KEBANGKITANNYA MEMULIHKAN Paskah - 4 April 2021
GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
BERHIMPUN
PRELUDE
Ruangan dalam keadaan redup saat umat menyanyikan “Kami Bangkit dari Abu”. Pada bait kesatu dan kedua, bisa ditampilkan gambar-gambar mengenai keadaan dunia yang menunjukkan adanya harapan dan pemulihan dari Pandemi Covid-19 (mis. gambar vaksinasi, orang yang saling peduli/membantu di tengah pandemi,dsb.). Pada bait pertama, Lilin Paskah mulai diarak masuk ke dalam gereja sehingga pada bait kedua, Lilin Paskah sudah berada di depan meja altar. 1 orang bawa lilin menyala diletakkan di meja altar. Saat bait yang kedua, umat BERDIRI dan menyalakan lilin Paskah di rumah masing-masing.
Bait kedua dinyanyikan dengan modulasi.
Kami Bangkit dari Abu
Syair: “Ashes” , Tom Conry (1978), direvisi oleh OCP (2019), terj. Juswantori Ichwan (dengan perubahan). Melodi: Tom Conry, 1978.
PANGGILAN BERIBADAH
(Berdiri) PL Umat yang dikasihi Tuhan,hari ini kita menyanyi dengan penuh syukur Sebab inilah harinya kita dibebaskan dari keraguan dan ketakutan.
Umat Haleluya!
PL Kita diangkat dari kegelapan, kita dipulihkan dari keputusasaan.
Umat Kristus Bangkit soraklah, Haleluya!
PROSESI
KJ 188:1,3 – Kristus Bangkit Soraklah
Syair: Christ the Lord is Risen Today, Charles Wesley, 1739, Terjemahan: Yamuger, 1979, Lagu: Lyra Davidica, 1708.
Kantoria Kuasa kubur menyerah, Umat Haleluya!
Kantoria Dan neraka takluklah.
Umat Haleluya!
Bersama Kristus jaya atas maut. Haleluya!
Dan terbukalah Firdaus. Haleluya!
VOTUM
PF Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Umat (menyanyikan) Amin
(melodi: Dina Elisye Siahaan, 2015)
SALAM
PF Tuhan beserta saudara!
Umat dan beserta saudara juga!
PROKLAMASI PASKAH
PF Haleluya! Kristus telah bangkit!
Umat Sungguh Ia telah bangkit. Haleluya!
PF Ia telah memberi kita harapan dan hidup baru.
Ia telah membangkitkan Yesus dari maut.
Umat Haleluya! Kristus telah bangkit!
PF Terpujilah Allah Bapa
yang telah membangkitkan Anak-Nya, Yesus Kristus!
Ia telah membawa kita keluar dari kegelapan dan ketakutan.
Umat Haleluya! Kristus telah bangkit!
PF Ia telah menang atas maut dan membarui kehidupan.
Ia telah memulihkan semua ciptaan.
Ia telah menjadikan kita terang bagi dunia.
Umat Haleluya! Kristus telah bangkit!
NYANYIAN UMAT
KJ 194:1,2 – Dikau, yang Bangkit, Mahamulia
Syair: A toi la gloire, Edmond Budry, 1884,Terjemahan: Yamuger, 1984, Lagu: Georg Friedrich Handel, 1747
1. Dikau, Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!
Turun malak sorga putih cemerlang;
kubur ia buka, tanda Kau menang.
Refrein:
Dikau, Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!
2. Lihatlah Dia, Yesus, Tuhanmu!
Dialah Mesias; yakinlah teguh!
Mari, umat Tuhan, bergembiralah!
Bertekun maklumkan kemenangan-Nya!
PELAYANAN FIRMAN
DOA EPIKLESE
(Duduk)BACAAN PERTAMA
Lektor Bacaan pertama dari kitab nabi Yesaya 25:6-9 (lektor membacakan Yesaya 25:6-9)
Demikianlah sabda Tuhan!
Umat Syukur kepada Allah!
ANTAR BACAAN
Mazmur 118:1-2,14-24
Syair: Arliyanus Larosa, menurut Mazmur 118:1-2,14-24. Lagu: Arliyanus Larosa
BACAAN KEDUA
Lektor Bacaan kedua dari surat 1 Korintus 15:1-11 (lektor membacakan 1 Korintus 15:1--11)
Demikianlah sabda Tuhan!
Umat Syukur kepada Allah!
BACAAN INJIL
PF Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Yohanes 20:1-18 (Pelayan Firman membacakan Yohanes 20:1-18)
Demikianlah Injil Yesus Kristus. Berbahagialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.
Umat (menyanyikan) Haleluya Tradisional Gereja
do = a
KHOTBAH
(Duduk)Kebangkitan-Nya Memulihkan
SAAT HENING
(Dilakukan tanpa ada suara apapun)Video Persembahan Pujian: Panitia Paska
PENGAKUAN IMAN
(Berdiri)Penatua Marilah kita bersama dengan umat Allah di masa lalu, masa kini, dan masa depan, mengingat janji baptisan kita dengan mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli.
Umat Aku percaya dst.
DOA SYAFAAT
(Duduk)Mendoakan pokok-pokok doa syafaat.
PELAYANAN PERSEMBAHAN
PENGANTAR PERSEMBAHAN
Penatua Bapak ibu yang beribadah di gereja atau melalui live streaming, saat ini kita akan memberikan persembahan.
Bagi jemaat yang beribadah di gereja, persembahan dimasukkan ke dalam kotak, saat masuk atau keluar dari ruang ibadah, atau dengan menscan QR Code yang ada di belakang bangku. Umat juga dapat mentransfer melalui rekening gereja.
Bagi jemaat yang beribadah melalui live streaming, dapat menscan QR Code atau transfer melalui rekening gereja yang tertera di layar.
Mari kita menyatakan syukur dengan memberikan persembahan sesuai dengan Firman Tuhan yang mengatakan
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”(Efesus 1:3)
NYANYIAN (instrumen)
PKJ 86 – Yesus Telah Bangkit
Syair dan lagu: Ngarikudzwe zuvairo ano mukaa, Abraham Maraire (Zimbabwe), Terjemahan: H. A. Pandopo, 1998
DOA PERSEMBAHAN
(Berdiri)SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS
(duduk) PERSIAPAN
PF Umat yang dikasihi Tuhan, saat ini kita berada dalam situasi yang luar biasa, di mana pandemi Covid-19 telah berdampak besar terhadap ritme kehidupan dan peribadahan kita. Di satu sisi, kita berjalan dalam iman dan terus berdoa agar masa krisis segera berlalu dan ritme peribadahan dapat kembali berjalan seperti semula. Namun di sisi lain, situasi sekarang mengharuskan kita beradaptasi, sehingga gereja tetap dapat menjadi saluran rahmat Tuhan, secara khusus lewat Perjamuan Kudus.
Sebentar lagi kita akan merayakan Perjamuan Kudus. Sejatinya
Perjamuan Kudus dirayakan ketika umat dapat bersama-sama hadir di dalam Kebaktian. Unsur persekutuan sangatlah penting dalam
perjamuan, karena Perjamuan Kudus bukan hanya mempersatukan kita dengan Kristus, melainkan juga dengan jemaat sebagai tubuh Kristus.
Situasi pandemi saat ini belum memungkinkan seluruh anggota jemaat dan simpatisan hadir dalam kebaktian di gedung gereja. Oleh karena itu Perjamuan yang kita adakan hari ini berupaya agar umat yang tidak dapat hadir di gedung gereja dapat berpartisipasi, dengan bantuan teknologi komunikasi daring. Umat yang ada di rumah dapat
berpartisipasi dalam Perjamuan Kudus dengan menyiapkan roti dan air anggur yang tersedia di rumah masing-masing.
Marilah kita mulai perjamuan ini dengan pengarahan hati. Umat dimohon berdiri....
PENGARAHAN HATI
PF Marilah kita mengarahkan hati kepada Tuhan Umat Kami mengarahkan hati kepada Tuhan.
PF Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, Allah kita.
Umt Sungguh layak bersyukur kepada-Nya.
PREFASI DAN SANCTUS-BENEDICTUS
PF Ya Allah Pencipta, kami bersyukur kepada-Mu,
sebab Engkaulah yang memberi kami nafas kehidupan.
Engkau menyertai kami di sepanjang jalan.
Pada saat kami tersesat, terjatuh dan gagal,
tak henti-hentinya Engkau merengkuh kami kembali.
Engkau menyediakan pemulihan, pengampunan, dan pembaruan kehidupan.
Ketika air bah datang,
Engkau menyediakan bahtera.
Ketika kegelapan datang, Engkau menyediakan tiang api.
Ketika wabah penyakit datang, Engkau menyediakan keselamatan.
Ketika kesesakan datang, Engkau menyediakan kelegaan.
Hari demi hari, kasih setia-Mu tetap nyata di dalam kehidupan kami.
Maka bersama umat-Mu di seluruh muka bumi, kemuliaan-Mu kami agungkan,
dalam paduan suara bersama para malaikat yang tak henti-hentinya menyanyi:
Umat (menyanyikan) Kudus, Kudus, Kuduslah do = d 4 ketuk
PENETAPAN PERJAMUAN KUDUS
PF Kita bersyukur karena Bapa Yang Mahakudus senantiasa menyertai kita,
dan dan Kristus mengundang kita
untuk mengambil bagian dalam perjamuan kudus ini.
Kita yakin bahwa Roh Kudus
telah dicurahkan atas kita, sehingga dengan iman, kita mengalami kehadiran Kristus bersama kita yang hadir di sini, maupun yang berpartisipasi dari tempat kita masing-masing berada saat ini.
Kristus, yang pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti .... (Pendeta mengambil roti) dan sesudah itu Ia mengucapkan syukur atasnya.
Ia memecah-mecahkannya dan berkata,
“Inilah Tubuh-Ku yang kuserahkan bagi kamu;
perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”.
Kristus, yang juga mengambil cawan, sesudah makan... (Pendeta mengambil cawan), lalu berkata,
“Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku.
Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
PERINGATAN AKAN KRISTUS
PF Pada saat ini kita hadir dalam peristiwa karya kasih Allah yang menyelamatkan dunia:
kelahiran dan kehidupan Kristus, Anak-Nya, di antara manusia, pembaptisan-Nya, perjamuan malam terakhir
bersama para murid-Nya, kematian-Nya.
Kita memberitakan kebangkitan Kristus dan kenaikan-Nya ke surga dalam kemuliaan, di mana Ia berdoa bagi dunia.
Kita merindukan kedatangan Kristus kembali
pada akhir zaman untuk menggenapi segala sesuatu.
Maka, sebagai persekutuan yang dipersatukan dengan dan dalam Kristus,
kita mengingat pengurbanan Kristus yang menyelamatkan,
yang dikaruniakan kepada umat manusia di semua tempat.
Ketika kita mengambil bagian dalam perjamuan kudus ini, Roh Kudus menolong kita
sehingga kita dipersatukan dalam Kristus menjadi satu tubuh dan satu roh,
dan menjadi persembahan yang hidup bagi Allah.
Melalui Kristus, dengan Kristus, dalam Kristus, semua hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, sekarang dan selamanya.
DOA BAPA KAMI
Umat mengucapkan Doa Bapa Kami bersama-sama
PEMECAHAN ROTI DAN PENUANGAN AIR ANGGUR
PF (Sambil memecah-mecahkan roti) Roti yang dipecahkan ini
adalah persekutuan dengan tubuh Kristus.
(Sambil menuangkan air anggur ke cawan lalu mengangkat cawan) Cawan minuman syukur ini
adalah persekutuan dengan darah Kristus.
Ambillah!
PEMBAGIAN ROTI DAN AIR ANGGUR
Para penatua yang bertugas memakai masker/face shield dan sarung tangan sekali pakai (disposable), kemudian mengambil nampan-nampan berisi roti/air anggur. Para penatua bertugas secara berpasangan: seorang memegang nampan berisi cawan-cawan, seorang lain membagikan hosti. Kedua penatua ini berdiri bersebelahan dengan jarak 1-2 meter. Jika yang digunakan adalah hosti dan air anggur yang sudah dibungkus menjadi 1 paket, maka hanya satu orang penatua yang bertugas membagikannya.
Umat yang hadir di gereja (para pelayan ibadah) berbaris maju satu-persatu untuk mengambil roti dan air anggur. Umat mula-mula menerima hosti dari penatua yang meletakkannya di telapak tangan umat. Setelah itu umat berjalan menuju penatua yang memegang baki berisi cawan-cawan dan mengambil air anggur dari baki tersebut. Setelah menerima hosti dan air anggur, umat kembali ke tempat duduknya dan menunggu sampai semua telah terlayani.
Bagi umat yang mengikuti di rumah, salah seorang anggota keluarga (kepala keluarga) bertugas membagikan roti dan anggur kepada anggota keluarga yang lain.
MAKAN DAN MINUM BERSAMA
PF Umat yang ada di ruangan ini maupun di rumah masing-masing, Ingat dan percayalah,
bahwa tubuh Tuhan kita, Yesus Kristus telah diserahkan bagi keselamatan dunia!
Makanlah! (umat memakan roti bersama-sama) PF Ingat dan percayalah,
bahwa darah Tuhan kita, Yesus Kristus, telah dicurahkan bagi keselamatan dunia!
Minumlah! (umat meminum anggur bersama-sama)
UNGKAPAN SYUKUR
PF Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah TUHAN, hai jiwaku,
dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau
dengan kasih setia dan rahmat,
Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru
seperti pada burung rajawali.
(Mazmur 103:1-5) (Meja perjamuan dapat dirapikan sesudah ungkapan syukur,
diiringi dengan musik instrumen).
PENGUTUSAN
(berdiri) PF Pergilah dalam damai sejahtera,
dalam keberanian untuk melakukan pembaruan, sebab kebangkitan-Nya memulihkan kita semua.
Dengar dan ikuti suara-Nya yang lembut dan mesra, memanggil kita untuk berjalan bersama-Nya,
di dalam kemenangan-Nya.
NYANYIAN
NKB 87:1 – Junjungan yang Kupilih
Syair dan lagu: He Lives; A. H. Ackley. Terjemahan: E. L. Pohan.
PF Arahkanlah hatimu kepada Tuhan!
Umat Kami mengarahkan hati kami kepada Tuhan PF Jadilah saksi Kristus!
Umat Syukur kepada Allah!
PF Terpujilah Tuhan!
Umat kini dan selamanya.
BERKAT
PF Cinta Allah Bapa senantiasa melingkupimu.
Keselamatan Kristus senantiasa memulihkanmu.
Pertolongan Roh Kudus senantiasa menuntunmu.
Dan Allah di dalam persekutuan kasih-Nya memberkatimu untuk berperan serta
menghadirkan kehidupan penuh kasih di dunia kini dan selama-lamanya.
Umat (menyanyikan) Haleluya Amin
Syair dan lagu: Nolan Williams, terj. Juswantori Ichwan
NYANYIAN
NKB 87:2 – Junjungan yang Kupilih
Syair dan lagu: He Lives; A. H. Ackley. Terjemahan: E. L. Pohan.
2.
Di mana, kapan saja KasihNya pun jelas.Di saat ‘ku gelisah dihibur ‘ku lekas.
Di hujan, angin ribut, dipimpin langkahku, ‘ku yakin, kami nanti ‘kan bertemu. (Refrain)
Refrein:
Benar, benarlah hidup Yesusku.
Bersamaku di jalanku, suaraNya ‘ku dengar.
Benar, benarlah hidup Yesusku.
Dimana Dia ‘ku dengar? Di dalam hatiku!