• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntansi Biaya: Konsep Dasar dan Manajemen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Akuntansi Biaya: Konsep Dasar dan Manajemen"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Akuntansi Biaya: Konsep Dasar dan Manajemen

Penulis: Abel Tasman, Achmad Bahauddin, Ahalik, Andrarani, Dewi Sri, Dirvi Surya Abbas, Farida Styaningrum,

Hestin Agus Tantriningsih, Khairiah, Megawati, Nurul Aziza, Olivia The, Reny Sumarni, Sanusi Ariyanto, Wehdawati, Weli, Yuli Agustina, Yuni Pristiwati Noer Widianingsih, Yusvita Nena Arinta.

Editor: GCAINDO Tata letak: GCAINDO Desain sampul: GCAINDO Diterbitkan melalui:

Diandra Kreatif/Mirra Buana Media

(Imprint Grup Penerbitan CV. Diandra Primamitra Media) Anggota IKAPI No. 062/DIY/08

Jl. Melati No. 171, Sambilegi Baru Kidul Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Telepon: (0274) 2801996 , Fax: (0274) 485222 Email: [email protected]

Website: www.diandracreative.com Cetakan Pertama: 2020

Yogyakarta, Diandra Kreatif 2020 xvii+293 halaman, 150 mm x 230 mm ISBN: 978-623-6571-44-6

Hak cipta © 2020 pada penulis.

Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Gambar pada sampul depan: Stephan Cassara/Unsplash.

Disclaimer: Sebagai Editor, GCAINDO sebatas melakukan proof-reading, cek kesalahan tulis, format tulisan, dan layout setting untuk tujuan kerapian dan artistik buku. Isi tulisan sepenuhnya adalah tanggung jawab setiap Penulis Bab. Tim GCAINDO dan Penerbit tidak bertanggung jawab atas isi tulisan setiap Penulis.

(4)

Kata Pengantar

Manajemen keuangan yang tepat, relevan, dan terencana sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan dan kemajuan sebuah badan usaha. Dalam pengelolaan keuangan usaha, salah satu perangkat yang digunakan adalah sistim akuntansi biaya yang pada prinsipnya digunakan untuk melacak, menentukan, mencatat, menggolongkan dan melaporkan sumber daya yang dikonsumsi dalam penyediaan barang dan layanan jasa sebuah entitas bisnis. Sistim monitor, perekam dan penyaji transaksi biaya ini dibutuhkan untuk laporan internal dan eksternal dan digunakan sebagai dasar untuk memantau produktivitas, operasional dan perencanaan usaha.

Buku yang ditulis secara kolaboratif oleh para penulis berdasarkan pengalaman profesional dan akademis mereka ini secara lugas dan cermat membahas prinsip-prinsip utama sistim akuntansi bisnis. Di dalamnya konsep dan ruang lingkup akuntasi serta klasifikasi biaya dalam laporan keuangan diuraikan. Selanjutnya dibahas komponen utama biaya produksi, perilaku biaya, dan konsep produk bersama dan sampingan dalam penentuan laba. Sistim akuntasi biaya atas bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik dijelaskan bersama dengan penjabaran mengenai analisis biaya berdasarkan aktivitas, perhitungan biaya berdasarkan proses, dan manajemen biaya mutu dan mutu total dalam perusahaan. Penjelasan mengenai manajemen persediaan dan pengelolaan mutu produk, analisis CVP, analisis customer profitability, dan departementalisasi biaya overhead diberikan sebelum ditutup dengan ulasan mengenai konsep WACC penganggaran investasi, pengambilan keputusan investasi barang dan modal, perhitungan job order costing, dan manajemen sistim informasi dalam akuntansi biaya.

Setelah membaca buku ini pembaca diharapkan agar mendapat pemahaman yang tepat, luas dan dalam atas konsep dasar dan aspek-aspek utama akuntansi biaya.

GCAINDO

(5)

iv A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Daftar Isi

Kata Pengantar ... iii

Daftar Isi ... v

Daftar Gambar ... xii

Daftar Tabel ... xii

Profil Penulis ... xiii

1 Peran, tujuan dan ruang lingkup akuntasi biaya ... 1

1.1 Pendahuluan... 1

1.2 Informasi operasi ... 4

1.3 Akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan ... 6

1.4 Informasi akuntansi dan fungsi manajemen ... 8

1.5 Konsep biaya ... 8

1.6 Klasifikasi menurut perilaku biaya ... 9

1.7 Klasifikasi untuk pembebanan pada objek biaya ... 11

1.8 Klasifikasi biaya untuk pengambilan keputusan ... 12

1.9 Biaya dan pengeluaran kas ... 13

2 Konsep dan klasifikasi biaya dalam laporan keuangan ... 15

2.1 Pendahuluan... 15

2.2 Konsep biaya ... 18

2.3 Manfaat informasi biaya ... 19

2.4 Pengukuran dan pengakuan biaya ... 20

2.5 Klasifikasi biaya ... 23

3 Komponen utama biaya produksi dalam usaha bisnis ... 31

3.1 Pendahuluan... 31

3.2 Biaya bahan baku ... 32

3.2.1 Definisi biaya bahan baku ... 32

3.2.2 Pembelian bahan baku... 33

3.2.3 Harga pokok pembelian bahan baku ... 36

3.3 Biaya tenaga kerja langsung ... 37

3.3.1 Definisi biaya tenaga kerja langsung ... 37

3.3.2 Penghitungan biaya tenaga kerja langsung ... 38

3.4 Biaya overhead pabrik ... 39

3.4.1 Definisi biaya overhead pabrik ... 40

(6)

3.4.2 Penggolongan biaya overhead pabrik ... 40

3.4.3 Penentuan tarif biaya overhead pabrik ... 41

4 Analisis konsep dan perilaku biaya ... 43

4.1 Pendahuluan ... 43

4.2 Perilaku biaya ... 45

4.2.1 Biaya variabel (variable cost) ... 45

4.2.2 Biaya tetap (fixed cost) ... 46

4.2.3 Biaya semivariabel (semivariabel cost) ... 47

4.2.4 Pemisahan biaya tetap dan variabel ... 47

4.2.5 Metode biaya berjaga (standby cost method) ... 48

4.2.6 Metode titik tertinggi dan terendah (high and low point method) ... 48

4.2.7 Metode biaya berjaga (standby cost method) ... 50

4.2.8 Metode titik tertinggi dan terendah (high and low point method) ... 50

4.2.9 Metode diagram pencar (scattergraph atau visual fit method) ... 51

4.2.10 Metode kuadrat terkecil (least squares method) ... 52

4.3 Perilaku biaya berdasarkan dua pendekatan ... 53

4.3.1 Perilaku biaya berbasis volume/fungsi ... 53

4.3.2 Perilaku biaya berbasis aktivitas ... 54

4.4 Dampak otomasi operasional terhadap perilaku biaya ... 54

5 Konsep produk bersama dan sampingan dalam penentuan laba ... 57

5.1 Pendahuluan ... 57

5.2 Produk bersama ... 57

5.2.1 Definisi produk bersama... 57

5.2.2 Karakteristik produk bersama ... 58

5.2.3 Contoh produk bersama/produk utama ... 59

5.2.4 Alokasi biaya dan metode perhitungan produk bersama ... 59

5.2.5 Pentingnya alokasi biaya ... 59

5.2.6 Metode alokasi biaya ... 60

5.2.6.1 Metode harga pasar (metode nilai jual hipotesis) ... 60

(7)

vi A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

5.2.6.2 Metode unit fisik ... 63

5.2.6.3 Metode rata-rata per unit ... 65

5.2.6.4 Metode rata-rata tertimbang ... 66

5.3 Produk sampingan ... 68

5.3.1 Definisi produk sampingan ... 68

5.3.2 Karakteristik produk sampingan ... 68

5.3.3 Contoh produk sampingan ... 68

5.3.4 Metode perhitungan produk sampingan ... 69

6 Sistim akuntasi biaya atas bahan baku ... 73

6.1 Pendahuluan... 73

6.2 Pengertian bahan baku dan biaya bahan baku ... 74

6.3 Jenis-jenis bahan baku ... 75

6.4 Sistem pembelian baku ... 76

6.5 Unsur biaya yang diperhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang dibeli ... 77

6.5.1 Biaya yang diperhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang dibeli ... 77

6.5.2 Biaya unit organisasi yang terkait dalam perolehan bahan baku ... 78

6.6 Penentuan harga pokok bahan baku dalam proses produksi .. 78

6.6.1 Metode pencatatan bahan baku ... 78

6.6.2 Metode penilaian bahan baku... 79

6.7 Masalah khusus yang berhubungan dengan bahan baku ... 86

6.7.1 Sisa bahan (scrap materials) ... 86

6.7.2 Produk rusak (spoiled goods) ... 87

6.7.3 Produk cacat (defective goods) ... 89

7 Sistim akuntasi biaya atas tenaga kerja ... 91

7.1 Pengertian dan penggolongan biaya tenaga kerja ... 91

7.2 Akuntansi biaya tenaga kerja ... 93

7.3 Pencatatan jurnal untuk biaya tenaga kerja... 94

7.3.1 Mencatat kewajiban penggajian ... 94

7.3.2 Mencatat pendistribusian beban gaji ... 95

7.4 Premi lembur ... 97

7.5 Biaya-biaya yang berhubungan dengan tenaga kerja (labour related costs) ... 97

(8)

8 Sistim akuntasi biaya atas overhead pabrik ... 99

8.1 Pendahuluan ... 99

8.2 Pengertian biaya overhead pabrik ... 99

8.3 Klasifikasi biaya overhead pabrik ... 100

8.4 Perhitungan tarif biaya overhead pabrik... 101

8.5 Ayat jurnal biaya overhead pabrik ... 108

8.6 Analisis selisih ... 109

9 Konsep dan analisis biaya berdasarkan aktivitas ... 111

9.1 Pendahuluan ... 111

9.2 Contoh kasus ... 112

9.3 Tingkatan pembebanan biaya ... 115

10 Sistim perhitungan biaya berdasarkan proses ... 119

10.1 Pendahuluan ... 119

10.2 Ilustrasi perhitungan biaya berdasarkan proses ... 120

10.3 Metode rata-rata ... 122

10.4 Laporan biaya produksi departemen kedua metode rata-rata ... 125

10.5 Metode masuk pertama keluar pertama (FIFO) ... 128

10.6 Laporan biaya produksi departemen kedua metode FIFO ... 132

11 Manajemen biaya mutu dan mutu total dalam perusahaan .... 137

11.1 Pendahuluan ... 137

11.2 Definisi mutu ... 138

11.3 Dimensi mutu ... 139

11.4 Faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi mutu ... 140

11.5 Konsep dan definisi biaya mutu ... 142

11.6 Pelaporan biaya mutu ... 149

12 Manajemen persediaan dan pengelolaan mutu produk ... 153

12.1 Pendahuluan ... 153

12.2 Peran manajemen persediaan dalam mengawal mutu produk webometrics ... 155

12.3 Manajemen persediaan dan pengelolaan mutu produk dalam masa pandemi COVID-19 ... 157

(9)

viii A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

13 Analisis cost volume profit sebagai alat perencanaan laba ... 161

13.1 Pendahuluan... 161

13.2 Analisis cost-volume-profit ... 162

13.3 Asumsi-asumsi dalam analisis cost-volume-profit ... 162

13.4 Grafik cost-volume-profit ... 163

13.5 Analisis break-even point ... 163

13.6 Penentuan break-even point ... 164

13.7 Grafik break-even point dan struktur biaya ... 164

13.8 Pengaruh perubahan variabel-variabel dalam analisis cost- volume-profit terhadap tingkat laba yang direncanakan ... 164

13.9 Margin of safety ... 165

13.10 Contribution margin ... 165

13.11 Contribution margin ratio ... 166

13.12 Konsep contribution margin ... 166

13.13 Titik impas dalam unit ... 167

13.14 Penggunaan laba operasi dalam analisis cost volume profit 167 13.15 Jalan pintas untuk menghitung unit impas ... 169

13.16 Penjualan dalam unit yang diperlukan untuk mencapai target laba ... 170

13.17 Titik impas dalam dolar penjualan ... 174

13.18 Target laba dan pendapatan penjualan ... 177

13.19 Membandingkan kedua pendekatan ... 178

13.20 Analisis multiproduk ... 178

13.21 Titik impas dalam unit ... 179

13.22 Analisis biaya-volume-laba (cost-volume-profit analysis) .. 180

13.23 Titik impas dalam unit ... 181

14 Analisis customer profitability dalam perencanaan laba ... 183

14.1 Pendahuluan... 183

14.2 Analisis profitabilitas pelanggan ... 184

14.3 Potential customer profitability analysis ... 185

14.4 Pengukuran customer profitability ... 187

14.4.1 Komponen pengukuran profitabilitas ... 187

14.4.2 Alokasi biaya variabel ... 190

14.5 Structural profitability model ... 190

14.5.1 Pendekatan nilai standar customer lifetime ... 190

14.5.2 Model profitabilitas historis ... 191

(10)

14.6 Tahapan implementasi customer profitability analysis ... 192

14.7 Keterbatasan customer profitability analysis... 194

15 Departementalisasi biaya overhead pabrik dalam pengendalian biaya ... 195

15.1 Pendahuluan ... 195

15.2 Pengertian dan manfaat departementalisasi biaya overhead pabrik ... 195

15.3 Penggolongan biaya overhead pabrik ... 196

15.4 Langkah-langkah penentuan tarif biaya overhead pabrik.... 198

15.5 Dasar pembebanan biaya overhead pabrik ... 200

15.6 Proses penentuan tarif biaya overhead pabrik ... 201

15.7 Distribusi biaya overhead pabrik ... 202

15.8 Alokasi biaya overhead pabrik ... 203

15.8.1 Metode langsung (direct method) ... 204

15.8.2 Metode bertahap (step method) ... 205

15.8.3 Metode aljabar ... 207

16 Konsep weighted average cost of capital dalam penganggaran investasi ... 211

16.1 Pendahuluan ... 211

16.2 Biaya modal ... 212

16.3 Biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/ko) ... 212

16.3.1 Menghitung biaya modal secara individual ... 213

16.3.2 Menghitung biaya modal secara keseluruhan (WACC=ko) ... 222

17 Konsep pengambilan keputusan investasi barang dan modal . 227 17.1 Pendahuluan ... 227

17.2 Arus kas ... 229

17.3 Metode penilaian investasi ... 231

17.3.1 Payback period ... 231

17.3.2 Discounted payback period ... 233

17.3.3 Net present value ... 233

17.3.4 Profitability index ... 235

17.3.5 Internal rate of return (IRR) ... 236

(11)

x A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

18 Perhitungan job order costing dalam akuntansi biaya ... 241

18.1 Pendahuluan... 241

18.2 Pengertian job order costing ... 243

18.3 Karakteristik dan manfaat penggunaan job order costing ... 244

18.4 Kartu harga pokok ... 247

18.5 Akuntansi biaya metode job order costing ... 247

18.6 Akuntansi biaya bahan langsung ... 249

18.7 Akuntansi biaya tenaga kerja ... 252

18.8 Akuntansi biaya overhead pabrik ... 253

18.9 Akuntansi untuk barang selesai dan penjualan ... 255

19 Manajemen sistem informasi akuntansi biaya ... 257

19.1 Pendahuluan... 257

19.2 Logika sistem untuk akuntansi biaya ... 258

19.2.1 Prosedur masukan ... 258

19.2.2 Prosedur pengolahan data... 258

19.2.3 Prosedur keluaran ... 259

19.3 Fungsi-fungsi terkait sistem informasi akuntansi biaya ... 261

19.3.1 Fungsi akuntansi biaya ... 261

19.3.2 Fungsi manufaktur ... 261

19.3.3 Fungsi pemasaran ... 262

19.3.4 Fungsi layanan pelanggan dan penjualan ... 262

19.3.5 Fungsi personalia dan penggajian ... 262

19.3.6 Fungsi akuntansi keuangan ... 262

19.3.7 Fungsi pembelian ... 263

19.4 Prosedur sistem informasi akuntansi biaya ... 264

19.5 Integrasi sistem informasi akuntansi biaya ... 265

19.6 Ancaman dan pengendalian yang perlu diterapkan pada sistem informasi akuntansi biaya ... 268

19.6.1 Pengendalian input ... 269

19.6.2 Pengendalian proses ... 270

19.6.3 Pengendalian output ... 271

Daftar Pustaka... 273

Glosarium ... 281

Indeks ... 291

(12)

Daftar Gambar

Gambar 1.1 Alur proses akuntansi ... 2

Gambar 1.2 Lingkup ilmu akuntansi ... 3

Gambar 1.3 Tipe informasi ... 4

Gambar 1.4 Siklus informasi operasi perusahaan manufaktur, dagang dan jasa ... 4

Gambar 1.5 Siklus akuntansi ... 5

Gambar 1.6 Laporan posisi keuangan ... 6

Gambar 1.7 Siklus operasi perusahaan ... 8

Gambar 1.8 Siklus informasi operasi perusahaan manufaktur, dagang dan jasa ... 11

Gambar 1.9 Proposional antara jam kerja bulanan dengan total biaya pemeliharaannya ... 11

Gambar 1.10 Posisi persediaan dalam laporan keuangan ... 12

Gambar 1.11 Pengeluaran kas dan biaya ... 13

Gambar 2.1 Perbedaan biaya dan beban ... 17

Gambar 4.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi klasifikasi biaya langsung maupun tidak langsung adalah materialitas suatu biaya, ketersediaan teknologi pengumpulan informasi, desain operasi. ... 44

Gambar 4.2 Biaya variabel ... 45

Gambar 4.3 Biaya tetap ... 47

Gambar 4.4 Biaya semivariabel ... 47

Gambar 4.5 Metode diagram pencar ... 52

Gambar 5.1 Produk utama dan sampingan. ... 58

Gambar 6.1 Alur dalam sistem pembelian ... 76

Gambar 10.1 Proses produksi produk ... 120

Gambar 10.2 Alur unit yang diproses di departemen pembentukan .. 129

Gambar 14.1 Matriks klasifikasi customer ... 193

Gambar 16.1 Unsur-unsur biaya modal ... 213

Gambar 21.1 Contoh format kartu harga pokok ... 248

(13)

xii A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Daftar Tabel

Tabel 1.1 Pihak berkepentingan terhadap laporan keuangan ... 6

Tabel 1.2 Perbandingan antara akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen ... 7

Tabel 1.3 Tujuan, konsep dan klasifikasi biaya ... 13

Tabel 3.1 Perhitungan biaya tenaga kerja langsung ... 39

Tabel 3.2 Metode penentuan tarif biaya overhead pabrik ... 42

Tabel 6.1 Prosedur dan bukti yang digunakan dalam sistem pembelian ... 76

Tabel 6.2 Unit organisasi perusahaan yang terkait dalam perolehan bahan baku dan dasar pembebanan biaya ... 78

Tabel 11.1 Contoh laporan biaya mutu sederhana ... 151

Tabel 16.1 Biaya modal rata-rata tertimbang ... 225

Tabel 17.1 Laporan laba rugi dan aliran kas PT XYZ ... 230

Tabel 17.2 Aliran kas bersih PT XYZ... 230

Tabel 17.3 Aliran kas kumulatif PT XYZ ... 232

Tabel 17.4 Present value dan aliran kas kumulatif ... 233

Tabel 17.5 Perhitungan net present value PT XYZ ... 234

(14)

Profil Penulis

Dirvi Surya Abbas, S.E., M.Ak., saat ini bekerja sebagai Dosen Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Tangerang sejak 2014.

Selain menjadi dosen, ia adalah Reviewer Jurnal Ilmiah COMPETITIVE Jurnal Akuntansi dan Keuangan (Sinta 6). Ia adalah anggota IAI Madya dan Anggota ADI. Ia pernah bekerja di Kantor Akuntan Publik Drs. Irwanto, sebagai Senior Auditor Jakarta (2013-2015). Pendidikannya diselesaikan di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten (2007) di bidang Akuntansi (S.E.), Universitas Esa Unggul, Jakarta (2015) di bidang Akuntansi (M.Ak.). Bidang keahliannya adalah Akuntansi, Auditing, dan Teori Akuntansi. Penelitian yang pernah ditulisnya adalah pengaruh Profesionalisme dan Pengalaman Auditor terhadap audit judgement pada kantor akuntan publik se-Banten. Publikasi ilmiah yang telah ia tulis berjumlah hingga 21 paper. Penghargaan yang didapatkan adalah mendapatkan dana Hibah Simlitabmas LLDIKTI IV 2019 dan 2020.

Yuli Agustina, S.Pd., S.E., M.M., saat ini bekerja sebagai Dosen Tetap di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (UM) sejak 2014. Ia juga adalah Chief Editor dari Jurnal Pendidikan Bisnis dan Manajemen (JPBM), juga Tim Editor Jurnal Pengabdian Masyarakat KARINOV dan Jurnal Graha Pengabdian (JGP) Universitas Negeri Malang (UM). Pendidikannya diselesaikan pada tahun 2009 di Universitas Negeri Malang semasa S1 dengan jalur double degree Pendidikan Administrasi Perkantoran dan Manajemen Keuangan (S.Pd., S.E.) dan dilanjutkan sampai tahun 2011 pada Program S2 Magister Manajemen (MM) Universitas Brawijaya Malang. Bidang keahliannya adalah Manajemen Keuangan.

Wehdawati, S.E., M.M., saat ini bekerja sebagai Dosen Tetap di Politeknik Seruyan. Sebelumnya ia pernah mengajar di Fakultas Bisnis Universitas Darwan Ali, Sampit. Ia mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin di bidang Akuntansi (S.E.) tahun 2007-2011, kemudian melanjutkan di Universitas yang sama pada bidang Manajemen konsentrasi Keuangan (M.M.) tahun 2013-2015. Ia berkiprah di dunia pendidikan sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang. Pengalamannya dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi antara lain mengajar Pengantar Akuntansi, Manajemen Keuangan, Analisis Laporan Keuangan dan Anggaran Perusahaan. Di bidang penelitian, pada tahun 2018 ia pernah mendapatkan dana hibah penelitian Dikti PDP (Penelitian Dosen Pemula) sebagai anggota peneliti. Sedangkan di bidang pengabdian kepada masyarakat, ia berperan aktif dalam kegiatan pendampingan pelaporan keuangan BUMDes Nyiur Mandiri Seruyan tahun 2019.

(15)

xiv A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Dewi Sri, S.E., M.Si., Ak., C.A., saat ini bekerja sebagai Dosen di Universitas Katolik Musi Charitas sejak 2009. Pendidikannya diselesaikan di Universitas Sriwijaya (1990) di bidang Ekonomi Pembangunan (S.E.), Pascasarjana Universitas Sriwijaya (2000), bidang Akuntansi (2002). Bidang keahliannya adalah Teori Ekonomi Mikro, Teori Ekonomi Makro, Perekonomian Indonesia, Akuntansi Keuangan Dasar, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, dan Kewirausahaan. Ia juga adalah instruktur brevet di IAI Sumatera Selatan, instruktur Kopdit Rukun, instruktur pelatihan UMKM, Pendidik dan Penguji Kompentensi Keterampilan Wanita, serta Pendidikan Non Formal.

Hestin Agus Tantriningsih, S.E., Ak., M.Ak., C.S.R.A., C.A., saat ini bekerja sebagai Dosen Program Studi S1 Akuntansi dan Kaprodi D3 Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kusuma Negara (STIE Kusuma Negara) Jakarta sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang. Ia pernah bekerja sebagai Tim Audit CSR atau Audit Laporan Sustainability dibawah naungan NCSR. Adapun beberapa perusahaan yang pernah diaudit, seperti PT Telkom, PT Antam, PT Timah dan PT PGN. Pendidikan yang ia tempuhnya antara lain di Universitas Indonesia, STIE Kusuma Negara, Institut Bisnis Kwik Kian Gie. Bidang keahliannya adalah Akuntansi Dasar, Akuntansi Biaya dan Pelaporan, dan Audit Laporan Keberlanjutan.

Yuni Pristiwati Noer Widianingsih, S.E., M.Si., saat ini bekerja sebagai Dosen Akuntansi di STIE Swastamandiri Surakarta sejak tahun 2005. Ia menyelesaikan S1 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2001. Ia pernah bekerja sebagai Staff Accounting di PT Tyfountex Indonesia tahun 2001, Chief Accounting PT Jaya Inter Motor Group Cabang Morodadi Lancar Solo tahun 2001-2005. Tahun 2011 menyelesaikan S2 Akuntansi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Karya ilmiah tiga tahun terakhir, yaitu tahun 2018 mendapatkan hak paten dari Departemen Kemenkumham atas Program Komputer ‘Sistem Informasi Akuntansi Bank Sampah’merupakan Dana Hibah Ristek Dikti tahun 2018. Tahun 2019 publikasi di International Journal of Economics, Business and Accounting Research ‘Analysis of Capital Asset Pricing Model According to Shariah Priciple:

Indonesian Evidence. Tahun 2020 publikasi di The International Journal of Business & Management ‘Performance of Sharia and Conventional Stock During the Pendemic of COVID-19 in Indonesia.

Olivia The, S.E., M.P.A., saat ini bekerja sebagai Dosen Akuntansi di Universitas Bina Nusantara dan sebagai Dosen terbatas di beberapa perguruan tinggi lainnya.

Mengajar beberapa mata kuliah dengan konsentrasi Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Managemen. Ia adalah Entrepreneur PT Bandar Indojaya Grup. Ia menyelesaikan pedidikan S1 Program Studi Akuntansi di Universitas Bina Nusantara dan pendidikan S2 Program Studi Akuntasi di University of Sydney.

(16)

Farida Styaningrum, S.Pd., M.Pd., saat ini bekerja sebagai Dosen Pendidikan Akuntansi di Universitas PGRI Madiun sejak 2015. Ia pernah bekerja sebagai Editor Akuntansi di CV Sindunata (2011-2012). Pendidikannya diselesaikan di Universitas Sebelas Maret, Surakarta (2007-2011) di bidang Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Akuntansi (S.Pd.) dan Universitas Sebelas Maret, Surakarta (2012-2014) di bidang Pendidikan Ekonomi (M.Pd.). Bidang keahliannya adalah pendidikan akuntansi, pendidikan ekonomi, akuntansi biaya, dan matematika ekonomi. Buku yang pernah ditulisnya berjudul Pajak Pertambahan Nilai: Teori dan Praktik.

Andrarani, S.E., M.B.A., saat ini aktif di Kantor Jasa Akuntan (KJA) Ahalik serta Dosen paruh waktu di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi di Universitas Presiden, Indonesia, dan pendidikan Master of Business Administration di Cardiff Metropolitan University, United Kingdom.

Ahalik, S.E., Ak., M.Si, M.Ak., C.M.A., C.P.M.A., C.P.S.A.K., Dip.I.F.R., Asean C.P.A., C.A., saat ini adalah Partner di KAP MGN, KJA Ahalik, Dosen Tetap di Kalbis Institute Jakarta dengan jenjang lektor kepala serta Konsultan dan Trainer di bidang IFRS, Akuntansi Keuangan, dan Akuntansi Manajemen. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi di Perbanas Institute sebagai lulusan terbaik, Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) dan Magister Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia, serta Magister Akuntansi dari Universitas Mercubuana. Ia juga memiliki sertifikasi di bidang Akuntansi yaitu C.M.A. Australia, C.P.M.A.

dari IAMI, C.P.S.A.K. dan C.A. dari Ikatan Akuntan Indonesia, C.P.A. dari IAPI, Diploma of IFRS dari ACCA, Asean C.P.A. dari ACPACC. Ia juga aktif sebagai pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) wilayah Jakarta.

Achmad Bahauddin, S.T., M.T., saat ini bekerja sebagai Dosen di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten sejak 2005. Pendidikannya diselesaikan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo (2003) di bidang Teknik Industri (S.T.), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung (2009) di bidang Teknik dan Manajemen Industri (M.T.). Bidang keahliannya adalah logistik dan manajemen rantai pasok, total quality management, manajemen resiko, data science, artificial intelligence, dan blockchain. Ia juga menjadi Reviewer di beberapa jurnal nasional terakreditasi Sinta dan saat ini telah mempublikasikan 24 artikel di beberapa jurnal nasional yang dapat dilihat di https://bit.ly/achmadbahauddin.

(17)

xvi A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Dr. Khairiah, M.Pd., saat ini bekerja sebagai Dosen IAIN Bengkulu. Ia adalah Kepala Satuan Pengawasan Internal (2019-Sekarang). Ia pernah bekerja sebagai Kepala Biro Adminstrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (2014-219), Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (2011-2014), Kepala Seksi Siaran Tamddun (2008-2009), Kepala Pengembangan Kurikulum (2009-2011) Kepala Seksi Pengembangan Santri (2007-2008). Pendidikannya diselesaikan di IAIN Raden Fatah Palembang yang sekarang UIN (Dra., 1993), Universitas Negeri Bengkulu (M.Pd, 2006), Universitas Negeri Jakarta (Dr., 2017). Bidang keahliannya adalah Manajemen Pendidikan. Beberapa buku yang telah ditulis berjudul Bunga Rampai Islam dan Gender, Kesempatan Mendapatkan Pendidikan dalam Kajian Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pendidikan Keluarga, Dalam Ruang Kelas Evaluasi Kelembagaan Pendidikan Islam Program Studi Pendidikan Islam, Leadership Education, Multikultural dalam Pendidikan Islam.

Sanusi Ariyanto, S.E., M.M., Ak., C.A, C.P.A., saat ini bekerja sebagai Direktur Kantor Jasa Akuntansi Sanusi Ariyanto dan Rekan, Dosen Luar Biasa Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Islam Riau. Ia pernah bekerja sebagai Kepala Akuntansi PT Gandaerah Hendana (1996-2001), Kepala Pembukuan PT United Dico Citas (2001-2003), Manajer Keuangan PD Tuah Sekata (BUMD Kabupaten Pelalawan) (2003-2014) dan Direktur Utama PD Tuah Sekata (2014- 2018). Bidang keahliannya adalah Akuntansi, Sistem Akuntansi, Akuntansi Manajemen, Pemasaran, Audit , Programer dan Perpajakan. Buku yang sedang ditulis (dalam proses) adalah berjudul Akuntansi Biaya dan Akuntansi Perpajakan.

Yusvita Nena Arinta, S.Pd., M.Si., saat ini bekerja sebagai Dosen Akuntansi Syariah di Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Salatiga, sejak 2016. Ia adalah bagian dari anggota Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) wilayah Salatiga sejak tahun 2018. Pendidikannya diselesaikan di Universitas Negeri Semarang (2009) di bidang Pendidikan Akuntansi (S.Pd.), Universitas Diponegoro (2015) di bidang Akuntansi Keuangan (M.Si.). Bidang keahliannya adalah Corporate Governance, Social Finance, dan Accounting.

Reny Sumarni, S.E., M.M., saat ini bekerja sebagai Dosen Tetap di Politeknik Triguna Tasikmalaya, Prodi Komputerisasi Akuntansi untuk mata kuliah Perpajakan, Akuntansi Menengah, Manajemen Keuangan dan Auditing sejak 2015. Ia pernah bekerja sebagai Marketing Team di PT Bank BTPN Syariah (2012-2014). Pendidikannya diselesaikan di Universitas Siliwangi Tasikmalaya Fakultas Ekonomi (lulus 2011) di bidang Ekonomi Akuntansi (S.E.), Universitas Siliwangi (lulus 2014) di bidang Magister Manajemen (M.M.).

(18)

Megawati, S.E., M.M., saat ini bekerja sebagai Dosen Tetap Manajemen Strategik dan Keuangan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang sejak tahun 2008. Ia juga memiliki pengalaman mengajar di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya baik di kelas reguler maupun internasional (2001-2013).

Pendidikannya diselesaikan di Universitas Bung Hatta (2000) di bidang Manajemen Keuangan (S.E.) dan Universitas Andalas, Padang (2006) di bidang Manajemen Strategik (M.M.). Bidang keahliannya adalah Manajemen, Keuangan dan Bisnis. Research interest-nya adalah kajian Small Medium Enterprises dan Entrepreneureship. Ia menulis buku ajar Manajemen Pergudangan. Ia pernah di percaya untuk mengelola lembaga inkubator bisnis di tingkat fakultas.

Abel Tasman, S.E., M.M., adalah Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang sejak tahun 2010. Ia menyelesaikan pendidikan SI Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuanga pada Fakultas Ekonomi Universitas Andalas tahun 2004 dan S2 Magister Manajemen dengan Konsentrasi Manajemen Keuangan tahun 2010. Sebelum mengabdi sebagai dosen, ia pernah bekerja pada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Tbk. sebagai Accounting Staff dan Credit Acceptance. Mata kuliah yang diampunya antara lain Manajemen Keuangan, Manajemen Perbankan, Manajemen Risiko, Penganggaran, Studi Kelayakan Bisnis, Simulasi Bisnis, dan Sistem Informasi Manajemen.

Nurul Aziza, S.T., M.T., I.P.M., saat ini sedang menempuh program doktor S3 Universitas Brawijaya Malang di program studi Teknik Industri Pertanian. Ia juga telah memperoleh gelar profesi I.P.M. (Insinyur Profesional Madya) dari PII (Persatuan Insinyur Indonesia). Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua BPM (Badan Penjaminan Mutu) Universitas Maarif Hasyim Latif (2014-2018). Ia mengampu beberapa mata kuliah, yaitu Analisis Multivariat, Statistik Industri, Desain Eksperimen, Akuntansi dan Biaya, dan Pengukuran Kinerja. Jabatannya saat ini adalah sebagai Direktur Akademik, SDM, dan Sistem Informasi di Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo. Ia telah menerbitkan buku berjudul “ Pengukuran Kinerja Organisasi Nirlaba dengan IPMS (Integrated Performance Measurement Systems)”, buku berjudul Ergonomi Industri, dan beberapa artikel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah dimuat di berbagai jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional.

Dr. Weli, S.Kom., M.Si., saat ini bekerja sebagai Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta sejak 1997. Pendidikan S1 di bidang sistem informasi, Sekolah Tinggi Manajemen dan Teknik Informatika Indonesia, Jakarta. Pendidikan S2 bidang Akuntansi, Magister Akuntansi Universitas Indonesia, Jakarta dan pendidikan S3 bidang Akuntansi di Universitas Diponegoro, Semarang. Bidang yang ditekuninya baik pengajaran maupun penelitian adalah Sistem Informasi Akuntansi.

(19)

(20)

6 Sistim Akuntasi Biaya Atas Bahan Baku 6

Yuni Pristiwati Noer Widianingsih, S.E., M.Si.

Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Jika kamu tidak bertanya maka jawabannya adalah tidak. Jika kamu tidak melangkah maju, kamu akan tetap berada di tempat yang sama.

— Nora Roberts

6.1 Pendahuluan

Biaya bahan baku merupakan unsur utama yang akan diperhitungkan dalam biaya produksi, karena bahan baku merupakan bahan yang akan digunakan dalam membuat produk, di mana bahan tersebut secara menyeluruh merupakan bagian terbesar yang bisa dilihat dari produk jadinya. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku sampai bahan baku tersebut siap digunakan dalam proses produksi harus diperhitungkan sebagai harga pokok bahan baku. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan harga pokok adalah alur sistem pembelian yang diterapkan dan bagian-bagian organisasi perusahaan yang terlibat dalam proses pengadaan bahan baku tersebut. Hal ini sangat penting dilakukan terkait dengan adanya biaya yang timbul dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan dalam alur sistem pembelian.

Perhitungan harga pokok bahan baku dapat menggunakan beberapa metode, yaitu metode identifikasi khusus, rata-rata, masuk pertama keluar

(21)

74 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

pertama, masuk terakhir keluar pertama, biaya standar dan metode rata- rata harga pokok bahan baku pada akhir bulan.

Semua biaya yang dikeluarkan yang akan dimasukkan dalam harga pokok produksi selanjutnya akan dicatat dan dilaporkan dalam neraca sebagai salah satu unsur biaya produksi.

6.2 Pengertian bahan baku dan biaya bahan baku

Pengertian bahan baku menurut beberapa ahli antara lain adalah sebagai berikut:

a. Bahan baku sebagai produk yang diperoleh dari sumber alami atau dibeli dari pemasok atau diolah yang harus digunakan oleh perusahaan sendiri dalam proses produksi (Baroto, 2002).

b. Bahan baku adalah semua bahan baku termasuk semua bahan yang digunakan dalam perusahaan manufaktur, kecuali untuk bahan yang secara fisik dikombinasikan dengan produk yang diproduksi oleh perusahaan manufaktur ini (Assauri, 2008).

c. Bahan baku adalah semua bahan baku yang membentuk bagian integral dari produk jadi dan dimasukkan secara eksplisit dalam perhitungan biaya produk (Charter, 2009).

d. Bahan baku adalah bahan yang membentuk seluruh bagian (Mulyadi, 2009).

Sedangkan pengertian biaya bahan baku antara lain adalah sebagai berikut:

a. Biaya bahan baku adalah biaya yang digunakan untuk memperoleh bahan baku yang akan diolah menjadi produk jadi (Simamora, 2000).

b. Biaya bahan baku adalah biaya yang digunakan untuk memperoleh semua bahan baku yang akan digunakan untuk proses produksi dan

(22)

dapat dikalkulasikan secara langsung ke dalam biaya produksi (Charter, 2009).

6.3 Jenis-jenis bahan baku

Berikut adalah jenis-jenis bahan baku menurut Horngren dkk. (2003):

a. Bahan baku langsung (direct material)

Bahan baku langsung adalah bahan yang secara langsung digunakan untuk memproduksi suatu barang jadi yang siap dipasarkan. Bahan baku ini mencakup semua bahan yang secara fisik dapat diidentifikasi sebagai bagian dari produk jadi. Contohnya kayu yang merupakan bahan baku langsung dari produk meja kayu.

b. Bahan baku tidak langsung (indirect material)

Bahan baku tidak langsung merupakan bahan baku yang berperan secara dalam proses produksi, tetapi tidak terlihat secara langsung pada produk jadi. Contohnya paku yang merupakan bahan baku tidak langsung dari produk meja kayu tersebut.

Jenis persediaan bahan baku yang dimiliki perusahaan yang melakukan produksi barang terdiri dari tiga jenis, yaitu:

a. Bahan baku (raw material) merupakan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.

b. Barang dalam proses (material in process) merupakan barang yang belum selesai dalam proses produksi.

c. Barang jadi (finished goods) merupakan produk yang telah selesai proses produksinya tetapi belum dijual kepada konsumen.

(23)

76 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

6.4 Sistem pembelian baku

Pembelian bahan baku melibatkan beberapa bagian dari perusahaan yaitu bagian gudang, pembelian, penerimaan barang, dan akuntansi. Bagian- bagian tersebut menerapkan prosedur dan menggunakan dokumen dalam sistem pembelian bahan baku sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 6.1.

Tabel 6.1 Prosedur dan bukti yang digunakan dalam sistem pembelian.

Adapun alur sistem pembelian yang dilakukan secara ringkas dapat dilihat pada Gambar 6.1.

Gambar 6.1 Alur dalam sistem pembelian.

(24)

6.5 Unsur biaya yang diperhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang dibeli

6.5.1 Biaya yang diperhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang dibeli

Berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim, harga pokok bahan baku yang dibeli terdiri dari biaya untuk memperoleh bahan baku, menempatkannya dalam keadaan siap untuk diolah. Harga pokok bahan baku terdiri dari:

a. harga beli (harga yang tercantum dalam faktur pembelian), b. ditambah dengan biaya-biaya pembelian, dan

c. biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan bahan baku tersebut dalam keadaan siap untuk diolah.

Harga beli dan biaya angkutan adalah unsur yang mudah diperhitungkan sebagai harga pokok bahan baku. Perlakuan terhadap biaya angkutan ini dapat dibedakan sebagai berikut:

a. Biaya angkutan diperlakukan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang dibeli.

Alokasi biaya angkutan pada masing-masing jenis bahan baku yang dibeli dapat didasarkan pada:

a) perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku yang dibeli, b) perbandingan harga faktur tiap jenis bahan baku yang dibeli,

dan

c) biaya angkutan diperhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang dibeli.

b. Biaya angkutan tidak diperhitungkan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang dibeli.

Biaya angkutan tidak diperhitungkan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang dibeli, tapi diperlakukan sebagai unsur biaya

(25)

78 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

overhead pabrik (BOP). Pada awal tahun anggaran, jumlah biaya angkutan yang akan dikeluarkan selama satu tahun ditaksir. Jumlah taksiran biaya angkutan ini diperhitungkan sebagai unsur BOP dalam penentuan tarif BOP. Biaya angkutan yang sesungguhnya dikeluarkan kemudian dicatat dalam sebelah debit rekening BOP sesungguhnya.

6.5.2 Biaya unit organisasi yang terkait dalam perolehan bahan baku Dalam pembelian bahan baku, unit organisasi yang terkait adalah:

a. bagian pembelian, b. bagian penerimaan, c. bagian gudang, dan

d. bagian akuntansi persediaan.

Tabel 6.2 Unit organisasi perusahaan yang terkait dalam perolehan bahan baku dan dasar pembebanan biaya (Mulyadi, 2009).

6.6 Penentuan harga pokok bahan baku dalam proses produksi 6.6.1 Metode pencatatan bahan baku

Pencatatan beberapa metode yang digunakan adalah sebagai berikut:

(26)

a. Metode fisik (physical inventory method)

Pencatatan mutasi persediaan bahan baku hanya dilakukan untuk tambahan persediaan bahan saja sedangkan berkurangnya bahan baku tidak dicatat. Perhitungan biaya bahan baku yang dipakai selama periode akuntansi adalah harga pokok persediaan awal ditambah harga pokok pembelian dikurang harga pokok persediaan akhir yang ada di gudang.

b. Metode mutasi persediaan (perpetual inventory method)

Metode ini mencatat setiap mutasi dalam kartu persediaan.

Pembelian dicatat dalam kolom beli di kartu persediaan, pemakaian dicatat dalam kolom pakai di kartu persediaan dan jumlah bahan yang tersedia di gudang dapat dilihat dalam kolom sisa di kartu persediaan.

6.6.2 Metode penilaian bahan baku

Bahan baku merupakan unsur biaya yang dimasukkan dalam harga pokok produksi. Untuk menentukan besarnya harga pokok bahan baku sering mengalami masalah karena adanya fluktuasi harga pada saat pembelian bahan baku. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan suatu metode untuk menentukan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi, antara lain:

a. Metode identifikasi khusus (specific identification method)

Metode ini dilakukan dengan mengelompokkan setiap bahan baku berdasarkan harga pembelian per satuan. Barang dengan harga beli yang sama disimpan di tempat yang sama. Hal ini dilakukan untuk mempermudah perhitungan harga pokok bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi dengan harga pembelian yang berbeda-beda. Akan tetapi metode ini akan menimbulkan kesulitan dalam hal penyimpanan bahan baku di gudang.

(27)

80 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

b. Metode rata-rata bergerak (moving average)

Harga pokok bahan baku yang digunakan dalam metode ini merupakan harga pokok rata-rata yaitu dihitung dengan cara membagi total harga pokok dengan jumlah satuan bahan baku.

c. Metode masuk pertama keluar pertama (first in – first out)

Metode ini menggunakan harga pokok bahan baku per satuan yang pertama masuk di gudang sebagai harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi. Aliran biaya yang digunakan ini tidak harus sesuai dengan aliran fisik bahan baku.

d. Metode masuk terakhir keluar pertama (last in – first out)

Penentuan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi menggunakan harga pokok bahan baku per satuan yang terakhir masuk dalam persediaan di gudang.

e. Metode biaya standar

Metode ini dilakukan untuk mencatat pembelian bahan baku dicatat berdasarkan harga standar yang merupakan harga taksiran yang mencerminkan harga yang diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang.

Pencatatan pada saat pembelian bahan baku adalah sebagai berikut:

Persediaan bahan baku Rp xxx

(Kuantitas x harga standar per satuan)

Selisih harga Rp xxx

Pencatatan harga sesungguhnya bahan baku yang dibeli:

Selisih harga Rp xxx

Utang dagang Rp xxx

(28)

Pemakaian bahan baku dalam produksi dicatat sebesar hasil kali kuantitas bahan baku sesungguhnya yang dipakai dengan harga standarnya dan di jurnal sebagai berikut:

Bahan dalam proses – Biaya bahan baku Rp xxx

Persediaan bahan baku Rp xxx

Perlakuan terhadap rekening selisih harga pada akhir tahun tergantung pada material tidaknya saldo tersebut. Jika saldo material, saldo rekening selisih harga ditutup ke rekening-rekening persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses persediaan produk jadi, harga pokok penjualan atas dasar perbandingan unsur biaya bahan baku yang terkandung dalam setiap rekening tersebut atau berdasarkan perbandingan satuan ekuivalensinya. Apabila saldo rekening selisih harga tidak material maka saldo tersebut langsung ditutup ke rekening harga pokok penjualan (HPP).

f. Metode rata-rata harga pokok bahan baku pada akhir bulan

Metode ini menggunakan penghitungan harga pokok rata-rata per satuan tiap jenis persediaan bahan baku yang ada di gudang pada tiap akhir bulan. Harga pokok rata-rata per satuan ini kemudian digunakan sebagai dasar perhitungan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi bulan berikutnya.

(29)

82 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Contoh:

Berikut adalah transaksi pembelian dan pemakaian bahan baku bulan Juni:

Berdasarkan data di atas, perhitungan harga pokok bahan baku dengan menggunakan:

(1) Metode rata-rata bergerak (moving average) a. Metode rata-rata bergerak (fisik)

(30)

b. Metode rata-rata bergerak (perpetual)

Apabila pencatatan persediaan menggunakan metode mutasi persediaan maka transaksi pembelian bahan baku dicatat dalam jurnal pembelian sebagai berikut:

Sedangkan transaksi penggunaan bahan baku dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

(31)

84 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

(2) Metode masuk pertama keluar pertama (first in – first out) a. Metode FIFO (fisik)

b. Metode FIFO (perpetual)

Apabila pencatatan persediaan menggunakan metode mutasi persediaan maka transaksi pembelian bahan baku dicatat dalam jurnal pembelian sebagai berikut:

(32)

Sedangkan transaksi penggunaan bahan baku dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

(3) Metode masuk terakhir keluar pertama (last in – first out) a. Metode LIFO (fisik)

b. Metode LIFO (perpetual)

(33)

86 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Apabila pencatatan persediaan menggunakan metode mutasi persediaan maka transaksi pembelian bahan baku dicatat dalam jurnal pembelian sebagai berikut:

Sedangkan transaksi penggunaan bahan baku dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

6.7 Masalah khusus yang berhubungan dengan bahan baku 6.7.1 Sisa bahan (scrap materials)

Apabila dalam proses produksi terdapat sisa bahan, maka masalah yang muncul adalah bagaimana cara dalam memperlakukan sisa bahan tersebut.

Sisa bahan dapat dijual dan hasil penjualannya dapat diperlakukan sebagai:

a. Pengurang biaya bahan baku yang digunakan dalam pesanan yang menghasilkan sisa bahan tersebut.

Jurnal yang dapat dibuat ketika penjualan sisa bahan adalah sebagai berikut:

(34)

Kas / Piutang dagang Rp xxx Barang dalam proses – biaya bahan baku Rp xxx Hasil penjualan sisa bahan tersebut dicatat ke dalam kartu harga pokok pesanan yang berkaitan (untuk metode pesanan) pada kolom

“biaya bahan baku” sebagai pengurang biaya bahan baku pesanan tersebut.

b. Pengurangan BOP sesungguhnya.

Apabila sisa bahan tidak bisa diidentifikasikan pada pesanan tertentu, dan sisa bahan adalah suatu hal yang bisa terjadi dalam proses produksi, maka hasil penjualan dari bahan tersebut bisa diperlakukan sebagai pengurang BOP sesungguhnya. Jurnal yang dapat dibuat ketika penjualan sisa bahan terjadi adalah sebagai berikut:

Kas / Piutang dagang Rp xxx

BOP sesungguhnya Rp xxx

c. Penghasilan di luar usaha.

Apabila hasil penjualan sisa bahan diperlakukan sebagai pendapatan di luar kegiatan usaha dan tidak sebagai pengurang biaya produksi, maka jurnal yang dapat dibuat adalah sebagai berikut:

Kas / piutang dagang Rp xxx

Hasil penjualan sisa bahan Rp xxx

6.7.2 Produk rusak (spoiled goods)

Produk rusak adalah suatu produk yang tidak sesuai dengan standar mutu yang sudah ditetapkan, yang secara ekonomis sudah tidak bisa diperbaiki menjadi suatu produk yang baik (Mulyadi, 2009). Perlakuan terhadap produk rusak ini tergantung dari sifat dan juga penyebab terjadinya kerusakan, yaitu:

(35)

88 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

(a) Apabila penyebab terjadinya produk rusak karena sulitnya pengerjaan suatu pesanan tertentu atau berbagai macam faktor luar biasa lainnya, maka harga pokok produk rusak akan dibebankan sebagai tambahan harga pokok produk yang tidak rusak dalam pesanan tersebut.

(b) Apabila produk rusak tersebut masih dapat dijual, maka hasil dari penjualan produk rusak tersebut diperlakukan sebagai pengurang biaya produksi pesanan yang menghasilkan produk rusak tersebut.

(c) Apabila produk rusak adalah suatu hal yang normal terjadi pada proses pengolahan produk, maka kerugian yang muncul sebagai akibat terjadinya produk rusak akan dibebankan pada produksi secara keseluruhan. Yaitu dengan cara memperhitungkan kerugian tersebut di dalam tarif BOP.

Sehingga anggaran BOP yang akan dipakai untuk menentukan tarif BOP terdiri dari beberapa elemen berikut ini.

Biaya bahan penolong Rp xxx

Biaya tenaga kerja tidak langsung xxx Biaya reparasi dan pemeliharaan xxx

Biaya asuransi xxx

BOP lain xxx

Rugi produk rusak (hasil penjualan – harga pokok

produk rusak) xxx

BOP yang dianggarkan xxx

Seluruh biaya tersebut menghasilkan BOP yang dianggarkan.

Sedangkan untuk menghitung tarif BOP dapat menggunakan rumus berikut,

𝑇𝑎𝑟𝑖𝑓 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑂𝑣𝑒𝑟ℎ𝑒𝑎𝑑 𝑃𝑎𝑏𝑟𝑖𝑘 =𝐵𝑂𝑃 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛𝑎𝑛

(36)

6.7.3 Produk cacat (defective goods)

Produk cacat adalah suatu produk yang tidak sesuai dengan standar kualitas yang sudah ditentukan, namun dengan mengunakan biaya pengerjaan kembali untuk memperbaikinya, maka produk tersebut secara ekonomis bisa menjadi produk jadi yang baik (Mulyadi, 2009).

Adanya produk cacat ini menimbulkan masalah dalam memperlakukan biaya tambahan pengerjaan kembali atau rework cost pada produk cacat tersebut. Rework cost bisa dibebankan kepada semua produk dengan cara memperhitungkan rework cost ke dalam tarif BOP. Pencatatan biaya pengerjaan kembali produk cacat yang sesungguhnya dengan mendebet akun BOP sesungguhnya. Apabila produk cacat terjadi karena hal yang tidak biasa dalam proses produksi, namun karena karakteristik pengerjaan pesanan tertentu, maka rework cost bisa dibebankan sebagai tambahan biaya produksi pesanan yang bersangkutan.

(37)

(38)

Daftar Pustaka

Anderesen, E.M., Malmgren, J.A., Carter, W.B., Patrick, D.L. (1994).

Screening for Depression in Well Older Aldults: Evaluation of a Short Form of the CES-D. American Journal of Preventive Medicine 10(2), 77–84.

Anthony, V.G. (2003). Management Control System (11th edition).

McGraw-Hill, New York.

Assauri, S. (2008). Manajemen Produksi dan Operasi. LPFEUI, Jakarta.

Asyikin, J. (2013). Teori Akuntansi. STIE Indonesia Kayutangi, Banjarmasin.

Atkinson, A.A., Banker, R.D., Kaplan, R.S., Young, S.M. (2001).

Management Accounting (international edition). Prentice Hall, New Jersey

Atkinson, A.A, Kaplan, R.S., Matsumura, E.M., Young, S.M. (2012).

Akuntansi Manajemen (edisi ke-5, jilid 1). Indeks, Jakarta.

Badriyah, M. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Pustaka Setia, Bandung.

Baroto, T. (2002). Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Ghalia, Jakarta.

Berger, P.D. Nasr, N.I. (1998). Customer lifetime value: marketing models and applications. Journal of Interactive Marketing 12(1), 17-30.

Besterfield, D.H., Besterfield-Michna, C., Besterfield, G.H., Besterfield- Sacre, M., Urdhwareshe, H., Urdhwareshe, R. (2012). Total Quality Management for Anna University. Pearson Education, India.

Blocher, E.J., Chen, K.H., Lin, T.W. (2005). Cost Management: A Stategic Emphasis (international edition). McGraw-Hill, New York.

Blocher, E., Stout, D., Juras, P., Cokins, G. (2008). Cost Management:

Stratregic Emphasis. McGraw-Hill.

Brigham, E.F., Houston, J.F. (2011). Dasar-dasar Manajemen Keuangan.

Salemba Empat, Jakarta.

Bustami, B., Nurlela (2009). Akuntansi Biaya (edisi pertama). Mitra Wacana Media, Jakarta.

(39)

274 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Bustami, B., Nurlela (2010). Akuntansi Biaya (edisi ke-2). Mitra Wacana Media, Jakarta.

Cardoş, I., Cardoş, V. (2014). Measuring customer profitability with activity based costing and balanced scorecard. Annales Universitatis Apulensis Series Oeconomica 16(1), 52-60.

Carter, W.K., Usry, M.F. (2009). Cost Accounting (14th edition). South- Western Cengage Learning.

Charter, W.K. (2009). Akuntansi Biaya. Salemba Empat, Jakarta.

Cooper, R., Kaplan, R.S. (1991). Profit priorities from activity-based costing. Harvard Business Review 69(3), 130-135.

Crosby, P.B. (1979). Quality is Free: The Art of Making Quality Certain.

Mentor, New York.

Danang, S. (2013). Metodologi Penelitian Akuntansi. Refika Aditama, Bandung.

Darsono, Siswandoko, T. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia Abad 21. Nusantara Consulting, Jakarta.

Deming, W.E. (1986). Out of Crisis. Massachusett Institute of Technology Center for Advanced Engineering Study, Boston.

Dewi, S.P., Kristanto, S.B. (2013). Akuntansi Biaya. In Media, Jakarta.

Dewi, S.P, Septian B.K., Elizabeth S.D. (2015). Akuntansi Biaya (edisi ke- 2). In Media, Bogor.

Dunia, F.A., Abdullah, W. (2012). Akuntansi Biaya. Salemba Empat, Jakarta.

Dunia, F.A., Abdullah, W., Sasongko, C. (2018). Akuntansi Biaya (edisi ke-4 revisi). Salemba Empat, Jakarta.

FASB (1980). Statement of Financial Accounting Concept No. 3. Element of Financial Statement of Business Enterprises. Stamford, Connecticut.

Feigenbaum, A.V. (1983). Total Quality Control. McGraw-Hill, New York.

Feigenbaum, A.V. (1991). Total Quality Control (edisi ke-3). McGraw Hill, Singapore.

(40)

Garison, R., Noreen, E., Brewer, P. (2008). Managerial Accounting (12th edition). McGraw Hill.

Garvin, D.A. (1988). Managing Quality: The Strategic and Competitive Edge. Free Press, New York.

Gaspersz, V. (2002). Manajemen Kualitas Penerapan Konsep-Konsep Kualitas dalam Manajemen Bisnis Total (edisi Indonesia). Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Goetsch, D.L., Davis, S.B. (2017). Pengantar Manajemen Mutu 2.

Prenhalindo, Jakarta.

Halim, A., Supono, B. (1999). Akuntansi Manajeman (edisi pertama).

BPFE, Yogyakarta.

Hall, J.A. (2019). Accounting Information Systems (edisi ke-10). Cengage Learning.

Hansen, D.R., Mowen, M.M. (2004). Akuntansi Manajerial (jilid 1, edisi 7, alih bahasa: Kwary, D.A.). Salemba Empat, Jakarta.

Hansen, D. R., Mowen, M.M. (2005). Manajemen Accounting (buku 2, edisi ke-7). Salemba Empat, Jakarta.

Hansen, D.R., Mowen, M.M. (2012). Managerial Accounting. Akuntansi Manajerial. Salemba Empat, Jakarta.

Harmono (2014). Manajemen Keuangan berbasis Balanced Scorecard:

Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis. Bumi Aksara, Jakarta.

Hasibuan, M.S.P. (2003). Organisasi dan Motivasi. Bumi Aksara, Jakarta.

Herispon. (2015). Anggaran Perusahaan: Analisis dan Aplikasi. STIE Riau, Pekanbaru.

Holm, M., Kumar, V., Rohde, C. (2011). Measuring customer profitability in complex environments: an interdisciplinary contingency framework.

Journal of the Academy of Marketing Science 40(3), 387-401.

Horngren, C.T., Sundem, G.L., Stratton, W.O. (2002). Cost accounting.

Prentice Hall, New Jersey.

Horngren, C.T., Foster, G., Datar, S.M. (2003). Cost. Accounting: a Managerial Emphasis (11th edition). Upper Saddle River, New Jersey.

(41)

276 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Horngren, C.T., Foster, G., Datar, S.M. (2012) Cost Accounting: A Managerial Emphasis (edisi ke-14). Pearson, England.

Horngren , C.T., Datar, S.M., Rajan, M.V (2017). Cost Accounting: A Managerial Emphasis (16th edition). Pearson.

Howell, R.A., Soucy, S.R. (1990). Customer profitability: as critical as product profitability. Management Accounting 72(4), 43 – 47.

Husnan, S. (2000). Manajemen Keuangan: Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Panjang) (buku 1 edisi ke-4). BPFE, Yogyakarta.

IAI (1994). Konsep Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.

Salemba Empat, Jakarta.

IAI (2007). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat, Jakarta.

Islahuzzaman (2011). Activity Based Costing: Teori dan Aplikasi.

Alfabeta.

Juran, J.M. (1989). Juran on Leadership for Quality. Free Press, New York.

Juran, J.M. (1999). How to Think about Quality. Dalam: Juran, J.M. et al.

(editor), Juran’s Quality Handbook. McGraw-Hill, New York.

Kam, V. (1990). Accounting Theory (2nd edition). John Wiley and Sons, New York.

Kamaludin, Indriani, R. (2012). Manajemen Keuangan: Konsep Dasar dan Penerapannya. Mandar Maju, Bandung.

Khairiah (2016). Pengaruh Implementasi Budaya Kerja (Catatan Laporan Capaian Kinerja Harian) Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai pada Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan. Nuansa 9(1), 1-94.

Khairiah, K., Sirajuddin, S. (2018). The Effects of University Leadership Management: Efforts to Improve the Education Quality of State Institute for Islamic Studies (IAIN) of Bengkulu. Jurnal Pendidikan Islam 7(2), 239-266.

Khairiah, K., Sirajuddin, S. (2019). University Leadership Management:

Quality of Education. In: Manajemen Pendidikan Islam. Lambert Academic Publishing, 1-64.

(42)

Khairiah, K., Sirajuddin, S., (2018) The Effects of University Leadership Management: Efforts to Improve the Education Quality of State Institute for Islamic Studies (IAIN) of Bengkulu. Jurnal Pendidikan Islam 7(2), 239-266.

Lasena, S.T. (2013). Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi. Jurnal EMBA 1(3), 585-592.

Marshall, C., Rossman, G.B. (1999). Designing Qualitative Research.

SAGE Publications, California.

Matz, A., Usry, M.F. (1984). Cost Accounting: Planning and Control.

South-Western, Cincinnati.

Mulhern, F.J. (1999). Customer profitability analysis: measurement, concentration, and research directions. Journal of Interactive Marketing 13(1), 25-40.

Mulyadi (2000). Akuntansi Biaya. Aditya Media, Yogyakarta.

Mulyadi (2007). Akuntansi Biaya (edisi ke-3). STIE YKPN, Yogyakarta.

Mulyadi (2009). Akuntansi Biaya (edisi ke-5). STIE YKPN, Yogyakarta.

Mulyadi (2010). Akuntansi Biaya. BPFE, Yogyakarta.

Mulyadi (2012). Akuntansi Biaya (edisi kelima, cetakan kesebelas). UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

Mulyadi (2015). Akuntansi Biaya (edisi 5). UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

Mulyadi (2018). Akuntansi Biaya. UPP STIM YKPN.

Mursyidi (2008). Akuntansi Biaya. Refika Aditama.

Nafarin, M. (2007). Penganggaran Perusahaan (edisi ke-3). Salemba Empat, Jakarta.

Parasuraman, A., Zeithaml, V.A., Berry, L. L. (1985). A conceptual model of service quality and its implications for further research. Journal of Marketing 49, 41-50.

Paton, W.A, Littleton, A.C, (1970). An Introduction to Corporate Accounting Standards, Monograph No. 3. American Accounting Association, Michigan.

(43)

278 A k u n t a n s i B i a y a : K o n s e p D a s a r d a n M a n a j e m e n

Pekar, J.P. (1995). Total Quality Management: Guiding Principles for Application. ASTM Manual Series, Philadelphia.

Peters, T., Waterman, R. (1982). In Search of Excellence. Harper & Row, New York.

Pobric, A. (2014). Measuring customer profitability: the applicability of different concepts in practice. Ekonomika preduzeća 62(3-4), 187-200.

Prawironegoro, D., Purwanti, A. (2009). Akuntansi Manajemen (edisi ketiga). Wacana Media, Jakarta.

Prihadi, T. (2012). Memahami Laporan Keuangan Sesuai dengan IFRS dan PSAK. Penerbit PPM.

PSAK (1994). Kerangka dasar penyusunan penyajian laporan keuangan.

Purwaji. A., Wibowo. Muslim, S. (2016). Akuntansi Biaya (edisi ke-2).

Salemba Empat, Jakarta.

Riwayadi (2016) Akuntansi Biaya: Pendekatan Tradisional dan Kontemporer (edisi kedua). Salemba Empat, Jakarta.

Riwayadi (2017). Akuntansi Biaya: Pendekatan Tradisional dan Kontemporer (edisi ke-2). Salemba Empat, Jakarta.

Romney, M.B., Steinbart, P.J. (2018). Accounting Information Systems, (edisi ke-14). Pearson Education Limited, Edinburgh.

Rudianto (2013). Akuntansi Manajemen. Gelora Aksara Pratama, Jakarta.

Salman, K.R. (2013). Akuntansi Biaya, Pendekatan Product Costing (cetakan pertama). Akademia Permata, Jakarta.

Samryn (2012). Akuntansi Manajemen: Informasi Biaya untuk Mengendalikan Aktivitas Operasi dan Informasi (edisi revisi).

Kencana.

Sasongko, C., Safrida, R.P. (2015). Anggaran. Salemba Empat, Jakarta.

Setiawan, T, Ahalik. (2014). Mahir Akuntansi Biaya dan Manajemen.

Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.

Shepard, D. (1990). The New Direct Marketing. Business One Irwin, Homewood.

Simamora, H. (1999). Akuntansi Manajemen. Salemba Empat, Jakarta.

(44)

Simamora, H. (2000). Akuntansi Manajemen. Salemba Empat, Jakarta.

Simamora, H. (2012). Akuntansi Manajemen (edisi ketiga, cetakan pertama). Star Gate, Yogyakarta.

Srivastava, R.K., Shervani, T.A. Fahey, L. (1998). Market-based assets and shareholder value: a framework for analysis. Journal of Marketing 62(1), 2-18.

Sujarweni V.W. (2015). Akuntansi Biaya Teori & Penerapannya. Pustaka Baru Press, Yogyakarta.

Supriyono (1999). Akuntansi Biaya, Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok (buku 1, edisi 2, cetakan ke-12). BPFE, Yogyakarta.

Supriyono (2000). Akuntansi Biaya. BPFE, Yogyakarta.

Syaifuddin, D.T. (2008). Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi.

Unhalu Press, Kendari

Syam, S. (2014). Dari Bilik Birokrasi, Esai Agma, Pendidikan dan Birokrasi. Kementerian Agama, Jakarta.

Tjiptono, F., Diana, A. (2003). Total Quality Management. Andi, Yogyakarta.

van Raaij, E.M., Vernooijb, M.J.A., van Triestc, S. (2003). The implementation of customer profitability analysis: a case study.

Industrial Marketing Management 32, 573-583.

Veen-Dirks, P. Molenaar, R. (2009). Customer profitability and pricing.

Cost Management 23(3), 32-45.

Weston, J.F., Copeland, T.E. (1992). Managerial Finance (9th edition).

Dryden Press, NewYork.

Wibowo, S., Meilani, Y. (2009). Akuntasi Biaya. Politeknik Telkom, Bandung.

Wibowo, W. (2011). Cara Cerdas Menulis Artikel Ilmiah. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

William K.C. (2015). Akuntansi Biaya. Salemba Empat.

Wood, D.C. (2013). Principles of Quality Costs. ASQ Quality Press, Amerika Serikat.

(45)

(46)

Glosarium

Activities based costing (ABC) Metode pengalokasian biaya overhead pabrik terhadap produk hasil produksi perusahaan berdasarkan aktivitas.

Aktiva Suatu objek, hal atau tuntutan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya.

Akumulasi biaya (cost accumulation) Kumpulan data biaya yang diorganisis dalam beberapa cara dengan menggunakan sarana/sistem akuntansi.

Akun atau rekening atau perkiraan Formulir untuk mencatat secara individual tentang penambahan dan pengurangan tiap jenis harta, kewajiban dan ekuitas.

Akuntansi Proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, penganalisisan data keuangan sebuah organisasi/perusahaan.

Alokasi biaya (cost allocation) Pembebanan biaya secara proporsional dari biaya tidak langsung atau biaya bersama ke objek biaya.

Analisis selisih Analisis perbandingan antara biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan biaya overhead pabrik yang dibebankan, biasanya dilakukan pada setiap akhir periode.

Aplikasi SIAKAD Aktivitas yang berkaitan dengan akademik, seperti menu pengaturan pengguna, dosen pembimbing, biodata dosen, jadwal ajar dosen, bantuan dan perkuliahan meliputi; rencana studi mahasiswa, pertemuan dan absensi, aktifitas perkuliahan, penilaian mahasiswa, bahan ujian dan sertifikat, cari buku ajar, absensi kehadiran pegawai harian, status ruangan, cari data mahasiswa dan pesan ruangan. Dalam upaya memberikan poduk layanan dari unit ke unit lainnya.

Aplikasi SICAKEP Aktivitas yang berkaitan dengan absensi kehadiran dan laporan capaian kinerja harian, dalam kondisi pandemi COVID-19, IAIN Bengkulu menggunakan WFH untuk absensi dan laporan capaian kinerja sebagai produk kinerja.

Bahasa bisnis Kejadian di dalam perusahaan yg menghendaki adanya pencatatan secara kronologis, sistematis dan teratur yang menyebabkan adanya perubahan harta, utang dan modal.

Gambar

Gambar 6.1 Alur dalam sistem pembelian.

Referensi

Dokumen terkait

(conversion cost) karena biaya-biaya itu dikeluarkan untuk mengkonversikan atau mengubah bahan baku menjadi barang jadi. Bahan baku langsung merupakan bahan yang dipergunakan secara

menggunakan jam mesin untuk mengalokasikan biaya pendukung departemen pengolahan dengan mesin ke pekerjaan dan menggunakan biaya tenaga kerja langsung untuk. mengalokasikan

akumulasi dari biaya operasional yang dikeluarkan oleh operator angkutan dengan.. tingkat daya

Merupakan metode penentuan biaya produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,

biaya-biaya yang hanya akan memberi manfaat dalam periode berjalan, sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan ini tidak akan dikapitalisasi sebagai aset tetap di neraca, melainkan

Tracing/ penelusuran : pembebanan aktual biaya ke objek biaya dengan menggunakan ukuran yang dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi oleh objek biaya.. Penelusuran

 Biaya Overhead Pabrik, adalah biaya yang dikeluarkan bagian produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, seperti biaya bahan penolong, gaji mandor, biaya tenaga

Memberikan dasar bagi penetapan tender dan kontrak serta untuk menatapkan harga jual sesuai dengan unsur baiya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku langsung dan biaya produksi