Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

14 

Teks penuh

(1)

PERUBAHAN FUNGSI BORU DALAM STRUKTUR KEKERABATAN BATAK TOBA PADA ACARA PESTA ADAT

SKRIPSI

Diajukan Guna Memenuhi salah satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sosial dalam Bidang Antropologi Sosial

Oleh:

YOSEPHINE TAMBA 130905060

DEPARTEMEN ANTROPOLOGI SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PERNYATAAN ORIGINALITAS

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Apabila dikemudian hari terbukti lain atau tidak seperti yang saya nyatakan ini, saya bersedia diproses secara hukum dan siap menanggalkan gelar kesarjanaan saya.

Medan, Juli 2017 Penulis,

(3)

3

ABSTRAK

Yosephine Patricia Tamba 130905060 (2017). Judul Skripsi Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat. Skripsi

ini terdiri dari 5 bab, 112 halaman, 3 gambar, 11 foto dan 2 tabel.

Setiap suku bangsa pasti memiliki ciri khas budaya masing-masing yang biasa disebut dengan budaya lokal, begitu juga dengan suku Batak Toba memiliki budaya lokal yaitu berupa tradisi Marhobas. Sesuai dengan adat budaya Dalihan Na Tolu kegiatan marhobas ini dilakukan oleh pihak yang menjabat sebagai boru

dalam pelaksanaan pesta adat Batak. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi, tradisi ini sudah jarang dilakukan sehingga menyebabkan perubahan pada fungsi boru dalam pesta adat yang kini diambil alih oleh catering atau jasa penyedia makanan.

Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik yang digunakan dalam penghimpunan data yaitu dengan melakukan wawancara dan juga melakukan observasi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah raja parhata, natua-tua ni huta, kepala desa, dan warga yang telah lama berdomisili di desa Simanungkalit dan mengetahui banyak tentang kegiatan marhobas yang ada di desa tersebut.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya pengaruh globalisasi dan budaya global ditengah masyarakat desa Simanungkalit menyebabkan perubahan pada budaya lokal masyarakat. Faktor yang menyebabkan perubahan budaya lokal tersebut antara lain kemajuan teknologi informasi, adanya kontak dengan budaya luar, hadirnya jasa catering di desa, faktor keefisienan waktu dan juga pergaulan didalam masyarakat. Beberapa dampak dari perubahan itu menipisnya rasa solidaritas diantara masyarakat, berkembangnya sifat individual dan berkurangnya konstribusi boru dalam pesta. Pada akhirnya didalam pelaksanaan pesta adat batak terjadilah pertemuan antara hal yang bersifat lokal dan yang global yang saling mempengaruhi. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya percampuran budaya tapi dalam hal ini yang berlawanan itu dapat saling direlasikan dan diproseskan pada pelaksanaan pesta tersebut. Sehingga tidak terjadi suatu benturan didalam masyarakat, mereka bisa menerima dan menyesuaikan budaya mereka dengan budaya universal tersebut.

Kata Kunci : Perubahan, Fungsi, Budaya lokal, Budaya global, Pesta Adat, Faktor, Dampak.

(4)

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji dan Syukur saya sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kasih dan anugerah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi dengan judul “PERUBAHAN FUNGSI BORU DALAM STRUKTUR KEKERABATAN BATAK TOBA PADA ACARA PESTA ADAT”. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu syarat dalam pencapaian gelar kesarjanaan Antropologi Sosial pada Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga saya yang senantiasa membesarkan, mendidik dan menjadi sumber materil maupun segi moril, serta tetap memotivasi saya selama berada dibangku sekolah hingga perkuliahan. Kepada keluarga saya, yaitu: Bapak Krisman Tamba dan Ibu Ellys Simanungkalit serta saudara saya Christina Tamba, Bob Doli Reynaldo Tamba, Sahat Parulian Tamba, Lucia Eirene Tamba, Natasya Geraldine Tamba.

Saya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dra. Ibu Rytha Tambunan M.Si selaku Dosen Pembimbing atas waktu dan ketulusannya dalam membimbing saya mulai dari pengajuan judul, penyusunan proposal hingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Semoga Tuhan memberikan umur yang panjang, kesehatan, dan rezeki kepada Ibu agar tetap mampu memberikan pendidikan dan pengajaran bagi mahasiswa/i.

(5)

5

Antropologi Bapak Dr. Fikarwin Zuska dan Bapak Agustrisno, M.SP selaku Sekretaris Departemen Antropologi yang selalu memberikan dukungan dan motivasi selama perkuliahan dan juga dalam penulisan skripsi ini. Secara umum saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Dosen yang pernah mengajar, dan memotivasi dalam studi perkuliahan.

Pada kesempatan ini, saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa/i Antropologi FISIP USU angkatan 2013, atas pengalaman, cerita yang tak pernah terlupakan selama masa perkuliahan, terutama kepada Mely Marlina Malango, Erika Sitompul, Annette Sormin, Yesika Gultom, Novitasari Damanik, Selfianis Wau dan kerabat-kerabat yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Semoga kesuksesan berpihak kepada kita dikemudian hari.

Begitu juga kepada seluruh Abang/Kakak senior saya sampaikan terimakasih untuk bantuan dan juga motivasinya. Begitu juga kepada Adek Stambuk yang senantiasa mengingatkan dan mensupport saya dalam penyelesaian skripsi ini, saya sampaikan terimakasih.

Medan, Juli 2017 Penulis,

Yosephine Patricia Tamba

(6)

RIWAYAT SINGKAT PENULIS

Yosephine Patricia Tamba lahir pada tanggal 29 Nopember 1994 di Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Anak kelima dari pasangan K.S Tamba dan E. Simanungkalit. Menyelesaikan pendidikan dasar di SD Swasta HKBP Simanungkalit Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2008. Sekolah Menengah Pertama di SMP N I Sipoholon pada tahun 2010 dan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri I Sipoholon Pada tahun 2013. Kemudian pada tahun 2013 melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Sumatera Utara dengan spesifikasi Ilmu Antropologi Sosial. Alamat email penulis yang bisa dihubungi : yosephine_tamba@yahoo.co.id

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama masa perkuliahan, antara lain :

Peserta dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Sumatera Utara bulan Agustus 2013

Mengikuti kegiatan Inisiasi Antropologi Sosial pada Oktober 2013 di Parapat.

(7)

7

Panitia pelaksanan Penyambutan Mahsiswa baru di Bumi Perkemahan Sibolangit

.Melakukan Pelatihan ‘’Training of Facilitator’’ (TOF) angkatan VI oleh Departemen Antropologi Sosial Universitas Sumatera Utara di Kota Medan.

Melakukan PKL TBM (Tinggal Bersama Masyarakat) di kota Medan pada September-Oktober 2016

Mengikuti Kegiatan Organisasi KMK Yohanes Don Bosco FISIP USU pada periode 2013-2014.

Peserta Seminar hari HAM Internasional yang diselenggarakan di Universitas Sumatera Utara tahun 2014.

(8)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir atau skripsi ini yang berjudul Perubahan Fungsi Boru Dalam Sistem Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat. Adapun tujuan penulis menyelesaikan skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana di Departemen Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Skripsi ini disusun oleh penulis berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara di lapangan bersama informan yang menjadi sumber informasi dalam skripsi ini. Lokasi yang menjadi tempat penelitian dalam skripsi ini adalah Desa Simnungkalit Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Skripsi ini berisikan kajian tentang Pesta Adat Batak Toba yang telah dipengaruhi oleh budaya global sehingga menyebabkan adanya perubahan budaya lokal terkait dengan fungsi boru dalam pelaksanaan pesta adat Batak Toba. Kondisi tersebut menimbulkan terjadinya percampuran budaya lokal dan budaya global didalam pelaksanaan pesta adat Batak Toba. Tapi dalam hal ini budaya yang berbeda itu dapat saling direlasikan dan diproseskan pada pelaksanaan pesta tersebut.

(9)

9

Atas dukungan dan motivasi dari seluruh pihak terkait dalam penulisan dan penyelesaian skripsi ini saya sampaikan terima kasih.

Medan, Juli 2017

Penulis,

Yosephine Patrici Tamba

(10)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ORIGINALITAS ... i

ABSTRAK ... ii

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 2.1. Letak Geografis dan Sejarah Singkat KabupatenTapanuli Utara ... 24

2.1.1. Sejarah Singkat Kabupaten Tapanuli Utara ... 25 BAB III HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN BUDAYA LOKAL DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT 3.1. Proses Perubahan Budaya Lokal Pada Masyarakat Batak Toba ... 34

3.2. Hal-Hal Yang Menyebabkan Perubahan Budaya Lokal ... 37

3.2.1. Pengaruh Budaya Global... 37

(11)

11

3.4. Kelebihan dan Kelemahan Pada Catering dan Tradisi Marhobas ... 55

3.4.1. Kelebihan dan Kelemahan Catering... 55

3.4.2. Kelebihan dan Kelemahan Tradisi Marhobas ... 62

BAB IV PERUBAHAN BUDAYA LOKAL YANG TERJADI DALAM PESTA ADAT BATAK TOBA 4.1. Adat Budaya Dalihan Na Tolu Dalam Pesta Adat Batak Toba ... 71

4.3. Masyarakat Yang Masih Menggunakan Fungsi Boru Sebagai Parhobas ... 77

4.4. Masyarakat Yang Tidak Menggunakan Fungsi Boru Sebagai Parhobas . 89 4.5. Fungsi Boru Yang Belum Berubah Dalam Pesta Adat Batak Toba ... 97

(12)

DAFTAR GAMBAR

(13)

13

DAFTAR FOTO

Foto 3.1. Pembagian makanan pada pesta Batak ... 57

Foto 3.2. Pelayanan pihak Catering pada saat pesta ... 58

Foto 3.3. Kegiatan memotong daging dalam tradisi marhobas ... 63

Foto 3.4. Kegiatan memasak nasi dan teh dalam tradisi marhobas ... 63

Foto 4.1. Kegiatan boru dalam mengambil ulos pengantin ... 99

Foto 4.2. Kegiatan boru melipat ulos yang akan dimasukkan kedalam karung 99 Foto 4.3. Ibu-ibu yang membawakan tandok pada pesta adat Batak ... 100

Foto 4.4. Para boru yang memasukkan beras kedalam karung ... 101

Foto 4.5. Acara mangulosi/menyampirkan ulos kepada pengantin ... 102

Foto 4.6. Pemberian Amplop oleh boru kepada pemberi ulos ... 103

Foto 4.7. Suasana ketika boru diperintah protokol adat ... 104

(14)

DAFTAR TABEL

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...