• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perkembangan perbankan dilihat doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Perkembangan perbankan dilihat doc"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Di Indonesia terjadi pertumbuhan bank yang sangat pesat yang merupakan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia. Namun demikian, pertumbuhan bank yang sangat pesat tersebut belum diikuti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk mengfungsikan bank-bank tersebut. Sehingga, yang berkembang pesat hanya bank-bank tertentu saja bahkan ada juga lembaga perbankan yang didirikan oleh masyarakat tidak bisa mengimbangi persainganya dengan bank-bank yang sudah lama berkembang.

A. Pendahuluan

Kegiatan pemasaran selalu ada disetiap usaha yang berorientasi profit maupun usaha sosial. Pentingnya pemasaran dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat akan suatu produk atau jasa. Pemasaran menjadi semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat. Juga dalam menghadapi para pesaing yang dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Dalam melalukan kegiatan pemasaran suatu perusahaan tentu memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Ada beberapa tujuan suatu perusahaan melakukan kegiatan pemasaran antara lain:

1. Memenuhi kebutuhan akan suatu produk atau jasa.

2. Memenuhi keinginan para pelanggan akan suatu produk atau jasa. 3. Memberikan kepuasan semaksimal mungkin terhadap pelanggannya. 4. Meningkatkan penjualan laba

5. Ingin menguasai pasar dan menghadapi pesaing.

Dewasa ini kegiatan pemasaran tidak hanya monopoli perusahaan yang berorientasi profit saja, bahkan badan usaha sosial sudah mulai menggunakan pemasaran dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya.

(2)

Secara umum, pengertian Manajemen Pemasaran Bank adalah: "suatu proses perencanaan , pelaksanaan dan pengendalian dari kegiatan menghimpun dana menyalurkan dana dan memberikan jasa-jasa lainnya dalam rangka memenuhj kebutuhan, keinginan, dan kepuasan nasabahnya."

Strategi yang digunakan B. Strategi Produk

Produk adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginana pelanggan. Produk terdiri dari dua jenis yaitu yang berkaitan dengan fisik atau benda berwujud dan yang tidak berwujud atau biasa disebut jasa. Jasa dapat disediakan dalam berbagai wahana seperti pribadi, tempat, kegiatan, organisasi, dan lain-lain.

Ciri karakteristik jasa yaitu:

1. Tidak berwujud, artinya tidak dapat dirasakan sebelum jasa tersebut dibeli.

2. Tidak terpisahkan, artinya antara si pembeli jasa dan penjual jasa saling terkait.

3. Beraneka ragam, artinya dapat diperjual belikan dalam berbagai bentuk 4. Tidak tahan lama, artinya jasa tidaj dapat disimpan. Setelah dibeli

langsung dinikmati.

Bisnis perbankan menyediakan produk yang berbentuk jasa disamping lembaga keuangan lainnya. Oleh karena itu, jasa bank yang diberikan hendaknya memerhatikan hal-hal berikut:

1. Kualitas dan kuantitas bankir (karyawan).

2. Kualitas yang disajikan oleh para bankir termasuk waktu pelayanan. 3. Teknologi atau peralatan yang digunakan dalam melayani nasabah. 4. Kemasan atau bentuk jasa yang diberikan.

5. Merek bagi setiap jasa yang ditawarkan. 6. Ada jaminan terhadap jasa yang diberikan.

Strategi produk yang dilakukan oleh perbankan dalam mengembangkan suatu produk adalah sebagai berikut:

1. Penentuan Logo dan Motto

Logo merupakan ciri khas suatu bank sedangkan motto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi banm dalam melayani nasyarakat. Baik logo maupun motto adalah sebagai berikut:

a. Memiliki arti (dalam arti positif) b. Menarik perhatian

(3)

Untuk berbagai jenis jasa bank yang perlu diberikan merek tertentu. Merek merupakan sesuatu untuk mengenal barang atau jasa yang ditawarkan. Pengertian merek sering diartikan sebagai nama, istilah, simbol, desain atau kombinasi dari semuanya. Penciptaa merek harus dipertimbangkan faktor-faktor antara lain:

a. Mudah diingat.

b. Terkesan hebat dan modern. c. Memiliki arti (dalam hal positif) d. Menarik perhatian.

3. Menciptakan kemasan

Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Dalam dunia perbankan, kemasan lebih diartikan kepada pemberian pelayanan atau jasa kepada para nasabah disamping juga sebagai pembungkus untuk beberapa jenis jasanya. 4. Keputusan label

Label merupakan suatu yang dilengketkan pada produk yang ditawarkan dan merupakan bagian dari kemasan di dalam label menjelaskan, siapa yang membuat, dimana dibuat, kapan dibuat, cara penggunaannya dan informasi lain. C. Strategi Harga

Harga merupakan aspek penting dalam kegiatan marketing mix. Bagi perbankan terutama bank yang berdasarkan prinsip konvensional, harga adalah bunga, biaya administrasi, biaya provisi dan komisi, biaya kirim, biaya tagih, biaya sewa, biaya iuran, dan biaya lainnya. Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah adalah bagi hasil.

Bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional pengertian harga berdasarkan bunga terdapat tiga macam, yaitu harga beli, harga jual, dan biaya yang dibebankan kepada para nasabah yang memiliki simpanan, sedangkan harga jual.merupakan harga yang dibebankan kepada penerimaan kredit. Kemudian biaya ditentukan kepada berbagai jenis jasa yang ditawakan.

Penentuan harga oleh suatu bank memiliki tujuan sebaai berikut. 1. Untuk bertahan hidup

2. Memaksimalkan laba 3. Memperbesar market share 4. Mutu produk

5. Karena pesaing

(4)

1. Modifikasi harga atau diskriminasi dapat dilakukan menurut:

a. Pelanggan, yaitu harga yang dibedakan berdasarkan nasabah utama atau nasabah biasa

b. Bentuk produk

c. Tempat (lokasi cabang) d. Waktu (periode maas tertentu) 2. Penetapan harga untuk produk baru

a. Market skimming pricing (harga awal ditetapkan setinggi – tingginya)

b. Market penetration pricing (harga awal ditetapkan serendah mungkin)

3. Metode penetapan harga a. Cost plus pricing b. Break even pricing c. Perceived value pricing D. Strategi Lokasi atau Lay Out

Kegiatan pemasaran yang ketiga yaitu penentuan lokasi kantor cabang bank bak cabang utama, cabang pembantu, atau kantor kas. Penentuan ini penting agar nasabah mudah menjangkau setiap lokasi bank yang ada.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penentuan lokasi suatu bank adalah:

1. Dekat dengan kawasan industi atau pabrik. 2. Dekat denga lokasi perkantoran.

3. Dekat dengan lokasi pasar 4. Dekat dengan lokasi peruahan

5. Mempertimbangkan jumlah pesaing di suatu lokasi.

Hal yang perlu diperhatikan untuk lay out gedung sebagai berikut: 1. Bentuk geung yang memberikan kesan bonafide.

2. Lokasi parkir luas dan nyaman 3. Keamanan disekitar gedung 4. Tersedia tempat ibadah 5. Tersedia telepon umum

Sedangkan lay out ruagan yang harus diperhatikan adalah: 1. Suasana ruang terkesan luas dan lega.

2. Tata letak kursi dan meja 3. Hiasan dalam ruangan

4. Sarana hiburan seperti musik. E. Strategi Promosi

(5)

dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tak langsung. Salah satu promsi bank adalah menginformasikan segala jenis produk ditawarkan dan berusaha menarik calon nasabah yang baru. Terdapat 4 macam sarana promosi yang digunakan yaitu: periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan penjualan pribadi.

Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakua dengan berbagai media seperti: 1. Pemasangan billboard

2. Pencetakan brosur 3. Pemaangan spanduk 4. Koran

5. Majalah 6. Televisi 7. Radio, dll.

Tujuan penggunaan dan pemilihan media iklan yaitu:

1. Untuk pemberitahuan segala sesuatu yang berkaitan dengan bank. 2. Untuk mengingatkan kembali keunggulan jasa bank

3. Untukmenarik perhatian dan minat nasabah baru

4. Memengaruhi nasabah saingan agar berpindah ke bank yang mengiklankan.

Adapun pertimbangan media yang akan digunakan untuk pemasangan iklan suatu media adalah:

1. Jangkauan media yang aka digunakan 2. Sasaran atau konsumen yan akan dituju 3. Biaya yang akan dikeluarkan.

Bagi bank, proosi penjualan dapat dilakukan melalui:

1. Pemberian bungan khusus untuk jumlah dana yang relatif besar.

2. Pemberian insentif kepada setiap nasabah yang memiliki simpanan dengan saldo tertentu

3. Pemberian cinderamata, dll

Promosi yang ketiga adalah publisitas yang dapat dilakukan dengan kegiatan seperti pameran, bakti sosia, dan lain-lain. Kegiatan publisitas ini dapat meningatkan pamor bank dimata nasabah.

Kegiatan promosi yang keempat yaitu penjualan pribadi yang sering dilakukan oleh costumer service. Dalam hal ini costumer service membina hubungan dengan masyarakat. Adapun tugas cotumer service yang harus benar – benar dipahami sehingga dapat menjalankan tugasnya secara prima yaitu:

1. Memberikan informasi tentang seluruh produk dan jasa yang ada di bank. 2. Melayani nasabah dalam hal segala kebutuhannya.

(6)

keluarnya.

4. Mampu meyakinkan nasabahnya. F. Analisis Kasus

Persaingan perbankan dan situasi bisnis di pasar saat ini berubah dengan sangat cepat. Kondisi tersebut berhadapan pula dengan sistem pasar global dengan tingkat persaingan yang semakin tajam di pasar domestik maupun pasar Internasional.

Setiap lembaga keuangan baik perbankan maupun bukan bank memiliki manajemen pemasaran bank yang dikelola oleh sebuah tim pemasaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan arus keluar masuknya dana atau transaksi dalam lembaga tersebut. Semakin sering transaksi yang dilakukan dalam bank, semakin banyak pendapatan yang akan diterima. Tim pemasaran akan menganalisis, merencanakan, mengimplementasikan, dan mengendalikan program yang dirancang untuk menciptakan membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan prospek (calon pembeli potensial). Bank – bank besar dan telah berkembang pesat seperti Mandiri, BNI 46, BCA, BTN, dan lain – lain pasti selalu menyusun strategi – strategi pemasaran yang dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi, perilaku konsumen, dan faktor demografi masyarakat dalam pemasaran produknya.

Bank Tabungan Negara (BTN) sepanjang perjalanannya dalam mengukir sejarah dengan segala prestasi yang dimilikinya telah membuktikan perannya dalam menghubungkan kegemaran masyarakat Indonesia untuk menabung. Dengan semua usahanya maka BTN telah mengambil peran dalam usaha pembagunan disegala bidang di seluruh tanah air tercinta, Indonesia.

Kegiatan pemasaran yang dilakukan Bank BTN dianalisis menggunakan marketing mix yaitu sebagai berikut:

1. Strategi Produk

a. Penentuan Logo dan Motto

(7)

b. Menciptakan merek

BTN telah menetapkan misi utamanya sebagai penyelenggara KPR bagi masyarakat sehingga masyarakat telah terinternalisasi dengan keberadaan BTN sebagai bank yang fokus memberikan kredit perumahan khususnya untuk masyarakat menengah kebawah. KPR telah mendarahdaging dengan BTN.

c. Menciptakan kemasan

Pelayanan BTN terhadap nasabah berupa costumer service, pelayanan IMobile BTN, kartu kredit, inkaso, safe deposit box, money changer, bank garansi, payment point, BTN payroll, SPP online BTN, Western Union. Pelayanan yang terdapat didalam Kantor BTN dilayani sesuai jam kerja karyawan. Diluar jam kerja, nasabah dapat mendapatkan pelayanan selain costumer service dengan tatap muka.

2. Strategi Harga

Bank BTN menerapkan bunga bank menurut jumlah dana nasabah. Untuk bunga tabungan berkisar antara 0% sampai 2,75% tergantung jenis tabungan dan jumlah dana yang disimpan dalam bank. Untuk bunga giro berkisar antara 0% sampai 2,75%. Bunga deposito BTN berkisar antara 5,5% sampai 7,00% tergantung jangka waktu pengambilan deposito.

3. Strategi lokasi

Bank BTN memiliki lokasi kantor cabang bank, cabang utama, cabang pembantu, atau kantor kas yang terletak strategis disekitar lingkungan nasabah sehingga nasabah dapat mudah menjangkau lokasi bank. Lokasi ATM BTN ditempatkan di daerah ramai dan sering dilewati orang seperti daerah mall, perindustrian, pabrik, perumahan, perkantoran, dan lain – lain.

Gedung BTN dibangun dengan kesan sederhana dan nyaman. Lokasi parkir luas dan dibagi menjadi parkir mobil dan motor. BTN dijaga oleh beberapa sekuriti (satpam) dan polisi untuk menjaga keamanan bank. Di dalam bank BTN juga terdapat tempat ibah jika nasabah ingin beribadah sambil menunggu gilirannya antri melakukan transaksi.

(8)

menikmati menonton televisi agar tidak bosan menunggu. 4. Strategi Promosi

Bank BTN melakukan promosi melalui pemasangan baliho di pinggir jalan, pencetakan brosur produk, iklan di koran, majalah, dan televisi. Dengan modal awal yang besar, BTN dapat melakukan kegiatan promosi dengan biaya yang lebh mahal dan menjangkau seluruh wilayah negara.

Bagi bank BTN, promosi penjualan dilakukan melalui:

a. Pemberian bungan khusus untuk jumlah dana yang relatif besar. b. Pemberian insentif kepada setiap nasabah yang memiliki simpanan

dengan saldo tertentu c. Pemberian cinderamata, dll

Promosi yang ketiga adalah publisitas yang dapat dilakukan BTN dengan kegiatan seperti pameran, bakti sosial, sponsorship kegiatan dan lain-lain.

Kegiatan promosi yang keempat yaitu penjualan pribadi yang dilakukan oleh costumer service BTN. Dalam hal ini costumer service membina hubungan dengan masyarakat. Adapun tugas cotumer service yang harus benar – benar dipahami sehingga dapat menjalankan tugasnya secara prima yaitu:

a. Memberikan informasi tentang seluruh produk dan jasa yang ada di bank.

b. Melayani nasabah dalam hal segala kebutuhannya mengenai

c. Membantu nasabah mengatasi setiap masalah yang ada serta mencari jalan keluarnya.

BTN memiliki sistem pemasaran yang ampu oleh tim profesional dibidangnya sehingga Bank BTN dapat mengembangkan banknya dengan pesat. Sedangkan lembaga keuangan bukan bank seperti koperasi, dana pensiun, taspen, dan lain – lain masih belum dapat menyaingi perkembangan bank ini. Contoh nyata yang terjadi di Koperasi Simpan Pinjam Dana Mulia Magelang. Permodalan dari KSP ini berasal dari simpanan wajib, simpanan Dalam KSP ini, marketing mix yang dilakukan yaitu:

1. Strategi produk

KSP dana mulia ini menawarkan jasa tabungan dan jasa pinjaman baik kepada anggota aktif maupun anggota pasif. Logo dan motto KSP Dana mulia mengikuti logo koperasi pusat sehingga tidak ada kekhasan dalam logo. Hal ini membuat calon pelanggan tidak dapat membedakan KSP satu dengan lainnya.

(9)

kerja yang berlaku. Selain jam tersebut, KSP tutup. Dalam KSP tidak ada e-Banking karena belum menerapkan sistem IT dalam pelayanannya dan kuraangnya tenaga ahli yang menangani.

2. Strategi harga

Bunga yang ditetapkan KSP Dana Mulia tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan bank – bank yang telah berdiri dan berkembang pesat sehingga calon nasabah akan memilih menabung di bank yang memiliki bunga tabungan tinggi.

3. Strategi lokasi

Lokasi KSP Dana Mulia hanya terletak di satu tempat yaitu di jalan pemuda, Magelang sehingga ketika nasabah ingin menabung, mengambil uang atau meminjam dana harus datang ke KSP Dana Mulia. Hal ini menyulitkan nasabah apalagi untuk nasabah yang letak rumahnya jauh dengan KSP ini.

Gedung KSP tidak terlalu besar. Parkirannya cukup untuk 5 sampai 7 mobil sedan dan beberapa motor yang parkirnya mepet. Luas parkiran kurang sehingga tidak dapat menampung nasabah yang datang bersamaan.

Interior gedung terlihat jadul. Karena modal yang mereka miliki tidak banyak, perabot dalam gedung KSP Dana Mulia hanya sederhana.terdapat televisi untuk nasabah yang menunggu gilirannya tetapi televisi tersebut masih keluaran lama (bentuknya besar,tidak tipis)

4. Strategi promosi

Referensi

Dokumen terkait

Agak lebih sulit melakukan kluster pola identitas sosial yang terjadi pada masyarakat yang memiliki latar belakang variable kehidupan yang berbeda dengan kelompok mayarakat yang

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro di Distrik Abepura adalah masih kurang memahami kewirausahaan dan pengelolaan keuangan usaha mikro, maka metode

Berarti dalam hal ini dengan nilai R tersebut, maka pengaruh arus dalam persebaran MPT di muara sungai Sambong, pada saat kondisi surut menuju pasang pengaruhnya cukup tinggi,

Tahapan kesimpulan membahas hasil evaluasi dari seluruh kegiatan yang dilakukan dalam melakukan penelitian terhadap pembuatan aplikasi pencarian alamat menggunakan

Dari simulasi menggunakan algoritma monte carlo, dapat dilihat bahwa ketika jaringan menggunakan skema fractional frequency reuse, jumlah pelanggan yang gagal

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyadapan yang dilakukan Badan Intelijen Negara dalam memperoleh bukti permulaan tindak pidana terorisme, bukan

Apakah keputusan mutasi berasal dari pimpinan Koperasi Simpan Pinjam Pamardi7.

Ketika saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya, saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk dapat. bersemangat lagi SS S TS