l$$l',
:
1i4'42-'**12
diperiksa kebenarannya dan sesuai dengan aslinya es this translotian to correspond to the original
LTA$' TT
}Td IK
IJ I{ N1JT A$TA$
l1,I UHAlu MAN
ffAH
$U
RAKARTA
Ruang
SeminarPasca
Sarjana
UMS,13
Desember
2007
ffi
s#ffi
ffi
ffi
ffi ffiffiruffiffiffi
Yffi
ffiffi
f,Itffi
ffi
E
1-
Y.,,,,,-./,,*,-'..-F*l
ili ll)
6.".&t){ t ,t 1\-'l',1 1l r\"yWWWWffiWWWW*WWWWWWWMWWMWW;Wffi
,,/ti
'!
q"$$s$YL&Y&ru&fft
$Sd&WS?'&&g Univrr:il;r l,1uhafl rradi,,,alr':'ri ei ailaISSN
:
1412
-9612
I0dulll! .l0lr9l 0t5 itt05u,!i
LTAS
TE KN
IK
U NIVE RS
ITAS
]'Jl UHAl|Jl
MAD
IYAH
S URAKARTA
RuangSeminarPascaSarjana
UMS,
13Desember2007
PII|G
EM
B[lrGAlr rH(lr
0
10G
I
Simposium Nasional
MPI
yI2007
ISSN:1412-9612SUSUNAN
PANITIA
SIMPOSIUM
NASIONAL
REKAYASA
APLIKASI
PERANCANGAN
DAN
INDUSTRI
Penanggung Jawab
Panitia Pengarah
Panitia Pelaksana
Ketua
Sekretaris
Konsumsi
Perlengkapan
(RAPr)
Yr2007
Ir. H.
SriWidodo,
MT.
1.
Ir.
Subroto,M.T.
2.
Ir.
H.Aliem
Sudjatmiko, MT.
3.
Drs. Sudjalwo, MKom.
Ir Agung
Setyo Darmawan,MT.
1. Farida
Nur Cahyani,
ST,MSc.
2.
Eko
Setiawan, ST,MT.
3. AsharM. Akbar
Bendahara/Dana
1. SuryaningSetyowati,
ST.,MT.
2. Indah
Pratiwi,
ST,MT.
Seksi-seksi
Publikasi
1.Ir Dhani Mutiari, MT.
2.
Heru Supriyono,
ST, MSc.Acara, dekorasi
&
dokumentasi
1.Ir Indrawati, MT.
2.
Ir
Sartono Putro,MT.
Naskah dan
Prosiding
1. DennyVitasari,
ST,M.Eng.Sc.
2.
Umi Fadlilah,
ST.Reviewer
1.Marwan Effendy,
ST.,MT.
2.Ir H
Haryanto,MS.
3.
Ir
Jatmiko,MT.
4.
Munajat Tri Nugroho,
ST.,MT.
5.
Wisnu
Setiawan, ST.,M.Arch.
6. Muhammad
Ujianto,
ST..MT.
1.
Ir
Renaningsih,MT.
2. Siti Nandiroh,
ST.1.
Anto Budi Listyawan,
ST,MSc.
2.
Ir.
SriWiji,
MT.
Simposium Nasional RAPI YI
2007
ISSN;1412-9612DAF'TAR
MAKALAH
JURUSAN
TEKNIK
ARSITEKTUR
RAPI
A-OO1
TELAAH
ARSITEKTUR
LOKAL
DUSUN
KARANGKULON, IMOGIRI
Wisnu
Setiawan,
Natik
Maisiyah
Ai -
A8
RAPI
A.OO2
TEKTONIKA
ARSITEKTUR
GEREJA
MARIA
ASSUMPTA
KIATEN
SEBAGAI UNGKAPAN KEBERPIHAKAN PADA
POTENSI
LOKAL
Ummul Mustaqimah
...
49-A16
RAPI
A-OO3
KEGIATAN
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
DALAM
MENGUNGKAP
POTENSI
LOKAL
PADA PERENCANAAN
MASYARAKAT MISKIN
PERKOTAAN
Udjianto Pawitro
...
Al7-M3
RAPI
A-OO4
TOWN
HOUSE, STUDI
KASUS
:RUMAH
CINA
DI
SURAKARTA
Dhani
Mutiari...
A24-A29
RAPI
A-OO5
BLOK
TANAH LIAT MATERIAL LOKAL
SEBAGAI
BAHAN
BANGL]NAN DINDING
UNTUK
BANGI.INAN SEDERHANA
KASUS
BLOK
"PORITS"
DARI
LUMPUR LAPINDO
V.
Totok Noerwasito
A30-A35
RAPI
,{.006
DIALEKTIKA
ARSITEKTUR
DI
PERMUKIMAN VERNAKULAR
KASUS:
KAMPUNG
BATIK LAWEYAN
SURAKARTA
Mohamad
Muqoffa
,Happy Ratna Santosa
A'37-As0
RAPT
A-OO7
PELIBATAN
PERAN
MASYARAKAT
DALAM
PENGEMBANGAN
DAN
PENGELOLAAN
KAWASAN BUDAYA
DALAM
KERANGKA PENGEMBANGAN PARIWISATA
BUDAYA
Agus
S SadanaAsl-A57
RAPI
A-OO8
OPTIMALISASI
POTENSI
LOKAL UNTUK
RENOVASI RTIMAH
DENGAN
SKALA
PRIORITAS
MASA
PAKAI BAGIAN-BAGIAN BANGUNAN
SimPosium Nasional
MPI
VI2007
ISSN:1412-9612RAPI
I-016
PEMANFAATAN
PERANGKAT
LLINAK
ERP OPEN
SOURCE
Pada
USAHA MEUBEL
SKALA
Kecil
dan Menengah
Munajat
Tri
Nugroho, Hari
Prasetyo, Ratnanto
Fitriadi,
Sunu Purwa Hid ayat
...
...
...'...'..111+120
RAPI
I.017
SUATU
PENDEKATAN PENGEMBANGAN KOLABORASI DESAIN
BERBASIS WEBDAN
KANSEI
ENGINEENNG
Siti Nandiroh,
Alva
Edy
Ton1owi...'
112l-1126
JURUSAN
TEKNIK
KIMIA
RAPI
K.OOI
PENGGLTNAAN
BIOKATALISAT
OR SACCHAROMYCES
CEREruCEIE DENGAN
SUB
STRAT
LIMBAH
CAIR
ARTIFISIAL
I.JNTUK
MEMBANGKITKAN LISTRIK
DALAM
SISTEM
MICROBIAL
FUEL
CELL
(MFC)
Farida
Nur
Cahyani, Haryanto
AR
..'....'...'....'...
Kl -
K6
RAPI
K-OO2
PENGARUH
SUMBERDAN
KONSENTRASI RAGI
DALAM PEMBUATAN
INOSITOL
DARI
BIJI KECIPIR
Widayat
,Petrus Kane
,Widyas
Purwo
Nugroho
K7-K12
RAPI
K-OO3
PEMANFAATAN LIMBAH
BESI
DARI
INDUSTRI MESIN BUBUT
MENJADI
LARUTAN
FE-EDTA
SEBAGAI
ABSORBEN
PADA PEMURNIAN BIOGAS
DARI
KANDUNGAN I{,S
Endang
Kwartiningsih
danAdrian
Nur...'.'...'...
...'...'
Kl3-K19
RAPI
K-OO4
PROSES
BLEACHING
MINYAK
BIJI KAPOK MENGGTINAKAN CAMPURAN
BENTONITE
DAN
KARBON
AKTIF
Yohanes Sudaryanto,
Nani
Indraswati
...,
K20-M6
RAPI
K-OOs
ANALISIS
PENGURANGAN POLUTAN
GAS
BUANG
PEMBAKARAN BATU
KAPUR
MENGGUNAKAN
I|/ET SCRUBBER
Sarto,
Sigit Hemowo,
dan
Adi
Heru
Sutomo
K27-K33
RAPI
K.OO6
PURIFIKASI
CRUDE
BIODIESEL
MENGGUNAKAN
ACTIVATED
ALUMINA:
STUDI
PENURLTNAN
BILANGAN ASAM
Simposium Nasional
MPI
YI2007
ISSN:1412-9612RAPI
K-OO7
PENGAMBILAN ASAM LEMAK DALAM MINYAK
BIJI KARET DENGAN
HIDROLISIS MULTISTAGE
Dwi
Ardiana
Setyawardhani, Sperisa
DistantinaHary
Sulistyo,
Suprihastuti Sri
Rahayu
..
K40-K44
RAPI
K-OO8
RANCANG
BANGTN BAK
ELEKTROPLATING SEBAGAI
USAHA
PENANGANAN TERHADAP
LINGKUNGAN YANG
KOROSIF:
Upaya Peningkatan Kapasitas dan
Effisiensi
Produksi pada
UKM METAL INDAH
ELEKTROPLATING,
Semarang, Jawa Tengah
Luqman Buchori,
Faleh Setia
Budi,
Didi
Dwi
Anggoro
...
K45-K50
RAPI
K-OO9
PEMBUATAN POLYLACTICACID (PLA) SEBAGAI
BAHAN
PLASTIK
BIODEGMDABLE
DARI KULIT
PISANG
Wenny Irawaty,
Ery
S.Retnoningtyas,
Felycia Edi
S...
K51-K56
RAPI
K-OIO
SINTESIS
KARBON NANOTUBE DENGAN METODE ALCOHOL
CATALYTIC
CHEMICAL VAPOR
DEPOSITION
(ACCVD)
Adrian Nur,
Paryanto,
Arif
Jumari, Endah Retno
Dyartanti
K57-K62
RAPI
K-011
PEMURNIAN ETANOL DENGAN
SILIKA DARI ABU
SEKAM
PADI
Adrian Nur,
M.
Kaavessina,
YC.
Danarto, Patris Selasih,
Silvia Sepiningrum
...
K63-K69
II
RAPI
K.012
PENGARUH
LAMA
PENYIMPANAN PASTA PADA PEMBUATAN
BUBUK
BUAH NANGKA
DENGAN METODE
FOAM-MAT DRYING
Fadilah, Endah R.
Dyarlanti,
Enny
K. Artati,
Dyah
Novikasari,
Mia Ayuk
Ika
Santi
...
K70-K75
RAPI
K.013
PEMBUATAN
BIOETANOLDARI
PATI GARUT
(Maranta
arundinaceae)
DENGAN
SI CTII
ROMY
C E S CE
RE VI C EAE
F.ndah
RD,
Sperisa
D,
Adrian Nur,
Paryanto,
Ayu
NG'Fitriyah
R... K76-K80
RAPI
K-014
KINETIKA
REAKSI HIDROLISA
ENZIMATIS
PATI
SORGUM
(Sorghum
bicolor
L.)
TAHAP
SAKARIFIKASI KATALIS ENZIM GLUCOAMYLASE
(Aspergillus
Niger)
Enny
K
Artati,
Endah Retno
D,
Paryanto,
Atmono,
Rendra Sipahutar, Senjaning Tyas
Pu1ri...
K8l-K87
Simposium Nasional
MPI
YI2007
ISSN : 1412-9612PEMBUATAN
POLYLACTICACID (PLA)
SEBAGAI BAHAN
PLAS'TIKBIODEGRADABLE
DARI KULIT
PISANG
Wenny
Irawatyl, Ery
S.Retnoningtvas2
,tr'elycia
Edi
S.3 r'2'3Jurusan Teknik Kimia,Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Jl. Kalijudan 37 Surabaya 60174 Telp 0313891264
Email: [email protected]; [email protected]
Abstrak
Biasanya pengolahan limbah
plastik
dilakukan dengan mendaur-ulqngplastik
tersebut,tetapi hqnya mencakup sekitar 30-35 94 sqja.
Plastik
terseb
tdak
bisa ditimbun dan didegradasi oleh mikroorganismedi
dalqm tanah. Pengembangdn alternatif bahan bakuutamo
plastik
biodegradable menqaknn
salah satu
alternatif untuk
mengqtasipermasalahan
ini.
Beberapa negora seperti Amerika,Eropa
dan Jepang sudah mulaimernproduksi dan menggunakan bahan plastik
yang
bersifat biodegradable, salah sstudiqntaranya adalah
poly lactic acid
(PLA). Penelitiqnini
bertujuan untuk menentukan woklupolimeisasi
asam laklat yang optimum berdqsarkqndistibusi
berat molekulnya. Pembuatan PI-4 diawali dengan ferruentasifiltrat
bubur kulit pisang pada j 5'C selama I 8hari.
Kemudionlqrutqn
qsam laktatyang
diperoleh dimumikan dengancqra
diqlirkanmelalui kolom
yang
berisi resin, Lqrutqn asam laktat yang sudah
murni
tersebutdipolimerisasi untuk menghasilkan
poli
asam laktat (PLA) dengan menggunaktn pelarut eter dqn katalis timah. Polimerisasi PLA dilakakanpada
tekanan rendah 15-30 mmHg, temperatur1j}-l5fC
danwakn
reaksi24 l08jam.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa PLA yang diperoleh dari penelitian
ini
mempunyaiberat molekul berkisar antara 93.704 sampai 181,805 g/mol dan
titik
lelehnya berkisar132'C. Dengan knrakterktik PLA seperti tersebut menjanjikan kemungkinan aplikasi lebih
lanjut
sebagai bahanplastik
biodegradabel,Ditinjau
dari distibusi
berat molekul PLA yang diperoleh, dapat ditentukln bahwa waktu optimum polimerisasi asam laktat darikulil
pisang ini adalah 60 jam.Katx
kunci: PLA; plastik biodegradabel; polikondensasiPendahuluan
Pengembangan altematif bahan baku utama plastik biodegradable merupakan salah satu altematif untuk mengatasi permasalahan limbah plastik. Industri plastik biodegradabel akan berkembang menjadi industri besar di masa yang akan datang.Beberapa negara seperti Amerika, Eropa dan Jepang sudah mulai
memproduksi dan menggunakan bahan-bahan yang bersifat biodegradable untuk menggantikan plastik
konvensional.
PLA
dibuat dari
polimerisasi asamlaktat. PLA
merupakan termoplastik biodegradabel yang hansparan dan mempunyaititik
leleh sekitar l75oC dan mempunyaisifafsifat
mekanik yang baik, yaitu kekuatantarik
dan
modulusnya sangattinggi. Oleh karena
itu
bidang aplikasi
PLA
lebih
luas dibandingkan poliester biodegradabel lainnya.PLA
dapat digunakan sebagai pembungkus atau pelapis terutama di bidang medis yaitu pada obat berpelepasan lambat(Vu
dkk, 2005; Pranamuda, 2001; Datta, 1995). Selain itu juga diaplikasikan untuk membuat botol, cangkir, rak, kantong sampah dan sebagainya(Av6rous,2004).
Sebuah perusahaan elektronik raksasa telah menggunakanplastik PLA
ini
sebagai bahan untuk membuat casing dari produk walkman.Aplikasi
terbarudari
PLA
adalah dalam bidang medis sebagaikulit
buatan, absorbable bone platesfor
internal bonefxation
dar, tissue scaffolds(Y't
dkk,2005).
PLA
ini
merupakan komponen yang paling potensial untuk dikembangkaa karena ketersediaan bahan bakunya yang dapat diambildari
sumber-sumber alam terbarui yang melimpah sehingga harga produknya dapat murah. Salah satu contoh industri yang telah memproduksiPLA
adalah Cargill-Dow (USA) yang menggunakan bahan baku jagung. Cargill-Dow merupakan produsen poliester biodegradable terbesar saatini.
Pada tahun 2004 hargaPLA
adalah sekitar 3 euro untuk tiap kilogramPLA
(Av6rous, 2004). Seiring dengan perbaikan proses pembuatanPLA,
diperkirakan harga PLA pada tahun 2008 akan turun menjadi 1,75 euro untuk tiap kilogram PLA (Bogaert dan Philippe,2000).Simposium Nasional RAPI YI
2007
ISSN:1412-9612Ada
2
(dua) cara polimerisasi asam laktat, yaitu dengan cara polimerisasi kondensasi danring-opening po lymerization.
l.
PolimerisasikondensasiPolimerisasi kondensasi adalah proses pembentukan
polimer
dari
beberapamonomer
danmenghasilkan
produk
samping berupamolekul
air
(Flory,
1967).
Pada prosesini,
asam laktat dipolimerisasi langsung dengan bantuan katalis sehingga terbentuk PLA dan air. Berat molekul PLA akan meningkat seiring dengan meningkatnya waktu reaksi.Air
yang dihasilkan harus dikeluarkan dari sistemkarena akan mengurangi derajat polimerisasinya (Jacobsen
dkk,
1999;K.
Enomoto,
1994). Prinsip polimerisasi kondensasi ini disajikan pada GambarI
(Ray dan Masami, 2003).Y
I
&.olrEaic
tr ror
D.hydrrtiy!_=;o_
coid.;rrhon
I
l"
.L\
t
*
.-
-Tf
y t"-
-tT-Itgh llor.cllr Wriglrt PLI
hi >l0n,m0
Gambar 1. Prinsip polimerisasi kondensasi
Untuk mendapatkan
PLA
dengan berat molekul yangtinggi
dibutuhkan tingkat kevakuman dan temperatur yangtinggi
dimana besamya temperatur yang digunakan tergantung pada tekanan operasi yang digunakan. Pada tempemtur yang tinggi beberapa masalah dapat tedadi diantaranya adalah polimeryang terbentuk dapat terdekomposisi sehingga memungkinkan timbulnya wama pada polimer tersebut (K.
Enomoto,
1994).Jenis polimerisasi
ini
masih
digunakanoleh
Mitsui
Chemicals (Jepang) untukmemproduksi
PLA
dengan beratmolekul
rendah sampai sedang(Flieger dkk, 2003).
Keuntunganpolimerisasi
jenis
ini
adalah prosesnya mudah sehingga sangat mungkinbila
diaplikasikan, sedangkan kerugiannya adalah dibutuhkan waktu polimerisasi yang lama, temperatur yang tinggi dan berat molekulPLA
yang dihasilkan rendahyaitu
sekitar 20.000 (Bogaert dan Philippe, 2000). Beberapa studi telah dilakukan untuk mendapatkanPLA
dengan berai molekul yaag lebih tinggi yaitu dengan memanipulasi kesetimbangan antara asam laktat,air
danPLA
dalam pelarut organik(Ajioka
dalam Narayanan dkk, 2004).2.
Ring-opening polymerizationPada metode
ini
asam laktat diubah dulu menjadi laktida dan kemudiandiikuti
dengan tahapan ring-opening polymerizqtion dengan bantuan katalis untuk mendapatkanPLA,
seperti disajikan dalam Gambar 2 (Ray dan Masami, 2003). Jenis polimerisasiini
digunakan di Cargill Dow (USA) (Flieger dkk, 2003).{'
il
o*,*".ifff;.,,"
----rro-
i' ,.\A",",--"
"-
Yr
*".."-*\,"
"Y>4'lr--!o*
t
ldd* r,?rftp.,fihfi..
Lrc@cCr.1.0n0,!.00o
Gambar 2. Prinsip ing-opening polymerization
R'rle ring-opening
polryerirution
diawali dengan polikondensasi asam laktat yangdiikuti
dengan pembentukan dimer laktida danpolimer
dengan berat molekultinggi.
Beberapa metode ring-openingpolymeizqtion yang
dapat dilakukan antaralain
solution polymerization,bulk
polryeization,
meltpolymerization dan suspsension polymerization (Narayanan dkk, 2004). Cara
ini
banyak diaplikasikan di industri-industri besar karena PLA yang dihasilkan mempunyai berat molekul yang lebih tinggi daripada cara polikondensasi, yaitu minimum 50.000 (Bogaert dan Philippe, 2000) dan dapat mencapai 700.000 (Narayanan dkk, 2004). Keuntungan caraini
adalah kualitas produkPLA
lebihbaik
dan pengontrolanragrr lloi.lrrrr r.lgni FLI
lii rtoo/,q{l
tueqdhr
I
eEtyEnrbfi I I o.pEei.nrn,c^- f-
-f
oJ^..\o--\oU
K-52I
Sinlposium Nasional
MPI
VI2007
ISSN : 1412-9612berat molekulnya lebih mudah. Sedangkan kerugiannya adalah tahapan prosesnya cukup rumit sehingga biaya operasinya mahal (Jacobsen dkk, 1999)'
;;;ffiltti;
i.ipLA
dibuat dengancara kondensasi karena prosesnya cukup sederhana.Bahan dan Metode
Arnon-Uuhan yung digunakan dalam penelitian
ini
antara lain:-
Pembuatan asamlaktat
,'fuil,
pitung
kepok,
Lactobacillusplantarum; ndtrisi
KH2PO4'irleid..iiro,
zrso4,
Fe2(so4)4. (NH4)rso4 dan cusoa;,resin Amberlite'-
Po'iimerisasi asam laktat : timah' eter, molecular sieves' kloroform' metanolPada prinsipnya penelitian
ini
diawali dengan pembuatan asam laktat dari fermentasifiltrat
buburtulit
pisangian
a^it*j,ltt
u,
dengan prosespemu{1n
dan polimerisasi untuk menghasilkanpoli
asami"ti"itpiil
yungutun
digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan plastik biodegradabel'i"-i"i-
*"i""
f"ti*
diperoieh dari fermintasifiltrat kulit
pisang sebelumnya, dimumikan dengan caraJro.prl .".ggtrakan
resin' Larutan
asamlaktat encei yang
diperoleh dipekatkan- dengan cara,."tgilupLu,
l"andurgan aimya
dan
kemudian dipolimerisasi pada tekanan
rendah
Mula-mulaIii"rit",'n-t".
O,ta g U"uUutti.uh
d*
direaksikan selama 2jam
pada tempemtur 150'C dan -tekananI
inHs.
Kemudian ditambahkan 0,83 g bubuk timah dan 140mL
eter ke dalamnya Destilasi dilanjutkanJi;"#l;;;;i".p"r"r,
r:b;cian
tekanankonstan.
Dipasangkolom
Iang
berisi
molecular,i"*r
rc"aAj.
sistem destilasidi
atas, larutan direaksikan pada temperatur l30oC dan tekananl,inHg
r"ia.u
Z+-1OAjam.
Setelah selesai, clitambahkankloroform'
ciisaring dan larutan dltuangke
oalamrn","r.f. nrOrpi,
yang terbentuk disaring dan dikeringkan dalam oven selama beberapajam'
Dilakukan analisatitik
leleh dan berat molekulnya'Hasil
---- -
Percobaan-pror",
dan Pembahasanpolimerisasi
,n"-fukun
reaksi antara grup fungsionalOH
dan COOH(Flory'
1967)' Salah satu lakroryang."rp"ngil;i
reaksipolimeriisi
adalah wakru oolimerisasi (Narayanan dkk,2004). Dengan semakin
lamanya;il^;;ii#;;;i,
fotiln"'
utuln laldat'vang terbentuk akan semakin;;;i
("[il;,]qS+).
n"uk.i
p"-bentukan potimei asam laktat mengikuti tahapan reaksi seperti yang disajikan pada Gambar 3.()
()!ll
Ct tri't
ta-rl O
+
ll:( )CII.CI II O] I
krcroyllirctic acid (LA:)
I'to
t)
cr+,Lu[-o
o
{"a-.=
\ il
H-DcHrcllLr-(j
()c ll-rc
!!t'LlH
t.i1cn-lyl.lircrullliitrtic acid (,LArI | 0",
i
--'d/
H{]0
:
cn}'ullou
",*
o
crl
,ll l'
l tc-cH-o]-Lrrtic Acid (Lr\r)Hoo
Hq+
r
ulH[.ru
*
cr,L'rrt-o
o
ClllCtlfr)H
Gambar 3 Tahapan reaksi polimerisasi PLA Sumber: Vu dkk, 2005
Dengan semakin banyaknya polimer asam laktat (poly lactic.acid
=
PLA) yang terbentuk' maka""rut
rnorctrinyu
akan bertambah.Berat molekul
PLA
ying
dihasilkan dari percobaanini
ditentukan,"r"rri
f,urifp*grkuran
viskositas inhinsiknya dan dihitung dengun petsamaan empiris (Rosen' 1982):Simposium Nasional RAPI Yl
2007
ISSN:
1 4 1 2-96 1 2-
tnl = k(Mf
(1)dimana
[q]
:viskositas intrinsik [dI-/g]M
:berat molekul [g/mollkdanc
:konstanta, k=
l,12.lO-adana=0,142
Air
yang terbentuk selama proses polimerisasi dikeluarkan dari sistem untuk mendapatkanPLA
dengan berat molekul yang tinggi. Pengaruh waktu polimerisasi terhadap berat molekul PLA yang dihasilkan dari percobaanini
disajikan pada Tabel 1. Pada penelitianini
ditetapkan waktu polimerisasi adalah waktu reaksi polimerisasi PLA pada tahap akhir yang menggunakan molecular sieve sebagai drying qgent-tya.molekul
Tabel
I
waktu berat PLANo
Waktu
Polimerisasi(iam)
BeratMolekul. Mv
(e/mol)I
3Rata-rata
I 100.633 89.527 90.953 93.704 2 48 135.652 140.121 r21.959 132.577 3 60 1s0.245 r43.478 163.189 1s2.304 4 84 153.463 185.124 159.369 r 6s_985 5 108 201.015 179.154 165.247 181.805Dari
TabelI
terlihat bahwa kenaikan waktu polimerisasi menyebabkan berat molekulPLA
yang dihasilkan dari percobaan ini meningkat. Hal ini disebabkan dengan semakin lamanya waktu polimerisasi, reaksi kondensasiPLA
berjalan terus dan pada waktu yang bersamaan airyang
terbentuk dikeluarkandari sistem. Hal
ini
menyebabkan reaksi polimerisasiPLA
berjalan denganlebih
cepat da:r sebagai akibatnya dapat dihasilkanPLA
yang mempunyai berat molekultinggi
atau dengan katalain
derajatpolimerisasinya
tinggi.
Pengaruhwaktu
polimerisasi terhadap beratmolekul
PLA juga
diteliti
oleh Proikakis dkk (2002). Dengan menaikkan waktu post-curing (menghilangkan air dan oligomer dariPLA)
dari
1 menjadi 3jam,
temyata dapat menaikkan berat molekulPLA dari
1.300 menjadi berhlrut-turutl
480 dan 1.870 g/mol.Kenaikan berat molekul akibat lamanya waktu polimerisasi dapat juga diamati secara visual. Hal
ini
nampak dari viskositas larutan PLA yang telah dipolimerisasi dalam waktu berbeda, yaitu 48 dan 60jam sepefii yang disajikan pada Gambar 4.
Gambar 4. Larutan PL-{ hasil polimerisasi asam Iaktat dalam waktu reaksi yang berbeda
Dari
Gambar4
terlihat bahwa semakin Iamawaktu
polimerisasi, larutanPLA
yang diperoleh semakin pekat. LaruianPL.\
.vang diperolehdari
hasil polimerisasi selama 60jam lebih sulit
diaduk daripada larutanPLA hasil
reaksi48 jam. Hal
ini
disebabkan seiring dengan bertambahnya waktupolimerisasi, PLA yang terbentuk semakin panjang sehingga berat molekulnya bertambah. Pertambahan berat molekul ini ditunjukkan dengan naiknya viskositas larutan.
Selain dari viskositas larutan, pertambahan berat molekul
PLA
akibat semakin lamanya waktu polimerisasijuga
dapatdilihat dari
proses pengendapannya. PengendapanPLA
yang dihasilkan dari waktu polimerisasi selama 48 dan 60 jam disajikan pada Gambar 5.(a) .+8 jam (b) 60
jam
K-54
II
Simposium Nasional RAPI VI
2007
ISSN: 1412-9612Gambar 5. PengendaPan PLA
Dari
Gambar5
terlihat bahwa
PLA
hasil polimerisasi
selama60
jam
lebih dahulu
mengendap dibandingkanPLA
yang direaksikan selama 48 jam. Kecepatan pengendapanini
dipengaruhi oleh berat molekuln--ya. Dengan deinikian jelas bahwa asam laktat yang dipolimerisasi selama 60 jam menghasilkan berat moiekulyaig
lebih besar dibandingkan dengan 48jam
sehingga kecepatan pengendapannya lebih besar.Dari data-data berat molekul
PLA
yang diperoleh dari percobaanini,
seperti yang disajikan padaTabel 1, dapat ketahui bahwa distribusi berat molekul
PLA
yang diperoleh tidak seragam untuk setiapvariasi waktu
polimerisasi.Hal
ini
disebabkan reaksi polimerisasi merupakan reaksi acak sehinggakesulitan
dalam pengontrolan reaksinyayang
berpengaruh telhadapdelajat
polimerisasi_
dan
_b-erat
molekulnya.
oari rauet
I
dapat diamati bahwa semakin lama waktu polimerisasinya, berat molekulPLA-nyu
"".Jkin
besar dan rlistribusinya makin tidak mta. Halini
disebabkanseiriag dengan naiknya
terat
molekul
PLA,
viskositaslarutan PLA
juga
semakintinggi
sehingga mengalami kesulitan--dalam pengadukan larutan selama reaksi polimerisasi berlangsung.Hal
ini
menyebabkan distribusiPLA
disetiip
titik
menjaditidak
merataatiu
seragam. Tentu sajahal ini
akan menyebabkan kesulitan dalam aplikasi pembuatan plastiknya. Distribusibirat
molekul dari suatu bahan plastik yang tidak merata akan mempengaruhi kualitas produk plastiknya.'
BJrdasarkan penjelasan
ii
atas, ditetapkan bahwa waktu optimum polimerisasiPlA,dalam
pelarut eter, tekanant
inFig
ian
temperatur130"C
adalah 60jam.
KarakteristikPLA
yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:-
Bentuk:padatan,serbuk-
Wama : putih, sedikit kuning-
Berat molekul : 152.304 glmol-
Titik
leleh : 132'CKesimpulan
Dari hasil percobaan dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:
l.
pLA
dapat dibuat dengan cara polimerisasi kondensasi melalui beberapa tahap polimerisasi dalampelarut eter dan katalis iimah pada tekanan vakum
(l
inHg) dan tempemtur tinggi Gekitar 130"C).2.
Waktu polimerisasi PLA yang optimum ditinjau dari berat molekul dan distribusinya adalah 60 jam.3.
Karaktedstik produk PLA yang dihasilkan adalah sebagai berikut: - Bentuk : padatan, serbuk- Wama : putih, sedikit kuning
- Berat molekul : 152,304 glmol
-
Titik
leleh : 132'CUcapan
Terimakasih
Penilitian ini didanai oleh
DIKTI
melalui Penelitian Hibah Bersaing periode 2007',
Simposium NasionalMPI
VI2007
lSSi/ r 1412-9612Daftar
PustakaAv6rous,
L.,
(2004), "Biodegradable multiphase systems basedon
plasticized starch:a review",
-{Mauomol.
Scl.,Vol44
(3),pp.23l-274.
Bogaert, J.C. dan Philippe C., (2000), "Poly(lactic acids) : A potential solution to plastic waste dilemma",
Mauomol.
Symp., Y ol. I 53, pp. 287-303.Datta, (1995), "Technological and Economic Potential ofPoly(Lactic Acid) and Lactic Acid Derivatives",
FEMS
Microbiolog
Review, Y o1. 16, pp. 221-231.Enomoto,
K.,
(1994), "Polyhydroxycarboxylicacid
and preparation processthereof',
US Patent No. 5310865.Flieger dkk, (2003), "Biodegradable plastics from renewable sources", Folio Microbiol. , Y ol. 48
(l),
pp. 27-44.Flory, P.J., (1967), "Principles ofPolymer Chemistry", Comell University Press,pp.37-45.
Jacobsen
dkk,
(1999), "Polylactide(PLA)
-
A
new way
of
production", Polymer Engineering andScience,Yol.39 (7 ), pp. 131 1- 1319.
Narayanan dkk, (2004), "L(+)lactic acid fermentation and its product polymerizalion", Electronic Journal
of Biotechnologt, Y oL 7 (2), pp.167 -17 4.
Pranamuda,
H.,
(2001), "Pengembangan BahanPlastik
Biodegradabel Berbahanbaku Pati
Tropis",Seminar on-Air Bioteknologi untuk Indonesia Abad 21, pp. 1-14 Februari, Sinergy Forum
-
PPI Tokyo Institute of Technology.Ray, S.S. dan Masami O., (2003), "Biodegradable Polylactide and Its Nanocomposites: Opening a New
Dimension for Plastics and Composites", Macromolecular Rapid Communications,Yol.24 (14), pp. 815-840.
Vu dkk,
(2005), "Oligomer distributionin
concentrated lactic acid solutions",Fluid
PhaseEquilibria,
Vol. 236, pp.l25-135.