• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Suhu dan Waktu Terhadap Pemadatan Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Suhu dan Waktu Terhadap Pemadatan Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

28

DAFTAR PUSTAKA

Amin Y, Dwianto W, Prianto AH. 2004. Sifat Mekanis Kayu Kompresi. Proceeding Seminar Nasional MAPEKI VII.5-6 Agustus 2004.

Amin Y, Dwianto W. 2006. Pengaruh Suhu dan Tekanan Uap Air Terhadap Fiksasi Kayu Kompresi engan Menggunakan Close system compression. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis 4 (2) : 55-60.

Amin Y, Darmawan T, Wahyuni I dan Dwianto W. 2007. Pengaruh Perendaman NaOH terhadap Fiksasi Kayu Kompresi dengan Menggunakan CloseSystem Compression. Prosiding Seminar MAPEKI X; di Pontianak, 9-11 Agustus 2007. hlm 240-247.

Arinana dan Farah Diba.2009. Kualitas Kayu Pulai (Alstonia Scholaris) terdensifikasi (sifat fisis , mekanis dan keawetan) jurnal ilmu dan teknologi hasil hutan 2(2) : 78:88.

Basri, E. & Balfas, J. (2014). Impregnasi ekstrak jati dan resin pada kayu jati cepat tumbuh dan karet. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32 (4), 283-289.

[Dephut] Departemen Kehutanan. 2010. Statistik Kehutanan Indonesia 2009. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Eliezer, G., Dkk. 2014. Sifat Fisik Dan Mekanik Kayu Mahang (Macaranga hypoleuca (Reichb.f.et Zoll.) M.A) Yang Dipadatkan Berdasarkan Lama Pengukusan Dan Besarnya Suhu Kempa. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Pontianak. Esteves B, Domingo I, Pereira H. 2007. Improvement of technological quality 176 J.

Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol. 12 No.2 Juli 2014 of eucalypt wood by heat treatment inair at 170-200ºC. For. Prod. J. 57 (1/2):47-52.

Hartono, R. 2008. Pemadatan Kayu (Wood Densification). Tugas Mata Kuliah Mekanika Kayu dan Komposit. Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Hartono, R., Wahyudi, I., Febrianto, F., Dwianto, W., Hidayat, W. Jang, J.H., Lee, S.H., Park, S.H., Kim, N.H. 2016. Quality Improvement of Oil Palm Trunk Properties by Close System Compression Method. Journal of the Korean Wood Science and

Hill, C. A. S. (2006). ―Wood Modification: Chemical, Thermal and Other Processes,‖ Wiley Series in Renewable Resources, John Wiley & Sons, Ltd., West Sussex, England.

Karomi, M. 2011. Panduan Sukses Budidaya Jabon dan Sengon Laut. Araska, Yogyakarta.

(2)

29

Kementerian Kehutanan. 2012. Statistik Kehutanan Indonesia (Forestry Statistics of Indonesia)

Khalil, H.P.S.A., Dungani, R., Mohammed, I.A., Hossain, M.S., Aprilia, N.A.S., Budiarso, S. & Rosamah, E. (2014). Determination of the Combined effect of chemical modification and compression of agatis wood on the dimensional stability, termite resistance, and morphological structure. Bioresources, 9 (4), 6614-6625.

Martawijaya A, Kartasujana I, Mandang YI, Prawira SA, Kadir K. 2005. Atlas Kayu Indonesia Edisi II. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Mulyana, D.C., Asmarahman dan Fahmi, I. 2010. Bertanam Jabon. Agro Media.Jakarta

Nair, K.S.S dan Sumardi 2000 Insect pests and diseases of major plantation species. Dalam: Nair, K.S.S. (ed.) Insect pests and diseases in Indonesian forests: an assessment of the major treats, research efforts and literature. CIFOR, Bogor, Indonesia.

Onggo, H. dan Astuti, J. 2005. Pengaruh Sodium Hidroksida dan Hidrogen Peroksida terhadap Rendemen dan Warna Pulp dari Serat daun Nenas. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol. 3 No. 1 (37–43). Bogor.

Pratiwi. 2003. Prospek pohon jabon untuk pengembangan hutan tanaman. Buletin Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 4(1):61-66.

Rilatupa J, Surjokusumo S, dan Nandika D. 2004. Keandalan papan lapis dari kayu dammar (Agathis loranthifolia Salisb.) terpadatkan sebagai pelat buhul pada arsitektur konstruksi atap kayu. J Ilmu Teknol Kayu Tropis 2(1): 51-56.

Savitri, R.L.W. 2011. Pengujian Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jabon Anthocephalus Cadamba (Roxb.) Miq. Skripsi. Hasil Hutan. Institut Pertanian Bogor.

Sulistyono, Surjokusumo S. 2001. Studi Rekayasa Teknis, Sifat Fisis, Sifat Mekanis dan Keandalan Konstruksi Kayu Agatis (Agathis loranthifolia Salisb) Terpadatkan. Tesis Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor (Tidak dipublikasikan).

Sulistyono, Nugroho N, dan Surjokusumo S. 2003. Teknik rekayasa pemadatan kayu ii: sifat fisik dan mekanik kayu agatis (Agathis lorantifolia Salisb.) terpadatkan dalam konstruksi bangunan kayu. Bul Keteknikan Pert. 17(1): 32-45.

Wardhani, I.Y. 2005. Kajian Sifat Dasar dan Pemanfaatan Bagian Dalam Kayu Kelapa (Cocos nucifera Linn). Sekolah Pasca Sarjana. Insitut Pertanian Bogor. Bogor.

Wardhani IY, Surjokusumo S, Hadi YS, Nugroho N. 2006. Penampilan Kayu Kelapa (Cocos nucifera Linn) Bagian dalam yang dimampatkan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis 4 (2) : 50–54.

(3)

30

Widiyanto A. dan Siarudin M. 2011.Kajian Kualitas Kayu Jabon (Antochepalus cadamba Miq) SEBAGAI BAHAN BAKU BINGKAI KAYU (Studi Kasus di PT Daisen Wood Frame, Bogor). Balai Penelitian Teknolofi Agroforestry. Ciamis

Yudohartono, T., P. 2013. Karakteristik Pertumbuhan Jabon Dari Provenan Sumbawa Pada Tingkat Semai Dan Setelah Penanaman. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Proses plastisasi dan pemadatan kayu yang sesuai dapat meningkatkan sifat fisik dan sifat mekanik kayu terpadatkan dan berkualitas tinggi, Kualitas yang dimaksud adalah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik kayu jabon ( Anthocepalus cadamba Miq) dan variasinya pada arah longitudinal dan radial batang.Sebanyak 3

Pra perlakuan pemadatan merupakan serangkaian proses perlakuan awal sebelum dilakuan pemadatan menggunakan kempa panas untuk meningkatkan kestabilan dimensi kayu dan

Masih sedikit penelitian tentang pengaruh pra perlakuan pemadatan terhadap kualitas kayu Jabon ( Anthecephalus cadamba M.) sehingga belum diketahui proses pra

yang dipadatkan terjadi karena struktur sel kayu menjadi lebih padat dan merata. pada setiap bagian kayu, dan selain itu adanya kristalisasi molekul

Gambar 3 menunjukkan bahwa nilai kerapatan kayu kontrol yaitu sebesar. 0,36 gr/cm 3 dan setelah dilakukan pemadatan mengalami

Sampel sifat fisis dan mekanis rendam dalam larutan NaOH 2% selama 24 jam.

Pada suhu 120-140 o C menunjukkan nilai MOR lebih tinggi dibandingkan dengan suhu pengempaan lainnya dimana kombinasi suhu dan waktu kempa dapat mengikat