• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menyelematkan Investasi Disaat Rupiah Melemah.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Menyelematkan Investasi Disaat Rupiah Melemah."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Menyelematkan Investasi Disaat Rupiah Melemah Oleh : Sulaeman Rahman *)

Berita diatas telah menghiasi surat kabar mengenai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amarika, sementara itu terdapat pula berita bahwa sekitar 600.000 buruh industri rotan Cirebon terancam kehilangan pekerjaan (PR-8 Juli 2005). Artikel ini ingin menjelaskan apa sebab dan mengapa rupiah sampai anjlok, dan bagaimana sampai bisa terjadi industri rotan Cirebon sebagai andalan ekspor untuk menghasilkan dolar malah sampai terancam bangkrut.

Nilai rupiah bisa mencapai atau menembus Rp 10.000 per dolar Amerika , jika faktor yang menyebabkan rupiah menurun tidak bisa teratasi. Faktor – faktor yang menyebabkan menguat atau melemahnya suatu mata uang antara lain : perbedaan inflasi, perbedaan suku bunga, permintaan atau kebutuhan mata uang asing , penawaran mata uang asing, dan interaksi pasar mata uang. Bila merujuk pada pendapat Ekonom LIPI Wijaya Adi (SP-8 Juli 2005) , ada tiga faktor yang menyebabkan anjloknya rupiah saat ini, 1. Kebutuhan beberapa perusahaan untuk membayar utang luar negerinya dan kebutuhan impor, 2. Membaiknya perekonomian AS, dan 3. Harga minyak yang semakin tidak terkendali.

Jelas tergambarkan bahwa faktor inflasi dan tingkat suku bunga bukan penyebab, tetapi pada permintaan dan penawaran bisa menjadi sebab melemahnya mata uang, dan biasanya bila mata uang suatu Negara melemah terus menerus , maka pihak Bank Sentral akan menaikkan suku bunga dan akhirnya inflasi akan naik. Peristiwa ini pernah terjadi pada krisis yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 rupiah terus melemah , dimana rupiah mencapai Rp 16.500 perdolar Amerika terjadi pada pertengahan 1998.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk dapat membuktikan Hipotesis yang diajukan sebelumnya, bahwa pendapatan regional, tingkat suku bunga deposito dan laju inflasi mempengaruhi perilaku permintaan uang

Secara simultan variabel jumlah uang beredar (M2), Produk Domestik Bruto riil (PDB riil), inflasi, dan tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) trend inflasi, suku bunga, investasi dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi; 2) pengaruh inflasi, suku bunga, investasi

Berdasarkan fenomena di atas perlu dilakukan telaah lebih lanjut mengenai pengaruh beberapa variabel makroekonomi yaitu suku bunga, inflasi dan jumlah uang beredar, ekspor

Karena probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi pendapatan perkapita, suku bunga tabungan, dan inflasi terhadap permintaan

Dengan arti kata, apabila pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi meningkat sedangkan jumlah uang beredar, suku bunga, dan inflasi turun maka akan berdampak

Studi Pengaruh lumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi, Suku Bunga dan Nilai tukar Uang serta Dampaknya pada Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, metode penelitiannya

Tetapi dalam jangka panjang bulanan, hanya inflasi, uang beredar, suku bunga deposito berjangka 1 bulan, peristiwa politik yang bersifat daerah dan peristiwa ekonomi yang bersifat