57
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Sifat Penelitian
Jenis penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian dengan judul
“Pengaruh Rebranding Terhadap Customer Loyalty Airasia Indonesia yang Dimediasi oleh Brand Image: Survei pada Followers Instagram
@airasiatravels_id Indonesia” ini. Jenis penelitian kuantitatif menurut Setiawan (2017, p. 12) merupakan jenis penelitian yang menggunakan kalkulasi serta bergantung pada angka statistik atau alat analisis. Terdapat beberapa indikator yang mampu dihitung secara nominal dalam jenis penelitian kuantitatif sehingga akan memudahkan pemahaman karena melalui indikator dan data yang akan menghasilkan analisis dan hasil penelitian yang lebih aktual dan tidak abstrak. Penelitian ini bersifat eksplanatif karena ingin mengetahui penyebab sebuah kondisi atau situasi terjadi, dan apa yang memicu terjadinya sesuatu (Kriyantono, 2020, p. 153)
Paradigma yang digunakan penelitian ini ialah positivistik yang menurut
Neuman (2014, pp. 96-97) merupakan penggabungan logika dengan
melakukan pengamatan secara empiris serta dapat diobservasi secara
probabilistik yang berguna menghasilkan pembenaran mengenai hukum sebab
akibat yang nantinya dapat digunakan untuk memprediksi gejala sosial
tertentu. Sehingga penelitian ini bertujuan ingin mengetahui pengaruh dari
58 rebranding yang dilakukan Airasia sebagai variabel independen terhadap customer loyalty sebagai variabel dependen dengan brand image sebagai variabel intervening.
3.2 Metode Penelitian
Dalam rangka pembuatan penelitian ini, digunakan metode survei. Metode survei merupakan sebuah metode riset yang sangat detail dan terstruktur melalui alat pengumpulan data (kuesioner) yang dibagikan kepada sejumlah sampel yang diasumsikan mewakili suatu populasi secara spesifik disebut sebagai metode survei. Metode ini bertujuan untuk meriset kepercayaan, sikap, nilai, atau perilaku responden (Kriyantono, 2020, p. 149).
Kuesioner digital (google form) digunakan dalam menerapkan metode survei untuk penelitian ini. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data secara terstruktur dan mendetail. Hasil akhir penelitian dapat dilihat dari data kuesioner yang telah diolah melalui SPSS versi 25, sehingga akhirnya dapat ditarik sebuah kesimpulan.
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Arti dari populasi ialah area generalisasi yang susunannya terdiri dari objek
maupun subjek dengan karakteristik dan kualitas yang sama kemudian akan
59 dipelajari dan diteliti untuk kemudian ditarik hasil akhirnya menjadi kesimpulan (Sugiyono, 2017, p. 80). Populasi penelitian ini adalah followers dari akun Instagram @airasiatravels_id yang jumlahnya 1,7 juta per 24 Maret 2021.
Gambar 3.1 Profil Instagram @airasiatravels_id
Sumber: (Instagram @airasiatravels_id, 2021)
3.3.2 Sampel
Sebagian dari jumlah populasi yang dapat merepresentasikan atau menggambarkan semua elemen secara proporsional dalam populasi, sehingga dapat menjadi perwakilan keadaan sebenarnya dalam keseluruhan populasi disebut juga dengan sampel (Kriyantono, 2020, p. 314)
.Dalam teknik pengambilan sampel penelitian terdapat 2 pengelompokkan menurut Kriyantono (2020, p. 314), yaitu:
a. Probability Sampling
Pengambilan sampel dengan teknik berlandaskan probabilitas, yaitu setiap
elemen populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk terpilih menjadi
sampel melalui perhitungan matematis. Jenis-jenis Probability Sampling
60 adalah simple random sampling, sampling sistematis, stratified sampling, dan cluster sampling.
b. Non-Probability Sampling
Teknik acak tidak digunakan dalam pengambilan sampel ini, seluruh elemen populasi memiliki kesempatan yang berbeda-beda untuk dipilih menjadi sampel karena berbagai pertimbangan. Purposive sampling, accidental sampling, snowball sampling, quota sampling, available/convenience sampling, dan teknik sampling dan sensus merupakan jenis-jenis Non-Probability Sampling.
Teknik purposive sampling yang termasuk ke dalam kategori non- probability sampling digunakan dalam memperoleh sampel penelitian ini.
Menurut Kriyantono (2020, pp. 317-318), purposive sampling merupakan pemilihan sampel pada sebagian orang yang telah melalui tahap seleksi berdasarkan suatu kriteria yang disusun berlandaskan tujuan penelitian. Oleh sebab itu, mereka yang tidak cocok dengan kriteria tidak akan dijadikan sampel penelitian.
Kriteria dari sampel yang dipilih untuk melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Followers Instagram @airasiatravels_id yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
2. Telah mengikuti Instagram @airasiatravels_id sejak bulan Juli 2020.
3. Mengetahui adanya rebranding yang dilakukan oleh Airasia.
61 4. Memiliki akun keanggotaan airasia.com (BIG Member).
Publikasi rebranding Airasia dilakukan melalui berbagai media sosial, salah satunya adalah Instagram. Melalui Instagram resminya,
@airasiatravels_id, Airasia mengunggah kegiatan rebranding-nya dan secara berkala mengingatkan fitur-fitur dan promosi yang dapat dimanfaatkan oleh penggunanya. Followers Instagram @airasiatravels_id yang mengetahui Airasia melakukan rebranding tentunya memiliki penilaian tersendiri terhadap rebranding yang dilakukan oleh Airasia. Selain itu, followers yang memiliki akun keanggotaan airasia.com (BIG Member) dipilih karena sudah pernah menggunakan airasia.com atau minimal mengenal fitur-fitur dalam airasia.com.
Untuk menguji keabsahan data penelitian, maka dilakukan pre-test dengan total responden 30 orang menggunakan rumus Yamane (Kriyantono, 2020, p. 323) sebagai berikut:
𝒏 = 𝑵 𝑵𝒅
𝟐+ 𝟏
Keterangan:
n = jumlah sampel N = jumlah populasi
d = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditoleransi lalu kemudian e dikuadratkan. Batas kesalahan yang ditoleransi bagi setiap populasi tidak sama. Pada penelitian ini 5% (α = 0,05).
𝒏 = 𝑵
𝑵𝒅
𝟐+ 𝟏
62 𝑛 = 1.700.000
1.700.000 (0,0025) + 1 𝑛 = 1.700.000
4.250 + 1
n = 399,905 (400)63
3.4 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.1Operasionalisasi Variabel
Variabel Pokok Dimensi Indikator Pernyataan
Rebranding (X)
(Muzellec, Doogan,
& Lambkin, 2003)
Repositioning Perubahan nilai dasar Airasia lebih dari sekedar maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC).
Airasia.com milik Airasia merupakan aplikasi super di Kawasan ASEAN yang menyediakan layanan perjalanan melalui
pembayaran sekali klik.
Dinamis Airasia menjadi lebih dinamis setelah melakukan rebranding.
Airasia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui rebranding yang dilakukan.
Redesign Design logo baru:
- Original & Distinctive - Legible
- Simple - Memorable
- Easily associated with the company
Logo baru Airasia memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari logo maskapai penerbangan lain.
Logo baru Airasia mudah dibaca.
Logo baru Airasia sederhana.
Logo baru Airasia mudah diingat.
Logo baru Airasia dapat mewakili citra perusahaannya.
Relaunch Menciptakan kesadaran Saya mengetahui adanya rebranding yang dilakukan Airasia.
Saya mengetahui adanya perubahan logo Airasia.
Saya mengetahui adanya perubahan slogan Airasia.
Saya mengetahui adanya penambahan fitur-fitur baru dalam
airasia.com.
64 Informasi yang jelas Publikasi yang dilakukan oleh Airasia memberikan informasi
yang jelas mengenai posisi baru airasia.com sebagai ASEAN super app.
Informasi rebranding sebagai yang dipublikasikan oleh Airasia mudah dipahami.
Brand Image (Z) (Keller, 2013)
Strength of Brand Association
Brand attributes Saya mengetahui perubahan logo baru Airasia, yaitu: Seluruh huruf "a" menjadi huruf kecil dengan font yang berbeda dari logo sebelumnya.
Saya mengetahui slogan baru dari Airasia Indonesia, yaitu
“Untuk Kita”.
Brand benefits Airasia selalu memberikan harga terbaik sebagai maskapai penerbangan bertarif rendah.
Airasia sering memberikan promosi menarik untuk pengguna airasia.com (BIG Member).
Favorability of Brand Association
Kebutuhan Manfaat yang ditawarkan Airasia mampu menjawab kebutuhan konsumennya.
Fitur pada airasia.com sesuai dengan kebutuhan perjalanan saya.
Keinginan Airasia memberikan layanan penerbangan yang berkualitas, sesuai dengan keinginan saya.
Airasia.com memiliki fitur yang beragam sehingga mampu memenuhi keinginan perjalanan saya.
Uniqueness of Brand Association
Keunikan yang berbeda dari kompetitor
Program UNLIMITED PASS Airasia (pesan tiket sekarang dan bebas terbang kapan saja dalam jangka waktu tertentu) berbeda dari program yang ditawarkan oleh aplikasi maskapai
penerbangan bertarif rendah lain.
Fitur SNAP (paket penerbangan dan hotel yang lebih ekonomis)
berbeda dari layanan yang ditawarkan oleh aplikasi maskapai
penerbangan bertarif rendah lain.
65
Fitur MULTI-KOTA yang memungkinkan pengguna airasia.com dapat memesan tiket pesawat dari MASKAPAI
PENERBANGAN LAIN sifatnya unik.
Fitur BIG POINTS (mata uang digital Airasia) yang dapat digunakan layaknya uang tunai untuk membayar berbagai keperluan perjalanan melalui airasia.com sifatnya unik.
Keunggulan atribut Varian layanan yang ditawarkan Airasia lebih beragam dibanding maskapai penerbangan bertarif rendah lain.
Saya merasa aplikasi airasia.com lebih mudah digunakan dibandingkan aplikasi maskapai penerbangan bertarif rendah lain.
Saya merasa nyaman menggunakan maskapai penerbangan Airasia.
Saya merasa nyaman menggunakan aplikasi airasia.com.
Saya merasa nyaman melakukan pembayaran melalui BIG Points Airasia.
Customer Loyalty (Y)
(Griffin, 2005)
Makes regular repeat purchase
Pembelian berkala Saya telah menggunakan Airasia lebih dari dua kali.
Saya akan kembali menggunakan Airasia.
Pembelian non-random
Saya secara sadar memilih menggunakan Airasia ketika memerlukan layanan perjalanan.
Saya menggunakan layanan Airasia atas kehendak pribadi tanpa pengaruh orang lain.
Purchase across product and service lines
Membeli layanan lain yang ditawarkan
Saya menggunakan jasa reservasi penginapan dari Airasia.
Saya menggunakan BIG Points yang merupakan mata uang digital dari Airasia untuk bertransaksi melalui airasia.com.
Variatif Saya merasa Airasia menawarkan layanan perjalanan yang
lengkap.
66 Varian layanan yang ditawarkan Airasia relevan dengan kebutuhan saya.
Refers Others Rekomendasi secara offline Saya mau memberikan penilaian (review) positif mengenai Airasia kepada orang lain.
Saya mau mengajak orang lain untuk menjadi anggota airasia.com (BIG Member).
Rekomendasi secara online Saya mau memberikan penilaian (review) positif mengenai Airasia kepada orang lain melalui media sosial.
Saya mau mengajak orang lain untuk menjadi anggota airasia.com (BIG Member) melalui media sosial.
Demonstrates immunity to the pull of the competition
Keterikatan Preferensial Saya lebih memilih menggunakan Airasia daripada maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC) lain.
Saya lebih memilih menggunakan aplikasi airasia.com untuk melakukan reservasi tiket pesawat.
Saya lebih memilih menggunakan aplikasi airasia.com untuk melakukan reservasi penginapan.
Saya akan tetap menggunakan airasia.com meskipun ada aplikasi sejenis dari maskapai penerbangan lain.
Keterikatan Diferensial Saya merasa Airasia lebih inovatif dibanding maskapai penerbangan bertarif rendah lain.
Saya merasa Airasia memiliki aplikasi yang lebih canggih dibanding aplikasi penerbangan bertarif rendah lain.
Sumber: Data Olahan Penelitian, 2021
67
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Segala cara yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengumpulkan data sebagai bahan riset merupakan definisi dari teknik pengumpulan data (Kriyantono, 2020, p. 243).
3.5.1 Data Primer
Kuesioner merupakan data primer dalam penelitian ini, kuesioner yang diisi oleh followers akun Instagram @airasiatravels_id yang merupakan Warga Negara Indonesia, mengetahui adanya rebranding yang dilakukan oleh Airasia, dan merupakan member BIG Airasia. Skala likert menjadi alat ukur dari kuesioner yang dibuat untuk penelitian ini.
Responden harus menjawab memilih angka 1-4 yang telah disediakan di dalam kuesioner yang mewakili pendapatnya.
Tabel 3.2Skala Likert
Sumber: Olahan Penelitian, 2021
Nilai Keterangan
1 Sangat Tidak Setuju
2 Tidak Setuju
3 Setuju
4 Sangat Setuju
68
3.5.2 Data Sekunder
Beberapa kajian berupa studi pustaka seperti jurnal, buku, dan artikel merupakan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini.
Selain itu, data sekunder juga dilengkapi oleh beberapa sumber referensi misalnya penelitian terdahulu.
3.6 Teknik Pengukuran Data 3.6.1 Uji Validitas
Sebuah pengujian yang dilakukan untuk memperoleh keakuratan antara data yang dilaporkan dengan data yang terjadi disebut dengan uji validitas (Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, 2017, p. 267)
Uji validitas terbagi menjadi dua jenis menurut Sugiyono (2017, p.
267), yaitu:
a. Validitas Internal, berhubungan dengan derajat akurasi konsep penelitian dengan hasil yang didapatkan. Misalnya pemilihan teori, konsep dan pengukuran.
b. Validitas Eksternal, berhubungan dengan derajat akurasi ketika sebuah penelitian dapat digeneralisasi atau diterapkan pada populasi tempat sampel diambil.
Jawaban dari 30 orang responden yang merupakan followers dari
akun Instagram @airasiatravels_id dijadikan pre-test dalam penelitian ini.
69 Uji validitas ini dilakukan secara membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df) = n-2. Sebuah pernyataan dianggap valid jika nilai r hitung positif dan lebih besar dari r tabel (0.361) (Ghozali, 2018, pp. 51-52). Hasil uji validitas dari penelitian ini adalah:
Tabel 3.3Uji Validitas Variabel X
Item Pernyataan Nilai
Pearson Correlation
(r hitung)
r Tabel Keterangan
X1 .516
.361
Valid
X2 .482 Valid
X3 .498 Valid
X4 .525 Valid
X5 .525 Valid
X6 .498 Valid
X7 .501 Valid
X8 .683 Valid
X9 .672 Valid
X10 .532 Valid
X11 .488 Valid
X12 .520 Valid
X13 .475 Valid
X14 .466 Valid
X15 .673 Valid
Sumber: Data Olahan Penelitian, 2021
Data di atas (tabel 3.3) menunjukkan bahwa seluruh pernyataan
yang berjumlah 15 butir mewakili variabel X yang merupakan rebranding,
memiliki nilai Pearson Correlation (r hitung) yang positif lebih besar dari
0.361. Hal itu menyimpulkan bahwa seluruh lima belas pernyataan (pada
tabel 3.0) dinyatakan valid.
70
Tabel 3.4Uji Validitas Variabel ZItem Pernyataan Nilai Pearson Correlation
(r hitung)
r Tabel Keterangan
Z1 .570
.361
Valid
Z2 .448 Valid
Z3 .562 Valid
Z4 .462 Valid
Z5 .601 Valid
Z6 .582 Valid
Z7 .690 Valid
Z8 .562 Valid
Z9 .472 Valid
Z10 .502 Valid
Z11 .514 Valid
Z12 .600 Valid
Z13 .614 Valid
Z14 .511 Valid
Z15 .610 Valid
Z16 .556 Valid
Z17 .629 Valid
Sumber: Data Olahan Penelitian, 2021
Data di atas (tabel 3.4) menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang berjumlah 17 butir mewakili variabel Z yang merupakan brand image, memiliki nilai Pearson Correlation (r hitung) yang positif lebih besar dari 0.361. Hal itu menyimpulkan bahwa seluruh tujuh belas pernyataan (pada tabel 3.0) dinyatakan valid.
Tabel 3.5Uji Validitas Variabel Y
Item Pernyataan Nilai
Pearson Correlation
(r hitung)
r Tabel Keterangan
Y1 .504 Valid
Y2 .746 Valid
Y3 .627 Valid
Y4 .668 Valid
71
Y5 .449
.361
Valid
Y6 .630 Valid
Y7 .658 Valid
Y8 .703 Valid
Y9 .670 Valid
Y10 .504 Valid
Y11 .678 Valid
Y12 .750 Valid
Y13 .821 Valid
Y14 .500 Valid
Y15 .268 Tidak Valid
Y16 .649 Valid
Y17 .742 Valid
Y18 .741 Valid
Sumber: Data Olahan Penelitian, 2021
Data di atas (tabel 3.5) menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang berjumlah 18 butir mewakili variabel Y yang merupakan brand image, memiliki nilai Pearson Correlation (r hitung) yang positif lebih besar dari 0.361. Hal itu menyimpulkan bahwa terdapat satu buah pernyataan yang tidak valid dan tujuh belas pernyataan (pada tabel 3.0) dinyatakan valid.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Data dapat dikatakan valid ketika data primer yang didapat dari kuesioner berisi jawaban responden memiliki konsistensi yang stabil (2018, p. 45). SPSS versi 25 digunakan dalam penelitian ini guna mengolah data. Jika sebuah variabel memiliki nilai Cronbach Alpha >
0,70, maka variabel tersebut dapat dinyatakan reliabel menurut Nunally
dalam Sugiyono (2017, p. 46).
72
Tabel 3.6 Pre-test Uji Reliabilitas Variabel Rebranding (X)Sumber: Data Olahan Penelitian, 2021
Berdasarkan tabel di atas (tabel 3.6), dipaparkan bahwa nilai Cronbach Alpha (α) yang merepresentasikan variabel X (rebranding) bernilai 0,823, yang menunjukkan bahwa nilainya lebih besar dari 0,70.
Dengan demikian, variabel X terbukti reliabel.
Tabel 3.7 Pre-test Uji Reliabilitas Variabel Brand Image (Z)
Sumber: Data Olahan Penelitian, 2021
Berdasarkan tabel di atas (tabel 3.7), dipaparkan bahwa nilai Cronbach Alpha (α) yang merepresentasikan variabel Z (brand image) bernilai 0,860, yang menunjukkan bahwa nilainya lebih besar dari 0,70.
Dengan demikian, variabel Z terbukti reliabel.
Tabel 3.8Pre-test Uji Reliabilitas Variabel Customer Loyalty (Z)
Sumber: Data Olahan Penelitian, 2021
73 Berdasarkan tabel di atas (tabel 3.8), dipaparkan bahwa nilai Cronbach Alpha (α) yang merepresentasikan variabel Y (customer loyalty) bernilai 0,907, yang menunjukkan bahwa nilainya lebih besar dari 0,70.
Dengan demikian, variabel Y terbukti reliabel.
3.7 Teknik Analisis Data 3.7.1 Uji Asumsi Klasik
3.7.1.1 Uji Normalitas
Menurut Priyatna (2020, p. 47), tujuan dilakukannya uji normalitas ialah untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi dari nilai residual suatu data. Jika nilai residual terdistribusi normal, maka model regresi tersebut dapat dikatakan baik. Residu merupakan berbagai variabel yang terlibat namun tidak dimuat dalam model, yang tidak diketahui dan diasumsikan memiliki sifat yang acak.
Penelitian ini menggunakan Uji normalitas Kolmogorov Smirnov dengan dasar pengambilan keputusan:
1. Nilai signifikansi > 0,05 berarti nilai residual terdistribusi normal.
2. Nilai signifikansi < 0,05 berarti nilai residual tidak
terdistribusi normal.
74
3.7.1.2 Uji Multikolinearitas
Menurut Priyatna (2020, p. 54), uji multikolinearitas digunakan untuk menguji adanya korelasi (hubungan yang kuat) antar variabel bebas dalam model regresi yang dilakukan. Apabila tidak ditemukan adanya multikolinearitas artinya model regresi sudah baik. Ada dan tidaknya multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflating Factor (VIF).
Pedoman keputusan berdasarkan nilai tolerance:
1. Nilai Tolerance > 0,10 berarti tidak terjadi multikolinearitas.
2. Nilai Tolerance < 0,10 berarti terjadi multikolinearitas.
Pedoman keputusan berdasarkan nilai VIF:
1. Nilai VIF < 10,00 berarti tidak terjadi multikolinearitas.
2. Nilai VIF > 10,00 berarti terjadi multikolinearitas.
3.7.1.3 Uji Heteroskedastisitas
Menurut Priyatna (2020, p. 57), uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan varian dari residual dalam sebuah pengamatan model regresi atau penyimpangan asumsi regresi. Apabila tidak terjadi gejala atau gangguan asumsi heteroskedastisitas, artinya model regresi baik.
Dalam uji ini, variabel bebas akan diregresikan dengan variabel
75 residualnya menggunakan uji glejser. Dasar pengambilan keputusan uji glejser ialah:
1. Nilai signifikansi > 0,05 berarti tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.
2. Nilai signifikansi < 0,05 berarti terjadi gejala heteroskedastisitas.
3.7.2 Uji Koefisien Korelasi
Tujuan dari uji koefisien korelasi menurut Ghozali (2018) ialah mengukur hubungan antar dua variabel. Menurut Sugiyono (2017, p. 182) terdapat beberapa teknik korelasi yang menguji hipotesis, diantaranya adalah korelasi Pearson Product Moment, Korelasi Tetrachoric, Korelasi Spearman Rank, Korelasi Kendall’s Tau, Korelasi Rasio, Korelasi Kontinency, Korelasi Parsial, Korelasi Ganda, Korelasi Biserial, dan Korelasi Point Biseriald. Pearson Product Moment digunakan sebagai korelasi dalam penelitian ini karena ingin mengetahui kuat atau tidaknya hubungan antar variabel. Tingkat hubungan antar variabel dapat dilihat melalui tabel berikut:
Tabel 3.9Uji Korelasi - Tingkat Hubungan Antar Variabel
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
.000 – .199 Sangat Rendah
.200 – .399 Rendah
.400 – .599 Sedang
.600 – .799 Kuat
.800 – 1.00 Sangat Kuat
Sumber: (Sugiyono, 2017, p. 184)
76
3.7.3 Uji Regresi Linear Sederhana
Regresi ditampilkan dalam rangka melihat bentuk hubungan antara dua variabel atau lebih dalam bentuk persamaan atau fungsi menurut Mustikoweni dalam Kriyantono (2020, p. 340). Dalam penelitian ini digunakan uji regresi linear sederhana dalam rangka mengukur pengaruh variabel X terhadap variabel Z, variabel Z terhadap variabel Y, dan variabel X terhadap variabel Y dengan rumus berikut (Kriyantono, 2020, p. 341):
Y = a + bX
Keterangan:
Y = variabel tidak bebas (subjek dalam variabel tak bebas/dependen yang diprediksi).
X = variabel bebas (subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu).
a = nilai intercept (konstan).
b = koefisien regresi.
3.7.4 Uji Analisis Jalur
Uji analisis jalur atau path analysis merupakan lanjutan dari analisis
linear berganda yang digunakan oleh penelitian dengan tiga variabel atau
lebih untuk menentukan pola hubungannya (Ghozali, 2018, p. 245). Paul
77 Webley dalam Sarwono (2012, p. 17) juga mendefinisikan path analysis sebagai pengembangan langsung dari bentuk regresi linier berganda, yakni jika variabel independen memengaruhi variabel dependen secara langsung maupun tidak langsung. Sarwono menjelaskan bahwa model path analysis digambarkan dalam bentuk lingkaran dan terdapat anak panah tunggal yang menunjukkan sifat penyebab.
Gambar 3.2Model Analisis Jalur
Sumber: (Ghozali, 2018, p. 246)