yang selektif dan mempunyai ciri-ciri yang spesifik. Pelaksanaan pengambilan sampel secara purposive ini antara lain sebagai berikut: Mula-mula peneliti mengidentifikasi semua karakteristik populasi, misalnya dengan mengadakan studi pendahuluan/dengan mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan populasi. Kemudian peneliti menetapkan berdasarkan pertimbangannya sebagian dari anggota populasi menjadi sampel penelitian, sehingga teknik pengambilan sampel secara purposive ini didasarkan pada pertimbangan pribadi peneliti .

Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah pelanggan yang telah membeli produk Samsung minimal 2 kali pembelian. Metode pengambilan sampel yang digunakan menurut Sugiyono (2012) jumlah sampel adalah 30 sampai 500, jadi dalam penelitian ini menggunakan 150 sampel

E. Sumber Data

Menurut Sugiyono (2012) Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Jadi, data yang diperoleh peneliti secara langsung diperoleh dari objek yang diteliti. Data primer akan diperoleh dari hasil jawaban responden melalui kuesioner yang telah diberikan kepada responden yaitu pelanggan pelanggan Samsung. Sumber data yang akan diperoleh yaitu mengenai pendapat – pendapat responden tentang kualitas produk, citra merek dan loyalitas pelanggan yang telah melakukan pembelian pada produk Samsung.

(5)

23 F. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan metode Kuesioner, yaitu pengumpulan data dengan membagikan daftar pertanyaan kepada responden, penyebaran kuesioner ini dapat dijadikan sebagai bukti tertulis dalam pengolahan data yang dilakukan peneliti. Sugiyono (2012), teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

G. Teknik Pengukuran Data

Dalam penelitian ini tanggapan responden diukur dengan menggunakan skala Likert. Sugiyono, (2012) menyatakan bahwa, skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.

Pengukuran skala Likert pada penelitian ini maka masing-masing jawaban dari setiap pertanyaan variabel bebas dan variabel terikat akan diberi skor dengan ketentuan sebagai berikut:

Tabel 3.2 Skorsing Skala Likert

Skala Skor

Sangat Tidak Setuju ( STS) 1

Tidak Setuju (TS) 2

Netral 3

Setuju (S) 4

Sangat Setuju (SS) 5

(6)

24

H. Pengujian Instrumen Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan menggunakan signifikansi 5% dan n atau jumlah responden sebesar 150 responden, maka didapatkan nilai r tabel

sebesar 0,160. Dengan tabel berikut ini Tabel 3.3

Uji Validitas Masing-masing Variabel

Variabel Item rhitung Keterangan

Loyalitas Pelanggan

(Y)

Rata-rata pembeian

ulang 0,804 0,160 Valid

Membeli produk terbaru 0,799 0,160 Valid Rekomendasi kepada

orang lain 0,745 0,160 Valid

Tidak tertarik akan

produk lain 0,771 0,160 Valid

Kualitas produk

(X1)

Bentuk produk sesuai

keinginan konsumen 0,530 0,160 Valid

Fitur memberikan

kemudahan 0,508 0,160 Valid

Terpenuhinya

kebutuhan konsumen dengan kinerja produk

0,606 0,160 Valid

Kesan kualitas 0,634 0,160 Valid

Ketahanan produk 0,713 0,160 Valid

Tidak mengalami kerusakan dalam waktu tertentu

0,634 0,160 Valid

Kemudahan perbaikan 0,686 0,160 Valid

Terpenuhinya style 0,637 0,160 Valid

Desain sesuai harapan 0,701 0,160 Valid Citra

merek (X2)

Logo merek samsung

sudah dikenal 0,519 0,160 Valid

Merek memiliki reputasi

yang baik 0,844 0,160 Valid

Percaya pada merek 0,832 0,160 Valid

Merek selalu mengikuti

perkembanan jaman 0,842 0,160 Valid

Merek samsung mudah

dioprasikan 0,874 0,160 Valid

Sumber: Lampiran Uji Validatas

(7)

25

Berdasarkan hasil tabeldiatas menunjukkan bahwa semua indikator yaitu: variabel loyalitas pelanggan, kualitas produk, dan citra merek adalah valid, dikarenakan lebih besar dari 0,160atau rhitung > rtabel. Hasil ini menunjukkan bahwa semua butir-butir pernyataan dalam kuesioner yang diajukan kepada responden dapat digunakan untuk mengukur pengaruh loyalitas pelanggan, kualitas produk dan citra merek pada produk Samsung.

1. Uji Validitas

Ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument Suatu instrument dikatakan valid jika mempunyai validitas tinggi dan mampu mengukur variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrument menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang gambaran tentang validitas yang dimakud. Dalam penelitian ini mengunakan uji validitas dengan metode product moment (Arikunto, 2006) dengan rumus sebagai berikut:

r

xy = ( ) ( )( )

√ ( ) ( )

Keterangan:

rxy = koefisien korelasi

x = Item dari variabel yang diuji y = skor total

n = jumlah sampel

(8)

26

Apabila r sudah diketahui, maka selanjutnya membandingkan hasil dari r perhitungan dengan r yang terdapat dalam tabel. Jika hasil nilai dari r hitung lebih besar dari r dalam tabel pada alpha tertentu maka dikatakan signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pertanyaan adalah valid, sedangkan apabila r hitung lebih kecil dari pada r dalam tabel maka instrument tersebut dinyatakan tidak valid. Kriteria yang ditetapkan adalah r hitung (koefesien korelasi) lebih besar dari r tabel (nilai kritis) pada taraf signifikasn ∞ = 0,05, jika koefisien korelasi lebih besar dari nilai kritis maka alat tersebut dapat dikatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Menurut Arikunto (2006) reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik, dengan demikian reliabilitas menunjuk pada tingkat keterhandalan sesuatu. Uji ini diperlukan untuk mengetahui kestabilan alat ukur. Sebuah alat ukur dikatakan reliabel, andaikan pengulangan pengukuran untuk subyek penelitian yang sama menunjukkan hasil yang konsisten. Rumus yang digunakan untuk mencari reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach (Arikunto, 2006). Rumus yang digunakan sebagai berikut:

r11 = ( ) ( ) Keterangan:

r11 = Reliabilitas instrument k = Banyaknya butir pertanyaan

(9)

27

∑ = Jumlah varian butir dikuadratkan = Jumlah varian total dikudratkan

Apabila r hitung lebih besar daripada r tabel, maka data yang digunakan adalah reliabel, sebaliknya jika r hitung lebih kecil daripada r tabel maka data yang digunakan tidak reliabel. Suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel apabila nilai alpha > atau = 0,6.

Tabel 3.4

Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Koefisien Alpha Keterangan

Loyalitas pelanggan (Y) 0,786 Reliabel

Kualitas Produk (X1) 0,809 Reliabel

Citra merek (X2) 0,851 Reliabel

Berdasarkan hasil uji reliabilitas dapat dikatakan bahwa seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabel. Hal tersebut dikarenakan nilai koefisien Cronbach’s Alpha dari loyalitas pelanggan, kualitas produk dan citra merek diatas 0,6. Berdasarkan hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa semua instrumen dalam penelitian ini meskipun dilakukan pengujian secara berulang- ulang dapat menghasilkan hasil yang sam

I. Teknik Analisis Data.

Rentang Skala

Rentang skala digunakan untuk megukur dan menilai variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini rentang skala digunakan untuk mendiskripsikan bagaimana kualitas produk dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan pada

(10)

28

pelanggan produk Samsung. Untuk menentukan rentang skala menggunakan rumus (Umar 2001) sebagai berikut:

RS = ( ) Dimana :

RS = Rentang skala n = jumlah sampel

m = jumlah alternatif jawaban tiap item

Berdasarkan rumus tersebut maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut:

RS = ( )

= = 120

Berdasarkan hasil perhitungan, telah diperoleh nilai rentang skala sebesar 120, dengan demikian skala penelitian variabel kualitas produk dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

Tabel 3.5

Rentang Skala Variabel Kualitas Produk, Citra merek dan Loyalitas pelanggan

Skala

Penilaian Kualitas produk Citra merek Loyalitas pelanggan 150 - 270 Sangat tidak

berkualitas Sangat Tidak Baik Sangat Tidak Loyal 271 – 391 Tidak berkuaitas Tidak Baik Tidak Loyal 392 – 512 Cukup berkualitas Cukup Baik Cukup Loyal

513 – 633 Berkualitas Baik Loyal

634 – 754 Sangat Berkuaitas Sangat Baik Sangat Loyal

(11)

29 J. Uji Asumsi Klasik

Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Dalam pengujian normalitas menggunakan uji one sample kolmogorof-smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data dikatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 5% (Wiyono, 2011).

Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linier antar variabel independen dalam metode regresi (wiyono, 2011). Untuk melihat adanya multikolinearitas atau tidak adalah dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada metode regregi. Jika VIF lebih dari 5 maka variabel tersebut mempunyai persoalan dengan variabel bebas

Uji Lineritas

Uji lineritas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel-variabel penelitan yang digunakan mempunyai hubungan yang linier ataukah tidak secara signifikan. Dua variabel penelitian dikatakan mempunyai hubungan yang linier bila signifikansinya kurang dari 0,05 (Wiyono, 2011).

(12)

30 Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi, yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi Wiyono (2011).

Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji model regresi, apakah terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu ke pengamatan yang lain.

Menurut Wiyono (2011) cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat. Untuk menilai ada tidaknya pola tertentu dengan melihat grafik scatterplot antara SPESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di studentized.

a. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur bergelombang, melebar kemudian menyempit maka telah terjadi heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak tejadi heteroskedastisitas

K. Regresi Linier Berganda

Menurut Sanusi (2011) analisis regresi linier berganda pada dasarnya merupakan perluasan dari regresi linier sederhana, yaitu menambah variabel bebas yang awalnya hanya satu menjadi dua atau lebih. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (kualitas produk dan citra merek)

(13)

31

terhadap variabel dependen (loyalitas pelanggan). Regresi linier berganda dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut.

Y = b1 X1+b2 X2 + e Keterangan:

b1…b2 = Koefisien regresi Y = loyalitas pelanggan X1 = kualitas produk X2 = citra merek e = Standart error

L. Uji Hipotesis

1. Uji t (Parsial)

Menurut Ghozali (2011) uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individu dalam menerangkan variabel dependent. Pengujian ini bermaksud untuk menguji pengaruh variabel (Kualitas produk dan citra merek) secara individu terhadap variabel dependen (loyalitas pelanggan).

Rumus uji t dapat dirumuskan sebagai berikut :

t =

Keterangan :

b = Koefisien Regresi

Sb = Standart deviasi dari variabel bebas

(14)

32 Uji t dirumuskan sebagai berikut : a. Kualitas produk (X1)

H0 : β1 = 0 (Tidak ada pengaruh dari variabel bebas X1 (Kualitas produk) terhadap variabel terikat Y (Loyalitas Pelanggan)

Hi : β1 ≠ 0 (Ada pengaruh dari variabel bebas X1 (kualitas produk ) terhadap variabel terikat Y (Loyalitas Pelanggan)

b. Citra merek (X2)

H0 : β1 = 0 (Tidak ada pengaruh dari variabel bebas X2 (Citra merek) terhadap variabel terikat Y (Loyalitas Pelanggan)

Hi : β2 ≠ 0 (Ada pengaruh dari variabel bebas X2 (Citra merek) terhadap variabel terikat Y (Loyalitas Pelanggan)

Kriteria pengujian dengan tingkat signifikan (α) = 0,05 ditentukan sebagai berikut :

Apabila t hitung > t tabel dan tingkat signifkan < α (0,05), maka Ho ditolak dan Hα diterima. Artinya variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen

Apabila t hitung < t tabel dan tingkat signifkan > α (0,05), maka Ho diterima Hα ditolak. Artinya variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen

(15)

33 2. Uji F (Simultan)

Menurut Ghozali (2011) uji F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel-variabel independen atau bebas mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependent/terikat. Pengujian ini bermaksud menguji pengaruh variabel independen (kualitas produk dan citra merek) terhadap variabel dependen (loyalitas pelanggan) secara bersama-sama.

Rumus uji f dapat dirumuskan sebagai berikut:

Ghozali (2011) Keterangan :

R2 x t = nilai R2 dari hasil estimasi regresi parsial variabel independen.

n = jumlah observasi (data).

k = jumlah variabel independen termasuk konstanta.

Perhitungan untuk uji F ini dengan membandingkan nilai F tabel dan F hitung. Kriteria signifikasi yaitu 0,05. Hipotesis yang diuji harus dapat memenuhi syarat signifikasi 0,05 yaitu pengambilan keputusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:

Apabila F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Artinya variabel idependen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen.

Apabila F hitung < F tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Artinya variabel independen seara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Gambar

Tabel 3.2  Skorsing Skala Likert

Referensi

Dokumen terkait

Ukuran rata-rata pertama kali tertangkap udang jinga (Lc) di daerah penelitian lebih kecil dibandingkan dengan ukuran rata-rata pertama kali matang gonad (Lm) menunjukkan sebagian

Keberhasilan mengembangkan aplikasi warung bali menggunakan metode collaborative filtering dengan algoritma slope one memberikan rekomendasi kepada user dengan rekomendasi

Fungsi penagihan ini bertanggung jawab untuk membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada pelanggan setelah memperoleh informasi lengkap berkenaan pengiriman

ekstrak etanol 70% daun angsana ( Pterocarpus indicus WILLD) dapat memperbaiki kerusakan pada sel β pankreas pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan. 1.4

Tahapan tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan salah satu metode pendekatan yang juga dapat digunakan untuk sistem pengenalan pola karakter dengan menggunakan metode

Melihat banyaknya permasalahan yang sering terjadi dalam tindak pidana minuman keras jenis tuak, maka penulis tertarik untuk mengkaji Peraturan Daerah Kabupaten

Unsur melestarikan budaya Dari unsur melestarikan budaya pada aspek faktor budaya terdapat pada soal nomor 1,3 dan 5.APernyataan nomor 1 yaitu “Sering melakukan perawatan

62 • KELEMBAGAAN PENGELOLAAN KONSERVASI BANTENG.. Penelitian manajemen konflik konservasi banteng dengan masyarakat telah dilakukan di dua taman nasional yaitu TN Alas