• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 4 Hasil dan Pembahasan"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Bab 4

Hasil dan Pembahasan

Dalam bab ini akan dibahas mengenai beberapa hal yang menyangkut tentang implementasi dari perancangan yang ada dalam bab 3 meliputi implementasi pengaturan fitur piranti jaringan dalam implementasi sistem warnet berdasarkan volume based dan time based access, serta sebuah web dan database lokal.

4.1 Implementasi Sistem

Dalam implementasi sistem ini akan dibuat sebuah sistem yang telah dirancang pada Bab 3 meliputi sistem yang akan dikelola oleh

administrator, operator, member dan guest.

4.1.1 Administrator

Pada Bab 3 telah dirancang sebuah activity diagram,

administrator warnet dapat melakukan pengelolaan mikrotik dan web

lokal warnet. a. Mikrotik

Pada proses ini seorang administrator melakukan konfigurasi jaringan warnet yang akan digunakan. Dalam konfigurasi sistem yang dibangun ini menggunakan fitur captive portal/ hotspot gateway yang disediakan oleh mikrotik. Administrator

menggunakan aplikasi winbox untuk mengkonfigurasi mikrotik. Berikut gambaran umum dalam konfigurasi mikrotik:

(2)

Gambar 4.1 Konfigurasi Interface

Gambar 4.1 adalah konfigurasi dasar pengalamatan interface yaitu interface jaringan lokal dan ke modem sesuai Tabel 3.1.

Gambar 4.2 Konfigurasi Routing

Gambar 4.2 adalah merupakan konfigurasi routing sederhana untuk jaringan lokal nantinya dapat berkomunikasi dengan jaringan

internet.

Gambar 4.3 Hotspot Setup 1

Gambar 4.3 dapat dijelaskan bahwa fitur hotspot akan dijalankan pada jaringan lokal diwarnet disesuaikan pada topologi pada Gambar 3.15.

(3)

Gambar 4.4 Hotspot Setup 2

Gambar 4.4 adalah alamat jaringan interface lokal mikrotik yang digunakan sebagai alamat hotspot gateway agar pengguna dapat berkomunikasi dengan jaringan internet Tabel 3.1.

Gambar 4.5 Hotspot Setup 3

Gambar 4.5 adalah range alamat ip yang diberikan pada komputer user yang akan menggunakan akses internet sesuai dengan alamat jaringan pada Tabel 3.1.

Gambar 4.6 Hotspot Setup 4

Gambar 4.6 adalah import certificate SSL dimana pada pembuatan sistem ini tidak menggunakan fitur SSL certificate.

(4)

Gambar 4.7 Hotspot Setup 5

Gambar 4.7 adalah pemberian SMTP server yang digunakan dalam jaringan lokal. Tetapi dalam pembuatan sistem ini tidak menggunakan SMTP server.

Gambar 4.8 Hotspot Setup 6

Gambar 4.8 adalah pengaturan DNS server yang digunakan user untuk mengakses internet. Pada pembuatan sistem akan dibangun sebuah DNS server lokal memanfaatkan fitur yang diberikan mikrotik.

(5)

Gambar 4.9 adalah pemberian nama DNS lokal yang telah dibuat. Namun, dalam pembuatan sistem ini tidak diberi nama karena DNS server yang digunakan tidak hanya DNS server lokal tetapi menggunakan server DNS milik google Gambar 4.8.

Gambar 4.10 Hotspot Setup 8

Gambar 4.10 adalah account user untuk menggunakan akses

internet melalui hotspot gateway.

Gambar 4.11 Hotspot Setup 9

Gambar 4.11 adalah sebuah profile server hotspot yang telah terbuat dari beberapa langkah pada Gambar 4.1 sampai dengan 4.11.

(6)

Gambar 4.12 Hotspot Setup 10

Gambar 4.12 adalah konfigurasi dari server hotspot dimana login yang digunakan tiap user menggunakan protokol HTTP CHAP.

Gambar 4.13 Service List

Gambar 4.13 adalah pengaturan beberapa service yang aktif dalam mikrotik dan service API dijalankan dalam mikrotik karena digunakan untuk menghubungkan data yang ada dalam mikrotik dengan web dan database lokal warnet.

(7)

b. Pengaturan Account

Gambar 4.14 Account Administrator

Gambar 4.14 merupakan pengaturan group account untuk mengakses mikrotik, administrator warnet diberikan akses penuh untuk mikrotik.

Gambar 4.15 Account Operator dan Member

Gambar 4.15 merupakan pengaturan group account untuk mengakses mikrotik, operator dan member warnet diberikan akses

(8)

write, operator dan member dapat menggunakannya untuk

melakukan konfigurasi account member dalam mikrotik menggunakan web lokal.

c. Backup Konfigurasi

Dalam sebuah konfigurasi jaringan diperlukan sebuah backup konfigurasi untuk mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan dan mengurangi resiko pengaturan ulang yang cukup memakan waktu.

Gambar 4.16 Backup Konfigurasi Mikrotik

Gambar 4.16 adalah beberapa file backup konfigurasi mikrotik.

File backup ini dapat dipindah ke PC dan dapat direstore

sewaktu-waktu apabila mikrotik mengalami masalah tanpa harus konfigurasi ulang mikrotik.

d. Manajemen Warnet Berbasis Web

Administrator warnet berhak memanajemen warnetnya berbasis web yang berfungsi sebagai alat bantu dalam sistem volume based

dan time based access yang menggunakan fitur yang disediakan perangkat jaringan yaitu mikrotik hotspot gateway.

(9)

Gambar 4.17 Login Administrator

Sesuai dalam tahap perancangan bab 3 Gambar 3.12, Gambar 4.17 adalah login untuk mengakses halaman administrator,

username dan password terdapat dalam Tabel 3.3. Apabila username dan password tidak sesuai dengan isi dalam Tabel 3.3

maka halaman administrator tidak tertampil.

Gambar 4.18 Halaman Administrator

Gambar 4.18 merupakan halaman awal milik administrator dalam web lokal warnet seperti flowchart pada Gambar 3.12 data

session member yang ada dalam mikrotik untuk dimasukkan dalam database lokal warnet. Melihat dan menghapus data user yang telah

menggunakan akses internet. Melihat dan menghapus data session yang telah tersimpan dalam database. Melihat dan menghapus kritik dan saran yang diberikan user pada warnet. Melihat dan menghapus laporan harian yang diberikan operator tiap hari. Melihat data

(10)

member yang terdaftar memiliki account dalam warnet. Melihat dan

mengatur data member yang melakukan topup account lewat transfer rekening. Melihat data keseluruhan member yang telah melakukan topup account. Melihat data history topup account tiap

member.

4.1.2 Operator

Pada Bab 3 telah dirancang sebuah flowchart dimana operator warnet melakukan pengelolaan data member dan warnet melalui sebuah

web lokal warnet seperti pada Gambar 3.13.

Berdasarkan flowchart pada Gambar 3.13, seorang operator akan melakukan proses antara lain: melihat data session tiap member, manajemen account member pendaftaran baik volume based dan time

based, topup account member transaksi tunai, dan pelaporan kondisi

harian warnet menggunakan web lokal.

a. Manajemen Warnet Web Lokal

Seorang operator warnet melakukan tugas memanajemen warnet berbasis web dimana website ini berfungsi sebagai media perantara antara data dalam mikrotik dengan database lokal warnet yang dibuat pada Tabel 3.2.

(11)

Gambar 4.19 adalah login untuk mengakses halaman operator,

username dan password adalah data yang terdapat dalam Tabel 3.6.

Apabila username dan password tidak sesuai dengan isi dalam Tabel 3.6 maka halaman manajemen untuk operator tidak tertampil.

Gambar 4.20 Halaman Operator

Gambar 4.20 merupakan halaman operator dalam pengelolaan warnet meliputi melihat dan merubah data member, pendaftaran

member volume based/ time based access, melihat data username

yang telah terpakai, pelaporan harian operator tentang kondisi warnet apabila ada masalah.

4.1.3 User

Ada dua tipe user pengguna dalam warnet yaitu member dan

guest.

(12)

Pada Gambar 4.21 merupakan halaman web lokal warnet pada sisi user. Berdasarkan flowchart pada Gambar 3.11 yaitu user ada dua yaitu member dan guest dimana seorang member dapat melihat status penggunaan berdasarkan account yang dimiliki, mengajukan proses topup account dengan pembayaran transfer rekening dan mengubah password account serta memberikan kritik dan saran pada warnet Gambar 3.4. Sedangkan guest hanya diberikan hak untuk memberikan kritik dan saran dalam sistem warnet.

4.2 Pengujian Sistem

Pada tahap pengujian sistem kali ini akan dibahas mengenai bagaimana sistem berjalan dengan sebuah kasus dimana ada seorang user yang mendaftar menjadi member dengan memilih volume atau timed based yang telah disediakan oleh warnet. Dalam penerapan volume maupun time based

access maka seorang member yang memilih volume based diberi quota

sebesar 1 GB dan member berdasarkan time based diberi waktu akses

internet hanya 30 menit.

(13)

hotspot gateway mikrotik. Apabila user yang menginginkan akses internet harus memiliki account untuk menggunakan akses internet

dalam warnet. User yang belum terdaftar menjadi member diberikan kesempatan untuk mendaftar terlebih dahulu baik volume based maupun time based melalui pengajuan pendaftaran account pada operator untuk mendaftar.

Gambar 4.23 Operator Login

Gambar 4.23 adalah halaman login untuk operator dalam memanajemen warnet dengan database lokal warnet yang ada. Setelah user melakukan pendaftaran pada operator maka yang dilakukan seorang operator adalah memasukkan data tersebut kedalam mikrotik menggunakan web lokal warnet.

Gambar 4.24 Pendaftaran Member Volume Based

Pada Gambar 4.24 adalah form pendaftaran member volume

based yang dilakukan oleh operator. Data berupa nama lengkap,

(14)

pembayaran akan masuk dalam database pada tabel pendaftaran. Data username, password dan paket akan masuk juga kedalam mikrotik yaitu pada hotspot user, kode program dapat dilihat pada Lampiran Kode Program 3. Kode program 3 tersebut berjalan menggunakan service API milik mikrotik supaya data yang dimasukkan dalam web akan masuk dalam database dan mikrotik dalam pemanfaatan hotspot gateway mikrotik.

Gambar 4.25 Member Volume Based Mikrotik

Pada Gambar 4.25 adalah pengaturan mikrotik hotspot user yang diberikan batasan volume based sebesar 1 GB hasil dari pendaftaran Pada Gambar 4.24, mikrotik mengenal dalam bentuk Byte maka 1 GB = 1073741824 Byte.

(15)

Gambar 4.26 Pendaftaran Member Time Based

Pada Gambar 4.26 adalah form pendaftaran member time based yang dilakukan oleh operator. Data berupa nama lengkap, alamat,

username, password, pilihan paket time based, dan pembayaran

akan masuk dalam database pada tabel pendaftaran. Data username,

password dan paket akan masuk juga kedalam mikrotik yaitu pada

hotspot user, kode program dapat dilihat pada Lampiran Kode Program 2. Kode program 3 tersebut berjalan menggunakan service API milik mikrotik supaya data yang dimasukkan dalam web akan masuk dalam database dan mikrotik dalam pemanfaatan hotspot

gateway mikrotik.

(16)

Pada Gambar 4.27 adalah pengaturan mikrotik hotspot user yang diberikan batasan time based sebesar 14 hari hasil dari pendaftaran Pada Gambar 4.26, mikrotik akan memberikan batasan time based 14 hari waktu member login dalam menggunakan internet.

Gambar 4.28 Internet Login 1

Gambar 4.28 adalah tampilan login untuk mengakses internet.

User yang datanya sudah dimasukkan dalam user hotspot gateway

mikrotik dapat melakukan koneksi internet sesuai batasan berdasarkan time based atau volume based yang telah dipilih.

(17)

Gambar 4.30 Status Time Based

Pada Gambar 4.29 dan 4.30 adalah status dari member baik

volume based dan time based yang telah melakukan login. Waktu

koneksi yang telah didaftarkan operator pada Gambar 4.24 dan Gambar 4.26 adalah selama 14 hari untuk time based dan 1 GB untuk volume based apabila waktu telah habis maka koneksi internet akan terputus secara otomatis.

Gambar 4.31 Status Time Based Limit

Pada Gambar 4.31 adalah apabila member yang memiliki time

based account sudah mencapai batas kuota maka pada saat login

menggunakan internet akan muncul pesan tersebut.

(18)

Pada Gambar 4.32 adalah apabila member yang memiliki volume

based account sudah mencapai batas kuota maka pada saat login

menggunakan internet akan muncul pesan tersebut.

Member dapat melakukan proses apabila kuota account limit telah sampai pada batasannya, member dapat melakukan proses

topup account dengan pembayaran manual datang ke warnet atau

transaksi antar rekening, dapat merubah password serta melihat status penggunaan berdasarkan diagram level 2 Gambar 3.5 dan 3.7.

Gambar 4.33 Ubah Password dan Topup Member Manual

Berdasarkan Gambar 4.33 adalah halaman milik operator yang mempunyai fungsi dalam mengatur data member dan guest berupa data session, topup account member, ubah password member seperti diagram level 2 Gambar 3.5 dan Gambar 3.7, data ubah password dan topup akan dilakukan melalui web dengan koneksi kedalam

database lokal dengan data yang sama di mikrotik seperti Gambar

3.16 menggunakan service API mikrotik dan menggunakan Kode Program 4 pada lampiran berupa data session yang terdapat dalam mikrotik yang diambil, dapat digunakan untuk melihat besar data atau waktu yang telah digunakan saat mengakses internet, yang dimasukkan kedalam database pada tabel datauser.

(19)

Gambar 4.34 Ubah Password dan Topup Member Transfer

Berdasarkan Gambar 4.34 adalah halaman milik member yang mempunyai fungsi dalam mengatur data member account miliknya berupa data session, topup account member, ubah password member seperti diagram level 2 Gambar 3.5 dan Gambar 3.7, data ubah password dan meminta proses topup akan dilakukan melalui web dengan koneksi kedalam database lokal dengan data yang sama di mikrotik seperti Gambar 3.16 dengan Kode Program 6 pada Lampiran yang dilakukan oleh member tersebut. Data berupa no rekening transfer untuk topup account akan dimasukkan kedalam

database lokal terlebih dahulu Gambar 3.10, untuk selanjutnya administrator atau operator akan melakukan proses topup pada account member tersebut apabila transfer antar rekening sudah

berhasil.

(20)

Pada Gambar 4.35 adalah tampilan halaman member maupun

guest yang diberikan untuk warnet dan dimasukkan dalam database

lokal warnet sesuai dengan diagram level 2 Gambar 3.8 dan

flowchart 3.11 Kode Program 6 pada Lampiran.

Gambar 4.36 Laporan Harian Operator

Pada Gambar 4.36 adalah laporan harian yang diberikan operator tiap harinya untuk dimasukkan dalam database lokal warnet dan akan diolah oleh administrator seperti diagram level 2 Gambar 3.9 dan flowchart 3.13 dengan Kode Program 8 pada Lampiran.

4.3 Analisis Sistem

Ada beberapa langkah analisis sistem yang dilakukan dalam perancangan dan penerapan warnet berdasarkan volume based dan time

based access.

4.3.1 Analisis Volume Based dan Time Based Access

(21)

hotspot gateway mikrotik sebagai media authentication, authorization, dan accounting dalam menentukan volume maupun time based pada Gambar

4.37. Data user yang ada dalam user hotspot menggunakan metode autentikasi HTTP CHAP sehingga saat user membuka web browser dan melakukan koneksi dengan internet akan dimasukkan dalam sebuah login

page hotspot milik mikrotik sebagai media authentication. Saat user telah

melakukan login menggunakan akunnya dan proses authorization dapat melakukan koneksi akan mengurangi dari volume atau time miliknya yang merupakan tahap accounting. User dapat melihat status penggunaan yang telah terpakai baik itu volume maupun time yang telah terpakai melalui web

server lokal warnet ditunjukkan pada sesuai rancangan Gambar 3.16 yang

data session yang telah sesuai dengan yang ada pada user pada hotspot

gateway mikrotik menggunakan API mikrotik dengan Kode Program 4

pada Lampiran.

Gambar 4.37 Skema User Time Based/ Volume Based

Web server lokal warnet berfungsi sebagai interface yang terhubung

dengan database lokal warnet berisi tentang data-data user dalam mikrotik

(22)

based access yang diambil dari mikrotik menggunakan API service

mikrotik yang diaktifkan dalam mikrotik seperti pada Gambar 4.13 dan dalam web server terdapat satu class program web untuk dapat berhubungan dengan mikrotik.

4.3.2 Klasifikasi sistem:

Dalam penelitian tentang perancangan dan penerapan warnet berdasarkan volume based dan time based access menggunakan tipe deterministik sistem dimana operasi input dan output yang terjadi didalamnya dapat ditentukan/diketahui dengan pasti. Dalam hal ini sistem warnet didasarkan pada masukan user yaitu berupa data user dan pilihan user dalam memilih time atau volume based access dan fitur piranti jaringan sendiri melakukan tugasnya sesuai dengan masukan dari pengguna sistem itu sendiri yaitu metode autentikasi autorisasi dan

accounting pada setiap data member yang telah terdaftar dalam user hotspot gateway mikrotik.

4.3.3 Metode Sistem:

Dalam penelitian tentang perancangan dan penerapan warnet berdasarkan volume based dan time based access menggunakan metode sistem blackbox approach, sistem yang input dan output dapat didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui atau terdefinisi. Metode ini hanya dimengerti pihak dalam (administrator atau pemilik warnet) sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan dan hasilnya. Dalam hal ini user melakukan pendaftaran, memilih jenis paket, melakukan

topup account, history topup account, menggunakan internet

(23)

administrator maupun operator yang menjadi pengelola sistem yang ada

dan dibahas pada subbab 4.2.

4.3.4 Perbandingan Sistem:

Dalam penelitian tentang perancangan dan penerapan warnet berdasarkan volume based dan time based access dilakukan perbandingan antara sistem lama dan yang baru.

Tabel 4.1 Perbandingan Sistem Lama-Baru

No Sistem Warnet Lama Sistem Warnet Baru

1 Tipe koneksi Client-Server Tipe koneksi Client-Server 2 Berbasis desktop application Berbasis web

3 Instalasi Client dan Server Instalasi Server

4

Tidak ada batasan volume dan

time based access

Terdapat batasan volume dan

time based access

5

Tidak terdapat backup database user

Terdapat database backup

khusus user

6

Tidak dapat berpindah

operating system disisi client

Dapat berpindah operating system disisi client

7

Pencatatan berdasarkan waktu komputer login

Pencatatan berdasarkan saat

user login untuk menggunakan

akses internet.

8 Pencatatan pada PC billing

Pencatatan pada piranti jaringan dan database lokal warnet

Tabel 4.1 merupakan perbandingan antara sistem warnet yang telah ada dengan sistem akses internet yang dibuat pada warnet berdasarkan volume based dan time based access. Ada beberapa kekurangan dari sistem baru yang telah dirancang pada penelitian kali

(24)

ini. Kekurangan sistem yang baru tersebut adalah baik operator maupun

administrator memerlukan waktu untuk menyesuaikan dengan sistem

yang baru karena berbeda dari sisi aplikasi dalam menjalankan sistem yang baru.

Gambar

Gambar 4.1 Konfigurasi Interface
Gambar 4.4 Hotspot Setup 2
Gambar 4.7 Hotspot Setup 5
Gambar  4.9  adalah  pemberian  nama  DNS  lokal  yang  telah  dibuat.  Namun,  dalam  pembuatan  sistem  ini  tidak  diberi  nama  karena  DNS  server  yang  digunakan  tidak  hanya  DNS  server  lokal  tetapi menggunakan server DNS milik google Gambar 4.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah : jumlah byte yang akan dibaca dari file, dapat merupakan suatu variabel dengan tipe word. Jumlah harus sama dengan besar buffer yang diberikan dan tidak boleh lebih dari

Garis  Kuliah [TM:2x = (2x50”)] Tugas : Penyajian data kualitatif secara grafik [BT+BM:(2+ 2) = (4x60”) Discovery learning, Lecture,Self- Directed Learning (SDL),

Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan teknik reading quiz dipilih untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran terhadap

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Prussia et al., (1998) yang telah membuktikan bahwa efikasi diri secara full mediates pengaruh kepemimpinan diri

Penelitian yang dilakukan oleh Zaman (2009) tentang pemanfaatan tumbuhan obat di Kabupaten Pamekasan Madura yang berkaitan dengan masalah reproduksi masyarakat

Fax gateway merupakan infrastruktur komunikasi yang akan menjembatani NoteBOX dengan jaringan GSM sehingga memungkinkan pengiriman pesan faksimili dari.. NoteBOX ke remote

Sementara alel ganda adalah beberapa alel lebih dari satu gen yang menempati lokus sama pada kromosom homolognya, sekalipun tidak ada satu pun makhluk diploid yang mempunyai

Untuk mencapai gubahan geometri yang kompleks tentunya perlu mempergunakan alat bantu, dalam hal ini CAD, yang dapat membantu arsitek untuk “melahirkan”,