RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMK NEGERI 1 Panji Situbondo Mata Pelajaran : Laundry
Kelas/Semester : XII / I
Materi Pokok : Menerapkan pengemasan dan penyimpanan Alokasi Waktu : 30 Menit
Pertemuan ke- : 13 A. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik dapat :
Menyiapkan jenis-jenis perlengkapan untuk penyimpanan dan pengemasan
Melakukan penyimpanan dan pengemasan hasil cucian sesuai dengan teknik dan prosedur
B. Materi Pembelajaran (Ringkasan Materi) 1. Pengertian pengemasan dan penyimpanan
2. Tahap-tahap proses pengemasan dan penyimpanan C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientifik Learning.
2. Model pembelajaran : Discovery Learning.
3. Metode : Demonstrasi, Kerja Kelompok.
D. Media, Alat, Sumber Pembelajaran
1. Media : Power point materi Laundry, baju yang akan dikemas, hanger, plastik
2. Alat/Bahan : Laptop & LCD Proyektor, manila, gabus, gambar
3. Sumber Belajar :
Suwithi, Ni Wayan. 2008. Modul Akomodasi Perhotelan Jilid I Untuk SMK. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Suwithi, Ni Wayan. 2008. Modul Akomodasi Perhotelan Jilid II Untuk SMK. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Suwithi, Ni Wayan. 2008. Modul Akomodasi Perhotelan Jilid III Untuk SMK. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
http://hertihotel.blogspot.com/2012/05/lanjutan-pengemasan- pakaian-tamu.html
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan ke-1
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan Guru mengucapkan salam, mengajak (10 menit)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu peserta didik untuk mengecek kerapian
meja dan kursi serta kebersihan kelas dalam mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan yang dilanjutkan dengan berdoa. Sehingga terbangun sifat kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, toleransi, peduli sosial dan bertanggung jawab.
Guru menanyakan ketidakhadiran siswa
Guru memberikan motivasi belajar kepada peserta didik terhadap pentingnya materi pelajaran yang akan disampaikan.
Guru melakukan apersepsi dengan mengkaitkan materi menerapkan pengemasan dan penyimpanan
Peserta didik menyimak tujuan dan strategi pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
Kegiatan Inti
SYNTAKS
1. Pemberian rangsangan (stimulation) Mengamati
Peserta didik secara berkelompok mengamati tayangan tentang materi KD.3.10. melalui LCD proyektor.
Peserta didik diminta mencatat hal- hal penting dari hasil pengamatan membaca referensi terkait materi menerapkan pengemasan dan penyimpanan
sehingga terbangun sifat kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, toleransi, peduli sosial dan bertanggung jawab
2. Identifikasi Masalah (Problem Statement)
Menanya
Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan hal-hal yang harus diperhatikan terkait dengan materi menerapkan pengemasan dan penyimpanan
sehingga terbangun sifat kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, toleransi, peduli sosial dan bertanggung jawab.
(30 menit)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Mengumpulkan data
Peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok. Dalam kelompok, peserta didik diskusi mengumpulkan informasi terkait dengan kasus pengemasan dan penyimpanan dengan membaca buku siswa, handout atau dengan melakukan browsing terkait dengan bab yang diajarkan.
Peserta didik mendiskusikan dengan teman sejawat untuk menerapkan pengemasan dan penyimpanan berdasarkan laundry list yang diberikan oleh guru. sehingga terbangun sifat kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, toleransi, peduli sosial dan bertanggung jawab
Peserta didik diminta mengisi Jobsheet sesuai praktik yang telah dilaksanakan
Penutup
Peserta didik dibimbing guru merefleksi seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan dan menyimpulkan konsep yang telah dikonstruksi oleh peserta didik berkaitan dengan menerapkan pengemasan dan penyimpanan
Guru memberi umpan balik peserta didik dalam hal proses dan hasil pembelajaran dengan cara memberikan saran-saran mengenai cara peserta didik menyampaikan jawaban dan mengoreksi jawaban yang salah.
Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi / kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
sehingga terbangun sifat kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, toleransi, peduli sosial dan bertanggung jawab.
(5 menit)
F. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan 1. Teknik Penilaian
a. Tes Tulis b. Penugasan
2. Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran a. Pengetahuan / kognitif (terlampir)
Penilaian Latihan Soal
No Nama
No. Soal
Skor Nilai
1 2 3 4
Skor max=25
Skor max=25
Skor max=25
Skor max=25 1
2 3 dst
b. Penilaian Keterampilan
Penilaian Observasi Kelompok
LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI KELOMPOK
No Nama Siswa
Proses Diskusi Ketepatan
pelaksanaa n tugas
Kebenara n konsep
Ketrampi lan bertanya
Ketramp ilan Menjawa
b Ya Tida
k Ya Tida
k Ya Tida
k Ya Tid ak 1.
2.
3.
4.
dst
Ket. Diisi dengan cek list (√)
Penilaian Portofolio
No. ASPEK YANG DINILAI TINGKAT SKOR 1 Sesuai dengan materi penugasan
disertai pengembangan, penulisan sistematis dan kerapian
Baik sekali 4 2 Sesuai dengan materi penugasan
tidak disertai pengembangan, penulisan sistematis dan kerapian
Baik 3
3 Kurang sesuai dengan materi penugasan
Cukup 2
4 Tidak sesuai dengan materi penugasan
Kurang 1
Mengetahui,
Kepala SMK Negeri 1 Panji Situbondo
Situbondo, Juli 2021 Guru Mata pelajaran
ANIK SUDIARTINI, S.Pd., M.Pd.
Pembina Tingkat I
NIP. 19690210 199203 2 009
Sandy Kurniawan, S.Pd NIP. 197906122009031001
LAMPIRAN A. Soal Pengetahuan
1. Apa pengertian dari pengemasan dan penyimpanan linen dan baju tamu?
2. Apa fungsi dari pengemasan dan penyimpanan?
3. Apa saja cara pengemasan baju Tamu?
4. Bagaimana tahap – tahap pengemasan dan penyimpanan?
B. Soal Kelompok
1. Silahkan kemas baju tamu sesuai laundr list yang ada.
SMK NEGERI 1 PANJI
PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN
LEMBAR KERJA / JOB SHEET PRAKTIKUM
MATA PELAJARAN :
WAKTU :
NAMA PESERTA :
NO.ABSEN :
KELOMPOK :
NAMA PRODUK : Pengemasan ………
I. KOMPETENSI DASAR :
Melakukan pengemasan dan penyimpanan II. TUJUAN PRAKTIKUM :
1. Mempersiapkan alat-alat dan bahan pengemasan baju tamu 2. Melakukan proses pengemasan baju tamu dengan baik dan benar.
III. ALAT, BAHAN & KOMPONEN : NO Nama alat / Bahan /
Komponen Quantitas ( Jumlah) Spesifikasi
1
Alat : Gunting Hanger Cutter
………..
………..
………..
………..
1 buah
……….
……….
………..
………..
………..
………..
Logam
………..
…………
………..
………..
………..
………..
2
Bahan : Plastik Isolasi
………..
………..
………..
………..
1 buah
……….
……….
………..
………..
………..
………..
Plastik
………..
…………
………..
………..
………..
………..
3.
Komponen : Kemeja Celana Blouse
………..
………..
………..
………..
1 buah
……….
……….
………..
………..
………..
………..
Kain katun
……….
……….
………..
………..
………..
………..
IV. PETUNJUK PENGERJAAN :
- Perhatikan kesesuaian nomor kamar antara marking pada baju dengan laundry list
- Perhatikan jumlah baju yang dilaundrykan
- Perhatikan cara pengemasan di folded atau hanger
V. LANGKAH KERJA :
HANDOUT
Materi : Pengemasan dan penyimpanan linen dan baju tamu
Oleh :
NAMA : Sandy Kurniawan
Mata Pelajaran : Laundry Kelas / Semester : XII / Ganjil
Materi Pokok : Pengemasan dan Penyimpanan baju tamu dan linen
Alokasi Waktu : 30 Menit
I. Kompetensi Dasar
3.10. Menerapkan pengemasan dan penyimpanan 4.10. Melakukan pengemasan dan penyimpanan II. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.10.1 Mengidentifikasi pengertian pengemasan dan penyimpanan 3.10.2 Memahami tahap-tahap proses pengemasan dan penyimpanan
4.10.1 Melakukan pengemasan dan penyimpanan III. Tujuan Pembelajaran
o Menyiapkan jenis-jenis perlngkapan untuk penyimpanan dan pengemasan
o Melakukan penyimpanan dan pengemasan hasil cucian sesuai dengan teknik dan prosedur
IV. Materi Pembelajaran
- Pengemasan dan Penyimpanan baju tamu dan linen
V. Materi Pembelajaran
Pengertian Pengemasan dan penyimpanan linen dan baju tamu Pakaian tamu setelah dicuci kemudian dikemas sesuai dengan keinginan tamu yang tertera pada laundry list pada saat pengambilan cucian tamu. Pengemasan adalah suatu proses pembungkusan, pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu. Untuk baju tamu dan linen dikemas dengan dua cara yaitu Folded dan Hanger.
Penyimpanan linen bersih harus diperhatikan dengan sungguh- sungguh mengingat biaya yang dikeluarkan untuk pengadaannya tidak murah dan jumlahnya tidak sedikit. Untuk menjaga kondisi linen
tersebut, ruang penyimpanan harus bersih dan kering. Linen-linen
yang telah bersih dari laundry siap dikirim ke seksi-seksi yang
membutuhkan. Sebelum dikirim ke seksi-seksi tersebut harus disimpan dengan rapi secara berkelompok. Penyimpanan adalah mengelola linen yang ada dalam persediaan, dengan maksud selalu dapat menjamin ketersediaannya bila sewaktu-waktu dibutuhkan
Pada umum nya pengemasan baju tamu ada dua cara, yaitu : a. Dilipat (folded)
Untuk pakaian yang dilipat umumnya berupa pakaian santai, rok, pakaian dalam, dan pakaian tidur. Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat melipat pakaian tamu antara lain sebagai berikut.
Kemeja : - Pasang collar form pada kerah baju.
- Pasang kancing pada kemeja.
- Kemeja dilipat lurus dengan mengikuti bentuk kerah baju.
- Lipat bagian lengan ke belakang pakaian dan lipat lurus.
- Lakukan pada lengan satunya.
- Bila perlu pasang body form pada bagian belakang pakaian tamu agar tampak rapi.
- Lipat ujung pakaian ke atas kira-kira 15 cm.
- Lipat pakaian menjadi dua bagian sama besar, sehingga lipatan 15 cm berada di bagian lipatan pakaian.
Rok : - Lipat rok horizontal mengikuti ukuran pakaian yang lain - Lipat rapi bila rok dilengkapi dengan hiasan pita.
- Lipat rok menjadi dua bagian sama besar.
Celana : - Lipat celana dengan ke dua kaki saling berhadapan.
- Usahakan garis lipatan tepat
- Rapikan bagian kantong dan kaitkan kancing pada saku.
- Lipat celana menjadi 3 bagian sama besar.
Setelah pakaian tamu dilipat rapi, maka langkah berikutnya yaitu mengambil pembungkus lalu menempatkannya di atas meja. Letakkan tumpukan pakaian tamu diatas pembungkus, lipat pembungkus untuk menutupi ujung-ujung pembungkus.
Pastikan kemasan pembungkus terlihat rapi dan benar.
Penegmasan laundry juga dapat dilakukan dengan
menggunakan plastic dan dilengkapi dengan laundry list yang akan dikirm pada tamu.
b. Digantung ( hanger)
Pakaian – pakaian yang dicuci persatuan bukan lima kiloan, bisa juga dipisahkan dengan cara digantung menggunakan hanger dalam lemari pakaian. Pakaian yang digantung, dipasang
dengan menggunakan hanger, dan dilengkapi dengan laundry list, kemudian dikirim pada tamu.
Pada saat membungkus pakaian tamu atau memmasang di hanger, pastikan tanda pada pakaian tamu sudah dilepas baik yang manual
maupun mesin
a. Tahap – tahap Pengemasan dan penyimpanan linen dan baju tamu 1. Pengemasan
a. Kegiatan pressing selesai dan cucian dalam keadaan bersih, harum, kering dan rapi
b. Mengumpulkan dan meletakkan semua pakaian yang sudah dipressing dan
c. dilipat/folded di pigeon hole, sesuai dengan no kamar atau inisial salinan laundry list .
d. Melakukan inspeksi terhadap hasil kegiatan dan sekaligus melakukan pengepakan (packaging) sesuai dengan tata cara yang ditetapkan.
e. Menyematkan salinan laundry list dan menulis no kamar dengan spidol pada plastik pembungkusnya.
f. Meletakkan kembali hasil kegiatan Folding & Packaging di pigeon hole ,atau digantung distanding trolly/standing hanger g. Kegiatan Folding & Packaging selesai dan hasilnya telah
terkumpul di pigeon hole sesuai dengan no kamarnya.
h. Pada salinan laundry list dan paraf petugas. Jika terjadi
ketidaksesuaian segera lapor Laundry Supervisor atau Laundry Manager untuk tindakan perbaikan lebih lanjut. Kegiatan inspeksi dibuktikan dengan membubuhkan thickmark (tanda) i. Jenis jas, kemeja, gaun dan kaos ber-krah dibungkus dengan
plastic suit /jas cover dan digantung dengan hanger.
j. Jenis celana panjang dibungkus dengan plastic trouser suit dan digantung dengan hanger.
k. Jenis kaos dan celana pendek dan garmen lain yang berbentuk kecil dan mudah dilipat, dibungkus dengan laudry bag
2. Pelipatan Linen Bersih ( Folding a Clean Linen )
Melipat linen dapat menggunakan mesin lipat atau secara manual.
Pada hotel-hotel besar, pelipatan linen-linen berupa lembaran besar biasanya menggunakan folding machine yang tergabung dengan flat roll ironer. Ketika linen-linen tersebut dimasukkan ke dalam roller, linen akan keluar di ujung berikutnya sudah dalam keadaan terlipaat. Bila dikerjakan secara manual, linen dilipat dengan tenaga manusia. Biasanya bila linen lembaran disetrika dengan roller tetapi
tidak disediakan mesin pelipatnya, maka linen yang sudah disetrika tersebut akan menumpuk menunggu dilipat oleh petugas. Hal ini karena umumnya kecepatan mesin bila dibandingkan dengan kecepatan tenaga manusia jelas berbeda.
3. Penyimpanan Linen Bersih ( Storing a Clean Linen )
Setelah bahan dilipat biasanya disimpan digudang tersendiri untuk dipakai hari berikutnya. Bahan yang dipres secara permanen sebaiknya disimpan dalam keadaan terlipat paling sedikit satu malam sehingga tidak akan kusut bila digunakan. Penyimpanan ini tidak perlu untuk bahan seperti terry cloth. Di sini adalah tempat yang paling bagus untuk mengetahui standar pekerjaan secara umum. Sebagai contoh tumpukan sheet akan terlihat bervariasi tergantung dari lamanya dan dari apa bahan dibuat.
a. Untuk memudahkan pengecekan setiap tumpuk linen harus sama jumlah dan jenisnya.
b. Usahakan ada celah antara tumpukan agar ada sirkulasi udara.
c. Gunakan sistem FIFO dalam pendistribusian.
d. Lena yang berukuran besar diletakkan pada rak paling bawah.
e. Lena yang sering digunakan diatur pada rak yang sejajar dengan tangan.
f. Berikan label untuk setiap jenis linen pada rak.
g. Sisihkan linen yang rusak.
Setelah dikemas, hasil pengepakan diletakan pada rak. Bukti penomoroan yang ada pada kuintasi dan bukti pencucian dapat menjadi patokan, misalnya pada hari, tanggal, dan jam masuk. Barang yang pertama kali masuk diletakan di rak paling kiri, sedangkan yang berikutnya diletakan disebelah kanannya. Cara ini akan memudahkan dalam mengambil pakaian tamu.
Macam – macam layanan pencucian :
• One day service, yaitu pelayanan pencucian dalam waktu satu hari yang sama dengan ongkos standar
• Special service, yaitu pelayanan pencucian khusus dalam satu hari dengan penambahan ongkos 50% dari harga standar
• Express service, yaitu pelayanan dalam waktu yang sangat singkat ± 2 jam dengan penambahan ongkos sekitar 100% dari harga standar