T1__BAB II Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Kemandirian Belajar dengan Kesiapan Menjadi Guru Profesional Dikalangan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UKSW Salatiga T1 BAB II

Teks penuh

(1)

BAB II KAJIAN TEORI 2.1Hakikat Kesiapan Guru profesional

2.1.1 Pengertian Kesiapan

Menurut Slameto (2003: 113), “Kesiapan adalah keseluruhan kondisi

seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban di

dalam cara tertentu terhadap situasi”.

Menurut Dalyono (2005: 52) mengartikan “kesiapan adalah

kemampuan yang cukup baik fisik dan mental. Kesiapan fisik berarti

tenaga yang cukup dan kesehatan yang baik, sementara kesiapan mental

berarti memiliki minat dan motivasi yang cukup untuk melakukan suatu

kegiatan”.

Menurut Suharsimi Arikunto (2001:54), ”kesiapan adalah suatu

kompetensi berarti sehingga seseorang yang mempunyai kompetensi

berarti seseorang tersebut memiliki kesiapan yang cukup untuk berbuat

sesuatu”. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa

kesiapan merupakan keadaan individu maupun suatu kelompok yang siap

secara fisik maupun mental untuk melaksanakan sesuatu untuk

dikerjakanya.

Dalam peraturan Undang – Undang No 14 Tahun 2005 tentang guru

dan dosen dijelaskan guru adalah pendidik profesional dengan tugas

utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai

(2)

pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah

sedangkan.

Profesi menurut Kenneth Lynn yang dikutip oleh Wakhid

Akhdinirwanto (2009: 13) adalah “A profession deliversesoteric service

based on esoteric knowledge systemic ally formulated and applied to

need of a client”. (Sebuah profesi adalah memberikan jasa dengan

berdasarkan pada ilmu pengetahuan yang dipahami oleh orang tertentu

secara sistematik yang diformulasikan dan diterapkan oleh seorang klien)

Jadi, kesiapan menjadi guru profesional adalah keadaan yang

menunjukkan bahwa mahasiswa sudah memenuhi persyaratan yang

diwajibkan untuk menjadi guru yang profesional.

Sedangan menurut Mulyasa guru professional tidak hanya dituntut

untuk menguasai bidang ilmu, bahan ajar, metode pembelajaran,

memotivasi peserta didik, memiliki keterampilan yang tinggi dan

wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan, tetapi juga harus

memiliki pemahaman yang mendalam tentang hakikat manusia dan

masyarakat. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa

kesiapan menjadi guru professional adalah keadaan dari seseorang baik

secara fisik maupun mental untuk menjadi pendidik pada anak usia dini

jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah

serta memiliki pemahaman mendalam tentang hakikat manusia dan

masyarakat. untuk menjadi professional, seorang guru dituntut memiliki

(3)

a. Memiliki komitmen pada peserta didik dan proses belajarnya.

b. Menguasai secara mendalam bahan / mata pelajaran yang akan

diajarkan serta cara mengajarnya kepada peserta didik.

c. Bertanggung jawab memantau hasil belajar peserta didik melalui

berbagai cara evaluasi.

d. Mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukanya dan belajar

dari pengalamanya.

e. Seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam

lingkungan profesinya.

2.1.2 Aspek-Aspek Kesiapan

Suatu kondisi dikatakan siap setidak tidaknya mencakup

beberapa aspek, menurut slameto (2010 : 14)” ada tiga aspek yang

mempengaruhi kesiapan yaitu

1) Kondisi fisik, mental dan emosional

2) Kebutuhan atau motif tujuan

3) Keterampilan. Pengetahuan yang lain yang telah di pelajari”.

2.1.3 Indikator Kesiapan Menjadi Guru Professional

Pada buku Materi Pembekalan Pengajaran Mikro (PPL) dijelaskan empat jenis kompetensi guru yang harus dimiliki oleh setiap guru maupun

calon guru. Kompetensi tersebut menjadi penentu siap tidaknya mahasiswa

menjadi guru yang profesional. Subkompetensi dan indikator esensialnya

(4)

1) Kompetensi Pedagogik

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3)

butir a dikemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan

mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman peserta

didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar,

dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai

potensi yang dimilikinya.

2) Kompetensi Kepribadian

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir b,

dikemukakan bahwa yang dimaksud kompetensi kepribadian adalah

kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan

berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

3) Kompetensi Profesional

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c

dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi professional

adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan

mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi

standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Kompetensi

Nasional.

4) Kompetensi Sosial

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir d

dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah

(5)

dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga

kependidikan, orang tua/wali peserta didik,dan masyarakat sekitar.

Mahasiswa sebagai calon guru professional harus dapat menguasai empat

kompetensi guru professional tersebut yang meliputi kompetensi

pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan

kompetensi sosial. Dengan menguasai ke empat kompetensi tersebut

seorang guru dapat dikatakan sebagai guru professional.

2.2. Hakikat Teknologi

Teknologi telah merupakan instrumen utama dari masyarakat dalam

mencapai kesejahteraan melalui penciptaan nilai tambah. Kajian

mendalam telah menemukan discover bahwa teknologi sebenarnya

merupakan hasil akhir dari suatu proses yang terdiri dari rangkaian sub

proses penelitian dan pengembangan, invensi, rekayasa dan diseain,

manufaktur dan pemasaran. Kebutuhan teknologi pada setiap organisasi

akan berbeda sesuai dengan interpretasi dari visi yang dimiliki para

pimpinan.

Menurut(Albarda, 2006). Perkembangan teknologi berdampak luas pada

aktivitas organisasi terutama organisasi bisnis.

Indriasari dan Ertambang (2007).Menyatakan teknologi dalam

hal ini merupakan pemampu (enabler) keberhasilan praktik bisnis

tersebut Disini teknologi modern didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan

yang ditransformasikan kedalam produk, proses, jasa dan struktur

organisasi. Teknologi diciptakan manusia melalui penerapan exercise

(6)

berdasarkan ratio (nalar) dankemudian membuatnya, misalnya, menjadi

suatu produk yang kongkrit. Teknologi selalu disandingkan dengan

istilah ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia

untuk memahami gejala dan fakta alam, dan melestarikan pengetahuan

tersebut secara konseptional dan sistematis. Sedangkan teknologi adalah

usaha manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan itu untuk

kepentingan dan kesejahteraan. Karena hubungan tersebut maka

perkembangan ilmupengetahuan selalu terkait dengan perkembangan

teknologi, demikian pula sebaliknya.

2.3. Pengertian Teknologi

Lestari dan Zulaikha (2007). Menyatakan bahwa perkembangan teknologi

saat ini banyak memberikan kemudahan pada berbagai aspek kegiatan bisnis.

Secara Etimologi teknologi berasal dari dua kata yaitu techno yang berarti seni

dan logika (logos) yaitu berarti ilmu, teori.

Menurut Jack febrian (2000). Teknologi adalah aplikasi ilmu dan

Engineering untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas dan

memperbaiki kondisi manusia, atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia

pada berbagai aspek. secara luas teknologi merupakan semua manifestasi dalam

arti material yang lahir dari daya cipta manusia untuk membuat segala sesuatu

(7)

2.4 Fungsi Pemanfaatan Teknologi Dalam Pembelajaran

Istilah pemanfaatan berasal dari kata faedah atau guna dan mendapat

imbuhan pe-an.

Menurut Bambang Warsita (2008: 37). pemanfaatan adalah tindakan

menggunakan metode dan model instruksional, bahan dan peralatan media untuk

meningkatkan suasana pembelajaran. Hal yang sama disampaikan oleh Seel dan

Richey (2005: 50). bahwa pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses

dan sumber untuk belajar.

1. Pertama dapat kita lihat bahwa teknologi berfungsi sebagai gudang ilmu

pengetahuan, dapat berupa refrensi berbagai ilmu pengetahuan yang tersedia dan

dapat diakses melalu fasilitas tik, pengelolahan, pengetahuan, jaringan pakar,

jaringan antara instistusi pendidikan dll.

2. Kedua, fungsi teknologi sebagai alat bantu mengajar bagi guru, alat bantu

belajar bagi siswa serta alat bantu interaksi antara guru dengan siswa.

3. Ketiga, fungsi teknologi sebagai fasilitas pendidikan disekolah dapat berupa

pojok internet, perpustakan digital, kelas virtual, lab multimidia, papan eletronik

dan dll.

2.5. Jenis-Jenis Perangkat Teknologi

Setelah membicarakan perubahan paradigma di bidang pendidikan

pembelajaran, maka pembahasan berikutnya adalah jenis-jenis perangkat

(8)

2.5.1 Komputer

Pengertian Komputer menurut Robert H. Blissmer Komputer ialah suatu

alat elektronik yg mampu melakukan beberapa tugas seperti menerima input,

memroses input, menyimpan perintah-perintah dan menyediakan output dalam

bentuk informasi.”13

Pengertian Komputer menurut V.C. Hamacher et al Komputer

merupakan mesin penghitung elektronik yg dengan cepat dapat menerima

informasi input digital, memrosesnya sesuai dengan program yg tersimpan di

memorinya dan menghasilkan output informasi.”14

Perkembangan IPTEK terhadap proses pembelajaran adalah

diperkayanya sumber belajar dan media pembelajaran. Media komputer

dimanfaatkan dalam pembelajaran karena memberikan keuntungan-keuntungan

yang tidak dimiliki oleh media pembelajaran lainnya yaitu kemampuan

komputer untuk berinteraksi secara individu dengan mahasiswa.

Model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran berbantuan

komputer secara umum dapat diklasifikasikan menjadi empat model, yaitu :

1) tutorial,

2) drill and practice,

3) simulation, dan

4) problem-solving.

Dalam model 1 dan 2, komputer

berperan sebagai pengajar, sedangkan model 3 dan 4, untuk mengembangkan

(9)

y atau exploratory. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran

ini dapat meningkatkan motifasi belajar, media pembelajaran yang efektif, tidak

adanya batas ruang dan waktu belajar.

2.5.2 Printer

Fungsi printer bagi guru profesional Printer termasuk kedalam kelompok

hadware atau disebut juga dengan perangkat keras. Yang dapat berfungsi

mencetak data apabila sudah terhubung ke komputer. Ketika printer tidak

terkoneksi dengan komputer fitur yang dapat dimanfaatkan hanyalah foto copy

dan fasilitas fax.

Sebagaimana yang telah disebutkan diatas, fungsi printer adalah untuk

mencetak data berupa gambar, teks maupun grafik dari laptop atau komputer

kedalam media sesuai dengan jenis printer tersebut. Bahwa kita ketahui media

yang digunakan dalam mencetak teks gambar maupun hasil design tidak hanya

berupa kertas saja, akan tetapi dalam pembuatan sablon kaos pada zaman

sekarang ini menggunakan printer adalah alternatif penyablonan system cepat.

Melihat perkembangan saat ini, printer juga dapat dijadikan sebagai alat

foto copy walaupun kemampuannya tidak akan dapat menandingi mesin khusus

foto copy. Fungsi scanning yang ditanamakan juga dapat digunakan untuk

memindahkan gambar atau teks dokumen kedalam komputer dengan mudah.

(10)

2.5.3 Projector

LCD proyektor paling sering kita temukan di banyak sekolah dan

kampus. Zaman sekarang, banyak guru maupun dosen mengandalkan alat

elektronik yang cara kerjanya adalah dengan membuat sumber cahaya, display,

elektronik dan sistem optik terintegrasi supaya gambar dan video dapat

diproyeksikan ke layar maupun dinding ini.

Masa sekarang, tampaknya kurang lengkap jika sebuah proses

belajar-mengajar tidak menggunakan sebuah LCD proyektor. Alat ini bisa digunakan

untuk:

1. Telekonferensi langsung tepat di depan kelas.

2. Menampilkan segala materi pelajaran yang sudah disiapkan dalam

bentuk Microsoft Power Point (untuk dosen menjelaskan ke

murid-muridnya dan untuk murid yang berpresentasi).

3. Menampilkan film DVD baik yang ada kaitannya dengan materi

pelajaran maupun untuk sekadar intermezzo.

4. Untuk mengoneksikan proyektor ke komputernya sendiri kini lebih

mudah untuk dipelajari sehingga tidak heran bila para guru dan dosen

bisa dengan gampang mengoperasikannya. Bahkan saat muncul

masalah teknis, mereka bisa mengatasi semuanya secara sempurna.

5. Kelebihan lainnya yang bisa didapat dengan menggunakan LCD

proyektor adalah bahwa cara penyampaian materi lebih praktis dan

(11)

mereka lebih mengerti apabila guru/dosen mereka memanfaatkan media

elektronik ini daripada memberi penjelasaan secara lisan dan manual.

6. Ada beragam presentasi yang bisa ditampilkan melalui LCD proyektor,

mulai dari video, grafis, audio dan teks. Dengan persiapan yang kreatif

juga oleh para guru/dosen, murid menjadi lebih jelas akan materi

pelajaran yang disampaikan. Cara ini lebih baik daripada guru/dosen

bicara di depan kelas dari awal sampai akhir kelas. Selain itu,

menyediakan gambar maupun video tentunya lebih menarik perhatian

para murid agar tidak merasa bosan selama pelajaran. LCD proyektor

membantu guru/dosen untuk memberikan sedikit hiburan dengan tidak

melupakan fokus dari inti materi pelajaran tersebut.

Keuntungan pembelajaran menggunakan media Informasi Dan

Teknologi (IT) LCD Proyektor antara lain :

a. Menimbulkan motifasi dalam menekuni materi yang disajikan

b. Kemampuan untuk mengingat secara cepat dan tepat dalam

merencanakan langkah selanjutnya.

c. Dengan adanya warna, music dan grafik yang dianimasi dapat

merangsang untuk latihan, kegunaan laboraturium dan simulasi

d. Kecepatan dalam menanggapi respon peserta didik atau siswa

(12)

2.5.4 Internet

Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu

bahkan berjuta jaringan komputer (local/wide ared network) dan

komputer pribadi (standalone), yang memungkinkan setiap

komputer yang terhubung kepadanya bisa melakukan komunikasi

satu sama lain,

Brace menyebutkan internet sebagai suatu kesepakatan ,

karena untuk dapat saling berhubungan dan berkomunikasi setiap

komputer harus menggunakan protokol standar yaitu TPC/IP

(Transmission Control Protocol/interent protocol).

Manfaat Internet sekarang sudah dapat dirasakan olehberbagai

kalangan. Manfaat Internet sebagai salah satu media terbesar di

duniabisa digunakan sebagai pendoronga majunya pendidikan masa

depan.Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang

sangatbesar. Ada duaperanan internet yang sangat penting, yakni:

1. Menambah dan meningkatkan pengetahuan

2. Sharing ilmu, cerita dan pengalam kepada rekan-rekan guru yang

lain yang ada di dalam negeri ataupun di luar negeri

3. Bekerjasama dengan guru-guru lain

4. Segala ide atau hasil karya bisa langsung di publikasikan dengan

cepat

5. Dengan memiliki situs atau blog bisa mengasah kemampuan

menulis agar lebih baik lagi

(13)

7. Mendapatkan informasi dengan cepat

8. Bisa memilih dan mendapatkan bahan ajar

9. Menjalin tali silatuhrahmi dengan guru-guru lain melewati

jejaring sosial, contoh facebook, twitter, yahoo masenger dan

email.

10. Mudah mendapatkan informasi-informasi penting seputar dunia

pendidikan.

2.5.5 Televisi

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi

sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang

monokrom (hitam putih) maupun berwarna. Kata televisi merupakan

gabungan dari Bahasa Yunani yaitu tele yang artinya jauh dan dari

bahasa latin yaitu visio yang artinya penglihatan. sehingga televisi

dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan

media visual/penglihatan. Televisi adalah sistem elektronik yang

mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui

kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peratalan yang mengubah

cahaya dan suara ke dalam gelombang elektrik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat

didengar.

Televisi merupakan salah satu media massa elektronik yang

memberikan informasi dan hiburan secara audio dan visual. Sejak

ditemukannya sejak abad sembilan belas, kini manusia dapat menikmati

(14)

tersebut.Televisi dapat dijadikan sarana pembelajaran yang efektif dan

efisien. Keuntungan ini tersedia melalui berbagai tayangan yang

disajikannya. Kita hanya tinggal memilah dan memilih tayangan atau

saluran-saluran televisi mana yang cukup memadai sebagai sarana

pembelajaran kita. Di sini televisi diletakkan pada kerangka positif,

sebagai media pertukaran informasi, pemikiran, dan karya, sebagai

media bahan kajian ilmiah, dokumentasi, dan lain sebagainya.

Televisi Pendidikan adalah penggunaan program video yang

direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat

siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak sekadar

menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu,

ia memiliki ciri-ciri tersendiri, antara lain yaitu:

1. Dituntun oleh instruktur, yakni seorang guru atau instruktur

menuntun peserta didik melalui pengalaman-pengalaman visual.

2. Sistematis, yakni siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan

silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana.

3. Teratur dan berurutan, yakni siaran disajikan dengan selang

waktu yang beraturan secara berurutan di mana satu siaran

dibangun atau mendasari siaran lainnya.

4. Terpadu, yakni siaran berkaitan dengan pengalamn belajar

lainnya seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium,

percobaan, menulis, dan pemecahan masalah.

5. Pemanfaatan media televisi secara umum melibatkan dua unsur

(15)

dikenal dengan istilah pesawat televisi telah berkembang

sedemikian rupa dari waktu ke waktu, demikian juga program

atau siarannya.

2.5.6 Handpone

Teknologi Komunikasi semakin Berkembang Dan semakin

Canggih. Dimulai Dari penggunan HT (Hand talce), paper, telpon

rumah, hingga saat ini muncul ini handpone dengan berbagai macam

versi dan yang biasa hingga yang berlabel smart pone, handpone

menjadi barang yang telah dimiliki oleh semua kalangan masyarakat.

Jika dulu handpone dianggap sebagai barang elektronik yang mewah

kini keberadanya sudah tidak sulit lagi untuk didapat karena

harganya yang semakin murah.

Handpone disebut juga dengan telpon seluler (ponsel) atau

telpon genggam (telgam) merupakan sebuah alat komunikasi

eletronik yang memiliki kemampuan dasar sama dengan telpon

konvesional saluran tetap, tetapi bersifiat portabel atau mobile (dapat

dibawa ke mana-mana) sehingga tidak perlu diambungkan dengan

jaringan telpon kabel , sampai saat ini diindonesia sudah terdapat

dua jenis jaringan nirikabel atau wireles atau telpon seluler, yakni

gsm global syistem for mobile telecommunicationdan cdma

multiple access. Kegugunan ponsel sangatlah beragam tidak hanya

untuk melakukan pengiriman dan penerimaan pesan singkat atau

sms shutmessage service) semakin berkembang handpone semakin

(16)

membuat penggunanya bertambah pesat , yakni menangkap siaran

radio dan televisi pemutar videos dan audio Kamera, game dari

sekarang semakin diperlengkapi dengan jaringan internet.

Di Indonesia, terdapat sistem komunikasi satelit domestik

(SKSD) yang dikelola oleh indonesia satelit corporation (Indosat)

merupakan badan usaha milik negara. Untuk melayani pelanggan.

Indosat memakai satelit dan melalui kabel laut yang disebut sitem

komunikasi kabel laut (skkl). Satelit palapa berfungsi sebagai satelit

pengulang (reparter) komunikasi bagi berrbagai media termasuk

telpon, televisi, faksimili, komputer dan lain-lain.

2.6 Hakikat Informasi

Berbicara mengenai informasi, tidak dapat dipisahkan dengan

yang namanya data. Sebelum memahami konsep informasi dalam hal

ini akan dibahas sepintas tentang data.

Menurut Susanto (2002). data adalah fakta atau apapun yang

dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi. Data

dapat berupa bahan untuk diskusi, pengambilan keputusan,

perhitungan, atau pengukuran. Saat ini data tidak harus selalu dalam

bentuk kumpulan huruf-huruf dalam bentuk kata atau kalimat, tetapi

dapat juga dalam bentuk suara, gambar diam dan bergerak, baik

dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Bahkan sekarang mulai banyak

berkembang data virtual/maya yang merupakan hasil rekayasa

(17)

Menurut Siagian (2002). data merupakan bahan ”mentah”.

Sebagai bahan mentah, data merupakan input yang setelah diolah

berubah bentuknya menjadi output yang disebut informasi. Setelah

Anda mengenal sepintas tentang data, maka marilah kita bicarakan

apa yang dimaksud dengan informasi. Menurut Susanto (2002).

informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak

semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi. Hasil

pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak

bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi

orang tersebut. Dari uraian tentang informasi ada tiga hal penting

yang harus di perhatikan.

Selain dari pengertian informasi tersebut Mc. Leod

(Susanto,2002). mengemukakan bahwa suatu informasi yang

berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1. Akurat, artinya informasi mencerminkan keadaan yang

sebenarnya. Pengujian terhadap hal ini biasanya dilakukan

melalui pengujian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang

berbeda-beda dan apabila hasil pengujian tersebut menghasilkan

hasil yang sama, maka dianggap data tersebut akurat.

2. Tepat waktu artinya informasi itu harus tersedia atau ada pada

saat informasi tersebut diperlukan, tidak besok atau tidak

beberapa jam lagi.

3. Relevan artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan

(18)

organisasi maka informasi tersebut harus sesuai dengan

kebutuhan informasi diberbagai tingkatan dan bagian yang ada

dalam organisasi tersebut.

4. Lengkap artinya informasi harus diberikan secara lengkap.

a. Komponen-komponen Informasi Dengan fenomena yang

multi-dimensional, kita dapat mengenal enam komponen informasi yang

masing memiliki sifat, karakteristik, dan kekhasan

masing-masing. Adapun keenam komponen atau jenis informasi tersebut

adalah sebagai berikut.

b. Absolute information, merupakan ’pohonnya’ informasi, yaitu jenis

informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak

membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

c. Sustitutional informasionyaitu jenis informasi yang merujuk

kepada kasus di mana konsep informasi digunakan untuk sejumlah

informasi. Dalam pengertian ini, informasi kadangkala diganti

dengan istilah ’komunikasi’

d. Philosophic information, yaitu jenis informasi yang berkaitan

dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada

pengetahuan dan kebijakan.

e. Subjective information, yaitu jenis informasi yang berkaitan

dengan perasaan dan emosi manusia. Kehadiran informasi ini

bergantung pada orang yang menyajikannya.

f. Objective information, yaitu jenis informasi yang merujuk pada

(19)

g. Cultural information, yaitu informasi yang memberikan tekanan

pada dimensi kultural.

Kelima komponen informasi tersebut, satu dengan yang lainnya

saling berhubungan dan memiliki unsur ketergantungan. Dalam

memberikan pemahaman terhadap suatu komponen, informasi

tidak terlepas dari pengetahuan unsur budaya seseorang dan

pemahaman seseorang terhadap suatu komponen informasi yang

merupakan alat bagi pemahaman komponen-komponen lainnya.

Sehubungan dengan pemahaman Anda tentang informasi, sudah

tentu Anda sering mendengar ungkapan bahwa saat ini kita sudah

memasuki ”era informasi”. Artinya semakin disadari oleh banyak

pihak bahwa informasi merupakan sumber daya yang makin

penting perannya dalam kehidupan dan penghidupan manusia.

Bahkan dapat dikatakan bahwa informasi telah menyentuh seluruh

kehidupan manusia, meskipun teknologi yang menghasilkannya

mungkin tidak dipahami, apalagi dikuasainya.

Informasi diperlukan bukan hanya oleh individu dan berbagai

kelompok dalam masyarakat, akan tetapi juga oleh semua jenis

organisasi, termasuk organisasi bisnis, organisasi sosial, organisasi

politik, birokrasi pemerintahan dan organisasi nirlaba, termasuk

organisasi keagamaan. Pentingnya peranan informasi terlihat baik

oleh perorangan, kelompok, maupun semua jenis organisasi yang

dalam menjalani kehidupan dan penghidupan ini selalu dihadapkan

(20)

sifatnya rutin, sederhana, dan repetitif maupun yang insidental,

episodik, kritikal, rumit, dan strategis. Informasi yang mampu

mendukung proses pengambilan keputusan adalah yang memenuhi

paling sedikit lima persyaratan. Kelima persyaratan ini terkait

dengan yang telah dikemukakan di atas, yaitu berkenaan dengan

informasi yang berkualitas, yaitu lengkap, mutakhir, akurat, dapat

dipercaya, dan disimpan sedemikian rupa sehingga mudah

ditelusuri untuk digunakan sebagai alat pendukung proses

pengambilan keputusan apabila diperlukan (Siagian, 2002). Faktor

kelengkapan sangat penting karena informasi yang tidak lengkap

dapat berakibat pada kesimpulan yang tidak benar yang pada

gilirannya bermuara pada keputusan yang tidak tepat. Faktor

kemutakhiran tidak kalah pentingnya, karena seperti dimaklumi,

suatu keputusan adalah upaya sadar dan sistematis untuk mengatasi

suatu situasi yang kurang menguntungkan atau memecahkan

masalah. Orientasi waktu suatu keputusan adalah masa sekarang

dan masa depan. Informasi yang sudah kadaluarsa tidak akan

mendukung proses pengambilan keputusan. Akurasi informasi

merupakan hal mutlak karena informasi yang tidak akurat justru

akan mempersulit proses pengambilan keputusan terutama dalam

menganalisis berbagai alternatif untuk kemudian memilih salah

satu di antaranya yang diyakini merupakan alternatif terbaik.

Berkaitan dengan akurasinya, informasi harus dapat dipercaya.

(21)

apabila terjadi akan mengaburkan situasi yang sebenarnya. Seluruh

informasi yang telah terkumpul dan terolah harus disimpan

sedemikian rupa sehingga siapa pun yang memerlukannya dan

memang berhak untuk itu dapat memperolehnya.

2.7 Pengertian Teknologi Informasi

Menurut Bambang Warsita (2008:135). Teknologi informasi

dan komunikasi (TIK) Sudah sering digunakan didalam

kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan pembelajaran.

Sekalipun sudah sering digunakan, namun tampaknya masih

terjadi pemahaman yang berebedah mengenai istilah (TIK).

Bahkan, ada sebagian orang yang mengidentikan Teknologi

informasi itu dengan komputer atau internet saja, akibatnya setiap

ada pembicaraan mengenai tik, maka yang terlintas didalam

pemikiran yang bersangkutan adalah komputer atau intenet.

Teknologi informasi adalah sarana dan prasarana (hardware,

software, useware) sistem dan metode untuk memperoleh,

mengirimkan, mengolah,menafsirkan, menyimpan,

mengorganisasikan, dan menggunakan data secara bermakna. Hal

yang sama juga di ungkapkan oleh Lantip dan Rianto (2011:4)

Teknologi informasi diartikan sebagai ilmu pengetahuan dalam

bidang informasi yang berbasis komputer dan perkembanganya

sangat pesat

Dilingkungan pendidikan atau pembelajaran apabila ada topik

(22)

sebagian guru yang pemahamanya langsung mengarah atau

terpusat pada komputer atau internet . pemahaman demikian ini

mengakibatkan bervariasinya sikap guru dalam pemanfaatan tik

untuk pembelajaran. Ada sebagai guru yang secara spontan

mengemukakan bahwa belum saatnya dilalakukan pemanfaatan

tik dalam pembelajaran.

2.8 Kemandirian Belajar

1. Pengertian Kemandirian Belajar

Menurut Haris Mudjiman (2011:9) belajar mandiri adalah

kegiatan belajar aktif, yang di dorong oleh niat atau motif untuk

menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi sesuatu masalah, dan

dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah

dimiliki. Beberapa penjelasan yang terkait dengan batasan belajar

mandiri antara lain :

a) Kegiatan belajar aktif merupakan kegiatan belajar yang memiliki ciri

keaktifan pembelajar, persistensi, keterarahan, dan kreativitas untuk

mencapai tujuan.

b) Motif atau niat untuk menguasai sesuatu kompetensi adalah

kekuatan pendorong kegiatan belajar secara intensif, persisten,

terarah dan kreatif.

c) Kompetensi adalah pengetahuan atau keterampilan yang dapat

(23)

d) Dengan pengetahuan yang telah dimiliki pembelajar mengolah

informasi yang diperoleh dan sumber belajar, sehingga menjadi

pengetahuan ataupun keterampilan baru yang dibutuhkannya.

e) Dalam status pelatihan dalam sistem pendidikan formal tradisional

tujuan belajar, khususnya tujuan-tujuan antara hingga evaluasi hasil

belajar, ditetapkan sendiri oleh pembelajar. Tujuan akhir dari setiap

unit penugasan dapat ditetapkan oleh guru.

Pengertian tersebut, dapat menjelaskan bahwa seseorang yang

sedang menjalankan kegiatan belajar mandiri lebih ditandai oleh motif

yang mendorongnya untuk belajar, bukan dari kenampakan fisik kegiatan

belajarnya.

Kegiatan belajar mandiri diawali dengan adanya kesadaran

adanya masalah, kemudian diikuti dengan timbulnya niat untuk

melakukan kegiatan belajar secara sengaja untuk menguasai suatu

kompetensi guna memecahkan suatu permasalahan yang ada. Jadi,

dengan kata lain kegiatan belajar mandiri ini tidak akan tercipta bila

terdapat unsur pemaksaan dari pihak lain, melainkan timbulnya

kesadaran dan niat yang timbul dengan sendirinya dalam pribadi individu

itu sendiri. Belajar mandiri bermanfaat di masa depan untuk menghadapi

tantangan kehidupan yang semakin lama semakin keras, serta masalah

yang dihadapi juga semakin banyak.

Kemandirian belajar (dalam scribd.com) adalah kegiatan belajar

yang dilakukan oleh siswa atas kemauannya sendiri dengan tidak

(24)

dalam menyelesaikan tugasnya.Menurut Poerwadarminta (2003:23)

(dalam id.shvoong.com) aktivitas adalah kegiatan.”23.

Jadi, aktivitas belajar adalah kegiatan-kegiatan siswa yang

menunjang keberhasilan belajar. Aktivitas belajar yang dimaksud adalah

seluruh aktivitas siswa dalam proses belajar, mulai dari kegiatan fisik

sampai kegiatan psikis

Menurut Paul B. Diedrich (dalam id.shvoong.com) ada 177

macam aktivitas siswa antara lain

1) Visual Activities, seperti membaca, memperhatikan gambar,

memperhatikan demonstrasi percobaan pekerjaan orang lain.

2) Oral activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya,

memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan

wawancara, diskusi, interupsi.

3) Listening activities, seperti mendengarkan: uraian, percakapan,

diskusi, musik, pidato.

4) Writing activities seperti menulis: cerita, karangan, laporan,

angket, menyalin.

5) Drawing activities, seperti menggambar, membuat grafik, peta,

diagram.

6) Motor activities, seperti melakukan percobaan, membuat

konstruksi, mereparasi model, bermain, berkebun, berternak.

7) Mental activities, seperti menanggapi, mengingat, memecahkan

(25)

8) Emotional activities, seperti menaruh minat, merasa bosan,

gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.”

berdasarkan uraian, maka dapat diketahui aktivitas siswa

terdiri dari :

1) Bertanggung jawab terhadap tugas

2) Menemukan penyelesaian masalah

3) Pemahaman isi materi

4) Kemampuan menjawab pertanyaan

5) Menghindarkan perilaku yang tidak sesuai dengan proses belajar

6) Melakukan kegatan yang berhubungan dengan proses belajar

7) Sistem pengerjaan tugas

8) Keberanian bertanya

9) Keberanian mengajukan pendapat

10) Kegiatan berdiskusi

2.9 Ciri-Ciri Kemandirian

Menurut Chabib Thoha (1996:123-124.) dalam

(subliyanto.blogspot.com) mengemukakan ciri-ciri kemandirian antara

lain :

a) Mampu berpikir secara kritis

b) Tidak mudah terpegauh oleh pendapat orang lain

c) Tidak lari dan menghindari masalah

d) Memecahkan maslaah dengan berfikir yang mendalam

e) Apabila menjumpai maslaah dipecahkan sendiri tanpa meminta

(26)

f) Tidak merasa rendah diri apabila harus berbeda dengan orang lain

g) Berusaha bekerja dengan penuh ketekunan dan kedisiplinan

h) Bertanggung jawab atas tindakanya sendiri

2.10 Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian

Menurut Masrun (1986:4) (dalam tugasavan.blogspot.com) faktor -faktor

yang mempengaruhi kemandirian dibedakan menjadi dua antara lain :

1) Faktor Dari Dalam

Faktor dari dalam yang mempengaruhi kemandirian seseorang antara lain :

a. Usia

Pengaruh dari orang lain akan berkurang secara perlahan-lahan pada

saat anak menginjak usia lebih tinggi. Pada usia remaja mereka lebih

berorientasi internal, karena percaya bahwa peristiwa-peristiwa dalam

hidupnya ditentukan oleh tindakannya sendiri. Anak-anak akan lebih

tergantung pada orang tuanya, tetapi ketergantungan itu lambat laun akan

semakin berkurang sesuai dengan bertambahnya usia seseorang.

Anak-anak usia muda merasa belum mampu untuk melakukan sesuatu secara

sendiri karena kemampuan yang dimiliki masih terbatas. Sebaliknya,

anak dengan usia yang semakin dewasa merasa sudah mempunyai

kemampuan yang cukup, maka secara pelan-pelan akan dapat melakukan

semuanya secara sendiri. Anak semakin tua usia cenderung semakin

(27)

b. Jenis Kelamin

Keinginan untuk berdiri sendiri dan mewujudkan dirinya sendiri

merupakan kecenderungan yang ada pada setiap remaja. Perbedaan

sifat-sifat yang dimiliki oleh pria dan wanita disebabkan oleh perbedaan

pribadi individu yang diberikan pada anak pria dan wanita. Perbedaan

jasmani yang menyolok antara pria dan wanita secara psikis

menyebabkan orang beranggapan bahwa perbedaan kemandirian antara

pria dan wanita. Seorang anak perempuan memiliki dorongan untuk

melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua, tetapi dengan

statusnya sebagai seorang perempuan, maka dituntut untuk bersikap

pasif, berbeda dengan anak lelaki yang agresif dan ekspansif, akibatnya

anak perempuan berada lebih lama dalam ketergantungan daripada anak

laki-laki.

c. Konsep diri

Konsep diri yang positif mendukung adanya perasaan yang kompeten

pada individu untuk menentukan langkah yang diambil. Cara individu

tersebut memandang dan menilai keseluruhan dirinya atau menentukan

kepibadian individualnya. Individu yang memandang dan menilai dirinya

mampu, cenderung memiliki kemandirian dan sebaliknya individu yang

memandang dan menilai dirinya sendiri kurang atau cenderung tidak

mampu, maka akan menggantungkan dirinya pada orang lain.

Kemampuan bertindak dan mengambil keputusan tanpa bantuan orang

lain hanya dapat dimiliki oleh orang yang mampu berpikir dengan

(28)

1. Faktor Dari Luar

Faktor dari luar yang mempengaruhi kemandirian seseorang antara lain:

a. Pendidikan

Semakin bertambahnya pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang,

kemungkinan untuk mencoba sesuatu baru semakin besar, sehingga

orang akan lebih kreatif dan memiliki kemampuan. Dengan belajar

seseorang dapat mewujudkan dirinya sendiri, sehingga orang memiliki

keinginan sesuatu secara tepat tanpa tergantung dengan orang lain.

Menurut Thoha (1996) sistem pendidikan yang diterapkan disekolah

yang dalam prosesnya tidak dapat mengembangkan demokrasi

pendidikan dan cenderung menekankan indoktrinasi tanpa argumentasi

juga akan menghambat perkembangan kemandirian remaja sebagai

siswa.

b. Keluarga

Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan

dasar-dasar kepribadian seorang anak. Demikian juga dalam

pembentukan kemandirian anak berupa aktivitas pendidikan dalam

keluarga, kecenderungan dalam mendidika anak, cara memberikan

penilaian terhadap anak bahkan sampai pada cara hidup orang tua.

Keluarga berperan dalam penanaman nilai-nilai pada diri seorang anak,

termasuk niali kemandirian. Penanaman nilai kemandirian tidak lepas

dari peran orang tua dan cara asuh orang tua ke anak. Apabila sejak kecil

(29)

orang tua untuk dapat mandiri, tidak akan mengalami kesulitan dalam

hidup.

Pengaruh keluarga terhadap kemandirian anak terkait dengan

peranan orang tua. Dalam hal ini, ayah dan ibu mempunyai peran nyata

bahwa dari rasa kasih sayang dan rasa kuatirnya seorang ibu tidak berani

melepaskan anaknya untuk berdiri sendiri sehingga menjadikan anak

tersebut untuk selalu ditolong, selalau tergantung kepada ibu karena

selalu dimanjakan mengakibatkan tidak dapat menyesuaikan diri dan

perkembangan watak mengarah pada keragu-raguan. Sikap ayah yang

keras menjadikan anak kehilangan rasa percaya diri sementara

kemanjaan yang diberikan ayah menjadikan anak kurang berani

menghadapai masyarakat luas. Pemanjaan yang berlebihan dan

pengabaian sikap orang tua terhadap anak mengakibatkan terhambatnya

perkembanagan anak.

c. Interaksi sosial

Kemampuan remaja dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial

serta mampu melakukan penyesuaian diri dengan baik akan mendukung

perilaku remaja yang bertanggung jawab, mempunyai perasaan aman dan

mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi dengan baik,

tidak mudah menyerah, maka akan mendukung untuk dapat berperilaku

mandiri. Sistem kehidupan masyarakat yang terlalu menekankan

pentingnya hirarki struktur sosial, merasa kurang aman atau mencekam

(30)

produktif dapat menghambat kelancaran perkembangan kemandirian

remaja atau siswa.

2.11 Aspek-Aspek Kemandirian Menurut Steinbergh (1999:289) dalam

(adwintaactivity.blogspot.com)mengemukakan tiga aspek kemandirian

antara lain :

a) Emotional autonomy

Kemandirian emosional adalah seberapa besar individu tidak

tergantung kepada dukungan emosional orang lain, terutama orang tua

dalam mengelola dirinya sendiri. Memudarnya hubungan emosional anak

dengan orang tua pada masa remaja terjadi sangat cepat. Kecepatan

memudarnya hubungan itu terjadi seiring dengan semakin mandirinya

remaja dalam mengurus diri sendiri. Proses ini secara tidak langsung

memberikan peluang bagi remaja untuk mengembangkan kemandirian

emosional. Proses psikososial yang menuntut remaja untuk

mengembangkan kemandirian emosional antara lain:

1) Perubahan pengungkapan kasih saying

2) Meningkatkan pendistribusian kewenangan dan tanggung jawab

3) Menurunnya interaksi verbal dan kesempatan bertemu dengan orang

tua.

4) Semakin larutnya remaja dalam pola-pola hubungan antar teman

sebaya untuk menyelami hubungan kehidupan yang baru di luar

keluarga. Individu yang mampu memutuskan ikatan emosionalmya,

(31)

Keberhasilan dalam melakukan sparasi ini merupakan dasar bagi

pencapaian kemandirian terutama kemandirian yang bersifat

independency, sehingga ini menjadi awal untuk terbentuknya

kemandirian.

b)Kemandirian Perilaku (behavioural autonomy

Kemandirian perilaku adalah kemampuan individu dalam menentukan

dan mengambil keputusan untuk pengelolaan dirinya. Ciri-ciri individu

yang mempunyai kemandirian dalam perilaku antara lain:

1) Memiliki kemampuanmengambil keputusan, yang ditandai oleh:

a. Menyadaru adanya resiko dari tingkah laku

b. Memilih alternatif pemecahan masalah yang didasarkan atas

pertimbangn diri sendiri dan orang lain

c. Bertanggung jawab atas konsekuensi dari keputusan yang

diambil.

2) Memiliki kekuatan terhadap penaruh pihak lain, yang ditandai oleh:

a. Tidak mudah terpengauh dalam situasi yang menuntut konformitas

b. Tidak mudah terpengaruh oleh tekanana teman sebaya dan orang

tua dalam mengambil keputusan

c. Memasuiki kelompok sosial tanpa tekanan.

3) Memiliki rasa percaya diri (self reliance), yang ditandai oleh:

a. Dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari

b. Dapat memenuhi tanggung jawab

c. Dapat mengatasi sendiri masalahnya

(32)

c) Kemandirian nilai (values autonomy)

Kemandirian nilai adalah kemampuan individu untuk menolak

tekanan atau tuntutan dari orang lain yang berkaitan dengan keyakinan

dalam bidang nilai. Seorang individu memiliki seperangkat prinsip

tentang benar dan salah serta penting dan tidak penting dalam

memandang sesuatu yang dilihat dari sisi nilai. Terdapat tiga perubahan

kemandirian nilai yang terjadi pada masa remaja antara lain :

1) Keyakinan akan nilai-nilai semakin abstrak (abstrak belief)

Perilaku yang dapat terlihat dari semakin abstraknya keyakinan akan

nilai-nilai adalah mampu menimbang berbagai kemungkinan dalam

bidang nilai.

2) Keyakinan akan nilai-nilai yang semakin bersifat prinsip (principle

belief). Perilaku yang muncul antara lain:

a. Berpikir sesuai dengan prinsip yang dapat dipertanggung jawabkan

dalam bidang nilai

b. Bertindak sesuai dengan prinsip yang dapat dipertanggung

jawabkan dalam bidang nilai

3) Keyakinan akan nilai-nilai yang terbentuk dalam diri remaja bukan

hanya dalam sistem nilai yang diberikan oleh orang tua atau orang dewasa

lainnya tetapi lebih pada keyakinan yang dimilikinya sendiri (independent

belief). Perilaku yang muncul antara lain :

a. Individu memulai mengevaluasi kembali keyakinan dan nilai-nilai

yang diterimanya dari orang lain

(33)

c. Bertingkah laku sesuai dengan keyakinan dan nilainya sendiri

1. Komponen Kemandirian Belajar

Siswa yang mandiri dapat menunjukkan inisiatif dan berusaha untuk

mengejar prestasi, menunjukkan rasa percaya diri yang besar, dan jarang

mencari perlindungan dari orang lain serta mempunyai rasa ingin tahu yang

besar.

Menurut Haris Mudjiman (2011:15) terdapat empat komponen dalam

belajar mandiri antara lain :

a. Konstruktivisme yaitu paradigma yang meyakini bahwa

pembelajaran adalah penambahan pengetahuan baru hasil

olahan pembelajar sendiri, atas dasar rangsangan yang berupa

informasi dari sumber belajar.

b. Motivasi belajar adalah kekuatan pendorong kegiatan belajar

secara intensif, persistensi, terarah dan kreatif

c. Kegiatan aktif adalah kegiatan belajar yang ditandai dengan

melakukan tindakan, dan memiliki ciri-ciri efektif, persisiten,

terarah dan kreatif.

d. Kompetensi / tujuan belajar mandiri yang mengarah ke

penguasaan kompetensi adalah kemampuan untuk melakukan

(34)

2.12 Penelitian Relevan

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada penelitian yang relevan

sebagai berikut :

a. Penelitian terdahulu yang relevan dilakukan oleh Onya Arilia dengan

judul “Hubungan pemanfaatan teknologi infromasi dengan

Kompetensi Profesional, Kompetensi dan pedagogik Populasi dalam

penelitian ini adalah mahasiswa UNY sampel penelitian berjumlah

317 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan angket. Teknik

analisis data yang digunakan adalah korelasi product-moment untuk

menguji hipotesis pertama, dan kedua Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa, ada hubungan yang positif dan signifikan

antara pemanfaatan teknologi informasi dengan kompetensi

profesional guru, kompetensi pedagogik dengan hubungan yang

positif dan signifikan antara pemanfaatan teknologi informasi tentang

pemanfaatan teknologi informasi disiplin guru

b. Penelitian terdahulu dilakukan oleh Icha Dengan Judul “kemandirian

belajar dengan Kompetensi Profesional Guru Populasi dalam

penelitian ini adalah mahasiwa UNES penelitian ini sebanyak 140

mahasiswa, diambil sampel secara proportional random sampling

sebanyak 110 siswa. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi

dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis

regresi berganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan

(35)

2.13 Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan model konsepetual tentang bagaimana

teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi

sebagai masalah yang penting. Struktur kurikulum (PROGDI) FKIP

UKSW Pendidikan Ekonomi, merupakan sala satu faktor yang

berhubungan dengan kesiapan menjadi guru profesional. Karena struktur

kurikulum merupakan proses perkuliahan yang menekankan pada nilai

pembentukan profesional guru yang dijiwai sikap wirausaha pada setiap

diri mahasiswa, dan didukung dengan sarana-prasarana yaitu teknologi

informasi, sehingga dapat membuat mahasiswa memudahakan dalam

mencari sumber informasi dalam berbagai hal, Dengan menggunakan

aplikasi-aplikasi, Intrnet, whatsAap, Bbm, line, facebok dan lain-lain dan

bertukar informasi, dengan mahasiswa lain maupun dosen, hal ini perlu

adanya kemandirian belajar Mahasiswa yang mampu menggunakan

waktu diluar jam kuliah, namun hal ini perlu didukung dengan empat

kompetensi untuk mendukung kesiapan menjadi guru profesional, namun

jika mahasiwa belum menguasai empat kompetensi tersebut makan dia

(36)

2.14. Model Hipotesis

Hubungan ketiga variabel digambarkan melalui model hipotitis

sebagai berikut :

Keterangan :

X1 = Pemanfatan Teknologi Informasi

X2 = Kemandirian Belajar

Y = Kesiapan Menjadi Guru Profesional

= Korelasi\Hubungan variabel x dengan y

2.15. Hipotesis penelitian

Menurut sugiono (2010:96) hipotesis merupakan jawaban sementara

rumusan penelitian dimana rumusan penelitian telah dinyatakan dalam

bentuk kalimat pertanyaan”terdapat hubungan yang positif dan signifikian

antara pemanfaatan teknologi informasi dan kemandirian belajar dengan

kesiapan menjadi guru profesional di kalangan mahasiswa Fkip Pendidikan

Ekonomi Uksw Salatiga X1

X2

(37)

Hipotesis kerja 1 :

1. Ada Hubungan Positif dan signifikan antara pemanfaatan Teknologi

informasi dengan kesiapan menajadi guru profesional

Hipotesis statistik 1:

Ho : px1y = 0

H1 : rx1y > 0

Hipotesis kerja 2:

2. Ada Hubungan Positif dan signifikan antara kemandirian belajar dengan

kesiapan menjadi Guru profesional.

Hipotesis statistik 2:

Ho : px2y = 0

H1 : rx2y > 0

Hipotesis 3 :

3. Ada hubungan positif dan signifikan antara pemanfaatan teknologi

informasi dan kemandirian belajar terhadap kesiapan menjadi guru

profesional

Hipotesis 3 :

Ho : px1x2y = 0

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...