• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

(2)
(3)

Proyeksi Laporan Keuangan

Proyeksi Laporan Keuangan

 Proyeksi Laporan keuangan merupakan bentuk dariProyeksi Laporan keuangan merupakan bentuk dari perencanaan keuangan.

perencanaan keuangan.

 Proyeksi akan memudahkan perusahaan melihat apa yangProyeksi akan memudahkan perusahaan melihat apa yang terjadi beberapa tahun yang akan datang.

terjadi beberapa tahun yang akan datang.

 Jenis dimensi proyeksi:Jenis dimensi proyeksi:

 WaktuWaktu

 Jangka pendek satu tahun atau kurangJangka pendek satu tahun atau kurang

 Jangka panjangJangka panjang  dua tahun atau lebih dua tahun atau lebih

 Satuan proyeksiSatuan proyeksi

 Proyeksi untuk tiap unit atau bagian organisasiProyeksi untuk tiap unit atau bagian organisasi

 Proyeksi untuk setiap spesiik poyekProyeksi untuk setiap spesiik poyek

(4)

Proyeksi Laporan Keuangan

Proyeksi Laporan Keuangan

Proyeksi laporan keuangan biasanya dibuat dalam

Proyeksi laporan keuangan biasanya dibuat dalam

beberapa skenario

beberapa skenario

Skenario sering juga disebut juga analisis

Skenario sering juga disebut juga analisis

sensiti"itas.

sensiti"itas.

Skenario yang biasanya digunakan dalam

Skenario yang biasanya digunakan dalam

penyusunan proyeksi :

penyusunan proyeksi :

 Kondisi buruk # $orst caseKondisi buruk # $orst case

 Kondisi normal# %ormal caseKondisi normal# %ormal case

 Kondisi terbaik # best caseKondisi terbaik # best case

&ntuk masing'masing kondisi tersebut dibuat kriteria

&ntuk masing'masing kondisi tersebut dibuat kriteria

keadaan yang dapat diamati dan terukur.

(5)

Proyeksi

Proyeksi

Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan

Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan

terjadi di masa yang akan datang yang dilakukan

terjadi di masa yang akan datang yang dilakukan

pada saat sekarang

pada saat sekarang

)arus mengetahui data masa lalu dan kondisi yang

)arus mengetahui data masa lalu dan kondisi yang

terjadi di masa lalu

terjadi di masa lalu

*alam melakukan proyeksi berdasarkan data masa

*alam melakukan proyeksi berdasarkan data masa

lalu harus diingat+ bah$a di masa datang kondisi

lalu harus diingat+ bah$a di masa datang kondisi

yang akan terjadi belum tentu sama dengan kondisi

yang akan terjadi belum tentu sama dengan kondisi

yang ada di masa lalu

(6)

agaimana Proses Penyusunan

royeksi

 nteraksi

 Proyeksi dibuat dengan mengkombinasikan antara proposal in"estasi dan

pilihan pendanaan yang digunakan

 Pilihan alternati # Options

 Proyeksi dibuat dengan memberikan kesempatan perusahaan untuk

menentukan beberapa alternati pilihan berdasarkan skenario yang telah ditentukan.

 Kelayakan # /easibility

 Proyeksi harus dibuat dengan pertimbangan akal sehat dan sesuai dengan

kondisi dan kemampuan perusahaan

 )indarkan kejutan # 0"oiding Surprises

(7)

Sumber *ata

 Laporan keuangan

 %eraca

 Laporan laba rugi   0rus kas

 atatan atas laporan keuangan

 Kondisi konsumen dan pasar secara umum+ kondisi budaya#tradisi ' asumsi

 Kondisi makroekonomi ' asumsi

 3egulasi

 4arget jangka pendek dan jangka panjang perusahaan secara spesiik

(8)

Proyeksi Laporan Keuangan

1. Proyeksi penjualan

2. Pro orma laporan keuangan

!. Kebutuhan asset

(. Kebutuhan pendanaan

(9)

Proyeksi Penjualan

Semua perencanaan keuangan membutuhkan

proyeksi penjualan karena penjualan merupakan titik

a$al akti"itas perusahaan.

4idak ada pengetahuan yang sempurna untuk

memastikan jumlah penjualan di masa mendatang

karena dipengaruhi oleh:

 ketidakpastian ekonomi

 Pola konsumsi masyarakat yang terkadang berubah  Perkembangan teknologi

 Perubahan regulasi

Setiap perusahaan memiliki sensiitas berbeda

terhadap perubahan lingkungan yang terjadi

(10)

Laporan Proorma

-erisikan tentang proyeksi atas :

%eraca

Laporan laba rugi

Proyeksi penambahan asset yang diperlukan

Proyeksi penambahan dana untuk memenuhi

(11)

Kebutuhan 0set

Proyeksi keuangan menjelaskan tentang

kebutuhan atas tambahan aset untuk

mendukung proyeksi yang telah dibuat.

Peningkatan penjualan juga harus didukung

peningkatan modal kerja.

(12)

Kebutuhan Pendanaan

Proyeksi keuangan akan memasukkan jumlah

kebutuhan dana yang digunakan untuk mencapai

pertumbuhan penjualan dan target laba yang telah

ditetapkan

Kebijakan di"iden dan struktur pendanaan

perusahaan akan mempengaruhi jumlah dana yang

dibutuhkan.

Jika tidak ada dana baru yang diharapkan dapat

diperoleh melalui utang+ maka perusahaan harus

mempertimbangkan untuk menerbitkan tambahan

saham atau jenis pendanaan lainnya.

(13)

 0sumsi dalam Proyeksi

Proyeksi tidak dapat dibuat jika tidak ditentukan

asumsi:

Kondisi lingkungan

 ekonomi

Kondisi yang diharapkan berdasarkan e"aluasi

)ubungan antar "ariabel berdasarkan data'data

historis

(14)

Langkah dalam menyusun

Pro Forma alan!e Sheet"

1. 4entukan korelasi item'item dalam neraca terhadap

penjualan

 hitung dalam prosentase.

2. Kalikan prosentase tersebut dengan proyeksi

penjualan untuk mendapatkan nilai item'item dalam

neraca pada tahun proyeksi.

!. Jika tidak terdapat korelasi antara item dalam

neraca dengan penjualan maka nilai dalam neraca

tahun sebelumnya dianggap sama dengan tahun

proyeksi.

(15)

Langkah dalam menyusun

Pro Forma alan!e Sheet"

(. )itung proyeksi retained earnings dengan rumus

,. 4ambahan asset untuk mendukung proyeksi penjualan yang ditetapkan. &tang dan modal ditentukan dengan melihat

perbedaan antara total asset dan pendanaan yang telah tersedia. Jika perubahan modal telah ditetapkan maka

perusahaan dapat menghitung tambahan dana dari kreditur. . )itung 9/% 9;ternal /und %eeded<

Present retained earnings + Projected net income  – Cash dividends Projected retained earnings

(16)

=%4=)

P4. 3osana berencana untuk membeli mesin

baru# >esin tersebut dapat meningkatkan

penjualan dari 28 milyar menjadi 22 milyar

18?<.

Perusahaan menetapkan asumsi bah$a aset

dan utang akan berubah sejalan dengan

pertumbuhan penjualan. Proit margin sebesar

18? dan di"idend'payout ratio ,8?.

(17)

ontoh

#urrent alan!e Sheet Pro $orma alan!e Sheet millions<

E%&lanat'on

urrent assets A A. !8? o sales /i;ed assets A2( A2.( 128? o sales

4otal assets A!8 A!! 1,8? o sales

Short'term debt A18 A11 ,8? o sales Long'term debt A A. !8? o sales

ommon stock A( A( onstant

3etained 9arnings A18 A11.1 %et ncome 4otal inancing A!8 A!2.5

A!88+888 Funds needed millions<

(18)

(enentukan EFN dengan

(etode Prosentase Pen)ualan

 Jumlah 9/% untuk proyeksi 18? pertumbuhan penjualan

) 1 ( Sales) Projected ( ΔSales Sales Debt Sales Sales Assets d   p

×

×

×

×

 

 

 

 

 

 p = Net ro!it margin = "#1" d  = Dividend a$o%t ratio = "#&

∆Sales = Projected change in sales = '( million

& # 1 " ' " ' Sales Sales Assets

=

=

×

 

 

 

 

 

"#* (" ' 1 ' Sales Debt

=

=

 

 

 

 

 

""" , "" ' 1 # 1 ' -# 1 ' ) & # "  ' 1" # " ( )  ' *" # " ( )  ' & # 1 ( ) 1 ( Sales) Projected ( ΔSales Sales Debt Sales Sales Assets m m m m m d   p

×

×

×

×

=

×

×

×

×

 

 

 

 

 

(19)

Penentu Pertumbuhan

 Pertumbuhan merupakan bagian yang penting dalam membuat proyeksi

 &ntuk mendukung pertumbuhan diperlukan tambahan aset.

4ambahan aset akan die"aluasi dengan model capital budgeting %PB+ payback period+ 33<

 &ntuk merekonsiliasikan hal tersebut maka pertumbuhan harus dianggap sebagai tujuan antara untuk mencapai nilai perusahaan yang tinggi.

 Jika perusahaan menerima project dengan %PB negati+ tingkat pertumbuhan dapat tercapai tetapi pemegang saham justru akan mengalami penurunan nilai kekayaan.

(20)

 *erda&at hubungan antara kemam&uan &erusahaan untuk berkembang dan keb')akan &endanaan+ )'ka &erusahaan t'dak menambah saham atau &endanaan )angka

&an)angnya,

 Susta'nable Gro-th Rate dalam &en)ualan da&at d'h'tung dengan rumus "

Penentu Pertumbuhan

)

1

(

)

1

(

(

)

1

(

)

1

(

"

 E 

 D

 p

 E 

 D

 p

+ × − × − + × − × = ∆

T  C ratio o total assets to sales

 p C net proit margin on sales

(21)

Penggunaan Susta'nable Gro-th Rate

Kreditur dapat membandingkan tingkat

pertumbuhan aktual dengan sustainable

gro$th rate.

Jika actual gro$th rate lebih tinggi

dibandingkan dengan sustainable gro$th rate+

perusahaan memiliki risiko tidak memiliki

dana+ sehingga kreditur akan menetapkan

(22)

(en'ngkatkan

Susta'nab'l'ty Gro-th Rate

>engeluarkan saham baru

>eningkatkan utang

>engurangi di"iden payout ratio

>eningkatkan proit margin

>engurangi rasio kebutuhan asset

(23)

Kelemahan dalam

(odel Proyeks' Keuangan

 >odel Proyeksi Keuangan tidak mengindikasikan kebijakan keuangan mana yang paling baik+ namun hanya

menggambarkan beberapa alternati kondisi

 -anyak simpliikasi dari keadaan sebenarnya sedangkan keadaan sebenarnya dapat berubah menjadi hal yang tidak diduga sebelumnya

 4anpa perencanaan jangka pendek perusahaan seperti dalam laut yang berombak tanpa kemudi untuk pegangan.

Perencanaan keuangan harus diterjemahkan dalam detail anggaran keuangan dan operasi.

(24)

(odel Proyeks'

 Proyeksi keuangan berdasarkan proyeksi penjualan merupakan contoh proyeksi sederhana.

 Perusahaan dapat membuat proyeksi dengan lebih detail dengan memperhatikan:

 4arget rasio'rasio keuangan untuk menentukan item'item dalam

laporan keuangan

 >emperhatikan kapasitas sumber daya yang dimiliki seperti tenaga

kerja+ mesin+ ruang kantor+ peralatan.

 4idak semua item dalam laporan keuangan memiliki hubungan linear

dengan penjualan

 4arget pertumbuhan dan eisiensi yang diinginkan oleh manajemen   0sumsi yang dibuat harus cukup realistis

(25)

Kes'm&ulan

Perencanaan keuangan mengharuskan perusahaan

berpikir tentang masa depan dan menyusun proyeksi

Penyusunan proyeksi meliputi

 >engembangan model keuangan perusahaan

 >enjelaskan skenario yang berbeda di masa mendatang

dari kondisi terburuk sampai dengan kondisi terbaik.

 >enggunakan model untuk mengkonstruksi proorma

laporan keuangan

 >enjalankan model dengan beberapa skenario yang

berbeda analisis sensiti"itas<

(26)

Lat'han

Su&&ose th's year.s sales -'ll total /01

m'll'on,

Ne%t year+ -e $ore!ast sales o$ /23

m'll'on,

Net 'n!ome should be 45 o$ sales,

(27)

*h's year 5 o$ /01m Assets

#urrent Assets /8m 145

F'%ed Assets /9:m 435

*otal Assets /12m

L'ab, and E;u'ty

A!!ounts Payable /2m 91,45

A!!rued E%&enses /2m 91,45

Notes Payable /9m n<a

Long *erm 6ebt /:m n<a

*otal L'ab'l't'es /94m

#ommon Sto!k /=m n<a

Reta'ned Earn'ngs /1m

  E;u'ty />m

(28)

e%t year 5 o$ /23m

 Assets

 #urrent Assets 93 145

 F'%ed Assets 13 435

 *otal Assets 03

 L'ab, and E;u'ty

 A!!ounts Payable 4 91,45

 A!!rued E%&enses 4 91,45

 Notes Payable 9 n<a

 Long *erm 6ebt : n<a

 *otal L'ab'l't'es 9=

 #ommon Sto!k = n<a

 Reta'ned Earn'ngs 0 @2345435B9CD1

   E;u'ty 93

 *otal L'ab, ? E;u'ty 1=

(29)

Latihan 0

 Sansar ompany orecasts that sales ne;t year $ill be A,+88.  0ssume long'term debt remains

constant. What is the proorma ncome Statement and -alance Sheet @

 What is the "alue or e;ternal unds needed 9/%<@  ? =DS constant  nterest konstant  ? di" konstant Income statement Sales 5.600 $5,000 Cost of sales 3.920 3,500 Depreciation 800 800 Interest 200 200 Tax (35! 238 "#5 et income %%2 $325 Di&i'en's "# "30 alance s)eet

C*rrent assets $850 C*rrent lia+ilities $320 et fixe' assets 3,2#5 on- term 'e+t ",33   /*it 2,%#5 Total $%,"3 $%,"3

(30)

Latihan 0

 Sansar ompany orecasts that sales ne;t year $ill be A,+88.  0ssume long'term debt remains

constant. What is the proorma ncome Statement and -alance Sheet @

 What is the "alue or e;ternal unds needed 9/%<@  ? =DS constant  nterest konstant  ? di" konstant  2+(5,E2,C2.5(8 Income statement Sales 5.600 $5,000 Cost of sales 3.920 3,500 Depreciation 800 800 Interest 200 200 Tax (35! 238 "#5 et income %%2 $325 Di&i'en's "## "30 alance s)eet

C*rrent assets $952 C*rrent lia+ilities $358 et fixe' assets 2.%#5 on- term 'e+t ",330

11 C "."0" /*it 2.#%0 Total $3.%2# $%.%28

(31)

Latihan 01

 0ssume that Sansar has suicient e;cess capacity to support a sales le"el o A,+!88 $ith no ne$ i;ed assets. What is the 9/% or

projected sales o A,+88@

 Sansar belie"es that an industry slo$do$n is possible o"er the ne;t year. n this case+ sales gro$th $ill be (?. What is the 9/%@ 0ssume no ne$ i;ed assets.

 0ssuming that Sansar is operating at ull capacity+ $hat is the

ma;imum sales increase+ gro$th rate+ possible beore e;ternal inancing is reFuired@ Income statement Sales $5,00 Cost of sales 3,5 Depreciation 800 Interest 200 Tax (35! "#5 et income $325 Di&i'en's "30 alance s)eet

C*rrent assets $850 C*rrent lia+ilities $320 et fixe' assets 3,2#5 on- term 'e+t ",33   /*it 2,%#5 Total $%,"3 $%,"3

• assume that no ne$ eFuity $ill be sold+ the di"idend payout is i;ed+ and the debt#eFuity ratio is i;edG $hat is SansarHs ma;imum sustainable gro$th rate@ n ans$ering+ assume that the debt#eFuity ratio is based on total debt.

(32)

Latihan

- 9;perience has sho$n that the Iuahog ompanys sales are sensiti"e to the state o the

economy. 4he companys inancial oicer belie"es that sales $ill increase by ? plus 1., times the e;pected change in D*P. /urthermore+ the companys inancial planning sta ha"e

determined that current assets 0<+ i;ed assets /0<+ current liabilities L<+ and net proit %P< are related to sales by the ollo$ing relationships.

0 C A2,+888 E .1, Sales /0 C A,8+888 E .(8 Sales L C A,+888 E .8, Sales %P C .8, Sales

 Last yearHs balance sheet is sho$n belo$. Sales $ere A,88+888. 4he irmHs di"idend payout ratio is 28?. 9conomic predictions suggest that ne;t year D*P $ill increase by (?. alculate a pro orma balance sheet or Iuahog. What is 9/%+ i the company assume no additional common stock issued@

4*a)o- +alance s)eet

et orin- capital $"00,00 C*rrent lia+ilities $30,00 7ixe' assets "50 on- term 'e+t #0

Common stoc "00 etaine' earnin-s 50 Total $250,00 $250,00

(33)

Perencanaan

Perencanaan dilakukan dengan

memperhatikan :

*ata'data historis dan kondisi pada saat data

historis tersebut terjadi

Kondisi saat ini yang dihadapi perusahaan :

kapasitas produksi+ kemampuan karya$an

 0sumsi'asumsi mengenai kondisi yang akan

terjadi

Kondisi pasar+ perekonomian+ keamanan+ politik

(34)
(35)

 0sumsi

 0sumsi diperlukan dalam penyusunan

proyeksi laporan keuangan karena asumsi

tersebut merupakan kondisi prasyarat suatu

proyeksi dapat dibuat.

4anpa sebuah asumsi maka suatu proyeksi

sulit untuk dibuat+ karena terlalu banyak

kemungkinan yang dapat muncul.

(36)

Kegunaan 0sumsi

>emudahkan penyusunan proyeksi atau

anggaran

*apat dijadikan alasan mengapa suatu

proyeksi atau anggaran tidak dapat tercapai.

Sinyal diperlukannya perubahan atas

anggaran yang telah dibuat.

 0nalisis sensiti"itas

 dengan melakukan

(37)

-agaimana >enetapkan 0sumsi

 0nalisis *ata historis

Sumber inormasi yang terpercaya: misal

inormasi dari pemerintah+ inormasi market

analyst.

>endasarkan pada perekonomian global.

>eminta seorang ahli untuk menetapkan

(38)

Jenis 0sumsi

 0sumsi yang bersumber pada kondisi eksternal:

 Lingkungan ekonomi

 Persaingan dalam industri

 Konsumsi masyarakat+ pertumbuhan penduduk  Kebijakan pemerintah

 Perubahan teknologi

 0sumsi hubungan antar "ariabel keuangan yang dihitung berdasarkan data'data historis

 3asio'rasio keuangan

  0nalisa "ertikal dan horisontal

 0sumsi yang didasarkan pada target yang hendak dicapai

 4arget pertumbuhan  4arget eisiensi

(39)

 0sumsi 9konomi

Pro$e.si secara e.slisit har%s men$ata.an ling.%ngan e.onomi $ang dihara.an a.an terjadi ada tah%n ro$e.si terseb%t/

0ing.at s%.% b%nga

0ing.at harga min$a. b%mi 0ing.at ert%mb%han e.onomi

ondisi e.onomi diengar%hi oleh .ondisi oliti. seerti/ Pemilihan %m%m  otensi er%bahan reg%lasi

Pergantian .eala negara 2 daerah  otensi er%bahan .ebija.an

 emerintah $ang memengar%hi er%sahaan

0ing.at sensitivitas er%bahan e.onomi, oliti. terhada er%sahaan  berbeda tergant%ng jenis er%sahaann$a#

Pro$e.si secara e.slisit har%s men$ata.an ling.%ngan e.onomi $ang dihara.an a.an terjadi ada tah%n ro$e.si terseb%t/

0ing.at s%.% b%nga

0ing.at harga min$a. b%mi 0ing.at ert%mb%han e.onomi

ondisi e.onomi diengar%hi oleh .ondisi oliti. seerti/ Pemilihan %m%m  otensi er%bahan reg%lasi

Pergantian .eala negara 2 daerah  otensi er%bahan .ebija.an

 emerintah $ang memengar%hi er%sahaan

0ing.at sensitivitas er%bahan e.onomi, oliti. terhada er%sahaan  berbeda tergant%ng jenis er%sahaann$a#

(40)

Pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan perekonomian

 >empengaruhi pertumbuhan pendapatan dan konsumsi

masyarakat.

 Setiap industri dan perusahaan memiliki koeisien korelasi

yang berbeda'beda dengan pertumbuhan perekonomian

 Kebijakan pemerintah dalam pertumbuhan akan

menentukan pertumbuhan pada sektor industri tertentu

 Perusahaan harus mengantisipasi perubahan kebijakan

perekonomian pemerintah terutama jika terjadi pergantian *P3+ kepala pemerintah karena akan merubah orientasi kebijakan.

(41)

 0sumsi 9konomi

4ingkat suku bunga S-

 >empengaruhi tingkat suku bunga deposito sehingga akan

meningkat ekspektasi return untuk pemegang saham # cost o eFuity

 Suku bunga pinjaman

 hanya proyek dengan margin

tinggi yang dapat didanai

 >empengaruhi pertumbuhan ekonomi terutama jika S-

tinggi+ ada kecenderungan tidak mau melakukan.

 Sensiti"itas perusahaan terhadap tingkat suku bunga S-

(42)

ontoh 0sumsi

)arga bahan bakar 

*ampak pengaruhnya luas

>empengaruhi harga barang'barang lain seperti

listrik+ biaya transport.

ndustri dan perusahaan dengan komponen biaya

bahan bakar sangat tinggi perngaruhnya terhadap

perubahan harga ini.

(43)

/aktor *emograi

Setiap industri memiliki hubungan dengan jumlah

pemakai

 jumlah penduduk.

Pola konsumsi penduduk dapat berubah+ sehigga

perusahaan harus mengantisipasinya dalam

menentukan asumsi.

Program pemerintah dalam demograi dan tata kota

harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi

(44)

 0sumsi hubungan antar "ariabel

*idasarkan pada analisis data historis.

*ata historis yang digunakan adalah data yang

memiliki persitensi yang tinggi sehingga

pertumbuhan yang bersiat irreguler harus

disesuaikan.

4arget rasio dapat menjadi asumsi+ namun hal ini

harus memperhatikan kemampuan sumber daya

perusahaan.

/aktor lingkungan harus dipertimbangkan dalam

menentukan asumsi target rasio dan pertumbuhan

(45)

Penyusunan 0sumsi

 0sumsi dalam menyusun proyeksi

didasarkan pada asumsi yang paling umum

sampai pada asumsi detail

1.

 0sumsi kondisi lingkungan sebagai dasar

menyusun asumsi detail<

2.

 0sumsi hubungan antar "ariabel dan rasio yang

telah mempertimbangkan asumsi kondisi

(46)

P4 0-

 0sumsi makro ekonomi 2886

 Pertumbuhan ekonomo +!?  nlasi ?

 Kurs rata'rata 7.288  Suku bunga S- 6?

 Pertumbuhan industri makanan 12?

 0sumsi internal

 Pertumbuhan penjualan 28?

 -iaya operasional meningkat ,? dan marketing 18?  -iaya gaji meningkat 128? dari inlasi

 Kapasitas produksi pabrik masih mencukupi untuk

(47)

 0sumsi yang -agus

ukup rasional dan dikembangkan

berdasarkan data dan inormasi yang akurat.

>empertimbangkan aktor'aktor eksternal

dan internal perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan produk multimedia interaktif untuk keterampilan menyimak cerita bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius

Sehingga dalam hal ini penggunaan batu apung ( Pumice ) sebagai aggregat kasar dan pasir Bangka sebagai aggregat halus, merupakan campuran yang lebih menekankan pada

Kadar glukosa darah rata-rata tikus sehat, tikus hasil induksi MLD-STZ dan tikus hasil terapi herbal spray Spirulina sp.. Perlakuan Rata-rata Glukosa

Namun dalam kondisi terancam, suatu negara bila tidak mampu mengimbangi maka akan mencari bantuan pada negara lain dengan membentuk aliansi ( alliance ) yang

Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peranan fungsi Bimbingan Konseling Islam dalam upaya mengembangkan religiusitas remaja dan menekan atau mengontrol kenakalan remaja

Sehingga menjadi sistem informasi perpustakaan yang dinamis dalam membantu pihak perpustakaan dalam mengatasi masalah sulitnya mencari informasi data perpustakaan

Pengumpulan data penelitian terdiri 2 jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang didapat langsung dari perusahaan melalui metode wawancara dengan

Berkaitan dengan isi dari salah satu rubrik yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yakni Rupa-rupa, media cetak ini menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi para