• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

DAN PERUMAHAN RAKYAT

(2)

2

Kewenangan

Pusat

35%

Kewenangan

Daerah

65%

Kewenangan Pusat; 8% Kewenagan Daerah 92%

Pusat : 3,19 Juta Ha

(35%)

Daerah : 5,85 Juta Ha

(65%)

Presentase Panjang

Jalan

Berdasarkan

Kewenangan

Perumahan

Air Minum

Sanitasi

100%

KEWENANGAN

DAERAH

Sumber : Unit Organisasi Terkait

PRESENTASE LUASAN IRIGASI

BERDASARKAN KEWENANGAN

Jalan Nasional : 47.017 Km

(8%)

Jalan Daerah : 481.183 Km

(92%)

IRIGASI

JALAN

(3)

3

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

Air Minum

Sanitasi

Perumahan

Capaian Layak 2018

Target Layak RPJMN 2020 - 2024

100%

90%

70%

87,8%

74,6%

54,1%

GAP

12,2%

GAP

15,4%

GAP

15,9%

JALAN

CAPAIAN

TARGET 2024

Provinsi

68,95%

75%

Kabupaten/Kota

57,13%

65%

KLASIFIKASI KONDISI

PERSENTASE

Kondisi Baik

13,9%

Rusak Ringan

21,7%

Rusak Sedang

42,7%

Rusak Berat

21,7%

Sumber : RPJMN 2020 - 2024

Sumber : Data Teknis DAK Bidang Irigasi Sumber : Aplikasi SiPDJD

(4)

4

Alokasi 2016-2021 Rp.

167,8 T

55,296

29,139

27,710

24,440

11,433

19,792

104.50%

-47.30%

-4.90%

-11.80%

-53.22%

73.11%

-80%

-60%

-40%

-20%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

0

10,000

20,000

30,000

40,000

50,000

60,000

2016

2017

2018

2019

2020

2021

Pe

rtum

bu

ha

n

DA

K

(%

)

A

lo

k

a

s

i

DA

K

(Rp M

il

y

a

r)

Alokasi DAK

Pertumbuhan DAK (%)

(5)

5

Alokasi 2016-2021 Rp.

5,349 T

2,500

675

562

681

359

572

-73.00%

-16.74%

21.17%

-47.28%

59.33%

-80%

-60%

-40%

-20%

0%

20%

40%

60%

80%

0

500

1,000

1,500

2,000

2,500

3,000

2016

2017

2018

2019

2020

2021

Pe

rtum

bu

ha

n

DA

K

(%

)

A

lo

k

a

s

i

DA

K

(Rp M

il

y

a

r)

Alokasi DAK

Pertumbuhan DAK (%)

(6)

6

Alokasi Prog. Keu

(%) Prog. Fis (%) Alokasi Prog. Keu (%) Prog. Fis (%) Alokasi Prog. Keu (%) Prog. Fis (%) Alokasi Prog. Keu (%) Prog. Fis (%) Alokasi Prog. Keu (%) Prog. Fis (%) 1 Provinsi Kalimantan Selatan - - - - - - - - - - - - - - -2 Kab. Tanah Laut 6,208,582,000 97.94 100.00 - - - 12,198,718,000 96.47 100.00 2,640,000,000 99.55 99.55 2,523,685,000 99.31 99.31 3 Kab. Kotabaru 3,434,714,000 85.93 100.00 - - - 1,948,881,000 95.14 100.00 764,355,000 99.43 100.00 1,909,941,000 100.00 100.00 4 Kab. Banjar 6,905,237,000 75.64 94.08 - - - 3,619,928,000 83.97 100.00 9,090,799,000 100.00 100.00 2,614,871,000 98.80 100.00 5 Kab. Barito Kuala 5,075,385,000 85.55 98.72 33,482,614,000 100.00 100.00 11,872,890,000 99.72 100.00 6,975,670,000 99.57 99.57 3,482,744,000 99.13 100.00 6 Kab. Tapin 7,404,009,000 98.01 98.07 - - - 9,635,617,000 95.15 100.00 5,045,340,000 98.49 100.00 1,176,000,000 - -7 Kab. Hulu Sungai Selatan 7,634,885,000 95.82 100.00 - - - 10,714,739,000 98.10 99.53 6,234,950,000 100.00 100.00 3,307,500,000 98.72 100.00 8 Kab. Hulu Sungai Tengah 4,391,609,000 76.37 100.00 20,376,828,000 85.02 100.00 - - - 1,571,900,000 100.00 100.00 3,665,253,000 99.99 100.00 9 Kab. Hulu Sungai Utara 5,454,620,000 95.25 100.00 - - - 1,192,362,000 99.76 100.00 9,317,082,000 96.58 99.36 3,798,767,000 98.15 84.20 10 Kab. Tabalong - - - - - - 11,213,120,000 96.13 100.00 1,769,223,000 100.00 100.00 2,848,001,000 76.87 78.51 11 Kab. Tanah Bumbu 5,177,156,000 96.88 94.45 58,413,509,000 99.76 100.00 7,089,313,000 94.77 100.00 9,936,240,000 100.00 100.00 - - -12 Kab. Balangan 3,823,454,000 75.60 100.00 21,463,465,000 99.89 99.89 - - - 2,726,428,000 100.00 100.00 500,000,000 - -13 Kota Banjarmasin - - - 6,205,374,000 89.20 100.00 - - - - - - 1,310,333,000 99.56 100.00 14 Kota Banjarbaru 2,906,838,000 - - - - - 3,979,000,000 92.86 100.00 2,983,788,000 99.73 100.00 1,676,315,000 97.98 85.75 No Bidang Irigasi Pemerintah Daerah

Bidang Jalan Bidang Air Minum Bidang Sanitasi Bidang Perumahan dan Permukiman

(7)
(8)
(9)

Penyaluran Bertahap

TAHAP I

SALUR 25%

TAHAP II

SALUR dengan pertimbangan

% Kontrak

TAHAP III

SELISIH jumlah dana yang telah

disalurkan s.d Tahap II dengan NILAI

RENCANA PENYELESAIAN KEGIATAN

PENYALURAN

Paling cepat FEBRUARI

Paling lambat JULI

DOKUMEN PERSYARATAN

(Paling lambat 21 Juli)

1.

Perda APBD TA berjalan

2.

Laporan REALISASI PENYERAPAN

DANA dan CAPAIAN OUTPUT

kegiatan DAK Fisik sebelumnya

yang telah direviu APIP

3.

FOTO dengan titik koordinat yang

menunjukkan realisasi pelaksanaan

kegiatan

4. RENCANA KEGIATAN yang telah

disetujui oleh K/L teknis terkait

5.

DAFTAR KONTRAK KEGIATAN

Paling lambat OKTOBER

TIDAK

SALUR

SALUR SELISIH nilai

kontrak dengan nilai

salur Tahap I

SALUR

45%

KONTRAK

25%

<

KONTRAK

70%

<

KONTRAK

PENYALURAN

Paling cepat APRIL

1.

Laporan

REALISASI

PENYERAPAN

DANA yang menunjukkan paling sedikit

75% dari dana yang telah diterima di

RKUD dan CAPAIAN OUTPUT kegiatan

DAK Fisik Tahap I yang telah direviu APIP

2.

FOTO dengan titik titik koordinat yang

menunjukkan

realisasi

pelaksanaan

kegiatan

DOKUMEN PERSYARATAN

(Paling lambat 21 Oktober)

Paling lambat DESEMBER

PENYALURAN

Paling cepat SEPTEMBER

1.

Laporan

REALISASI

PENYERAPAN

DANA yang menunjukkan paling sedikit

90% dari dana yang telah diterima di

RKUD dan CAPAIAN OUTPUT kegiatan

DAK Fisik sampai dengan Tahap II yang

menunjukkan paling sedikit 70% yang

telah direviu APIP

2.

Laporan yang memuat nilai RENCANA

PENYELESAIAN

KEGIATAN

dalam

rangka penyelesaian capaian output

100%

3.

FOTO dengan titik titik koordinat

yang

menunjukkan

realisasi

pelaksanaan

kegiatan

DOKUMEN PERSYARATAN

(Paling lambat 15 Desember)

(10)
(11)

11

Sumber: Paparan Kementerian PPN/Bappenas

(12)

12

Sumber: Paparan Kementerian PPN/Bappenas

(13)

-13

Sumber: Paparan Kementerian PPN/Bappenas

(14)

14

Sumber: Paparan Kementerian PPN/Bappenas

(15)

15

Arah Kebijakan

(16)

16

Arah Kebijakan

(17)

17

Arah Kebijakan

(18)

18

Arah Kebijakan

Menu

(19)

19

Arah Kebijakan

(20)

20

NO

PEMDA

ALOKASI DAK

PAGU RK

RK KRISNA

URK e-Monitoring DAK 2021

(21)

21

NO

PEMDA

ALOKASI DAK

PAGU RK

RK KRISNA

URK e-Monitoring DAK 2021

(22)

22

NO

PEMDA

ALOKASI DAK

PAGU RK

RK KRISNA

URK e-Monitoring DAK 2021

(23)

23

NO

PEMDA

ALOKASI DAK

PAGU RK

RK KRISNA

URK e-Monitoring DAK 2021

(24)

24

NO

PEMDA

ALOKASI DAK

PAGU RK

RK KRISNA

URK e-Monitoring DAK 2021

(25)
(26)

26

(27)

27

PEMDA

Tidak

(28)
(29)

29

NO

BAB

PASAL

BAB I :

KETENTUAN

UMUM

BAB II :

PERENCANAAN

BAB III :

PEMROGRAMAN

BAGIAN KESATU : Bidang, Menu Kegiatan, dan Kriteria

Teknis DAK 2021

BAGIAN KEDUA: Tahapan Pemrograman

NO

BAB

PASAL

BAB IV :

PEMBINAAN

DAN

PENGAWASAN

PENGELOLAAN

DAK

BAGIAN KESATU: Peran dan Fungsi

BAGIAN KEDUA: Tata Kelola Koordinasi Pemerintah dan

Pemerintah Daerah

BAB V :

PEMANTAUAN,

EVALUASI, DAN

PELAPORAN

BAGIAN KESATU: Pemantauan dan Evaluasi

BAGIAN KEDUA: Pelaporan

BAB VI :

KETENTUAN

PENUTUP

(30)

30

NO

POIN

JUKOPS DAK 2020

JUKOPS DAK 2021

DAK Fisik 2021

DAK Fisik 2021

APBD atau sumber

pendanaan lain

(tidak boleh untuk

petugas e-Monitoring)

minggu pertama bulan Januari

minggu pertama bulan Desember

tahun berkenaan

pencapaian hasil jangka

pendek (immediate outcome), capaian hasil

jangka Panjang, impact dan keberlanjutan

(31)
(32)

32

DAK 2021

PERENCANAAN

DAK 2022

1. Membentuk pokja pengadaan dan percepatan

pelangan;

2. Pembuatan SK Penerima Bantuan untuk DAK

Bidang Perumahan dan Permukiman;

3. Melakukan perekrutan Tenaga Fasilitator

Lapangan (TFL) untuk kegiatan swakelola;

4. Menyiapkan persyaratan penyaluran serta input

data didalam OMSPAN;

5. Input URK ke dalam aplikasi e-Monitoring DAK;

6. Membentuk tim koordinasi daerah;

7. Memahami dasar hukum DAK Fisik TA. 2021

(Perpres 123/2020 dan Jukop Pengelolaan DAK

Infrastruktur PUPR); dan

8. Menerapkan protokoler pencegahan Covid-19

dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi (Sesuai

Inmen PUPR No. 02/2020).

1. Menyusun Rencana Strategis DAK (Renstra DAK);

2. Menyusun usulan DAK dengan memperhatikan

arah kebijakan,prioritas nasional dan daerah,

lokasi prioritas, dan kebutuhan;

3. Perkuat koordinasi internal pemerintah daerah

Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam perencanaan,

pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring;

4. Berkoordinasi baik teknis maupun administrasi

dengan Balai/Satker Kementerian PUPR;

5. Input usulan pada aplikasi KRISNA;

6. Melakukan pelaporan penyelesaian kegiatan DAK

TA. 2020 pada e-Monitoring DAK; dan

7. Melakukan update data teknis Bidang Irigasi

melalui aplikasi e-Paksi dan Bidang Jalan melalui

aplikasi SiPDJD.

(33)
(34)

34

DESA RAMPA

KEC. PULAU LAUT UTARA

2,87 Ha

JUMLAH PENDUDUK (KK)

150 KK

KATEGORI KUMUH SEDANG TINGKAT KEKUMUHAN

34,3%

Kab. Kotabaru

Uprating

IPA

770

SR

Tangki

Septik

Komunal

30

UNIT

Konsolida-si Rumah

150

UNIT

Jalan Lingkugan

367,1

METER

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Data Primer, yakni novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yang menceritakan tentang persahabatan tiga orang anak yaitu Ikal (Andrea Hirata), Arai, dan Jimbron. Mereka

Secara keseluruhan, hasil penggunaan mesin pemecah biji kedelai dengan kulit arinya ini membuat produksi tempe pada mitra lebih efisien dari segi waktu produksi dan beban

Penyedia Jasa tidak diperkenankan untuk menawarkan kapal yang masih dalam keadaan disewa oleh perusahaan manapun pada saat atau setelah periode Laycan yang telah ditetapkan atau dalam

Hasil pengamatan terhadap salinitas air tambak berada pada kisaran 19—40 ppt, kisaran ini masih layak untuk budi daya udang windu di mana udang merupakan organisme euryha- line

A.16.5 Melakukan tugasnya di wilayah hukum Pengadilan Agama Banggai. A.16.6 Melaksanakan tugas–tugas lain yang diberikan oleh pimpinan pengadilan dan atasan langsungnya.

Gambar 1. Hirarki Pemilihan Internet service provider terbaik di Pangkalpinang.. Dari gambar 1 di atas dilihat bahwa terdapat enam elemen kriteria di level 1 dan dua

Dalam penelitian ini hasil penggunaan algoritma least connection untuk load balancing lebih memberikan performa yang baik dibandingankan algoritma round robin

Tulisan ini menyimpulkan bahwa Implementasi nilai TQM dalam pengelolaan wakaf di Dompet Dhuafa dapat dikatakan relatif maju karena perhatian lembaga ini kepada pelanggan,