• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prediksi Pergerakan Kurva Harga Saham de

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Prediksi Pergerakan Kurva Harga Saham de"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Prediksi Pergerakan Kurva Harga Saham dengan Metode

Simple Moving Average Menggunakan C++ dan Qt

Creator

Andri Rahmadhani*, Mohammad Mandela, Timoty Paul dan Sparisoma Viridi

Abstrak

Simple Moving Average (SMA) dapat digunakan sebagai salah satu teknik untuk memprediksi pergerakan kurva harga saham khususnya untuk periode data yang pendek. Definisi Moving Average adalah rata-rata yang bergerak . Maksudnya ialah nilai rata-rata data dari suatu periode tertentu terus dihitung sesuai dengan pergerakan data yang bergantung waktu. Dalam kasus ini, digunakan periode SMA sebesar 20, 50, serta nilai periode tertentu yang dapat dimasukan sendiri ke program. Program yang digunakan dibuat dengan bahasa C++ menggunakan Qt Creator yang bersifat open source. Program ini dapat membuka file data berformat CSV hasil unduhan dari situs Yahoo! Finance untuk kemudian diolah menjadi kurva data harga penutupan saham. Dengan membandingkan kurva dari periode SMA yang berbeda-beda, dapat dilihat suatu pola yang nantinya dapat digunakan sebagai prediksi pergerakan harga saham. Hasil yang didapatkan ternyata cukup baik untuk periode SMA yang kecil tetapi tidak akurat untuk menentukan secara definitif nilai harga saham.

Kata-kata kunci: C++, open source, Qt Creator, saham, simple moving average

Pendahuluan

Aplikasi prediksi pergerakan harga saham dengan menggunakan metode simple moving average (SMA) sudah banyak berdedar khusunya di internet. Rata-rata aplikasi tersebut membutuhkan koneksi internet untuk mengakses data [1]. Biasanya aplikasi tersebut dibuat menggunakan pemrograman Java atau PHP seperti situs Yahoo! Finance [2]. Selain menggunakan metode moving average, aplikasi tersebut telah menerapkan metode neural network di mana program dapat secara aktif mempelajari pola data pergerakan saham sehingga hasil prediksinya lebih akurat [3].

Penulis kemudian membuat program pembelajaran untuk pembacaan prediksi harga saham secara offline berbasis GUI C++ dengan menggunakan Qt Creator [4]. Data yang digunakan merupakan data yang bergantung waktu (time series) hasil unduhan file CSV dari situs Yahoo! Finance [5]. Penulis menggunakanclassQwt yang diintegrasikan dengan Qt Creator untuk membuat tampilan grafik harga saham [6]. Selain itu, penulis menggunakan array dan variabel penampung (buffer) dalam algoritma perhitungan simple moving average sesuai dengan definisi dari moving average itu sendiri [7].

Teori dan Model

(2)

tertentu yang bersifat diskrit [5]. Moving Average biasanya digunakan dalam analisis teknikal saham untuk mengukur momentum dan menentukan area support dan

resistance yang memungkinkan [1]. Moving Average mempunyai tiga varian yang berbeda yaitu Simple Moving Average, Weighted Moving Average dan Exponential Moving Average. Masing-masing merupakan metode Moving Average, hanya saja cara me-rata-ratakannya yang berbeda satu sama lain. Perbedaan utamanya terletak pada pembobotan data yang sering muncul. Simple Moving Average menggunakan pembobotan yang sama untuk setiap data sedangkanWeighted Moving Average dan

Exponential Moving Averagemenambahkan bobot lebih ke data yang sering muncul. Namun dalam pembacaannya tetaplah sama dan semuanya mengikuti aturan yang berlaku padaMoving Average[8]. Pada makalah ini secara khusus dibahas mengenai metodeSimple Moving Average[1][2].

Simple Moving Average (SMA) dapat digunakan untuk membuat kurva harga saham yang halus atausmoothdan menyaringnoisedata sehingga lebih mudah untuk melihat trend data tersebut [5]. SMA digunakan untuk menentukan arah pergerakan harga saham berdasarkan harga masa lalu, namun tidak cukup akurat untuk memprediksi harga saham. Kelebihan dari penggunaan metode ini adalah kesederhanaan perhitungannya meskipun akurasi yang dihasilkan kurang baik untuk

trendharga saham jangka panjang, namun informasi yang diperoleh dari penggunaan metode ini dapat membantu pialang dan investor dalam menentukan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Kekurangannya adalah dapat menyebabkan kesalahan prediksi yang cukup fatal untuktrendharga saham jangka panjang. Berikut merupakan persamaan umum dariSimple Moving Average,

1 2 3 dengan M adalah indeks harga penutupan saham hari ini (sekarang) dan N adalah periode data atau banyaknya data yang dirata-ratakan.

X

M1 sampai

X

M N

merupakan data harga penutupan saham N hari sebelumnya.

Untuk memprediksi harga penutupan saham hari ini, diasumsikan bahwa nilai SMA hari ini sama dengan nilai SMA hari sebelumnya. Persamaannya dapat ditulis sebagai berikut

(3)

Gambar 1. Kurva harga saham penutupan Adaro Energy Tbk. dengan SMA 50 hari dan 20 hari [2].

Ketika garis merah (MA20) menyilang garis hijau (MA50) ke bawah, maka kondisinya disebutdead crossyang merupakan tanda bahwa harga akan miring atau downtrend dan merupakan saat yang baik untuk menjual saham. Akan tetapi, ketika garis merah (MA20) menyilang garis hijau (MA50) ke atas, maka kondisinya disebut

golden cross yang merupakan kebalikan dari dead cross dan merupakan saat yang baik untuk membeli saham [2].

(4)

Dalam kasus ini, pemodelan yang digunakan untuk aplikasi SMA berupa program komputer untuk desktop yang dibuat dengan bahasa C++ menggunakan GUI Qt CreatordanQwt Class. Bahasa C++ merupakan bahasa pemrograman universal yang mudah digunakan dan multiplatform. Bahasa C++ ini dapat diintegrasikan dengan

Graphical User Interface (GUI) sehingga pengguna dengan mudah memahami cara pakai program. Qt Creatormerupakan salah satu aplikasi pengembang C++ dan GUI yang bersifatopen source[4]. Sebagai tambahan, program yang dibuat menggunakan

Qwt Class yang digunakan untuk membuat tampilan plot data saham dan kurva SMA [6]. Tampilan program yang dibuat dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 3. Diagram alir program. Algoritma Perhitungan SMA :

buffer = 0 // Nol-kan variabel penampung

i = N // N jumlah data

For j = 0 to (nSMA 1) // Nol-kan data yang indeksnya data_SMA_x[j] = j // kurang dari nSMA (periode SMA) data_SMA_y[j] = 0

End For

For j = nSMA to i // Hitung nilai SMA sampai data akhir For k = nSMA to (j 1)

buffer = buffer + data_y[k] // Tambahkan data sebanyak nSMA

End For // ke variabel penampung

data_SMA_x[j] = j // Isikan data sumbu x data_SMA_y[j] = buffer/nSMA // Isikan data sumbu y

buffer = 0 // Nol-kan lagi variabel penampung

End For

Gambar 4. Algoritma perhitungan SMA pada program

(5)

dibutuhkan prediksi harga saham, program menyediakan fasilitas prediksi harga saham meskipun hasilnya tidak cukup akurat. Pengguna juga bisa memperbesar atau memperkecil rentang tampilan data agar grafiknya lebih mudah dilihat.

Hasil dan Diskusi

Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kurva SMA memiliki bentuk yang lebih halus dibandingkan dengan kurva data referensi saham. Dapat dilihat pada gambar 5 bahwa semakin besar periode SMA, dalam hal ini nilai N, maka kurva SMA yang dihasilkan semakin halus. Artinya, kurva tersebut lebih resistan terhadap fluktuasi data. Data saham biasanya naik turun seperti halnya fungsi sinusoidal [9]. Oleh karena itu, jika rentang data yang dimasukkan sangat banyak, maka sesuai persamaan 1 nilai rata-ratanya akan relatif konstan. Berbeda dengan nilai periode yang besar, nilai periode yang kecil menyebabkan kurva SMA relatif sama dengan kurva data referensi saham. Kurva ini lebih sensitif terhadap perubahan karena hanya mengambil sedikit data sebelumnya.

Keterangan : SMA 5 SMA 20 SMA 50

Gambar 5. Kurva harga saham dan SMA periode 4 Agustus 2011 24 Nopember 2011 saham Adaro Energy Tbk.

Keterangan : SMA 5 SMA 20 SMA 50

(6)

Dari gambar 5 dan 6 dapat disimpulkan beberapa hubungan antara posisi kurva SMA dan kurva referensi saham dengan prediksi trend harga saham, yaitu seperti yang tercantum pada tabel 1 [1][2].

Tabel 1. Hubungan posisi SMA dengan prediksitrendharga saham. Posisi SMA Arti / Prediksi

SMA berada dibawah referensi Trendnaik SMA berada diatas referensi Trendturun SMA memotong referensi dari

bawah. menuju trend turunPerubahantrend SMA memotong referensi dari

atas menuju trend naikPerubahantrend SMA periode lebih pendek

Hubungan pada tabel 1 terjadi akibat pengaruh nilai data yang dirata-ratakan. Misalkan ketika trend turun, kurva SMA akan berada di atas kurva referensi harga saham karena nilai rata-rata datanya masih lebih besar dibandingkan data itu sendiri. Sebaliknya, ketika trend naik, nilai rata-rata datanya masih lebih kecil dibandingkan data itu sendiri sehingga kurva SMA akan berada di bawah kurva referensi harga saham.

(7)

Tabel 2. Galat prediksi harga saham dan pergerakan kurva SMA saham Adaro Energy Tbk. tanggal 24 Nopember 2011

nSMA Galat (%) Harga Saham SMA

5 4,71 Tetap Turun

Tabel 3. Galat prediksi harga saham dan pergerakan kurva SMA saham Adaro Energy Tbk. tanggal 31 Oktober 2011

nSMA Galat (%) Harga Saham SMA

5 3,70 Turun Naik

Selain menggunakan metode SMA, terdapat juga metode regresi [10] dan neural network [3] dalam prediksi harga saham. Metode regresi menggunakan persamaan tertentu untuk aproksimasi kurva saham dan hasilnya cukup baik [10]. Metode neural network menggunakan algoritma di mana program dapat mempelajari secara aktif kurva saham sehingga didapatkan suatu pola. Hasil yang didapat lebih akurat dari metode regresi dan SMA tetapi algoritma yang dipakai rumit sehingga memerlukan komputasi yang canggih [3].

Program yang dibuat penulis hanya menganalisis harga saham berdasarkan data masa lalu, tidak terdapat parameter-paramater lain yang mungkin dapat berpengaruh pada prediksi harga saham. Oleh karena itu, diperlukan studi dan pengembangan lebih lanjut terkait permasalahan tersebut.

Kesimpulan

Metode Simple Moving Average (SMA) menggunakan data-data yang telah ada untuk memprediksi nilai selanjutnya yang belum diketahui. Metode SMA tidak dapat secara definitif menentukan nilai harga saham yang belum diketahui, namun cukup efektif untuk memprediksitrendnaik turunnya harga saham dalam jangka pendek. Ucapan Terima Kasih

(8)

Referensi

[1] Tim BelajarForex, Moving Average , update 10.05.2007, url http://belajarforex.com/walking-lamb/6-moving-average-ma.html [diakses 5.12.11] [2] Dosen Pojok Saham, Membaca Trend Harga Saham Menggunakan Moving

Average , update 09.04.2010, url http://pojoksaham.com/2010/04/09/membaca-trend-harga-saham-menggunakan-moving-average/ [diakses 5.12.11]

[3] Myungsook Klassen, Investigation of Some Technical Indexes in Stock Forecasting Using Neural Networks , World Academy of Science Engineering and Technology 5, 75-79 (2005)

[4] Daniel Molkentin, The Book of Qt 4: The Art of Building Qt Applications , Penerbit Open Source Press GmbH, Munich, 2007, pp. 25-184

[5] Peter J. Brockwell dan Richard A. Davis, Introduction to time series and forecasting , Edisi Kedua, Springer-Verlag, New York, 2002, pp. 1-46

[6] Uwe Rathmann dan Josef Wilgen, QwtPlot Class Reference , url http://qwt.sourceforge.net/class_qwt_plot.html [diakses 5.12.11]

[7] Kontributor RosettaCode, Averages/Simple moving average , update 18.11.2011, url http://rosettacode.org/wiki/Averages/Simple_moving_average [akses 5.12.11] [8] Steven B. Achelis, Technical Analysis from A to Z , Equis, 2003, pp. 193-196 [9] Nikhil Bakshi, Stock Market Prediction Using Online Data: Fundamental and

Technical Approaches , Master s Thesis in Computer Science, ETH Zurich, 2008, pp. 7-37

[10] S. Abdulsalam S. Olaniyi, Adewole, Kayode S., Jimoh R. G, Stock Trend Prediction Using Regression Analysis - A Data Mining Approach , ARPN Journal of Systems and Software 1 (4), 154-157.

Andri Rahmadhani* Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung [email protected] Mohammad Mandela Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung Timoty Paul

Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung Sparisoma Viridi

Nuclear Physics and Biophysics Research Division Institut Teknologi Bandung

Gambar

Gambar 1. Kurva harga saham penutupan Adaro Energy Tbk. dengan SMA 50 haridan 20 hari [2].
Gambar 3. Diagram alir program.
Gambar 5. Kurva harga saham dan SMA periode 4 Agustus 2011 � 24 Nopember2011 saham Adaro Energy Tbk.
Tabel 1. Hubungan posisi SMA dengan prediksi trend harga saham.

Referensi

Dokumen terkait

101 Tahun 2014, Pengujian kuat tekan produk solidifikasi diperoleh hasil tertinggi 155,5 Mpa dengan komposisi (semen+abu sekam) : lumpur Lapindo 90 %: 10% yang dapat

Jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat melalui pelabuhan di Sulawesi Barat selama bulan Mei sebanyak 2.312 orang atau terjadi penurunan sebesar 30,99 persen

Keterkaitan dengan judul dalam laporan magang ini adalah sistem pengendalian intern di bengkel Ahass Nasional Ploso masih belum berjalan baik dimana terdapat beberapa

di setiap sub DAS (Maetan, Loning, Lokidang, Mondo, Cacaban dan Gebangan) adalah 278,68 ton/ha/th, tetapi muatan sedimen yang di ukur pada outlet sungai DAS Lukulo hulu yang

( = panjang pelat lantai arah-y, mm. = panjang pelat lantai arah-x, mm. ) = tebal efektif pelat lantai, mm. = bentamg pelat lantai, mm. = rasio tulangan pelat lantai. = rasio

Dari meningkatnya pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil di Indonesia serta meningkatnya konsumsi pakaian di masyarakat, maka peneliti tertarik untuk mengetahui lebih

Fakta tersebut menjadi problema yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu bagaimana upaya hukum yang dilakukan oleh Penerbit Erlangga Kota Banda Aceh terhadap

Mengingat pentingnya salat itu dilakukan oleh setiap orang membuat penulis merasa perlu meneliti lebih lanjut dan mendalam tentang sisi kehidupan pedagang kaki