• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

No. Dok. : DP 7.1 - 2 Edisi : A No. Revisi : 1

DOKUMEN PENDUKUNG SKEMA SERTIFIKASI

PUPUK NPK PADAT SNI 2803 : 2012

Depok, 21 April 2017 Disahkan oleh,

Nurhayati Syarief

General Manager

(2)

TAHAP I : SELEKSI

1. Permohonan  Tipe 5

Sesuai Persyaratan Permohonan Sertifikat Produk Dalam Negeri

─ DP 7.2-2.a atau Luar Negeri ─ DP 7.2-3.a

 Tipe 1b

Sesuai Persyaratan Permohonan Sertifikat Produk Dalam Negeri

─ DP 7.2-2.b atau Luar Negeri ─ DP 7.2-3.b 2. Tipe Sertifikasi Tipe 5 atau 1b

3. Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan

 Tipe 5

- Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001 : 2008 atau revisinya;

atau

- Sistem Manajemen Mutu lainnya yang diakui

 Tipe 1b

Tidak perlu menerapkan Sistem Manajemen Mutu

4. Petugas Pengambil Contoh Memahami Cara Pengambilan Contoh yang tercantum dalam SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

5. Cara Pengambilan Contoh  Sesuai Prosedur Pengambilan Contoh ─ PB 7.4; dan

 Sesuai SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

 Tipe 5

Pengambilan contoh uji di aliran produksi atau gudang secara acak

 Tipe 1b

- Untuk produsen dalam negeri, contoh diambil dari setiap lot produksi per 6 (enam) bulan di aliran produksi atau gudang - Untuk produsen luar negeri / importir, contoh diambil dari lot

produksi setiap pengapalan di pelabuhan atau gudang pabrik 6. Jumlah Contoh  Sesuai SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh

Padatan

 Diambil contoh uji sebanyak 2 (dua) paket dengan komposisi : - 1 (satu) paket contoh disimpan sebagai arsip perusahaan;

- 1 (satu) paket contoh untuk diuji oleh laboratorium uji

(3)

7. Laboratorium Uji yang digunakan

 Laboratorium yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian, atau

 Laboratorium yang telah terakreditasi oleh KAN atau memiliki MRA dengan KAN dengan ruang lingkup pupuk NPK padat

TAHAP II: DETERMINASI 1. Tinjauan Permohonan / Audit

Kecukupan

Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

 Tipe 5

Dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen, tinjauan permohonan dan Audit Kecukupan

 Tipe 1b

Dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen dan tinjauan permohonan

2. Audit Lapangan Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

 Tim Auditor  Tipe 5

- Auditor memastikan rencana audit dan rencana pengambilan contoh yang disiapkan oleh Petugas Pengambil Contoh - Auditor Memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau

Sistem Manajemen Mutu lainnya

- Auditor yang melakukan audit pada titik kritis harus memiliki pemahaman terkait produk pupuk

- Jika tidak ada Auditor yang memiliki bidang keahlian produk pupuk, maka harus menggunakan Tenaga Ahli yang memiliki bidang keahlian produk pupuk

 Tipe 1b

Tidak dilakukan audit lapangan

 Area yang diaudit  Jika telah memiliki Sertifikat SMM SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu lainnya dari Lembaga Sertifikasi yang telah terakreditasi KAN atau memiliki MRA dengan KAN ─

Audit dilakukan pada titik / elemen kritis dan apabila diperlukan, klausul di dalam SNI ISO 9001 dapat dilakukan audit

 Jika belum memiliki Sertifikat atau sebatas Surat Pernyataan Diri telah menerapkan SMM SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu lainnya ─

Audit dilakukan untuk semua persyaratan SNI ISO 9001

(4)

 Titik kritis yang harus diperhatikan

Mixing, Pengeringan

 Bahan baku Urea, Phosphat, DAP, KCl, dan bahan tambahan lainnya

3. Laporan Audit Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0 4. Pelaksanaan Pengambilan

Contoh

 Sesuai Prosedur Pengambilan Contoh ─ PB 7.4 yang dilengkapi dengan Rencana Pengambilan Contoh ─ FR 7.4.9.a, Berita Acara Pengambilan Contoh ─ FR 7.4.9.b dan Label Contoh ─ FR 7.4.9.c

 Sesuai SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

 Tipe 5

Pengambilan contoh uji di aliran produksi atau gudang secara acak

 Tipe 1b

- Untuk produsen dalam negeri, contoh diambil dari setiap lot produksi per 6 (enam) bulan di aliran produksi atau gudang - Untuk produsen luar negeri / importir, contoh diambil dari lot

produksi setiap pengapalan di pelabuhan atau gudang pabrik 5. Pengujian Contoh  Sesuai SNI 2803 : 2012

 Jika ada parameter yang tidak memenuhi syarat, maka dilakukan uji ulang untuk parameter tersebut maksimal 3 kali pengujian.

Apabila sampai 3 kali pengujian ulang masih belum memenuhi syarat, maka proses sertifikasi dihentikan

6. Laporan Hasil Uji  Laporan Hasil Uji diterbitkan oleh Laboratorium Uji yang terakreditasi sesuai ISO / IEC 17025 : 2005

 Mencantumkan kesesuaian atau ketidaksesuaian dalam pemenuhan SNI 2803 : 2012

(5)

TAHAP III : EVALUASI DAN KEPUTUSAN 1. Tinjauan terhadap Laporan /

Berita Acara Pengambilan Contoh, Laporan Audit dan Laporan Hasil Uji dilakukan oleh Panitia Teknis

Tipe 5

 Panitia Teknis ditunjuk oleh General Manager LSPro AGS

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu lainnya dan produk pupuk

 Rapat Tinjauan Panitia Teknis dan cara mengambil keputusan mengacu pada Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

Tipe 1b

 Panitia Teknis ditunjuk oleh General Manager LSPro AGS

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami produk pupuk

 Rapat Tinjauan Panitia Teknis dan cara mengambil keputusan mengacu pada Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

2. Keputusan Sertifikasi Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0 TAHAP IV : LISENSI

1. Penerbitan SPPT-SNI General Manager LSPro AGS menerbitkan SPPT SNI untuk produk yang memenuhi persyaratan sesuai keputusan dari hasil tinjauan 2. Penggunaan Lisensi Sesuai Ketentuan dan Tata Cara Penggunaan Tanda Kesesuaian SNI

─ DP 7.2-5 TAHAP V : SURVAILEN (UNTUK TIPE 5)

1. Audit Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

 Dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam setahun

 Jika telah memiliki Sertifikat SMM SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu lainnya dari Lembaga Sertifikasi yang telah terakreditasi KAN atau memiliki MRA dengan KAN ─

Audit dilakukan pada titik / elemen kritis dan apabila diperlukan, klausul di dalam SNI ISO 9001 dapat dilakukan audit

 Jika belum memiliki Sertifikat atau sebatas Surat Pernyataan Diri telah menerapkan SMM SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu lainnya ─

(6)

2. Pengambilan Contoh  Sesuai Prosedur Pengambilan Contoh ─ PB 7.4 yang dilengkapi dengan Rencana Pengambilan Contoh ─ FR 7.4.9.a, Berita Acara Pengambilan Contoh ─ FR 7.4.9.b dan Label Contoh ─ FR 7.4.9.c

 Sesuai SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

 Pengambilan contoh uji di aliran produksi atau gudang secara acak 3. Pengujian Contoh  Dilakukan sesuai dengan SNI 2803 : 2012

 Jika ada parameter yang tidak memenuhi syarat, maka dilakukan uji ulang untuk parameter tersebut maksimal 3 kali pengujian.

Apabila sampai 3 kali pengujian ulang masih belum memenuhi syarat, maka proses sertifikasi dihentikan.

4. Laporan Hasil Uji  Laporan Hasil Uji diterbitkan oleh Laboratorium Uji yang terakreditasi sesuai ISO / IEC 17025 : 2005

 Mencantumkan kesesuaian atau ketidaksesuaian dalam pemenuhan SNI 2803 : 2012

TAHAP VI : TINJAUAN DAN KEPUTUSAN SURVAILEN 1. Tinjauan terhadap Laporan /

Berita Acara Pengambilan Contoh, Laporan Audit dan Laporan Hasil uji dilakukan oleh Panitia Teknis

 Panitia Teknis ditunjuk oleh General Manager LSPro AGS

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu lainnya yang diakui dan produk pupuk

 Rapat Tinjauan Panitia Teknis dan cara mengambil keputusan mengacu pada Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

2. Keputusan Survailen Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0 TAHAP VII : PERUBAHAN LISENSI

1. Penambahan, Pengurangan, Penangguhan, Pembatalan, Perubahan Data Ruang Lingkup SPPT SNI atau Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian

Sesuai Prosedur Penambahan, Pengurangan, Penangguhan dan Pembatalan Ruang Lingkup Sertifikat ─ PB 7.11

Referensi

Dokumen terkait

6.4 Apabila pabrik telah menerapkan dan mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu berdasarkan SNI ISO 9001 dari Lembaga Sertifikasi yang diakreditasi oleh KAN atau

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001; atau Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000; atau Sistem

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu terkait Pangan lainnya yang diakui dan produk

Secara umum, daerah penelitian merupakan morfologi gunungapi aktif. Puncak gunungapi terletak di utara daerah penelitian dalam hal ini Gunungapi Slamet. Puncak

Bahan yang digunakan dalam penelitian meliputi lateks kebun klon campuran, asam-asam organik (asam sitrat dan asam oksalat), garam- garam anorganik (kalsium klorida,

Hasil ini sesuai dengan penelitian Manopo (2013) mengenai Faktor – faktor yang mempengaruhi struktur modal perbankan yang go publick di BEI tahun 2008-2010

(2) Seksi Perikanan Tangkap mempunyai tugas pokok; memberikan pengawasan, pembinaan dan penyuluhan dalam bidang kegiatan penangkapan, pendataan hasil produksi

Kharisma Printex sebaiknya menerapkan pedoman Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 secara keseluruhan dan terus mengupdate pedoman Sistem Manajemen Mutu ISO 9001