• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bekerja Ilmiah. Modul 1 PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bekerja Ilmiah. Modul 1 PENDAHULUAN"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Nuryani Rustaman
  • Sekolah: Universitas
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Topik: Bekerja Ilmiah
  • Tipe: modul

I. PENDAHULUAN

Modul ini menjelaskan pentingnya bekerja ilmiah sebagai sikap dan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan. Bekerja ilmiah harus diperkenalkan kepada siswa agar mereka dapat mengembangkan diri menjadi ilmuwan. Proses ini berfokus pada pengembangan sikap positif terhadap sains dan pemahaman bahwa sains adalah hasil dari observasi sistematis terhadap fenomena alam. Melalui pengalaman praktis, siswa diharapkan dapat menginternalisasi metode ilmiah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

II. PENTINGNYA BEKERJA ILMIAH

Bekerja ilmiah tidak hanya penting bagi ilmuwan tetapi juga bagi semua individu untuk memahami dan berinteraksi dengan dunia. Pembelajaran sains yang efektif harus mempertimbangkan pengalaman langsung siswa dalam berinquiry. Proses ilmiah yang sistematis membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis, yang sangat penting di era informasi saat ini. Dengan memahami hakikat sains, siswa dapat melihat relevansi sains dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan literasi sains yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam masyarakat.

III. HAKIKAT SAINS DAN INKUIRI

Hakikat sains melibatkan produk, proses, dan penerapannya, termasuk sikap dan nilai yang terkandung di dalamnya. Inkuiri sebagai metode pembelajaran sains memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbuat, berpikir, dan bertindak seperti ilmuwan. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses penemuan pengetahuan. Hal ini penting untuk membangun pemahaman yang mendalam dan keterampilan berpikir kritis yang akan berguna sepanjang hayat.

IV. PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS)

Pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran sains menekankan pentingnya penguasaan keterampilan proses yang mendasari metode ilmiah. Keterampilan ini mencakup observasi, pengukuran, dan pengumpulan data. Dengan memahami keterampilan proses, siswa dapat melakukan eksperimen dan penyelidikan ilmiah dengan lebih efektif. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan sikap ilmiah yang positif, seperti ketelitian, keingintahuan, dan kreativitas dalam mencari solusi.

V. KETERAMPILAN PROSES SAINS

Keterampilan proses sains mencakup berbagai keterampilan yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan ilmiah, seperti observasi, inferensi, pengukuran, dan komunikasi. Keterampilan ini penting untuk membantu siswa memahami bagaimana sains bekerja dan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh. Proses ini tidak hanya mengajarkan siswa tentang sains, tetapi juga keterampilan hidup yang dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dengan menguasai keterampilan proses, siswa dapat beradaptasi dengan berbagai situasi dan tantangan yang mereka hadapi.

VI. PERANAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KPS

Guru memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan proses sains siswa. Melalui pengalaman belajar yang dirancang dengan baik, guru dapat membantu siswa menggunakan keterampilan proses dalam eksplorasi materi. Selain itu, guru juga harus menciptakan lingkungan yang mendukung diskusi dan kolaborasi, sehingga siswa dapat belajar dari satu sama lain. Dengan memberikan umpan balik yang konstruktif, guru dapat membantu siswa menyadari keterampilan yang perlu mereka tingkatkan dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan.

Referensi Dokumen

  • Teaching Children Science ( Abruscato, J. )
  • The Pocket Dictionary of Current English ( Allen, R.E. (ed.) )
  • Teaching Science Through Discovery ( Carin, A. )
  • Teaching Science Through Discovery ( Carin, A.A. & Sund, R.B. )
  • Kesiapan Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Keterampilan Proses Sains ( Dahar, R.W. )
  • Teaching Elementary Science ( Esler, William & Mary K. )
  • Teaching Science for Understanding: A Practical Guide for School Teacher ( Gallagher, J.J. )
  • How to Teach Elementary Science ( Gega, P.C. )
  • Metodologi Ilmu Pengetahuan Alam ( Hadiat, I. N. Kertayasa )
  • The Teaching of Science: Studies in Primary Education ( Harlen, W. )
  • Science Teaching and The Development of Thinking ( Lawson, A.E. )
  • Pendidikan IPA di SD ( Nasoetion, N., A.A. K Budiastra, dkk. )
  • Pendidikan IPA di SD ( Nasution, N., dkk. )
  • National Science Education Standards ( National Research Council )
  • The Teaching of Thinking ( Nickerson, R.S., et.al. )

Gambar

Grafik 1.1 Hubungan panjang tongkat                    dan panjang bayang-bayang
Diagram berikut menunjukkan contoh saling ketergantungan antar organisme. Pada  siang hari organisme-organisme tersebut menghirup atau mengeluarkan (a) atau (b)  seperti yang ditunjuk  oleh tanda panah

Referensi

Dokumen terkait

(1) dalam praktiknya, sains tidak bisa dipisahkan dari metode ilmiah atau metode penyelidikan dan mengetahui sains tidak hanya sekedar mengetahui materi tentang sains tetapi juga

Penelitian tindakan sekolah (PTS) bertujuan untuk mencari pemecahan permasalahan nyata yang terjadi di sekolah, sekaligus mencari jawaban ilmiah bagaimana

jawaban atau pemecahan masalah. Sebagai metode mengajar, metode pemecahan masalah sangat baik bagi pembinaan sikap ilmiah pada siswa. Dengan metode ini, para siswa

percobaan/penyelidikan ilmiah tentang dampak kemajuan teknologi informasi terhadap pendidikan menengah di Indonesia dalam berbagai bidang secara lisan menggunakan kata-kata

Cover.... Modul pembelajaran Ruang Lingkup Biologi A. Ruang Lingkup Biologi... Ciri-ciri Biologi sebagai Ilmu Pengetahuan... Pemecahan Masalah Biologi Dengan Metoda Ilmiah...

Untuk dapat mengidentifikasi berbagai jenis ikan hiu dan ikan pari, diperlukan pengetahuan tentang pengenalan terhadap bagian-bagian tubuh yang penting

12 Modul Penulisan Karya Tulis Ilmiah Prodi Diploma tiga Keperawatan 2021 BAB IV PENULISAN KUTIPAN DAN DAFTAR REFERENSI Salah satu bagian penting dalam penulisan laporan

Proses asimilasi dan akomodasi sangat berperan penting dalam proses konstruksi jawaban pada pemecahan