• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM EKONOMI INTERNASIONAL lain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUKUM EKONOMI INTERNASIONAL lain"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan hukum ekonomi

internasional.

(2)

Perkembangan H.E.I.

Perkembangan Hukum Ekonomi Internasional.

Perkembangan Hukum Ekonomi di beberapa

negara Eropa berbeda satu sama yang lainnya.

Perbedaan tersebut pada dasarnya terletak pada

sistem hukum dan sistem ekonomi serta ideologi

masing-masing negara.

JERMAN.

Menurut ahli pengertian hukum ekonomi timbul

setelah perang dunia I sebagai akibat dari

(3)

Lanjutan.

 Pandangan Hug Goldschmidt bahwa Wirtschaftsrecht atau Hukum Ekonomi merupakan cara baru hukum dalam mengatur hubungan antara pengusaha dengan perusahaan.

 Karena itu hukum ekonomi dilihat sebagai bidang

hukum yang menyusup dan mengubah disiplin hukum lain,terutama dalam bidang hukum administrasi nega ra(Verwaltungsrecht), hukum perburuhan

(4)

Lanjutan.

Dalam pandangan Hug Goldschmidt hal terse

but muncul karena terjadinya perobahan pan

dangan dalam falsafah ekonomi yakni ekonomi

liberal menjadi ekonomi yang terarah melalui

tindakan pemerintah.

Pandangan ini didukung oleh George Erlier yang

(5)

Lanjutan.

 Dari pandangan kedua ahli tersebut dapat

diformulasikan/dirumuskan ciri-ciri penting dalam hukum ekonomi yakni sbb:

 Bahwa tujuan ekonomi sudah ditentukan terlebih dahulu.

 Bahwa tujuan ekonomi itu secara sadar dikejar dan diusahakan oleh pemerintah yang sengaja dibentuk untuk maksud-maksud tersebut.

(6)

Lanjutan.

 Dalam penerapannya, ternyata memang timbul perbedaan antara Wirtschaftsrecht dengan Ver

waltungsrecht, sebab yang disebut verwaltungs recht tidak bertujuan untuk tercapainya ketertiban dan kea manan,kelancaran adminstrasi dll nya.

(7)

Lanjutan.

Belgia.

Dalam pandangan ahli GJ. Schrans

mengklasifikasikan beberapa pendapat ahli

hu kum tentang hukum ekonomi dalam 2 (dua

) kelompok yakni kelompok pendekatan kuan

titatif dan kelompok pendekatan kualitatif.

Kelompok pendekatan kuantitatif dibedakan

(8)

Lanjutan.

 Melihat bahwa hukum ekonomi sebagai kaidah –

kaidah hukum yang memaksa dan yang memba tasi kebebasan ekonomi dalam rangka mengejar tujuan ekonomi pemerintah.

 Melihat hukum ekonomi sebagai perluasan dari hukum dagang.

 Melihat hukum ekonomi adalah semua peraturan yang menyangkut perusahaan,sehingga hukum ekonomi

(9)

Lanjutan.

Pendapat yang menggunakan pendekatan

kualitatif menyatakan bahwa peningkatan

kuantitatif dari berbagai titik temu antara bidang

hukum dan ekonomi akan membawa akibat

kualitatif dalam metode penelitian dan

pendidikan hukum ekonomi itu sendiri.

Kualifikasi itu tidak hanya terbatas pada kaidah

(10)

Lanjutan.

Oleh karena itu hukum ekonomi secara kualitatif

dapat menentukan:

Bagaimana tujuan ekonomi secara optimal dapat

dibantu perwujudannya oleh kaidah –kaidah hukum.

Bagaimana tata hukum menetapkan persyaratan

atau norma tertentu yang mungkin bertentangan

atau ber beda dengan tujuan ekonomi.

Bagaimana untuk situasi tertentu syarat dan norma

(11)

Lanjutan.

 Dalam realitanya kedua metode pendekatan tersebut tidak dapat dipisahkan karena sbb:

 Semakin bertambahnya faktor-faktor ekonomi dalam bidang hukum, maka secara langsung mempunyai akibat kualitatif terhadap tata hukum ybs. Sehingga suatu perubahan yang bersifat kuantitatif, umumnya juga sejalan dengan perubahan kualitatif.

(12)

Lanjutan.

 Berdasarkan itu menurut GJ Schrans :

 Secara kuantitatif hukum ekonomi meliputi semua

kaidah hukum publik dan perdata yang secara khusus bertujuan untuk mengatur segala kegiatan perekono mian seperti misalnya:

 Kaidah –kaidah hukum mengenai hak

milik,kontrak,dan mengenai pertanggungjawaban.

 Kaidah –kaidah hukum mengenai perusahaan swasta, perusahaan negara,perusahaan nasional dan asing.  Kaidah –kaidah mengenai anti-trust dan hukum

(13)

Lanjutan.

Kaidah –kaidah yang menyangkut stuktur

organisasi yang mendukung kebijaksanaan

ekonomi pemerintah.

Kaidah –kaidah yang mengarah kehidupan

(14)

Lanjutan.

Secara kualitatif hukum ekonomi dapat bersifat

(15)

Lanjutan.

 Untuk menegakkan kaidah –kaidah hukum ekonomi

dibutuhkan adanya sanksi –sanksi. Bagi kaidah yang bersifat menata dapat digunakan sanksi perdata mi

salnya: pembatalan,pembayaran ganti rugi,atau denda. Sedangkan bagi kaidah yang bersifat mengarahkan/ mengatur dapat digunakan sanksi –sanksi publik mi salnya sanksi pidana dll. Dengan demikian terlihat

bahwa ruang lingkup hukum ekonomi tidak hanya untuk menciptakan struktur ekonomi tertentu tetapi juga

(16)

Lanjutan.

 Berdasarkan itu GJ. Scharns memberikan ciri –ciri kualitatif

dari hukum ekonomi sbb:

 Dalam hukum ekonomi batas –batas antara hukum publik

dan hukum perdata menjadi kabur.

 Hukum ekonomi lebih bersifat kolektivitas daripada hukum

dagang dan hukum perdata.

 Hukum ekonomi merupakan suatu bidang yang mampu

merubah tata hukum maupun tata ekonomi.

 Hukum ekonomi menimbulkan kebutuhan akan usaha -

usaha perlindungan hukum baru.

 Hukum ekonomi mampu merubah nilai –nilai sosial yang dulu

(17)

Lanjutan.

Berdasarkan ciri –ciri tersebut terlihat bahwa

hukum ekonomi tidak lagi merupakan bidang

hukum yang hanya mampu mengikuti perkem

bangan masyarakat saja tetapi sudah

(18)

Lanjutan.

 Negara Perancis.

 Hukum Ekonomi di Perancis dipelopori oleh Gerard Farjat dan

membedakan atas Droit Economique dan Droit de l` Economie.

 Droit Economique merupakan kaidah – kaidah HAN yang

membatasi ruang gerak Hukum Perdata dan Hukum Dagang melalui pengawasan dan pengaturan hubungan –hubungan ekonomi.

 Droit de l`economie adalah semua kaidah hukum publik

maupun hukum perdata sepanjang menyangkut kegiatan ekonomi pada umumnya.

 Pada dasarnya Droit de l` economie membatasi kebebasan

(19)

Lanjutan.

Adanya pembedaan tersebut tidak terlepas dari

perkembangan ekonomi di Perancis khususnya

dan perkembangan ekonomi Eropa pada

umumnya.

Berdasarkan hal tersebut Gerard Farjat

(20)

Lanjutan.

Droit de l` economie dalam beberapa

dasawarsa setelah krisis Malaise, lebih

banyak mengatur hubungan antara

(21)

Lanjutan.

Negara Inggris.

Menurut Clive M.Schmitthoff ruang lingkup Hukum

Ekonomi di Inggris sulit untuk menemukannya

dalam suatu sistimatika yang utuh,hal ini

dikarenakan hukum ekonomi sebagai bidang hukum

yang mandiri masih diperdebatkan di Inggris.

Namun demikian peraturan - peraturan yang dapat

(22)

Lanjutan.

Keuangan ( financial regulations).

Persiangan ekonomi ( competitive

economic regulations).

Pengendalian harga dan pendapatan

( prices ang incomes regulations).

Perlindungan konsumen ( comsumer

(23)

Lanjutan.

 Clive M.Schmitthoff menjelaskan bahwa filosofi yang melandasi kaidah –kaidah hukum ekonomi dan

sekaligus membedakannya dari hukum dagang,adalah apa yang disebut dengan economic dirigism.

 Economic dirigism adalah bahwa pemerintah dapat dan boleh membatasi kebebasan dan atau otonomi para pihak, khususnya dalam hal yang menyangkut kepentingan umum.

 Dalam perkembangan ruang lingkup hukum ekonomi di beberapa negara diatas terdapat hal –hal yang

(24)

Lanjutan.

Menentukan dasar bagi struktur dan sistem

perekonomian nasional suatu negara.

Mendukung kebijaksanaan perekonomian

nasional dan

Mengarahkan kehidupan perekonomian

(25)

Lanjutan.

Dari ketiga tersebut jelas terkait rencana –

renca na pembangunan ekonomi sehingga

dalam kait an tersebut terlihat adanya

hubungan yang erat antara Hukum

(26)

Lanjutan.

 Perkembangan perdagangan internasional Amerika Serikat.  Section 301 Undang –undang Perdagangan Amerika Serikat

1974.

 Pengantar………> Tindakan balasan.

 Tindakan balasan (retaliation ) sering ditemui dalam praktek

hubungan antar negara.Pada prinsipnya ada 2 ( dua ) bentuk tindakan balasan:

 Pertama: tindakan balasan yang dilakukan suatu negara karena

negara lain telah melakukan tindakan yang tidak bersahabat atau telah melanggar hukum internasional.

 Kedua : tindakan balasan yang dilakukan untuk

(27)

Lanjutan.

 Tindakan balasan yang kedua diatas disebut juga retorsi.

 Menurut Josef Partsch : upaya untuk melakukan retorsi

ini tidak memerlukan suatu pembenaran (hukum),karena tindakan ini berada dalam lingkup kekuasaan suatu

negara yang telah dirugikan oleh tindakan negara lainnya.

 Dalam beberapa contoh retorsi dapat dilihat: tindakan

embargo ekonomi,melarang masuk bagi kapal asing kepelabuhannya, menghentikan bantuan ekonomi.

(28)

Lanjutan.

 Dalam banyak kasus tindakan balasan ini dilakukan oleh negara maju atau negara yang secara ekonomi tidak begitu tergantung banyak kepada negara yang terkena tindakan balasan.

 Tindakan balasan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap mitra dagangnya biasanya terjadi apabila negara mitranya berbuat curang dan merugikan

kepentingan ekonomi Amerika Serikat.

 Menurut hukum Amerika Serikat mereka punya

alasan yakni malakukan tindakan balasan dengan dasar Section 301 UU Perdagangan AS 1974

(29)

Lanjutan.

 Berkaitan dengan tindakan balasan dalam bidang ekonomi Indonesia pernah mengalami ancaman penggunaan section 301 UU Perdagangan AS.

 Pertama: sengketa tuduhan pencurian tehnologi milik sebuah perusahaan gelas AS yakni Guardian Industries oleh sebuah perusahaan gelas milik Indonesia.

 Kedua : sengketa peredaran film AS di Indonesia.

(30)

Lanjutan.

Dalam kasus ini Indonesia dituduh

(31)

Latar belakang Section 301 UU 1974

Amerika Serikat.

 Undang – undang ini bermula pada tahun 1970 ketika Presiden AS membentuk suatu komisi yakni Commis sion on International Trade and Investment Policy.

 Komisi ini terdiri dari pengusaha,pimpinan buruh,dan akademisi.Komisi ini diketuai oleh ekonom Prof.Isaiah Frank.

(32)

Lanjutan.

 Hasil laporan ini mengusulkan perlunya AS untuk membentuk

UU Perdagangan dan lahirlah Section 301 tahun 1974.

 Section 301 ini memuat mengenai kekuasaan untuk

Referensi

Dokumen terkait

Makalah ini kami susun berdasarkan pada berdasarkan pada kenyataan bahwa pentingnya hubungan lintas negara disegala sektor kehidupan seperti politik, sosial, ekonomi dan

Sedemikian penting analisis ekonomi baik dimensi ekonomi dan sosioekonomi yang ditambah dengan akekuatan politik dari suatu Negara, sebelum suatu perusahaan melangkah inilah

Hukum tertulis maupun tidak tertulis tersebut dibuat oleh pihak yang berwenang untuk mengatur kehidupan masyarakat di berbagai bidang, meliputi ekonomi,politik, sosial budaya

UNTUK TIDAK MEMBUAT KEBIJAKAN EKONOMI YANG MERUGIKAN KEPENTINGAN NEGARA LAIN ATAU MSY INT’L, KHUSUSNYA NSB.. 13.1 : SETIAP NEGARA MEMILIKI HAK UNTUK

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu keadaan dimana terdapat peningkatan pendapatan domestik bruto (PDB) dari suatu negara pada kurun waktu tertentu. Pembangunan ekonomi

Perbedaan utama keduanya adalah jika pada ekonomi politik internasional, ada proses dan dampak yang akan berhubungan atau berkaitan dengan negara-negara lain baik yang

Penentuan sistem ekonomi tidak dapat dilepaskan dari ideologi yang diyakini oleh negara, Ideologi tertentu akan melahirkan sistem ekonomi tertentu pula karena pada dasarnya, negara

Peran hukum dalam ekonomi  Peranan hukum dalam pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya tidak terlepas pada pendekatan ekonomi terhadap hukum dan sebaliknya..  Pendekatan