• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGI ( RENSTRA ) TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA STRATEGI ( RENSTRA ) TAHUN"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGI

( RENSTRA )

TAHUN 2017 - 2022

DINAS PENANAMAN MODAL DAN

ENERGI SUMBER DAYA MINERAL

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas berkat dan rahmatnya sehingga Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral (DPM-ESDM) Kabupaten Boalemo tahun 2017 – 2022 hasil Reviu sesuai dengan PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 40 TAHUN 2018 TENTANG RENCANA STRATEGIS PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BOALEMO TAHUN 2017 – 2022 dapat diselesaikan dengan baik. Renstra tahun 2017 - 2022 ini disusun dengan tujuan untuk memandu perencanaan 5 tahun kedepan DPM-ESDM dalam rangka mendukung visi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boalemo 2017-2022

“ KABUPATEN YANG DAMAI, CERDAS, SEJAHTERA DALAM SUASANA YANG RELIGIUS TAHUN 2022 ”. Selanjutnya visi tersebut memandu penetapan tujuan dan sasaran strategis, serta program dan kegiatan yang perlu dijalankan.

Ke depan, tantangan akan semakin besar, seiring dengan pesatnya informasi dan kemajuan teknologi informasi. Hal ini akan meningkatkan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang mudah dan cepat. Di samping itu, persaingan antar daerah untuk menarik investasi akan semakin kompetitif. Daerah akan berlomba-lomba menarik minat investasi melalui pelayanan perijinan yang mudah dan cepat, dan juga melalui regulasi dan sistem yang semakin memudahkan investor untuk mengurus perijinan. Untuk itu DPM-ESDM Kabupaten Boalemo tidak akan berpangku tangan. DPM-ESDM akan terus menerus melakukan perbaikan secara berkesinambungan dalam hal pelayanan perijinan terpadu guna memenangkan persaingan dengan daerah lain untuk mendatangkan

(3)

investasi ke Kabupaten Boalemo yang akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boalemo .

Semoga rencana strategis ini dapat memandu upaya perbaikan terus menerus dalam pelayanan perijinan terpadu Kabupaten Boalemo . tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu dalam penyusunan Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo tahun 2017 - 2022 ini Semoga penyusunan dan penerbitan Renstra Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabuapten Boalemo Tahun 2017 - 2022 ini mendapatkan ridha Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Tilamuta, Januari 2019 KEPALA DPM - ESDM KABUPATEN BOALEMO

Drs. HARYS PILOMONU, M.Si NIP. 19670824 199603 1 002

(4)

DAFTARA ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI iii

BAB I : PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Landasan Hukum 3

1.3 Maksud dan Tujuan 5

1.4 Sistematika Penulisan 6

BAB II : GAMBARAN PELAYANAN SOPD 8

2.1 Tugas Fungsi dan Struktur Organisasi SOPD 8

2.2 Sumber Daya SOPD 22

2.3 Kinerja Pelayanan SOPD 24

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan

Pelayanan SOPD 29

BAB III : PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS

BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 34

3.1 Identifikasi Permaslahan berdasarkan

tupoksi pelayanan SOPD 34

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 35 3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra SOPD 40 3.4 Telaahan Rencana Tata ruang Wilayah dan Kajian

Lingkungan Hidup Strategis 42

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis 45

BAB IV : TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 51 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SOPD 51 BAB V : STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 53 BAB VI : RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN

SERTA PENDANAAN. 61

BAB VII : KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN 67

BAB VIII : PENUTUP 69

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Strategi Daerah merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Bupati sebagai Kepala Daerah, yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Nasional, RPJMN, RPJMD Provinsi Gorontalo, RENSTRA BKPM RI, RENSTRA Kementerian ESDM RENSTRA Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo dan RPJMD Kabupaten Boalemo yang memuat visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati serta arah dan kebijakan keuangan daerah, startegi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD), lintas satuan kerja perangkat daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan anggaran yang bersifat indukatif.

Secara teoritis, birokrasi Pemerintahan memiliki tiga fungsi utama, yaitu;

fungsi Pelayanan berhubungan dengan unit organisasi pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat (public service), Fungsi Pembangunan yang berhubungan dengan unit organisasi pemerintahan yang menjalankan salah satu bidang tugas tertentu disektor pembangunan (development function), dan Fungsi pemerintahan umum, berhubungan dengan rangkaian kegiatan organisasi pemerintahan yang menjalankan tugas-tugas pemerintahan umum (regulation and function), temasuk di dalamnya menciptakan dan memelihara ketentraman dan ketertiban.

Berdasarkan hal tersebut maka Dinas Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral menyusun Revisi Rencana Strategis Tahun 2017-2022 yang merupakan dokumen perencanaan lima tahunan Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral yang memuat tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di bidang Perizinan dan Penamaman Modal berdasarkan kondisi dan potensi daerah di Kabupaten Boalemo.

Perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang diatur dalam

(6)

Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan kepada Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra), dengan koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan daerah.

Mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendaliandan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Dokumen Rencana Strategis (Renstra) berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta dengan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Rencana Strategi Dinas Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan acuan segenap aparatur pemerintah di Dinas Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo dalam menyelenggarakan Program Kegiatan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan masyarakat selama 5 (lima) Tahun kedepan. Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Boalemo merupakan penjabaran yang rinci dan terukur (berdasarkan waktu, masukan, keluaran, proses dan kinerja) dari program pembangunan daerah yang mencakup seluruh fungsi bidang pemerintahan daerah meliputi hukum dan pemerintahan yang baik (good governance)

Rencana strategik adalah merupakan bagian dari manajemen strategik, yang konsepsinya adalah suatu proses untuk selalu menyertakan posisi organisai pada titik yang strategik sehingga didalam penjelmaan perkembangan selanjutnya.

Manajemen strategik mengintegrasikan antara perencanaan strategik dengan upaya yang bersifat selalu meningkatkan :

a. Kualitas organisasi;

b. Efisiensi anggaran;

(7)

c. Efektifitas Program

d. Optimalisasi penggunaan sumber daya;

e. Evaluasi program dan pemantauan kinerja;

f. Pelaporan.

Untuk lebih efektifnya upaya menarik investor asing ke daerah, maka pemerintah daerah dituntut untuk memberikan pelayanan prima. Strategi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain memberikan insentif kepada investor. Salah satu strategi yang memungkinkan untuk dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dengan cara memberikan keringanan pajak, menjamin keamanan, serta memberikan kemudahan serta memperpendek jalur birokrasi untuk pengurusan izin investasi. Untuk memperpendek jalur birokrasi dan mempermudah urusan maka dapat dilakukan melalui sistem pelayanan satu pintu. Dengan cara seperti ini para investor tidak lagi perlu untuk mengurus dengan mendatangi kantor-kantor yang berbeda dan terpisah. Dalam rangka meningkatkan pelayanan prima di Kabupaten Boalemo, maka kami berupaya untuk memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana bagi pelayaan kepada masyarakat.

Meningkatkan kualitas aparatur dengan melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan dan aplikasi teknologi di tunjang oleh fasilitas pendukung.

Sebagai salah satu Kabupaten yang sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan di segala bidang, Kabupaten Boalemo pun berupaya untuk menarik para investor. Selama ini wujud nyata dari upaya tersebut ditunjukkan oleh gencarnya upaya promosi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dalam mengikuti pameran di berbagai daerah serta melakukan pengawasan dan pengendalian dengan sistem pengaduan dan advokasi.

1.2 Landasan Hukum

Dalam penyusunannya. Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo ini juga memperhatikan arah dan garis kebijakan terkait yang telah dirumuskan, antara lain :

1. Undang – undang Nomor : 50 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo ( Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1999 Nomor. 178,

(8)

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 3899), Jo Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 50 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo ( Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3965 );

2. Undang-Undang Nomor 38 tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Gorontalo;

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional;

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

7. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo di Provinsi Gorontalo;

8. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal;

9. Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangkaa Menengah Nasional tahun 2009-2014;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendaliandan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertangungjawaban Keuangan Daerah;

(9)

13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah;

14. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntanbilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

15. Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 3 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2012 Nomor 3);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Boalemo (Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2012 Nomor 4 Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 291 );

17. Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 6 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Boalemo Tahun 2017-2022 (Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2017 Nomor 6 );

18. Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2016 Nomor 5);

19. Peraturan Bupati Boalemo Nomor 46 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral;

20. Peraturan Bupati Boalemo Nomor Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2017 – 2020.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan utama dari pembuatan Rencana Strategis ini adalah untuk membangun sebuah rencana strategis yang disusun dengan menggunakan pendekatan Sistem Manajemen Strategis (Strategic Management System) yang sifatnya sistemik dan sistematis dan mengacu pada sistem perencanaan pembangunan nasional yang tertera pada Undang-Undang N0. 25 tahun 2004.

Undang-Undang tersebut adalah salah satu pendekatan penting untuk menunjang kesinambungan pembangunan nasioanal serta dapat mendorong

(10)

efektifitas dan efesiensi melalui sinkronisasi dan peningkatan sinergi program antara pusat dengan daerah serta program pembangunan lintas sektor di daerah.

Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 juga dapat dipandang sebagai instrumen bagi perencanaan partisipaitf.

Rencana Strategis ini menjadi dasar mekanisme pengecekan dan perimbangan (chek and balances) kewenangan atas kegiatan - kegiatan pembangunan yang dilakukan Dinas Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo. Renstra ini juga diharapkan dapat membatasi peluang pengelolaan yang salah dan peluang penyalahgunaan sumber daya serta memastikan kegiatan pembangunan Kabupaten Boalemo.

Berikut ini adalah tujuan adanya rencana strategis :

1. Merumuskan arah kebijakan dan strategi dan program pembangunan yang dapat mensinergikan sumber daya atau potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas layanan Perizinan, Non Perizinan dan Penanaman Modal Daerah.

2. Merumuskan sebuah dokumen rencana strategis yang dapat dijadikan acuan untuk proses koordinasi antar program dan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo supaya tercipta sinergi untuk pencapaian tujuan akhir yang diinginkan.

3. Merumuskan dokumen rencana strategis yang dapat mengintegrasikan berbagai kepentingan secara vertikal dan horizontal.

4. Memudahkan dalam mengkomunikasikan dan mensosialisasikan keseluruh elemen internal maupun eksternal organisasi untuk meningkatkan komitmen dan motivasi semua pihak untuk mencapai tujuan akhir organisasi.

5. Menjamin ketersediaan pendanaan yang diperlukan bagi pengelolaan Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral secara berkelanjutan.

1.4 Sistimatika Penulisan

Rencana Strategis yang dibuat untuk rentang waktu pelaksanaan periode kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan memuat komponen utama seperti yang diterapkan di Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, yakni :

(11)

Tujuan, Strategis, Kebijakan serta program-program dan kegiatan indikatif yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan akhir organisasi. Komponen-komponen ini dilaksanakan dan diwujudkan secara partisipatif, sinergi dan berkelanjutan oleh seluruh komponen stakeholders Kabupaten Boalemo.

Penulisan Rencana strategis ini mengacu pada kerangka acuan yang dibuat oleh Departemen Dalam Negeri, sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah 2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

(12)

BAB VIII PENUTUP

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

DINAS PENANAMAN MODAL DANA ENERGI SUMBER DAYA MINERAL KABUPATEN BOALEMO

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi DPM-ESDM A. Tugas dan Fungsi DPM-ESDM

Dinas mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Boalemo di bidang Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan peraturan perundang-undangan serta potensi dan karakteristik yang dimiliki.

Fungsi dari DPM dan ESDM Kabupaten Boalemo adalah:

a. Pelaksanaan penyusunan Perencanaan program pelayanan perizinan dan non perizinan secara terpadu dan penanaman modal termasuk promosi keunggulan daerah.

b. Perumusan kebijakan teknis bidang pelayanan Perizinan dan non perizinan terpadu dan penanaman modal.

c. Penyelenggaraan, pembinaan, pengendalian, koordinasi, fasilitasi, dan evaluasi pentelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan terpadu dan penanaman modal Daerah.

d. Pelaksanaan kegiatan penatausaahaan dan pelaksanaan pelayanan teknis administrasi Badan.

e. Pemantauan dan Evaluasi prosese pemberian pelayanan perizinan terpadu.

f. Pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan dan penanaman modal daerah dan promosi keunggulan Daerah; dan

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(13)

Struktur Organisasi DPM dan ESDM Kabupaten Boalemo terdiri dari : (1) Susunan Organisasi Dinas, terdiri dari :

a. Kepala Dinas

b. Sekretaiat membawahkan :

1. Sub Bagian Umum dan Keuangan

2. Sub Bagian Perencanaan, Kepegawaian, Evaluasi dan Pelaporan c. Bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu, membawahkan

1. Seksi Administrasi dan Perizinan

2. Seksi Koordinasi dan Penelitian Lapangan d. Bidang Pengawasan dan Advokasi, membawahkan

1. Seksi Pengawasan dan Pengendalian 2. Seksi Pengaduan dan Advokasi

e. Bidang Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral, membawahkan :

1. Seksi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Modal Asing 2. Seksi Promosi, Informasi danKerja Sama

3. Seksi Energi dan Sumber Daya Mineral f. Kelompok Jabatan Fungsional

(2) Bidang dan Sekretariat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan Sekretaris yang berada dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

(3) Seksi dan Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Seksi dan Kepala sub Bagian yang berada dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang dan Sekretaris Dinas.

(4) Kelompok Jabatan Fungsional yang mempunyai kompetensi dan kemampuan sesuai bidangnya.

(5) Struktur Organisasi Dinas sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Bupati ini.

Berikut ini adalah Tugas Pokok dan Fungsi Dinas DPM dan ESDM abupaten Boalemo :

(14)

1. Kepala Dinas DPM dan ESDM Kabupaten Boalemo :

(1) Kepala Dinas merupakan pejabat yang diberikan Kewenangan oleh Bupati dalam urusan Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral.

(2) Dalam melaksanakan tugas Kepala Dinas DPM dan ESDM Kabupaten Boalemo menyelenggarakan fungsi :

a. Merumuskan kebijakan teknis, lingkup perencanaan pelayanan Administrasi di bidang perizinan dan non perizinan secara terpadu dan penanaman modal; termasuk promosi keunggulan daerah agar sasaran pelaksanaan sesuai harapan.

b. Mengkoordinasikan program/kegiatan dan penganggaran lintas sektor, berdasarkan tugas dan fungsi agar pelaksanaan efisien dan efektif;

c. Membina dan mengarahkan unit pelaksana tekhnis berdasarkan pedoman agar terciptanya keterpaduan program;

d. Menyelenggarakan ketatausahaan unit berdasarkan aturan yang ada agar tertibnya administrasi perkantoran;

e. Menindaklanjuti program/kegiatan teknis unit dalam lingkup kewenangan agar adanya kesinambungan program;

f. Mengevaluasi program/kegiatan lintas sector berdasarkan rencana kerja agar di peroleh data perkembangan perizinan dan penanaman modal;

g. Melaporkan hasil program/kegiatan kepada pimpinan dalam bentuk dokumen sebagai laporan hasil pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan;

h. Melaksanakan tugas kedinasan yang lain yang diperintahkan pimpinan baik lisan maupun tertulis;

2. Sekretaris DPM dan ESDM Kabupaten Boalemo :

(1) Sekretaris mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis yang meliputi perencanaan, keuangan, urusan tata usaha,

(15)

perlengkapan rumah tangga dan urusan ASN kepada semua unsur di lingkungan Dinas.

(2) Dalam melaksanakan tugas Sekretaris DPM dan ESDM Kabupaten Boalemo menyelenggarakan fungsi :

a. Merencanakan operasional program/kegiatan dan penganggaran melalui forum diskusi unit untuk memperoleh daftar program;

b. Membagi tugas program/kegiatan melalui unit kerja bidang, berdasarkan tugas dan fungsi, untuk pemerataan kerja

c. Memberi petunjuk pelaksanaan program/kegiatan berdasarkan pedoman untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

d. Mengatur personil dan peñata usahaan barang dan jasa sesuai ketentuan yang ada, agar terciptanya suasana kerja yang baik;

e. Mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program/kegiatan baik langsung maupun tidak langsung, melalui bidang/unit organisasi untuk dapat mengetahuidan mengukur output yang diharapkan;

f. Menghimpun dan melaporkan kegiatan bidang/unit berdasarkan aturan yang ada, agar diperoleh dokumen pertanggung jawaban;

g. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan baik lisan maupun tulisan;

3. Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan DPM dan ESDM Kabupaten Boalemo :

(1) Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan umum, rumah tangga, hubungan masyarakat, protokol, perlengkapan dan melaksanakan penatausahaan keuangan, akuntansi, verifikasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di lingkup Dinas.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepala sub bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi :

a. Membuat rencana kerja dan urusan rumah tangga melalui tata kerja organisasi, agar di perolehnya daftar kegiatan dan kebutuhan;

(16)

b. Membagi tugas personil, berdasarkan tugas dan fungsi, agar di perolehnya pemeraatan pekerjaan;

c. Menyusun Anggaran Dinas/Unit berdasarkan daftar prioritas agar efektif dan efisien;

d. Melaksanakan perbendaharaan dan peñatausahaan keuangan sub bagian;

e. Mengevaluasi hasil penggunaan keuangan berdasarkan target yang di tetapkan agar di ketahui sasaran penggunaan;

f. Membuat Laporan penggunaan keuangan, berdasarkan daftar pengguna anggaran tahunan sehingga di peroleh dokumen pertanggungjawaban;

g. Melakukan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan, baik lisan maupun tulisan;

4. Kepala Sub Bagian Perencanaan, Kepegawaian, Evaluasi dan Pelaporan

(1) Kepala Sub Bagian Perencanaan, Kepegawaian, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas Menyusun rencana program, monitoring, melaksanakan pembinaan dan pengembangan di bidang ketatausahaan kearsipan dan kepegawaian.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok kepala sub bagian Sub Bagian Perencanaan, Kepegawaian, Evaluasi di dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun perencanaan program/kegiatan serta verifikasi dan pelaporan berdasarkan rencana kerja bidang/unit, agar di peroleh daftar prioritas;

b. Memberi petunjuk perencanaan dan pelaporan berdasarkan aturan dan ketentuan yang ada, agar diperoleh hasil yang maksimal;

c. Memeriksa dan memferivikasi pelaporan kegiatan bidang/unit, sehingga di peroleh perencanaan yang baik;

d. Mengumpul dan mengolah data perencanaan kegiatan melalui Bidang/unit, sehingga diperoleh perencanaan kegiatan yang baik;

(17)

e. Mengevaluasi hasil pelaksanaan berdasarkan rencana yang telah di tetapkan, agar dapat di ukur hasilnya;

f. Membuat laporan hasil pelaksanaan perencanaan kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan, agar dapat di ukur hasilnya;

g. Membagi tugas personil, berdasarkan tugas dan fungsi agar di perolehnya pemerataan pekerjaan;

h. Mengatur dan memberi petunjuk tentang kepegawaian, berdasarkan ketentuan yang ada agar terciptanya disiplin kerja;

i. Mengumpul dan mengelolah data kepegawaian melalui bidang/unit agar di peroleh data yang akurat;

j. Mengevaluasi hasil kerja urusan kepegawaian berdasarkan tugas dan fungsi, sehingga di peroleh daftar presentasi kerja;

k. Melaporkan hasil kegiatan, berdasarkan rencana kerja, sehingga adanya dokumen penilaian;

l. Melakukan/melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan;

5. Bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu

(1) Kepala Bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu. mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan verifikasi perizinan dan non perizinan yang meliputi pendaftaran, pengolahan, penerbitan dan pencabutan perizinan dan non perizinan

(2) Dalam melaksanakan tugas kepala bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu menyelenggarakan fungsi :

a. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis pelayanan perizinan;

b. Menyusun Perencanaan Pelayanan Perizinan;

c. Mengkaji Berkas Permohonan Perizinan;

d. Pelaksanaan Pembinaan, koordinasi, fasilitasi, dan penyelenggaraan Pelayanan Perizinan;

e. Membuat Laporan Realisasi Bulanan, Triwulan dan Tahunan Bidang Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan;

(18)

a. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala Badan sesuai tugas dan fungsinya;

6. Kepala Seksi Pelayanan Administrasi dan Perizinan

(1) Kepala Seksi Pelayanan Administrasi dan Perizinan mempunyai tugas Melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi semua jenis layanan perizinan dan non perizinan yang dilaksanakan

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepala seksi Pelayanan Administrasi dan Perizinan menyelenggarakan fungsi : a. Menyusun Rencana Kerja Seksi Pelayanan Administrasi dan

Perizinan;

b. Melaksanakan Pelayanan Penerimaaan pengajuan Permohonan Perizinan dan Penyerahan Izin;

c. Melaksanakan Pemeriksaan Permohonan dan Persyaratan Admistrasi Perizinan;

d. Melaksanakan Penyusunan draft Penolakan, Pembatalan, Pencabutan dan Penetapan Perizinan dan Non perizinan;

e. Melaksanakan Pembuatan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (S K R D);

f. Mengumpulkan, Mengolah Data informasi Administrasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan;

g. Pendokumentasian Perizinan dan non Perizinan;

h. Melaksanakan Monitoring, evaluasi pelaporan kegiatan Sub Bidang:

i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya;.

7. Kepala Seksi Koordinasi dan Penilitian Lapangan (1) Kepala Seksi Koordinasi dan Penilitian Lapangan mempunyai tugas

mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventrisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan koordinasi dan penelitian lapangan

(19)

(2) Dalam menyelenggarakan tugas Kepala Seksi Koordinasi dan Penilitian Lapangan menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun Rencana Kerja Sub Bidang;

b. Melaksanakan koordinasi dengan Instansi terkait dalam pemeriksaan persyaratan Administrasi, Pemberian Perizinan dan Non Perizinan serta Penelitian Lapangan;

c. Menyiapkan berita acara hasil penelitian lapangan;

d. Menyiapkan penetapan retribusi Perizinan;

e. Menyiapkan rekomendasi penolakan, Pembatalan dan pencabutan Perizinan;

f. Melaksanakan Monitoring Dan evaluasi pelaporan sub bidang; dan g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan

tugas dan fungsinya;

8. Kepala Bidang Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral

(1) Kepala Bidang Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan kerjasama dengan instansi/Dinas/Badan/Lembaga lainnya secara terpadu untuk kegiatan promosi dan kerjasama penanaman modal, identifikasi kawasan potensi investasi, pemberdayaan usaha dan pengembangan potensi daerah dan melakukan komunikasi yang transparan bagi Dunia Usaha serta mentransformasikan Sumber Daya Energi dan Mineral menjadi kekuatan ekonomi dan peluang investasi.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Bidang Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun program Kerja Bidang Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral;

b. mengkoordinasikan Perencanaan Promosi dan kerjasama Penanaman Modal instansi/Dinas/Badan/Lembaga lainnya yang diprioritaskan untuk dikembangkan dan prospektif untuk dipromosikan;

(20)

c. menyusun profil Penanaman Modal dan bahan promosi lainnya;

d. melaksanakan koordinasi lintas Sektor dan Dunia Usaha untuk penyelenggaraan promosi secara bersama dan terpadu;

e. menyelenggarakan kerjasama Penanaman Modal dengan lembaga lain pada tingkat regional, nasional dan internasional;

f. melakukan promosi penanaman modal yang tepat dan prospektif dalam rangka meningkatkan ekspor dan alih teknologi;

g. Fasilitasi dan pendampingan penanaman modal dengan instansi terkait dan pemerintah daerah;

h. melaksanakan analisis dan penyajian data kawasan potensi investasi;

i. memfasilitasi pengusaha skala besar dan kecil dalam melakukan kemitraan;

j. menyusun kajian potensi penanaman modal dalam bentuk fisibility study, bussiness plan dan lain-lain;

k. memberikan pelayanan informasi tata cara Penanaman Modal kepada calon-calon investor;

l. memberikan pelayanan informasi kebijakan Penanaman Modal;

m. menyediakan sistem informasi Penanaman Modal bagi investor dan dunia usaha;

n. Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penganalisisan data pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral ;

o. Melaksanakan Pembinaan dan Usaha Pertambangan;

p. Membuat Laporan Bulanan, Triwulan dan Tahunan Bidang Bidang Penanaman Modal, Energi dan Sumber Daya Mineral;

q. Pelaksanaan Fasilitasi/rekomendasi perijinan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral;

r. Mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai job untuk tertibnya pelaksanaan tugas;

s. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan;

(21)

9. Kepala Seksi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Modal Asing

(1) Kepala Seksi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Modal Asing mempunyai tugas menyelenggarakan usaha serta kegiatan bimbingan dan komunikasi yang efektif bagi para calon penanam modal dan para penanam modal khususnya serta dunia usaha pada umumnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri secara langsung maupun melalui dan atau bekerja sama dengan instansi lainnya;

(2) Dalam melaksanakan tugas Kepala Seksi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Modal Asing menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun Rencana Kerja Sub Bidang;

b. Penyusunan Verifikasi Perencanaan Penanaman Modal dalam Negeri dan penanaman modal Asing;

c. Menyiapkan Bahan Pembinaan Teknis Penanaman Modal dalam Negeri Dan Asing;

d. Melaksanakan penilaian dan pemeriksaan dokumen atas perusahaan sebagai pelaku Penanaman Modal;

e. Melaksanakan Sosialisasi dan pelatihan terhadap Para pelaku Penanaman modal Dalam Negeri dan Asing;

f. Menyiapkan konsep Pengembangan Monitoring dan Evaluasi bagi Penanam Modal dalam Negeri dan Asing;

g. Penyiapan Konsep pembekuan, pencabutan persetujuan Perizinan dan penarikan kembali fasilitas Penanam Modal Dalam Negeri dan Asing;

h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala Dinas;

10. Kepala Seksi Promosi, Informasi dan Kerja Sama

(1) Kepala Seksi Seksi Promosi, Informasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan kegiatan promosi dan Kerjasama dibidang Penanaman Modal yang meliputi perkembangan dan penyebarluasan informasi melalui berbagai media, teknologi informasi dan fasilitasi kerjasama dengan instansi/Dinas/Badan/Lembaga lainnya.

(22)

(2) Dalam melaksanakan tugas kepala Seksi Promosi, Informasi dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun Rencana Kerja Sub Bidang;

b. Menyiapkan Bahan kebijakan teknis Pelaksanaan pemberian bimbingan dan pembinaan promosi penanaman modal;

c. Merumuskan dan menyusun materi promosi, informasi dan kerjasama Penanaman Modal Dalam Negeri dan Asing;’

d. Melaksanakan promosi penanaman modal daerah didalam dan luar negeri;

e. Menyiapkan tata cara pembangunan dan sistim informasi penanaman modal;

f. Membangun dan mengembangkan sistem informasi penanaman modal yang terintegrasi dengan system penanaman modal pemerintah dan pemerintah Provinsi;

g. Pemutakhiran data dan informasi penanaman modal daerah dalam negeri;

h. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan sub bidang;

i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya;

11. Kepala Seksi Energi Dan Sumber Daya Mineral

(1) Kepala Seksi Energi Dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, program kerja, norma, standar, prosedur serta pengendalian dan pengawasan di bidang Energi Dan Sumber Daya Mineral

(2) Dalam melaksanakan tugas Kepala Seksi Energi Dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun Rencana kerja, norma, standar prosedur Seksi Energi dan sumber Daya Mineral ;

b. Melaksanakan kebijakan dan program kerja, norma, standar prosedur Seksi Sumber Energi Dan Sumber daya Mineral;

(23)

c. Inventarisasi potensi, pemanfaatan dan Pengembangan Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral ;

d. Penerbitan kajian dan rekomendasi teknis izin Pengelolaan Energi dan Sumber daya Mineral.

e. Menyiapkan Bahan Pembinaan Tekhnis Pengelolaan Energi dan sumber Daya Mineral;

f. Pemantauan kegiatan jasa penunjang Energi dan Sumber Daya Mineral;

g. Melakukan penelitian, pemetaan Zonasi Pertambangan dan Potensi bahan galian pada setiap lokasi.

h. Mengkompilasi dan mengolah data hasil survey, melakukan pengujian peta lokasi usaha di sektor energi dan sumber daya mineral;

i. Melakukan kegiatan konservasi dan produksi bahan galian serta menyusun data dan cadangan sumber daya mineral;

j. Membuat Laporan Bulanan, Triwulan dan Tahunan Seksi Sumber Daya Mineral

k. Melakukan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan;

12. Kepala Bidang Pengawasan dan Advokasi

(1) Kepala Bidang Pengawasan dan Advokasi mempunyai tugas menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan, peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan teknis yang berkaitan dengan pengawasan dan pengaduan perizinan

(2) Dalam melaksanakan tugas kepala Bidang Pengawasan dan Advokasi menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun Rencana Kerja Bidang;

b. Merencanakan dan menyiapkan pedoman Pengawasan dan Advokasi Pengembangan Pelayanan Perizinan, Penanaman Modal Dalam Daerah dan dalam bentuk rencana strategis daerah sesuai dengan program pembangunan daerah;

(24)

c. Melaksanakan Pembinaan dan Pengawasan bagi pelaku usaha penanaman modal

d. Membuat Laporan Bulanan, Triwulan dan Tahunan Bidang Pengawasan dan Advokasi;

e. Merumuskan dan menyiapkan koordinasi penetapan bidang-bidang usaha yang perlu dipertimbangkan tertutup, terbuka dengan prioritas tinggi;

f. Melaksanakan Rapat-rapat Koordinasi dengan Instansi Lembaga Terkait;

g. Melakukan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan;

13. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian

(1) Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan pengawasan;

(2) Dalam melaksanakan tugas kepala seksi Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun Rencana Kerja Seksi Pengawasan dan Pengendalian dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal;

b. Menyusun Tim Task Force Tingkat kabupaten Boalemo terkait dengan pengawasan dan Pengendalian Perusahaan dan Investasi Penanaman modal

c. Penyusunan bahan kebijakan dan pedoman tekhnis pengawasan dan pengendalian;

d. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan Kegiatan pengawasan dan pengendalian;

e. Penyiapan pemberian sanksi terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran atas ketentuan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal;

f. Pengumpulan dan pengolahan data perserujuan dan realisasi Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal;

(25)

g. Melakukan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan;

14. Kepala Seksi Pengaduan dan Advokasi

(1) Kepala Seksi Pengaduan dan Advokasi mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan pengaduan dan advokasi;

(2) Dalam melaksanakan tugas kepala Seksi Pengaduan dan Advokasi menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun rencana Kerja Seksi Pengaduan dan Advokasi;

b. Menyiapkan Pembinaan Tekhnis terhadap Perusahaan di Daerah yang melakukan kegiatan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal;

c. Menyiapkan Penyelenggaraan Advokasi dan Perlindungan Hukum dalam Kegiatan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal;

d. Memberikan Pertimbangan kepada Pimpinan atas pengaduan perusahaan pelaku Penanaman Modal;

e. Menyiapkan kebijakan penyelesaian sengketa Pengaduan Perizinan dan Non Perizinan terhadap Penanaman Modal Daerah Dalam dan Luar Negeri;

f. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Kegiatan Pengaduan dan Advokasi;

g. Melakukan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan;

15. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(1) Pada Dinas dapat ditetapkan kelompok Jabatan fungsional berdasarkan keahlian dan spesifikasi yang dibutuhkan sesuai dengan prosedur ketentuan yang berlaku;

(2) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan sebagian tugas Dinas sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan Peraturan Perundang- undangan;

(26)

(4) Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk dan berada dibawah serta bertanggungjawab kepada Kepala Dinas;

(5) Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja;

(6) Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

A. Struktur Organisasi DPM-ESDM

Adapun Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo adalah sebagai berikut :

STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENANAMAN MODAL DAN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL KABUPATEN BOALEMO

2.2 Sumber Daya SOPD DPM-ESDM

(27)

Komposisi SDM yang dimiliki Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo jumlah pegawai sampai dengan Januari 2017 sebanyak 22 orang dengan klasifikasi sebagai berikut :

a. Berdasarkan Pangkat dan Golongan

1) Golongan IV : 2 orang 2) Golongan III : 17 orang 3) Golongan II : 3 orang 4) Golongan I : - orang b. Berdasar Eselon

1) Eselon I : - Orang 2) Eselon II : 1 Orang 3) Eselon III : 4 Orang 4) Eselon IV : 9 Orang c. Berdasar Status Pendidikan

1) Pasca Sarjana : 1 Orang 2) Sarjana : 17 Orang 3) Sarjana muda : 3 Orang 4) SLTA : 1 Orang d. Berdasar Status Diklat Penjenjangan

1) Diklat PIM II : 1 Orang 2) Diklat PIM III : 2 Orang 3) Diklat PIM IV : 2 Orang

Perlengkapan

Sedangkan untuk perlengkapan yang dimiliki Dinas Penanaman modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo sebagai berikut :

1) Meja Kerja

 Eselon II : 1 buah

 Eselon III : 4 buah

 Eselon IV : 5 buah

 Staf : 3 buah

(28)

2) Kursi Kerja

 Eselon II : 1 buah

 Eselon III : 1 buah

 Eselon IV : 13 buah

 Staf : 6 buah 3) Kendaraan Roda Dua : 5 unit 4) Komputer : 4 unit 5) Laptop : 2 buah 6) Printer : 6 buah 7) Camera digital : 1 buah 8) Filling Kabinet : 2 buah 9) AC : 5 unit 10) Kursi Sofa : 3 Set 11) Meja Panjang : 3 buah 12) Gambar Bupati dan : 1 buah

Wakil Bupati dan Garuda

13) HUB : 1 buah 14) Lemari : 3 buah 15) Proyektor : 1 unit 16) Alat pemadan kebakaran : 1 buah 17) LAN : 1 buah 18) Dispenser : 1 buah 19) Televisi : 2 buah 20) Lain-Lain Perangkat Jaringan : 1 buah

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Dalam situasi sekarang ini, Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral (DPM-ESDM) Kabupaten Boalemo, dihadapkan pada tuntutan peningkatan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsinya sesuai peraturan perundang- undangan.

(29)

Dinas Penanaman Modal dan Energi Suber Daya Mineral Kabupaten Boalemo merupakan instansi teknis yang menangani masalah Penanaman Modal di Kabupaten Boalemo sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Dengan demikian Dinas Penanaman Modal dan Energi Suber Daya Mineral Kabupaten Boalemo diberikan mandat melayani, merencanakan, mempromosikan investasi sebanyak mungkin untuk mewujudkan visi dan misi Bupati Boalemo yang dijabarkan kedalam RENSTRA Dinas Penanaman Modal dan Energi Suber Daya Mineral Kabupaten Boalemo.

Berdasarkan Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, urusan pemerintahan daerah terdiri dari urusan wajib (pelayanan dasar) dan urusan pilihan (sektor unggulan). DPM- ESDM Kabupaten Boalemo termasuk dalam urusan Wajib yaitu Urusan Wajib Bidang Penanaman Modal. Dalam rangka melaksanakan urusan wajib tersebut maka BKPM RI menetapkan Peraturan Kepala BKPM RI Nomor 14 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Penanaman modal Provinsi dan Kabupaten. SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga Negara secara minimal. SPM bidang Penanaman Modal adalah tolok ukur kinerja pelayanan bidang penanaman modal yang diselenggarakan oleh Perangkat Daerah Provinsi Bidang Penanaman Modal (PDPPM) dan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Bidang Penanaman Modal (PDKPM).

Proses pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan perekonomian ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor penanaman modal. Kondisi iklim investasi di Kabupaten Boalemo mengalami fluktuatif. Hal ini ditunjukkan dengan nilai investasi setiap tahunnya yang cenderung berubah-ubah (meningkat dan turun). Realisasi investasi swasta murni terbesar di Kabupaten Boalemo terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar Rp. 28.897.250.000,00 sedangkan pada kondisi terakhir yaitu pada tahun 2016 sebesar Rp. 26.227.200.000,00. Adapun gambaran realisasi investasi di Kabupten Boalemo dapat dilihat pada tabel berikut ini :

(30)

Realisasi Investasi Swasta Murni (Non Fasilitasi) Kabupaten Boalemo Tahun 2012 - 2016

No Tahun Jumlah (Rp)

1 2012 11.205.000.000,00

2 2013 18.940.558.978,00

3 2014 28.897.250.000,00

4 2015 24.755.000.000,00

5 2016 26.227.200.000,00

Sumber : Dinas PM & ESDM, Kab. Boalemo, 2017

Berbagi upaya diperlukan dalam mengatur dan mengarahkan kegiatan- kegiatan usaha penanaman modal, agar mencapai tujuan yang diharapkan dan sekaligus mencegah akibat negatif yang mungkin timbul. Diantaranya melalui perbaikan koordinasi antar instansi pemerintah, penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien, kepastian hukum, biaya ekonomi yang berdaya saing, iklim usaha yang kondusif dan keamanan berusaha.

Adanya kegiatan investasi di Kabupaten Boalemo menimbulkan dampak positif terhadap tingkat tenaga kerja. Peningkatan nilai investasi berkontribusi dalam membuka lapangan kerja baru yang berkaitan dengan daya serap tenaga kerja. Tabel berikut ini merupakan gambaran penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan swasta murni di Kabupaten Boalemo.

Penyerapan Tenaga Kerja dan Jumlah Perusahaan Swasta Murni Kabupaten Boalemo Tahun 2012 – 2016

No Tahun Perusahaan Tenaga Kerja

1 2012 107 166

2 2013 111 219

3 2014 248 2127

4 2015 124 414

5 2016 129 582

Sumber : Dinas PM & ESDM, Kab. Boalemo, 2017

(31)

Realisasi Investasi Swasta Murni berdasarkan Sektor Usaha Kabupaten Boalemo sampai dengan Tahun 2016

No Sektor Jml Unit

Usaha

Nilai Investasi (Rp)

1 Pertanian 8 1.210.000.000,00

2 Industri 11 1.615.000.000,00

3 Perdagangan besar (grosir),eceran, rumah 96 5.048.200.000,00

4 Kehutanan - -

5 Pertambangan/Penggalian - -

6 Perikanan 1 100.000.000,00

7 Perkebunan -

8 Peternakan 3 200.000.000,00

9 Koperasi - -

10 Pengangkutan dan Komunikasi - -

11 Bangunan - -

12 Jasa 56 17.179.000.000,00

13 Lain-lain 2 150.000.000,00

Sumber : Dinas PM & ESDM, Kab. Boalemo, 2017

Adapun jumlah perizinan usaha berdasarka SK Bupati yang telah diterbitkan di Kabupaten Boalemo sampai dengan tahun 2016, adalah sebagai berikut :

No Uraian Jml Izin

s.d. 2016

1 Izin Prinsip; 20

2 Izin Prinsip Penanaman Modal; 20

3 Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal; - 4 Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal; - 5 Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan; 1

6 Izin Usaha Penanaman Modal; 5

7 Izin Usaha Perluasan Penanaman Modal; 1 8 Izin Usaha Perubahan Penanaman Modal; -

(32)

9 Izin Usaha Pengabungan / Merger Penanaman Modal; -

10 Izin Pembukaan Kantor Cabang; -

11 Izin Lokasi; 10

12 Rekomendasi Izin Pengumpulan Uang dan Barang; -

13 Izin Angka Pengenal Impor; -

14 Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional (IUP2T); 2 15 Izin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUDP); 2

16 Izin Usaha Toko Modern (IUTM); 2

17 Izin Usaha Mikro Dan Kecil (IUMK); 2

18 Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi (JPT); 50

19 Izin Trayek; 200

20 Rekomendasi Usaha Biro Perjalanan Wisata; 3 21 Rekomendasi Usaha Jasa Penginapan dan Hotel; 10

22 Izin Usaha Tanaman Pangan; 1

23 Izin Usaha Hortilkultura ; 1

24 Izin Usaha Perkebunan; -

25 Izin Usaha Peternakan; 1

26 Izin Usaha Obat Hewan untuk Produsen; 1

27 Izin Mendirikan Bangunan (IMB); 125

28 Izin Gangguan / Hinder Ordonantie (HO); 310 29 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP); 175

30 Tanda Daftar Perushaan (TDP); 150

31 Tanda Daftar Gudang (TDG); 50

32 Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 (SIPSLB3); -

33 Izin Usaha Industri (IUI); 1

34 Tanda Daftar Industri (TDI); 10

35 Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP-KAN); 50 36 Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI); 75 37 Surat izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI); 1 38 Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP); 1 39 Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK); 115 40 Izin Penyaluran Bahan Bakar Minyak (IPBBM); 2

(33)

41 Izin Pembuangan Air Limbah; 1 42 Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA); -

43 Izin Kesehatan; -

44 Izin penggunaan kekayaan daerah berupa tanah dan bangunan;

-

Sumber : Dinas PM & ESDM Kab. Boalemo, 2017

Guna pengembangan sistem pelayanan yang menjadi kewenangan DPM dan ESDM Kabupaten Boalemo baik segi perangkat keras, peranti lunak, maupun sumberdaya manusia (SDM), perlu diinventarisasi permasalahan pelayanan penanaman modal secara menyeluruh agar indikator kinerja dapat diukur secara tepat dan proporsional. Inventarisasi ini dinilai sangat penting dan mendasar dalam rangka implementasi sistem PTSP sebagai salah satu prioritas dalam melaksanakan RPJMD 2017-2022.

45 Pelayanan Fiskal; 310

46 Izin Reklame; 100

47 Izin Penyelenggaraan Hiburan Rakyat dan Pameran; 5

48 Izin Pertambangan Rakyat; 10

49 Surat Izin Perusahaan Pengeboran Air Bawah Tanah SIPPT); - 50 Surat Izin Pengusahaan/Pemakaian Air Tanah (SIPA); 1 51 Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi; - 52 Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan

Sendiri/Izin Opereasi (IO);

-

53 Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum (IUPTL);

- 54 Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi; 10 55 Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IPHHK); - 56 Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IPHHBK); - 57 Izin Pemanfaatan Kayu Rakyat (IPKR); - 58 Izin Tempat Penampungan Kayu Olahan (TPT-KO) - 59 Izin Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu Hutan Tanaman

Rakyat (IUPHHK-HTR);

-

Jumlah 1.834

(34)

TABEL 2.3

PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

DINAS PENANAMAN MODAL DAN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL (DPM-ESDM) KABUPATEN BOALEMO

No

Indikator Kinerja sesuai

Tugas dan Fungsi Perangkat

Daerah

Target NSPK

Target IKK

Target Indikator

Lainnya

Target Renstra Perangkat Daerah Tahun ke Realisasi Capaian Tahun ke Rasio Capaian Tahun ke

2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017

1

Jumlah SDM Aparatur Yang Mengikuti Diklat/Bimtek

- - - - - - 10

Aparatur 10

Aparatur - - - 10

Aparatur

10

Aparatur - - - 100 100

2

Jumlah Penerbitan Dokumen Perizinan dan Non Perizinan Yang Diterbitkan

-

Rasio Rumah BerIMB

- - - - 96 Izin 500 Izin - - - 96 Izin 686 Izin - - - 100 130

3 Jumlah Nilai

Investasi Yang Tercapai

- - - - - - 30 M - - - - 46 M - - - - 150

4

Jumlah Keikutsertaan Dalam Melalui Pameran

- - - - - - - 8 Kali - - - - 8 Kali - - - - 100

(35)

TABEL 2.4

ANGGARAN DAN REALISASI PENDANAAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL (DPM-ESDM)

KABUPATEN BOALEMO

URAIAN

ANGGARAN PADA TAHUN KE - REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE - RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN TAHUN KE -

RATA - RATA PERTUMBUHAN

2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 ANGGARAN REALISASI

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) Program Pelayanan

Administrasi

Perkantoran

1.109.100.000

1.394.575.000

1.109.100.000

1.377.634.283

100

99

840.025.000

823.084.283

Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan

Kantor

373.000.000

518.015.000

373.000.000

501.400.800

100 97

331.515.000

314.900.800

Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan

Kantor

272.700.000

502.060.000

272.700.000

501.762.870

100

100

365.710.000

365.412.870

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar

Daerah

463.400.000

374.500.000

463.400.000

374.470.613

100 100

142.800.000

142.770.613

Program Peningkatan Promosi dan

Kerjasama Investasi

-

86.850.000

-

85.342.400

- 98 86.850.000

85.342.400

Penyelenggaraan Pameran Investasi

-

86.850.000

-

85.342.400

-

98

86.850.000

85.342.400

(36)

Program

Peningkatan Iklim Investasi dan

Realisasi Investasi

85.000.000

639.575.000

85.000.000

628.911.533

100

98

597.075.000

586.411.533

Pengembangan Sisitem Invormasi

Penanaman Modal

85.000.000

198.575.000

85.000.000

196.421.001

10

99

156.075.000

153.921.001

Penyederhanaan Prosedur Perijinan dan Peningkatan Pelayanan

Penanaman Modal

-

37.850.000

-

32.850.000

-

87

37.850.000

32.850.000

Kajian Kebijakan Penanaman Modal

-

70.000.000

-

70.000.000

- 100 70.000.000

70.000.000

Monitring, Evaluasi dan Pelaporan

-

103.150.000

-

102.848.850

- 100

103.150.000

102.848.850

Koordinasi dan Kerja Sama diBidang Pengawasan dan Advokasi dengan

Instansi Terkait

-

230.000.000

-

226.791.682

-

99

230.000.000

226.791.682

Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang

Ketenagalistrikan

-

164.000.000

-

163.750.000

- 100 164.000.000

163.750.000

Koordinasi Pengembangan

Ketenga Listrikan

-

164.000.000

-

163.750.000

- 100

164.000.000

163.750.000

(37)

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SOPD 2.4.1. Tantangan yang Dihadapi

Adapun Tantangan yang dihadapi oleh Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo sebagai lembaga / instansi pelaksana teknis di bidang penanaman modal daerah yang baru terbentuk dalam proyeksi 5 (lima) tahun kedepan, adalah sebagai berikut :

a) Masyarakat Kabupaten Boalemo yang belum memiliki pengetahuan, gambaran, maupun wawasan yang cukup terkait keberadaan Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berwenang mengelola kegiatan penanaman modal, pengembangan investasi dan pelayanan seluruh perizinan usaha yang ada di daerah ini ;

b) Sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan pada Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo yang masih belum memadai, menjadikan ruang gerak yang terbatas bagi aparatur pemerintah di bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan usaha untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas pelayanannya kepada masyarakat khususnya bagi para palaku usaha yang berinvestasi di Kabupaten Boalemo ;

c) Belum efektif dan efisiennya kegiatan promosi dan kerjasama yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo sebagai upaya menarik minat calon investor baik tingkat lokal, domestik, maupun mancanegara guna meningkatkan penanaman modal di Kabupaten Boalemo ;

d) Masih belum tersedianya Sistem Information Technology (IT Based) yang up to date, akurat dan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan informasi bagi calon investor dalam kaitannya dengan penanaman modal di daerah mengingat penggunaan IT (IT based) dalam pelayanan perizinan dapat mendukung percepatan waktu, transparansi dan kemudahan akses bagi masyarakat pengguna layanan;

(38)

e) Sinkronisasi dan harmonisasi arah dan kebijakan penanaman modal dan pelayananperizinan dan kelembagaan Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo yang hingga saat ini belum tersedia dan masih terjadi tumpang tindih, akibat dari banyaknya jenis peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh berbagai Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

f) Pemerintah Daerah harus berani mengambil peran, bersinergi dan berkolaborasi untuk mensinkronkan kebijakan penyelenggaraan pelayanan perizinan dari hulu hingga hilir.

g) Belum tersedianya dasar hukum dalam bentuk peraturan daerah Kabupaten Boalemo yang mengatur tentang arah dan kebijakan penanaman modal di daerah ini, sehingga aparatur pemerintah daerah di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo tidak memiliki regulasi teknis yang dapat menguatkan dalam pelaksanaan tugasnya sesuai Undang-Undang yang berlaku di bidang penanaman modal daerah. Keberadaan dasar hukum menjadi aspek yang sangat krusial karena memberikan kepastian terhadap kewenangan yang dimiliki, kemudahan berkoordinasi dengan SOPD teknis, dukungan sumber daya, serta kapasitas organisasi dalam memberikan pelayanan investasi dan perizinan di daerah;

h) Pelimpahan seluruh kewenangan di bidang perizinan kepada Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo juga masih menjadi masalah klasik yang belum selesai. Tarik menarik antara SOPD teknis dengan Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo masih kental mewarnai birokrasi pelayanan perizinan secara umum. Oleh karena itu akselerasi optimal pelayanan perizinan melalui berbagai terobosan belum memberikan hasil yang signifikan.

i) Business Process PTSP yang belum optimal di Kabupaten Boalemo Kabupaten Boalemo . Business Process yang tepat bagi PTSP, yaitu harus memiliki core business yang jelas, yaitu fungsi pemberian perizinan, penolakan perizinan, legalisasi dan duplikasi perizinan, pengawasan

(39)

perizinan, pencabutan perizinan, pengaduan perizinan serta pengkajian dan monev perizinan dalam rangka penyerderhanaan birokrasi.

j) Tuntutan masyarakat khususnya investor akan pelayanan perijinan terpadu yang mudah,cepat dan pasti semakin meningkat serta jaminan ketersediaan informasi yang akurat dan kekinian menyangkut peluang investasi dan kerjasama di Kabupaten Boalemo. Hal tersebut sangat diperlukan oleh Kabupaten Boalemo untuk menarik investasi dalam rangka mendorong pertumbuhan Perekonomian Kabupaten Boalemo .

k) Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo perlu terus ditingkatkan agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal, mengikuti semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan perijinan yang mudah, cepat dan pasti.

l) Belum tersedianya anggaran yang memadai dari sumber-sumber pendapatan yang sah yaitu APBN, APBD Provinsi Gorontalo, dan APBD Pemerintah Kabupaten Boalemo.

m) Pengintegrasian layanan, yaitu integrasi dengan layanan yang terkait langsung maupun yang tidak langsung terkait. Dalam konteks ini setiap layanan Dinas Penanaman Modal dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Boalemo harus berada pada satu kawasan dengan pusat konsultansi perizinan investasi, pusat informasi peluang investasi, pusat informasi RTRW, pusat informasi pemasaran, pusat informasi ketenagaker- jaan, pusat informasi perpajakan atau bisa disebut kawasan pelayanan investasi terpadu (KPIT).

n) Dampak dari krisis ekonomi global yang sedang melanda dunia, akan secara langsung maupun tidak langsung ikut mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia khususnya di Kabupaten Boalemo.

2.4.2. Peluang Yang Dimiliki

Dalam rangka mengakselerasi perekonomian Kabupaten Boalemo di bidang penanaman modal dan pelayanan perijinan, selain melihat pada kekuatan yang

Referensi

Dokumen terkait

Bagian Perundang-Undangan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang peternakan dan kesehatan hewan,

81 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu.. Peraturan

Dalam hal ini Mata Lelaki sebagai tayangan malam mempertontonkan kesensualan perempuan, dengan menggunakan busana yang sangat minim dan terlihat pada bagian dadanya diharapkan

Oleh karena itu, masyarakat melakukan ritual harai untuk menyucikan diri dari kekotoran supaya bisa berkontak dengan para dewa (kami) karena pada dasarnya kami itu suci dan

Dalam pembentukan suatu undang-undang tersebut yang terpenting harus dilakukan adalah melakukan sinkronisasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan

Yang paling penting pada penatalaksanaan asma yaitu edukasi pada pasien Yang paling penting pada penatalaksanaan asma yaitu edukasi pada pasien dan orang tuanya

berdasarkan Peraturan Bupati Hulu Sungai Selatan Nomor 90 Tahun 2020 tentang Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan

Ellis dan Fox menegaskan, bahwa seorang individu yang memiliki kecenderungan seks yang normal atau heteroseksual (heterosexual) akan lebih memungkinkan memberikan