• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

No. Dok. : DP 7.1 - 12 Edisi : A No. Revisi : 1 Dilarang menggandakan dokumen ini baik sebagian maupun keseluruhannya dalam bentuk apapun

tanpa ijin tertulis dari General Manager LSPro AGS

DOKUMEN PENDUKUNG SKEMA SERTIFIKASI

BISKUIT SNI 2973 : 2011

Depok, 21 April 2017 Disahkan oleh,

Nurhayati Syarief

General Manager

(2)

TAHAP I : SELEKSI

1. Permohonan Sesuai Persyaratan Permohonan Sertifikat Produk Dalam Negeri ─ DP 7.2-2.a atau Luar Negeri ─ DP 7.2-3.a

2. Tipe Sertifikasi Tipe 5 3. Sistem Manajemen Mutu

yang Diterapkan

 SNI ISO 9001 : 2008 atau revisinya

 Sistem Manajemen terkait Pangan lainnya yang diakui

4. Petugas Pengambil Contoh Memahami Cara Pengambilan Contoh yang tercantum dalam SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

5. Cara Pengambilan Contoh  Sesuai Prosedur Pengambilan Contoh ─ PB 7.4; dan

 Sesuai SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

6. Jumlah Contoh Sesuai SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan 7. Laboratorium Uji yang

digunakan

 Laboratorium yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian, atau

 Laboratorium yang telah terakreditasi oleh KAN atau memiliki MRA dengan KAN dengan ruang lingkup biskuit

TAHAP II : DETERMINASI 1. Tinjauan Permohonan / Audit

Kecukupan

Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

Dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen, tinjauan permohonan dan Audit Kecukupan

2. Audit Lapangan Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

 Tim Auditor  Auditor memastikan rencana audit dan rencana pengambilan contoh yang disiapkan oleh Petugas Pengambil Contoh

 Auditor Memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan lainnya

 Jika tidak ada Auditor yang memiliki bidang keahlian produk biskuit, maka harus menggunakan Tenaga Ahli yang memiliki bidang keahlian produk biskuit

(3)

 Area yang diaudit  Jika telah memiliki Sertifikat SMM SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan dari Lembaga Sertifikasi yang telah terakreditasi KAN / PAC / IAF ─

Audit dilakukan pada titik / elemen kritis dan apabila diperlukan, klausul di dalam SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan lainnya dapat dilakukan audit

 Jika belum memiliki Sertifikat atau sebatas Surat Pernyataan Diri telah menerapkan SMM SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan lainnya ─

Audit dilakukan untuk keseluruhan bagian sesuai persyaratan SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan lainnya yang diakui

 Titik kritis yang harus diperhatikan

Sortasi bahan baku, Penyimpanan bahan baku, Mixing, Packaging, Penyimpanan produk jadi

 Bahan baku Tepung terigu, minyak / lemak, dan bahan tambahan pangan lain

3. Laporan Audit Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0 4. Pelaksanaan Pengambilan

Contoh

 Sesuai Prosedur Pengambilan Contoh ─ PB 7.4, yang dilengkapi dengan Rencana Pengambilan Contoh ─ FR 7.4.9.a, Berita Acara Pengambilan Contoh ─ FR 7.4.9.b dan Label Contoh ─ FR 7.4.9.c

 Sesuai SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

 Pengambilan contoh uji dilakukan di jalur produksi 5. Pengujian Contoh  Sesuai dengan SNI 2973 : 2011

 Jika ada parameter yang tidak memenuhi syarat, maka dilakukan uji ulang untuk parameter tersebut maksimal 3 kali pengujian.

Apabila sampai 3 kali pengujian ulang masih belum memenuhi syarat, maka proses sertifikasi dihentikan

6. Laporan Hasil Uji  Laporan Hasil Uji diterbitkan oleh Laboratorium Uji yang terakreditasi sesuai ISO / IEC 17025 : 2005

 Mencantumkan kesesuaian atau ketidaksesuaian dalam pemenuhan SNI 2973 : 2011

(4)

TAHAP III : EVALUASI DAN KEPUTUSAN 1. Tinjauan terhadap Laporan /

Berita Acara Pengambilan Contoh, Laporan Audit dan Laporan Hasil Uji dilakukan oleh Panitia Teknis.

 Panitia Teknis ditunjuk oleh General Manager LSPro AGS

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu terkait Pangan lainnya yang diakui dan produk biskuit

 Rapat Tinjauan Panitia Teknis dan cara mengambil keputusan mengacu pada Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

2. Keputusan Sertifikasi Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0 TAHAP IV : LISENSI

1. Penerbitan SPPT-SNI General Manager LSPro AGS menerbitkan SPPT SNI untuk produk yang memenuhi persyaratan sesuai keputusan dari hasil tinjauan 2. Penggunaan Lisensi Sesuai Ketentuan dan Tata Cara Penggunaan Tanda Kesesuaian SNI

─ DP 7.2-5 TAHAP V : SURVAILEN

1. Audit Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

 Dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam setahun

 Jika telah memiliki Sertifikat SMM SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan dari Lembaga Sertifikasi yang telah terakreditasi KAN / PAC / IAF ─

Audit dilakukan pada titik / elemen kritis dan apabila diperlukan, klausul di dalam SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan lainnya dapat dilakukan audit

 Jika belum memiliki Sertifikat atau sebatas Surat Pernyataan Diri telah menerapkan SMM SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan lainnya ─

Audit dilakukan untuk keseluruhan bagian sesuai persyaratan SNI ISO 9001 atau Sistem Manajemen terkait Pangan lainnya

(5)

2. Pengambilan Contoh  Sesuai Prosedur Pengambilan Contoh ─ PB 7.4, yang dilengkapi dengan Rencana Pengambilan Contoh ─ FR 7.4.9.a, Berita Acara Pengambilan Contoh ─ FR 7.4.9.b dan Label Contoh ─ FR 7.4.9.c

 Sesuai SNI 19-0428-1998 ─ Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

 Pengambilan contoh uji dilakukan di jalur produksi 3. Pengujian Contoh  Dilakukan sesuai dengan SNI 2973 : 2011

 Jika ada parameter yang tidak memenuhi syarat, maka dilakukan uji ulang untuk parameter tersebut maksimal 3 kali pengujian.

Apabila sampai 3 kali pengujian ulang masih belum memenuhi syarat, maka proses sertifikasi dihentikan

4. Laporan Hasil Uji  Laporan Hasil Uji diterbitkan oleh Laboratorium Uji yang terakreditasi sesuai ISO / IEC 17025 : 2005

 Mencantumkan kesesuaian atau ketidaksesuaian dalam pemenuhan SNI 2973 : 2011

TAHAP VI : TINJAUAN DAN KEPUTUSAN SURVAILEN 1. Tinjauan terhadap Laporan /

Berita Acara Pengambilan Contoh, Laporan Audit dan Laporan Hasil uji dilakukan oleh Panitia Teknis

 Panitia Teknis ditunjuk oleh General Manager LSPro AGS

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu terkait Pangan lainnya yang diakui dan produk biskuit

 Rapat Tinjauan Panitia Teknis dan cara mengambil keputusan mengacu pada Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0

2. Keputusan Survailen Sesuai Prosedur Proses Sertifikasi ─ PB 7.0 TAHAP VII : PERUBAHAN LISENSI

1. Penambahan, Pengurangan, Penangguhan, Pembatalan, Perubahan Data Ruang Lingkup SPPT SNI atau Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian

Sesuai Prosedur Penambahan, Pengurangan, Penangguhan dan Pembatalan Ruang Lingkup Sertifikat ─ PB 7.11

Referensi

Dokumen terkait

6.4 Apabila pabrik telah menerapkan dan mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu berdasarkan SNI ISO 9001 dari Lembaga Sertifikasi yang diakreditasi oleh KAN atau

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001; atau Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000; atau Sistem

 Panitia Teknis terdiri dari satu atau lebih personil yang memahami Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu lainnya dan produk pupuk.  Rapat Tinjauan Panitia

Bahan yang digunakan dalam penelitian meliputi lateks kebun klon campuran, asam-asam organik (asam sitrat dan asam oksalat), garam- garam anorganik (kalsium klorida,

LEMBAGA­LEMBAGA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN Menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 PUSAT Badan­badan lain  yang fungsinya  berkaitan dengan  kekuasaan 

Hasil ini sesuai dengan penelitian Manopo (2013) mengenai Faktor – faktor yang mempengaruhi struktur modal perbankan yang go publick di BEI tahun 2008-2010

(2) Seksi Perikanan Tangkap mempunyai tugas pokok; memberikan pengawasan, pembinaan dan penyuluhan dalam bidang kegiatan penangkapan, pendataan hasil produksi

Kharisma Printex sebaiknya menerapkan pedoman Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 secara keseluruhan dan terus mengupdate pedoman Sistem Manajemen Mutu ISO 9001