• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISSN : e-proceeding of Management : Vol.4, No.1 April 2017 Page 542

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ISSN : e-proceeding of Management : Vol.4, No.1 April 2017 Page 542"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(Studi pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Barang dan Konsumsi yang Terdaftar

di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015)

THE INFLUENCE OF PROFITABILITY, LEVERAGE, AND FIRM SIZE TOWARD

FIRM VALUE

(Study of Manufacture Companies Goods and Foods Sub Sector Listed in Indonesia Stock

Exchange 2012-2015)

Aniela Nurminda1, Deannes Isynuwardhana, S.E., M.M.2, Annisa Nurbaiti, S.E., M.Si.3

1,3Prodi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom

1

[email protected], [email protected],

3[email protected]

Abstrak

Laporan keuangan merupakan suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu perusahaan. Beberapa informasi yang terdapat dalam laporan keuangan antara lain informasi mengenai laba, hutang, aset dan modal. Informasi mengenai laporan keuangan didapat dari pasar modal yang berada di Indonesia biasa disebut Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada tiga sektor perusahaan yang terdaftar di BEI yaitu sektor utama, sektor manufaktur, dan sektor jasa.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Equity (ROE), Leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan Ukuran Perusahaan yang diproksikan dengan Logaritma Natural Aset terhadap Nilai Perusahaan dengan proksi Price to Book Value (PBV), secara simultan dan parsial.

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2012-2015. Teknik pemilihan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dan diperoleh 20 perusahaan sub sektor barang dan konsumsi dengan periode penelitian selama empat tahun sehingga didapat 80 unit sampel dalam penelitian ini. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan software Eviews versi 8.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profitabilitas (ROE), Leverage (DER), dan Ukuran Perusahaan (Ln.Aset) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan (PBV). Sedangkan secara parsial, ROE berpengaruh positif signifikan terhadap PBV, DER, dan Ln.Aset tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV).

Berdasarkan hasil penelitian ini variabel Profitabilitas (ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, yang berarti kenaikan nilai ROE pada perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi cenderung dapat meningkatkan pula nilai perusahaannya. Meningkatnya nilai ROE ini memberikan dampak yang positif untuk menjadikan nilai perusahaan semakin baik.

Kata Kunci : Profitabilitas (ROE), Leverage (DER), Ukuran Perusahaan (Ln.Aset), Nilai Perusahaaan

(PBV)

Abstract

Financial report is a structured of the presentation of the financial position and financial performance of a company. Some of the information contained in the financial statements are included profit, liabilities, assets, and capital. Information on the financial statements derived from the capital markets in Indonesia are usually called the Indonesia Stock Exchange (BEI). There are three sector companies listed on the Stock Exchange are the primary sector, the manufacturing sector and the service sector.

This study aimed to analyze the effect of Profitability proxied by Return On Equity (ROE), Leverage proxied by Debt to Equity Ratio (DER), and Firm size proxied by Logarithm Natural Assets toward Firm Value proxied by Price to Book Value (PBV), simultaneously and partially.

Population in this study are manufacture companies goods and foods sub sector listed in Indonesia Stock Exchange 2012-2015. Sampling technique that used in this study is purposive sampling and obtained 20 companies goods and foods sub sector with four years study period and give 80 sample unit. Data analysis method in this study is panel data regression using software Eviews version 8.

The results showed that Profitability (ROE), Leverage (DER), and Firm Size (Ln.Assets) simultaneously has significant effect to Firm Value (PBV). While partially, ROE has positive significant effect to PBV, DER, and Ln.Assets has no significant effect to firm value (PBV).

Based on this result, Profitability (ROE) has positive significant effect to firm value, which means increase of ROE in manufacture companies goods and foods sub sector tend to improve firm value. The increasing value of ROE is a positive impact to make the firm value are getting better.

(2)

Keywords : Profitability (ROE), Leverage (DER), Firm Size (Ln Asset), Firm Value (PBV)

1. Pendahuluan

Laporan keuangan merupakan suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu perusahaan. Para pengguna laporan keuangan adalah pihak-pihak yang berkepentingan terhadap isi laporan keuangan yang merupakan para stakeholder, manajemen, investor, masyarakat, pelanggan, pemasok dan lain sebagainya. Investor berkepentingan terhadap informasi yang terkait dengan nilai perusahaan. Keputusan yang diambil menyangkut apakah investasi dilanjutkan atau tidak, berapa besarnya dividen, dan lain-lain.

Nilai perusahaan dijadikan fokus utama dalam pengambilan keputusan oleh investor untuk berinvestasi pada suatu perusahaan atau tidak. Untuk dapat menarik minat investor, perusahaan mengharapkan manajer keuangan akan melakukan tindakan terbaik bagi perusahaan dengan memaksimalkan nilai perusahaan sehingga kemakmuran (kesejahteraan) pemegang saham dapat tercapai. Nilai perusahaan tidak hanya mencerminkan bagaimana nilai intrinsik pada saat ini tetapi juga mencerminkan prospek dan harapan akan kemampuan

perusahaan tersebut dalam meningkatkan nilai kekayaannya di masa depan (Silaban, 2013)[16].

Dalam penelitian ini, indikator nilai perusahaan yang digunakan yaitu Price to Book Value (PBV) yang merupakan perbandingan harga pasar dari suatu saham dengan nilai bukunya. Berdasarkan rasio PBV, dapat dilihat bahwa nilai perusahaan yang baik ketika nilai PBV di atas satu (overvalued) yaitu nilai pasar lebih besar daripada nilai buku perusahaan. Semakin tinggi PBV berarti perusahaan semakin berhasil menciptakan nilai atau kemakmuran bagi pemegang saham. Sebaliknya, apabila PBV di bawah satu (undervalued) mencerminkan nilai perusahaan tidak baik.

Menurut Analisa (2011)[1], faktor eksternal yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan beberapa diantaranya berupa harga saham, tingkat bunga, fluktuasi nilai valas, dan keadaan pasar modal. Sedangkan faktor internal yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan beberapa diantaranya berupa pembayaran pajak, ukuran perusahaan, pertumbuhan, keunikan, risiko keuangan, profitabilitas, pembayaran dividen dan non debt tax shield. Dalam penelitian ini, peneliti lebih memfokuskan kepada faktor internal yang mempengaruhi nilai perusahaan, yaitu profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan.

Dalam penelitian ini, rasio profitabilitas diukur dengan Return On Equity (ROE). ROE digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak berdasarkan modal sendiri

(Sutrisno, 2009:267)[17]. Leverage dalam penelitian ini diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), dengan

alasan bahwa DER dapat menunjukkan tingkat risiko suatu perusahaan, yang menggambarkan risiko struktur modal, dimana semakin tinggi rasio DER perusahaan maka semakin tinggi risikonya karena pendanaan dari unsur hutang lebih besar daripada modal sendiri (equity). Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara, antara lain: total aset, log size, nilai pasar saham, dan lain-lain. Penentuan ukuran perusahaan dalam penelitian ini didasarkan kepada total aset perusahaan, karena menurut Herawaty

(2005)[18] total aset dianggap lebih stabil dan lebih dapat mencerminkan ukuran perusahaan. Tujuan dalam

penelitian ini yaitu untuk mengetahui Profitabilitas (ROE) Leverage (DER), Ukuran Perusahaan (Ln.Aset), dan nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi periode 2012-2015.

Kondisi industri manufaktur khususnya sub sektor barang dan konsumsi sedang mengalami kenaikan yang pesat. Peningkatan yang terjadi pada industri manufaktur bisa dikatakan ditopang oleh sektor barang dan konsumsi meskipun kondisi perekonomian masih diwarnai ketidakpastian. Berbagai faktor negatif seperti kenaikan harga gas, tarif dasar listrik, dll tetap tidak mengganggu sektor ini. Meskipun memiliki faktor negatif, sektor barang dan konsumsi tidak akan merasakan dampak yang besar karena merupakan emiten yang bersifat konsumtif dan disukai orang sehingga cukup divensif.

2. Dasar Teori 2.1. Nilai Perusahaan

Pada umumnya tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya, karena dengan laba yang besar diharapkan mampu memakmurkan para pemegang saham dan menarik minat

investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Menurut Brigham & Daves[2] dalam Pakpahan

(2010:211)[11] nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang

tercermin pada harga saham. Semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin besar kemakmuran yang diterima

oleh pemilik saham (Yurist, 2014)[15]. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan PBV sebagai proksi untuk

menganalisis nilai perusahaan. Rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan (PBV) menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan menciptakan nilai relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan.

PBV = Market Price per Value

(3)

2.2 Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan

dari penggunaan modalnya (Fahmi, 2011:135)[4]. Sedangkan menurut Harahap (2010:305)[5] profitabilitas adalah

kemampuan perusahaan menghasilkan laba dalam hubungannya dengan penjualan (gross profit margin), total aset (return on investment/return on assets) maupun modal sendiri (return on equity). Inti dari penggunaan rasio ini adalah untuk menunjukkan efisiensi perusahaan.

Dalam penelitian ini, peneliti memilih Return On Equity (ROE) sebagai proksi dari rasio profitabilitas. ROE disebut juga dengan laba atas ekuitas. Rasio ini mengkaji sejauh mana perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas/modal sendiri.

Return On Equity (ROE) =Net Income X 100% Equity

2.3 Leverage

Menurut Fahmi (2011:62)[4] rasio leverage adalah untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai

dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahaan karena perusahaan akan masuk dalam kategori extreme leverage (utang ekstrem) yaitu perusahaan terjebak dalam tingkat utang yang

sangat tinggi dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut. Menurut Maryam (2014)[9], leverage adalah

penggunaan sejumlah aset atau dana oleh perusahaan dimana dalam penggunaan aset atau dana tersebut, perusahaan harus mengeluarkan biaya tetap. Meskipun masih banyak perdebatan diantara ahli tentang kelayakan perbandingan dari penggunaan rasio leverage ini. Dari beberapa rasio yang ada, peneliti memilih menggunakan

Debt to Equity Ratio (DER) dalam penelitian ini. DER mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi

seluruh kewajibannya yang ditunjukkan oleh beberapa bagian modal sendiri yang digunakan untuk membayar

hutang (Weston dan Copeland, 2010) [20].

Debt to Equity Ratio = Total Liabilities X 100% Total Stakeholder’s Equity

DER yang semakin besar menunjukkan bahwa struktur modal yang berasal dari utang semakin besar yang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada.

2.4 Ukuran Perusahaan

. Ukuran perusahaan adalah salah satu variabel yang dipertimbangkan dalam menentukan nilai suatu perusahaan. Perusahaan sendiri dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu perusahaan berskala kecil dan perusahaan berskala besar. Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecil perusahaan menurut berbagai cara, antara lain total aktiva, log size, penjualan, dan nilai pasar saham. Penentuan ukuran perusahaan dalam penelitian ini didasarkan kepada total aset perusahaan, karena total aset dianggap lebih stabil dan lebih dapat mencerminkan ukuran perusahaan.

Ukuran Perusahaan (UP) = Ln Total Aset

Menurut Putra (2013)[13], perusahaan besar dapat dengan mudah mengakses ke pasar modal. Kemudahan

untuk mengakses ke pasar modal berarti perusahaan memiliki fleksibilitas dan kemampuannya untuk memunculkan dana yang lebih besar.

2.5 Kerangka Pemikiran

2.5.1 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Semakin tinggi profitabilitas maka akan semakin baik, artinya perusahaan mempunyai kinerja yang bagus dalam menghasilkan laba bersih baik dari hasil penjualan (ROA) maupun modal sendiri (ROE). Untuk menarik minat investor dalam berinvestasi, pihak manajemen akan berusaha untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Dengan meningkatnya laba, maka akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan harga saham di pasar modal, yang berarti nilai perusahaan

dalam posisi yang baik

.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang

positif terhadap nilai perusahaan. Karena, dengan meningkatnya profitabilitas maka nilai perusahaan pun akan baik di mata investor.

2.5.2 Pengaruh Leverage Terhadap Nilai Perusahaan

Leverage merupakan ukuran besarnya hutang yang digunakan oleh perusahaan untuk mendanai total aset.

Analisa (2011)[1] menggambarkan leverage sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya dengan

(4)

pula. Leverage dapat diukur salah satunya dengan Debt To Equity Ratio (DER). Semakin tinggi rasio DER suatu perusahaan maka semakin tinggi risikonya karena pendanaan dari unsur hutang lebih besar daripada modal sendiri (equity). Jadi dapat disimpulkan bahwa leverage memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, karena

leverage yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan cenderung menggunakan hutang sebagai struktur

permodalan mereka.

2.5.3 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan

Ukuran perusahaan merupakan cerminan total dari aset yang dimiliki suatu perusahaan. Ukuran perusahaan salah satunya dapat diukur dengan total aset. Ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan karena semakin besar ukuran suatu perusahaan maka akan semakin mudah perusahaan tersebut

mendapatkan sumber pendanaan. Menurut Pratiwi (2011)[12], besarnya skala perusahaan akan direspon dengan

peningkatan harga saham perusahaan yang mengakibatkan peningkatan nilai perusahaan.Dari penjelasan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berikut merupakan pemaparan gambar kerangka pemikiran dalam penelitian ini:

PROFITABILITAS (X1) LEVERAGE (X2) NILAI PERUSAHAAN (Y) UKURAN PERUSAHAAN (X3) Keterangan: Parsial Simultan

Gambar 1. Kerangka Pemikiran Diagram Paradigma Penelitian 2.6 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka pada penelitian ini dapat disusun hipotesis sebagai berikut:

H1 : Terdapat pengaruh secara simultan antara variabel profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan

terhadap nilai perusahaan.

H2 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

H3 : Leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.

H4 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

3. Metodologi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan dari 37 perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2012-2015. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan studi kepustakaan yaitu pengumpulan data yang diperoleh melalui buku-buku ilmiah, tulisan, karangan ilmiah yang terkait dengan penelitian ini. Teknik

sampling yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan purposive sampling dengan kriteria

diantaranya: (1) Perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di BEI selama periode penelitian antara tahun 2012-2015; (2) Perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar secara konsisten di BEI selama periode 2012-2015; (3) Perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan yang sudah diaudit selama periode pengamatan dari tahun 2012-2015;(4) Perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi yang memiliki laba positif tahun 2012 - 2015, sehingga diperoleh 80 unit sampel yang terdiri dari 20 perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi dengan periode penelitian selama 4 tahun.

(5)

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Analisis Statistik Deskriptif

Berdasarkan analisis statistik deskriptif berikut adalah hasil perhitungan statistik deskriptif. Tabel 1 Statistik Deskriptif

PBV ROE DER LN.ASET

Mean 3.481599 19.4067 74.7572 32.70338 Median 2.4 15.1968 68.8816 33.49922 Maximum 22.29 76.4285 170.6294 37.15591 Minimum 0.000592 2.7524 15.0208 26.38956 Std.Dev 4.227367 14.20835 40.40592 3.320574 Observations 80 80 80 80

Sumber: data yang telah diolah (2016)

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa tiga dari empat variabel memiliki nilai rata-rata (mean) yang lebih tinggi dibandingkan standar deviasinya yaitu Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), dan Ln.Aset yang berarti bahwa sampel yang digunakan dapat mewakili seluruh populasinya. Variabel Price to Book Value (PBV) memiliki nilai rata-rata (mean) yang lebih rendah dibandingkan standar deviasinya yang berarti bahwa sampel yang digunakan belum dapat mewakili seluruh populasinya.

4.2 Analisis Regresi Data Panel

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka model regresi data panel yang sesuai digunakan pada penelitian ini yaitu fixed effect model. Berikut disajikan hasil pengujian fixed effect model sebagai berikut.

Tabel 2 Hasil Pengujian Fixed Effect Model Variabel Coefficient Std.Error t-Statistic Prob.

C 12.12602 9.045648 1.340536 0.1854 ROE 0.090305 0.036500 2.474128 0.0164 DER 0.013793 0.015171 0.909141 0.3671 LNASET -0.349446 0.276649 -1.263139 0.2117 Adjusted R-squared 0.806577 Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber: Output Eviews 8

Berdasarkan tabel 2 dapat dirumuskan model regresi data panel yang menjelaskan mengenai pengaruh rasio Profitabilitas (ROE), rasio Leverage (DER), dan rasio Ukuran Perusahaan (Ln.Aset) terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan manufaktur sub sektor barang dan konsumsi periode 2012-2015, yaitu:

PBV = 12.12602+ 0.090305 ROE + 0.013793 DER – 0.349446 LN.ASET 4.3 Pengujian Hipotesis

4.3.1 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)

Dalam penelitian ini pengujian simultan digunakan untuk menguji variabel Profitabilitas (ROE), Leverage (DER), Ukuran Perusahaan (Ln.Aset), dan Nilai Perusahaan (PBV) secara bersama-sama atau simultan menggunakan uji F dengan nilai probabilitas yang digunakan sebesar 0,05. Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui nilai Prob (F-Statistic) yang dihasilkan sebesar 0.000000 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan

bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti profitabilitas (ROE), leverage (DER), dan ukuran perusahaan

(Ln.Aset) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap nilai perusahaan (PBV). 4.3.2 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Dalam penelitian ini dilakukan pengujian secara parsial menegenai pengaruh masing-masing variabel Profitabilitas (ROE), Leverage (DER), dan Ukuran Perusahaan (Ln.Aset) sebagai variabel independen terhadap

Nilai Perusahaan (PBV) sebagai variabel dependen

.

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 2 maka dapat

disimpulkan sebagai berikut:

a. Uji hipotesis pengaruh Profitabilitas (ROE) terhadap Nilai Perusahaan (PBV) diperoleh nilai probabilitas sebesar 0.0164 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti Profitabilitas (ROE) secara parsial

memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV).

b. Uji hipotesis pengaruh Leverage (DER) terhadap Nilai Perusahaan (PBV) diperoleh nilai probabilitas sebesar

0,3671 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti Leverage (DER) secara parsial tidak memiliki

(6)

c.

Uji hipotesis pengaruh Ukuran Perusahaan (Ln.Aset) terhadap Nilai Perusahaan (PBV) diperoleh nilai

probabilitas sebesar 0,2117 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti Ukuran Perusahaan

(LN.ASET) secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). 4.3.3 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi menjelaskan proporsi variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen secara bersama-sama. Berdasarkan tabel 2 diperoleh nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,806577 atau 80,66%. Dari hasil tersebut dapat diperoleh informasi bahwa variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 80,66% sedangkan sisanya sebesar 19,34% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian.

4.4 Analisis Pembahasan

4.4.1 Pengaruh Profitabilitas (ROE) Terhadap Nilai Perusahaan (PBV)

Nilai koefisien untuk ROE sebesar 0.090305 menunjukkan bahwa ROE memiliki arah koefisien positif terhadap nilai perusahaan, artinya semakin besar ROE menyebabkan nilai perusahaan meningkat. Variabel

Return On Equity (ROE) memiliki nilai probabilitas sebesar 0,0164 dan lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak

dan Ha diterima, yang berarti Return On Equity (ROE) secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai

perusahaan (PBV). Hal ini sesuai dengan yang telah dirumuskan penulis.

Tabel dibawah ini akan menjelaskan lebih lanjut berpengaruhnya profitabilitas (ROE) terhadap nilai perusahaan (PBV).

Tabel 3 Profitabilitas (ROE) Terhadap Nilai Perusahaan (PBV)

> Nilai Perusahaan < Nilai Perusahaan

> ROE 14 10

< ROE 12 44

Pada tabel 3 dapat dilihat angka ROE yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-ratanya dengan nilai perusahaan yang juga lebih rendah dari nilai rata-ratanya merupakan angka tertinggi yaitu 44 sampel. Begitu juga dengan angka sampel terbesar kedua yaitu kondisi nilai ROE yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-ratanya dan juga nilai perusahaan yang lebih tinggi dari nilai rata-ratanya yaitu sebanyak 14 sampel. Hal ini menunjukkan arah yang positif yaitu saat ROE perusahaan dalam keadaan rendah maka mengakibatkan nilai perusahaan turun, begitu juga saat ROE perusahaan naik maka akan berdampak baik pada meningkatnya nilai perusahaan.

Hasil penelitian bahwa Profitabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan ini didukung oleh penelitian

terdahulu oleh Martikarini (2014)[8] menunjukkan bahwa, secara parsial profitabilitas memiliki pengaruh yang

signifikan. Hasil penelitian tersebut juga didukung oleh hasil penelitian Mardiyanti (2012)[7], Dewi dan Jaya

(2013)[3], Lanti dan Edi dan Helliana (2013)[19] yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan

positif terhadap nilai perusahaan.

4.4.2 Pengaruh Leverage (DER) Terhadap Nilai Perusahaan (PBV)

Leverage menunjukkan sejauh mana aset perusahaan telah dibiayai oleh penggunaan hutang (Kasmir,

2011:151)[6]. Leverage dalam penelitian ini diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER). Jika Debt to Equity

Ratio semakin rendah maka semakin baik karena aman bagi kreditur saat dilikuidasi (Kasmir, 2011:128)[6]. Nilai koefisien untuk DER sebesar 0.013793 menunjukkan bahwa DER memiliki arah koefisien positif terhadap nilai perusahaan, artinya semakin besar DER menyebabkan nilai perusahaan meningkat. Variabel Debt

to Equity Ratio (DER) memiliki nilai probabilitas sebesar 0,3671 dan lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima

dan Ha ditolak, yang berarti Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan

terhadap nilai perusahaan (PBV). Hal ini tidak sesuai dengan yang telah dirumuskan penulis.

Tabel dibawah ini akan menjelaskan lebih lanjut alasan tidak berpengaruhnya leverage (DER) terhadap nilai perusahaan (PBV).

Tabel 4 Leverage (DER) Terhadap Nilai Perusahaan (PBV)

> Nilai Perusahaan < Nilai Perusahaan

> DER 13 22

< DER 17 28

Pada tabel 4 dapat dilihat angka sampel terbesar terdapat pada kondisi dimana DER dengan nilai lebih rendah dibandingkan nilai rata-ratanya dan nilai perusahaan yang lebih rendah dari nilai rata-ratanya yaitu sebanyak 28 sampel. Sedangkan, jika melihat pada teori yang ada menyatakan bahwa angka yang baik adalah jika perusahaan tidak menggunakan hutang yang banyak sebagai modal untuk menjalankan usahanya. Pada kenyataannya, belum ada yang bisa memastikan nilai leverage yang baik itu seperti apa. Karena meskipun nilai leverage tinggi, tetapi perusahaan tetap mampu membayar kewajiban leverage nya maka perusahaan itu dinilai

(7)

baik dalam menggunakan leverage, sehingga mampu membayarkan kewjibannya. Tetapi, jika suatu perusahaan memiliki nilai leverage yang kecil karena modal yang dimiliki perusahaan dirasa mampu untuk membiayai operasional perusahaanpun, perusahaan tersebut dianggap memiliki nilai yang baik.

Dengan adanya data di atas menunjukkan bahwa, angka DER yang tinggi tidak selalu menjadi penyebab dari rendahnya nilai perusahaan. Begitupula dengan angka DER yang rendah, tidak selalu menjadikan nilai perusahaan naik. Karena investor melihat dari berbagai sisi laporan keuangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa

leverage (DER) tidak berpengaruh terhadap naik atau turunnya nilai perusahaan (PBV). Hasil dari penelitian ini

didukung dengan penelitian sebelumnya oleh Martikarini (2014)[8] bahwa leverage tidak berpengaruh secara

signifikan. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Sari (2013) [14] dan Natalia (2013)[10] yang menyatakan bahwa

leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

4.4.3 Pengaruh Ukuran Perusahaan (Ln.Aset) Terhadap Nilai Perusahaan (PBV)

Ukuran perusahaan adalah salah satu variabel yang dipertimbangkan dalam menentukan nilai suatu perusahaan. Penentuan ukuran perusahaan dalam penelitian ini didasarkan kepada total aset perusahaan, karena total aset dianggap lebih stabil dan lebih dapat mencerminkan ukuran perusahaan.

Nilai koefisien untuk Ln.Aset sebesar 0.090305 menunjukkan bahwa Ln.Aset memiliki arah koefisien positif terhadap nilai perusahaan, artinya semakin besar Ln.Aset menyebabkan nilai perusahaan meningkat. Variabel

Ln.Aset memiliki nilai probabilitas sebesar 0,0164 dan lebih kecil dari 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak,

yang berarti Ln.Aset secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Hal ini tidak sesuai dengan yang telah dirumuskan penulis.

Tabel dibawah ini akan menjelaskan lebih lanjut alasan tidak berpengaruhnya Ln.Aset terhadap nilai perusahaan (PBV).

Tabel 5 Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan (PBV)

> Nilai Perusahaan < Nilai Perusahaan

> Ln.Aset 16 30

< Ln.Aset 12 22

Pada tabel 5 terlihat bahwa angka dari Ln.Aset yang lebih besar dibandingkan rata-ratanya dan nilai perusahaan yanng lebih kecil dibandingkan rata-ratanya memiliki sampel yang sangat besar yaitu 30 sampel. Dalam teori mengatakan bahwa ukuran perusahaan yang besar menjadi salah satu alasan tingginya nilai perusahaan. Sehingga menimbulkan hipotesis awal bahwa ukuran perusahaan berpengaruh lurus terhadap nilai perusahaan. Jika ukuran perusahaan besar maka mengakibatkan nilai perusahaan tinggi, begitupun sebaliknya. Tidak demikian dengan hasil penelitian ini, dalam penelitian ini hasil menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya nilai perusahaan. Karena pada prakteknya, melihat perkembangan saat ini perusahaan yang menghasilkan profit yang besar tidak selalu membutuhkan ukuran perusahaan yang besar pula. Tidak berpengaruhnya ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan ini didukung

oleh penelitian Ayu dan Ary (2013)[3] bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai

perusahaan.

5. Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis statistik deskriptif dapat diketahui bahwa secara keseluruhan variabel ROE, DER, Ln.Aset, dan PBV pada tahun 2012-2015 sudah baik yang ditandai dengan nilai rata-rata yang berada di atas standar deviasinya sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian dapat mewakili seluruh populasinya. Berdasarkan analisis regresi data panel, menunjukkan bahwa Profitabilitas (ROE), Leverage (DER), dan Ukuran Perusahaan (Ln.Aset) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap nilai perusahaan (PBV). Secara parsial, Profitabilitas (ROE) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), Leverage (DER) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), dan Ukuran Perusahaan (Ln.Aset) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV).

5.2 Saran

Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan menambah variabel-variabel baru yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan seperti kebijakan deviden, kebijakan investasi, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional. Penambahan variabel baru dan periode penelitian bertujuan agar data yang dihasilkan lebih bervariasi atau tidak berkolompok. Dengan bervariasinya data, diharapkan data sampel yang terpilih dapat lebih mewakili keseluruhan populasinya. Bagi perusahaan agar lebih mampu meningkatkan nilai profitabilitasnya agar memiliki nilai perusahaan yang lebih baik.

(8)

Daftar Pustaka:

[1] Analisa, Yangs. (2011). Pengaruh ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas dan kebijakan dividen

terhadap nilai perusahaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Indonesia tahun 2006-2008). Fakultas ekonomi Universitas Diponegoro : Semarang.

[2] Brigham, E., and Daves, P. 2010. Intermediate Finnancial Management. Tenth Edition. South Western: Cengage Learning.

[3] Dewi, Ayu Sri Mahatma dan Ary Wirajaya. (2013). Pengaruh struktur modal, profitabilitas dan ukuran

perusahaan pada nilai perusahaan. E-jurnal akuntansi universitas Udayana. ISSN : 2302-8556. Fakultas

ekonomi Universitas Udayana : Bali.

[4] Fahmi, Irham. (2011). Analisis Laporan Keuanagan. Bandung: Alfabeta

.

[5] Harahap, Sofian Safri, 2010, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, Jakarta : Rajawali Persada

.

[6] Kasmir. (2011). Analisis Laporan Keuangan.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

[7] Mardiyati, Umi, Gatot Nazir Ahmad dan Ria Putri. (2012). Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang,

dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2010. JRMSI. Vol. 3, No. 1, 2012. Hal. 1-17.

[8] Martikarini, Nani. (2014). Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Hutang, dan Dividen terhadap Nilai

Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011. Fakultas Ekonomi

Jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma: Depok.

[9] Maryam, Siti. (2014). Analisis pengaruh firm size, growth, leverage, dan profitabilitas terhadap nilai

perusahaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia). Fakultas ekonomi

dan bisnis Universitas Hasanudin : Makassar.

[10] Ogolmagai, Natalia. 2013. Leverage pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan pada industri manufaktur yang

go public di Indonesia. Jurnal EMBA, Vol.1 No.3 (ISSN: 2303-1174).

[11] Pakpahan, Rosma. (2010).”Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental Perusahaan dan Kebijakan Dividen

Terhadap Nilai Perusahaan.” Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan dan Akuntansi, Vol.2 No.2, Hlm.

211-227.

[12] Pratiwi, Natassia Louise Elok Anggi. (2011). Pengaruh Struktur Kepemilikan, likuiditas, Growth, Size, dan

Leverage Terhadap Nilai Perusahaan. Fakultas ekonomi Universitas Sebelas Maret : Surakarta.

[13] Putra, Surya Andhika. (2013). Analisis pengaruh ukuran perusahaan, kepemilikan institusional dan

kepemilikan manajerial terhadap kinerja perusahaan serta dampaknya terhadap nilai perusahaan (studi terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2007-2011). Fakultas ekonomika dan bisnis

Universitas Diponegoro :Semarang.

[14] Sari, Zulfia Eka. (2013). Pengaruh prfitabilitas, leverage, economic value added dan resiko sistematis

terhadap nilai perusahaan (studi empiris pada perusahaan kategori LQ45 yang terdaftar di BEI). Fakultas

Ekonomi Universitas Negeri Padang : Padang.

[15] Seviando, Yurist. (2014). Pengaruh Return On Asset dan Return On Equity Terhadap Nilai Perusahaan Studi

Pada Perusahaan Pertambangan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2009 -2012. Skripsi

Universitas Telkom: tidak diterbitkan.

[16] Silaban, Septika Soputri. (2013). Pengaruh kinerja keuangan, struktur modal, ukuran perusahaan,

pertumbuhan perusahaan dan kebijakan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara : Medan.

[17] Sutrisno, Edy. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Jakarta: Penerbit Kencana

[18] Suwito dan Herawaty. 2005. ”Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Tindakan Perataan Laba yang dilakukan oleh Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. SNA VIII Solo. September.

[19] Triagustina, Lanti., Edi Sukarmanto dan Helliana. (2013). Pengaruh Return On Assets (ROA) dan Return

On Equity (ROE) Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012. ISSN: 2460-6561.

[20] Weston, Fred, J dan Thomas, E Copeland. (2010). Manajemen Keuangan Jilid 2. Jakarta :Binarupa Aksara Publisher.

Gambar

Gambar 1. Kerangka Pemikiran  Diagram Paradigma Penelitian
Tabel 1 Statistik Deskriptif
Tabel  dibawah  ini  akan  menjelaskan  lebih  lanjut  berpengaruhnya  profitabilitas  (ROE)  terhadap  nilai  perusahaan (PBV)
Tabel  dibawah  ini  akan  menjelaskan  lebih  lanjut  alasan  tidak  berpengaruhnya  Ln.Aset  terhadap  nilai  perusahaan (PBV)

Referensi

Dokumen terkait

Begitu anda menjadi lebih dewasa dalam hal ini dan dapat membedakan kasihnya Allah, waktu anda merasakan kasih itu mengalir melalui diri anda kepada orang lain,

– Machine: Pokayoke and preventive maintenance – Method: Flow production and standard operations – Information: Visual control. – Basic strategy for zero defects: The

Pada penelitian ini masih diperlukan langkah-langkah lanjutan, yaitu perlu adanya variasi adsorben dalam menurunkan kadar FFA yang terkandung dalam minyak goreng

bahwa Tergugat berpendapat atas transaksi murabahah dikenakan PPN karena berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 251/PMK.011/2010 tentang Pajak Pertambahan Nilai

Efektif tanggal 1 Januari 2010, biaya transaksi yang terjadi dan dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan atau penerbitan instrumen keuangan yang tidak diukur

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh project based learning terhadap hasil belajar dalam membuat manipulasi gambar raster menggunakan fitur

Hasil validitas yang telah dilakukan oleh ahli psikologi perkembangan (Dra. Psikolog) adalah untuk skala kebahagiaan sudah cukup memenuhi untuk digunakan, namun

$eserta didik mengumpulkan inormasi dari tanya jawab yang dilakukan dan melengkapinya dengan memba!a buku ajar dan buku reerensi terkait membangun integrasi