• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT

RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI V DPR RI

DENGAN SEKJEN, IRJEN, KEPALA BPSDM PERHUBUNGAN DAN KEPALA BADAN LITBANG KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI

Tahun Sidang : 2021-2022 Masa Persidangan : I

Rapat ke- : 8

Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat (RDP) Sifat Rapat : Terbuka

Hari, Tanggal : Selasa, 31 Agustus 2021 Waktu : Pukul 19.00 s.d. 21.20 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta

Ketua Rapat : Ir. Ridwan Bae / Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PG Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.

Acara : 1. Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2021 sampai dengan bulan Agustus 2021;

2. Membahas Alokasi Anggaran menurut Fungsi dan Program masing-masing Unit Eselon I K/L Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN T.A.

2022.

Hadir Anggota : 50 Anggota hadir dari 53 Anggota Komisi V DPR RI dengan rincian sebagai berikut:

A. Anggota DPR RI:

PIMPINAN :

1. Lasarus, S.Sos, M.Si/Ketua Komisi V DPR RI/F- PDIP

2. Ir. Ridwan Bae/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F- PG

3. H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si./Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PGERINDRA

4. H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H./Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-NASDEM

FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:

9 orang Anggota dari 9 Anggota:

(2)

1. Bob Andika Mamana Sitepu, S.H.

2. H. Herson Mayulu, S.IP.

3. Mochamad Herviano 4. Sukur H Nababan, S.T.

5. Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA.

6. Ir.Sudjadi

7. Sarce Bandaso Tandiasik, S.H., M.H.

8. Sri Rahayu 9. H. Irmadi Lubis

FRAKSI PARTAI GOLKAR:

7 orang Anggota dari 7 Anggota:

1. Drs. Hamka B Kady, M.S.

2. Cen Sui Lan

3. Ir. H. Anang Susanto, M.Si 4. H. Tubagus Haerul Jaman, S.E.

5. Ilham Pangestu

6. Bambang Hermanto, S.E.

7. Muhammad Fauzi, S.E.

FRAKSI PARTAI GERINDRA:

5 orang Anggota dari 6 Anggota:

1. Sudewo, S.T., M.T.

2. Iis Edhy Prabowo, S.Hum., M.M.

3. Ir. Eddy Santana Putra, M.T.

4. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M.

5. Ir. Sumail Abdullah

FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT:

4 orang Anggota dari 4 Anggota:

1. Drs. Soehartono, M.Si.

2. Drs. H. Tamanuri, M.M.

3. Sri Wahyuni 4. Roberth Rouw

FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA : 6 orang Anggota dari 6 Anggota:

1. H. Ruslan M. Daud

2. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S.Th. I.

3. Sofyan Ali, S.H.

4. H. Syafiuddin, S.Sos.

5. H. Sukamto, S.H.

6. H. An ’im Falachuddin Mahrus

FRAKSI PARTAI DEMOKRAT:

5 orang Anggota dari 5 Anggota:

1. Dr. H. Irwan, S.IP., M.P.

2. Willem Wandik, S.Sos.

(3)

3. drh. Jhonni Allen Marbun, M.M.

4. Lasmi Indaryani, S.E.

5. Ir. H. Ishak Mekki, M.M.

FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA:

4 orang Anggota dari 5 Anggota:

1. H. Suryadi Jaya Purnama, S.T.

2. Ir. H. Sigit Sosiantomo

3. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A.

4. KH. Toriq Hidayat, Lc.

FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL:

5 orang Anggota dari 5 Anggota:

1. H. A. Bakri H.M., S.E.

2. Athari Ghauthi Ardi 3. Hj. Hanna Gayatri, S.H.

4. H. Boyman Harun, S.H.

5. Mesakh Mirin, S.KM.

FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN:

1 orang Anggota dari 1 Anggota:

1. Dr. H. Muh. Aras, S.Pd., M.M.

B. UNDANGAN:

1. Sekertaris Jenderal Kementerian Perhubungan RI (Dr. Ir. Djoko Sasono M.Sc., Eng)

2. Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan RI (Dr. Gede Pasek Suardika, M.Sc.)

3. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan RI (Dr.

Umar Aris S.H., M.M., M.H.)

4. Plt. Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan RI (Dr.

Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc)

KETUA RAPAT (Ir. RIDWAN BAE/ WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI/F- PG):

...(suara tidak terekam) semua sehingga pada hari ini kita dapat bertemu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita dalam keadaan sehat walafiat, baik secara fisik maupun secara virtual dari tempat masing- masing.

Menurut laporan dari Sekretariat saat ini Rapat Komisi V DPR RI telah

ditandatangani dan dihadiri oleh 36 orang, terdiri dari 21 orang fisik dan virtual

15 orang serta 8 Fraksi, maka telah memenuhi kuorum. Oleh karena itu

sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 281 Peraturan DPR RI

tentang Tata Tertib, izinkan kami membuka Rapat Dengar Pendapat pada

hari ini dan sesuai ketentuan Pasal 276 Ayat (1) Rapat Dengar Pendapat

(4)

Komisi V DPR RI pada hari ini kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum.

(RAPAT DIBUKA PUKUL 19.00 WIB)

Kami ucapkan terima kasih kepada Sekjen, Irjen, Kepala Balitbang Perhubungan dan Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan beserta jajarannya yang telah memenuhi undangan kami dalam Rapat Dengar Pendapat hari ini.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan pada hari Kamis tanggal 26 Agustus 2021 telah disepakati berapa hal diantaranya:

Komisi V DPR RI memahami penjelasan Kementerian Perhubungan mengenai Alokasi Anggaran Kementerian Perhubungan dalam Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2022 sebesar 32 triliun 938 miliar. Dari alokasi tersebut anggaran untuk Sekretariat Jenderal sebesar 505 miliar 306, 505 miliar 360 juta yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan antara lain: reformasi birokrasi dan dukungan manajemen, sementara Realisasi Anggaran Sekretariat Jenderal dalam APBN Tahun Anggaran 2021 per Agustus 2021 adalah sebesar 58,72%.

Selanjutnya Anggaran Inspektorat Jenderal sebesar 87,6 miliar yang akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan antara lain: audit, review, evaluasi, pemantauan dan pengawasan internal Kementerian Perhubungan.

Sementara Realisasi Anggaran Inspektorat Jenderal dalam APBN Tahun Anggaran 2021 per Agustus 2021 adalah sebesar 67,74 30%.

Sedangkan Anggaran Balitbang sebesar 174,3 miliar yang akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan antara lain: program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta dukungan manajemen.

Sementara Realisasi Anggaran Balitbang Tahun Anggaran 2021 per Agustus 2021 adalah sebesar 62,26%.

Kemudian BPSDMP memperoleh anggaran sebesar 3,8 triliun yang akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan diantaranya: pemenuhan sarana prasarana, diklat, pemberdayaan masyarakat, diklat teknis dan diklat vokasi. Sementara realisasi anggaran BPSDMP dalam APBN Tahun Anggaran 2021 per Agustus 2021 sebesar 44,34%.

Sejalan dengan itu dalam kesempatan ini kami tegaskan kembali agar dalam proses penyusunan Anggaran Tahun 2022 agar tiap-tiap unit organisasi Eselon I benar-benar dapat memperhatikan dan mengakomodir saran dan masukan dari Komisi V DPR RI.

Selanjutnya berdasarkan pengawasan yang dilakukan Komisi V DPR

RI terdapat sejumlah permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dari

Sekjen, Irjen, Kepala Balitbang dan Kepala BPSDMP antara lain:

(5)

Yang Pertama, perlu adanya peningkatan koordinasi baik secara internal maupun eksternal agar terwujud pola kerja yang lebih efektif dan efisien.

Yang kedua, perlu meningkatkan pengawasan internal dalam rangka meminimalisir temuan dan permasalahan dalam penggunaan anggaran.

Ketiga, perlunya meningkatkan kualitas SDM Perhubungan untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang dapat mengembangkan inovasi dan profesionalitas.

Empat, perlu meningkatkan kegiatan riset yang dilaksanakan dengan skema kolaborasi kerja sama dengan Perguruan Tinggi.

Demikian pengantar dari kami. Selanjutnya kami berikan kesempatan kepada Sekjen, Irjen, Kepala Balitbang dan Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan untuk dapat menyampaikan penjelasan. Kami persilakan, tetapi tolong disingkat-singkat saja Pak ya, yang penting-penting saja karena kita kerja malam ini.

Silakan, Pak.

SEKJEN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (Dr. Ir. DJOKO SASONO, M.Sc., Eng):

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Terima kasih, Bapak Pimpinan.

Pimpinan dan para Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat serta Hadirin yang berbahagia.

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Selamat malam,

Salam sejahtera, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan, Salam kebangsaan, Salam Pancasila, Salam sehat.

Pertama-tama, izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada

Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI atas kesempatan yang diberikan

kepada kami untuk menyampaikan Rencana Kerja Kementerian Perhubungan

Tahun Anggaran 2022 yang secara garis besar telah disampaikan oleh Bapak

Menteri Perhubungan pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI pada

tanggal 26 Agustus kemarin.

(6)

Selanjutnya sesuai dengan jadwal, maka pada hari ini 30 Agustus atau hari Senin 30 Agustus 2021 telah dilaksanakan RDP dengan Unit Kerja Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut dan BPTJ serta pada hari ini Selasa 31 Agustus 2021 perkenankan kami dari Unit Kerja Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dari Badan Litbang serta BPSDM Perhubungan untuk bisa melaporkan.

Pimpinan dan para Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor P67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan bahwa Setjen mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Sekjen terdiri dari 12 Unit Kerja Eselon II, ada 7 Biro, 3 Pusat 1 Mahkamah Badan dan 1 Sekretariat Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Hasil Evaluasi terhadap Pelaksanaan APBN Tahun 2021, di mana Sekjen mendapat Pagu Awal sebesar 716 miliar lebih dengan perkembangan Pagu mendapatkan tambahan dari realokasi sebesar Rp35,26 miliar dan pengurangan untuk penghematan atau refocusing sebesar Rp199,01 miliar dengan rincian penghematan pertama sebesar Rp150,65 miliar, kedua sebesar Rp10,64 miliar dan ketiga sebesar Rp37,72 miliar, sehingga pagu saat ini yaitu sebesar Rp552,29 miliar.

Selanjutnya kami melaporkan bahwa sampai dengan tanggal 27 Agustus 2021, Realisasi Anggaran Setjen adalah sebesar 58,72% dengan realisasi bersih sebesar 66,32%. Realisasi ini lebih besar dibandingkan dengan realisasi di bulan yang sama pada Tahun 2020 yaitu sebesar 48,2%, namun masih di bawah target yang ditetapkan dalam kurva S yaitu sebesar 62,9%. Adapun realisasi per jenis belanja adalah sebagai berikut: realisasi belanja pegawai sebesar 68,9%; realisasi belanja barang sebesar 60,2%; dan realisasi belanja modal sebesar 37,2%.

Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat.

Dapat kami sampaikan bahwa dukungan anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 pada Setjen pada Tahun 2021 adalah sebesar 14,29 miliar Rupiah dan sampai dengan saat ini telah terealisasi sebesar 9,12 miliar Rupiah atau sekitar 63,85% dari total anggaran Covid-19 Setjen.

Dengan dilaksanakan kebijakan refocusing maka tentunya terdampak

pada berkurangnya ruang fiskal untuk pemenuhan program atau kegiatan

Tahun 2021, sehingga kami harus menyusun kembali skala prioritas

melaksanakan relaksasi pelaksanaan kegiatan hingga menunda kegiatan

yang belum menjadi prioritas utama. Selain itu untuk meminimalisir dampak

ruang fiskal yang berkurang, kami juga melakukan optimalisasi anggaran

dengan merealokasi anggaran untuk kegiatan yang tidak dapat ditunda,

melakukan efisiensi kegiatan perjalanan dinas, konsinyering dan sebagainya,

serta mendorong peningkatan PNBP dan creative financing.

(7)

Dan untuk memastikan agar kinerja anggaran dapat mencapai target yang telah ditetapkan, kami melakukan lelang tidak mengikat terhadap pekerjaan yang belum terkontrak, mendorong pencairan dana sesuai dengan termin pembayaran pekerjaan, serta menyusun dan mengawal Rencana Penarikan Dana atau RPD secara ketat guna memonitor prognosa realisasi anggaran akhir tahun 2021.

Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat.

Terkait dengan penyusunan RKA K/L Tahun Anggaran 2022, maka berdasarkan surat bersama Menteri PPN dan Menteri Keuangan tentang Pagu Anggaran Tahun 2022 yang diterbitkan pada tanggal 23 Juli 2021, secara umum Pagu Anggaran Kementerian Perhubungan adalah Rp32,938 triliun. Di mana Pagu Anggaran Sekretaris Jenderal terdiri dari program dukungan manajemen sebesar Rp505,36 miliar dengan komposisi anggaran per belanja sebagai berikut: Satu, belanja operasional adalah Rp259,71 miliar dengan rincian a. belanja pegawai sebesar Rp132,73 miliar; belanja barang mengikat sebesar Rp126,97 miliar. Dua, belanja non operasional sebesar Rp245,66 miliar dengan rincian a. belanja modal sebesar Rp30,05 miliar dan belanja barang tidak mengikat sebesar Rp215,61 miliar.

Adapun kronologis penyusunan anggaran Tahun 2022 pada Setjen dan dapat kami sampaikan sebagai berikut:

Indikasi anggaran Tahun 2022 sesuai dengan Renstra adalah sebesar Rp884 miliar. Kemudian usulan Pagu Kebutuhan Tahun 2022 adalah sebesar Rp1,19 triliun dan hingga saat ini pada tahapan Pagu Anggaran adalah sebesar Rp505,36 miliar. Dengan demikian masih terdapat gap Pagu Anggaran dengan Pagu Kebutuhan sebesar Rp693 miliar.

Untuk itu pada Tahun 2022 ini kami harus benar-benar melakukan exercise dengan cermat untuk menyusun program kerja Tahun 2022 berdasarkan skala prioritas dan memiliki urgenitas tinggi dengan besaran anggaran yang telah tetapkan dalam Pagu Anggaran.

Pimpinan dan para Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat.

Pada kesempatan ini dapat kami laporkan bahwa Pagu Anggaran Setjen Tahun 2022 sebesar Rp505,36 miliar adalah sama dengan anggaran pada saat Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2022. Namun lebih rendah dari Anggaran Tahun Anggaran 2021 setelah refocusing yaitu sebesar Rp575,16 miliar.

Adapun kebijakan dan prioritas anggaran Tahun 2022 Sekretaris Jenderal adalah sebagai berikut:

1. Memprioritaskan pemenuhan anggaran yang bersifat wajib atau

mengikat antara lain; gaji pegawai, pemeliharaan dan pengasuransian

BMN untuk menjaga nilai aset, operasional kantor dan seterusnya;

(8)

2. Memprioritaskan pemenuhan anggaran pada kegiatan yang bersifat peningkatan kompetensi pegawai dan kebutuhan pegawai pada masa pandemi, baik untuk pencegahan maupun penanganan;

3. Memprioritaskan pada kegiatan yang telah dilakukan penundaan pada Tahun 2020 dan 2021 yang terdampak penghematan serta memprioritaskan kegiatan untuk pencapaian kinerja Setjen Tahun 2022;

4. Melakukan screening atas kegiatan yang tingkat urgensitasnya rendah untuk sementara dilakukan penundaan; dan

5. Melakukan efisiensi dari kegiatan-kegiatan yang sedianya saat ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi IT.

Untuk itu dalam penyusunan RKA Tahun 2022 ini, Setjen menyusun kegiatan statistiknya berdasarkan Unit Eselon II yaitu untuk Biro Perencanaan antara lain; monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan tarif, perencanaan ….

dan penganggaran (suara rekaman kurang jelas) Kementerian Perhubungan.

Kedua, Biro Kepegawaian dan Organisasi antara lain penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara berbasis online dengan menggunakan teknologi CAT atau Computer Assisted Test, kemudian pemetaan potensi dan kompetensi calon pemangku JPT.

Untuk Biro Keuangan antara lain adalah pemantauan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran serta pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan.

Biro Umum antara lain adalah penyusunan regulasi di bidang transportasi, kemudian pembahasan rancangan kontrak serta pembahasan rancangan kerja sama, perjanjian kerja sama lainnya dan amandemennya.

Untuk Biro Layanan Pengadaan dan Pengelolaan BMN antara lain adalah perencanaan dan implementasi terkait dengan kegiatan katalog elektronik sektoral. Kedua, pelaksanaan pemilihan penyediaan barang jasa.

Untuk Biro Umum antara lain pengalokasian belanja pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal, pekerjaan cleaning service, office boy, gardener, pest control, teknisi gedung Kantor Pusat Perhubungan, juga pembayaran daya dan jasa Kantor Pusat Setjen.

Tujuh, Birokrasi Komunikasi dan Informasi Publik antara lain publikasi melalui media online, cetak dan elektronik. Kemudian forum dan event sektor transportasi.

Kedelapan, Pusat Pengelolaan Transaksi Berkelanjutan antara lain pemantauan pengelolaan energi di sektor transportasi, pemantauan pelaporan dan verifikasi perubahan iklim sektor transportasi.

Kesembilan, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom)

antara lain adalah pengembangan infrastruktur jaringan komunikasi data

Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. Kemudian sewa jaringan

(9)

komunikasi data, serta manage service operational TIK dan data center Kementerian Perhubungan.

Sepuluh, Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional antara lain adalah bantuan Delegasi RI ke sidang nasional, internasional, termasuk di dalamnya penarikan dan pemberangkatan 4 Athub perwakilan Perhubungan. Kedua, pertemuan tingkat regional dan internasional.

Sebelas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi antara lain investigasi kecelakaan transportasi pada semua moda transportasi. Yang kedua, monitoring dan evaluasi hasil investigasi.

Dua Belas, Mahkamah Pelayaran antara lain verifikasi dan penelitian informasi data awal kecelakaan kapal, sidang pemeriksaan lanjutan kecelakaan kapal, serta peningkatan kapasitas SDM Panel Ahli.

Pimpinan dan para Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat.

Demikian yang dapat kami laporkan pada kesempatan ini. Mohon maaf atas segala kekurangan dan dengan penuh harapan mohon dukungan dan saran dari Ibu Bapak sekalian, khususnya dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2021 maupun penyusunan rencana kerja Tahun 2022 di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Sekian dan terima kasih.

Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita,

Om Shanti Shanti Shanti Shanti Om.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Sekjen. Pak Irjen juga singkat-singkat Pak ya.

IRJEN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (Dr. GEDE PASEK SUARDIKA, M.Sc.):

Baik Pak, terima kasih.

Yang terhormat Bapak Ketua,

Para Wakil Ketua dan Anggota Komisi V DPR RI, Serta Hadirin yang kami hormati.

Terima kasih.

Pertama-tama, izinkan kami mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan

Yang Maha Kuasa karena atas karunia-Nya kita bisa hadir pada Rapat

Dengar Pendapat dalam rangka membahas Evaluasi Pelaksanaan APBN

Tahun 2021 dan Alokasi Anggaran menurut Fungsi Program Prioritas dan

Lembaga pada Tahun 2022.

(10)

Selanjutnya perkenankan kami untuk menyampaikan penjelasan secara garis besar tentang Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2021 dan Alokasi Anggaran menurut Fungsi Program dalam APBN Tahun 2022 Inspektorat Jenderal sebagai berikut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah SPIP, Inspektorat Jenderal melaksanakan pengawasan intern terhadap seluruh kegiatan penyelenggaraan tugas dan fungsi kementerian lembaga yang didanai dengan APBN.

Adapun cakupan dan sebaran objek pengawasan Inspektorat Jenderal sebanyak 581 objek pengawasan yang tersebar di seluruh Indonesia dan terdiri dari; Kantor Pusat dan UPT di daerah dan sekitar 2.650 kegiatan strategis, 254 proyek prioritas nasional dan 14 proyek strategis nasional.

Dengan dukungan Pegawai Itjen sebanyak 282 orang, yang terdiri dari auditor sebanyak 156 orang dan non auditor sebanyak 126 orang yang melakukan tugas-tugas administrasi non pengawasan.

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.

Pada Tahun 2021 Inspektorat Jenderal mendapat alokasi anggaran sebesar 121,5 miliar atau 0,27% dari total alokasi anggaran Kemenhub sebesar 45,6 triliun. Selanjutnya selama pelaksanaan anggaran berjalan tersebut, alokasi anggaran Inspektorat Jenderal mengalami perubahan sebagai berikut:

Yang pertama, terkait komposisi penambahan belanja pegawai sebesar 1,74 miliar, untuk tambahan anggaran belanja gaji dan tunjangan CPNS sebanyak 28 orang.

Kedua, terjadi refocusing penghematan sebesar 45 miliar. Sehingga alokasi anggaran Inspektorat Jenderal setelah refocusing menjadi sebesar 78,2 miliar atau 0,25% dari total alokasi anggaran Kemenhub sebesar 34,2 triliun, dengan komposisi belanja pegawai sebesar 38,5 miliar atau sekitar 49%; belanja barang operasional sebesar 5,3 miliar 7%; belanja barang non operasional sebesar 29,3 miliar 37%; dan belanja modal sebesar 5 miliar atau sekitar 7%.

Sampai dengan tanggal 30 Agustus 2021 Realisasi Anggaran

Inspektorat Jenderal sudah mencapai 67,3%. Jadi ini lebih besar dari target

64,8% dan lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 61,18%. 67% ini sekitar

52,6 miliar dari total anggaran. Walaupun dengan keterbatasan pendanaan

tersebut, Inspektorat Jenderal sebagai aparat pengawasan dari Pemerintah

atau APIP terus berupaya melaksanakan peran pengawasan secara

maksimal. Antara lain melalui pengawasan intern baik assurance maupun

consulting seperti audit review evaluasi dan pemantauan dan pengawasan

(11)

intern lainnya sampai dengan semester I telah mencapai rata-rata realisasi pengawasan intern sebesar 96%. Melakukan penilaian dalam rangka mendorong peningkatan kerja reformasi birokrasi, zona integritas, akuntabilitas kinerja bisnis pemerintah dan pencegahan KKN, juga melakukan pengendalian intern atas pelaporan keuangan PPK dalam rangka mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Dan sudah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar 1,83 triliun dan 117,4 juta US Dollar dari hasil audit Itjen sejak Tahun 2003 sampai serta 2,13 triliun dan 3,3 juta US Dollar pengembalian dari hasil tindak lanjut BPK atas hasil LHP BPK Tahun 2007 sampai dengan 2020.

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang kami hormati.

Berdasarkan hasil kesepakatan Three Lateral Meeting antara Kemenhub, Bappenas dan Kemenkeu serta surat Sekjen Kementerian Perhubungan tanggal 13 Juli, Inspektur Jenderal mendapat Alokasi Pagu Anggaran sebesar 87,6 miliar atau sebesar 0,26% dari total Pagu Anggaran Kementerian Perhubungan yang sebesar 32,9 triliun, dengan komposisi anggaran per belanja sebagai berikut: belanja pegawai sebesar 41,7 miliar 48% untuk 282 pegawai; belanja barang operasional atau mengikat sebesar 5,2% atau 6%, ini antara lain untuk belanja pemeliharaan, pengadaan perjalanan dinas, langganan daya jasa, honor honorarium dan juga termasuk pengelolaan perawatan sarana kantor.

Kemudian barang non operasional sebesar 36,6 miliar, yang terdiri dari 21 miliar atau 24,6% untuk pelaksanaan tugas-tugas pengawasan. Ini murni untuk audit dan pengawasan lainnya dan 15 miliar untuk pengembangan kompetensi SDM, dukungan teknologi informasi pengawasan dan kemitraan kerja sama dengan aparat pengawas dan tata kelola pengawasan intern.

Sedangkan belanja modal sebesar 4 miliar antara lain ini untuk pengadaan sarana bantu audit, pelaksana perlengkapan perkantoran dan peralatan sistem informasi pengawasan.

Sedangkan kalau komposisi anggaran per unit kerja pada Pagu Anggaran Tahun 2022 untuk anggaran pengawasan yang hanya sebesar 21 miliar, masing-masing terbagi ke dalam 4 Inspektorat dan 1 Inspektorat Investigasi berkisar 4,3 sampai sekitar 40 saya ulangi 4,3 miliar dan untuk anggaran dukungan dan tata kelola pengawasan Sekretariat Inspektorat Jenderal sebesar 66 miliar, untuk belanja pegawai 41,7 miliar dan belanja operasional adalah 5,2 miliar dan belanja modal 4 miliar.

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.

Inspektorat Jenderal terus berupaya untuk meningkatkan fungsi

sebagai pengawas intern dalam rangka memperkuat peran Itjen sebagai

strategic partner dan treasure advisory dan juga untuk mendukung dan

mengawal kebijakan dan program kerja Kementerian Perhubungan Tahun

2022 melalui pola pengawasan yang bersifat assurance dan consulting

melalui audit review evaluasi pengawasan-pengawasan lainnya dan tetap

memperhatikan tata kelola yang baik. Mulai dari perencanaan sampai dengan

(12)

kegiatan tersebut dilaksanakan dan sampai pekerjaan tersebut ter-delivery, utamanya yang bersifat strategis, direktif dan menjadi prioritas Kementerian Perhubungan.

Di samping itu Inspektorat Jenderal juga telah melakukan langkah- langkah dan strategi peningkatan pengawasan dalam rangka pandemi ini, sudah kami lakukan sejak awal-awal Tahun 2020 semenjak pandemi berlangsung melalui yang disebut dengan remote audit dan itu sangat membantu pelaksanaan di lapangan, di samping juga dapat menghemat anggaran melalui pemanfaatan dan optimalisasi teknologi informasi pengawasan.

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V DPR yang kami hormati.

Demikian penjelasan umum yang dapat kami sampaikan pada kesempatan Rapat Dengar Pendapat kali ini. Selanjutnya kami mohon berkenan dukungan saran dan masukan Pimpinan beserta Anggota Dewan yang terhormat guna peningkatan kinerja Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan.

Sekian dan terima kasih.

Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Om Shanti Shanti Shanti Om.

KETUA RAPAT:

Terima kasih.

Kepala Balitbang, silakan Pak.

KEPALA BALITBANG KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (Dr. UMAR ARIS, S.H., M.M., M.H.):

Terima kasih, Pak.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua,

Shaloom,

Om Swastyastu,

Namo Buddhaya dan salam kebajikan.

Yang kami hormati Bapak Ketua Komisi V DPR RI, Bapak-bapak Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Bapak dan Ibu Anggota Komisi V DPR RI,

Bapak Sekjen, Bapak Irjen, Kepala BPSDM dan para Pejabat di lingkungan

Kementerian Perhubungan dan para Hadirin yang kami banggakan.

(13)

Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua dan juga terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ketua, Bapak Wakil Ketua dan seluruh Bapak/Ibu Anggota Komisi V DPR RI atas kesempatan yang diberikan kepada kami pada malam hari ini.

Izinkan kami sesuai dengan agenda RDP malam ini untuk menyampaikan pertama, perihal Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2021 dan Alokasi Anggaran menurut Fungsi dan Program Tahun Anggaran 2022 Badan Litbang Perhubungan.

Bapak Pimpinan dan Bapak/Ibu Anggota Komisi V yang saya hormati.

Pagu Badan Litbang saat ini sebesar 140,9 miliar atau telah mengalami penyesuaian 29% dari DIPA Awal Tahun 2021 dikarenakan adanya refocusing mulai dari tahap 1 sampai dengan tahap 3. Realisasi penyerapan anggaran Badan Litbang sampai bulan Agustus 2021 adalah sebesar 62,26%, dengan realisasi fisik 63,76%. Jika dibandingkan prognosa di bulan Agustus Tahun 2021 dengan posisi realisasi 31 Agustus Tahun Anggaran 2021 masih terdapat deviasi sebesar minus 0,32%. Namun jika dibandingkan dengan capaian Tahun 2020 di bulan yang sama maka realisasi Tahun 2021 lebih baik dan lebih tinggi 21,53%.

Pada akhir Tahun 2021 diharapkan capaian penyerapan akan sesuai dengan target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 99,3% untuk itu sejumlah langkah percepatan penyerapan anggaran akan terus dilakukan diantaranya melalui; monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja anggaran secara periodik, refocusing terhadap alokasi anggaran perjalanan dinas dan yang ketiga adalah mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan penelitian.

Bapak Pimpinan dan Bapak/Ibu Anggota Komisi V yang saya hormati.

Selain posisi penyerapan anggaran, izinkan kami juga melaporkan posisi penyelesaian sejumlah kegiatan pada Tahun Anggaran 2021. Total kegiatan penelitian yang diprogramkan sebanyak 120 penelitian terdiri atas 37 penelitian dengan skema kerja sama perguruan tinggi dan 83 penelitian dilaksanakan secara mandiri oleh Peneliti Internal Badan Litbang. Karena Badan Litbang Perhubungan memiliki para Peneliti, Peneliti Utama, Peneliti Madya, Peneliti Muda dan Peneliti Pratama yang selain memahami ilmu metodelogi penelitian juga memahami substansi transportasi karena pada dasarnya Aparatur Sipil Negara di Kementerian Perhubungan.

Untuk kegiatan penelitian yang dikerjasamakan dengan perguruan tinggi saat ini telah berkontrak seluruhnya, kemudian sampai dengan posisi bulan Agustus sebanyak 43 kajian telah selesai dan masih tersisa 77 kegiatan yang masih dalam proses penyelesaian.

Selain realisasi terhadap program utama Badan Litbang Perhubungan,

dalam kesempatan ini izinkan kami laporkan progress sejumlah program

(14)

pendukung penelitian sampai dengan posisi Agustus 2021 yaitu; pelaksanaan FGD dengan subsektor dan perguruan tinggi baik pada level nasional maupun internasional. Ini selain melakukan penelitian, kami juga untuk mendapatkan masukan-masukan untuk merekomendasikan kebijakan kepada Pimpinan Kementerian Perhubungan kita lakukan FGD dan diskusi-diskusi, webinar yang seperti sesuai dengan kebutuhan sekarang yaitu:

Diskusi terkait Grand Strategi Sistem Transportasi Cerdas di Indonesia. Diskusi ini melibatkan stakeholders lain Pemerintah Daerah, serta para Pakar Intelligent Transport System Indonesia yang juga memiliki pengalaman dalam pengembangan sistem transportasi cerdas di beberapa negara.

B. Forum diskusi terkait pemanfaatan teknologi drone untuk kebutuhan distribusi logistik khususnya di wilayah 3T dan rawan bencana. Diskusi ini selain melibatkan akademisi juga menghadirkan praktisi teknologi dan para pelaku industri jasa logistik yang telah mempraktekkan penggunaan teknologi tinggi.

Balitbang Perhubungan juga telah menggelar sejumlah FGD dengan lokus yang spesifik dalam rangka pengembangan aksesibilitas wilayah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Diantaranya kita juga meneliti dampak ekonomi pembangunan Terminal Tipe A di Provinsi Aceh dan dampak sosial ekonomi penyelenggaraan Tol Laut dan Keperintisan lokusnya sementara ini kami di Kepulauan Mentawai. Forum ini melibatkan stakeholders di daerah seperti Pemerintah Daerah, Lembaga Masyarakat, serta Akademisi yang berasal dari perguruan tinggi pada wilayah tersebut dengan harapan pembahasan dapat lebih menemu kenali inti permasalahan dan solusi konkrit di lapangan, sehingga anggaran yang akan dibangun yang akan digelontorkan ini ada efektivitas dan efisiensinya.

Tidak hanya bicara mengenai aspek pembangunan fisik dan dampak manfaatnya Balitbang Perhubungan juga menyelenggarakan forum diskusi untuk membahas mengenai skema pendanaan sebagai alternatif. Kami akan merekomendasikan dengan keterbatasan APBN yakni sovereign wealth fund.

Nah jadi hal ini untuk merespon inisiasi pemerintah mengenai opsi skema pembiayaan pendanaan infrastruktur untuk terus menuntaskan target pembangunan dalam peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah. Kita menyadari ada keterbatasan anggaran APBN. Kami juga merekomendasikan kepada Pimpinan dalam penelitian dan FGD.

Dari aspek regulasi sektor transportasi, Badan Litbang Perhubungan

juga menggelar forum diskusi dengan tajuk tentu kami soft-kan judulnya

karena ini belum merupakan eksekusi. Yaitu Meneropong Undang-Undang

Transportasi dalam menghadapi tantangan saat Ini, dengan menghadirkan

sejumlah Pakar Hukum dan Praktisi serta Pengamat Transportasi. Walaupun

kita akan temukenali, apakah persoalannya itu di tingkat regulasi atau di

tingkat implementasi atau rekomendasi tingkatan peningkatan koordinasi. Itu

tentu kami teliti.

(15)

Tidak hanya di tingkat nasional, Badan Litbang Perhubungan juga telah menyelenggarakan forum diskusi internasional diantaranya:

Satu,...(rekaman suara kurang jelas) riset and education outbox dan penyelenggaraan forum diskusi antar stakeholder logistik. Yang kedua, Green Logistics Partnership Conference, forum ini menghadirkan sejumlah Pakar dan Pelaku Industri Transportasi dari beberapa negara secara virtual seperti dari negara Jepang, Jerman dan Inggris sebagai inspirasi bagi stakeholders terkait untuk dapat berinovasi baik dari aspek teknis teknologi maupun kebijakan.

Selain secara aktif menggelar forum diskusi dalam rangka menjalankan fungsi edukasi, Balitbang juga menerbitkan 6 buku Knowledge Sharing Program atau KSP. Yaitu semacam buku pintar yang mengulas tentang transportasi dengan target pembaca adalah pelajar, mahasiswa, taruna-taruni, maupun masyarakat umum. Antara lain topik yang diangkat pada Tahun 2021 ini adalah Integrasi Angkutan Umum Perkotaan di Wilayah Aglomerasi Bandung Raya dan Mebidangro Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Karo; Strategi Pengendalian Pergerakan dan Recovery Sektor Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Selama Masa Pandemik; Dukungan Transportasi Laut sebagai Salah Satu Pilar Penopang Sistem Distribusi Logistik Nasional; dan bahkan Sejarah Bandar Udara Internasional Ngurah Rai ini juga kita buat, kita teliti.

Selain itu Balitbang Perhubungan juga membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh stakeholders dan masyarakat umum untuk dapat memanfaatkan karya ilmiah dan koleksi literatur melalui fasilitas perpustakaan yang ada di Badan Litbang Perhubungan.

Bapak Pimpinan dan Bapak/Ibu Komisi V yang saya hormati.

Dapat kami laporkan sampai dengan Semester Pertama Tahun 2021 telah diselesaikan 28 penelitian dan posisi sampai dengan bulan Agustus ini telah diselesaikan 43 penelitian. Sedangkan target kami secara akumulatif pada Triwulan ke III ini atas sampai dengan akhir september 2021 adalah penyelesaian 71 kegiatan penelitian, sementara itu pada Triwulan IV akan diselesaikan seluruh target penelitian.

Dapat kami laporkan juga bahwa dalam pelaksanaan kegiatan penelitian Tahun 2021 dilakukan melalui skema kerjasama dengan 11 perguruan tinggi dan 2 lembaga. Kerjasama ini dilakukan baik dalam pelaksanaan kegiatan penelitian, maupun terkait dengan transfer knowledge antara akademisi universitas dengan fungsional peneliti seperti yang kami laporkan sebelumnya yang ada di Badan Litbang.

Dalam praktiknya seluruh kegiatan kelitbangan baik dalam langkah

penelitian maupun forum diskusi, kami juga turut melibatkan akademisi dan

stakeholders di daerah, agar pemecahan permasalahan yang bersifat khusus

dan khas di daerah dengan karakteristik tertentu dapat dituntaskan dengan

solusi kebijakan yang tepat sasaran. Selain itu pemetaan lokasi penelitian

(16)

juga relatif merata di seluruh wilayah Indonesia yang didasarkan atas identifikasi permasalahan sektor transportasi, baik yang bersifat umum, nasional, maupun yang memiliki kekhususan berdasarkan karakteristik wilayah.

Bapak Pimpinan dan Bapak/Ibu Anggota Komisi V yang saya hormati.

Terhitung sejak Tahun 2019 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan ditugaskan untuk mengkoordinir penyusunan, mengkoordinir penyusunan rencana sistem transportasi Ibu Kota Negara, walaupun secara kebijakan undang-undang segala macamnya kami tentu menyesuaikan. Baik selaku Wakil Pokja Infrastruktur pada Tim Koordinasi Strategis Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Bappenas maupun selaku Ketua Satgas di internal Kementerian Perhubungan.

Untuk itu sejumlah kajian dan program kegiatan telah dilakukan. Pada Tahun 2020 Badan Litbang telah menyusun master plan sistem transportasi Ibu Kota Negara yang menjadi referensi seluruh stakeholders transportasi dan pada Tahun 2021 dilanjutkan dengan 6 kegiatan penelitian yang lebih spesifik yaitu:

a. Kelembagaan penyelenggaraan transportasi;

b. Konsep integrasi jaringan dan layanan antara Ibu Kota Negara dengan daerah-daerah penyangga;

c. Konsep aerotropolis di kawasan Ibu Kota Negara;

d. Konsep pengendalian ruang udara;

e. Desain teknologi angkutan massa; dan

f. Desain floating works sebagai prasarana penunjang.

Jadi kita mengantisipasi sifatnya Badan Litbang sudah membuat konsep kalau sewaktu-waktu Covid selesai Ibu kota langsung secara konsep transportasi kami sudah rekomendasikan. Sedikit lagi.

Bapak Pimpinan dan Bapak/Ibu Anggota Komisi V yang saya hormati.

Selanjutnya perkenankanlah kami melaporkan Progress Penyusunan Program dan Anggaran Badan Litbang untuk Tahun 2022. Yang tadi kami sampaikan adalah Pertanggungjawaban Akuntabilitas yang telah dilakukan oleh Badan Litbang Tahun 2021, masih ada waktu untuk penyelesaiannya.

Untuk Tahun 2022 dapat kami sampaikan guna memastikan bahwa setiap tema penelitian yang diprogramkan, kami sangat mendengar sungguh- sungguh pada RDP yang lalu sangat banyak yang dititipkan dan harapan.

Maka itu kami orientasinya 2022 dengan persetujuan Pimpinan Kementerian

Perhubungan dukungan Pak Sekjen dan Eselon I lainnya, maka kami telah

mengelompokan tema penelitian ini ke dalam 8 cluster dan ke delapan cluster

tersebut secara langsung mendetailkan fokus dan agenda prioritas sektor

transportasi sebagaimana diamanahkan dalam RPJMN maupun Renstra

Kementerian Perhubungan 2000-2024 2020-2024. Setidaknya ada 3 program

prioritas dalam RPJMN 2020-2024 yang menjadi acuan penyusunan program

(17)

dan strategi pembangunan sektor transportasi, sekaligus menjadi peran penting transportasi dalam mendukung program pembangunan nasional.

Kami sangat terngiang-ngiang arahan Bapak Pimpinan pada yang lalu jangan sampai hasilnya tidak ada manfaatnya. Oleh karena itulah kami sungguh-sungguh untuk 2022 kami tekankan hal-hal yang menjadi amanah dari Anggota Dewan yang terhormat.

Penyediaan infrastruktur pelayanan dasar, konektivitas, dan infrastruktur perkotaan. Tiga program prioritas RPJMN tersebut selanjutnya dijabarkan secara lebih konkrit dalam tiga fokus utama dan lima agenda prioritas Kementerian Perhubungan selama periode 2020-2024 sebagaimana dijabarkan dalam Renstra Kementerian Perhubungan Tahun 2020-2024.

Fokus dan agenda prioritas inilah yang kemudian menjadi dasar pemetaan kebutuhan program penelitian dan pengembangan sektor transportasi, sehingga Badan Litbang kemudian memetakan dalam 8 cluster tersebut:

a. Penelitian keselamatan dan keamanan, diantaranya terkait isu ODOL Over Dimensi Over Load, kemudian isu modernisasi infrastruktur penerbangan dalam rangka menghadapi teknologi industri;

b. Penelitian konektivitas diantaranya terkait isu penyelenggaraan angkutan keperintisan udara yang dibiayai dengan skema multiyears, selanjutnya terkait isu penyediaan layanan transportasi antar negara dengan fokus pada moda jalan dan perkeretaapian, hal ini untuk membuka akses dalam rangka meningkatkan daya saing di kawasan perbatasan;

c. Penelitian pelayanan transportasi; dan

d. Penelitian pengembangan logistik, logistik adalah apakah sudah efisien ini juga menjadi fokus kami untuk penelitian tahun depan;

e. Penelitian dan pengembangan pada daerah terpencil tertinggal perbatasan dan kepulauan, karena itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Republik Indonesia;

f. Penelitian kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan transportasi.

KETUA RAPAT:

Singkat-singkat saja Pak, disingkat-singkat saja.

KEPALA BALITBANG KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (Dr. UMAR ARIS, S.H., M.M., M.H.):

Apakah SDM, siap Pak.

Apakah SDM kita sudah memadai ini juga kita lakukan penelitian.

Penelitian Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Demikian beberapa hal yang dapat kami laporkan Bapak Pimpinan dan

Bapak/Ibu Anggota Komisi V yang terhormat. Itulah beberapa konsep kami

untuk Tahun 2022, tentu hal ini kami mohon arahan dan dukungan dari

Pimpinan. Badan Litbang Perhubungan terus berkomitmen untuk dapat

(18)

merumuskan, merekomendasikan kebijakan sektor transportasi yang tepat sasaran dan implementatif. Demikian Bapak Pimpinan. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan.

Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Om Shanti Shanti Shanti Om.

KETUA RAPAT:

Terima kasih, Pak.

Tiga pemateri ini hampir 1 jam. Jadi itu tolong kalau bisa Bapak-bapak kurang dari 5 menit ya tolong Pak, ya.

Plt. KEPALA BPSDMP KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (Dr. Capt.

ANTONI ARIF PRIADI):

Baik, terima kasih Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Dari BPSDM.

Plt. KEPALA BPSDMP KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (Dr. Capt.

ANTONI ARIF PRIADI):

Yang terhormat Bapak Ketua, para Wakil Ketua dan Bapak/Ibu Anggota Komisi V DPR RI,

Bapak Sekjen, Irjen, Kabalitbang dan para Pejabat di Kementerian Perhubungan,

Serta Hadirin yang berbahagia.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat malam,

Salam sejahtera untuk kita semua, Om swastyastu,

Namo Buddhaya,

Salam kebajikan dan salam sehat.

Izinkan kami Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan selaku Plt. Kepala BPSDMP menyampaikan paparan dalam RDP malam ini dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021 sampai dengan bulan Agustus dan Alokasi Anggaran serta Prioritas Anggaran BPSDMP Tahun 2022.

Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V DPR RI dan Hadirin yang

kami hormati.

(19)

Bahwa Rapat Dengar Pendapat ini dihadiri oleh para Pejabat Eselon II di BPSDMP yaitu para Kapus dan juga para Direktur Sekolah-sekolah Tinggi dan Kepala Balai yang hadir melalui virtual maupun secara offline.

Pimpinan dan para Anggota Komisi V DPR RI dan Hadirin yang berbahagia.

Sebagaimana tugas pokok dan fungsi BPSDM bahwa BPSDMP memiliki tugas menyelenggarakan pelaksanaan pengembangan SDM transportasi terhadap 1 unit Sekolah Tinggi, 20 Politeknik, 1 Akademi, dan 5 Balai.

Selama Tahun 2021 BPSDMP memiliki fokus dan prioritas program kegiatan BPSDMP Tahun 2021 dalam hal meningkatnya kompetensi lulusan, meningkatnya kualitas dan profesionalisme lembaga pendidikan, peningkatan kualitas dan kuantitas sarana penunjang, dukungan teknis regulasi dan tata kelola.

Pimpinan dan para Anggota yang terhormat.

Bahwa BPSDMP menyadari keselamatan, keamanan masyarakat di tengah pandemi Covid sangat diperlukan, sehingga perlu dorongan anggaran yang kuat yang diwujudkan dalam refocusing anggaran Tahun 2021.

Kronologis tahapan Pagu Anggaran BPSDMP Tahun 2021 sampai dengan terjadinya refocusing anggaran dapat kami sampaikan sebagai berikut.

Pagu Kebutuhan sebesar 8,719 triliun. Pagu Indikatif Pagu Anggaran dan Pagu Alokasi sebesar 3,54 triliun, kemudian mendapatkan tambahan menjadi 3,69 triliun dan terjadi refocusing sampai pada akhirnya anggaran BPSDMP adalah sebesar 2,7 triliun.

Pasca refocusing 4 per 30 Agustus 2021 dengan Pagu Anggaran sebesar 2,7 triliun, di mana target sampai dengan bulan Agustus sebesar 1,185 triliun atau 44,34% yang telah terealisasi sebesar 1 dengan rincian realisasi anggaran per sumber dana adalah sebagai berikut: rupiah murni sebesar 797 miliar atau 57,75%; PNBP BLU sebesar 387 miliar 30,01%; dan berdasarkan jenis belanja belanja pegawai sebesar 206,5 miliar; belanja barang sebesar 881,2 miliar; dan belanja modal sebesar 97,5 miliar.

Selanjutnya pada Kurva S serapan total telah mencapai 44, 43 sebagai prognosa Tahun 2021, walaupun demikian ininya masih rendah dibandingkan Tahun 2020 dan kami tetap berusaha untuk mengejar sampai pada akhir Desember nanti sebesar 96,74.

Sepanjang Tahun 2021 ini, kami menyadari bahwa laju perekonomian

turut mempengaruhi kondisi kinerja Diklat BPSDMP, namun melalui analisis

masalah dan strategi yang akan dilakukan oleh BPSDM Perhubungan dalam

upaya pencapaian daya serap Tahun Anggaran 2021 dalam mengatasi

kendala permasalahan dalam hal pelaksanaan diklat pembentukan, diklat

teknis dan diklat keterampilan melalui beberapa strategi yang perlu didorong,

(20)

maka didorong peningkatan kerja sama dengan beberapa stakeholders.

Kemudian melakukan terobosan dalam sistem pembelajaran yang lebih menarik dan diminati dengan pemanfaatan sistem IT dan akan berlangsungnya kegiatan sipencatat Tahun 2021 sehingga akan mempercepat proses pencairan penggunaan anggaran.

Pimpinan dan para Anggota Komisi V serta Hadirin yang berbahagia.

Sesuai fokus kegiatan BPSDMP dalam menghasilkan lulusan pendidikan dan pelatihan vokasi, kami laporkan pencapaian diklat vokasi BPSDMP Perhubungan yang meliputi capaian diklat pembentukan peningkatan dan diklat teknis antara lain; capaian peserta diklat program Diklat vokasi untuk peserta Tahun 2015 sampai 2021 meliputi; diklat teknis sebanyak 2.441.829 orang, diklat vokasi pembentukan sebanyak 134.228 orang. Sedangkan capaian lulusan program diklat vokasi Tahun 2015 sampai 2021 diklat teknis sebanyak 2.415.520 orang, diklat vokasi pembentukan sebanyak 25.593 orang.

Pimpinan dan para Anggota Komisi V, Hadirin yang kami muliakan.

Sebaran target realisasi program padat karya Prokasi sebagaimana terdapat pada bahan paparan, program-program masyarakat yang...(suara kurang jelas) terus dilaksanakan oleh BPSDMP yaitu; program Diklat Pemberdayaan Masyarakat dan Program Padat Karya.

Progress Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat atau DPM adalah sebagai berikut: Target peserta sebanyak 13.350 peserta dengan total alokasi anggaran DPM Tahun Anggaran 2021 sebesar 22,5 miliar. Realisasi per Agustus sebanyak 9.553 peserta dengan total anggaran Rp7,43 miliar atau mencapai 71,6% dari total target. Adapun sebarannya adalah sebagaimana pada bahan paparan mulai dari Provinsi Aceh sampai dengan Papua.

Kami laporkan juga terkait dengan Program Pemberdayaan Masyarakat Realisasi Program Padat Karya per 30 Agustus 2021 terdiri dari 76 kegiatan dan tersebar pada 29 Satker di 15 provinsi yang mencakup 24 kota kabupaten. Target biaya upah adalah sebesar 4,09 miliar dengan target tenaga kerja 25.984 orang hari. Adapun realisasi biaya upah per 30 Agustus adalah sebesar 2,6 miliar atau 64,08%.

Pimpinan, para Anggota Komisi dan Hadirin yang berbahagia.

Dalam rangka peningkatan kinerja kegiatan BPSDMP Tahun 2021 di

tengah kondisi pandemi ini BPSDM juga telah melakukan penyesuaian

terhadap beberapa kegiatan. Yang pertama adalah kegiatan try on kampus

era new normal yang didalamnya terdapat peta rencana Taruna kembali ke

kampus menggunakan adaptasi kehidupan baru. Percepatan penanganan

Covid BPSDM Perhubungan atas dukungan Pak Sekjen dan para Eselon I

yang lainnya melalui penyelenggaraan vaksinasi massal telah melakukan

vaksinasi di beberapa sekolah sebanyak 36.274 orang. Selain itu ada

beberapa kegiatan pemberian bantuan sosial dan sejenisnya.

(21)

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.

Selanjutnya memasuki tahapan Pagu Alokasi Tahun 2022, kami laporkan juga terkait tema dan prioritas nasional RKP Tahun 2022. Kegiatan prioritas nasional BPSDMP Perhubungan memiliki sasaran utama antara lain:

prioritas nasional yang pertama adalah meningkatnya penyediaan infrastruktur. Prioritas nasional kedua, meningkatnya konektivitas untuk menuju pelayanan dasar. Yang ketiga, meningkatnya layanan infrastruktur perkotaan, dan yang keempat adalah meningkatnya ketahanan energi.

Kronologis Pagu Anggaran BPSDMP mulai tahapan Pagu Kebutuhan.

Yang pertama adalah Pagu Kebutuhan BPSDMP Perhubungan sebesar 8,178 triliun, terdiri dari program vokasi 6,337 triliun dan program dukungan manajemen sebesar 1,841 triliun. Pagu Indikatif BPSDMP Tahun 2022 sebesar 3,778 triliun dan selanjutnya Pagu Anggaran BPSDMP Perhubungan Tahun 2022 sebesar 3,771 triliun terdiri dari program vokasi sebesar 2,370 triliun, program dukungan manajemen sebesar 1,401 triliun, dengan anggaran pendidikan sebesar 2,329 triliun.

Berdasarkan Pagu Anggaran Tahun 2002 sebesar 3,771 triliun, rinciannya adalah program pendidikan dan pelatihan vokasi sejak 2,37 triliun atau 62,84%. Sedangkan program dukungan manajemen sebesar 1,401 triliun atau sebesar 37,16%.

Berdasarkan rincian sumber dana, sumber dana rupiah murni adalah sebesar 2,42 triliun atau 64,29%, sumber dana PNBP atau BLU sebesar 1,289 triliun atau 34,12%, sumber dana SBSN sebesar 60 miliar atau 1,59%

untuk pembangunan kegiatan gedung sarana penunjang khususnya di PIP Makassar.

Bapak Ketua, Wakil Ketua, para Anggota dan Hadirin yang berbahagia.

Pada slide 25 kami laporkan sebaran Pagu Anggaran Satker di lingkungan BPSDMP Perhubungan, mulai dari wilayah Barat sampai Timur sebagaimana rinciannya terlampir. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 85,1 miliar sampai dengan Provinsi Papua sebesar 68,5 miliar. Kami laporkan juga terkait pengadaan sarana prasarana di lingkungan Satker BPSDM Perhubungan, memiliki anggaran sebesar 467,9 miliar atau 12,41%

dari total pagu sebagaimana terlihat pada paparan untuk 32 Satker BPSDMP, beberapa diantaranya adalah melalui Poltekpel. Mulai dari Aceh kegiatan pembebasan lahan satu paket sampai dengan Poltrans SDP Palembang pengadaan...(suara kurang jelas) simulator satu paket 6,999 miliar.

Pada tahun 2022 kami menganggarkan juga untuk bantuan pendidikan

maupun beasiswa BPSDMP Tahun 2022 yang bersumber dari rupiah murni

dan BLU dengan total sebanyak 1.631 orang dengan total anggaran 7,2

miliar. Kegiatan bantuan pendidikan ini meliputi bantuan belajar tenaga

pendidik kependidikan, siswa berprestasi di daerah 3T, bantuan potongan

pendidikan dan pembebasan uang makan tahunan.

(22)

Bapak/Ibu Ketua, Wakil Ketua, Hadirin yang berbahagia.

Kami laporkan bahwa dampak pandemi diperkirakan masih akan berlangsung di Tahun 2022 membuat kegiatan rolling plan peningkatan kualitas Sarpras kemungkinan dapat tertunda kembali. Beberapa kegiatan prioritas nasional, terutama diklat vokasi dan DPM kemungkinan tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya dan target PNBP BLU kemungkinan akan mengalami penurunan, tapi kami tetap berusaha untuk mendapatkan berusaha untuk untuk tidak terjadi penurunan yang signifikan.

Ada beberapa strategi dalam hal ini optimalisasi saldo awal yang pertama adalah penganggaran berbasis kinerja untuk meningkatkan efisiensi belanja, membuka kerja sama yang intensif dan dengan pola distance learning dengan perguruan tinggi, efisiensi perjadin dan skema tata kelola pendidikan di new era new normal, optimalisasi aset melalui pemanfaatan aset kerja sama yang lebih intensif dan memperbanyak layanan dalam penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan sistem informasi dan teknologi.

Bapak Ketua, Wakil Ketua, Bapak/Ibu Anggota Komisi V dan Hadirin yang berbahagia.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan terkait Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2021 sampai Agustus 2021 dan Alokasi Anggaran serta Prioritas Anggaran BPSDMP Tahun 2022. Kami berharap dapat terjalin kerja sama kolaboritas kolaborasi dan sinergitas yang lebih harmonis untuk dapat memberikan layanan pendidikan vokasi transportasi kepada masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Selanjutnya kami mohon berkenan dukungan saran dan masukan Bapak Ketua, para Wakil Ketua dan Bapak/Ibu Anggota Komisi V yang terhormat, agar rencana kerja BPSDMP Perhubungan dalam APBN Tahun 2022 dapat dilaksanakan dengan baik.

Sekian, terima kasih.

Wabillaahittaufik Walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Om Shanti Shanti Shanti Om.

KETUA RAPAT:

Terima kasih.

Sampailah pendalaman kepada para Anggota Komisi V yang

terhormat.

(23)

Yang pertama, Pak Eddy Santana. Siap-siap Ibu Sadarestuwati.

F-P.GERINDRA (Ir. EDDY SANTANA PUTRA, M.T.):

Terima kasih, Pimpinan.

Saya sedikit saja karena kita juga saya mengingatkan kita masih PPKM sampai jam 21.00 WIB Pak Pimpinan, jadi sampai jam 9 malam.

Yang saya hormati para Pejabat Eselon I di Kementerian Perhubungan ya beserta jajaran.

Hanya dua hal Pak. Yang pertama di Litbang, Pak ya. Litbang ini, saya ingat dulu masih kuliah saya ini sekian puluh tahun yang lalu di antara Panjang dengan Tanjung Priok itu ada ada kapal ini Pak penumpang hovercraft, Pak. Jadi hanya 3 jam dari Bandar Lampung loh ini, Bandar Lampung ke Priok, nanti itu mungkin bisa lebih cepat lagi, tapi beberapa saat sekian tahun hilang itu. Saya dua kali naik itu Pak dua kali itu. Jadi nyaman sekail enak karena itu seperti Pesawat Boeing Pak, mesinnya Boeing.

Nah kalau bisa dikaji lagi itu di Litbang ini, apakah itu memungkinkan untuk daerah-daerah, setidaknya pariwisata atau apa di Indonesia ini, Bali - Lombok misalnya. Wah itu sebentar sekali setengah jam sampai ke Bangka itu Bangka Belitung itu nah ini.

Kemudian saya menghadiri undangan juga menyaksikan Padat Karya ini untuk padat karya untuk semua mungkin disampaikan Ke Dirjen yang berkaitan, ya. Kemarin sudah saya sampaikan seperti di navigasi gitu. Saya lihat di pelabuhan hanya bersih-bersihin gitu nyapu-nyapu gitukan. Nah kemudian di bandara pernah juga bandara tebas-tebas rumput, minggu depan panjang lagi dia seminggu.

Nah terkesan Padat Karya di Perhubungan ini memang ada tapi nggak apa yang dilakukan itu pokoknya ada gitu kan, karena perintah Presiden mungkin harus ada Padat Karya, kayak mengada-ngada gitu. Alangkah lebih baiknya ke depan misalnya dikerjasamakan juga dan kami, misalnya Anggota ini banyak Pak aspirasi dari daerah itu diminta lampu penerangan jalan. Nah, kalau masing-masing kami mengkoordinasikan gitu titik-titik gitu mengkonsolidasikan titik-titik sesuai aspirasi 1 orang 100 saja yaitu sudah lumayan, kami punya nama gitu, bukan untuk kami Pak, tapi untuk rakyat ya daerahnya terang. Apakah itu di jalan nasional ini dibuat jalan nasional dan sekitarnyalah sedikit-sedikit ke pinggir-pinggiran desa tidak apa-apa gitu, nah itu Pak. Kalau 1 titik itu 10 juta ya paling-paling 1 miliar lah itu yang kita koordinasikan. Jadi kalau 54 ya 54 itu kecil sekali Pak, tapi manfaatnya bagi rakyat itu besar sekali, apalagi di tempat-tempat yang gelap.

Saya kira ini Pimpinan, terima kasih.

KETUA RAPAT:

(24)

Bu Sadarestuwati. Siap-siap Pak Sudewo.

F-PDIP (Hj. SADARESTUWATI, S.P., M.MA.):

Terima kasih, Pimpinan.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat malam,

Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V,

Juga yang saya hormati Mitra Komisi V dari Kementerian Perhubungan.

Saya hari ini kepingin jadi apa perempuan yang manis, jadi saya sudah niat saya nggak, saya coba sih saya bicara yang nggak-nggak nggak keras gitu. Nah langsung saya ke Pak Irjen. Pak Irjen, berkaitan dengan maraknya accident kecelakaan, baik itu kapal penumpang maupun kapal nelayan dan lain-lainnya, kapal barang, yang terjadi di akhir-akhir ini. Saya ingin tahu sejauh mana penyelesaian dari persoalan-persoalan tersebut? Karena ada beberapa yang menjadi apa ya, persoalan itu menjadi cukup berkepanjangan sampai hari ini belum terselesaikan dan juga tentunya ada rekomendasi- rekomendasi yang sudah diberikan dari Pak Irjen untuk memperbaiki kinerja dari seluruh petugas yang ada di laut maupun di apa namanya, Direktorat Perhubungan Darat untuk kapal penyeberangan.

Yang ke dua, ini masih berhubungan dengan kecelakaan ya maraknya kecelakaan, maka dari itu saya ingin bertanya ke Pak Bapak Kepala Litbang.

Apakah tidak bisa Pak, dilakukan kajian bagaimana supaya ketika kapal mau berangkat, saya tidak tahu bagaimana caranya ketika kapal mau berangkat itu bisa diketahui secara cepat. Jadi harus dilakukan mungkin dimasukkan dalam SOP melakukan pengecekan secara cepat yang nantinya bisa apa diketahui oh kapal ini apa laik jalan atau tidak. Jadi bukan bukan berkala, tetapi pada saat itu juga. Saya tidak mengerti pasti pasti ada peralatan yang bisa dipergunakan itu. Karena apa, saya yakin ini juga salah satu dari efek pandemi Covid, karena dengan begitu dengan alasan pandemi Covid pemasukan kurang sehingga maintenance menjadi berkurang, yang seharusnya kan itu tidak diperbolehkan, tidak diperkenankan dan tidak boleh menjadi alasan.

Nah akan tetapi ya namanya manusia ingin untung, pengusaha ingin

untung, itukan macem-macem, tetapi ketika mengorbankan orang lain ini

yang nggak bener gituloh. Ini yang enggak benar dan juga Pak, Pak Sekjen

ini juga satu runtutan ya. Artinya ya ketika yang namanya seorang Pimpinan,

ketika ada kejadian-kejadian seperti itu ya tidak boleh ibaratnya apa anak

buah ditinggal begitu saja, tetapi harus harus ikut serta mengikutilah. Paling

tidak memberikan sebuah support untuk teman-teman yang ada di lapangan

karena menghadapi yang seperti itu, ya siapapunlah pasti akan ngeper

duluanlah. Ada rasa gelisah dan lain-lain, sehingga ketika melakukan apa ya,

ketika di-pressure oleh pihak-pihak tertentu pasti akan semakin apa, ya nah

(25)

itu tadi apa Pak, tadi itu tadi katanya Pak Hamka itu tadi dinyanyikan katanya resah dan gelisah tadi. Dari tadi beliau ini nyanyi terus, gembira kelihatannya.

Jadi itu.

Maka dari itu kembali lagi penempatan, penempatan apa pegawai itu harus disesuaikan dengan apa namanya, kemampuan ya itu tadi saya ulangi lagi kapabilitasnya karena kalau tidak, kalau tidak disesuaikan dengan apa namanya, kemampuan latar belakang dan lain-lain, ini juga yang akan menjadi satu persoalan tersendiri.

Kiranya juga dari BPSDM ini juga bisa menjadi sebuah kajian karena salah satu tugas dari BPSDM ini kan bisa menciptakan sumber daya manusia di Kementerian Perhubungan ini lebih baik lagi. Apalagi untuk menduduki pada posisi-posisi strategis yang memang dibutuhkan orang-orang yang mempunyai kemampuan dalam pengambilan sebuah kebijakan. Saya kira itu Pimpinan, saya hari ini manis sekali.

Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Ada lagunya itu katanya...(rekaman suara kurang jelas). Pak Sudewo, siap-siap Pak Willem.

F-P.GERINDRA (SUDEWO, S.T., M.T.):

Terima kasih.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

Langsung saja. Saya sangat salut kepada Kementerian Perhubungan karena saya pikir kementerian inilah satu-satunya dari kementerian yang lain yang memikirkan tentang pengembangan sumber daya manusia yang akan dibutuhkan oleh Kementerian Perhubungan. Karena di semua transportasi darat, laut, maupun udara, di situ ada sekolah penerbangannya. Artinya jauh- jauh sebelumnya SDM ini sudah dipersiapkan, sudah dipikirkan oleh Kementerian Perhubungan.

Saran saya kepada Kepala BPSDM dan juga kepada Pak Menteri

Perhubungan melalui Pak Sekjen, supaya sekolah yang sudah settle ini

sudah berjalan sekian tahun lamanya dan Pemerintah secara konsisten

mengalokasikan anggaran ya. Anggaran yang betul-betul betul-betul fix begitu

terhadap semua item yang dibutuhkan di sekolah tanpa ada kekurangan

sedikitpun. Ini harapan kami supaya lulusan dari sekolah-sekolah tersebut

betul-betul juga direncanakan road map-nya road map penggunaannya SDM

tersebut. Ya mulai dari awal sampai nanti mereka harus pensiun gitu dan

perlu dilakukan suatu kajian, jika mereka sudah bekerja dalam implementasi

ilmunya itu perlu di-upgrade, sejauh mana untuk bisa mengakomodir

(26)

kebutuhan-kebutuhan di transportasi darat, laut, dan udara. Jadi jangan sampai hanya fokus dalam kehidupan di kampus saja, tetapi bagaimana road map penggunaannya.

Yang ke dua, kepada Litbang saya, pemaparannya juga sangat bagus begitu dan kayaknya semua hal yang terjadi di Kementerian Perhubungan existing-nya seperti apa sekarang ini? Kemudian pengembangannya nanti harus bagaimana? Mereka lakukan kajian ya baik itu masalah pariwisata, masalah SDM, masalah konektivitas, masalah logistik, keselamatan transportasi dan semuanya, tetapi ada satu item yang kayaknya belum belum masuk atau belum diperhatikan oleh Litbang. Apa itu, diantaranya adalah kajian terhadap regulasi ya. Regulasi ini sudah sudah tepat, relevan dengan kondisi sekarang ini perkembangan transportasi darat laut dan udara, itu kan tentu ada satu kajian. Penyesuaian-penyesuaiannya itu barangkali perlu dilakukan, sehingga regulasi untuk keselamatan dan keamanan baik laut, udara maupun darat itu perlu dikaji ulang. Saya tidak bisa mengatakan regulasi yang mana, tetapi perlu dilihat dan itu jangan sampai hanya 8 item ini saja.

Kepada Pak Sekjen ya kepada Pak kepada Pak Sekjen. Pak Sekjen ini tumpuan ya tumpuan dari Kementerian Perhubungan, saya kira semua kementerian tumpuan utamanya adalah kepada Sekjen. Karena Sekjen ini mensinkronisasikan semua program yang ada di Direktorat, sehingga Biro- biro yang ada di Sekretariat Jenderal memang kecakapan dan SDM-nya sangat dibutuhkan untuk bisa memahami. Bisa memahami semua-semua program kegiatan baik yang dirancang maupun yang sudah berjalan itu mampu mencermati ya. Yang sudah berjalan itu perlu dilakukan suatu evaluasi tepat atau tidak yang tahun sebelumnya, kemudian untuk tahun berikutnya perlu direncanakan secara matang. Jadi Biro-biro maupun Pak Sekjen memang dituntut untuk paham secara makro, tetapi juga secara mikro. Kalau saya melihat selama ini sudah baik-baik saja.

Kembali lagi kepada Litbang, tolong jelaskan konsep tentang transportasi cerdas itu aja ya.

Terima kasih, Pimpinan.

WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E., M.Si./F-P.GERINDRA):

Terima Kasih Pak Sudewo.

Selanjutnya kami persilakan ke Pak Willem wandik. Siap-siap Pak Irwan.

F-PD (WILLEM WANDIK, S.Sos.):

Baik, Pak Wakil Ketua. miliar

(27)

Pak Ketua, Bapak Ibu Anggota Komisi V dan juga Mitra para Eselon I Kementerian Perhubungan dan jajarannya.

Pertama, terkait dengan Evaluasi Pelaksanaan APBN 2021 sampai dengan Agustus 2021 ini untuk Sekretariat Jenderal realisasi anggaran sebesar 332 miliar atau 55. 58% dari Pagu Anggaran Setjen Tahun Anggaran 2021 sebesar 552 miliar. Kami melihat ini sudah cukup bagus karena sudah di atas rata-rata penyerapan kementerian dan juga kami ingin tanyakan di sini bagaimana Kementerian Kesekjenan untuk mengantisipasi adanya isu banyaknya PNS bodong yang tetap mendapatkan gaji.

Dan yang berikut dengan Inspektorat Jenderal, kami melihat realisasi anggaran juga cukup baik sebesar 52,6 miliar atau 67%, di mana realisasi ini terbesar dari Unit Kerja Eselon I Kementerian Perhubungan.

Dan juga BPSDM, BPSDMP kami melihat realisasi anggaran sebesar 1,18 triliun atau 44%. Kami melihat ini lebih rendah dari eselon lainnya, Eselon I lainnya.

Dan juga Balitbang, kami melihat penyerapannya sebesar 87 miliar atau 62%, berarti ini cukup besar dari unit Eselon I lainnya. Ya ini cukup luar biasa di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 yang sedang melanda melanda di negeri ini. Nah tentu patut kami memberikan apresiasi kepada empat para Eselon I ini beserta seluruh jajarannya.

Dan terkait dengan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga untuk Tahun 2022, untuk Balitbang, dari 8 cluster 122 penelitian atau kegiatan utama untuk kawasan terpencil tertinggal dan perbatasan. Kami harap ini bisa menjadi agenda prioritas, karena ini adalah ide dan gagasan besar Presiden RI Bapak Insinyur Haji Joko Widodo, bagaimana kawasan-kawasan ini dijadikan sebagai kawasan garda terdepan dan dijadikan sebagai tali simpul dalam penyelenggaraan pembangunan di negeri ini. Oleh karena itu kami harap ini adalah bagian dari di mana turut menterjemahkan apa yang menjadi semangat besarnya Presiden Bapak Jokowi. Oleh karena itu harapan kami bisa diwujudkan pada tataran pelaksanaan.

Dan juga terkait dengan apa ada rencana penggunaan pesawat apa tanpa awak ya. Kalau bisa saya pikir itu sangat lebih-lebih mengurangi resiko karena banyak kawasan-kawasan yang memang selama ini kami mengalami hambatan yang luar biasa. Seperti halnya di Papua itu ada sejumlah kawasan yang bisa terbang pesawat bisa masuk di bawah dari jam 6 sampai jam 9 atau jam 10, di atas itu nggak bisa karena sudah gelap. Seperti halnya dari Jayapura kami ke Mamberamo Raya itu harus pagi, kalau siang nggak bisa, tidak bisa landing pesawat. Nah itu bisa kita mobilisasi material bangunan atau beras fasilitas di sana, baik untuk aparatur penyelenggara di sana maupun warga di sana bisa lakukan pesawat itu, pesawat tanpa awak.

Mobilisasi Sembako atau material bisa, tapi kalau pakai penumpang itu

berbahaya resikonya tinggi sekali.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Untuk mengetahui pengaruh pemberian promosi kesehatan dengan media leaflet dan metode ceramah tentang nyeri punggung bawah terhadap perubahan sikap kerja di

banyak gambar tetapi tidak efektif. Hematlah penggunaan gambar yang mendukung makna. Jumlah gambar yang sedikit tetapi selektif, lebih baik daripada dua kali

Berbagai hal yang diinginkan istri selama memberikan ASI. Jenguk anak atau istri ke sini tuh udah senang. Juga perhatian sama moral juga ya tapi itu ngga di

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan skor self efficacy antara siswa yang belajar menggunakan modul matematika dengan

Tidak melaksanakan program/kegiatan karena kegiatan seni sudah memenuhi syarat. Bidang Tematik dan Nontematik No. Subbidang, Program, dan Kegiatan Frekuensi & Durasi.

Data pressure drop yang diperoleh, dapat digunakan untuk menghitung shear stress pada dinding pipa ( t. rz

Jadi sistem pakar Æ kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber kepakaran yang lain) ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna

Kecekapan pula adalah melaksanakan kerja dengan usaha, kos dan pembaziran yang minimum atau dengan kata lain, „melakukan sesuatu dengan betul.‰ Sebuah organisasi akan berjaya