• Tidak ada hasil yang ditemukan

Poligami Lebih Dari Empat Dalam Perspektif Fiqih Islam Dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Poligami Lebih Dari Empat Dalam Perspektif Fiqih Islam Dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian bahwa perkawinan poligami dengan lebih dari empat isteri dalam waktu bersamaan diatur oleh hukum di Indonesia karena didalam melakukan poligami,

Hukum Perdata (Keluarga) Islam Indonesia dan Perbandingan Hukum Perkawinan di Dunia Muslim: Studi Sejarah, Metode Pembaruan, dan Materi & Status Perempuan

14 Soerjono Soekanto, 1986, Pengantar Penelitian Hukum, Cetakan Ketiga, UI Press, Jakarta, h. 15 Peter Mahmud Marzuki, 2008, Pengantar Ilmu Hukum, Kencana Pranada Media

Soepomo, Bab-bab Tentang Hukum Adat, Penerbitan Universitas, Jakarta, 1996 Solly Lubis,M., Filsafat Ilmu Dan Penelitian, Cet-I, Mandar Maju,

Lubis, Yamin, Mhd.Yamin dan Lubis, Rahim, Adl, Hukum Pendaftaran Tanah , Mandar Maju, Bandung, 2012.. Lubis, Solly, Filsafat Ilmu Dan Penelitian , Mandar Maju,

Namun demikian, dalam perspektif Abdul Gani Abdullah, suatu perkawinan baru dapat dikatakan perbuatan hukum apabila memenuhi unsur tata cara agama dan tata cara pencatatan nikah

perundang-undangan. 36 Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, Sinar Grafika, Jakarta, 2009, hlm. 37 Peter Mahmud Marzuki, Op.Cit, hlm.. 2) Bahan hukum sekunder yang terutama

Yahya Harahap, 1986, Segi-segi Hukum Perjanjian, Bandung: Alumni Peter Mahmud Marzuki, 2007, Penelitian Hukum, Kencana, Jakarta Said Sampara dkk, 2011, Pengantar Ilmu Hukum, Total